NEWS

Slider

Bancertroops Bergerak, Kaum Millenial Bayung Lencir Dukung Gerakan Muba Wajib Masker

MUBA,DS. -- Bergerak di kecamatan Bayung Lencir, Badan Cyber Troops DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin Edukasi warga Masyarakat untuk dukung #GerakanMubaWajibMasker, Rabu (29/4/2020).

Dalam kesempatan ini, sebanyak 500 Masker dibagikan kepada Warga Masyarakat yang ada di kecamatan Bayung Lencir. Tak hanya itu, Badan yang terapiliasi di dibawah Binaan Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik Hermanto SH MH ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut andil mematuhi Protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Rizky (23) kaum Millenial Desa Lubuk Harjo kecamatan Bayung Lencir saat dibincangi tim awak media mengungkapkan, kami selaku millenial desa Lubuk Harjo sangat mendukung penuh #GerakanMubaWajibMasker dan juga kami siap untuk tetap berdiam diri dirumah.

" Kami berterima kasih kepada Badan Cyber Troops yang telah mengedukasi kami untuk melaksanakan Muba Wajib Masker, kepada Ketua DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin Bapak Beni Hernedi terima kasih atas pembagian Masker Moncong Putihnya," ujar Rizky.

Sementara itu Hasim Wakil Ketua Badan Cyber Troops (Bancertroops) mengatakan, sebanyak kurang lebih 500 Masker Moncong Putih telah kami bagikan kepada Kaum Millenial desa Lubuk Harjo dan beberapa desa lainnya, masker ini adalah suport langsung Partai PDI-Perjuangan.

" Suport Masker ini digagas oleh Ketua DPC PDI-Perjuangan dan Ketua Fraksi yang sangat mengapresiasi kami, kami berharap giat ini dapat menjadi sarana edukasi yang baik bagi Masyarakat kabupaten Musi Banyuasin untuk mematuhi aturan-aturan yang diberlakukan," ungkapnya. (Hasim). 

Polri dan Kejari Kawal Re-alokasi Dana Covid-19 MUBA

Re-alokasi anggaran juga untuk penggratisan tagihan MEP dan PDAM Selama  Mei - Juli 2020 

MUBA,DS.-- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan langkah penting memutus rantai penyebaran Covid-19.  Muba yang dinahkodai Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin telah meneken Nota Kesepahaman atau MoU dengan Aparat Penegak Hukum (APH) Kajari Muba Suyanto SH MH dan Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK. Tindakan strategis ini   disaksikan  Ketua DPRD Muba Sugondo dan Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kenedi SH. Kesepakatan antara Bupati Muba dan Kapolres serta Kajari Muba demi mengawal anggaran Rp 500 Milyar yang dikucurkan untuk percepatan penanganan Covid-19 dan upaya lanjutan baik kesehatan maupun ekonomi  di Musi Banyuasin. Menurut Dodi Reza Alex besaran dana bisa bertambah atau berkurang disesuakan keadaan dan situasi pandemi Covid 19. 

"Kerjasama ini didukung  DPRD Kabupaten Muba. Tujuan kerjasama ini memastikan penggunaan anggaran Covid-19  berjalan sesuai  mekanisme dan peruntukannya.  Saya ingin semuanya berjalan  baik  mulai perencanaan  sampai pertanggung jawaban pengunaan anggaran Covid-19. Harus sesuai  mekanisme dan regulasi yang berlaku. Penerima manfaat harus terang dan bisa dipertanggungjawabkan. Semua personil gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Musi Banyuasin harus memegang prinsip sama," ungkap Dodi.

Dalam Re-alokasi anggaran tercantum untuk Jaring Pengaman Sosial. Bentuknya  E-warung di 173 titik bagi   37.608  berdasarkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

KPM akan menerima bantuan Rp 600 ribu. Rinciannya,  bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 200.000 ditambah  bantuan tunai dari APBD Pemkab Muba sebesar Rp 400.000.  

Ada juga bentuk bantuan tunai Kemensos Rp 600.000 selama 3 bulan untuk 8.275 KK. Dilanjukan bantuan dari Dana Desa Rp 600.000 selama 3 bulan untuk 40.266 KPM, Bansos cadangan APBD untuk 15.000 KPM. Jika ditotal calon penerima manfaat Covid-19 di Muba mencapai  101.149 Kepala Keluarga (KK).

Dijelaskan Dodi Reza, bertepatan Bulan Suci Ramadhan, Dana Covid-19 hasil refocusing anggaran APBD MUBA dipergunakan untuk meringankan beban warga muba yang terdampak akibat Covid-19 yakni mengratiskan pembayaran PDAM selama 3 bulan  terhitung mulai  Mei Juni Juli. Tercatat sebanyak 32.611 pelanggan menikmati anggaran ini. Dodi  juga memastikan re-alokasi anggaran untuk mengratiskan biaya Listrik PT MEP selama 3 bulan.  Ada 45.931 pelanggan daya 900 VA yang menikmati layanan ini.

Penggunaan realokasi anggaran juga termasuk biaya tidak terduga, ketahanan pangan ( beli beras rakyat), ADD APBD (padat karya), dan asuransi kematian penduduk. 

"Alhamdulillah, hari ini kita telah melakukan MoU dengan Polri dan Kejaksaan. Kedua aparat penegak hukum mengawal dan memberikan supervisi penggunaan anggaran. Kita juga sudah sesuai aturan yang ada," tegas dia.

Kepala BPKAD Muba Mirwan menerangkan anggaran yang sudah disiapkan dari hasil realokasi dan refocusing anggaran melalui mekanisme Perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD sebesar Rp. 137.559.142.432,00,- (Seratus Tiga Puluh Tujuh Milar Lima Ratus Lima Puluh Sembilan Juta Seratus Empat Puluh Dua Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Dua Rupiah).

Sumbernya, tambah Mirwan, dari APBD sebesar Rp. 81.228.460.052,00,-  dan Dana Desa Rp.56.330.682.380,-.

"Penggunaannya untuk pengadaan sarana prasarana, obat-obatan dalam rangka pencegahan penanggulangan Virus Corona (Covid-19) dan jasa medis serta jaringan pengaman sosial dalam bentuk sembako dan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak," katanya.

Ada lagi dana penyesuaian APBD tahun Anggaran 2020  sebesar Rp. 165.728.582.832,00,- (Seratus Enam Puluh Lima Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Delapan Juta Lima Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Dua Rupiah). Dengan sumber dana dari APBD sebesar Rp. 95.588.582.832,00,- dan Alokasi Dana Desa Rp.56.750.000.000,- serta Dana Kelurahan Rp. 13.390.000.000,-.

"Bupati DRA juga telah memerintahkan agar pada Perubahan APBD   2020  untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 196.712.274.736,00,- (Seratus Sembilan Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Dua Belas Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Rupiah). Nilainya  bisa  bertambah atau berkurang sesuai perkembangan ancaman covid 19," pungkas Mirwan.(hsm) 

Akhmad Toyibir : Kami Himbau Warga Kecamatan Bayung Lincir Untuk Tidak Mudik

MUBA DS. - Ormas OKP dan Insan Pers kembali melaksanakan edukasi Pencegahan bahaya Virus Corona (Covid-19) di kecamatan Bayung Lincir kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (29/4/2020).

Kehadiran Ormas OKP dan Insan Pers ini disambut langsung oleh Camat Kecamatan Bayung Lincir Akhmad Toyibir SSTP MM yang didampingi oleh Sekcam Heru Kharisma SIP MSi, Danramil 401-04/Bayung Lencir Kapten Inf Suprayitno.

Dalam kesempatan ini Camat Bayung Lincir Akhmad Toyibir SSTP MM mengatakan, dalam Pencegahan Covid-19 ini, kami pihak Forkopimcam Bayung Lincir telah banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi masyarakat.

" Kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan saat ini yaitu berupa penyetopan Mobil-mobil dari lintas Provinsi yang masuk ke kecamatan Bayung Lincir, mengingat daerah kami daerah yang dilintasi oleh kendaraan menuju Provinsi Jambi," ujar Ibir.

Ibir menjelaskan, giat lainnya yaitu berupa mengedukasi masyarakat agar tetap berada dirumah saja, menjaga polah hidup bersih, serta membagikab Masker kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

" Sesuai Instruksi Protokol Kesehatan, kami Gugus tugas kecamatan pun telah mengedukasi masyarakat agar tetap berada dirumah, tunda dulu niatan untuk mudik lebaran, serta tetap saling mengedukasi sesama agar melakukan Pencegahan Covd-19 secara mandiri," jelasnya.

Terakhir Ibir berharap, Apresiasi kami berikan kepada Ormas OKP dan Insan Pers yang telah membantu Gugus Tugas untuk melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di kecamatan Bayung Lincir.

" Diharapkan Sinergitas yang telah berjalan ini dapat saling meringankan Tugas sesama, tetap jaga kesehatan, jangan lupa jaga pola hidup bersih, dan mari sama-sama kita merangkul dan mengedukasi Masyarakat agar Muba cepat ternetralisir dari Covid-19," harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Senawar kecamatan Bayung Lincir Ismed saat mensosialisasikan pencegahan Covid-19 bersama tim Ormas OKP dan Insan Pers mengungkapkan, susai instruksi kami melaksanakan kegiatan berupa mengedukasi warga untuk berada dirumah saja dan patuhi aturan pemerintah.

" Edukasi kami telah sampaikan kepada warga, sembari itu kami juga telah menyediakan beberapa Posko pemantauan, dan kami sediakan ruangan karantina untuk warga yang bandel dari luar daerah," ujar Ismed.(hsm) 

Terkait Bantuan Langsung Tunai Bagi Warga di Pedesaan, Pemda Lahat Gelar Rapat

LAHAT.DS, - Bertempat di Oproom Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat, Hari ini sekira pukul 10.00 WIB diadakannya rapat Koordinasi terkait penanganan Covid - 19 didesa melalui anggaran pendapatan dan belanja desa atau mengalokasikan Dana Desa untuk Banruan Langsung Tunai ( BLT ) bagi masyarakat pedesaan yang terkena dampak Virus Corona, Rabu (29/4/20).
Hadir dalam rapat ini Wakil Bupati Lahat, Ketua DPRD Lahat, Forkopimda, Sekda Lahat, Kepala DPMD, Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala BPBD, Kepala Bapenda, Kepala Dinsos, Kepala Dinkes, Kepala Dinas Pertanian, Kabag Hukum, Camat Lahat, Camat Mulak Sebingkai, Camat Pagun, Camat Kikim Barat, Camat Merapi Selatan, Camat Jarai, Camat Tanjung Sakti Pumi dan seluruh ketua Forum Kepala Desa 24 Kecamatan.
Dalam arahannya Bupati Lahat Cik Ujang, SH  mengatakan Kriteria bagi penerima BLT yang dapat disalurkan ialah warga yang kehilangan mata pencarian akibat dampak Covid - 19. Cik Ujang  berharap dengan adanya BLT yang dikucurkan melalui Dana Desa untuk tidak tebang pilih.

" Melalui kesempatan ini, kami berpesan kepada Kepala Desa agar Bantuan Langaung Tunai Tersebut dapat diberikan dengan seadil - adilnya, tidak tebang pilih dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial " Pesan Cik Ujang.

Juga Bupati mengatakan agar data para penerima BLT sesuai dengan data dari dinas Sosial supaya tidak twrjadi tumpang tindih terhadap penerima BLT dengan warga penerima Sembako dari Dinas Sosial.

" Sesuai data dari dinas sosial, supaya para penerima BLT dan Sembako dari Dinsos tidak tumpang tindih dan tidak dobel pemberian " Ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Lahat tak hentinya mengibgatkan supaya seluruh warga Kabupaten Lahat ubtuk tetap jaga jarak ( Social Distancing ) , Biasakan cuci tangan dan jaga pola hidup sehat

" Kembali saya tekankan, Kepada Camat dan Para Ketua Forum Kades sekabupaten Lahat, agar selalu menghimbau dan meberi arahan kepada masyarakat didesa supaya tetap jaga kebersihan, jaga pola hidup sehat serta memakai masker jika keluar rumah " Tegas Cik Ujang.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat H. Haryanto SE, MM, MBA menjelaskan untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai dengan penggunaan Dana Desa disetiap desa tidak sama, yaitu untuk Desa yang mendapat dana desa (DD) senilai 800 juta ke bawah dialokasikan untuk BLT, maksimal 25%, untuk 800 sampai dengan 1,2 M maksimal 30 % dialokasikan ke BLT dan 1,2 M maksimal 35 % dialokasikan ke BLT.

Kemudian prosedur pencairannya yaitu melalui kantor pos.

Di rapat ini pula, Wakil Bupati menyampaikan besaran dari BLT per KK mendapat 600 Ribu Rupiah dengan syarat, desa melengkapi APBDesa dan peraturan desa dan peraturan kepala desa.

Sementara untuk pencairan BLT belum ada kepastiannya. Namun ketika media ini menemui salah satu Kades bahwa pencairan BLT kepada warga akan di berikan jika dana desa sudah dicairkan

Selanjutnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat Sikandar juga menyampaikan untuk pembagian sembako dari Kemensos akan diberikan minggu pertama bulan Mei 2020.

" Insya Allah kalau tidak ada hambatan akan dibagikan minggu pertama Mei " ucapnya singkat. *HNI*

Corona Belum Berakhir, Proses Belajar dirumah Pelajar Kabupaten Lahat Diperpanjang Hingga 30 Mei 2020

LAHAT.DS, - Belum jelasnya kapan akan berakhirnya penyebaran Covid - 19, sangat berdampak dengan belajar mengajar disekolah, sehingga hari ini kembali keluar surat edaran Bupati Lahat bahwa Perpanjangan belajar dirumah sampai dengan tanggal 30 Mei 2020.

Dalam surat edaran sebelumnya, bahwa siswa dimulai dari PAUD sampai Tingkat SMP akan masuk sekolah kembali pada tanggal 30 April 2020.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa orang tua siswa tidak boleh mengajak anak - anaknya untuk mudik dan tetap berada dirumah. Orang menjaga lingkungan rumah tetap higenis dan menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dalam surat edaran tersebut juga disampaikan agar seluruh masyarakat Kabupaten Lahat untuk membiasakan Cuci tangan  dan menghindari kebiasaan bersalaman, berpelukan dan tetap jaga jarak aman ketika berkomunimasi.

Kemudian, Surat edaran tersebut telah ditanda tangani Oleh Bupati Lahat Cik Ujang, SH. *HNI*

Cek Keberadaan Warga Binaan, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektrik RFID

Sub Judul: Muba Pionir Gunakan Gelang RFID di Indonesia

MUBA, DS. - Memberikan pembinaan kepada warga binaan sudah menjadi kewajiban yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mulai dari menghidupkan kreativitas warga binaan dalam hal usaha mikro, kecil dan menengah, hingga inovasi lain yang bermanfaat bagi warga binaan itu sendiri.

Di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ada inovasi juga yang diciptakan. Inovasi tersebut berupa gelang tag radio frequency identification (RFID), yang digagas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan.

Gelang tag RFID ini menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan  atau penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki.

“Gelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi. Inovasi ini diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” ujar Pudji.

Dikatakan, pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik. “Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini. Mudah–mudahan dengan adanya inovasi, Lapas IIB Sekayu yang merupakan pilot project, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia,” kata dia.

Idenya mengagas gelang ini muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional. Yakni melalui perhitungan menggunakan buku catatan. Untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi agar semua perhitungan jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.

“Gelang elektrik ini berikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu,” jelasnya.

Kedepan, Pudji menuturkan, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar. Hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.

Terkait dengan adanya pandemi virus korona baru (Covid-19) ini, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan. Pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan online agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui video call, termasuk juga disidang online.

“Nantinya, pandemi Covid-19 ini sudah berakhir kita sudah menyiapkan sarana–sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrian. Kita sudah siapkan mesin antrian yang langsung dapat memverifikasi wajah pengantri sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrian tersebut dan diruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor dimana layar monitor itu berisikan informasi–informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat ,tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas kelas IIB Sekayu ini,” kata dia.

Programmer Gelang Elektrik, Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata fisik nya itu berbeda. “Gelang ini dibuat dengan aplikasi mandiri, RFID rider yang kebetulan digunakan bentuk gelang karet. Ini disematkan kepada semua warga binaan dan kita tidak perlu khawatir karena kenapa ketika tertukar pun pada saat mereka di tag mereka akan ketahuan bahwa mereka itu bukan pemilik gelang yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, kelebihan gelang ini adalah karena gelang tersebut tidak mudah rusak. Artinya tidak masalah jika dibawa mandi, mencuci, atau terbantuk sekalipun. Hal itu lantaran gelang ini berbasis radio frequency identification.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi terobosan pihak Lapas Klas II B Sekayu yang sangat menjaga keberadaan warga binaan di Lapas. "Ini terobosan yang sangat baik, terlebih ini pertama kali diterapkan di Indonesia," tuturnya. 

Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan selalu mensupport upaya program positif yang dilaksanakan pihak Lapas Klas II B Sekayu utamanya dalam pembinaan warga binaan. "Semoga terobosan ini nantinya dapat menginspirasi Lapas-Lapas lainnya di Indonesia yang tentunya memberikan kontribusi positif," dan memudahkan dalam pengawasan pungkasnya.(hsm) 

Peduli Pada Warga, DPC PKB Lahat Bagikan 500 Paket Sembako

LAHAT.DS, - Untuk kesekian kalinya DPC PKB Kabupaten Lahat menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak Pandemi Corona atau Covid-19.

Setelah beberapa waktu lalu melalui ketua DPC PKB Lahat, Parisman, lalu dilanjutkan Ketua Fraksi PKB Wiwin Andaini, dan diikuti oleh anggota DPRD Andriansyah dan Edwar. Kini PKB menunjukkan kepeduliannya melalui Sekretaris Fraksi PKB, Hj. Yunani.

Bertempat di Desa Prabu Menang, Parisman dan Hj. Yunani didampingi beberapa pengurus dan tokoh masyarakat Merapi Timur memberikan  bantuan sembako sebanyak 500 paket kepada masyarakat yang merasakan dampak merebaknya wabah Covid-19 ini pada Selasa ( 28/4/20).

“Perbuatan baik di masa-masa seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh seluruh kader PKB, terutama anggota DPRD,” ungkap Parisman saat dibincangi pia WAnya pada Rabu (29/04/2020).

Dalam kesempatan tersebut tak ketinggalan Hj. Yunani juga menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara baik. Dan ia mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa bersabar di tengah cobaan yang sedang dihadapi saat ini. Dan ia juga mengingatkan agar masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk bersama-sama pemerintah memutus rantai penyebaran virus Corona ini.

“Caranya sederhana yaitu; tetap di rumah saja, selalu menggunakan masker, dan sering2 mencuci tangan dengan menggunakan sabun, semoga dengan ikhtiar tersebut, pandemi Corona ini akan segera berakhir,” tutupnya. *HNI*

Hasil Swab Keluar, Pasien Meninggal Dunia Lubuk Linggau Negatif Covid - 19

LAHAT.DS, - Juru bicara ( Jubir ) Gugus Tugas Penangan dan pencegahan Covid - 19 Kabupaten Lahat Taufik M Putra, SKM.MM mengumumkan pasien dalam oengawasan ( PDP ) yang menibggal dunia di Kota Lubuk Linggau dinyatakan Negatif.

" Iya hasilnya negatif, malam senin kemarin hasil swab daei Palembang telah keluar dan hasilnya negatif " Ujarnya Kemedia ini, Selasa ( 28/4/20).

Namun walau pasien tersebut negatif Covid - 19, Protap kesehatan tetap dilakukan dengan melakukan karabtina terhadap orang yang kontak langsung dengan inisial EYS.

" Untuk diketahui EYS adalah warga Kikim Barat Kabupaten Lahat yang bekerja disalah satu Perusahaan Sawit di kecamatan Kikim Barat, dan ia tinggal di mes perusahaan, ia berobat jalan di Kota Lubuk Linggau untuk cuci darah"  Jalas Taufik

Ia juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak kontak langsung dengan sesama, viasakan cuci tangan, jangan kebersigan lingkungan dan jaga jarak dengan orang lain.

" Kami harapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lahat agar selalu menjaga kebersihan, viasakan cuci tangan, gunakan masker dan jaga jarak dengan orang Lain " Himbaunya. *HNI*

RAPAT PARIPURNA MELALUI VIDIO CONFERENCE TENTANG LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNG JAWABAN BUPATI LAHAT TAHUN 2019.

LAHAT- Rapat Paripurna IX Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2020 DPRD Kabupaten Lahat, dalam rangka membahas penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban ( LKPJ ) Bupati Lahat Tahun Anggaran 2019, Senin ( 27/4 ). Pagi.

Pada Rapat Paripurna IX Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2020 tersebut melalui Vidio Conference tentang laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Lahat Tahun 2019 yang di buka langsung oleh Pimpinan Sidang Bapak Fitrizal Homizi.ST.

Turut hadir pada rapat paripurna tersebut, Bupati Lahat Cik Ujang.SH, Wakil Bupati Lahat H. Haryanto.SE MM MBA, Ketua DPRD Fitrizal Homizi.ST, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat, Kajari Lahat, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD, Para Anggota Dewan, Sekda Lahat Januarsyah.SH MM, Assisten, Staf Ahli dan Jajaran OPD.

Rapat Paripurna melalui Vidio Conference tentang laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Lahat Tahun 2019 yang secara langsung di sampikan oleh Bupati Lahat Cik Ujang. SH  menyampaikan, Saudara Pimpinan Sidang dan Anggota DPRD Kabupaten Lahat yang saya hormati, sebagaimana kita ketahui bahwa sejak Februari 2020 Covid-19 yang bermula di Huwan Republik Rakyat Cina, terus menyebar hingga ke Indonesia, untuk itu dalan kesempatan ini kami menghimbau agar kita selaku waspada dan tanggap terhadap gejala supaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona terutama di kabupaten lahat yang kita cintai ini.

Semoga virus corona dapat segera berakhir sehingga keadakan akan normal kembali seperti sediahkala, pada kesempatan ini pula saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Lahat mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa 1441 H semoga dalam bulan yang penuh rahmat dan barokah ini, Allah SWT melindungi dan membebaskan kita dari serangan covid-19 ini.

Laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah tahun 2019 secara fisik telah kami telah kami sampaikan kepada yang terhormat Ketua, Wakil Ketua dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Lahat pada tanggal 2 April 2020 yang lalu, merupakan laporan yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kondisi nyata selama satu tahun anggaran di mulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2019 yang memuat kebijakan dan kegiatan kepala daerah berikut perangkat daerah dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

Fhoto/Rilis Kominfo Lahat

DPRD Muba Bahas Penyesuaian Anggaran APBD Tahun 2020

MUBA, DS. - Selasa (28/04/2020), telah dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat tentang penyesuaian anggaran APBD Tahun 2020 dalam rangka pencegahan dan penanganan Wabah Virus Covid-19.

Rapat dipimpin oleh Sugondo selaku Ketua DPRD, Jon Kenedi, SIP.,M.Si selaku Wakil Ketua I DPRD, Irwin Zulyani, SH selaku Wakil Ketua II DPRD, Pimpinan Fraksi DPRD dihadiri H. Apriyadi, M.Si selaku Sekretaris Daerah Muba, Kepala Dinas BPKAD Muba, Kepala Dinas Bapedda Muba, Pihak Inspektorat Muba, Kepala Dinas Kesehatan Muba, Pihak Dinas Sosial Muba dan Pihak BPPRD Muba.

Rapat membahas tentang pergeseran anggaran yang terjadi pada setiap OPD dalam pencegahan dan penanganan akibat Wabah Virus Covid-19.

Berdasarkan hasil Video Call antara Bupati beserta jajarannya dengan beberapa Kementerian terkait dengan kondisi akibat Virus Covid-19 dan Kondisi Keuangan pada anggaran. Setiap Kabupaten  diminta agar melakukan strategi kegiatan untuk penanganan pencegahan Virus Covid-19.

Terkait masalah anggaran dalam pencegahan dan penanganan agar melakukan pergeseran anggaran pada setiap OPD.

2 (dua) Sistem Anggaran yang dapat dilakukan untuk penanganan dan pencegahan Pandemi Virus Covid-19 yaitu melalui BTT dan membuat Perkada. Pemerintah Kabupaten Muba memilih dengan sistem Perkada dengan tidak menggeser anggaran antar OPD tapi Menggeser anggaran di dalam OPD.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Muba perlu melakukan penyesuaian anggaran karena penerimaan anggaran sudah berubah yang cukup signifikan. Dari dana APBD masing-masing OPD dengan menghitung kembali pendapatan daerah maka Pendapatan Daerah Muba bergeser sekitar 30 sampai 40 %.

Alokasi penggunaan APBD Muba TA 2020 untuk Penanganan dan Pencegahan Pandemi Virus Covid-19 antara lain untuk Penanganan Kesehatan, Penanganan Dampak Ekonomi dan Penyediaan Sosial Safety Net atau Jaringan Pengaman Sosial.

Diharapkan kepada Pemerintah Daerah Muba agar segera melakukan penyesuaian pergeseran anggaran sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sehingga dapat segera merealisasikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Wabah Virus Covid-19.(hsm)