NEWS

Slider

Sebanyak 89 KK Mendapat BLT Dari Desa Muara Tiga

LAHAT.DS,---- Sebanyak 89 dari 220   kepala keluarga (KK) di Desa Muara Tiga , Kecamatan Mulak Ulu , Kabupaten Lahat  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima bantuan langsung tunai (BLT) dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2020

BLT DD per KK sebesar Rp 600 ribu ini dibagikan secara langsung oleh Kades Muara Tiga  Eldiansyah bersama Kasi Ekobang Omiati Amd mewakili Camat Mulak Ulu Sumarno SE, MSI,  Perangkat Desa, Babinsa, Babinkamtibmas,  BPD serta Pendamping Desa.

Pembagian BLT DD ini dilakukan secara simbolis di Balai Desa pada hari Kamis 21 Mei, kepada Awak Media 23/ 5  Eldiansyah mengatakan " Alhamdulilah pendistribusian BLT DD kepada 89 KK yang berhak menerima berjalan lancar tanpa hambatan apapun " ujar Kades

Selain itu juga Kades Muara Tiga menghimbau kepada warganya untuk tetap memperhatikan kebersihan setiap kali usai melakukan aktifitas diluar rumah hendaknya seserinf mungkin cuci tangan dan selalu mengenakan masker Kita tak pernah tahu bahaya mengancam Insya Allah bila kita slalu menuruti aturan maka kita juga telah memutus mata rantai peredaran covid-19 " pungkas Eldiansyah. (Nid)



Serukan Indonesia Jangan Menyerah, Video Tim Isolasi Covid 19 Muba Viral

MUBA,DS. - Di saat tim medis dan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Indonesia telah menyerukan kepasrahan dan kalimat menyerah lainnya menangani Covid-19, justru berbanding terbalik yang dialami tenaga medis dan tim isolasi di Kabupaten Musi Banyuasin. 

Di Kabupaten Muba, tenaga medis dan tenaga medis yang menangani Covid-19 mengajak para tenaga medis lainnya di Indonesia untuk tidak menyerah dan menyerukan tagar #Indonesiajanganmenyerah. Bahkan, tagar inipun viral di media sosial dan menjadi penyemangat warganet dan masyarakat untuk melawan Covid-19 serta patuh terhadap protokol kesehatan. 

"Kami tim isolasi covid 19 tetap semangat dan kami harapkan “Indonesia jangan terserah” karena kami juga tim medis tidak akan menyerah sampai wabah ini selesai dan kami berharap masyarakat indonesia khususnya Musi Banyuasin untuk dapat mematuhi aturan dan himbau himbau Pemerintah jaga jarak pake masker jika terpaksa keluar rumah cuci tangan usai beraktivitas dan menjaga imun tubuh dan rajin olahraga," ajak Tim Isolasi Covid-19 RSUD Bayung Lencir, Rismawati SKep Ners, bersama Nira Kartika Skep, dan Salmawari Skep Ners

Menurut mereka saat ini kata menyerah bukan sesuatu yang harus dilakukan tetapi rasa semangat dan optimisme menjadi pendorong untuk melawan wabah Covid-19 agar tidak terus menerus meluas. 

"Ini tanggung jawab kita bersama, Covid-19 musuh kita. Tetap sehat dan tidak boleh menyerah," tegasnya.

Sebelumnya, apresiasi terhadap kinerja Tim Medis dan Tenaga Kesehatan Covid-19 di Muba datang dari Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, terhitung sejak Rabu (13/5/2020) lalu melalui dana APBD Muba Dodi Reza mulai mencairkan insentif kepada Tenaga Medis dan Pegawai non medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. 

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu misalnya sedikitnya ada sebanyak 960 Tenaga Medis dan Non Medis yang terlibat dalam penanganan wabah Covid-19, di RSUD Sekayu ini Bupati Muba Dodi Reza mengucurkan Rp6.296.560.000 untuk tiga bulan pencairan insentif. 

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengatakan insentif Tenaga Medis bukan hanya diberikan untuk Tenaga PNS di RSUD, namun Pegawai tetap, Kontrak, PHL, Magang mulai Dokter Spesialis hingga  tenaga CS (Cleaning Servis) juga dapat. Untuk besaran berapa yang diperoleh sesuai dengan aturan yang di tetapkan. 

Lanjut Azmi, anggaran serupa juga digelontorkan untuk RSUD Bayung Lencir dan Sungai Lilin. "Jumlah insentif anggaran seluruh Rp18.397.400.000 untuk mengakomodir insentif 1.410 jumlah tenaga medis dan non medis di Muba," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan reward berupa insentif tersebut bentuk upaya Pemkab Muba memberikan semangat bagi tenaga medis maupun non medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. 

"Insentif ini diberi menggunakan APBD Muba, kami berharap bisa sedikit menghilangkan rasa lelah mereka yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 di Muba," ujarnya. 

Lanjutnya, pihaknya juga tidak hanya menyiapkan insentif tetapi juga telah menyiapkan anggaran proteksi diri tim medis penanganan covid-19  untuk santunan apabila ada tenaga medis dan non medis yang sakit maupun meninggal dunia. 

"Apabila terjadi hal demikian untuk tiap tenaga medis akan diberikan Rp750.000.000, namun kita tidak berharap demikian. Semoga seluruh tim penangan Covid-19 Muba  Khususnya Tenaga Kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan selalu diberikan kesehatan dan tetap semangat," dan salam sehat tandasnya.(hsm) 


Elpa Edison " Alhamdulilah Pembagian BLT DD Desa Datar Balam Kondusif"

LAHAT.DS,---Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa(DD) tahun 2020  di Desa Datar Balam  Kecamatan Mulak Ulu berlangsung kondusif aman dan terkendali pada hari ini demikian dikatakan Elpa Edison selaku Kades kepada Awak.Media 23/5.

Menurut Elpa Edison ada 123 Kepala Keluarga yang mendapat bantuan dana tersebut, berdasarkan keputusan Musyawarah Desa beberapa waktu lalu. BLT DD merupakan bantuan mengatasi dampak Virus Corona sehingga menghambat perekonomian.

Turut hadir pada pembagian dana BLT DD dihadiri Ketua TPKK Desa Datar Balam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pihak Kecamatan dan Pendamping Desa. Pembagian BLT DD secara simbolis digelar di Kantor Balai Desa dan diteruskan secara dor to dor.

Selain itu juga Kades berpesan kepada warganya untuk selalu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan  usai melakukan aktifitas, gunakan masker dan dilarang berkerumun. Semoga wabah ini cepat berlalu " pungkas Elpa Edison.(Nid)

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sungai Lilin Muba Sembuh

MUBA,DS. - Kabar gembira kembali terjadi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Muba. Setelah beberapa waktu lalu Kasus 01 PDP 13 yang mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pada hari Jumat (22/5/2020) Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muba kembali mengkonfirmasi bahwa pasien Terkonfirmasi Positif Kasus 02 PDP 25 yang merupakan kasus impor Jambi berjenis kelamin laki-laki berumur 41 Tahun yang di Rawat Di RSUD Sungai Lilin dinyatakan sembuh.

"Ya, saat ini Kasus 02 PDP 25 dinyatakan sembuh, namun berdasarkan Protokol Kesehatan tetap mendapatkan pengawasan dari Tenaga Kesehatan dan melaksanakan isolasi mandiri dirumah selama 14 Hari ," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Herryandi Sinulingga Jumat (22/5/2020). Sinulingga juga melaporkan bahwa berdasarkan data update Gugus Tugas Covid-19 Muba diketahui per tanggal 22 Mei 2020 tercatat 320 ODP dan 284 diantaranya sudah selesai pemantauan 36 masih dalam Proses Pemantauan dilanjutkan 161 OTG (Orang Tanpa Gejala) 107 diantaranya telah selesai pemantauan dan 54 orang masih dalam pemantauan "Kemudian, saat ini Jumblah PDP (Pasien Dalam Pengawasan ) berjumlah 59 orang telah selesai pengawasan 33 orang dan masih dalam proses pengawasan 26 orang ungkapnya.

Sementara itu, kita patut mengucapkan rasa syukur atas 2 kali hasil swab negatif pada PDP 25 kasus 02 yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Telah sembuh dan direncanakan besok sudah bisa keluar dari RSUD Sungai Lilin Musi Banyuasin "Ini menunjukan bahwa penanganan tim medis berjalan maksimal dan bahwasannya virus ini bisa sembuh," ulasnya. Meski demikian, pasien yang telah dinyatakan sembuh ini tetap menjalani prosedur sesuai protokol kesehatan selama 14 hari serta pengawasan dan penanganan medis kepada PDP 25 ( Kasus 02) tersebut. "Penanganan medis tetap harus dilakukan dan melakukan kontrol medis yang maksimal," ucapnya. Update data per hari ini di Kabupaten Musi Banyuasin, total kasus Terkonfirmasi Positif ada berjumlah 8 Kasus dan ada dua Pasien yang telah Dinyatakan Sembuh yakni Kasus 01 dan Kasus 02, sedangkan masih ada 6 PDP Positif Covid-19 di Muba yang masih menjalani perawatan intensif.

Yang diantaranya Kasus 03 (PDP37) 29 Tahun Perempuan Sungai Lilin (Lokal), Kasus 04 (PDP41) 23 Tahun Laki-Laki Bayung Lencir (Dalam Penyelidikan), Kasus 05 (PDP39) 29 Tahun Laki-Laki Desa Layan Jirak Jaya (Impor). Kemudian, Kasus 06 (PDP42) Desa Tanjung Kerang Babat Supat (Lokal), Kasus 07 (OTG 01) TPE Kaliberau Bayung Lencir (Lokal), dan kasus ke 08 adalah kasus tambahan terkonfirmasi postif pada hari ini. Satu tambahan Pasien Terkonfirmasi positif ini berjenis Kelamin Laki Laki umur 38 tahun (PDP55) bahwa berdasarkan hasil swab yang telah diterima oleh Tim Medis RSUD Sungai Lilin yang dinyatakan terkonfirmasi postif Covid-19 Merupakan Warga Desa Ramba Babat Supat yang saat ini telah dirawat itensif di RSUD Sungai Lilin Musi Banyuasin ungkapnya.(hsm)

Kepala SMP N 1 Tanjung Raja

38 KK Penerima BLT Di Desa Pemindaian DiBerikan Secara Dor To Dor

LAHAT.DS,--- Pemerintah Desa Penindaian melaksanakan Penyerahan BLT DD tahun 2020 ( bantuan langsung tunai dana desa) kepada 38 KK penerima manfaat BLT-DD dari 126 KK kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Penindaian baru- baru ini.

Bantuan diserahkan Langsung oleh Omiati Amd selaku Kasi Ekobang Kecamatan Mukak Ulu mewakili Camat Sumarno SE, MSi dan disaksikan Bhabin Kamtibmas, Bhabinsa, Perangkat Desa, Ketua BPD dan Pendamping Desa Penindaian Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat.

Menurut Trayono selaku Kades bahwa
bantuan langsung tunai melalui dana desa ini berjumlah enam ratus ribu rupiah (Rp600.000), bantuan ini dikucurkan  karena saat ini terdampak perekonomian karena mewabahnya Pandemi Covid-19. Penyerahan secara simbolis setelah itu akan didatangi secara dor to dor dan penerima BLT DD tidak tumpang tindih " ujar Trayono. 23/5.

Omiati Amd berpesan kepada penerima BLT DD untuk menggunakan dana untuk keperluan dimasa Pandemi bukan untuk bersenang- seng, lebih lanjut beliau juga menghimbau kepada warga Desa Penindaian untuk selalu memakai masker bila keluar rumah, bila lebaran nanti untuk tidak berkerumun dan tidak menggelar pantauan lebih dari 5 orang cukup giliran saja " pungkas Kasi Ekobang.(Nid)

Peduli Covid-19,PT.SBS salurkan Bantuan APD Untuk Tenaga Medis Muara Enim.

Secara. Simbolis Bantuan Diterima H.Juarsah SH.Plt.Bupati Muara Enim
MUARA ENIM,DS.  –Pandemi Wabah Covid-19 diwilayah NKRI menuntun kita harus bersatu guna memutus rantai penyebaran virus yang mematikan ini untuk itu  PT Satria Bahana Sarana (SBS) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di Kabupaten Muara Enim. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Plt bupati Muara Enim H Juarsah SH, didampingi Ketua Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 di Gedung Pemkab Muara Enim pada Jumat (22/05/2020). Peralatan pelindung diri tersebut berupa sepatu ,baju hazmat, celemek,kacamata google,sarung tangan, dan sekitar 10 ribu masker surgical dan N95 untuk Dinkes Muara Enim, PMI dan Puskesmas Tanjung Enim.

Direktur SBS, FX Sigit Heri Basuki berharap, bantuan yang diberikan PT SBS ini dapat melindungi para tenaga medis dalam bertugas sehingga dapat terhindar dari paparan covid-19.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, para medis kita bisa terhindar dari covid 19,”terang Sigit.

Sementara itu, Plt bupati Muara Enim, H Juarsah SH, saat menerima bantuan mengungkapkan apresiasi atas perhatian yang diberikan PT Satria Bahana Sarana (SBS) untuk para tenaga medis di Kabupaten Mura Enim dalam upaya pencegahan covid-19.

“Kiranya bantuan seperti ini dapat dilaksanakan bukan dari SBS, melainkan perusahaan yang ada di Kabupaten Muara Enim ikut tergerak bersama membantu dalam upaya penanganan pencegahan covid-19,”terang Juarsah.(Ind)

KETUA DPRD KABUPATEN OGAN ILIR SIDAK RSUD TANJUNG SENAI

INDRALAYA.DS, -- Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir Sidak RSUD Ogan Ilir yang dipimpin langsung Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto,HS,SH untuk memeriksa Perlengkapan Peralatan Medis RSUD Ogan Ilir di KPT Tanjung Senai Indralaya, Jum’at (22/5/20).

Beliau memeriksa langsung fasilitas penunjang untuk penanganan Covid-19, di RSUD tersebut.

Seperti yang diketahui, kelengkapan peralatan medis tersebut sempat dipertanyakan oleh tenaga kesehatan honorer yang melakukan mogok kerja beberapa waktu lalu.

Imbasnya, sebanyak 109 tenaga kesehatan honorer akhirnya dipecat oleh Bupati Ogan Ilir karena dianggap mangkir dari tugas selama 5 hari.

“Banyak, ada dari kacamata, masker 2 lapis, helm sepatu sampai sarung tangan kemudian lapisan jaket, lengkap. Jadi hasil pengecekan tak masalah,” ujarnya saat diwawancarai usai pengecekan.

Selain mengecek kuantitas, pihaknya juga mengecek kualitas dan distribusi pemakaian alat tersebut.

Hasilnya, peralatan medis tersebut dinilai sudah layak untuk melindungi tenaga medis dalam menghadapi pasien Covid-19.

“Sudah kita tanyakan kepada dokter yang menangani Covid-19, katanya ini sudah layak. APD-nya sudah level 3, cukup tinggi,” terangnya.

Usai mengecek kelengkapan alat medis di RSUD Ogan Ilir, Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto memanggil perwakilan 109 honorer tenaga kesehatan yang dipecat oleh Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam beberapa waktu lalu.

Mereka diminta untuk menjelaskan duduk perkara yang terjadi hingga berujung pemecatan tersebut.

Suharto didampingi Ketua Komisi I, Wakil Ketua Komisi IV dan Komisi terkait menemui 15 orang perwakilan tenaga honorer kesehatan tersebut, di ruang rapat pimpinan DPRD Ogan Ilir.

Dalam rapat yang berlangsung selama sekitar 1 jam itu, mereka menerima keluh kesah dan mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.

“Tadi kita panggil, kita mau mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan ini,” ujarnya usai pertemuan itu.

Suharto membeberkan dalam rapat tersebut, masih ada beberapa orang yang sebenarnya masih ingin bekerja di RSUD Ogan Ilir.

Selanjutnya dia mengarahkan agar menemui Direktur RSUD Ogan Ilir, dr. Roretta Arta Guna Riama dan berbicara secara kekeluargaan.

“Tinggal mereka, kalau masih ingin bekerja ya silahkan menghadap lagi ke Direktur,” katanya.

Selanjutnya pilihan mereka, apakah mereka mau menghadap Direktur RSUD agar diterima kembali bekerja. Tim

Kapolres OI AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH


JAKARTA,DS. -- Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah ditetapkan jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Penetapan ini dilakukan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat hari ini, Jumat (22/5).

Hasil sidang isbat menyatakan bahwa hilal atau penentu datangnya bulan baru penanggalan hijriah belum tampak. Karena itu Ramadan digenapkan atau disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

Dua cara adalah hisab dengan perhitungan dan rukyat atau melihat langsung hilal. Kedua metode itu dinilai saling melengkapi.

"Ketinggian hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Kementerian Agama di Jakarta usai memimpin sidang Isbat. "Dari 80 titik tidak melihat hilal."

Untuk memantau kedatangan bulan baru, Kemenag mengerahkan petugas yang telah diambil sumpahnya untuk memantau hilal. Tercatat ada 80 titik pengamatan hilal di 34 provinsi.

Salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah sudah memutuskan lebih dulu bahwa lebaran jatuh pada Ahad (24/5). Penetapan ini berdasarkan Ketetapan itu diambil berdasarkan hasil hilal hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dalam ketetapannya, Muhammadiyah menyebut tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta ( f= -07°48' (LS) dan l= 110°21' BT ) = +06°43'31" (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu, bulan berada di atas ufuk.

Dari hasil sidang isbat, Hari Raya Idulfitri yang akan jatuh Ahad (24/5) akan dirayakan umat muslim dengan penuh prihatin karena pandemi corona. Selain situasi ekonomi yang sulit, warga dilarang mudik pada lebaran tahun ini.

Padahal, mudik adalah tradisi tahunan bagi umat muslim untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama.Rill