NEWS

Slider

BUPATI OI BERIKAN BANTUAN LANGSUNG KEPADA KELUARGA YANG RUMAHNYA ROBOH DI DESA KAPUK

INDRALAYA.DS, -- Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI), HM Ilyas Panji Alam,SE.SH,MM, ditengah wabah Pandemi Covid-19 menyempatkan diri bertemu dan memberi bantuan langsung dengan 2 kepala keluarga yang menjadi korban rumah roboh akibat hujan dan angin kencang di Desa Kapuk dan Desa Sungai Lebung Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Jum’at (05/06/20).

Bupati Ogan Ilir mengaku turut prihatin kepada Dua kepala keluarga yang tertimpa musibah rumah roboh. Dan Melalui Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI dan Baznas OI memberikan bantuan sembako dan uang tunai, semoga dengan bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban keluarga musibah rumah roboh tersebut.

“Kita sekarang lagi dalam fase Pandemi dampak coronavirus Covid-19 atau yang lebih sering dikenal dengan Virus Corona saya menghimbau kepada masyarakat untuk mentaati segala himbauan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19” Kata Bupati OI.

Ditambahkannya, ”Adapun upaya pencegahan yakni dengan jaga jarak, jaga kebersihan, selalu lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, serta kalau ada masyarakat yang tiba-tiba sakit dan memiliki gejala Covid-19, segera laporkan ke Kepala Desa setempat. Nanti ada bidan desa yang langsung melihat kondisi pasien di Rumahnya,” terangnya. 

Sementara Camat Pemulutan Selatan Haroman,S.Pd,M.Si mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir karena telah memberikan bantuan pada warga yang terkena musibah.

“Kepada Bapak Bupati Ogan Ilir, terima kasih karena telah memberikan bantuan pada warga kami, semoga dengan adanya bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga masyarakat yang tertimpa rumah roboh” Ujarnya.

Adapun bantuan yang diberikan oleh Bupati Ogan Ilir lanjutnya, berupa Sembako dan juga uang tunai, “Sekali lagi kami Pemerintah Kecamatan Pemulutan Selatan, mewakili masyarakat Kecamatan Pemulutan Selatan mengucapkan terima kasih,” paparnya. (Zen)

Kisah Pilu Bayi Kembar Tiga Di Pal 1 Desa Toman, Butu Perhatian Pemerintah

MUBA,DS. - Di tengah pademi covid 19 ibu Reni Marlina ( 36) istri dari BPK Edi Yanto ( 40 ) warga Dusun 2 Desa Lubuk Buah, Sungai Sialang kecamatan Batang Hari Leko ( BHL) kabupaten Musi Banyuasin yang sekarang berdomisili di desa Toman dusun 1 RT 8 kecamatan Babat Toman melahirkan bayi laki-laki  kembar 3 pada hari Minggu 10 Mei 2020 di RSUD Sekayu.

Reni Marlina guru honorer di SD Negeri Bedeng Seng desa bangun sari kecamatan Babat Toman kabupaten Muba dan suami nya buruh sadap karet yang berpenghasilan tidak tetap ini selain mendapatkan bayi kembar 3 , keluarga ini mempunyai 3 orang anak yang tertua duduk pelajar di SMK Ulak Paceh kecamatan Lawang Wetan dan 2 anaknya sekolah di SMP Muhamadiyah.

Ketiga bayi kembar ibu Reni Marlina di beri nama David Ramadhan, Dafa Alfarizi dan Dani Ardafa  keseniannya lahir dengan berat badan David 1,8 kg, Danu dan Dani beratnya 1,75 kg ,  kondisinya dalam  keadaan sehat.

Kelahiran ke tiga putra ibu Reni dan Edi di tengah penyebaran covid 19 , luput dari perhatian pemerintahan kabupaten Muba, menurut bapak bayi kembar ini yang sehari-harinya sebagai buruh penyadap karet sangat kesulitan untuk membelikan susu ke tiga bayi nya, susu dan tempat tinggal kami ini dapat dari belas kasihan para tenggara di sekitar ini, karena di tengah musim Corona sangat sulit mendapatkan duit untuk membeli susu apa lagi saya ini nyadap karet milik kebun orang yang sekarang ini harga karet sedang murah, sedangkan istri saya guru honor yang setiap 3 bulan baru menerima hadiah honor, terimakasih tetangga di sekitar sini basuh perhatian dengan membantu ngasi susu pada anak kembar kami dan memberikan tumpangan tempat tinggal tidak di haruskan sewa," ungkap Edi.

Kami sangat berharap sekali bantuan pada pemerintahan agar kami di beri bantuan untuk mendapatkan susu bagi bayi kembar kami ini," harapnya.

Jon Faizar Sala- satu warga mengatakan pada media kondisi pak Edi Yanto yang mempunyai anak kembar tiga ini kehidupannya sangat kekurangan , sebagai buruh sadap karet di tengah harga karet yang menurun ini, ini pun kami berupaya membantu  memberikan susu untuk ketiga bayi kembar in sedangkan tempat tingg alnya sekarang ini baru di tempatnya di beri tumpangan oleh warga yang punya Bedeng karena di tempat yang lama di depan Bedeng ini sangat sempit , maka di suruh menunggu di sini ," jelasnya.(hsm)

Ratusan Partisipan Webinar Persiapan New Normal Muba Antusias

Melaksanakan Tatanan New Normal Life Kuncinya Disiplin Melaksanakan Protokol Kesehatan

MUBA,DS. - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan lebih mematangkan persiapan New Normal Life. Seperti diketahui pandemi Covid-19 mensyaratkan masyarakat ke depan merubah tatanan hidup menjadi yang baru, harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan apa yang sudah ditentukan WHO.

"New Normal Life ini bukan untuk melonggarkan protokol kesehatan yang sudah ada tetapi justru merubah prilaku sehari-hari untuk dapat bekerja secara produktif dan aman. Karena kita tidak tahu dimana virus Corona ini berada. Ini tatanan baru yang bakal dijalani,  yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasan baru," ujar Bupati Muba Dodi Reza saat Webinar dengan Tema Kesiapan Kabupaten Muba dalam Menghadapi New Normal Life, Kamis (4/6/2020). 

Kickoff New Normal Life bukanlah ramai-ramai deklarasi buka mall, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya, tapi bagaimana kita juga mengedukasi seluruh masyarakat sudah terbiasa tanpa paksaan mengikuti tantanan hidup yang baru yang disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

'Namanya New Normal Life, sehingga untuk menuju kesana diperlukan kesiapan semua pihak baik Pemerintah, para stakeholder, akademisi, penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tentunya Warga Masyarakat kita untuk bersiap apabila New Normal Life sudah bisa kita terapkan nantinya.  

Kita harus  rela dan ikhlas mengikuti batasan yang ada, dan wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan sehari hari saat penerapan New Normal nantinya", ucapnya. 

Sekarang ini, lanjutnya, Pemkab Muba sedang konsen dalam fase persiapkan seluruh elemen masyarakat untuk masuk fase baru. Mulai dari mempersiapkan sarana kesehatan misalnya nanti akan ada PCR tes di Muba dan sarana prasarana kesehatan lainya wajib terpenuhi sesuai ketentuan dengan mengacu Protokol kesehatan, Meringankan beban warga masyarakat melalui jaringan Pengaman Sosial dan Mengedukasi seluruh warga masyarakat muba yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Muba untuk dapat patuh dan Disiplin Melaksanakan Protokol Kesehatan sampai ke Tingkat Desa Rt/Rw sehingga diharapkan semua elemen masyarakat dengan kesadaran sendiri disiplin melaksanakan semua aturan protokol kesehatan tersebut.

"Secara masif akan dilakukan uji tes di Muba.  Selama ini butuh 15 hari hingga hasil uji tes keluar, maka kami putuskan mengadakan PCR real time di Kabupaten Muba yang saat ini dalam proses, Rumah sehat dan tempat isolasi mandiri kita siapkan dengan lebih masif lagi," terangya. 

Ikut menyikapi langkah langkah tatanan kehidupan “New Normal“  sebagaimana direkomendasikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel, Prof Dr dr Yuwono M Biomed. Ia menyampaikan syarat menjalani New Normal Life (NNL) yaitu pertama, pemerintah bisa membuktikan bahwa transmisi sudah dikendalikan yaitu 
angka Ro (R) kurang dari 1(satu). Kedua, Sistem kesehatan tersedia untuk melacak kontak (tracing), mendiagnosis (testing) & merawat (treatment) kasus positif Covid-19. "Ketiga, risiko penularan sudah terkendali terutama di tempat dengan kerentanan
tinggi. Keempat, langkah pencegahan di lingkungan kerja/bisnis seperti jaga jarak, cuci tangan dan etika batuk bersin berjalan baik. Kelima, mencegah kasus impor virus corona, dan Keenam, menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi dan terlibat transisi NNL," dan saya mengikuti dan memantau Muba saat ini lagi gencar melaksanakan  itu semua jelasnya.

Nara sumber lainnya, Guru Besar FISIP UNSRI, Prof Dr Alfitri MSi mengatakan bahwa New Normal Life ialah perubahan prilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal ditambah penerapan protokol kesehatan mencegah penularan Covid -19.

"Adaptasi perubahan prilaku kearah pencegahan penularan Covid-19 yang pertama akan berada pada fase sistem bersifat paksaan dalam ketertiban dan kedisiplinan bersama . Kemudian meningkat pada partisipasi, dimana tumbuh kesadaran prilaku tertib dan disiplin hingga berlanjut pada fase inisiasi dimana muncul inovasi dan kreasi dalam menjalani kehidupan New Normal  sehingga kita bisa beradaptasi dan pencegahan terhadap covid19 dapat dilakukan ," pungkasnya. 

Dalam rangkaian webinar dipandu oleh moderator Bung FK (Fakturohman) dengan tema Kesiapan Kabupaten Muba dalam Menghadapi New Normal Life tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi oleh Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP serta turut diikuti sebanyak 485 partisipan, yang berasal dari berbagai kalangan yaitu Kapolres Muba, Dandim 0401 Muba, Kejari Muba, FKPD, Sekda Muba, OPD, Pemerintah Kecamatan dan desa Rumah Sakit, Puskesmas, Organisasi masyarakat, Kepala Sekolah, Tokoh pemuda, Tokoh masyarakat dan masyarakat umum lainnya.(hsmril) 

4 Juni Positif Covid-19 Muba Bertambah 2 Orang, sebelumnya 4 Kasus positif telah Sembuh

MUBA,DS. - Sempat satu hari yakni Rabu (3/6/2020) tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 , Kamis (4/6/2020) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muba mengkonfirmasi ada penambahan 2 kasus positif covid-19.

Penambahan positif Covid-19 tersebut yakni kasus 20 perempuan usia 60 tahun Dusun 3 Ramba Jaya Kecamatan Babat Supat (Lokal) dan kasus 21 laki-laki usia 20 tahun Dusun 3 Ramba Jaya Kecamatan Babat Supat (Lokal). 

"Dengan adanya penambahan 2 kasus ini, total positif Covid-19 di Muba ada sebanyak 21 kasus," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes.

Seftiani menyebutkan, berdasarkan data update Gugus Tugas Covid-19 Muba tercatat total ODP sebanyak 351 yang selesai pemantauan 317 orang junalh masih dipantau 34 orang , sedangkan OTG 236 orang yang selesai pemantauan 130 orang, jumlah  yang masih  pantau 106 orang dan PDP 88 orang yang selesai pengawasan 45 orang dan saat ini proses pengawasan 43 orang 

"16 kasus konfirmasi masih dirawat di rumah sakit yakni diantaranya 6 orang di RSUD Sekayu, 1 orang RSUD Sungai Lilin, 9 orang RSUD Bayung Lencir, dan 4 kasus sembuh," paparnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengatakan dengan adanya penambahan 2 kasus positif tersebut hari ini  dirinya bersama jajaran satuan gugus tugas percepatan penanganan  covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin bersama stakeholder terkait akan lebih memaksimalkan upaya pemutusan rantai penularan covid-19 dan kita sangat serius bekerja, untuk itu sehingga penambahan yang terkonfirmasi positif di Kabupaten yang kita cintai ini  berjalan landai dan kita berharap dapat terus diminimalisir dan semua ini dapat dilakukan jika seluruh warga   disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Selain itu Upaya-upaya pencegahan  akan terus dimaksimalkan, memperketat wilayah perbatasan akan terus diintensifkan," edukasi bagi masyarakat terus dilaksanakan tegasnya. 

Dodi menambahkan,  para tim tenaga medis penanganan Covid-19 di Muba kita beri semangat dan kita wajib suport untuk lebih intensif memberikan perawatan kepada PDP Positif Covid-19 yang sedang dalam perawatan dan khusus  kepada warga masyarakat Muba “ ayo terus kita jalankan protokol kesehatan Gunakan Masker saat Keluar Rumah Cuci Tangan dengan sabun biasakan disiplin menerapkan pola hidup sehat, hindari kerumunan jaga karak minimal 1-2 meter, minum vitamin jaga imun tubuh kita karena diri kita sendiri sebagai  Garda Terdepan dalam menghadapi virus covid-19 ini  sedangkan Rumah Sakit Adalah Benteng terakhir kita dalam upaya proses penyembuhan jika terkena virus ini.

"Selain itu, saya berpesan kepada PDP Positif Covid-19 di Muba yang saat ini menjalankan perawatan untuk tetap optimis bisa sembuh, yakinlah tim gugus tugas dan tenaga medis akan maksimal dalam memberikan perawatan, apalagi kita di Muba sudah berhasil menyembuhkan empat Orang terkonfirmasi  Positif Covid-19," pungkasnya.(hsmril) 

Pemkab Muba Bersama DPR RI dan KKP ajak Masyarakat Gemarikan

Wabup Beni Hernedi : Gemarikan Tingkatkan Imun tubuh hadapi  Covid19

MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Riezky Aprilia SH MH dan Direktur Sistem Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Innes Rahmania API SSos MM melaksanakan Kunjungan kerja di Kecamatan Tungkal Jaya, dan Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (04/06/2020) tepatnya di Balai Desa Sinar Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya, dan Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin.

Kunker ini dalam rangka Safari Perluasan Gemar Makan Ikan di Kabupaten Musi Banyuasin sekaligus menyerahkan bantuan Ikan atau olahan ikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Muba.

Dalam kesempatan ini, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wabup Muba Beni Hernedi menyampaikan bahwa Pemkab Muba menyambut baik gerakan memasyarakatkan ikan tersebut.

Tentunya, lanjut Beni dengan semangat dan tekad yang baik untuk bersama-sama melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada daerah yang kita cintai ini.

"Saya atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Riezky Aprilia SH MH dan Direktur Sistem Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Innes Rahmania API SSos MM yang telah hadir mengunjungi masyarakat Muba. Semoga kunjungan ini akan lebih meningkatkan silaturahmi antara kita, sekaligus dapat mendukung kegiatan Safari Gemarikan kepada masyarakat terdampak covid-19,"ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan mengkonsumsi ikan sangat baik bagi kebutuhan tubuh kita karena memiliki nutrisi yang tinggi, terutama dikonsumsi bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk meningkatkan konsumsi ikan, maka sudah menjadi keharusan untuk dibudayakan makan ikan di masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin. 

Apalagi, lanjut Beni ditegah pandemi Covid-19, memakan ikan adalah salah satu upaya untuk mencegah wabah Covid-19. Selain itu, Beni juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, dan mematuhi protokol kesehatan guna mencegah meluasnya wabah Covid-19 tersebut.

"Kami Pemkab Muba mengajak kita semua tetap cegah dan Waspadai wabah Covid-19 dengan terus patuhi protokol kesehatan, dan tetap jaga imunitas. Dan mari kita bersiap menghadapi kehidupan New Normal atau kebiasaan baru yaitu selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan lainnya sesuai dengan protokol kesehatan," terangnya.

Direktur Sistem Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Innes Rahmania API SSos MM dalam sambutannya, mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) akan terus diperluaskan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya bagi warga masyarakat Kabupaten Muba.

Karena, Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional, lanjutnya, oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya.

Sementara, Anggota DPR RI Riezky Aprilia, SH.,MH., menjelaskan bahwa Ikan sebagai salah satu sumber protein yang murah dibandingkan dengan daging harus menjadi hidangan prioritas mulai dari sekarang. Ikan dapat diolah menjadi menu hidangan yang menarik seperti sosis, bakso, nugget, dan abon ikan.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan berkualitas tinggi. Beberapa keunggulannya yakni, kadar kolesterol rendah, mengandung asam lemak tidak jenuh, penyerapan daging ikan lebih tinggi, kaya akan fosfor, zat besi dan iodine, serta mengandung zinsum yang penting untuk perkembangan sel-sel otak.

"Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan hak bagi anak. Salah satunya adalah dengan memberikan asupan gizi seimbang dan cukup, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi emas yang sehat dan cerdas untuk membangun bangsa, dan khususnya Kabupaten Muba dimasa yang akan datang,"Tandasnya.

Turut dihadiri, Anggota DPRD Sumsel Susi Imelda Beni Hernedi, Para Kepala Perangkat Daerah, Camat Tungkal Jaya Yugo Valentino, Camat Sungai Lilin Emilya Afrianita, kepala Desa Sinar Tungkal jaya Indra Gunawan beserta Perangkat Desa, Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud beserta Perangkat Desa, dan masyarakat.(hsmril) 

Selesai Serahkan Bibit Padi Unggul,Bupati Ogan Ilir Sempatkan Diri Serahkan Sembako Kepada 2 Warga Lansia Tanjung Raja


INDRALAYA,DS. - Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam S.E., S.H., M.M menyerahkan langsung bantuan sosial (Bansos) berupa Bahan makanan pokok, sandang dan Pangan kepada 2 Orang Lansia di Kelurahan Tanjung Raja Barat Kecamatan Tannjung Raja Kabupaten Ogan Ilir,Kamis (4/6/2020).

Bupati Ogan Ilir menyerahkan langsung kerumah lansia, sembari menyampaikan semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup di tengah wabah covid-19 yang saat ini sedang kita hadapi bersama,“Tetap jaga kesehatan, selalu patuhi Protokol kesehatan covid-19 dari Pemerintah seperti selalu mencuci tangan menggunakan sabun saat hendak atau sesudah beraktifitas, selalu jaga jarak dengan orang lain.”jelasnya

Selain itu juga Ilyas menghimbau warga menggunakan masker ketika hendak beraktifitas di luar rumah.

“Jangan keluar rumah ketika merasa diri mengalami gejala sakit segera hubungi aparat atau posko Covid Desa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga atau masyarakat lainnya.”pungkasnya.(drs)

Berikan Bantuan Bibit Padi Unggul Di Kecamatan Tanjung Raja,HM Ilyas Panji Alam : Kedepan Saya Akan Mengubah Pola Pertanian Dari Yang Tradisional Menjadi Yang Modern

INDRALAYA,DS. - Mengetahui adanya lahan persawahan warga yang terendam banjir akibat hujan deras yang melanda dibeberapa Desa dalam wilayah Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Bupati Kabupaten OI H.M. Ilyas Panji Alam langsung bertindak memberikan bantuan bibit padi unggul kepada para Petani yang terancam gagal panen. Pemberian bantuan bibit padi unggul tersebut, secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati OI HM. Ilyas Panji Alam kepada perwakilan perwakilan masyarakat Desa yang terdampak banjir.

Bupati OI menyampaikan, kedepan targetnya tidak ada lagi para petani sawah yang terancam gagal tanam dan panen akibat dilanda banjir seperti saat ini.

"Saya sangat prihatin melihat kondisi lahan persawahan masyarakat yang kerap terendam banjir seperti ini. Kedepan saya akan mengubah pola pertanian di masyarakat dari yang tradisional menjadi modern," Kata Bupati OI, Kamis (04/06/2020).

Selain itu orang nomor satu di Kabupaten OI ini mengatakan, semua lahan persawahan di Kabupaten OI rencananya akan dibuatkan kanal untuk mengatur perairannya.

Mengingat fungsi kanal itu, pada saat musim hujan atau banjir air akan dipompa keluar dari lahan persawahan. Begitupun sebaliknya pada saat musim kemarau atau kering, air yang ada didalam kanal juga  dipompa masuk kedalam lahan yang akan di tanam.

"Saya yakin dengan pola bertani seperti ini nantinya tidak ada lagi petani yang akan gagal tanam, masyarakat Ogan Ilir dapat menanam padi tidak tergantung musim atau cuaca, dapat dilaksanakan kapan saja, petani bisa panen dua atau tiga kali dalam satu tahun melalui program transformasi pertanian, " Imbuhnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Raja Faisal Bermawi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

"Atas nama Pemerintah Kecamatan Tanjung Raja, dan juga masyarakat Kecamatan Tanjung Raja saya pribadi selaku Camat Tanjung Raja mengucapkan terima kasih, karena yang jelas bantuan bibit unggul ini sangat bermanfaat sekali bagi warga Kecamatan Tanjung Raja, terutama bagi para petani yang saat ini padinya sedang terdampak banjir" Imbuhnya. (Drs/Red)

DPC Generasi penggerak anak bangsa LAHAT dan muara Enim akan layangkan surat ke gubernur SUMSEL tentang ijin toleransi angkutan batubara

LAHAT.DS, -- Generasi Penggerak Anak Bangsa Insyallah secepatnya akan layangkan surat ke gubernur Sumatera Selatan masalah ijin toleransi dan usulan beberapa perusahaan angkutan batubara kepada bupati lahat memohon ijin melintas di siang hari di kabupaten Lahat.

Dalam hal ini ketua DPC GPAB Muara Enim *Ujang Toni* menegaskan jangan sampai ada korban jiwa lagi seperti sebelumnya banyak angkutan batubara melintas di Siang hari dan juga *Paici* selaku sekretaris DPC GPAB kabupaten Lahat mengatakan Sesuai dengan aturan yang ditetapkan gubernur bahwasannya angkutan batubara tidak boleh, melintasi jalan raya.
Karena mengingat armada yang berjalan pada malam hari saja sudah sangat mengganggu aktivitas apalagi ditambah dengan siang hari.Tidak hanya efek dari korban jiwa saja terkadang yang disebabkan oleh melintasnya angkutan batubara, tetapi juga begitu banyak polusi yang sangat membahayakan kesehatan bagi masyarakat sekitar yang terdampak seperti bertebarannya debu dipinggir jalan yang bisa membuat masyarakat terpapar ISPA.Jadi dalam hal ini kami meminta komitmen kepada kepala daerah sesuai janji kampannye nya untuk tidak memberi izin melintas angkutan batubara

Ormas GPAB dua kabupaten ini sama-sama mengacu pada Pergub No 74 tahun 2018   bahwa angkutan batubara dilarang melintas di jalan umum,meminta kepada bupati LAHAT Dan Muara Enim untuk berkomitmen mematuhi Pergub yang telah di keluarkan Demi kepentingan Dan kesalamatan masyarakat umum ujarnya..Nid

Dodi Reza Desak Kementerian ESDM Prioritaskan Jargas di Kecamatan Ring 1

Muba Dapat 8.380 Sambungan Jargas  Rumah Tangga

MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ ingin semua kecamatan ring 1 sumber gas di Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan prioritas sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga. 

"Tahun 2020 ini Muba sudah mendapatkan tambahan kuota sambungan jargas untuk rumah tangga sebanyak 8.380 SR, namun  Pemkab Muba terus mendesak Kementerian ESDM lebih memprioritaskan penambahan sambungan jargas rumah tangga khususnya di kecamatan ring 1," tegas Dodi Reza di sela Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Lapangan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (4/5/2020) di Auditorium Pemkab Muba. 

Dodi tetap berusaha menakankan agar kecamatan ring 1 di Muba seperti Bayung Lencir, Sungai Lilin, dan Tungkal Jaya mendapatkan tambahan kuota pemasangan jargas rumah tangga lagi. 

"Kita akan terus jemput bola, agar kebutuhan jargas rumah tangga di Kecamatan ring 1 dapat dinikmati dengan maksimal," harapnya. 

Menurut Dodi, Pemkab Muba  tidak hanya fokus penyambungan jargas untuk rumah tangga di kecamatan ring 1.  Kecamatan  di Kabupaten Muba yang bukan ring 1 seperti Sekayu juga menjadi prioritas. 

"Alhamdulillah di tahun 2020 ini Kecamatan Sekayu mendapatkan tambahan sambungan jargas rumah tangga sebanyak 4.200 SR. Sekayu  satu-satunya kecamatan perkotaan di kabupaten di Indonesia yang mendapatkan tambahan kuota dari Kementerian ESDM," bebernya. 

PPK Migas V Muba Kementerian ESDM, Ifan Raider Wijaya mengapresiasi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex atas upaya maksimal  memenuhi kebutuhan jargas rumah tangga  warga Muba. 

"Upaya maksimal terus dilakukan  Bupati Dodi Reza demi kebutuhan masyarakat Muba, kami sangat apresiasi," ucapnya.

Ifan merinci  penambahan pemasangan jargas untuk rumah tangga di Muba yakni sebanyak 8.380 SR. Untuk  Sekayu ada 4.200 SR, Sungai Lilin 3.180 SR, Bayung Lencir 1.000 SR. 
"Semoga bermanfaat dan memudahkan aktifitas rumah tangga warga di Muba," tukasnya.(hsmril) 

Cerita Ustadz dan Ustadzah di Muba Hadapi Wabah Covid-19

1000 Ustadz-Ustadzah di Muba Dapat Bantuan Rp600 Ribu Selama Tiga Bulan

MUBA,DS. - Perwakilan  ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba duduk berbaris rapi dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020) siang. 

Lantunan shalawat terdengar merdu dibawakan para ustadz-ustadzah ini untuk menyambut kedatangan Bupati Muba Dr Dodi Reza yang dalam kesempatan itu menyalurkan bantuan secara simbolis untuk seribu ustadz dan ustadzah yang mengabdi  di pondok pesantren se-Kabupaten Muba yang mana tiap ustadz ustadzah mendapatkan Rp600 ribu selama tiga bulan. 

Di tengah pandemi wabah covid-19 ini ustadz dan ustadzah di Muba turut berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Dari sisi pendapatan ekonomi, para ustadz ustadzah ini juga terdampak, betapa tidak sejak terjadi wabah covid-19 terhitung pada Maret lalu aktifitas belajar mengajar di ponpes dan aktifitas Mengaji dari masjid ke masjid dan rumah ke rumah harus ditiadakan guna meminimalisir penularan wabah covid-19. 

"Ya, sangat pengaruh pendapatan ekonomi. Santri diliburkan, aktifitas Mengaji masjid ke masjid dan rumah ke rumah juga harus ditiadakan. Alhamdulillah bantuan pak Bupati Dodi Reza untuk ustadz dan ustadzah ini sangat meringankan beban kami di tengah wabah covid-19 ini," ucap Pengasuh Ponpes An-Nahl Muba, Ustadz Jannata Hial Makwa. 

Diceritakan Janna, keseharian dirinya mengajar ilmu Al-quran dan Hadits, namun ketika Maret lalu aktifitas tatap muka dengan santri ditiadakan. 

"Kita harus tetap bertahan di tengah wabah covid-19 ini, kami para ustadz dan ustadzah tidak berhenti mengajar pendidikan Agama kepada santri, aktifitas tetap kami berikan secara online meski tidak semaksimal pertemuan tatap muka," ujarnya. 

Dikatakan, dengan bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat mensupport para pengasuh ponpes serta ustadz dan ustadzah meski sedang dihadapi wabah covid-19. "Bantuan pak Dodi ini penyemangat bagi kami untuk terus mensyiarkan ajaran Islam di Kabupaten Muba," ucapnya.

Senada dikatakan Ummi Kalsum, Ustadzah Guru Mengaji dari Kecamatan Bayung Lencir ini mengaku bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat berguna dan diharapkan para ustadz dan ustadzah di tengah wabah covid-19. 

"Alhamdulillah sangat meringankan beban kami para ustadz dan ustadzah di Muba. Semoga wabah ini segera berlalu dan pak Dodi selalu menjadi pemimpin yang peduli kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Muba," ungkapnya. 

Sesepuh Pengasuh Ponpes di Muba, KH Abdul Hadi mengapresiasi inisiasi bantuan Bupati Muba Dodi Reza kepada para ustadz dan ustadzah di Muba. "Bantuan yang sangat diharapkan dan bermanfaat disaat ini, pak Dodi sangat mempedulikan kebutuhan masyarakatnya," tukasnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengatakan, adapun bantuan yang disalurkan tersebut setelah dikeluarkan SK Bupati  Nomor: 225/KPTS-DINSOS/2020, 29 Mei 2020 yakni berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu tiap ustadz dan ustadzah yang diberikan selama tiga bulan Mei-Juli. 

"Untuk bantuan kepada seribu ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba ini digelontorkan dana sebesar Rp1,8 Miliar dengan menggunakan dana APBD Muba," ungkap Dodi Reza yang juga Bapak Santri Sumsel di sela menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba di 
Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020). 

Menurutnya, pandemi covid-19 sangat berimbas bagi ustadz dan ustadzah karena aktifitas kegiatan belajar mengajar dan baca tulis Alquran ditiadakan. 

"Tentu dari sisi pendapatan bagi ustadz dan ustadzah sangat berkurang, saya menilai sudah sangat pantas mereka mendapatkan BST," ucap Dodi yang baru-baru ini dinobatkan Hasil Riset Indometer (Barometer Politik Indonesia) menjadi Tokoh Daerah potensial yang layak maju ke politik nasional. 

Pada kesempatan tersebut, Dodi mengajak para ustadz dan ustadzah di Muba berdoa agar pandemi covid-19 segera berlalu. "Terus berdoa meminta kepada yang Allah Yang Maha Kuasa agar wabah covid-19 ini segera hilang, dan aktifitas dapat kembali berjalan normal," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Muba, Opi Palopi menyebutkan melalui dana APBD Muba bantuan untuk sebanyak 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba diberikan. "Anggaran yang dikucurkan Rp1,8 Miliar dan tiap ustadz ustadzah dapat Rp600 ribu selama tiga bulan Mei-Juli," bebernya. 

Lanjutnya, bantuan khusus ustadz dan ustadzah ini sangat bermanfaat dan berguna terlebih saat ini yang sedang dihadapi dengan kondisi wabah covid-19 dan akan disalurkan melalui “rekening tabungaku ” Bank BRI.

"Kita ketahui bersama pendapatan ekonomi ustadz ustadzah ini juga berpengaruh karena aktifitas santri ditiadakan selama wabah covid-19, tentu bantuan pak Bupati Dodi Reza ini sangat meringankan beban mereka," ungkapnya.(hsmril)