DIDUGA SELEWENGKAN DANA DESA , MANTAN KADES MUARA CAWANG DILAPORKAN
LAHAT.DS, --- Dana Desa yang menjadi harapan untuk kemajuan desa yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai milyaran rupiah , hanya isapan jempol bagi kami masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten lahat ujar HARTALINDA .
HARTALINDA WATI didampingi ALAN ketua karang taruna desa muara cawang , yang dalam hal ini sebagai pelapor sekaligus mewakili masyrakat menuturkan kepada awak media terhadap laporan tertulis pada tanggal 1 januari 2020 beberapa waktu lalu , terkait dugaan penyelewengan dana desa yang yang dilakukan mantan kades muara cawang RN (46) masa bakti 2014 - 2020.
Menurut Hartalinda , kami masyrakat melaporkan RN (46) mantan kades muara cawang masa bakti 2014 - 2020 tersebut adalah keputusan terakhir yang diambil berdasarkan musyawarah dikarenakan sang mantan kades tak kunjung memperbaiki sampai jabatanya selesai ,demi kebaikan dan kemajuan desa kani dan kabupaten lahat pada umumya .
diceritakanya , beberapa waktu lalu ada sumur bor 4 titik yang lokasinya tersebar didesa kami , dengan harapan dapat membantu untuk kemudahan mendapatkan air didesa kami , tapi itu hanya isapan jempol saja karena sampai saat ini sumur bor yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut tidaklah bermanfaat dan hanya menjadi gundukan besi tua .
tidak hanya itu , hartalinda menambahkan BUMDES yang gunanya untuk pendapatan desa dan dapat menciptakan lapangan kerja , juga bersumber dari dana desa tahun 2018 sebesar Rp 50. Juta menjadi tanda tanya besar , karena sang mantan kades mengambilnya kembali dengan alasan untuk diserahkan ke inspektorat.
karena ketidak nyamanan kami oleh ulah oknum sang mantan kepala desa , Alan ketua karang taruna menginginkan agar persoalan ini segera ditidak lanjuti oleh pihak terkait dan mendapatkan hukuman setimpal karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dan penyalagunaan wewenang yang dilakukan sang mantan.
sementara itu kejaksaan Negri Lahat melalui Ema staf kejaksaan telah menerima surat laporan masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten Lahat pada tanggal 02 juni 2020 .(Dni)
HARTALINDA WATI didampingi ALAN ketua karang taruna desa muara cawang , yang dalam hal ini sebagai pelapor sekaligus mewakili masyrakat menuturkan kepada awak media terhadap laporan tertulis pada tanggal 1 januari 2020 beberapa waktu lalu , terkait dugaan penyelewengan dana desa yang yang dilakukan mantan kades muara cawang RN (46) masa bakti 2014 - 2020.
Menurut Hartalinda , kami masyrakat melaporkan RN (46) mantan kades muara cawang masa bakti 2014 - 2020 tersebut adalah keputusan terakhir yang diambil berdasarkan musyawarah dikarenakan sang mantan kades tak kunjung memperbaiki sampai jabatanya selesai ,demi kebaikan dan kemajuan desa kani dan kabupaten lahat pada umumya .
diceritakanya , beberapa waktu lalu ada sumur bor 4 titik yang lokasinya tersebar didesa kami , dengan harapan dapat membantu untuk kemudahan mendapatkan air didesa kami , tapi itu hanya isapan jempol saja karena sampai saat ini sumur bor yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut tidaklah bermanfaat dan hanya menjadi gundukan besi tua .
tidak hanya itu , hartalinda menambahkan BUMDES yang gunanya untuk pendapatan desa dan dapat menciptakan lapangan kerja , juga bersumber dari dana desa tahun 2018 sebesar Rp 50. Juta menjadi tanda tanya besar , karena sang mantan kades mengambilnya kembali dengan alasan untuk diserahkan ke inspektorat.
karena ketidak nyamanan kami oleh ulah oknum sang mantan kepala desa , Alan ketua karang taruna menginginkan agar persoalan ini segera ditidak lanjuti oleh pihak terkait dan mendapatkan hukuman setimpal karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dan penyalagunaan wewenang yang dilakukan sang mantan.
sementara itu kejaksaan Negri Lahat melalui Ema staf kejaksaan telah menerima surat laporan masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten Lahat pada tanggal 02 juni 2020 .(Dni)
DIDUGA SELEWENGKAN DANA DESA , MANTAN KADES MUARA CAWANG DILAPORKAN
LAHAT.DS, --- Dana Desa yang menjadi harapan untuk kemajuan desa yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai milyaran rupiah , hanya isapan jempol bagi kami masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten lahat ujar HARTALINDA .
HARTALINDA WATI didampingi ALAN ketua karang taruna desa muara cawang , yang dalam hal ini sebagai pelapor sekaligus mewakili masyrakat menuturkan kepada awak media terhadap laporan tertulis pada tanggal 1 januari 2020 beberapa waktu lalu , terkait dugaan penyelewengan dana desa yang yang dilakukan mantan kades muara cawang RN (46) masa bakti 2014 - 2020.
Menurut Hartalinda , kami masyrakat melaporkan RN (46) mantan kades muara cawang masa bakti 2014 - 2020 tersebut adalah keputusan terakhir yang diambil berdasarkan musyawarah dikarenakan sang mantan kades tak kunjung memperbaiki sampai jabatanya selesai ,demi kebaikan dan kemajuan desa kani dan kabupaten lahat pada umumya .
Diceritakanya , beberapa waktu lalu ada sumur bor 4 titik yang lokasinya tersebar didesa kami , dengan harapan dapat membantu untuk kemudahan mendapatkan air didesa kami , tapi itu hanya isapan jempol saja karena sampai saat ini sumur bor yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut tidaklah bermanfaat dan hanya menjadi gundukan besi tua .
Tidak hanya itu , hartalinda menambahkan BUMDES yang gunanya untuk pendapatan desa dan dapat menciptakan lapangan kerja , juga bersumber dari dana desa tahun 2018 sebesar Rp 50. Juta menjadi tanda tanya besar , karena sang mantan kades mengambilnya kembali dengan alasan untuk diserahkan ke inspektorat.
Karena ketidak nyamanan kami oleh ulah oknum sang mantan kepala desa , Alan ketua karang taruna menginginkan agar persoalan ini segera ditidak lanjuti oleh pihak terkait dan mendapatkan hukuman setimpal karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dan penyalagunaan wewenang yang dilakukan sang mantan.
Sementara itu kejaksaan Negri Lahat melalui Ema staf kejaksaan telah menerima surat laporan masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten Lahat pada tanggal 02 juni 2020 .(Dni)
HARTALINDA WATI didampingi ALAN ketua karang taruna desa muara cawang , yang dalam hal ini sebagai pelapor sekaligus mewakili masyrakat menuturkan kepada awak media terhadap laporan tertulis pada tanggal 1 januari 2020 beberapa waktu lalu , terkait dugaan penyelewengan dana desa yang yang dilakukan mantan kades muara cawang RN (46) masa bakti 2014 - 2020.
Menurut Hartalinda , kami masyrakat melaporkan RN (46) mantan kades muara cawang masa bakti 2014 - 2020 tersebut adalah keputusan terakhir yang diambil berdasarkan musyawarah dikarenakan sang mantan kades tak kunjung memperbaiki sampai jabatanya selesai ,demi kebaikan dan kemajuan desa kani dan kabupaten lahat pada umumya .
Diceritakanya , beberapa waktu lalu ada sumur bor 4 titik yang lokasinya tersebar didesa kami , dengan harapan dapat membantu untuk kemudahan mendapatkan air didesa kami , tapi itu hanya isapan jempol saja karena sampai saat ini sumur bor yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut tidaklah bermanfaat dan hanya menjadi gundukan besi tua .
Tidak hanya itu , hartalinda menambahkan BUMDES yang gunanya untuk pendapatan desa dan dapat menciptakan lapangan kerja , juga bersumber dari dana desa tahun 2018 sebesar Rp 50. Juta menjadi tanda tanya besar , karena sang mantan kades mengambilnya kembali dengan alasan untuk diserahkan ke inspektorat.
Karena ketidak nyamanan kami oleh ulah oknum sang mantan kepala desa , Alan ketua karang taruna menginginkan agar persoalan ini segera ditidak lanjuti oleh pihak terkait dan mendapatkan hukuman setimpal karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dan penyalagunaan wewenang yang dilakukan sang mantan.
Sementara itu kejaksaan Negri Lahat melalui Ema staf kejaksaan telah menerima surat laporan masyarakat desa muara cawang kecamatan pseksu kabupaten Lahat pada tanggal 02 juni 2020 .(Dni)
Kapolres Bersama Dandim Patungan Bikin Rumah Kakek Marzuki Di Desa Palem Raya
Pria 70 tahun itu harus tinggal di gubuk reyot di depan rumah
yang ditinggali oleh anak dan menantunya.
Marzuki memilih tinggal di gubuk reyot itu karena mengalah. Sebab, rumah
yang didiami anak dan menantunya itu sudah penuh dengan orang.
Dia sendiri sudah setahun tinggal di gubuk reyot yang berada di sisi jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir itu.
Di Gubuk reyot yang beratap terpal lusuh itu kondisinya terbuka sehingga kalau hujan air akan masuk ke dalam pondok.
Pondok itu juga tidak mampu menahan dingin karena tidak ada dinding penahan angin.
Melihat kondisi itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH bersama Dandim 0402 OKI-Ogan Ilir Letkol Zamroni berinisiatif membuatkan sebuah rumah kecil di sebelah gubuk reyot yang didiami Marzuki.
"Kapolres dan Dandim patungan buatkan rumah untuk Kakek Marzuki"
Untuk membangunnya, Kapolres Iman Tarmudi dan Dandim Zamroni beserta jajarannya patungan membeli bahan bangunan, termasuk membayar upah tukang.
Untuk mengerjakannya, Kapolres Iman Tarmudi dan Dandim Zamroni serta sejumlah personel membantu secara bergotong royong.
Sebelumnya, tim Dokkes Polres Ogan Ilir juga memeriksa kesehatan Kakek Marzuki, termasuk mengukur suhu tubuhnya. Zen
Jalinsum Desa Manggul Terkenal Angker Kembali Meminta Korban Jiwa
LAHAT.DS, -- Kembali memakan korban jalan yang terkenal angker bagi masyarakat Kabupaten Lahat,dimana kali ini jalinsum Desa Manggul Kecamatan Lahat terjadi Laka Lantas 10 /6 Sekira Pukul 21.30 WIB,
Akp Rio Arta Luwi SH. Sik Kasat Lantas melalui Iptu. Ambrin. Prabu Kanit Lantas megatakan 11/6 Laka Lantas yang terjadi antara Pengendara Sepeda motor Yamaha Vixion No.pol. BG 4711 ET yang dikendarai Anton 18 tahun warga Desa Padang Perangai Kecamatan Merapi Selatan yang berjalan dari arah Merapi menuju ke arah Kecamatan Lahat dengan membawa penumpang Jefri Sanjaya warga Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang
Tiba di tempat kejadian perkara kendaraan ini berjalan sedikit ke kanan dan masuk ke jalur kendaraan lain, saat itu juga bersamaan datang dari arah berlawanan sepeda motor Yamaha R15 BG 3326 EAD yang dikendarai oleh Gusmansyah 20 tahun warga Gedung Agung Kecamatan Merapi Barat,akibat jarak terlalu dekat terjadilah Adu kabing dua kendaraan.
Dengan adanya kejadian tersebut pengendara sepeda motor Yamaha Vixion No. Pol BG 4711 ET Anton mengalami Luka Patah tangan kanan, Luka bagian kepala ,kendaraanya mengalami rusak di bagian depan, Untuk penumpangnya Jefri Sanjaya mengalami luka lecet di tangan kanan luka robek di kaki kiri sedangkan pengendara Yamaha R15 No.Pol BG 3326 EAD Gusmansyah Mengalami luka bagian kepala dan meninggal Dunia di lokasi kejadian.
Ketiga Korban dilarikan ke RSUD Lahat, sedangkan kendaraanya mengalami rusak pada bagian depan, semua Barang Bukti kedua Kendaraan saat ini diamankan di Kantor Satlantas Polres Lahat.(Dni)
Akp Rio Arta Luwi SH. Sik Kasat Lantas melalui Iptu. Ambrin. Prabu Kanit Lantas megatakan 11/6 Laka Lantas yang terjadi antara Pengendara Sepeda motor Yamaha Vixion No.pol. BG 4711 ET yang dikendarai Anton 18 tahun warga Desa Padang Perangai Kecamatan Merapi Selatan yang berjalan dari arah Merapi menuju ke arah Kecamatan Lahat dengan membawa penumpang Jefri Sanjaya warga Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang
Tiba di tempat kejadian perkara kendaraan ini berjalan sedikit ke kanan dan masuk ke jalur kendaraan lain, saat itu juga bersamaan datang dari arah berlawanan sepeda motor Yamaha R15 BG 3326 EAD yang dikendarai oleh Gusmansyah 20 tahun warga Gedung Agung Kecamatan Merapi Barat,akibat jarak terlalu dekat terjadilah Adu kabing dua kendaraan.
Dengan adanya kejadian tersebut pengendara sepeda motor Yamaha Vixion No. Pol BG 4711 ET Anton mengalami Luka Patah tangan kanan, Luka bagian kepala ,kendaraanya mengalami rusak di bagian depan, Untuk penumpangnya Jefri Sanjaya mengalami luka lecet di tangan kanan luka robek di kaki kiri sedangkan pengendara Yamaha R15 No.Pol BG 3326 EAD Gusmansyah Mengalami luka bagian kepala dan meninggal Dunia di lokasi kejadian.
Ketiga Korban dilarikan ke RSUD Lahat, sedangkan kendaraanya mengalami rusak pada bagian depan, semua Barang Bukti kedua Kendaraan saat ini diamankan di Kantor Satlantas Polres Lahat.(Dni)
Bupati Muba Dodi Reza Kembali Serahkan Insentif Tenaga Medis
Tim Medis RSUD Sekayu Bahagia Terima Insentif Tahap 2
MUBA,DS. -- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kembali menyerahkan insentif covid19 bagi tim Medis RSUD Sekayu, Selasa (9/6/2020) di RSUD Sekayu.
Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Muba yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin kepada para tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi.
Berdasarkan rincian Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian insentif yang disiapkan sebesar Rp. 6.296.560.000 juta untuk 3 bulan. Selain itu, pihak RSUD Sekayu juga menyiapkan Rp. 750.000.000 untuk santunan apabila ada tenaga medis yang sakit atau meninggal dunia.
Insentif yang diberikan variatif, ada untuk tenaga medis atau dokter, maksimal mendapatkan Rp15 juta. Insentif minimal berjumlah Rp1,4 Juta," ungkap Makson.
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan Insentif tenaga medis bukan hanya diberikan untuk ASN di RSUD Sekayu, namun juga dibagikan kepada pegawai tetap, pegawai kontrak, PHL, pegawai magang mulai dokter spesialis hingga tenaga cleaning servis. Besarannya sesuai dengan aturan yang di tetapkan.
"Alhamdulillah, tidak hanya insentif saja yang kita berikan, dalam penyembuhan pasien tim medis dilindungi asuransi, dan santunan kematian. Diberikan juga fasilitas akomodasi di wisma atlet dan lain-lain sehingga bisa merawat melayani pasien sampai sembuh dengan hati yang ikhlas. Tim medis terjamin dan diamankan dari seluruh risiko. Ini yang paling penting seluruh risiko diminimalkan dan diberikan tunjangan karena jerih payah mereka. Kita juga mengerti keadaan tenaga medis. Mereka ada keluarga, ada tanggungan. Mereka ingin terlindungi sementara sumpah etika profesi harus merawat dan melayani pasien sampai sembuh,"ungkap Dodi.
Terakhir, DRA menyampaikan dirinya juga ingin tim medis RSUD Sekayu dapat upgrade pengetahuan dan skill lagi. Sehingga RSUD kian berkualitas dan terdepan.
"Saya berikan wewenang kepada Direktur RSUD untuk memberikan reward. Dan saya juga ingin mereka-mereka ini juga mendapatkan upgrade pengetahuan dan skill bagaimana nanti bisa mengoperasikan laboratorium yang canggih. Agar nanti bisa mengoperasikan ICU yang memang mempunyai standar WHO. Jadi dengan kita lengkapi sarana prasarana rumah sakit yang seperti dalam gambar ini. Maka SDM kita tingkatkan seiring dan sejalan. Dokter dan lainnya yang perlu sekolah, kita sekolahkan. Yang perlu belajar kita persilahkan,"terangnya.
Kepada seluruh warga Muba, Dodi, meminta untuk bersama-sama melindungi diri sendiri, disiplin, serta menjaga imunitas tubuh dan upgrading sistem kesehatan.
Dari data di RSUD Sekayu, saat ini sedang membuka 150 formasi bagi perubahan status tenaga Kesehatan yaitu perawat dan bidan, yang diberikan kesempatan untuk mengikuti perubahan status pegawai kontrak menjadi pegawai tetap.
Terpisah, dr Febri Rahmayanti SpPD, salah satu tim medis RSUD Sekayu yang menerima insentif menyampaikan terima kasih dan siap menjalankan tugas-tugasnya dengan semaksimal mungkin dan profesional.
"Terima kasih, kami ucapkan kepada Pemkab Muba khususnya kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan wakil Bupati Muba Beni Hernedi atas segala perhatian, semoga kedepannya kami dapat menjadi lebih baik lagi, dan bermanfaat bagi masyarakat Muba,"Pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muhammad Saiffudin Khoiruzzamani SSos Mhan, Kajari Muba Suyanto SH MH, Perwakilan Polres Muba, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Yudi Herzandi SH MH, Kepala BPKAD Mirwan Susanto SE, Kepala BKPSDM Sunaryo, Kepala Dinkes dr Azmi Dariusmansyah, Kepala Dinkominfo Herryandi Sinulingga AP, Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian, Plt. Kepala BPBD Indita Purnama, dan Plt. Kepala Dinsos Ahmad Nasuhi.(hsril)
MUBA,DS. -- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kembali menyerahkan insentif covid19 bagi tim Medis RSUD Sekayu, Selasa (9/6/2020) di RSUD Sekayu.
Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Muba yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin kepada para tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi.
Berdasarkan rincian Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian insentif yang disiapkan sebesar Rp. 6.296.560.000 juta untuk 3 bulan. Selain itu, pihak RSUD Sekayu juga menyiapkan Rp. 750.000.000 untuk santunan apabila ada tenaga medis yang sakit atau meninggal dunia.
Insentif yang diberikan variatif, ada untuk tenaga medis atau dokter, maksimal mendapatkan Rp15 juta. Insentif minimal berjumlah Rp1,4 Juta," ungkap Makson.
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan Insentif tenaga medis bukan hanya diberikan untuk ASN di RSUD Sekayu, namun juga dibagikan kepada pegawai tetap, pegawai kontrak, PHL, pegawai magang mulai dokter spesialis hingga tenaga cleaning servis. Besarannya sesuai dengan aturan yang di tetapkan.
"Alhamdulillah, tidak hanya insentif saja yang kita berikan, dalam penyembuhan pasien tim medis dilindungi asuransi, dan santunan kematian. Diberikan juga fasilitas akomodasi di wisma atlet dan lain-lain sehingga bisa merawat melayani pasien sampai sembuh dengan hati yang ikhlas. Tim medis terjamin dan diamankan dari seluruh risiko. Ini yang paling penting seluruh risiko diminimalkan dan diberikan tunjangan karena jerih payah mereka. Kita juga mengerti keadaan tenaga medis. Mereka ada keluarga, ada tanggungan. Mereka ingin terlindungi sementara sumpah etika profesi harus merawat dan melayani pasien sampai sembuh,"ungkap Dodi.
Terakhir, DRA menyampaikan dirinya juga ingin tim medis RSUD Sekayu dapat upgrade pengetahuan dan skill lagi. Sehingga RSUD kian berkualitas dan terdepan.
"Saya berikan wewenang kepada Direktur RSUD untuk memberikan reward. Dan saya juga ingin mereka-mereka ini juga mendapatkan upgrade pengetahuan dan skill bagaimana nanti bisa mengoperasikan laboratorium yang canggih. Agar nanti bisa mengoperasikan ICU yang memang mempunyai standar WHO. Jadi dengan kita lengkapi sarana prasarana rumah sakit yang seperti dalam gambar ini. Maka SDM kita tingkatkan seiring dan sejalan. Dokter dan lainnya yang perlu sekolah, kita sekolahkan. Yang perlu belajar kita persilahkan,"terangnya.
Kepada seluruh warga Muba, Dodi, meminta untuk bersama-sama melindungi diri sendiri, disiplin, serta menjaga imunitas tubuh dan upgrading sistem kesehatan.
Dari data di RSUD Sekayu, saat ini sedang membuka 150 formasi bagi perubahan status tenaga Kesehatan yaitu perawat dan bidan, yang diberikan kesempatan untuk mengikuti perubahan status pegawai kontrak menjadi pegawai tetap.
Terpisah, dr Febri Rahmayanti SpPD, salah satu tim medis RSUD Sekayu yang menerima insentif menyampaikan terima kasih dan siap menjalankan tugas-tugasnya dengan semaksimal mungkin dan profesional.
"Terima kasih, kami ucapkan kepada Pemkab Muba khususnya kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan wakil Bupati Muba Beni Hernedi atas segala perhatian, semoga kedepannya kami dapat menjadi lebih baik lagi, dan bermanfaat bagi masyarakat Muba,"Pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muhammad Saiffudin Khoiruzzamani SSos Mhan, Kajari Muba Suyanto SH MH, Perwakilan Polres Muba, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Yudi Herzandi SH MH, Kepala BPKAD Mirwan Susanto SE, Kepala BKPSDM Sunaryo, Kepala Dinkes dr Azmi Dariusmansyah, Kepala Dinkominfo Herryandi Sinulingga AP, Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian, Plt. Kepala BPBD Indita Purnama, dan Plt. Kepala Dinsos Ahmad Nasuhi.(hsril)
Jelang Pilkada Ogan Ilir Partai Demokrat Santer Diisukan Sudah Merekom Paslon,Ketua DPC Partai Demokrat Addinul Ikhsan Akhirnya Angkat Bicara
INDRALAYA,DS. – Dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 yang tak lama lagi akan digelar di Kabupaten Ogan Ilir,berbagai isu santer didengungkan dikalangan masyarakat bahwa masing - masing partai telah merekom paslon masing - masing,itu terjadi akhir - akhir belakangan ini pada tubuh partai demokrat ,namun bantahan keras telah dilontarkan Addinul Ikhsan selaku ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ogan Ilir, bahwasannya hingga saat ini, Partai Demokrat belum menentukan dan mengambil sikap.
“Hingga saat ini partai Demokrat belum menentukan sikap. Terkait pendapat di luar sana bahwa sudah mengusung siapa, itu terserah apa kata mereka,” ungkap Ketua DPC Partai yang berlambang mercy tersebut, saat jumpa pers dengan awak media, Rabu, (10/06/20).
Adinul Ikhsan menjelaskan, kami partai Demokrat dalam mengambil sikap atau untuk mengusung sebuah partai, penuh dengan pertimbangan.
“Diantaranya dari masyarakat, ranting-ranting PAC, DPC, DPD dan terakhir dari survei, baru menentukan sikap,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menuturkan, kami membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang akan mencalonkan diri ke partai.
“Kami punya kreteria sendiri dalam mengambil sikap, tentunya calon pemimpin itu tidak cacat hukum,” tuturnya.
“ Sebagai partai yang dipimpin seorang TNI, kami cuma bisa memberikan gambaran bahwa jikalau di dalam anggota TNI ada yang cacat hukum, atau diberhentikan secara tidak hormat saat sedang menjabat. maka dia tidak boleh lagi masuk ke dalam anggota TNI,” urainya.
“Lain kalau seorang TNI itu cuma diskors, maka dia bisa masuk dan bergabung lagi kedalam jajaran TNI,” ungkapnya.
Sebagai kabupaten yang dinyatakan sebagai kota santri, Adinul menambahkan, kita punya banyak putra putri yang baik, bersih dan tidak cacat hukum untuk memimpin Kabupaten Ogan Ilir.(red)
“Hingga saat ini partai Demokrat belum menentukan sikap. Terkait pendapat di luar sana bahwa sudah mengusung siapa, itu terserah apa kata mereka,” ungkap Ketua DPC Partai yang berlambang mercy tersebut, saat jumpa pers dengan awak media, Rabu, (10/06/20).
Adinul Ikhsan menjelaskan, kami partai Demokrat dalam mengambil sikap atau untuk mengusung sebuah partai, penuh dengan pertimbangan.
“Diantaranya dari masyarakat, ranting-ranting PAC, DPC, DPD dan terakhir dari survei, baru menentukan sikap,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menuturkan, kami membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang akan mencalonkan diri ke partai.
“Kami punya kreteria sendiri dalam mengambil sikap, tentunya calon pemimpin itu tidak cacat hukum,” tuturnya.
“ Sebagai partai yang dipimpin seorang TNI, kami cuma bisa memberikan gambaran bahwa jikalau di dalam anggota TNI ada yang cacat hukum, atau diberhentikan secara tidak hormat saat sedang menjabat. maka dia tidak boleh lagi masuk ke dalam anggota TNI,” urainya.
“Lain kalau seorang TNI itu cuma diskors, maka dia bisa masuk dan bergabung lagi kedalam jajaran TNI,” ungkapnya.
Sebagai kabupaten yang dinyatakan sebagai kota santri, Adinul menambahkan, kita punya banyak putra putri yang baik, bersih dan tidak cacat hukum untuk memimpin Kabupaten Ogan Ilir.(red)
Sebanyak 334 KK Di Kecamatan Merapi Selatan Terima BST
LAHAT.DS, --- Sebanyak 334 kepala keluarga di 9 Desa Kecamatan Merapi Selatan menerima bantuan sosial tunai ( BST) sebesar RP 600.000 dari Dinas Sosial, bantuan sosial ini diperuntukkan bagi warga yang terkena dampak Covid-19.
Pendistribuan bantuan langsung tunai ( BST) ini dihadiri Kadis Dinsos drs H, Iskandar MM, selain memberikan bantuan beliau melihat langsung kondisi para lansia yang menerima bantuan.
Bertempat di Kantor Kecamatan Merapi Selatan dihadiri para Kades 10 Juni 2020, kepada Awak Media Camat Merapi Selatan Heri Yulianto S,Sos.MM. Dengan cairnya dana BST kami berharap
uang tersebut dapat membantu masyarakat (penerima manfaat ) terkait dari dampak Covid- 19, agar dapat bermanfaat.
Belanjakan untuk keperluan pokok seperti sembako jangan dibelanjakan hal- hal yang tidak penting, kita tidak tau kapan wabah ini berakhir. Namun paling tidak kita harus mempunyai cadangan keuangan " pungkas Camat (Nid)
Pendistribuan bantuan langsung tunai ( BST) ini dihadiri Kadis Dinsos drs H, Iskandar MM, selain memberikan bantuan beliau melihat langsung kondisi para lansia yang menerima bantuan.
Bertempat di Kantor Kecamatan Merapi Selatan dihadiri para Kades 10 Juni 2020, kepada Awak Media Camat Merapi Selatan Heri Yulianto S,Sos.MM. Dengan cairnya dana BST kami berharap
uang tersebut dapat membantu masyarakat (penerima manfaat ) terkait dari dampak Covid- 19, agar dapat bermanfaat.
Belanjakan untuk keperluan pokok seperti sembako jangan dibelanjakan hal- hal yang tidak penting, kita tidak tau kapan wabah ini berakhir. Namun paling tidak kita harus mempunyai cadangan keuangan " pungkas Camat (Nid)
Lima Arahan Presiden terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru
JAKARTA.DS, -- Pembukaan kembali sejumlah sektor menuju fase masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 harus melalui tahapan-tahapan yang ketat dan hati-hati. Saat meninjau kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Juni 2020, Presiden Jokowi menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.
Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.
"Saya kira ini terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga disiplin memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira perlu terus disampaikan kepada masyarakat," paparnya.
"Saya juga sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin dan mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.
Kedua, Presiden mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Terkait hal ini, Presiden meminta tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.
"Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, faktanya seperti apa, karena saya lihat di sini datanya ada semua. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi terutama angka Ro dan Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di daerah siap atau tidak melaksanakan," jelasnya.
"Kemudian hitung kesiapan setiap daerah untuk pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita hitung dan pastikan," tambahnya.
Ketiga, Presiden juga mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. Sebagai contoh, pembukaan tempat ibadah secara bertahap dengan terlebih dahulu menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah dinilai Presiden sudah sangat baik.
"Sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan dan terutama ini sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas agar hal ini menjadi catatan kita semua," ujarnya.
Keempat, Kepala Negara ingin agar konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat. Ia juga meminta agar koordinasi di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) diperkuat.
"Lebih penting lagi libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini," imbuhnya.
Kelima, Presiden meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Meskipun sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, Presiden mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Menurutnya, keberhasilan pengendalian Covid ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan.
"Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," tegasnya.
"Saya kira kita harus optimistis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan baik, dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali," tandasnya.(Rill)
Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.
"Saya kira ini terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga disiplin memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira perlu terus disampaikan kepada masyarakat," paparnya.
"Saya juga sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin dan mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.
Kedua, Presiden mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Terkait hal ini, Presiden meminta tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.
"Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, faktanya seperti apa, karena saya lihat di sini datanya ada semua. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi terutama angka Ro dan Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di daerah siap atau tidak melaksanakan," jelasnya.
"Kemudian hitung kesiapan setiap daerah untuk pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita hitung dan pastikan," tambahnya.
Ketiga, Presiden juga mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. Sebagai contoh, pembukaan tempat ibadah secara bertahap dengan terlebih dahulu menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah dinilai Presiden sudah sangat baik.
"Sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan dan terutama ini sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas agar hal ini menjadi catatan kita semua," ujarnya.
Keempat, Kepala Negara ingin agar konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat. Ia juga meminta agar koordinasi di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) diperkuat.
"Lebih penting lagi libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini," imbuhnya.
Kelima, Presiden meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Meskipun sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, Presiden mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Menurutnya, keberhasilan pengendalian Covid ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan.
"Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," tegasnya.
"Saya kira kita harus optimistis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan baik, dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali," tandasnya.(Rill)
Cek Keaktifan Siskamling, Kesbangpol Muba Tinjau Kesiapan Kecamatan Keluang
MUBA,DS. - Sesuai instruksi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 300/130/90/2020 Tentang Pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan PAM Swakarsa di Kelurahan dan Desa, Pemerintah Kabupaten Muba melalui Kesbangpol Muba mulai turun ke pedesaan dan perkampungan guna memastikan masing-masing wilayah mulai mengaktifkan siskamling.
Kesbangpol Muba yang dipimpin langsung Kaban Kesbangpol Muba, Soleh Naim yang didampingi Camat Keluang Debby Heryanto, Selasa (9/6/2020) turun ke lapangan Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang guna berkoordinasi dengan Kepala Desa dan memantau kesigapan/ perlengkapan fasilitas yang disediakan pada setiap pos Kamling salah satunya Poskamling Dusun I Desa Tegal Mulyo.
Dalam kesempatan itu Soleh Naim meminta, dengan keberadaan siskamling agar dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (Covid) 2019 apabila ada pendatang/pemudik utamanya dari wilayah zona merah.
“Kemudian, dihimbau pada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak di tempat umum melalui berbagai upaya yang bersifat mendidik dan menimbulkan kepanikan masyarakat,” imbuhnya.
“Lalu, juga masyarakat agar senantiasa menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak dalam aktivitas sosial bermasyarakat,” tambahnya.
Ia menambahkan, dengan diaktifkan kembali Siskamling nantinya akan turut andil mencegah meluasnya penularan wabah Covid-19 di Muba.
“Sebagai bentuk antisipasi agar rantai penularan wabah Covid-19 terhenti di wilayah Muba,dan juga untuk mengamankan lingkungan dari hal hal yang tidak kita inginkan,” ulasnya.
Sementara itu, Camat Keluang Debby Heryanto menyebutkan perangkat Kecamatan beserta Forkopimcam akan semaksimal mungkin mengaktifkan siskamling sebagaimana instruksi Bupati Muba.
"Forkopimcam akan terus berkoordinasi dengan perangkat Desa agar keaktifan siskamling di setiap dusun bisa maksimal, ini juga selain dari meningkatkan keamanan wilayah juga bagian dari sinergi guna memutus mata rantai penularan wabah covid-19," pungkasnya.(hsril)
Kesbangpol Muba yang dipimpin langsung Kaban Kesbangpol Muba, Soleh Naim yang didampingi Camat Keluang Debby Heryanto, Selasa (9/6/2020) turun ke lapangan Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang guna berkoordinasi dengan Kepala Desa dan memantau kesigapan/ perlengkapan fasilitas yang disediakan pada setiap pos Kamling salah satunya Poskamling Dusun I Desa Tegal Mulyo.
Dalam kesempatan itu Soleh Naim meminta, dengan keberadaan siskamling agar dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (Covid) 2019 apabila ada pendatang/pemudik utamanya dari wilayah zona merah.
“Kemudian, dihimbau pada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak di tempat umum melalui berbagai upaya yang bersifat mendidik dan menimbulkan kepanikan masyarakat,” imbuhnya.
“Lalu, juga masyarakat agar senantiasa menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak dalam aktivitas sosial bermasyarakat,” tambahnya.
Ia menambahkan, dengan diaktifkan kembali Siskamling nantinya akan turut andil mencegah meluasnya penularan wabah Covid-19 di Muba.
“Sebagai bentuk antisipasi agar rantai penularan wabah Covid-19 terhenti di wilayah Muba,dan juga untuk mengamankan lingkungan dari hal hal yang tidak kita inginkan,” ulasnya.
Sementara itu, Camat Keluang Debby Heryanto menyebutkan perangkat Kecamatan beserta Forkopimcam akan semaksimal mungkin mengaktifkan siskamling sebagaimana instruksi Bupati Muba.
"Forkopimcam akan terus berkoordinasi dengan perangkat Desa agar keaktifan siskamling di setiap dusun bisa maksimal, ini juga selain dari meningkatkan keamanan wilayah juga bagian dari sinergi guna memutus mata rantai penularan wabah covid-19," pungkasnya.(hsril)



















