NEWS

Slider

Barisan Pemuda Adat Nusantara Musi Banyuasin Edukasi Warga Dawas Pakai Masker

MUBA,DS. - Dampak Virus Corona (Covid-19) yang mewabah di hampir seluruh wilayah Indonesia nampaknya menjadi salah satu Fokus utama Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan beberapa Aturan melalui Protokol Kesehatan.
Dalam hal ini pun sejumlah Provinsi maupun Kabupaten Indonesia telah melaksanakan instruksi yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo baik kepada Gubernur, Walikota, Bupati maupun pejabat daerah tingkat bawah.

Tak hanya elemen Pemerintahan, hal itu juga didukung oleh sejumlah elemen Lapisan Masyarakat baik Ormas, OKP, maupun LSM. Hal itu pun senada dilaksanakan oleh BPAN (Barisan Pemuda Adat Nusantara) kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan yang mengedukasi Warga desa Dawas kecamatan Keluang untuk menggunakan Masker.

Dalam kesempatan tersebut Kader BPAN kabupaten Musi Banyuasin Haimah dalam kesempatannya mengatakan, Alhamdulilah kita dari Barisan Pemuda Adat Nusantara kabupaten Musi Banyuasin melaksankan #GerakanWajibMasker untuk mengedukasi warga agar bepergian tetap menggunakan Masker.


" Kami Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan giat pembagian masker di desa Dawas, dimana dalam hal ini kami juga menyampaikan kepada warga agar selalu melaksanakan aturan-aturan yang ditetapkan oleh Protokol Kesehatan," ungkap Haimah.

Lanjutnya, kami berharap edukasi ini dapat sampai dihati warga, agar mereka dapat membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19, serta melaksanakan beberapa Point pola hidup bersih dengan cara mencuci tangan dengan sabun, tetap berdiam diri dirumah saja, dan Social Distancing.

" Sesuai dengan instruksi dari Presiden Republik Indonesia dalam pemutusan mata Rantai Covid-19, dalam hal ini kami sampaikan agar warga tetap diam dirumah saja, jika bepergian untuk tetap melaksanakan Social Distancing dan Phisical Distancing," tandasnya.(hsm) 

PMI Muba Salurkan Bantuan Kemanusian Ke Suku Anak Dalam

MUBA,DS. -  Palang merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin menyalurkan paket bantuan kemanusiaan kepada komunitas suku anak dalam (SAD) terkhusus yang berdiam di kawasan hutan Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Bantuan yang disalurkan didistribusikan ke 77 kepala keluarga (KK) sesuai Data yang masuk di PMI Muba, bantuan itu akan disalurkan dua titik atau dua lokasi dimana masing -masing bantuan terdiri dari 38 KK di dusun delapan Muara Medak 39 KK di dusun lima Muara Medak, khusus dusun lima ini harus masuk melewati provinsi jambi.

“Paket bantuan yang di salurkan ke suku anak dalam tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras dan lainya, ada juga paket hygiene KIT untuk untuk kehidupan sehari-hari serta beberapa alat untuk kebersihan diri dan lingkungan di tangan termasuk juga pakaian pakaian layak pakai”,kata Beni, Kamis (7/5).

Dikatanya, bantuan yang disalurkan ke SAD tersebut diberikan atas dasar kemanusiaan menginggat kondisi pandemi covid -19 masih melanda. Penyaluran bisa dilakukan Atas kerjasama palang merah Indonesia Kabupaten Musi Banyuasin dengan aliansi masyarakat adat nusantara dimana aliansi ini memiliki anggota komunitas suku anak dalam.

Untuk mekanisme penyaluran sendiri, nantinay barang-barang yang disalurkan oleh PMI Kabupaten nantinya akan di drop oleh PMI Kabupaten di posko PMI di lapangan.Dimana barang-barang tersebut nantinya di drop posko PMI yang berada di Muara Medak di Dusun delapan.

“Dari posko itu, relawan -relawan PMI akan mendistribusikan bantuan tersebut ke 77 KK suku anak dalam. Kami Ingatkan Kembali agar Dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan tersebut para relawan harus mengedepankan physical distensing”,terangnya.

Selain itu beni menyebutkan, PMI Muba membentuk posko di lapangan yang berada di Muara Medak bukan hanya untuk posko covid-19 namun juga, digunakan untuk sebagai posko pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di Desa Muara Medak.

“Jadi kita bentuk posko covid -19 rasa karuhtla, di posko itu nanti relawan -relawan sekaligus akan melakukan sosialisasi dan edukasi pada dua hal, pertama pencegahan Covid-19 kemudian juga edukasi persiapan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kenapa ini penting dilakukan, karena di muara medak kita ketahui bersama pada tahun lalu merupakan wilayah kebakaran kita ingat di situ ada 1925 titik kebakaran. Dari itu kita harapkan relawa- relawan PMI di lapangan sudah mulai melakukan sosialisasi di lapangan sembari bersamaan memberikan edukasi terkait covid-19 juga memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap pencegahan karhutla,”bebernya.

Untuk itu, PMI Kabupaten Muba mengajak semua pihak untuk mencegah secara bersamaan covid-19 dan Karhutlah,Polanya sama covid-19 mengawasi pergerakan orang jangan menularkan virus, sementara karhutla juga harus dicegah dengan pengawasan aktivitas orang yg masuk kedalam hutan untuk melakukan pembakaran.

Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekate ini juga mengatakan, BMKG memprediksi tahun ini sekitar bulan juli akan mulai musim kemarau dan di prediksi lebih kering , Nah jangan sampai ditengah corona justru ditambah paparan asap karhutlah apalagi gambut di Merang dan Muara Medak terbakar sulit utk dipadamkan sebagaimana pengalaman selama ini.

“Bayangkan alangkah menderitanya warga Situasi Covid-19 ditambah Karhutla dari itu, jaga jarak juga jaga api , apakah bisa memdamkan apiapi dengan situasi work from home (WFH) seperti kondisi saat ini.Kuncinya ada di pencegahan , perlu kolaborasi semua pihak utk ini . Tugas PMI Muba melakukan edukasi agar terhindar dari terjadinya bencana kemanusiaan,”tukasnya.(ham) 

'Peduli Kemanusiaan' YRAB Kunjungi Rozali Warga Ogan Ilir Penderita Hidrosefalus

INDRALAYA.DS, - Pengurus Yayasan Rumah Anak Bangsa (YRAB) atau disingkat RANBA mendatangi kediaman salah satu warga Ogan Ilir M Rozali (9 Tahun) penderita Hidrosefalus dari usia 2 Bulan yang kini tinggal di Areal Komplek Taman Gading II Kelurahan Indralaya Raya Kecamatan Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Kedatangan Pengurus YRAB ini dalam upaya misi kemanusiaan guna meringankan beban penderita dan orang tua yang megurusnya, kedatangan YRAB ini berlangsung kamis (7/5/2020) dihadiri Muhammad Rizal selaku Ketua,  Awang Darmawan Sekretaris dan Aulia rahman sebagai bendahara didampingi beberapa anggota Yayasan.
Ketua YRAB Muhammad Rizal mengatakan, baru baru ini dirinya bersama pengurus Yayasan membaca postingan di media sosial dan mendengar cerita dari mulut ke mulut terkait adanya  warga Ogan Ilir di Taman gading yang saat ini menderita penyakit Hidrosefalus, melihat kondisi ini saya bersama pengurus YRAB berinisiatif memberikan bantuan semampunya,  sebagai bentuk kepedulian sosial dengan misi kemanusiaan, meskipun bantuan ini tidak seberapa namun diharapkan mampu meringankan beban yang diderita Muhammad Rozali serta kedua orang tua yang mengurus nya.

Tambah Rizal, setelah melihat langsung keadaan Muhammad Rozali dikediamannya, kami merasa terenyuh dan sangat prihatin dengan penyakit yang dideritanya, semoga penyakit yang dideritanya bisa membaik, kedepan YRAB siap mencarikan alternatif pengobatan untuk Penderita diagnosa hidrosefalus ini dengan menghubungkannya ke mitra mitra Yayasan supaya bisa ditangani secara Medis, kami ada sedikit rezeki dari yayasan sebesar Rp. 2 juta (dua juta rupiah) untuk dimanfaatkan orang tua muhammad Rozali dalam menghadapi situasi sulit saat ini,  apalagi wabah Corona masih terus kita waspadai, meskipun jumlah nya sedikit diharapkan dapat membantu meringankan beban, kata Rizal.

"Diharapkan kepada kaum Dermawan ataupun orang yang mampu dalam hal finansial, agar kiranya   
membantu saudara saudara kita yang mengalami kesulitan, di bulan suci Ramadhan ini mari kita mengejar kebaikan agar kita sama sama mendapat faedah dan ampunan dari Allah SWT, katanya.

Sementara itu, ibu penderita Zarona menceritakan, sembilan tahun yang lalu, dirinya dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Rozali, saat usia 2 bulan anak nya tersebut menyalami pembengkakan dibagian kepala, waktu itu kami masih tinggal menetap di wilayah Pemulutan, banyak yang mengatakan anak nya ini didiagnosa menderita hidrosefalus, hingga akhirnya kondisi anak nya itu menjadi seperti hari ini, tidak banyak yang kami bisa perbuat kecuali berdoa dan berusaha semoga keadaan membaik, dengan segala kekurangan dan keaadan apa adanya, saya terus mengurus dan menjaga nya, tak ada pilihan lain, kami tetap sayang dan mengurus muhammad rozali dengan kesabaran sambil berharap ada Mukjizat yang memberikan kesembuhan, semoga Allah memberikan Hidayah dan hikmah dari semua ini, ujar Zarona sedih.

Seperti diketahui, Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat, cairan otak diproduksi oleh otak secara terus menerus, dan diserap oleh pembuluh darah. Fungsinya sangat penting, antara lain melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, dan membuang limbah sisa metabolisme dari otak. Hidrosefalus terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan otak tidak seimbang. (Tim)

Program Satu Desa Satu Diniyah, Bupati Ogan Ilir, Benteng Anak Dari Pengaruh Negatif..!!

INDRALAYA, DS. - Program pendidikan Islam Satu Desa Satu Diniyah merupakan Program Keinginanan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, untuk Memberlakukan secara imbang antara Ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dalam kegiatan pendidikan dikalangan umat Islam.
Program tersebut, Sebagai upaya untuk menjembatani antara sistem pendidikan tradisional yang dilaksanakan oleh pesantren dan sistem pendidikan modern.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi saat ini, terutama internet, media sosial, dan acara televisi, dapat  memberikan dampak positif, namun juga menimbulkan pengaruh negatif pada anak  khususnya permasalahan moral.

Melalui Progaram Satu Desa Datu Diniyah ini lah , upaya Pemerintah Ogan Ilir,  membentengi anak bangsa dari pengaruh Negatif,  membentengi Anak dari bahaya narkoba , dan

membentengi moral akhlak Anak-anak  dari pengaruh negatif kemajuan IPTEK dan budaya milenium.

Sebagai Daerah Santri yang mempunyai Sopan Santun , “program satu desa satu diniyah”  adalah bentuk  inovasi penerapan pendidikan karakter anak-anak di kabupaten Ogan Ilir, pendekatan pendidikan non formal berjenjang sisi keagamaan dan budaya suatu Daerah atau Desa.

Kurikulum yang diajarkan dalam Program Satu Desa Satu Diniyah, adalah, Baca tulis Al-Qur’an; ( pemahaman Tajwid ) , Pelajaran Hadist,  Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam , Pelajaran Akidah Akhlag, Praktek Ibadah,  Hapalan Al-Qur'an,  dan kemudian Pelajaran yang dibutuhkan Anak-anak lainnya, sesuai Kebutuhan Peserta Didik disetiap Desa.

Saat ini , Jumlah Sekolah pendidikan Islam  Progran Diniyah  ialah ,  227 Madrasah,  tersebar disetiap Desa yang ada di 16 Kecamatan , wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ketua Pembina Program Satu Desa Satu Diniyah  Kabupaten Ogan Ilir, Marwansyah,  menyampaikan, saat ini program pendidikan islam Madrasah Diniyah yang di Gagas Bapak Bupati Ogan Ilir H.M.Ilyas Panji Alam, berjalan dengan sangat lancar dan teroprgram, sudah tersebar diseluruh wilayah Ogan Ilir.

" Untuk Tenaga pengajar dan Adimistrasinya, berjumlah 8 Orang  pada setiap Desa Masing-masing, Selaku Pembinanya ialah Kepala Desa setempat, usia Anak didik yang Kita ambil  untuk menjadi Santri Diniyah adalah Murid  Sekolah Dasar yang duduk dibangku Kelas 3 sampai Kelas 6 " Terang Ketua Pembina Madrasah Diniyah Ogan Ilir.

Program Satu Desa Satu Diniyah Kabupaten Ogan Ilir, adalah program pendidikan Isalam pertama di Sumatera Selatan, bahkan program pertama kali di Indonesia. (red)

Polsek Merapi Gelar Sahur Bersama Warga Rutan Kepolisian

LAHAT.DS,--- Indahnya berbagi dibulan suci Ramadhan 1441 H, jajaran Kepolisian Sektor Merapi Barat menggelar sahur bersama warga Rutan ( Rumah Tahanan) pada Kamis tanggal 07 Mei 2020  Pukul 03.30 s/d 04.00 Wib.

Ditengah wabah Pandemi Covid-19 Kepolisian Sektor Merapi Barat selain memutus mata rantai peredarannya juga aktif mengadakan siraman rohani
Kapolsek Merapi Barat, AKP ADRIANSYAH, SE, S.I.K memimpin sahur bersama,  turut hadir Bhabinkamtibmas Polsek Merapi Barat Briptu Herdianto beserta jajaran  Polsek Merapi Barat.

Menurut Adriansyah, selain makan sahur bersama juga penghuni rutan diberikan pencerahan agar supaya perbuatan buruk dan tercela tidak terulang kembali. Untuk itulah kita sebagai sesama muslim saling mengingatkan, serta menyadarkan agar kedepannya jauh lebih baik lagi ujar Kapolsek. ( NII)

Kelola Anggaran Covid-19, Bupati Muba Dodi Reza Minta Bimbingan dan supervisi pencegahan korupsi dari KPK

MUBA, DS. - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sangat serius dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 atau virus Corona, hal ini juga dibuktikan dengan kesiapan anggaran dan re-alokasi anggaran yang dilakukan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang mencapai Rp500 Miliar melalui dana APBD Muba guna menangani wabah Covid-19. 

Tak ingin pengelolaan anggaran tersebut tidak tepat sasaran, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menggandeng pihak Kejari Sekayu dan Polres Muba untuk bersama-sama mengawasi pengelolaan anggaran penanganan covid-19, bahkan Dodi Reza juga meminta bimbingan Komisi dan Supervisi Pencegahan dari Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. 

"Terkait dengan anggaran dalam penanganan covid-19, ini kami sangatlah berhati-hati dan dari awal perencanaan telah melaksanakan pendampingan dari APIP, Kejari Sekayu dan  Polres Muba  dan saat vicon ini kami laporkan kegiatan yang akan dilakukan Gugus Tugas Covid 19 kab Muba sebagaimana arahan dari KPK kami selalu menetapkan rambu-rambu agar penyaluran ini bisa terlaksana dengan baik tanpa menimbulkan konsekuensi hukum," jelasnya di sela Video Conference mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (06/05/2020) di Ruang Rapat Bupati.

Selain itu Dodi Reza juga mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingan dan juga arahan dari KPK RI terhadap upaya-upaya yang ada di Musi Banyuasin untuk mencegah dari tindak pelanggaran pidana korupsi. 

"Sehingga indikator kami dari tahun ke tahun semakin membaik dan seperti yang dilaporkan tadi mendapatkan salah satu peringkat yang terbaik," bebernya. 

Sementara Korwil II KPK RI Asep Rahmat Suwandha membahas 8 area intervensi, diantaranya Perencanaan dan Penganggaran, PBJ, Perizinan, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah, dan Tata Kelola Dana Desa, dapat meningkatkan kepatuhan dan wajib lapor.

Hasil Rapat Koordinasi ini KPK mengeluarkan beberapa Rekomendasi kepada Pemerintah Daerah antara lain : Pemerintah Daerah harus berkoordinasi dengan LKPP dan BPKP Perwakilan untuk melakukan pengawasan dan pendampingan daerah terkait PBJ Penanganan Covid19, kedua Pemerintah Daerah yang akan melaksanakan pemberian bansos tidak digunakan atau dimanfaatkan demi kepentingan politik dari unsur Pemerintah Daerah terutama menjelang Pemilukada 2020. Hal ini berlaku baik Pemda yang akan melaksanakan Pemilukada maupun tidak karena semua kemungkinan dapat terjadi.

Ketiga Pemerintah Daerah secara optimal memberdayakan dan mendukung APIP untuk melakukan pengawasan dalam program percepatan penanganan Covid 19 sehingga refocusing/re-alokasi tidak terdampak pada fungsi APIP, keempat
Pemerintah Daerah harus mendukung tindak lanjut rencana aksi untuk mencapai target- target rencana aksi dan poin-poin monitoring center of prevention (MCP) tahun 2020 sebagai bentuk komitmen Kepala Daerah.

Terakhir Pemerintah Daerah harus melakukan pengamanan barang milik daerah melalui sertifikasi, penyelesaian aset karena proses pemekaran, aset konflik dengan pihak ke tiga, aset P3D dan PSU melalui kerjasama dengan BPN, BPKP dan Kejaksaan, jelas Asep

Kegiatan Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat Komitmen Kepala Daerah dalam Program Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemerintah Daerah.

"KPK berharap Sumsel bersih dari korupsi dan layanan masyarakat dapat dilaksanakan dengan optimal,” tambahnya .

Dalam kesempatan Video Conference mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 Provinsi Sumatera Selatan tersebut Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin turut didampingi Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi dan Inspektur Kabupaten Musi Banyuasin Drs H R.E Aidil Fitri dan Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP (hsm) 

Pemkab Muba Berbagi di Kecamatan Sanga Desa

MUBA,DS. - Peduli kepada Masyarakat terdampat Covid-19, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membagikan 500 Nasi Kotak di Kecamatan Sanga Desa, pembagian tersebut menyasar kepada Masyarakat yang kurang mampu, Rabu (6/05/2020).

500 Nasi Kotak yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ini dibagikan langsung oleh Camat Sanga Desa Suganda AP MSi melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Masmawi SSos bersama tim Kecamatan Sanga Desa.
Dalam hal ini Camat Sanga Desa Suganda AP, M.Si melalui Kasi PMD Kecamatan Sanga Desa Masmawi SSos mengatakan, 500 Nasi Kotak yang diberikan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ini adalah salah satu Program dimana saat ini wabah Covid-19 sedang melanda kabupaten kita.

" Bertemakan Pemkab Muba Berbagi, kami Pemerintah Kecamatan Sanga Desa mewakili Pak Camat membagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya Masyarakat yang kurang mampu," ujar Masmawi.

Lanjutnya, Pemkab Muba Berbagi 500 Nasi Kotak ini kami bagikan kepada Masyarakat di 2 Kelurahan di Kecamatan Sanga Desa yaitu Kelurahan Ngulak 1 dan Kelurahan Ngulak 2.

" Mudah-mudahan Pemkab Muba berbagi ini dapat saling menimbulkan keberkahan di bulan Ramadhan, Bulan yang penuh berkah dan Ampunan ini, seperti Firman Allah Swt, "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar," tandasnya.(hsm) 

Forkompimcam Berikan Sembako Pada Korban Banjir,Di Desa Tebing Bulang

MUBA, DS. -- Dampak derasnya  debit air sungai keruh dan rutinitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya air sungai keruh sehingga merendam pekarangan warga dan jalan poros desa di dusun 2 desa Tebing bulang kecamatan Sungai keruh kabupaten Musi Banyuasin.

Dari meluapnya air sungai keruh tersebut mengakibatkan teredamnya sala- satu rumah warga  bernama Alek warga dusun 2 desa tebing bulang  dan  mengungsi ke rumah orang tuanya.

Mendapat kabar salah satu warga rumahnya terendam Camat Sungai keruh bersama Forkompimcam kecamatan sungai keruh bertindak cepat memberikan bantuan sembako langsung kepada korban banjir , hal ini bentuk keperdulian Forkompimcam untuk meringankan beban dari korban bencana banjir.

Camat Sungai keruh Muhamad Imron S.Sos.MSi  bersama Forkompincam , Danramil Kapten Arm Aprianto , kapolsek Sungai keruh Iptu Darmawansyah SH.MH  Rabu (06/05/20) memberikan Bantuan Sembako kepada Salah satu warga Dusun 2 Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba yang  di dampingi Kepala Desa Tebing Bulang :Haris,Ps.Kanit Binmas : Bripka Novi Didi- Ps.Kanit Patroli : Bripka Oktorika Babinsa : Serda Agus Suranto dan Koptu Untung S Koramil Sekayu : Praka Ardiansyah dan Praka Sumarlin Staf Kecamatan Sungai Keruh Hadi Wijaya Tegana Sungai keruh (hsm) 

Beberapa Desa di Kecamatan Sungai Keruh Terendam Banjir, Akibat Curah Hujan Deras


MUBA,DS. - Akibat rutinitas hujan yang deras dan meluapnya air Sungai Keruh, air mengenangi pemukiman warga di desa Tebing Bulang dusun II kecamatan Sungai Keruh kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (06/05/2020).


Air sudah mengenangi jalan poros desa  sepanjang 600 M sudah sedalam lutut kaki orang dewasa lebih kurang 60 CM, Suasana banjir yang menggenagi halaman rumah warga dan jalan poros dusun II desa tebing bulang ini di manfaatkan oleh remaja dan anak- anak untuk mandi dan berenang di suasana banjir.

Melihat kondisi banjir Camat Sungai Keruh Muhammad Imron SSos MSi bersama pihak polres, Koramil, Dinsos Muba, BPBD berpatroli untuk antipasi kemungkinan yang akan terjadi dan siaga banjir dengan mendirikan posko banjir.

Menurutkan Kadus II desa Tebing Bulang, Sukur Abadi mengatakan banjir ini merupakan disebabkan rutinitas hujan yang tinggi dan meluapnya air Sungai Keruh, serta kiriman air banjir dari hulu desa, ini merupakan banjir tahunan, kita telah mendirikan posko banjir yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemerintah dan desa untuk mengantipasi kemungkinan banjir lebih dalam lagi.

Menurut Rijal warga dusun 2 desa tebing bulang banjir ini, banjir musiman setiap tahunnya, di tambah lagi curah hujan yang deras pada kemarin , jadi air sungai keruh meluap samapai mengvenangi jalan poros desa ini lebih kurang 600 M dan kedalaman nya mencapai 80 CM.

Saat di tanya bantuan dari pemerintah, sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah baik itu bantuan mewabahnya virus Corona Covid 19 , yang ada pembagian masker, kalau Sembako sampai saat ini warga dusun II Desa Tebing Bulang belum ada yang mendapatkan bantuan tersebut," ungkapnya.(hsm) 

11 Tenaga Kesehatan, Dokter dan Bidan PTT di Muba Disumpah PNS Lewat Vidcon

MUBA, DS. - Meski aktifitas roda Pemerintahan dibatasi di tengah wabah Covid-19 atau virus corona ini, namun Pemkab Muba berupaya agar pelayanan publik khususnya pelayanan kesehatan di Muba terus berjalan maksimal kepada masyarakat Muba.

Berkenaan dengan ditetapkannya Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona dan agar pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah dapat berjalan optimal, perlu memberikan pedoman pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji PNS atau sumpah/janji jabatan pada masa Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona. 

Dalam hal ini guna memaksimalkan pelayanan publik, Selasa (5/5/2020) Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba mengambil sumpah PNS sebanyak 11 Tenaga Kesehatan, yaitu 4 dokter dari formasi PNS 2018 dan 7 Bidan PTT Kementerian Kesehatan  yang bertugas di Puskesmas-Puskesmas beberapa Kecamatan di Muba serta RSUD Sungai Lilin dan RSUD Sekayu.

Uniknya, dalam rangkaian pengucapan sumpah/jani PNS Tenaga Fungsional Pemkab Muba ini sembilan diantaranya dilantik menggunakan video conference (vidcon) atau virtual dengan aplikasi zoom.

"Ini dilakukan guna menghindari kerumunan. Jadi kita jalankan prosesi pengucapan sumpah/janji PNS ini sesuai protokol kesehatan Covid-19. dari 11 yang disumpah hadir secara fisik hanya 2 orang dan 9 orang lainnya diambil sumpah secara virtual atau menggunakan vidcon," ungkap Sekda.

Dikatakan Sekda, pengambilan Sumpah/janji PNS hari ini adalah yang cukup mengesankan, dari sisi waktu dan biaya tentu sangat efisen.
Sejatinya, dalam kendala pendemi corona ini, selaku ASN harus tetap punya kewajiban melaksankan tugas dengan baik.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM menyebutkan, pengambilan sumpah/janji PNS ini kedua kalinya dilakukan menggunakan vidcon guna meminimalisir kerumunan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan mengacu pada SE Kepala BKN nomor:10/SE/IV/2020,

"Dari 11 yang diambil Sumpah PNS hanya dihadirkan secara fisik 2 orang, yang lainnya disumpah pakai aplikasi zoom di tempat masing-masing. 11 ASN yang diambil sumpah PNS merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas di beberapa Kecamatan di Muba yaitu Puskesmas Jirak kecamatan Sungai Keruh, Puskesmas Lais, Puskesmas Bayung Lencir, Puskesmas Babat Supat, Puskesmas Lalan serta RSUD Sekayu dan RSUD Sungai Lilin,"bebernya.(hsm)