NEWS

Slider

KPM Sakit dan Lansia di Muba Cukup Tunggu di Rumah

Penyaluran Bantuan JPS di Muba Terus didistribusikan oleh satuan gugus tugas 

MUBA,DS. - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah komando Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19  tidak henti-hentinya mengajak masyarakat Muba untuk patuh dan taat terhadap protokol kesehatan Covid-19. 

Sosialisasi Ini juga terus digaungkan kepada seluruh warga warga masyarakat  Musi Banyuasin tujuanya tidak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19

Sedangkan bantuan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) terdampak Covid-19. Ketua Gugus Tugas Penangan Covid-19 Dodi Reza memerintahkan gugus tugas tim penyalur bantuan agar KPM yang sedang sakit dan lanjut usia (lansia) untuk tidak mengambil bantuan secara langsung melainkan Petugas gugus tugas kita yang door to door memberikan bantuan dimaksud kerumah mereka langsung.

"Pak Bupati Muba Dodi Reza sangat peduli dan terus berusaha untuk meminimalisir penularan Covid-19, jadi kalau ada KPM yang sedang sakit dan sudah lanjut usia (lansia) dan rentan terhadap covid-19 Maka bantuan yang akan diberi langsung diantar tim ke rumah KPM, jadi KPM cukup tunggu di rumah saja," ungkap Plt Kadinsos Muba, Drs Ahmad Nasuhi SH MM. 

Nasuhi menyebutkan, saat ini bantuan JPS di Muba terus disalurkan bertahap ke desa-desa di wilayah Muba, meski di hari libur namun tim tetap melakukan penyaluran bantuan langsung ke KPM. 

"Minggu lalu misalnya mulai pukul 09.00 tim penyalur menyalurkan bantuan di Desa Purwosarari dan Desa Lais, bantuan disalurkan kepada 324 KPM di Desa Purwosari dan 253 KPM di Desa Lais. Jadi, meski hari libur tim penyalur bantuan tetap bekerja menyalurkan bantuan dengan selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19," terangnya.  

Kemudian, di Lalan Senin (18/5/2020) penyaluran JPS yakni BLT Dana Desa 453 KK juga telah disalurkan. Tidak hanya BLT Dana Desa namun jajaran Pemerintah Kecamatan Lalan juga menyalurkan 500 nasi kotak gratis untuk warga Kecamatan Lalan. 

"Berdasarkan data KPM di Lalan ada sebanyak 567 KK, namun 104 KK tidak bisa dibagikan karena KPM sudah pindah dan ada juga yang sudah meninggal dunia," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Lic Econ MBA memerintahkan kepada seluruh satuan gugus tugas kiranya dalam penyaluran bantuan JPS di Muba akan terus berjalan, pastikan seluruh warga  kurang mampu Muba dan yang terdampak Covid-19 harus mendapatkan bantuan baik dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah sesuai dengan kriteria Keluarga Penerima Manfaat 

Seluruh kepala OPD yang bertugas di kabupaten Musi banyuasin yang telah ditunjuk sebagai Penanggung jawab perwilayah kecamatan untuk dapat mengawasi memantau pelaksaanan dilapangan dan setiap temuan dan permasalahan yang ada untuk dapat diminilamisir dan hasilnya kita tindak lanjuti dan memberikan solusi setiap persoalan dan kendala yang didapatkan sekali lagi saya minta pastikan seluruh warga kurang Mampu dan seluruh warga terdampak Covid-19 di Muba mendapatkan bantuan, tegas Dodi Selaku ketua gugus tugas percepatan penangan covid-19 di kabupaten Musi Banyuasin.(hsm) 

Disahkan Sebagai Mustasyar NU Sumsel, Dodi Reza Juga Diangkat Sebagai Pembina LAZISNU

DRA Bakal Salurkan Bantuan Terdampak Covid-19 untuk Warga NU di Sumsel

MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Lic Econ MBA tidak bisa dipisahkan dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU), setelah ditunjuk Ketua PBNU Prof KH Said Aqil Siradj menjadi Mustasyar PWNU Sumatera Selatan.

Kini Dodi Reza Alex yang kerap disapa kalangan warga NU DRA tersebut juga ditunjuk Ketua PWNU Sumsel KH Amirudin Nahrawi (Cak Amir) menjadi Pembina Kepengurusan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)  Sumatera Selatan periode 2020 - 2025.

Ini ditandai dengan diserahkan langsung Surat Keputusan  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Selatan No 51/A.11/PW/06/04/2020 tanggal 26 Sya'ban 1441 H/ 20 April 2020 oleh Ketua PWNU, KH Amirudin Nahrawi (Cak Amir) kepada Bupati Muba DRA saat melakukan Audiensi di Ruang Audiensi Bupati Muba, Senin (18/5/2020).

Dikatakan Dodi, dirinya sangat berbahagia sekali dan suatu kehormatan karena mendapatkan kunjungan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel, Cak Amir bersama rombongan pengurus wilayah NU Sumsel lainnya juga.

"Alhamdullilah mulai hari ini saya aktif sebagai Pembina LAZISNU Provinsi Sumsel. Ini tanggung jawab dan amanah bagi kami, dan prinsipnya kami akan mengedepankan kemaslahatan umat terutama umat NU, bukan hanya di Kabupaten Muba tapi juga di Provinsi Sumsel," ujar Dewan Pembina GP Ansor Sumsel itu.

Dalam kesempatan tersebut, Dodi Reza juga mengatakan, bahwa dirinya akan memberikan bantuan sebanyak 5 ton beras untuk para umat NU yang terdampak wabah Covid-19.

"Insha Allah hubungan kita Pemkab Muba dengan NU akan terus kita jaga sebaik-baiknya, memang sejak dulu hingga kini hubungan kami keluarga besar begitu erat, dan semoga akan terus begini sampai kedepannya,"ujar Dodi.

Sementara itu Ketua PWNU, KH Amirudin Nahrawi (Cak Amir) mengapresiasi atas kepedulian dan semangat Bupati Muba H Dodi Reza Alex sebagai Pembina LAZISNU Sumsel.

"Kami tahu betul keluarga besar beliau mengalir darah NU, maka wajar saja sosok seorang pemimpin Kabupaten Muba ini begitu aktif mendorong kemajuan umat NU. Kami ucapkan terimakasih kepada pak Dodi atas kontribusi yang telah diberikan, Lima ton beras ini insya'allah akan kami bagikan secara merata kepada umat NU yang terdampak Covid-19,"pungkasnya.(hsm)

USAI PIMPIN RAPAT PARIPURNA KETUA DPRD BERIKAN NASI KOTAK DAN UANG TUNAI KE PANTI JOMPO

INDRALAYA.DS, -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD)Kabupaten Ogan ilir menggelar rapat paripurna dalam rangka pandangan umum Fraksi fraksi terhadap nota penjelasan dua Raperda Kab. Ogan Ilir atas usul Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, bertempat diruang rapat Paripurna DPRD KPT Tanjung Senai” Senin (18/05/20).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Soeharto HS, SH yang didampngi wakil ketua DPRD Ahmad Syafe’i.S.Sos.,M.Si yang dihadiri Perwakilan fraksi, selebihnya mengikuti diruang kerja masing masing melalui video comperence.

” Hadir Bupati Kabupaten Ogan ilir yang diwakil Sekretaris daerah Herman,SH,MM, Sekretaris DPRD Mukhsina,SE,M.Si, Kabag Legislasi Yubhar, S.IP, Kasubag Persidangan Dedi Afrizal,ST dan semua OPD mengikuti di ruang dinas masing masing melalui Vidcom.

Dalam penyampaiannya pandangan fraksi Golkar disampaikan oleh Basri M, Zahri.S.Pd,M.Si, Fraksi PDI Perjuangan disampaikan Zainab.S.Pd, Fraksi Nasdem disampaikan oleh Afrizal,SH, Fraksi PPP disampaikan oleh Zahrudin,SE, Fraksi PAN disampaikan oleh Arsudin Ruslan,ST, Fraksi Bergerak disampaikan oleh Taufik Artama,SE dan Fraksi Persatuan Bangsa disampaikan oleh Rosita dewi.

Ketujuh fraksi DPRD OI menyetujui, bahwa Raperda Tentang Pengawasan dan Pembinaan Sumber Daya Perikanan dan Raperda Tentang Pembentukan Organsasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan dan Politik menjadi Perda Kabupaten Ogan Ilir.

“Usai Memimpin Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Dua Raperda, Ketua DPRD OI Soeharto Hs langsung berkunjung ke dinas sosial Panti Jompo untuk berbagi dengan memberikan nasi sebanyak 100 Kotak untuk berbuka puasa dan uang Tunai sejumlah Empat Juta Rupiah kepada penghuni panti jompo tersebut, dan dilanjutkan ke panti social anak anak dengan memberikan nasi kotak untuk berbuka puasa”,pungkas. Red

Dodi Reza Alex dan Dinskominfo Muba Dinobatkan Tribun Institute Sebagai Influencer Good Content Award Againts Covid-19

Muba Dinilai Sukses Beri Pengaruh Positif Gerakan Lawan Covid-19 

MUBA,DS. - Meski sedang dihadapi wabah Covid-19, namun sejumlah Tokoh dan Pejabat Publik tetap ada yang menginspirasi masyarakat khususnya kalangan generasi millenial untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 dengan cara menghasilkan konten-konten positif di media sosial (medsos). 

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Lic Econ MBA salah satunya, yang dinilai menjadi salah satu Influencer warganet karena getol mensosialisasikan gerakan lawan Covid-19 lewat akun medsos instagram miliknya @dodirezaalexnoerdin. Bahkan, atas kegetolannya tersebut Ketua DPD Partai Golkar Sumsel itu dinobatkan Kompas Group dalam hal ini Tribun Institute menjadi Influencer Good Content Award Againts Covid-19. 

"Penghargaan ini diberikan pada para influencer media sosial baik perorangan atau lembaga yang menghasilkan konten positif dalam kampanye bersama melawan Covid-19. Nah, pak Dodi Reza ini satu-satunya Kepala Daerah sekaligus Tokoh Politik di Sumsel yang sangat gencar mensosialisasikan dan menginspirasi gerakan lawan Covid-19," ungkap Kepala Newsroom Sripo-Tribun Sumsel, Hj L Wenny Ramdiastuti. 

Wenny mengaku, di tengah wabah Covid-19 sosok Dodi Reza Alex sangat gencar mengedukasi dan sosialisasi gerakan bersatu lawan Covid-19. Khususnya, dalam menyebarkan konten-konten yang baik dan mendidik bagi masyarakat. 

"Kami percaya peran influencer sosial media sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan, dan di tengah wabah Covid-19 dapat memberikan energi positif untuk melawan covid-19, oleh sebab itu kami merasa Tokoh-Tokoh dan sosok seperti pak Dodi Reza ini harus diberikan award," ucapnya.

Tidak hanya, Bupati Muba Dodi Reza Alex yang dinobatkan Influencer Good Content Award Againts Covid-19, di kategori Lembaga Pemerintah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba juga dinobatkan 
Influencer Good Content Award Againts Covid-19 yang dinilai dan update dalam mengkampanyekan gerakan lawan Covid-19. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA mengucapkan terima kasih atas pemberian Award Influencer Good Content Award Againts Covid-19. Ia mengaku, tindakannya tersebut merupakan upaya untuk menyemangati masyarakat yang saat ini sedang dihadapkan wabah Covid-19. 

"Saat ini masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah dan menggunakan gadget, tentu banyak waktu pula menggunakan media sosial, nah inilah momen untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat dengan konten-konten positif agar tetap semangat menghadapi dan melawan wabah Covid-19," terangnya. 

Doktor alumni Universitas Padjajaran ini juga mengajak, agar saat ini harus banyak membuat konten positif di media sosial yang memberikan semangat,  seperti tiktok cuci tangan yang simple dengan tindakan tersebut tentu menjadi contoh dan akan menghasilkan energi positif yang dapat meminimalisir penularan Covid-19.

"Mari kita selalu saling menyemangati dan membekali diri kita dengan perbuatan-perbuatan positif agat kita semua terhindar dari penularan wabah Covid-19," tandasnya.

Senada, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Muba, Herryandi Sinulingga yang juga mendapat penghargaan tersebut mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan sebagai penyemangat dan motivasi bagi Tim Dinkominfo sesuai Tusinya tetap bekerja saat masa pendemi ini untuk menyampaikan informasi terupdate percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan dibawah komando Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di Kabupaten Musi Banyuasin, yang kami informasikan ke
Masyarakat luas melalui Sosial Media salah satunya melalui Instagram Beritamuba dan Sosial Media Resmi Dinkominfo Muba yang terus kami unggah tujuannya adalah untuk bahan informasi yang benar bagi masyarakat pembacanya. 

"Kami Dinskominfo Muba bangga atas apresiasi ini sehingga menginspirasi bagi Tim kami untuk terus membuat konten-konten yang positif, dan memberikan Informasi yang mendidik kepada masyarakat melalui media sosial termasuk media lainnya, sehingga apa yang telah dilakukan dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. "Mari kita bersatu melawan dan meminimalisir Penyebaran Covid-19 di daerah kita masing masing dan juga perang terhadap berita-berita Hoax", pungkasnya.(hsm) 

Diduga Tak Transparan Memberi Insentif ,Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Adukan Nasibnya Ke Dewan ,Direktur Terancam di Copot

INDRALAYA.DS,-- Ratusan tenaga Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir dokter, perawat, bidan, analis, sopir ambulance dan petugas kesehatan lainnya mendatangi Komisi IV DPRD Ogan Ilir,mereka menuntut keterbukaan pimpinan rumah sakit dalam penanganan Covid-19, Senin (18/5/2020).

Kedatangan ratusan tenaga medis ini dikarenakan selama ini diduga tidak ada kejelasan terhadap besarnya jumlah  insentif, serta ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memiliki standar, serta perlindungan hukum di dalam menjalankan tugas.
Semua tugas medis berada di garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 dengan mempertaruhkan nyawa.

Kedatangan Mereka  diterima langsung oleh Komisi IV DPRD Ogan Ilir, dalam Pertemuan yang berlangsung tertutup yang diwakili 10 orang tertutup.

Usai pertemuan salah seorang tenaga medis dari bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ogan Ilir, kepada sejumlah awak media mengatakan, alasan para tenaga medis RSUD Ogan Ilir melakukan mogok kerja karena soal transparansi insentif atau uang lelah yang tidak diketahui rinciannya, Kedua masalah perlindungan karena sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 kami butuh perlindungan APD yang standar, Ketiga rumah singgah yang representatif untuk kami berganti pakaian sebelum pulang ke rumah,"ya,kami mogok karena soal transparansi insentif,sarana dan prasarana seperti APD berstandar yang belum memadai serta rumah singgah untuk kami berganti pakaian sebelum pulang kerumah,"katanya.

Selanjutnya Ia kemudian menepis tuduhan pihak managemen RSUD Ogan Ilir yang mengatakan mereka mogok kerja karena takut menangani pasien Covid-19,"Tidak benar kalau dikatakan kami takut menangani pasien Covid-19, kami garda terdepan pak, tidak hanya Covid-19 tapi kami menangani seluruh pasien tertular,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa menyesalkan adanya mogok kerja para tenaga medis di RSUD Ogan Ilir di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu Komisi IV DPRD Ogan Ilir jelas Rizal, akan mencari jakan keluar dan memfasilitasi kedua belah pihak terutama yang berkaitan dengan poin-poin yang menjadi tuntutan tenaga paramedis tersebut.

"Kami juga sudah  menerima perwakilan para tenaga medis, ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan terkait penanganan pasien yang khusus terpapar Covid-19. Ini akan kita fasilitasi ke pemerintah Kabupaten Ogan Ilir." Terangnya.

Rizal Mustofa mengingatkan Pihak Manajeman RSUD Ogan Ilir tidak menolak Pasien yang akan berobat, karena sesuai sumpah jabatan harus melayani Pasien dengan maksimal " yang bertanggung jawab adalah direktur, kalau tidak menjalankan tugas untuk menangani pasien, sebaiknya diganti saja,"tegasnya.(drs)

9 Orang Perangkat Desa Ulak Pandan Mengundurkan diri

LAHAT.DS, --  Ulak pandan(18/5/2020) Desa Ulak Pandan Desa yang beberapa tahun kebelakang banyak menuai prestasi dan populer dengan desa yang kratif dan Inovatif. Ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang pernah diraihnya baik Tingkat Nasional atau pun Daerah.

Desa yang pada tahun 2014,2015,2016 adalah Desa yang tertinggal, pada tahun 2017 berubah menjadi Desa yang berkembang dan pada tahun 2019 yang lalu berubah menjadi Desa yang maju.
Tetapi ditahun 2020 ini seperti meninggalkan begitu banyak persoalan, pasca bergantinya kepemimpinan pada tanggal 9 maret lalu Desa ini seperti tidak terdengar lagi aktifitas atau kegiatan apapun. Dan hari ini tiba-tiba terdengar kabar bahwa 8 perangkat desa serentak mengundurkan diri.  ini menjadi tanda tanya besar karena tak tanggung-tanggung 8 orang perangkat dan 1 staff kantor.  ada apa di Ulak Pandan..????

Pewarta mencoba menyelusuri dan menggali informasi melalui keterangan beberapa perangkat Desa yang mengundurkan diri pada hari ini,
Dedi Iswarlan yang awalnya menjabat sebagai Kasi Pemerintahan menjelaskan bahwa benar kami sepakat untuk mengundurkan diri,  karena kami sudah merasa tidak bisa sejalan lagi dengan kepemimpinan yang dipimpin PJS saat ini. Komunikasi tidak terjalin,  koordinasi pun tidak ada, kepemimpinan otoriter tidak mencerminkan musyawarah mufakat, penetapan Sekdes tanpa mekanisme musyawarah atau pemilihan,  pengangkatan LPM tanpa musyawarah. Begitu juga pembubaran/pemaksaan pengunduran diri  sepihak Lembaga Adat yang belum habis jabatan dan diganti tidak melalui musyawarah dan aturan. Tau-tau surat keputusan dibuat sendiri sudah diserahkan ke kecamatan tanpa ada berita acara,  daftar hadir,  perdes, tidak tiketahui BPD dan kami perangkat desa, bahkan orang-orang yang ditunjukpun tidak mencerminkan keterwakilan seluruh masyarakat, semuanya Mal administrasi terlalu ambisi, ujarnya.

Sementara Hartika awalnya adalah Kadus 3 Lah ngape kalu dide sejalan, dengan Kadus saje Pjs dide kenal makmane kami nak parak kalau die bae dide kenal dengan kami, pendekatan dikbedie, koordinasi apa lagi sekendak die saje.  Sementara Astini selama ini kalau mau berurusan tidak dilaksanakan dikantor desa tetapi dialihkan dirumah warga  yang ditunjuk pjs.

Beda lagi dengan Safta Ariansya Selaku Kasi Aset pun tak ketinggalan berkomentar bagaimana kami tidak kecewa seluruh Aset Desa saja ingin dikuasai padahal selaku Pjs tidak boleh untuk pengalihan aset,  seperti pelayanan mobil ambulan desa, dum truck angkutan, penerpalan,  jalan adat, semua diambil paksa tanpa ada musyawarah, kasian sopirnya selama ini gajinya tidak dibayar tetapi secara tidak hormat langsung diganti orang sesuai keinginan Pjs.

Ditempat terpisah Tomi Pratama awalnya kadus 5 menjelaskan bahwa bagaimana kami mau nyaman bekerja roda pemerintahan tidak jalan, kantor desa tutup terus,  PKK,  Pelayanan KB, Posyandu semuanya mati suri. Apa lagi saat ini Sedang dilanda wabah Covid-19 yang sangat berbahaya Untuk pencegahan, himbaun,  sosialisasi saja tidak ada,  posko tidak ada,  kalangan sebebas-bebasnya,  kalau Rapat selalu mengedepankan amarah tidak mengedepankan musyawarah. Ujarnya

'Masih ingat Video Bupati yang beredar dimedsos bupati marah-marah kenapa perangkat desa tidak hadir dikegiatan waktu itu, kegiatan pembagaian Sembako dari PT. BAU 'itu karena kami selaku perangkat desa tidak diberitahu sama sekali oleh PJS prihal kegiatan itu,  jadi bagaimana kami mau datang' ujar Deka Akbar yang awalnya Kadus 4 menambahkan.

Berdasarkan pantau awak media ini daftar perangkat desa yang mengundurkan diri saat ini
1. Kasi pemerintahan
2. Kasi. Aset
3. Bendahara Desa
4. Operator Desa
5. Staff kantor Desa
6. Kadus 2
7. Kadusn3
8. Kadus 4
9. Kadus 5

Sementara BPD Desa Ulak Pandan saat dimeminta keterangan membenarkan, kami akan Rapat internal terlebih dahulu, Demikian juga Pjs Kepala Desa Ulak Pandan saat berita ini dibuat tidak berada ditempat sehingga belum dapat dikonfirmasi oleh awak media.NID

35 Pejabat Fungsional Pemkab Muba Dilantik Lewat Vidcon

MUBA,DS. - Sebanyak 35 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilakukan 
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji melalui Teleconference. 

Prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Muba Drs H Apriyadi MSi. 35 diantaranya Pejabat Fungsional yang dilantik untuk menempatkan di posisi Bagian Pengadaaan Barang dan Jasa, Rumah Sakit dan Puskesmas tersebar di Kabupaten Muba. 

"Prosesi pelantikan dilakukan lewat video teleconference dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19," ungkap Sekda Muba, Drs H Apriyadi MSi, Senin (17/8/2020). 

Sementara itu, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM menjelaskan, Berkenaan ditetapkannya Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona dan Surat Edaran Kepala BKN Tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS atau Sumpah/Janji Jabatan Melalui Media Elektronik/Teleconference pada Masa Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona. 

"Maka pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Tertentu dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan
dilaksanakan melalui Teleconference," tandasnya.

Pelantikan JFT kali ini didominasi oleh Formasi CPNS 2018 yang merupakan ASN Milenial terutama Tenaga Kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkat Profesional ASN terutama Tenaga Kesehatan apalagi disaat kita melawan Pandemi Covid-19.(hsm) 

PT.BA Tbk Bukit Asam Berikan Bantuan Sembako Kepada Pemkab Lahat Untuk Pandemi Corona Virus COVID-19

LAHAT.DS,--- Sebagai wujud keperdulian PT Bukit Asam Tbk, terhadap penanggulangan dampak Covid-19  di Kabupaten Lahat. Untuk kesekian kalinya  memberikan bantuan paket sembako, kali ini  2947 Paket Sembako.di serahkan PT.BA Tbk Bukit Asam.
Zulfikar Azhar Senior Manager CSR, Efensi  Manager Humas, Gito Prawoko Asisten Manager Bina Lingkungan PT Bukit Asam beserta rekan menyambangi Kantor Balai Desa Prabumenang menyerahkan bantuan tersebut disambut positif Bupati Lahat Cik Ujang.

Turut hadir pada kegiatan tersebut dihadiri Kadis DLH Agus Salman, Camat Merapi Timur Miharta SE, MSi, Yunisa Rahman Inspektur, Kapolsek Merapi AKP Adriansyah, SE, SiK, Koramil, beserta Kades dsn Lurah di Kecamatan Merapi Timur 18/5.
Satiun Solistian selaku Kades Prabu Menang merasa bersyukur atas dibantunya sembako oleh Management PT BA atas dampak Covid-19 sebanyak 300 paket sembako di Desa Prabu Menang, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lahat.

Sementara itu Zulfikar Ashar selaku Senior Manager CSR PT BA Tbk pada arahannya mengatakan " sebanyak  7 Desa satu Kelurahan di Kecamatan Merapi Timur dan satu Desa di kecamatan Merapi Barat Desa Merapi, untuk setiap KK diberikan Satu Dus Mie Instan dan satu Kampil beras 5 Kilo,

Bupati Lahat Cik Ujang berpesan kepada warga di Merapi Timur "  bantuan dari PT Bukit Asam perlu kita syukuri, pergunakan lah sesuai kebutuhan, PT Bukit Asam merupakan perusahaan yang lama berkembang dan telah banyak membantu pemerintah daerah. Diharapkan kepada para Kades untuk saling mendukung dan bersinergi memutus mata rantai Covid-19 " pungkas Cik Ujang ( DNI)

Posko Perbatasan di Muba Diperketat pencegahan Covid 19 Masuk Wilayah Muba

Pengawasan Pintu Masuk dan Semprot Disinfektan

MUBA,DS. - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muba terus maksimalkan antisipasi serta penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin terus. Beberapa Posko di wilayah perbatasan Muba pun diperketat guna meminimalisir penularan wabah Covid-19 yang masuk di wilayah Muba. 

Plt Kepala BPBD Muba, Indita Purnama menyebutkan, saat ini posko-posko penanganan dan pencegahan Covid-19 di area perbatasan Muba terus meningkatkan pengawasan dan antisipasi. 

"Penjagaan dilakukan selama 24 jam di tiap posko secara bergantian dengan melibatkan beberapa pihak diantaranya Jajaran Polres Muba, Kodim 0401,  Pol PP,  DAMKAR, BPBD, Dinkes Muba dan Jajaran Dishub Muba," ungkapnya. 

Lanjutnya, tidak hanya penjagaan, di tiap posko juga melakukan penyemprotan disinfektan di tiap kendaraan yang melintas. "Penyemprotan disinfektan juga dilakukan serta mengecek suhu tubuh pengendara. 

Dikatakan, adapun Posko yang disiagakan yakni diantaranya di Kecamatan Bayung Lencir, Babat Supat, Jirak Jaya, Keluang, Lais, Batanghari Leko, Sanga Desa, dan Sungai Keruh. 

"Untuk posko induk berada di Sekayu, selain penjagaan tiap posko juga membagikan masker untuk masyarakat dan pengendara," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex menyebutkan, agar para pihak yang berada siaga di posko untuk maksimal melakukan pengawasan. 

"Terlebih sebentar lagi akan lebaran, pengawasan untuk pengendara yang masuk wilayah Muba tentu harus dimaksimalkan," ucapnya.

Upaya tersebut, lanjut Dodi, tidak lain untuk melindungi warga Muba dari penularan wabah Covid-19. "Tetap jaga kesehatan, kurangi aktifitas di luar rumah serta tetap menggunakan masker," tandasnya.

Kapolsek Bayung Lencir AKP Jhon Roni Hasibuan juga melaporkan bahwa Kegiatan Pers Pos Pam Ops Ketupat Musi 2020 Polres Muba dan Posko Pelayanan Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Perbatasan Provinsi Sumsel-Jambi di Desa Suka Jaya Kecamatan Bayung terus dilaksanakan baik penyemprotan desinfektan terhadap kendaraan pribadi, truk dan Bus yang melintas.

"Pada pemeriksaan suhu tubuh sopir dan penumpang tidak didapati suhu badan yang melebihi batas normal, selain itu kami terus menghimbau kepada para pengendara untuk tidak mudik", jelasnya.

Senada Kapolsek Sanga Desa Iptu Suventri SH dan Kapolsek Babat Supat Indra W Asahi pelaksanaan juga dilaksanakan rutin di Posko Kecamatan Sanga Desa dan di Posko di Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat

" Pemeriksaan suhu tubuh sopir dan pengendara serta desinfektan tetap dilakukan dan pelaksanan berjalan aman dan lancar", tukasnya.(hsm) 

Sisir Warga Miskin Tidak Terdata Dinsos Beri Bantuan

Salurkan Sembako di Desa Teluk Kijing

MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Lic Econ MBA memastikan semua warga Muba yang berhak mendapatkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) akan  mendapatkan hak mereka di tengah wabah Covid-19 ini. 

Tercatat ratusan ribu warga Muba yang akan mendapatkan bantuan tersebut yang tidak hanya mengacu pada data DTKS, DD, PKH, dan BPNT, namun Pemkab Muba juga menyiapkan alokasi khusus untuk warga yang tidak terdata tetapi berhak mendapatkan bantuan.

Seperti yang dilakukan Dinas Sosial Muba yang langsung dipimpin Plt Kadinsos Muba Drs Ahmad Nasuhi SH MM yang mendatangi sejumlah warga di Desa Teluk Kijing 3 untuk menyalurkan bantuan sembako bagi warga Muba yang tidak terdata. 

"Jadi, pak Bupati Dodi Reza juga menyiapkan alokasi bantuan untuk warga Muba yang tidak masuk dalam data DTKS dan lainnya. Oleh sebab itu, kami sisir satu persatu warga di pelosok Muba untuk menyalurkan bantuan tersebut," ungkapnya. 

Dikatakan Nasuhi, Pemkab Muba melalui Dinsos Muba menyiapkan alokasi sekitar 15 ribu KK untuk bantuan kepada warga yang tidak terdata. "Di Desa Teluk Kijing 3 ini kami salurkan bantuan kepada 10 KK yang tidak terdata bantuan," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex memastikan, bantuan untuk warga terdampak Covid-19 di Muba  tersebut diperuntukkan bagi warga yang berada diluar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. 

Dari hasil inventarisir data Dinas Sosial Muba  jumlah total keluarga penerima Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) seluruhnya adalah 101.099 KK di Muba yang akan mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. 

Untuk bantuan Bantuan Sosial Tunai APBD Kabupaten Muba Tahun 2020 yang diberikan sebesar Rp.400.000/ KK ini, lanjut Dodi, Pemkab Muba bekerjasama dengan BRI dalam penyalurannya melalui e-Warung/BRI Link. 

"Kami pastikan dalam penyaluran bantuan ini menerapkan sistem kesesuaian data tentang nama dan alamat (by name and by address), sehingga tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran," tegasnya.

Dodi menyebutkan, bantuan untuk warga terdampak Covid-19 di Muba tidak hanya mengandalkan Bantuan Sosial Tunai APBD Kabupaten Muba Tahun 2020, namun ada juga bantuan langsung tunai dan bantuan dari Dana Desa. 
"Bansos tersebut diperuntukkan bagi 86.099 KK; terdiri dari 81.758 KK yang tersebar di 227 Desa dan 4.341 KK tersebar di 13 Kelurahan", tukasnya.

Bansos yang distribusikan ke 81.758 KK di 227 Desa antara lain:
1. Bansos Penerima Keluarga Harapan (PKH), nilainya variatif per bulan untuk 17.545 KK
p2. Bansos Sembako/BPNT, Rp.600.000 untuk 16.435 KK selama 3 bulan
3. Bansos BLT Kemensos, Rp.600.000 untuk 7.530 KK selama 3 bulan
4. Bansos BLT Dana Desa, Rp.600.000 untuk 40.248 KK selama 3 bulan

Sementara Pemerintah Daerah Musi Banyuasin sendiri memberikan bansos yang bersumber dari APBD, diantaranya (1) Bansos APBD Tunai, (2) Subsidi listrik PT. MEP dan PDAM, (3) Bansos Beras, dan (4) Bansos Top Up Sembako/BPNT sebagai tambahan senilai Rp.400.000 / KK. Semua bantuan ini didistribusikan secara bertahap untuk 3 bulan ke depan, kecuali bansos PKH dan BPNT Kemensos yang dibayarkan rutin setiap bulannya.(hsm)