NEWS

Slider

Kades Letang Serahkan Bantuan BLT Tahap II Sebanyak 175 KK Ke Warga

MUBA,DS. – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana desa Tahap II sebanyak 175 KK di terimah oleh masyarakat tidak mampu dan terdampak covit 19 desa Letang kecamatan Babat Supat kabupaten Musi banyiasin Kamis ( 21/05/20).

Pada penyerahan BLT di desa Letang di saksikan oleh Anggota Polsek Babat Supat, Koramil Sungai Lilin, Anggota BPD dan para perangkat desa. Bantuan Langsung Tunai tahap II ini sebesar Rp 600.000 Melalui Dana Desa tahun 2020.

Kepala Desa Letang Ufrady S.SPi mengatakan bantuan BLT DD tahap II memang di berikan menjelang hari raya Idul Fitri ini atas perintah Bapak Bupati Dodi Reza Alek agar masyarakat tidak mampu dapat menggunakan bantuan ini saat menghadapi hari raya Idul Fitri dan masyarakat penerima bantuan ini berjumlah 175 KK dengan besaran Rp 600.000/ KK Langsung di terima tunai tanpa adanya potongan sepeserpun,” Ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah kepala dinas PMD Kabupaten Muba Richard Cahyadi AP.MSi mengatakan untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD tahap II tahun 2020 memang kita berikan pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat yang kurang mampu terdampak mewabahnya Covid 19, agar masyarakat penerima dapat mempergunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan hidup untuk keperluan lebaran ini.

Pemberian BLT tahap III nanti pada bulan Juni, jadi bantuan BLT yang di terimah masyarakat selama tiga bulan , dan setiap bulannya masyarakat menerima sebesar Rp 600.000, tanpa adanya potongan apapun, apabila ada oknum perangkat desa yang berani memotong bantuan tersebut segera laporkan pada kami, dan akan kami tindak tegas oknum tersebut,” jelasnya. (hsm) 

Tahap II, Bupati Muba kembali Salurkan Bantuan ke 8.496 KPM yang bersumber dari APBD

Warga Muba Dibuatkan ATM Gratis Hingga Dapat Saldo Rp600 Ribu

MUBA,DS. - Bantuan dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Musi Banyuasin, terus mengalir untuk warga terdampak Covid-19, setelah beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang bekerjasama dengan BRI telah menyalurkan bantuan kepada 18.146 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19, Rabu (20/5/2020) ketua Gugus Tugas yang juga Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA didampingi para wakil ketua Gugus Tugas Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, Dandim 0401 Letkol Arm Muhammad Saiffudin Khoiruzzamani SSos Mhan, Sekda Musi Banyuasin H.Apriyadi pada hari ini rabu kembali menyalurkan bantuan tahap dua yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Muba. 

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 8.496 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)  yang tersebar di 13 Kelurahan untuk warga miskin baru, PHK, ataupun UMKM yang juga terdampak Covid-19 di wilayah Muba. 

"Bantuan akan terus disalurkan, Pemkab Muba ingin mengakomodir semua warga terdampak Covid-19," ungkap Dodi Reza di sela Launching Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kantor BRI Cabang Sekayu, Rabu (20/5/2020). 

Dikatakan, bantuan yang dikucurkan melalui APBD Muba sebesar Rp.15.292.800.000 untuk 8.496 KPM. "Pencairan diberikan untuk tiga bulan Mei-Juli dan setiap KPM mendapatkan Rp.600 ribu," terangnya. 

Lanjutnya, bantuan ini menunjukkan peran terhadap penanganan Covid-19 dengan menyediakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang jika diimplementasikan mulai pendataan, klarifikasi dan validasi data, pendistribusian, dan pengawasan bisa dilakukan dengan baik.

"Insha Allah akan menjadi program dimana Pemerintah harus hadir untuk warganya yang tidak mendapatkan bantuan," dari Program  Pemerintah Pusat tuturnya. 

Bupati Muba ini menegaskan, agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran serta meminimalisir kecurangan pungli dan lainya kita gandeng BRI untuk menyalurkan bantuan dimaksud dan Pihak BRI membuat ATM Gratis dan uang bantuan tersebut masuk kerekening 8.496 KPM dan saya harapkan Keluarga Penerima Manfaat yang mendapatkan bantuan ini dapat memanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

"Jangan gunakan uang untuk hal yang tidak mendesak, manfaatkan sebaik mungkin karena kita masih dihadapkan pada pandemi Covid-19," tegasnya. 

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Sekayu, Margareth Primasari menjelaskan para penerima KPM tahap dua ini dibuatkan rekening tabunganku, dengan ATM privat brand.

"Tabungan ini gratis tanpa biaya administrasi sebagai langkah kami inklusi di Kabupaten Musi Banyuasin, karena konsepnya berupa saldo yang dapat ditarik langsung di Bank BRI atau di 1.033 agen BRILink yang tersebar di Kabupaten Muba," terangnya.

Sementara Warga Balai Agung Usman mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muba terutama kepada Bapak Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah bekerja keras memikirkan solusi bagi rakyatnya saat menghadapi pandemi Covid-19 ini  dan Pemkab Muba sangat peduli kepada kami masyarakat miskin di tengah wabah Covid-19 ini. 

"Alhamdulillah, terima kasih banyak dengan Bupati Muba atas bantuannya. Bantuan ini, sangat bermanfaat bagi saya seorang petani, apalagi disaat wabah Corona,  tidak ada pemasukan sama sekali. Semoga Pemkab Muba semakin terdepan Maju Berjaya, amin,"pungkasnya.(hsm) 

Miris Jalan Desa Bintiale Bak Kubangan Kerbau

MUBA,DS. - Akibat di guyur hujan yang sangat deras dari, malam Jumat sampai pagi Jumat (22/05/2020) dan angkutan batu bara nonstop yang kapasitas mencapai 30 ton setiap kendaraan  jalan di desa Binti ale dusun 5 dan dusun 7 kecamatan Batang Hari Leko kabupaten Musi Banyuasin  bagaikan kubangan kerbau.

Eko salah satu warga yang sedang melintas di jalan tersebut mengatakan sangat sulit sekali untuk menempuh jalan di desa bintiale di karenakan tadi malam dan sampai pagi ini hujan turun sangat deras sekali belum lagi mobil pengangkut batu bara yang sangat besar dengan muatan penuh melintas di jalan ini.

" Jadi jalannya bertambah hancur sulit kami untuk lewat, sedangkan pihak perusahaan batu bara terkesan lambat memperbaiki," ungkapnya.

Kades Bintiale Sunarto saat di konfirmasikan melalui whatsapps membenarkan kalau jalan tersebut rusak parah karna dari tadi malam hujan turun sangat lebat sampai pagi ini.

" Saya sudah meminta pada pihak perusahaan batu bara agar menurutkan alat berat untuk memperbaikinya, agar masyarakat dapat melalui dan beraktifitas," jelasnya.

Sala-satu warga yang bertempat tinggal di dusun 7 desa bintiale mengatakan pekerjaan perbaikan jalan ini kurang maksimal, sehingga masyarakat desa bintiale dan sekitar sini terhambat," ungkapnya 

Sementara itu pihak perusahaan Batu bara yang melalui jalan tersebut belum dapat di konfirmasikan.(tim) 

DANA DESA BLT DIMINTA UNTUK YANG BENAR-BENAR MASUK KRETERIA,DAN HARUS SESUAI DENGAN TUPOKSINYA

LAHAT.DS,---Sebanyak 44 Kepala Keluarga  dari 115 KK  Desa Padang Masat Kecamatan Mulak Ulu  hari ini mendapat BLT DD tahun 2020 tahap pertama, pembagian dana ini diberikan secara simbolis oleh Penjabat sementara  Kades Amri disaksikan  Kasi Ekobang Kecamatan Mulak Ulu Omiati Amd, Bhabin Kamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, BPD, dan Relawan Covid-19 Desa Padang Masat. 22/5.

Menurut Amri selaku PJS Kades, bahwa  pemberian BLT DD  tahun 2020 ini berdasarkan hasil Musdes Desa Padang Masat dari 115 KK kami simpulkan 44 KK yang terpilih dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Aipda Thabrani mewakili Kapolsek menambahkan " gunakankan dana 600 ribu BLT DD ini untuk keperluan selama Pandemi Global ini, bantuan ini merupakan dampak Covid-19 yang berimbas pada perekonomian.

Rihansyah 60 tahun kepada Awak Media mengucapkan terima kasih kepada PJS Kades dan Pemerintah Kecamatan serta perangkat Desa lainnya yang telah memberikan dana BLT DD tahun 2020 menurutnya dana 600  ribu ini akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. (Nid)

Pembagian BLT DD tahun 2020 Desa Karang Lebak Kondusif

LAHAT.DS,--- Sebanyak 48 KK dari 113 KK di Desa Karang Lebak Mendapat bantuan Langsung Tunai ( BLT) tahun 2020,  bantuan ini dikucurkan untuk mengcover warga yang tidak mendapat bantuan, KKS,
PKH, BPNT, BST dan bantuan sosial lainnya. Hal ini dikatakan Herdiansyah disela pemberian BLT di Kantor Desa Karang Lebak 22/5.
Menurut Kades, perangkat Desa, BPD tidak dapat bantuan. Pengajuan BLT DD tahun 2020  untuk Desa Karang Lebak berjumlah 50 KK namun ada dua KK yang mengundurkan diri karena  mendapat bantuan lainnya maka untuk Karang Lebak hanya 48 BLT DD, Alhamdulilah pembagian BLT DD tahun 2020 Kondusif " ujar Kades Karang Lebak Herdiansyah.

Sementara itu Kasi Ekobang Omiati Amd mewakili Camat Mulak Ulu menambahkan " Apresiasi kepada Kades Karang Lebak yang telah berkerja dengan baik mengenai pembagian BLT DD tahun 2020, sebenarnya bantuan BLT DD pembagiannya tidak sesuai kretria karena dampak Covid-19  akhirnya dibagikan. Maka berdasarkan prosedur dan karena perekonomian berdampak  Covid- 19 ini sangat berpengaruh pada perekonomian keluarga." Imbuh Omiati.

Selain itu beliau berpesan kepada warga Karang Lebak untuk selalu menjaga jarak (Social Distancing) hindari kerumunan, Lebaran tahun ini jangan dahulu mengadakan pantauan ( Anjang sana) rami- rami cukup giliran saja, selalu keluar makai masker kita berharap wabah Pandemi Corona ini cepat berlalu" tandas Kasi Ekobang.(NID)

Edisar " BLT DD Bukan Untuk Bersenang- Senang"

LAHAT.DS, --- Dampak Pandemi global yang semakin menghawatirkan sehingga berdampak kepada perekonomian,  untuk itulah Presiden Jokowi Dodo mengeluarkan kebijakan penggunaan Dana Desa tahun 2020 dikucurkan untuk Bantuan Langsung Tunai ( BLT) kepada masyarakat.
Sebanyak  110 KK yang mendapat BLT hanya 37 KK di Desa Sukananti Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat pada hari Jumat 22 Mei 2020 bertempat di Posko Gugus Tugas Covid-19 pembagian BLT DD tahun 2020 di gelar secara simbolis. Yang dihadiri Kasi Ekobag Omiati Amd,  Aipda Thabrani Bhabin Kamtibmas Kecamatan Mulak Ulu, Serda Amad Zumadi, dan Tim Pendamping Desa Kecamatan Mulak Ulu.
Menurut Edisar " Nantinya setelah secara simbolis akan kami datangi secara Door To Door didampingi pihak kecamatsn dan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, saya selaku Kades berharap kepada penerima BLT gunakan lah dana BLT ini bukan untuk bersenang senang, dana ini merupakan dampak Covid-19 gunakan seperlunya dimasa Wabah Pandemi Covid-19" tutur Edisar.

Sementara itu Omiati Amd  selaku Kasi Ekobang mewakili Camat Mulak Ulu Sumarno SE, MSi berharap kepada Kades bila ada keluhan dari warga Desa Sukananti untuk tetap berkoordinasi dengan pihak Kecamatan. Selalu siaga  dengan keadan Desa apalagi Desa Sukananti merupakan pinggir jalan, kita tak pernah tahu bahaya mengancam. Tetap social Distancing, selalu memakai masker dan hindari kerumunanan" pungkas Kasi Ekobang.(NID)

Tentang Pemecatan Tenaga Medis Di RSUD Ogan Ilir, Bupati : Tidak Ada Kompromi Demi Pelayanan Masyarakat Dan Itu Konsekuensinya

INDRALAYA,DS. - Terkait pemecatan sebanyak 109 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di lingkungan RSUD Kabupaten Ogan Ilir (OI) diakui oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam.

Pencopotan tersebut dilakukan dengan alasan karena ratusan tenaga kesehatan tersebut, dinilai tidak produktif dalam menjalankan tugas dan fungsinya seperti biasa.

Apalagi saat ini Kabupaten OI dilanda wabah pandemi covid-19,Tentu memerlukan upaya yang maksimal dari tenaga kesehatan dalam menanggulangi hal tersebut.

Ini disampaikan orang nomor satu di Kabupaten OI, Kamis (21/5) di Indralaya, "Tidak ada kompromi demi pelayanan masyarakat tetap berjalan. Tentang pemecatan tenaga medis di RSUD Ogan Ilir itu konsekuensinya," tegas Bupati OI HM Ilyas Panji Alam.

Dikatakan Bupati, sebelumnya beberapa hari yang lalu ratusan Nakes tersebut sempat melakukan aksi mogok kerja dan menuntut pihak RSUD OI memenuhi hak dan tuntutan mereka. Hak dan tuntutan mereka dimaksud antara lain yakni mereka para Nakes menuntut insentif kinerja, rumah singgah, serta Alat Pelengkap Diri (APD) yang dianggap minim, "Padahal sudah kami siapkan semuanya mulai dari rumah singgah, APD dan lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Apa yang dituntut, mereka mengada-ada," tandas Bupati Ilyas.

Alasan lain, menurut Bupati, pemecatan tidak hormat terhadap para nakes tersebut, karena melakukan aksi mogok kerja selama lima hari berturut-turut

Terkait APD yang dinilai minim, dikatakannya padahal APD ada ribuan, mulai dari masker, kaca Mata, Boat, sarung tangah sudah ada. Itu  kalau di militer , mereka itu diserse. "Jadi apa yang dituntut mereka hanya mengada ada, mereka itu bahkan belum bekerja, ada pasien corona saja baru masuk, mereka terkesan takut,” kata Bupati HM Ilyas Panji Alam. Sementara diketahui, ratusan Nakes yang dipecat dengan tidak hormat tersebut terdiri dari tenaga medis, honorer seperti perawat dan tenaga bidan. Bupati memastikan pemecatan ratusan Nakes itu tentu tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Karena di RSUD Tanjung Senai Indralaya sebelumnya ada sekitar 400 orang. Artinya masih ada sekitar 300 tenaga kesehatan.(red)

Gubernur Sumsel Tinjau Posko Gugus Tugas Covid-19 Di Bumi Segantisetungguan

LAHAT.DS,-- Usai meninjau Posko Gugus Tugas Covid-19 di Pagar Alam Herman Deru selaku Gubernur Sumsel pada Kamis 21 Mei 2020 tepat pukul 12:00 rombongan betolak ke Bumi Seganti Setungguan untuk melakukan hal yang sama. Selain itu juga turut dalam rombongan Mayor Jendral Irwan, SiP, M. HUM  Pangdam II Sriwijaya, Irjen Pol, Prof DR,  Eko Indra Heri S. MM Kapolda Sumsel  beserta rombongan.
Kedatangan Gubernur disambut Bupati Lahat di Lapangan Seganti Setungguan langsung setelah itu meninjau Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lahat. Usai lawatan digugus tugas meresmikan angkutan Batu Bara Via Gerbong Kereta Api PT SMS di Muara Lawai Merapi Timur
Kepada Awak Media Herman Deru mengatakan "  kalau melihat keadaan ini membuat pergub 74  tahun 2018 seakan kiamat saya larang tuk jalan umum saya yakinkan punya solusi tanpa tawar menawar bulan november nanti  satu tahun  berjalan sempat menurunnya ekspor , ternyata KAI mempunyao solusi, Insya Allah bulan Juli nanti mengangkut batu bara..

Angkutan melalui KAI menghemat dan mengurangi kecelakaan, pada titik tertentu bisa membuat macet, diharspkan pada PU untuk membuat Fly over . PT Sriwijay Mandiri Sumsel dibawah naungan Sarimuda diharapkan tidak menyusu pada pemerintah Provinsi, dan sesuai namanya harus mandiri.

Beliau bepesan kepada Bupati untuk mengawasi kegiatan ini, untuk CW Merapi setiap hari diharapkan 6000 ton  2 juta pertahun dari PT SMS, Kalau Volumenya bertambah bisa mendongkrak PAD" harap Gubernur.

Ketika ditanya Awak Media tentang banyaknya perusahaan yang mem PHK sepihak atau merumahkan Karyawannya tanpa pesangon , Gubernur berang ini jawaban beliau ' Hindari PHK, saya paling anti bila perusahan mem PHK karena dapat mengganggu kelangsungan Ekonomi bagi keluarga Karyawan tolong dilaporkan dengan saya bila ada Perusahan mempecat Karyawannya, tidak ada alasan wabah Pandemi Covid-19 " pesan Gubernur (Nid)

Partai Gelora Muba Banyuasin Terbentuk

MUBA,DS.COM -Pemilu kemarin, nama Anis Matta, Fachri Hamzah, Mahfud Sidik tak muncul ke permukaan. Kemana?

Ternyata diam-diam, mereka bikin partai baru. Namanya, Partai Gelora ( Gelombang Rakyat Indonesia). Terlebih, menjelang 10 terakhir Ramadhan ini, resmi dinyatakan sebagai partai politik oleh Kemenkumham. Insha Allah, penyerahan SK itu dilakukan usai lebaran, diberikan kepada Anis Matta.
Meski seumur jagung, namun infrastruktur partai ini cepat menjalar ke seluruh Indonesia.Bukan hanya tingkat provinsi (DPW), juga merambah ke kabupaten kota.

Salah satunya, ada di
Kabupaten Musi Banyuasin, mencuat nama  Partai Gelora Indonesia, lengkap dengan kepengurusan  dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

Di Muba, parta ini dinakhodai Suparman Sy Bahri, sosok yang tidak asing lagi masyarakat Muba.

"Alhamdulillah di saat bulan penuh barokah, dan umat Islam menuju kemenangan, saat menunggu dan menjemput malam Laitul Qodar, ada hikmah terselesaikannya proses verifikasi partai di saat waktu yang baik , SK Menkumham tentang pengesahan badan hukum partai Gelora Indonesia  diterbitkan," tutur Suparman Bahri.

Dia menyebut, SK Kemenkumham itu hikmah yang baik buat para pengurus , kader , simpatisan dan bagi seluruh rakyat Indonesia.
SK Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-11.AH.11.01 tahun 2020 menyatakan Gelora sah menjadi salah satu partai politik di Indonesia.

"Kami pengurus  DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Muba memohon dukungan, khususnya warga Muba , semoga kami dapat bersama bersama masyarakat  Musi Banyuasin berjuang dan berpartisipasi dalam  membangun kabupaten yang kita cintai ini.
Arah Baru Perjuangan Rakyat Indonesia  untuk ikut membangun masyarakat Indonesia  yang lebih berkualitas dan bermartabat.
kita  sudah memiliki pengurusan di seluruh Musi Banyuasin , baik kecamatan  maupun desa," tuturnya.

Suparman berkali-kali mengucapkan  terimah kasih kepada semua kader Partai Gelora Indonesia  Kabupaten Musi Banyuasin atas partisipasi dan bantuannya sehingga sampai terbitnya Surat Keputusan ( SK ) Menkumham. "Sekali lagi terima kasih, semoga menjadi amal dalam perjuangan." ungkapnya.

Lahirnya partai ini, seperti dikatakan oleh Anis Matta,  sebelumnya.

Selain itu, paling fundamental  perbedaan semangat dalam menangkap dan mengintegrasikan diri dengan ruh, jiwa, dan budaya Indonesia secara keseluruhan.

"Karena itu, ideologi Gelora berasaskan Pancasila dengan jati diri Islam," ungkap Anis Matta blak-blakan. Jadi, dia melanjutkan, walaupun ada  di dalam (PKS) yang mendorong lahirnya Partai Gelora, "tapi ini bukan PKS Perjuangan, ini juga bukan PKS biru."

Anis yang pernah menjadi Sekjen dan Presiden PKS mengaku ingin meninggalkan pemisahan politik lama antara golongan kanan, tengah, dan kiri atau antara islam dengan nasionalisme. Sebab pemisahan tersebut telah menyebabkan Indonesia tidak bersatu sepenuhnya.

"Karena pemetaan seperti ini, pembelahan dalam masyarakat gampang terjadi seperti pada Pilpres 2019 yang baru terjadi," ujarnya.

Pergeseran politik Anis tampak pada sistem kaderisasi dan struktur organisasi Partai Gelora. Sistem kaderisasi, kata dia, dibangun di atas ide dasar rumusan model manusia Indonesia yang bercirikan relijius, berpengetahuan, dan sejahtera.

Karena itu Partai Gelora bersifat terbuka dan pluralis akan lebih diwujudkan dari sekedar wacana.

Di Gelora juga tidak ada Dewan Syura yang biasanya diisi oleh para figur yang dianggap punya otoritas keagamaan lebih, dengan keputusan yang cenderung mutlak. "Majelis syuronya bernama Majelis Permusyaratan Nasional tapi diambil dari dewan pendiri. Kita disini menjaga semangat kolaborasi, egaliter, dan pola hubungan hierarkis kita coba hilangkan," ujarnya mengakhiri.(ril/hsm)

Bupati Muba Dodi Reza Sinergi dengan OKP dalam Penanganan Covid-19

Cipayung Plus Apresiasi Langkah Agresif Pemkab Muba

MUBA,DS. -- Makin melonjaknya kasus penularan wabah Covid-19 di Sumatera Selatan menjadi sorotan Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus yakni diantaranya PW IPNU Sumsel, PKC PMII Sumsel, DPD IMM Sumsel, Badko HMI Sumsel, GMNI Sumsel, PD KMHDI Sumsel, GMKI Sumsel, dan PMKRI Palembang. 

Merespon hal tersebut, Kelompok Cipayung Plus Selasa (19/5/2020) menggelar diskusi online lewat meeeting zoom bersama Para Pemimpin Daerah yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Adapun kegiatan tersebut mengusung tema "Strategi Pemerintah Daerah Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19".

Turut ikut serta dalam diskusi tersebut yakni diantaranya Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA, Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe Bupati Lahat Cik Ujang, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, dan Bupati PALI Heri Amalindo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA menyampaikan Pemkab Muba bersama Forkopimda dan berbagai elemen akan terus maksimal dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah Covid-19. 

"Bahkan kami juga di Muba melibatkan berbagai OKP untuk upaya pencegahan dan penanganan penularan Covid-19 ini," ucapnya.

Menurut Dodi, peran OKP sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi warga masyarakat agar terhindar dari wabah Covid-19.

"Pemkab Muba dan stakeholder terkait tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, andil peran banyak pihak khususnya OKP sangat dibutuhkan utamanya dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19," imbuhnya. 

Lanjut Dodi, dalam hal penanganan Pemkab Muba melalui RSUD Sekayu bersama Gugus Tugas Covid-19 juga telah berhasil merawat pasien positif Covid-19 hingga akhirnya selama masa karantina dan perawatan dinyatakan sembuh. 

"Tenaga medis di Muba sangat maksimal berusaha dalam upaya penanganan, dan Alhamdulillah sebelumnya PDP yang terkonfirmasi positif di Muba saat ini telah dinyatakan sembuh," ulasnya.

Upaya lain dalam pencegahan, lanjut Dodi, Pemkab Muba bersama Gugus Tugas dan Forkopimda memperketat pengawasan di area perbatasan dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan mengecek satu persatu suhu tubuh penumpang kendaraan yang masuk ke wilayah Muba.

"Pengawasan ini dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan Gugus Tugas, TNI, dan Polri," terangnya.

Kemudian, Pemkab Muba juga telah menyalurkan bantuan-bantuan kepada warga terdampak Covid-19 baik mulai dari sembako hingga bantuan uang. 

"Ada 100 ribu lebih warga Muba yang mendapatkan bantuan terdampak Covid-19, semuanya disalurkan merata. Baik yang terdata maupun tidak terdata. Prinsipnya Pemkab Muba akan mengakomodir semua warga yang terdampak tanpa terkecuali," tegasnya. 

Sementara itu, Salah satu OKP yang tergabung Kelompok Cipayung Plus, Ketua Badko HMI Sumsel Bambang Irawan mengapresiasi upaya Kepala Daerah yang telah agresif dalam pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.

"Kami apresiasi, dan berharap upaya-upaya tersebut terus dimaksimalkan demi kebaikan masyarakat di daerah masing-masing," ucapnya.

Ia mengajak, agar Kepala Daerah selalu bersinergi dengan OKP untuk upaya memutus rantai penularan wabah Covid-19. "Kita semua berharap agar wabah ini segera hilang dan kembali berjalan normal seperti biasa," pungkasnya.(hsm)