NEWS

Slider

Jual LPG 3 Kg Diatas HET, Disdagperin Muba Minta Pengecer Disanksi Tegas

Disdagperin Muba Lakukan Sidak ke Pangkalan Gas

MUBA,DS. - Langkanya penjualan gas 3 kilogram di Kabupaten Musi Banyuasin membuat sejumlah warga kebingungan, terlebih saat ini masyarakat sedang dihadapi dengan pandemi Covid-19. 

Belum lagi adanya ulah oknum pengecer yang menjual gas 3 kilogram diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) membuat berang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba. Mendapatkan informasi tersebut, Disdagperin yang dipimpin langsung Plt Kadisdagperin Azizah SSos MT bersama Tim, Senin (26/5/2020) melakukan sidak ke pangkalan-pangkalan penjualan gas. 

"Atas kejadian tersebut kami berkoordinasi dengan Tim Satgas Polres Muba untuk melakukan sidak dan mengupayakan tindakan tegas dengan memberikan rekomendasi kepada Agen dan PT Pertamina melalui Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Selatan agar memberikan sanksi tegas kepada agen/pangkalan yang nakal misalnya dengan pencabutan izin atau tidak diberikan perpanjangan izin," tegas azizah. 

Dikatakan, dari hasil pantauan langsung di lapangan juga diperoleh informasi yang sama bahwa pasokan dari pangkalan sangat terbatas dan kurang lancar. "Pada tingkatan pengecer harga terpantau antara Rp. 25.000 sd. Rp. 28.000," bebernya. 

Lanjutnya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Agen resmi untuk memperoleh akses informasi lokasi dan dokumen izin resmi pangkalan gas LPG 3 kg sehingga mempermudah pengawasan. "Kami juga menghimbau kepada pangkalan dan pengecer agar tidak menjual Gas LPG 3 kg di atas HET dan aturan yang berlaku," ungkapnya. 

Hasil pantauan di lapangan, pada Agen resmi distributor Gas LPG 3 kg di jalan lingkar Randik Sekayu atas nama PT. Dratama Mulia Abadi diperoleh informasi bahwa pasokan mingguan untuk wilayah Sekayu dan sekitarnya sebanyak 5.600 tabung yang disebar kepada 10 pangkalan. 

Setiap pasokan datang, menurut perwakilan PT. Dratama Mulia Abadi, Yusri tabung gas subsidi 3 kg langsung didistribusikan ke masing-masing pangkalan dengan jumlah yang sama yaitu 560 tabung per pangkalan. 

"Harga dipatok sesuai HET yaitu Rp. 18.000.- per tabung. Harga tersebut sudah termasuk biaya angkut sebesar Rp2000," terangnya.

Saat ditanya mengenai kelangkaah tabung gas 3 kg, dijelaskan oleh Yusri, memang untuk saat bulan puasa sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri, tingkat permintaan di tiap pangkalan meningkat sedangkan pasokan dari Pertamina tidak ada penambahan. 

"Sudah sejak 2 minggu lalu pasokan dari Agen tersendat dan jumlahnya terbatas, sedangkan permintaan masyarakat meningkat cukup signifikan," jelasnya.(hsm) 

TIM BASARNAS DAN BPBD SELUSURI SUNGAI LEMATANG MENCARI KAKEK YANG JATUH DARI JEMBATAN GANTUNG

LAHAT.DS, --  Belum ketemunya Asmuda kakek berusia 60 tahun akibat terjatuh dari jembatan gantung Merapi. Barat Kampung 1 pagi ini Tim.  Basenas dan BPBD turun kelokasi melakukan pencarian disepanjang aliran sungai lematang.

Dimana kronologis kejadian berawal saat pulang dari kebun yang berlokasi diseberang sungai lematang sekira pukul. 17,20 Wib Asmuda berjalan kaki melewati jembatan gantung desa Merapi Kampung 1,seletelah melewati jembatan gantung sang kakek sadar Hp nya tertinggal dikebun. hingga ia berniat untuk mengambil Hp nya yang telah tertinggal.

Saat akan kembali meyeberang melewati jembatan gantung sempat dilarang oleh Ramdan seorang warga merapi kampung 1 mengingat angin berembus sangat kencang, namun kakek tetap nekat menyebrang kembali melewati jembatan gantung tiba ditengah- tengah jembatan angin kencang menerpa menghempas sang kakek beberapa kali dan akhirnya naas sang kakek jatuh kesungai lematang sekira pukul 17,30 wib dan sampai malam ini kekek atas nama Asmuda 60 Tahun belum diketemukan.

Info jatuhnya Asmuda seorang kakek 60 Tahun ini disampaikan Ferdi 40 tahun salah seorang warga Merapi Kampung 2 kepada awak media 26/5 ia megatakan kecelakaan ini telah dilaporkan kepada Kades dan Polsek Merapi sedang warga dua Kampung melakukan pencarian dan berjaga jaga disepanjang aliran sungai lematang desa. Banjar Sari,Desa Sirah Pulau, Desa Prabu Menang.

Kepala BPBD Drs.H Alia Pandi melalui Ananta ST megatakan 27/2 Laporan terjatuhnya Asmuda kakek berusia 60 tahun dari jembatan gantung Merapi Barat Kampung 1telah kami terima untuk itu hari ini gabungan dari Tim. Basenas dan BPBD melakukan pencarian sang kakek yang hanyut terbawa arus sungai lematang dan sampai berita ini diturunkan kakek malang berusia 60 tahun ini masih dalam pencarian. (Dni)

BUPATI OI KUNJUNGGI 4 KORBAN TENGELAM DI DESA TANJUNG ATAP

INDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam SE,SH,MM didampingi perwakilan Kepala OPD Pemkab Ogan Ilir dan Kapolsek Tanjung Batu, di tengah wabah Covid-19 menyempatkan diri untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kepada keluarga dari 4 korban meninggal dunia akibat musibah perahu tenggelam di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. 

Keempat korban yang tewas itu tercatat sebagai guru di Yayasan Ponpes Nurul Yakin di Kelurahan Tanjung Batu. Yaitu Wiwin (30),  Azan Purba (30) beralamat di Desa Tanjung Atap Barat, Rafikoh (36) warga Desa Tanjung Atap dan Deti (26) warga Kelurahan Tanjung Batu.

Disela itu, Bupati OI juga menyempatkan diri untuk memberikan Bantuan Sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) kepada 2 warga lanjut usia. Selasa (26/05/2020) yang bertempat di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga dari 4 korban yang di tinggalkan, semoga tetap tabah menerima cobaan yang ada, begitu juga bagi warga yang sedang dalam proses perawatan", ujarnya.

Bupati Ogan Ilir juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati lagi ketika ingin berpergian, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi", harapnya.Jen

Pulang Dari Kebun Kakek Jatuh Dari Jembatan Gantung

LAHAT.DS, --  Hari Ketiga Idul Fitri menjadi hari berkabung bagi keluarga Asmuda seorang kakek berusia 60 tahun warga Desa Merapi Barat Kampung 2 Kabupaten Lahat.

Dimana saat pulang dari kebun yang berlokasi diseberang sungai Lematang sekira pukul. 17:30 Wib Asmuda berjalan kaki melewati jembatan gantung Desa Merapi Kampung  yang merupakan satu- satunya akses menuju kebun ,setelah melewati  Jembatan gantung sang kakek sadar Hp nya tertinggal dikebun. Hingga ia berniat untuk mengambil Hp nya yang telah tertinggal.

Saat akan kembali meyeberang melewati Jembatan gantung sempat dilarang oleh Ramdan seorang warga Merapi kampung 1 mengingat angin berembus sangat kencang, namun kakek tetap nekat menyebrang kembali melewati jembatan gantung tiba ditengah- tengah jembatan angin kencang menerpa menghempas sang kakek beberapa kali dan akhirnya naas sang kakek jatuh kesungai lematang sekira pukul 17:30 wib dan sampai malam ini kekek atas nama Asmuda 60 Tahun belum diketemukan

Info jatuhnya Asmuda seorang kakek 60 Tahun ini disampaikan Ferdi 40 tahun salah seorang warga Merapi Kampung 2 kepada Awak Media 26/5 ia mengatakan kecelakaan ini telah telah dilaporkan kepada Kades dan Polsek Merapi sedang warga dua Kampung melakukan pencarian dan berjaga jaga disepanjang aliran sungai Lematang Desa Sirah Pulau, Desa Prabu Menang, Desa Banjar Sari bahkan Desa Arahan

Akp Adriansyah SE.Sik Kapolsek Merapi Barat ketika di hubungi via Telp untuk diminta informasinya terkait warga D
esa Merapi kampung 2 jatuh dari jembatang gantung Desa Merapi kampung 1 mengatakan kita sedang melakukan pencarian bersama warga dua Desa

Kapolsek juga menambahkan jatuhnya sang kakek disungai lematang dari jembatan gantung ini juga telah kita sampaikan atasan Kapolres Lahat dan ke BPBD agar dapat segera ditindak lanjuti katanya. (Nid)

Hadir di Muara Medak, Andi Setiawan Bagikan 150 Sembako Moncong Putih

MUBA,DS. - Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta membantu Protokol Pemerintah dalam penanganan dan pencegahan DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin membagikan sembako dan masker dibeberapa kecamatan.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Ketua DPC Beni Hernedi melalui Anggota Fraksi Andik Setiawan ST yang membagikan sembako kepada Masyarakat terdampak Covid-19 di desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir.

Sebanyak 150 Paket Sembako dan Masker dibagikan Andik Setiawan di 2 dusun desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir, mengingat saat ini semua Elemen lapisan masyarakat merasakan dampak penyebaran Covid-19.

Andik Setiawan ST ketika dikonfirmasi tim awak media mengungkapkan, sesuai instruksi DPP Partai untuk membantu tugas Pemerintah dalam penanganan dan Pencegahan Covid-19, untuk itu DPC PDI-Perjuangan bersama Fraksi gencar dalam membagikan sembako dan masker kepada masyarakat terdampak Covid-19.

" 150 Paket Sembako dan Masker kita bagikan di dusun II desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir, harapan kami kepada agar mereka dapat merasakan hadirnya PDI-Perjuangan ditengah-tengah mereka," ujar Andik.(hsm) 

Perahu Ketek Karam Menewaskan Empat Penumpangnya, Terjadi Di Kecamatan Tanjung Batu

INDRALAYA.DS, -- Sebuah perahu ketek yang ditumpangi 12 orang tiba-tiba terbalik di Sungai Penesak Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (26/5/20), sekitar pukul 13.00 WiB.

Akibat kecelakaan tunggal itu, empat diantaranya tewas dan 8 orang lainnya selamat. Keempat korban yang tewas itu tercatat sebagai guru Yayasan Ponpes Nurul Yakin yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Batu. Yaitu Wiwin (30),  Azan Purba (30) beralamat di Desa Tanjung Atap Barat, Rafikoh (36) warga Desa Tanjung Atap dan Deti (26) warga Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir.

Informasi diperoleh, sebelum terjadinya musibah kecelakaan itu, perahu ketek yang dikemudikan Zainal (65) warga Tanjung Atap Barat dicarter oleh sekelompok bujang gadis yang berstatus sebagai guru di Ponpes Nurul Yakin. Para penumpang ketek bertujuan menyeberang sungai di Desa Tanjung Atap untuk berziarah ke Makam Sayid Bagindo Sari berjarak sekitar 300 meter.

Entah apa penyebabnya, di tengah perjalanan tiba-tiba perahu ketek oleng dan terbalik, sehingga seluruh penumpang ketek tercebur ke sungai. Diduga arus sungai cukup deras dan banyak kumpai (rumput) membuat para penumpang kesulitan berenang. Akibatnya empat penumpang tenggelam sehingga tewas dan sisanya berhasil di selamat. Para korban sebelnya mendapatkan pertolongan warga setelah mendengar teriakan minta tolong.

Kepala Desa Tanjung Atap Firmansyah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya musibah kecelakaan sungai akibat perahu ketek terbalik. “Para korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu untuk dilakukan visum sebelum dibawa ke rumah duka. Sementara para korban yang selamat masih dirawat di puskesmas karena masih syok,” ujar kades.

Sementara pemantauan di lapangan, musibah kecelakaan yang sangat menghebohkan di lebaran ke 3 Idul Fitri itu mengundang perhatian banyak pihak. Termasuk Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam dan Kapolsek Tanjung Batu AKP Mujamik dan langsung membesuk para korban di rumah duka. Sedangkan kasus ini masih dalam penyelidikan petugas Polsek Tanjung Batu. Jen

Sebanyak 151 KK Desa Geramat Mendapat BLT DD tahun 2020

LAHAT.DS,---  Pengalokasian dana BLT DD ( bantuan langsung tunai Dana Desa )  tahun 2020  di Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat diserahkan pada Selasa 26 Mei 2020, bertempat di Balai Desa Desa Geramat.
Pembagian BLT DD di hadiri Kasi Ekobang mewakili Camat Mulak Ulu Sumarno SE, MSI didamping Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Anggota BPD dan Perangkat Desa.

Sapuan Hariadi selaku Kades mengatakan   " dari  307 KK yang berhak menerima  BLT-DD  hanya 151 KK, dan tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya, ini berarti sesuai kreteria serta aturan dari Pemerintah,  Alhamdulilah situasi kondusif dan terkendali sehingga pembagian BLT DD terselesaikan dengan baik" ujar Kades.

Sementara itu Kasi Ekobang berharap kepada penerima bantuan untuk menggunakan dana sebesar RP 600.000 dengan sebaik mungkin,  bantuan ini merupakan dampak imbas dari Pandemi Global Virus Corona, kita tidak pernah tahu kapan Wabah Covid-19 ini akan berakhir. Untuk itu beliau berpesan kepada warga untuk tetap slalu menggunakan masker bila keluar rumah sering cuci tangan menggunakan sabun.Nid

Berbagi Kasih di Hari Raya Idul Fitri, DPC PDI-Perjuangan Muba Bagikan Sembako dan Masker

MUBA,DS. - Dalam rangka Peduli masyarakat terdampak Corona Diases 2019 (Covid-19), DPC PDI-Perjuangan Muba yang dikomandoi oleh Ketua DPC Beni Hernedi bersama dengan Ketua Fraksi Muhammad Yamin dan Anggota melaksanakan giat berbagi kasih di Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Giat berbagi kasih ini adalah bertujuan untuk saling meringankan masyarakat yang terdampak Covid-19, serta membantu Pemerintah baik dalam penanganan maupun pencegahan. 

Dalam hal ini Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Muhammad Yamin yang juga selaku ketua Komisi II DPRD kabupaten Musi Banyuasin ini mengatakan, PDI-Perjuangan bagi-bagi sembako dan masker moncong putih, kepada masyarakat yang layak mendapatkan bantuan.

" Hal ini kita lakukan dalam rangka melaksanakan perintah DPP Partai guna memutus mata rantai Covid-19 dan berbagi kasih memasuki hari Raya Idul Fitri 1441 H," ujar Muhammad Yamin, Selasa (26/5/2020).

Lanjutnya, yang mana ketua DPC PDI Perjuangan Beni Hernedi dan ketua Fraksi PDI-Perjuangan yaitu Muhamad Yamin dan beserta seluruh anggota Fraksi, secara bergotong-royong memberikan sumbangan gaji selama 3 bulan dan uang gotong royong Partai.

" Untuk melakukan pembelian beras kepada petani kecamatan lalan dan paketan sembako lainnya kepada pedagang pasar Tradisional, lalu kita bagikan kepada kader Partai dan masyarakat yang layak dalam kategori menerima bantuan tersebut," jelas Yamin.(hsm) 

Jalani Isolasi 10 Hari, PDP 51 Berusia 75 Asal Muba Meninggal Dunia

Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengkonfirmasikan satu orang PDP 51 Covid-19 jenis kelami laki-laki berusia 75 tahun asal Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin meninggal dunia, Senin (25/5/2020) pada pukul 17.30 WIB dan langsung dilakukan pemakaman. 

Meski PDP 51 ini belum mendapatkan hasil swab apakah positif Covid-19, namun proses pemakaman PDP 51 tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pemakaman Umum Desa Margo Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba.

"PDP 51 ini sudah dilakukan swab, namun hasilnya masih menunggu.karena hasilnya belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil swab dirembukan bersama Keluarga Bahwa , proses pemakaman tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19," untuk meminimalisir resiko dan keluargapun iklash dan sepakat ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muba, Seftiani Peratita SS MKes.

Diceritakan, riwayat sebelumnya PDP 51 tersebut berobat ke RSUD Bayung Lencir pada 16 Mei 2020 karena mengalami sesak napas  dan memiliki riwayat penyakit pengapuran Tulang. 

"Selama 10 hari hingga Senin 25 Mei 2020 sampai Meninggal Dunia di RSUD Bayung Lencir almarhum Berstatus PDP dan telah dilakukan uji swab namun masih menunggu hasil," imbuhnya.

"Dari Hasil Tracking perjalanan pasien tidak pernah mengadakan perjalanan ke daerah Zona Merah maupun didatangi tamu orang dari Zona Merah, pasien mengidap penyakit pengapuran sejak lama," tambahnya. 

Update data perhari ini selasa 26/5 Jumlah ODP  321,Proses pemantauan 26 Selesai pemantauan 295, sedangkan Jumlah PDP 67,
Proses Pengawasan 31 dan Selesai Pengawasan 36 selanjutnya Jumlah OTG  161,
Proses pemantauan 107 dan yang telah Selesai pemantauan berjumlah 54

Kasus konfirmasi Positif Covid-19 berjumlah  9 kasus dan telah dinyatakan Sembuh/negatif berjumlah 2 orang dan saat dalam proses 
pengawasan dan dalam perawatan berjumlah 7 orang

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengucapkan belasungkawa kepada keluarga PDP 51 di Tungkal Jaya. "Saya atas nama pribadi beserta keluarga besar mengucapkan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," dan keiklashan ujar Dodi.

Lanjut Dodi, keluarga harus ihklas meski almarhum belum dinyatakan positif Covid-19 karena masih menunggu hasil swab namun karena almarhum berstatus PDP berdasarkan protokol kesehatan i harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan covid-19," terangnya.  

Dodi juga berpesan agar para tim tenaga medis penanganan Covid-19 di Muba lebih intensif memberikan perawatan kepada PDP Positif Covid-19 yang sedang dalam perawatan. "Selain itu, saya juga berpesan kepada PDP Positif Covid-19 di Muba yang saat ini menjalankan perawatan untuk tetap optimis bisa sembuh, yakinlah tim gugus tugas dan tenaga medis akan memberikan pelayanan maksimal dalam memberikan perawatan, apalagi kita di Muba sudah berhasil menyembuhkan dua orang PDP Positif Covid-19," pungkasnya.(hsm) 

Marlina,S.Pd