NEWS

Slider

Update data hari ini 2 juni Positif Covid-19 Bertambah 4 Kasus di Muba

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin mengkonfirmasi penambahan 4 kasus positif Covid-19 di Muba pada 2 Juni 2020. Penambahan ini diketahui setelah dilakukan hasil swab kedua oleh BBLK Kemenkes Palembang. 

"Ada penambahan 4 kasus, jadi total positif Covid-19 di Muba hingga 2 Juni 2020 ada sebanyak 19 kasus," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Dikatakan, adapun penambahan 4 kasus tersebut yakni diantaranya 
kasus 16 Laki-laki 58 tahun Desa Muara Merang Bayung Lencir, kasus 17 laki-laki 23 tahun PT TPE Kaliberau Bayung Lencir, kasus 18 laki-laki 25 tahun PT TPE Kaliberau Bayung Lencir, dan kasus 19 laki-laki 54 tahun PT TPE Kaliberau Bayung Lencir.

"Keempatnya pasien positif terkonfirmasi positif kini di isolasi di RSUD Bayung Lencir," bebernya. dr Povi juga menjelaskan Data update pertanggal 2 Juni 2020. "Total ODP 348 orang, ODP selesai pemantauan 316 orang, masih dalam pemantauan 32 orang. Total OTG 203 orang, OTG selesai pemantauan  128 orang, masih dalam pemantauan 75 orang. Sedangkan total PDP 81 orang, PDP selesai pengawasan 44 orang, masih dalam pengawasan 37 orang", terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan dengan adanya penambahan 4 kasus positif tersebut dirinya bersama semua pihak akan lebih memaksimalkan upaya pemutusan rantai penularan Covid-19  di Muba dan Kasus yang terkonfirmasi Positif yang bertambah hari ini dari pekerja  perusahan PT . TPE  Kaliberau Bayung Lencir 

"Upaya-upaya akan terus dimaksimalkan, memperketat wilayah perbatasan akan terus diintensifkan,khususnya di jalur  lintas palembang jambi “ disiplin mematuhi prorokol kesehatan bagi semua warga musi banyuasin yang berdomisili dimuba juga kita harapkan untuk terus wajib mengikuti peraturan dan imbauan pemerintah  secara bersama sama seperti wajib masker jaga jarak cuci tangan dan jaga imun tubuh dengan pola hidup bersih dan sehat tegasnya. 

Dodi menambahkan, agar para tim tenaga medis penanganan Covid-19 di Muba lebih intensif memberikan perawatan kepada PDP Positif Covid-19 yang sedang dalam perawatan. 

"Selain itu, saya berpesan kepada PDP Positif Covid-19 di Muba yang saat ini menjalankan perawatan untuk tetap optimis bisa sembuh, yakinlah tim gugus tugas dan tenaga medis akan maksimal dalam memberikan perawatan, apalagi kita di Muba sudah berhasil di RSUD Kita baik Rsud Bayung Lencir, Rsud Sungai Lilin  dan Rsud Sekayu yang telah total yang berhasil  menyembuhkan 4 (empat) orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19," pungkasnya.(hsmril) 

Komisi II DPRD Muba Minta PT MBI Untuk Selesaikan Sengketa Lahan Secara Persuasif

MUBA,DS. - Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Muba dengan Mitra Kerja tentang Penyelesaian Sengketa Lahan dengan PT. MBI dilaksanakan diruang Rapat Komisi II DPRD dipimpin oleh Muhamad Yamin selaku Ketua Komisi II DPRD, dihadiri Jonkenedi, S.IP Wakil Ketua I DPRD, Dedi Zulkarnain SE, Wakil Ketua Komisi II DPRD, Anggota DPRD Nupri Saleh S.Kom, Muhamad Isa, Nyadiyanto, Senen , Evra Hariadhy, SE, Martinus dan dihadiri  Kepala Dinas Perkebunan, Direktur PT. Musi Banyuasin Indah, Sekretaris Camat Batang Hari Leko, Kades Bukit Selabu Kabupaten Muba beserta jajarannya pada Hari Selasa (02/06/2020) sekitar pukul 10.00 WIB s.d selesai.

Rapat tersebut membahas tentang Penyelesaian Sengketa Lahan Masyarakat Bukit Selabu atasnama Azuan CS dengan PT. MBI.

Rapat dilaksanakan agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik dan secara profesional.

Sesuai permasalahan yang di ajukan masyarakat atasnama Azuan CS yang memiliki dokumen hak milik tanah di Pir-transmigrasi dan sama sekali belum mendapatkan haknya sampai sekarang dari PT. MBI.

Dinas Perkebunan merekomendasikan perusahaan agar dapat memfasilitasi masyarakat agar mendapatkan hak dan setidaknya mengikutsertakan di daftar reflanting, dengan catatan bahwa dokumen kepemilikan tanah dan kronologis lahan jelas sesuai fakta yang ada.

DPRD Muba meminta kepada pihak perusahaan PT. MBI agar segera melaksanakan penyelesaian secara persuasif permasalahan sengketa lahan tersebut.

Pihak perusahaan masih memerlukan data yang konkrit untuk dapat menindaklanjuti permasalahan lahan, seperti memberikan hak masyarakat a.n Azuan CS.

DPRD Muba merekomendasikan kepada Bupati Musi Banyuasin agar membentuk tim gabungan pencari fakta yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait, kepolisian dan kejaksaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan meminta kepada Badan Pertahanan Nasional untuk memberikan data izin lokasi dan izin Hak Guna Usaha (HGU) seluruh perusahaan perkebunan di Musi Banyuasin.

Apabila usaha-usaha penyelesaian tersebut, permasalahannya masih tidak dapat diselesaikan, akan dijadwalkan Rapat Dengar Pendapat kembali.(hsm) 

Ketua DPRD OI Soeharto Hs, Bersama Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M.dan Forkopimda OI Tebar Bibit Lele di Desa Tangkal Covid-19 desa Tanjung Gelam Indralaya

INDRALAYA.DS, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Ogan Ilir Soeharto Hs, bersama beberapa anggota Dewan Sukarno,S.Sos.Safari dan Taufik Artama,SE mengahadiri Kunjungan Kapolda Sumsel ke kampung tangkal Covid-19 di Desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Hadir dalam kunjungan tersebut Bupati Kab.Ogan Ilir Iyas Panji Alam, Kapolres OI, Kajari Ogan Ilir, Dandim 0402,OKI-OI, Pabung 0402 OKI-OI,Sekda Kab.Ilir, camat Indralaya dan Kepala Desa Tanjung Gelam.
Kunjungan ini bermaksud melihat kegiatan masyarakat di desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya melakukan aktifitas perekonomian mandiri dengan berbudidaya ikan lele di ember yang diatasnya ada sayuran, menghidupkan ekonomi kreatif yg dibangun oleh ibu ibu. Supaya ketahanan pangan masyarakat tetap bertahan dengan kondisi ekonomi sedikit terganggu akibat dampak covid-19.

Selain itu terdapat posko untuk mnengontrol masyarakat keluar masuk dusun, menurut kapolda ini bagian cara masyarakat mencegah secara bersama agar covid-19 tidak menyebar luas. Bahkan menurut beliau Kalau semua desa berbuat demikian dalam waktu yang tidak terlalu lama covid akan segerah berakhir.

Usai memberikan memberikan bantuan kepada masyarakat, Ketua DPRD Soeharto Hs, Kapolda, Bupati Kab Ogan ilir bersama forkopimda melakukan penebaran bibit di keramba Desa Tanjung Gelam.(Jen)

KAPOLDA RESMIKAN KAMPUNG TANGKAL COVID-19 DI DESA TANJUNG GELAM INDRALAYA

INDRALAYA.DS, -- Desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir resmi di launching dan dijadikan Kampung Tangkal COVID-19 oleh Kapolda Sumatera Selatan Selasa (2/6/2020).
Kapolda Sumatera Selatan Irjen.Pol.Prof.Eko Indra Heri S,di Dampingi Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM, Kepala Kejaksaan Negri OI Adi Tiyogunawan,SH,MH, Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Suharto.Hs,SH, Dandim 0402 OKI-OI Letkol.CZI. Zamroni, Kapolres OI AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH, PJU Polda Sumsel, Camat Indralaya,Rahmini,M.Si, Kepala Desa Tanjung Gelam Nasrullah,SE dan Masyarakat Desa Tanjung Gelam yang hadir.Kapolda Sumsel Irjen.Pol.Prof.Eko Indra Heri S mengatakan, posko siaga Covid-19 ini, salah satu bagian dari Kampung Tangkal Covid-19 yang merupakan gagasan dari Kepolisian Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
“Dimana kampung ini siap menghadapi Covid-19 dalam rangka menuju New Normal, siap menghadapi tatanan kehidupan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kapolda.

Fungsi kampung tangkal Covid ini, sambung Kapolda, untuk mendeteksi siapa saja yang datang, dan mendeteksi jika ada masyarakat yang memiliki gejala-gejala yang harus di selidiki.
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam SE,SH,MM mengatakan, posko ini dijadikan sebagai kampung Tangkal COVID-19 di Desa Tanjung Gelam Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, dalam rangka menuju kehidupan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan.
"launching kampung Tangkal siaga covid-19,sekaligus memberikan Bingkisan Kepada Masyarakat Desa Tanjung Gelam, dan Menabur Bibit Ikan Lele serta melihat langsung budidaya Ikan Lele di dalam Ember yang di tanami sayuran,dan Kapolda melihat Langsung anak-anak belajar di rumah pintar Desa Tanjung Gelam saat Pandemi Covid 19",dan Ibu- ibu Pengrajin dari barang- barang bekas menjadi pernik- pernik hiasan dan asesoris yang bisa di pasarkan ke masyarakat luas.

Kampung Tangkal Covid 19 tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Saya sangat mendukung gagasan dari Kapolda Sumsel dengan adanya Kampung Tangkal ini di lakukan agar Ekonomi kita tetap baik,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Bupati, selaku pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab Kampung Tangkal COVID-19 ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

“Kampung Tangkal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,” pungkasnya. Tim.DS

BUPATI OGAN ILIR MENYERAHKAN BANTUAN SECARA SIMBOLIS KEPADA MASYARAKAT DISABILITAS DI DESA SRI BANDUNG

YoINDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam SE,SH,MM Menyerahkan bantuan berupa sembako bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Ogan Ilir. Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam kepada  perwakilan penyandang disabilitas, dilaksanakan di Desa Seri Bandung Kecamatan Tanjung Batu, Selasa (2/6/20).

Dalam sambutannya Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam menyampaikan berbagai bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ataupun daerah sebagai wujud hadirnya pemerintah dalam penanggulangan bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid 19.

“Berbagai bantuan telah diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, baik berupa Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan  (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), BPNT, Sembako setiap KK se-Kabupaten Ogan Ilir dan berbagai bentuk bantuan lainnya adalah wujud hadirnya pemerintah,” ungkapnya dalam acara tersebut.

Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam, SE,SH, MM berharap dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ditengah pandemi covid -19 yang terjadi dalam beberapa bulan ini.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan beban bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Ogan Ilir,” pungkasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Sosial Irawan Sulaiman, S.Sos, M.Si menyampaikan bantuan ini merupakan bantuan dari Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik  (BRSPDF).

“Bantuan berupa paket sembako ini akan diberikan kepada 182 penyandang disabilitas se-Kabupaten Ogan Ilir dari 9 Kecamatan”, imbuhnya Selasa.2/6/20.Tim DS

Wisata Pelancu Wisata Ingin dikelola Apa Ingin Dikuasai

LAHAT.DS, --- Ulak Pandan, (2/6/2020) Wisata yang beberapa tahun lalu sempat populer di Kabupaten Lahat, wisata yang menggabungkan kreatifitas dan kearifan lokal yang menawarkan keindahan pemandangan Bukit Serelo dan sungai lematang di Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat sekarang menuai pertanyaan dari oknum E dan L yang mengaku warga Desa Ulak Pandan.  Mempertanyakan Wisata Pelancu yang selama ini diketahui dikelola oleh BUMDes dan lahannya merupakan aset pribadi milik mantan Kepala Desa  jadi mereka mempertanyakan pemasukan selama ini.
Menanggapi dugaan Oknum E dan L yang mengatas namakan warga ulak pandan Exnis,  Lensi, jon, jimi, adi,  aman selaku pengurus Pelancu pada saat itu tergerak untuk menanggapi ' memang secara pengelolaan Wisata Pelancu bukan oleh BUMDes tetapi dikelola oleh Karang Taruna pengurusan sebelumnya dan dilanjutkan dipengurusan kami waktu itu tetapi kami tetap bernaung dan berkoordinasi ke Bumdes, bahkan manajemen dan tata kelolahnya dulu Bumdes yang konsep tetapi untuk pengelolahan sepenuhnya dikelolah oleh Karang taruna dan masyarakat karena dirasa untuk pemberdayaan.
" Saya rasa Pemerintah Desa sebelumnya, BPD, Pendamping Desa, PLD, atau orang-orang yang dulu ikut membangun Pelancu saat itu, mereka semua pengetahui,  lagian pendapatan dari pelancu itu yang kami kelolah hanya dari retribusi masuk Rp. 5.000 /pengunjung,  itu saja banyak lah gratisnya, untuk flaying fox itu dikelolah oleh teman-teman flaying fox,  parkiran dikelolah pemilik lahan,  untuk wisata air kerjasama dengan pemilik perahu dan sopirnya, pendapatan dari tiket masuk pengunjung itulah yang selama ini kami gunakan untuk perbaikan,  kegiatan, atau pun honor kami. ujar mereka serentak menambahkan

Dan terkait Pelancu bukan aset desa saya kira itu sah-sah saja,  karena proses pembangunannya tidak menggunakan dana desa tetapi menggunakan uang pemasukan dari retribusi pengunjung. Kami bekerja sama dengan pemilik Lahan.  Itupun kami bebas sewa dan kami tidak ada kewajiban untuk setor kepemilik lahan karena mereka paham itu juga untuk membanggakan nama desa dan memperdayakan karang taruna waktu itu, justru warga yang ingin berjualan disana kami sediakan tempat dan tidak pungut biaya atau pun penyedia perahu pun tanpa dipungut biaya oleh kami pengelola.  Semangat mereka menjelaskan

Evan Yusup pun menanggapi tuduhan  Pelancu yang saat ini tidak bisa dikelola oleh desa, saya rasa itu tidak lah benar,  justru kalau benar ada niat buktikan saja sangat disayangkan apa bila sampai tidak dimanfaatkan seharusnya Pelancu itu didukung, karena bukan hanya aset wisata tetapi itu sudah menjadi aset daerah karena perna membanggakan nama daerah dikanca nasional, jangan sibuk mengharapkan sesuatu dari Pelancu seharusnya apa yang bisa diberikan ke Pelancu agar bisa bertahan dan lebih baik lagi. yang tidak boleh itu menguasainya ujar Pembakti kampung ini berkomentar

Oknum E dan L itu siapa,  benar bukan warga ulak pandan??  Tahu tidak Oknum E dan L itu bahwa Pelancu itu sekarang sering dijadikan tempat untuk minum-minuman keras,  beberapa hari ini jajaran BPD dan Pengurus Wisata Pelancu melakukan gotong royong untuk kebersihan diseputaran wisata Pelancu. Oknum L dan E itu ada tidak,
Sejak dari 18 Agustus 2017 pelancu berdiri,  kenapa baru tgl 1 Juni 2020 ini pelancu ini disoal,  jadi selama ini saat kami bangun desa dan Pelancu mereka kemana?? Jangan-jangan ini ada kaitannya terhadap gejolak di kepemimpinan desa saat ini, apa karena saya mengkritisi Penunjukan LPM, Lembaga Adat dan sekdes yang saya anggap cacat hukum yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan

Safta selaku mantan kasi aset didampingi Tarmizi  Ketua BPD dan Aswani Mantan Ketua BPD sebelumnya menjelaskan Sudah tiga hari ini orang-orang bersama-sama membersihkan wisata pelancu karena selama ini wisata Pelancu sudah 2 bulan ditutup karena dampak Covid-19 dan permasalahan di Desa, apa lagi ada kabar bahwa selama tutup wisata Pelancu sering dijadikan tempat minum-minuman keras oleh beberapa oknum masyarakat, semua kabal listrik.(Nid)

Kasdam II / Sriwijaya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP : Saling Jaga Bangun Solidaritas Cegah Penyebaran Virus Corona

Menuju Kehidupan New Normal Sinergi Cegah Covid-19, Dodi Reza Ucapkan Terima Kasih ke TNI dan Polri


MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menerima dan menyambut secara langsung Kunjungan Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin Malam  (01/06/2020) bertempat di Guest House Bumi Serasan Sekate Sekayu.

Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (01/06/2020) khusus untuk bersilaturahmi ke Kabupaten Musi Banyuasin yang disambut langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Noerdin 

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP yang telah bergabung untuk melaksanakan tugasnya di Kodam II/ Sriwijaya, selanjutnya Pemkab Muba selalu siap ikut mensukseskan segala program yang di rencanakan Kodam/II Sriwijaya. 

"Saya percaya TNI bersama dengan masyarakat dan tentu bersama dengan elemen lain sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta kemajuan dan kesejateraan masyarakat. Selamat datang dan selamat bertugas, selamat berjuang," ujar Dodi Reza.

“Terima kasih saya ucapkan kepada TNI, Polri yang selama ini telah ikut membantu dan memperhatikan dan menjaga proses Penyaluran Bansos di Muba ini sehingga bisa berjalan dengan aman,” ungkapnya.

Di dalam kondisi yang saat ini Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati sampaikan hingga saat ini pihaknya telah lakukan koordinasi dan kerjasama bersama Jajaran Dandim 0401 Muba, Polres Muba dan Instansi terkait yang tergabung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan covid19 kabuoaten Musi Banyuasin serta gencar melaksanakan sosialisasi serta imbauan kempada masayarakat yang melibatkan tokoh agama tokoh masyrakat pemuda ormas dan lainnya 

“Kita harus disiplin mentaati protokol kesehatan, Kita harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tataan baru New Normal. Ini membutuhkan keadaran timggi dari kita seluruhnya bersama warga masyarakat Musi Banyusian serta tetap produktif tapi aman,” Jelasnya. 

Sementara itu, Kasdam II/ Sriwijaya Brigjen TNI Muhamad Zamroni, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Jajaran atas penyambutannya bersama dengan rombongan.

Mengenai pandemi Covid-19, Kasdam Sriwijaya berharap semoga virus tersebut segera berakhir. Yang meskipun sampai saat ini belum ada kejelasannya sampai kapan virus ini menghilang. Tapi kita tetap harus hidup oprimis berusaha untuk saling menjaga membangun solidaritas yang baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dan betul kita semua wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan gerakan masyarakat bersama Pemda, TNI/POLRI untuk dapat mematuhi seluruh imbaun pemerintah sehingga nantinya kita siap menghadapi tatanan menuju kehidupan New Normal  mari bergerak bersama masyarakat untuk menerapkan social distancing/phisycal Distancing, Wajib Masker, Gerakan pola hidup bersih dan sehat jaga stamina dan imun tubuh dan hidup penuh dengan optimisme tegasnya 

Turut hadir dalam silaturahmi bersama Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P. antara lain   Dandim 0401 Letkol Arm M.Saifudin Khoiruzzamani S.Sos. M.han, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, Wakil Ketua DPRD Muba Irwin Zulyani dan Perwakilan Kajari Muba Serta Sekretaris Daerah Muba Drs. H. Apriyadi MSi,dan Kadin Kominfo Herryandi Sinulingga.AP(hsmril) 

KOMISI 2 DAN 4 DPRD KAB LAHAT MENYAYANGKAN KINERJA DISNAKERTRANS LAHAT

LAHAT.DS,--- Beginilah aksi sekelompok masa Karyawan ATP ( Aman toebilah putra ) dan Sinar Baru Wijaya ( SBWP) yang merasa  ketidak puasaan terhadap tempat mencari rezeki  PT ATP/ Sinar Baru  Wijaya sekolompok massa yang di komandoi Wahyu mengadu nasibnya ke DPRD Lahat, kenapa tidak Karyawan tidak diberi Intensip dan hanya dibayarkan 9 hari berkisar antara 500, 600 ribu per orang.

Wahyudin Cs diterima Komisi 2 DPRD Lahat, tampak terlihat Apriadi, Adriansyah, Dedi Candra, Bakti Ansyah, Muhamad Tabroni . dari pihak ATP Salman selaku RD, Dinas Lingkungan Hidup bagian Amdal, Camat Merapi Timur Miharta,  Pihak Disnaker, bertempat di Ruang rapat gabungan 2 Juni 2020.
Salman HRD PT SPWP berkelit  dengan adanya Covid-19 melihat kondisi ini Perusahaan tidak mampu membayar dengan alasan Batu bara anjlok, dan tetap keke berpedoman terhadap aturan menurut dari perusahaan.

Suhana selaku Plt Kadisnaker menanggapi bahwa permasalahan Karyawan ngaku belum menghetahui hal ini menurut Suhana karena belum ada laporan.

Camat Merapi Barat  Etti Listiana setali tiga uang dikatakan Camat Merapi Timur Miharta dengan bijak mengatakan bahwa hendaknya Perusahaan harus koordinasi dengan Kecamatan, harusnya Pihak PT harus juga memperhatikan Karyawaannya karena selama ini telah berjuang sekuat tenaga demi kemajuan Perusaahaan, imbas dari Covid-19 menambah daftar banya PT akan mengalami kepailitan, satu sisi memang menjadi dilema. Harusnya jangan langsung PHK mediasi terlebih dahulu biar ada pencerahan " harap Etty.

Miharta Camat Merapi  Timur sangat menyangkan Hak Karyawan tidak dibayarkan oleh pihak Perusahaan.

Arry Amd Ketua Komisi 4 menyangkan kinerja Disnaker yang kurang kontrol terhadap Perusahaan, menurut Arry harusnya Perusahaan koordinasi dengan pihak Disnaker untuk menyelesaikan masalah seandainya tak selesai di Kabupaten naikan ke Provinsi untuk menyelesaikan masalah. Seluruh Dewan yang hadir menyayangkan Pihak Perusahaan yang berbuat sepihak dan sudah ditanda tangani namun Karyawan belum menandatangani
Rapat berjalan alot dan Pihak Perusahaan tetap keke dengan argumennya karena bukan penyelesaian masalah, akhirnya ketua sidang menyimpulkan Perusahaan berkoordinasi secara intrn. (Nid)

Naas,Motor Arya Siswa SMK PGRI Tanjung Raja Digondol Maling Saat Berteduh Diruko

INDRALAYA,DS. - Apes,Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak,kata - kata itulah layak diungkapkan untuk Arya Ginanda (15),warga Desa Talang Tengah Darat Kecamatan Lubuk Keliat yang juga siswa SMK PGRI Tanjung Raja.

Arya menjadi korban keganasan pelaku kriminal tindak Kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor),Kejadian menimpa Korban dalam hitungan detik berawal disaat berteduh di sebuah rumah toko, tepatnya di Desa Talang Balai Baru 2 Kecamatan Tanjung Raja,Kemarin Sore (1/6/2020).

Juanda Saputra (26) kakak korban menuturkan, Kejadian yang menimpa sang adik tersebut bermula korban bersama 3 orang temannya hendak ke Indralaya,saat korban bersama rekannya dalam perjalanan diJalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya di Desa Talang Balai Baru 2 Korban berteduh menghindari hujan,"ya korban bersama 3 orang temannya saat itu hendak ke Indralaya,dalam perjalanan kehujanan dan berteduh diruko,"katanya.

Selanjutnya setelah korban meneduhkan motor Honda Beat Street miliknya dikaki lima ruko,korban bersama rekannya berteduh dipondok samping ruko,"ya,setelah korban parkir berteduh datanglah 2 motor berboncengan,tanpa rasa curiga orang tersebut pergi dan salah satu dari mereka membawa pergi motor korban,"ujarnya.

"melihat Kejadian tersebut rekan korban sempat mengejar pelaku yang mengambil motor,akan tetapi tepat didepan SPBU Tanjung Raja pelaku menghilang,"terangnya.

Kejadian ini sempat terekam CCTV pemilik ruko dan viral disosial media Face book serta tidak lama dari kejadian korban melaporkan kejadian kemapolsek Tanjung Raja.(drs)