NEWS

Slider

KAPOLDA RESMIKAN KAMPUNG TANGKAL COVID-19 DI DESA TANJUNG GELAM INDRALAYA

INDRALAYA.DS, -- Desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir resmi di launching dan dijadikan Kampung Tangkal COVID-19 oleh Kapolda Sumatera Selatan Selasa (2/6/2020).
Kapolda Sumatera Selatan Irjen.Pol.Prof.Eko Indra Heri S,di Dampingi Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM, Kepala Kejaksaan Negri OI Adi Tiyogunawan,SH,MH, Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Suharto.Hs,SH, Dandim 0402 OKI-OI Letkol.CZI. Zamroni, Kapolres OI AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH, PJU Polda Sumsel, Camat Indralaya,Rahmini,M.Si, Kepala Desa Tanjung Gelam Nasrullah,SE dan Masyarakat Desa Tanjung Gelam yang hadir.Kapolda Sumsel Irjen.Pol.Prof.Eko Indra Heri S mengatakan, posko siaga Covid-19 ini, salah satu bagian dari Kampung Tangkal Covid-19 yang merupakan gagasan dari Kepolisian Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
“Dimana kampung ini siap menghadapi Covid-19 dalam rangka menuju New Normal, siap menghadapi tatanan kehidupan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kapolda.

Fungsi kampung tangkal Covid ini, sambung Kapolda, untuk mendeteksi siapa saja yang datang, dan mendeteksi jika ada masyarakat yang memiliki gejala-gejala yang harus di selidiki.
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam SE,SH,MM mengatakan, posko ini dijadikan sebagai kampung Tangkal COVID-19 di Desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, dalam rangka menuju kehidupan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan.
"launching kampung Tangkal siaga covid-19,sekaligus memberikan Bingkisan Kepada Masyarakat Desa Tanjung Gelam, dan Menabur Bibit Ikan Lele serta melihat langsung budidaya Ikan Lele di dalam Ember yang di tanami sayuran,dan Kapolda melihat Langsung anak-anak belajar di rumah pintar Desa Tanjung Gelam saat Pandemi Covid 19",dan Ibu- ibu Pengrajin dari barang- barang bekas menjadi pernik- pernik hiasan dan asesoris yang bisa di pasarkan ke masyarakat luas.

Kampung Tangkal Covid 19 tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Saya sangat mendukung gagasan dari Kapolda Sumsel dengan adanya Kampung Tangkal ini di lakukan agar Ekonomi kita tetap baik,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Bupati, selaku pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab Kampung Tangkal COVID-19 ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

“Kampung Tangkal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,” pungkasnya. Tim.DS

BUPATI OGAN ILIR MENYERAHKAN BANTUAN SECARA SIMBOLIS KEPADA MASYARAKAT DISABILITAS DI DESA SRI BANDUNG

YoINDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam SE,SH,MM Menyerahkan bantuan berupa sembako bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Ogan Ilir. Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam kepada  perwakilan penyandang disabilitas, dilaksanakan di Desa Seri Bandung Kecamatan Tanjung Batu, Selasa (2/6/20).

Dalam sambutannya Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam menyampaikan berbagai bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ataupun daerah sebagai wujud hadirnya pemerintah dalam penanggulangan bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid 19.

“Berbagai bantuan telah diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, baik berupa Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan  (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), BPNT, Sembako setiap KK se-Kabupaten Ogan Ilir dan berbagai bentuk bantuan lainnya adalah wujud hadirnya pemerintah,” ungkapnya dalam acara tersebut.

Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam, SE,SH, MM berharap dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ditengah pandemi covid -19 yang terjadi dalam beberapa bulan ini.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan beban bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Ogan Ilir,” pungkasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Sosial Irawan Sulaiman, S.Sos, M.Si menyampaikan bantuan ini merupakan bantuan dari Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik  (BRSPDF).

“Bantuan berupa paket sembako ini akan diberikan kepada 182 penyandang disabilitas se-Kabupaten Ogan Ilir dari 9 Kecamatan”, imbuhnya Selasa.2/6/20.Tim DS

Wisata Pelancu Wisata Ingin dikelola Apa Ingin Dikuasai

LAHAT.DS, --- Ulak Pandan, (2/6/2020) Wisata yang beberapa tahun lalu sempat populer di Kabupaten Lahat, wisata yang menggabungkan kreatifitas dan kearifan lokal yang menawarkan keindahan pemandangan Bukit Serelo dan sungai lematang di Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat sekarang menuai pertanyaan dari oknum E dan L yang mengaku warga Desa Ulak Pandan.  Mempertanyakan Wisata Pelancu yang selama ini diketahui dikelola oleh BUMDes dan lahannya merupakan aset pribadi milik mantan Kepala Desa  jadi mereka mempertanyakan pemasukan selama ini.
Menanggapi dugaan Oknum E dan L yang mengatas namakan warga ulak pandan Exnis,  Lensi, jon, jimi, adi,  aman selaku pengurus Pelancu pada saat itu tergerak untuk menanggapi ' memang secara pengelolaan Wisata Pelancu bukan oleh BUMDes tetapi dikelola oleh Karang Taruna pengurusan sebelumnya dan dilanjutkan dipengurusan kami waktu itu tetapi kami tetap bernaung dan berkoordinasi ke Bumdes, bahkan manajemen dan tata kelolahnya dulu Bumdes yang konsep tetapi untuk pengelolahan sepenuhnya dikelolah oleh Karang taruna dan masyarakat karena dirasa untuk pemberdayaan.
" Saya rasa Pemerintah Desa sebelumnya, BPD, Pendamping Desa, PLD, atau orang-orang yang dulu ikut membangun Pelancu saat itu, mereka semua pengetahui,  lagian pendapatan dari pelancu itu yang kami kelolah hanya dari retribusi masuk Rp. 5.000 /pengunjung,  itu saja banyak lah gratisnya, untuk flaying fox itu dikelolah oleh teman-teman flaying fox,  parkiran dikelolah pemilik lahan,  untuk wisata air kerjasama dengan pemilik perahu dan sopirnya, pendapatan dari tiket masuk pengunjung itulah yang selama ini kami gunakan untuk perbaikan,  kegiatan, atau pun honor kami. ujar mereka serentak menambahkan

Dan terkait Pelancu bukan aset desa saya kira itu sah-sah saja,  karena proses pembangunannya tidak menggunakan dana desa tetapi menggunakan uang pemasukan dari retribusi pengunjung. Kami bekerja sama dengan pemilik Lahan.  Itupun kami bebas sewa dan kami tidak ada kewajiban untuk setor kepemilik lahan karena mereka paham itu juga untuk membanggakan nama desa dan memperdayakan karang taruna waktu itu, justru warga yang ingin berjualan disana kami sediakan tempat dan tidak pungut biaya atau pun penyedia perahu pun tanpa dipungut biaya oleh kami pengelola.  Semangat mereka menjelaskan

Evan Yusup pun menanggapi tuduhan  Pelancu yang saat ini tidak bisa dikelola oleh desa, saya rasa itu tidak lah benar,  justru kalau benar ada niat buktikan saja sangat disayangkan apa bila sampai tidak dimanfaatkan seharusnya Pelancu itu didukung, karena bukan hanya aset wisata tetapi itu sudah menjadi aset daerah karena perna membanggakan nama daerah dikanca nasional, jangan sibuk mengharapkan sesuatu dari Pelancu seharusnya apa yang bisa diberikan ke Pelancu agar bisa bertahan dan lebih baik lagi. yang tidak boleh itu menguasainya ujar Pembakti kampung ini berkomentar

Oknum E dan L itu siapa,  benar bukan warga ulak pandan??  Tahu tidak Oknum E dan L itu bahwa Pelancu itu sekarang sering dijadikan tempat untuk minum-minuman keras,  beberapa hari ini jajaran BPD dan Pengurus Wisata Pelancu melakukan gotong royong untuk kebersihan diseputaran wisata Pelancu. Oknum L dan E itu ada tidak,
Sejak dari 18 Agustus 2017 pelancu berdiri,  kenapa baru tgl 1 Juni 2020 ini pelancu ini disoal,  jadi selama ini saat kami bangun desa dan Pelancu mereka kemana?? Jangan-jangan ini ada kaitannya terhadap gejolak di kepemimpinan desa saat ini, apa karena saya mengkritisi Penunjukan LPM, Lembaga Adat dan sekdes yang saya anggap cacat hukum yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan

Safta selaku mantan kasi aset didampingi Tarmizi  Ketua BPD dan Aswani Mantan Ketua BPD sebelumnya menjelaskan Sudah tiga hari ini orang-orang bersama-sama membersihkan wisata pelancu karena selama ini wisata Pelancu sudah 2 bulan ditutup karena dampak Covid-19 dan permasalahan di Desa, apa lagi ada kabar bahwa selama tutup wisata Pelancu sering dijadikan tempat minum-minuman keras oleh beberapa oknum masyarakat, semua kabal listrik.(Nid)

Kasdam II / Sriwijaya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP : Saling Jaga Bangun Solidaritas Cegah Penyebaran Virus Corona

Menuju Kehidupan New Normal Sinergi Cegah Covid-19, Dodi Reza Ucapkan Terima Kasih ke TNI dan Polri


MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menerima dan menyambut secara langsung Kunjungan Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin Malam  (01/06/2020) bertempat di Guest House Bumi Serasan Sekate Sekayu.

Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (01/06/2020) khusus untuk bersilaturahmi ke Kabupaten Musi Banyuasin yang disambut langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Noerdin 

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP yang telah bergabung untuk melaksanakan tugasnya di Kodam II/ Sriwijaya, selanjutnya Pemkab Muba selalu siap ikut mensukseskan segala program yang di rencanakan Kodam/II Sriwijaya. 

"Saya percaya TNI bersama dengan masyarakat dan tentu bersama dengan elemen lain sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta kemajuan dan kesejateraan masyarakat. Selamat datang dan selamat bertugas, selamat berjuang," ujar Dodi Reza.

“Terima kasih saya ucapkan kepada TNI, Polri yang selama ini telah ikut membantu dan memperhatikan dan menjaga proses Penyaluran Bansos di Muba ini sehingga bisa berjalan dengan aman,” ungkapnya.

Di dalam kondisi yang saat ini Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati sampaikan hingga saat ini pihaknya telah lakukan koordinasi dan kerjasama bersama Jajaran Dandim 0401 Muba, Polres Muba dan Instansi terkait yang tergabung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan covid19 kabuoaten Musi Banyuasin serta gencar melaksanakan sosialisasi serta imbauan kempada masayarakat yang melibatkan tokoh agama tokoh masyrakat pemuda ormas dan lainnya 

“Kita harus disiplin mentaati protokol kesehatan, Kita harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tataan baru New Normal. Ini membutuhkan keadaran timggi dari kita seluruhnya bersama warga masyarakat Musi Banyusian serta tetap produktif tapi aman,” Jelasnya. 

Sementara itu, Kasdam II/ Sriwijaya Brigjen TNI Muhamad Zamroni, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Jajaran atas penyambutannya bersama dengan rombongan.

Mengenai pandemi Covid-19, Kasdam Sriwijaya berharap semoga virus tersebut segera berakhir. Yang meskipun sampai saat ini belum ada kejelasannya sampai kapan virus ini menghilang. Tapi kita tetap harus hidup oprimis berusaha untuk saling menjaga membangun solidaritas yang baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dan betul kita semua wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan gerakan masyarakat bersama Pemda, TNI/POLRI untuk dapat mematuhi seluruh imbaun pemerintah sehingga nantinya kita siap menghadapi tatanan menuju kehidupan New Normal  mari bergerak bersama masyarakat untuk menerapkan social distancing/phisycal Distancing, Wajib Masker, Gerakan pola hidup bersih dan sehat jaga stamina dan imun tubuh dan hidup penuh dengan optimisme tegasnya 

Turut hadir dalam silaturahmi bersama Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P. antara lain   Dandim 0401 Letkol Arm M.Saifudin Khoiruzzamani S.Sos. M.han, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, Wakil Ketua DPRD Muba Irwin Zulyani dan Perwakilan Kajari Muba Serta Sekretaris Daerah Muba Drs. H. Apriyadi MSi,dan Kadin Kominfo Herryandi Sinulingga.AP(hsmril) 

KOMISI 2 DAN 4 DPRD KAB LAHAT MENYAYANGKAN KINERJA DISNAKERTRANS LAHAT

LAHAT.DS,--- Beginilah aksi sekelompok masa Karyawan ATP ( Aman toebilah putra ) dan Sinar Baru Wijaya ( SBWP) yang merasa  ketidak puasaan terhadap tempat mencari rezeki  PT ATP/ Sinar Baru  Wijaya sekolompok massa yang di komandoi Wahyu mengadu nasibnya ke DPRD Lahat, kenapa tidak Karyawan tidak diberi Intensip dan hanya dibayarkan 9 hari berkisar antara 500, 600 ribu per orang.

Wahyudin Cs diterima Komisi 2 DPRD Lahat, tampak terlihat Apriadi, Adriansyah, Dedi Candra, Bakti Ansyah, Muhamad Tabroni . dari pihak ATP Salman selaku RD, Dinas Lingkungan Hidup bagian Amdal, Camat Merapi Timur Miharta,  Pihak Disnaker, bertempat di Ruang rapat gabungan 2 Juni 2020.
Salman HRD PT SPWP berkelit  dengan adanya Covid-19 melihat kondisi ini Perusahaan tidak mampu membayar dengan alasan Batu bara anjlok, dan tetap keke berpedoman terhadap aturan menurut dari perusahaan.

Suhana selaku Plt Kadisnaker menanggapi bahwa permasalahan Karyawan ngaku belum menghetahui hal ini menurut Suhana karena belum ada laporan.

Camat Merapi Barat  Etti Listiana setali tiga uang dikatakan Camat Merapi Timur Miharta dengan bijak mengatakan bahwa hendaknya Perusahaan harus koordinasi dengan Kecamatan, harusnya Pihak PT harus juga memperhatikan Karyawaannya karena selama ini telah berjuang sekuat tenaga demi kemajuan Perusaahaan, imbas dari Covid-19 menambah daftar banya PT akan mengalami kepailitan, satu sisi memang menjadi dilema. Harusnya jangan langsung PHK mediasi terlebih dahulu biar ada pencerahan " harap Etty.

Miharta Camat Merapi  Timur sangat menyangkan Hak Karyawan tidak dibayarkan oleh pihak Perusahaan.

Arry Amd Ketua Komisi 4 menyangkan kinerja Disnaker yang kurang kontrol terhadap Perusahaan, menurut Arry harusnya Perusahaan koordinasi dengan pihak Disnaker untuk menyelesaikan masalah seandainya tak selesai di Kabupaten naikan ke Provinsi untuk menyelesaikan masalah. Seluruh Dewan yang hadir menyayangkan Pihak Perusahaan yang berbuat sepihak dan sudah ditanda tangani namun Karyawan belum menandatangani
Rapat berjalan alot dan Pihak Perusahaan tetap keke dengan argumennya karena bukan penyelesaian masalah, akhirnya ketua sidang menyimpulkan Perusahaan berkoordinasi secara intrn. (Nid)

Naas,Motor Arya Siswa SMK PGRI Tanjung Raja Digondol Maling Saat Berteduh Diruko

INDRALAYA,DS. - Apes,Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak,kata - kata itulah layak diungkapkan untuk Arya Ginanda (15),warga Desa Talang Tengah Darat Kecamatan Lubuk Keliat yang juga siswa SMK PGRI Tanjung Raja.

Arya menjadi korban keganasan pelaku kriminal tindak Kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor),Kejadian menimpa Korban dalam hitungan detik berawal disaat berteduh di sebuah rumah toko, tepatnya di Desa Talang Balai Baru 2 Kecamatan Tanjung Raja,Kemarin Sore (1/6/2020).

Juanda Saputra (26) kakak korban menuturkan, Kejadian yang menimpa sang adik tersebut bermula korban bersama 3 orang temannya hendak ke Indralaya,saat korban bersama rekannya dalam perjalanan diJalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya di Desa Talang Balai Baru 2 Korban berteduh menghindari hujan,"ya korban bersama 3 orang temannya saat itu hendak ke Indralaya,dalam perjalanan kehujanan dan berteduh diruko,"katanya.

Selanjutnya setelah korban meneduhkan motor Honda Beat Street miliknya dikaki lima ruko,korban bersama rekannya berteduh dipondok samping ruko,"ya,setelah korban parkir berteduh datanglah 2 motor berboncengan,tanpa rasa curiga orang tersebut pergi dan salah satu dari mereka membawa pergi motor korban,"ujarnya.

"melihat Kejadian tersebut rekan korban sempat mengejar pelaku yang mengambil motor,akan tetapi tepat didepan SPBU Tanjung Raja pelaku menghilang,"terangnya.

Kejadian ini sempat terekam CCTV pemilik ruko dan viral disosial media Face book serta tidak lama dari kejadian korban melaporkan kejadian kemapolsek Tanjung Raja.(drs)

Yuli Janda Empat Anak di Muba Akhirnya Bisa Tidur Nyenyak Lewat Baznas, Pemkab Muba Bangun Rumah Warga Miskin

MUBA,DS. - Setelah hampir enam tahun berteduh di rumah yang tidak layak dan serba kekurangan, Senin (1/6/2020) bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila akhirnya Yuli Nensi warga Desa Sukarami Kecamatan Sekayu dibangunkan rumah permanen oleh Pemerintah Kabupaten Muba melalui dana Baznas. 

Janda yang memiliki empat orang anak dan sehari-hari bekerja serabutan mengambil upah memotong karet tersebut tampak terharu dengan dimulainya pembangunan rumahnya secara permanen yang pada kesempatan itu langsung didatangi Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Baznas Muba serta jajaran Dinas Sosial Muba. 

Betapa tidak, selama ini Yuli tidur pun tak nyenyak dengan kondisi rumah yang reot dan tidak memiliki MCK. Hampir setiap malam dirinya bersama empat anaknya dihantui rasa cemas khawatir sewaktu-waktu rumahnya akan roboh. 

"Selama ini kalau hujan angin saya dan anak-anak selalu takut rumah kami roboh, Alhamdulillah mulai hari ni rumah kami dibangunkan secara permanen oleh Pemkab Muba, terima kasih yang tak terhingga," ucap Yuli yang sejak 2 tahun belakangan ditinggal suaminya. 

Ia menjelaskan, selama ini kondisi rumahnya merupakan bangunan kayu yang sudah tua dan tidak memiliki MCK. "Kalau mau MCK numpang ke tetangga, dan sekaran Alhamdulillah sudah dibuatkan oleh Pemkab Muba juga MCK untuk keluarga saya," ucapnya. 

Ketua Baznas Muba, Lukmanul Hakim menyebutkan bangunan permanen kediaman Yuli akan dibangun dengan ukuran 5 meter X 6 meter serta ditambah MCK ukuran 1,5 meter X 1,5 meter. 

"Bangunan jadi permanen dengan batu bata dan atap seng. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp29 juta, Insya Allah 10 hari ke depan proses pembangunan sudah selesai," ungkapnya. 

Lanjutnya, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Muba tersebut merupakan program Bupati Muba Dodi Reza dalam upaya mengentaskan kemiskinan, lewat Baznas dana yang terkumpul merupakan hasil zakat warga Muba utamanya kalangan ASN Pemkab Muba. 

"Inisiasi pak Bupati Dodi Reza mengeluarkan Perda Zakat tersebut untuk inilah keperluannya salah satunya, meringankan beban sesama dan langkah konkrit mengentaskan kemiskinan," bebernya. 

Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi menceritakan awal mula mengetahui kondisi rumah tidak layak huni milik Yuli tersebut saat dirinya menyalurkan dana BLT Dana Desa di wilayah tersebut, kemudian melihat kondisi rumah Yuli sangat tidak layak huni.

"Kemudian saya minta Kades setempat mengusulkan agar rumah Yuli mendapatkan bantuan bedah rumah lewat dana Baznas, apalagi kondisi keseharian ibu Yuli tersebut sangat susah dan menafkahi 4 anaknya yang masih kecil," terangnya.

Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini menyebutkan, dengan bantuan program bedah rumah tersebut sedikitnya bisa mengurangi beban ibu Yuli bersama anak-anaknya. 

"Untuk makan sehari-hari pun ibu Yuli ini sulit, tentu tidak dimungkinkan dirinya akan mampu memperbaiki rumahnya sendiri, kondisi warga yang seperti inilah harus segera dibantu sesuai komitmen pak Bupati Dodi Reza," pungkasnya.(hsmril). 

Iklan muba


Menuju kehidupan New Normal, Semua Wajib Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan

MUBA,DS. - Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi., pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Penegakan disiplin protokol Kesehatan pada masyarakat menuju kehidupan new normal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, kedepanya Senin (1/06/2020) di Halaman Makodim 0401 Muba.

Dalam Sambutan Bupati Musi Banyuasin yang disampaikan Sekda Muba Drs H Apriyadi menyampaikan ucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Kodim 0401 Muba, Jajaran Polres Muba dan Jajaran Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin yang terlibat langsung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan dan pencegahan covid 19 khususnya dalam rangka penegakan disiplin dan penerapan protokol kesehatan di lokasi-lokasi fasilitas umum baik milik pemerintah maupun fasilitas-fasilitas umum non pemerintah menuju kehidupan new normal kedepanya yang akan kita hadapi dan jalani secara bersama sama.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Ketua Satuan Gugus Tugas Kabupaten Musi Banyuasin mengingatkan kepada kita semua seluruh petugas gugus tugas khususnya rekan rekan yang akan bertugas melaksanakan penegakan disiplin dilapangan kita diminta oleh pimpinan dalam rangka menghadapi wabah Covid-19 ini, kita tidak bisa lagi hanya berdiam diri semua aktifitas sudah harus mulai menghadapi penerapan new normal (adaptasi Kehidupan Baru) dengan kuncinya wajib seluruhnya warga Muba untuk mentaati protokol kesehatan dalam kehidupan sehari hari kedepannya ", terangnya.

Artinya kalau semua aktivitas selama ini banyak yang dibatasi dan ditutup tidak diperbolehkan. Dan mulai kedepan secara bertahap dan berkesinambungan Lanjut Apriyadi akan mulai kita terapkan , dan akan mulai kita berikan kesempatan untuk melakukan aktivitas, akan tetapi dengan memenuhi persyaratan - persyaratan yaitu persyaratan protokol kesehatan dengan ketat kuncinya adalah meningkatkan disiplin dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, penerapan sosial distancing/physical distancing (jaga jarak minimal 1-2 Meter) cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan tentunya wajib bermasker saat beraktifitas diluar rumah, terutama di fasilitas-fasilitas umum yang besar peluangnya, besar kemungkinannya menjadi cluster penularan virus Corona.

"Sasaran utama kita dalam hal penegakan disiplin protokol kesehatan ini ada pada fasilitas layanan publik dan pada pasar-pasar milik pemerintah daerah yang melakukan aktivitas setiap hari angkutan kendaraan umum, rumah ibadah, dan sekolah serta lokasi lainnya yang wajib kita antisipisai bersama selain itu fasiltas fasiltas pendukung seperti tempat cuci tangan dan atau hand sanitizer, petugas mengecek suhu tubuh dan lainnya wajib disediakan sesuai aturan protokol kesehatan.

Di Kabupaten Musi Banyuasin ini 6 pasar yang perlu kita lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. "Oleh karena itu, kami berpesan kepada Satgas Gugus Tugas yang akan turun ke lapangan ini, tegakkan disiplin dan aturan aturan berdasarkan protokol kesehatan dan edukasi kepada masyarakat, beri pengertian, dan jika perlu apabila tidak menurut berikan sanksi-sanksi sosial untuk menumbuhkan  kesadaran seperti pembersihan lokasi pasar dan fasum misalnya", tandasnya.

Terakhir, Apriyadi juga berharap agar kita semua warga Musi Banyuasin, "wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan meningkatkan imun tubuh", tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Disperindag Muba Azizah menerangkan bahwa 6 Pos Pasar tersebut meliputi
Pasar Randik, Pasar Perjuangan, Pasar Sungai Lilin, Pasar Babat Toman, Pasar Mangun Jaya, dan Pasar Bayung Lincir yang ada setiap hari dan ditambah pasar kalangan yang jadwalnya hanya setiap seminggu sekali 

"Dengan masih adanya pandemi Covid-19 tentunya ini awal baru. Kita harus membudayakan hidup bersih dan sehat untuk selamanya masa pandemi ini, pelaksaanan New normal dapat diterapkan di tempat-tempat umum khsusnya seluruh pasar tempat interaksi antar pedagang dan pembeli  wajib disipilin melaksanakan Sosial/physical Distancing, wajib menggunakan masker tumbuh dari kesadaran kita semua dan satuan gugus tugas akan berkolaborasi bersama melakuka. pengawasan baik dari  Pemkab Muba, TNI dan Polri,"pungkasnya.

Apel gelar pasukan ini, dihadiri oleh Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muhammad Saiffudin Khoiruzzamani SSos Mhan, Kajari Muba Suyanto SH MH, Perwakilan Kapolres, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Sekayu serta diikuti 20 orang personil dari Kodim 0401/Muba, 15 orang personil Polres Muba, 10 orang Pol-PP . Muba, 10 orang Dishub Muba, 10 orang BPBD Muba, Gugus Tugas Covid-19 serta 10 orang Dinkes Muba, dan Disperindag.(hsmril) 

Bareng Ricky Gunawan, Ketum Perbasi Dodi Reza Latih Coach se-Sumsel Secara Virtual Antusias, Diikuti 400 Coach se-Indonesia

MUBA,DS. - Guna menambah knowledge para pelatih bola basket di Indonesia Khususnya di Sumatera Selatan, khususnya di dalam masa pandemi Covid-19 saat ini Perbasi Sumsel mengadakan Coaching Class Season II bersama Coach Ricky Gunawan melalui zoom meeting tentang "Team offense concept" serta pentingnya pendidikan karakter bagi pemain basket, Minggu (31/5/2020) di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

Kegiatan yang diikuti 400 coach dari seluruh Indonesia ini, disambut baik oleh Bupati Musi Banyuasin yang juga ketua Umum Perbasi Sumatera Selatan Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin.

Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin. Dalam kesempatan ini mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Dirinya juga mengatakan bahwa Perbasi tentu akan menjadi suatu tempat berkomunikasi dan konsultasi untuk mencapai hasil yang maksimal, serta mencapai tujuan yang diarahkan kepada kepentingan masyarakat.

"Saya berpesan dan mengimbau agar semua pihak tetap terus berusaha menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini, Dodi mensupport agar seluruh peserta Coaching Class tetap semangat, berpikir dan bertindak inovatif, kreatif dan energik agar olahraga basket, khususnya di Sumsel lebih berkembang.

"Kegiatan kita hari ini sangat luar biasa. Saya selaku pribadi dan Ketua Umum Perbasi Sumsel mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Perbasi yang hadir ini. Kita juga harus persiapkan kedepannya new normal live termasuk terhadap event olahraga. Kita lihat event-event olahraga saat ini mengalami gangguan, tapi kita akan terus patuhi protokol kesehatan. Konsen saya kedepan bagaimana olahraga tetap berjalan tetap produktif dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Harapan kita bersama, Perbasi menjadi stimulus yang terbesar dalam membangkitkan dunia olahraga, khususnya di Sumatera Selatan,"ungkapnya.

Senada, mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin juga dalam kesempatan ini menyemangati para peserta coaching Class dengan cuitan katanya yang simpel tapi sangat membakar semangat peserta untuk lebih menggelora. "Kalau kita mau, kita pasti bisa," serunya.

Sementara, Ketua Perbasi Pusat Danny Kosasih dalam Coaching Class Part II melalui zoom meeting menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang juga Ketua Umum  Perbasi Sumsel yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Coaching Class Season II.

"Terima kasih Ketum Perbasi Sumsel telah membantu Perbasi Pusat dengan mengadakan acara ini, paling tidak disaat covid seperti ini kita berharap semua pelatih atlet bisa belajar sampai covid ini selesai," ulasnya.

"Pemateri bagus, berpengalaman Apa yg dilakukan ini bisa bermanfaat dan saya berpesan jangan dulu melakukan kegiatan yg bergerombol sambil menunggu instruksi dari pemerintah, waktu kosong ini bisa kita berkumpul secara virtual, apalagi yg ikut hari ini sudah sampai 400 orang," tambahnya.

Sementara itu pemateri, Coach Ricky Gunawan (Headcoach ITHB dan Headcoach Jabar PON 2012-2016) sharing tentang "Team Offence Concept" Serta "Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Pemain Basket".

"Sangat sayang jika kita hanya mengajarkan basket saja, alangkah lebih baik juga diajarkan kembangkan karakter," imbuhnya.

Ricky juga menambahkan bahwa pengembangan karakter sangatlah penting. "Karakter Pelatih memiliki dampak dan pengaruh yang luar biasa kepada para pemainnya, karena itu menjadi seorang pelatih adalah sebuah keistimewaan dan tanggung jawab yang tidak boleh dianggap enteng," tandasnya.(hsmril)