NEWS

Slider

DPRD Muba Gelar Paripurna APBD TA 2019 dan 2 Raperda TA 2020

MUBA, DS. - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian penjelasan Raperda tentang APBD Kab. Muba TA 2019 dan 2 (dua) Raperda Kab. Muba TA 2020 di ruang Rapat Paripurna DPRD Muba pada hari Senin (27/04/2020). 

Rapat dipimpin oleh Sugondo selaku Ketua DPRD, Irwin Zulyani, SH selaku Wakil Ketua II DPRD, Anggota DPRD dihadiri H. Dodi Reza Alex Noerdin selaku Bupati Muba, Sekretaris Daerah Muba, Sekretaris DPRD, Asisten Setda Muba, Dandim 0401/Muba, Kejaksaan Negeri Sekayu dan Perangkat Daerah Muba. 

Rapat Paripurna tersebut merupakan tahapan untuk memulai rapat pembahasan selanjutnya atas APBD TA 2019 dan 2 (dua) Raperda Kab. Muba TA 2020.

Adapun jadwal pembahasan APBD Kab. Muba TA 2019 dan 2 (dua) Raperda Kab. Muba TA 2020 yaitu tanggal 29 April - 17 Mei 2020, Penyampaian pendapat akhir fraksi DPRD pada tanggal 18 Mei 2020, Penyampaian hasil laporan Badan Anggaran DPRD pada tanggal 18 Mei 2020.

Dalam sambutannya, Bupati Muba mengucapkan terima kasih kepada DPRD Muba yang telah menjadwalkan Paripurna penjelasan Raperda tentang APBD Kab. Muba TA 2019 dan 2 (dua) Raperda Kab. Muba TA 2020.

Selanjutnya, Bangga dan terima kasih atas kerjasama DPRD Muba dan seluruh Pemerintahan Kab. Muba sehingga berdasarkan BPK-RI Kabupaten Musi Banyuasin untuk yang ke-3 kalinya dalam menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP)  tercepat se-Indonesia yang telah mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (OWTP). Pencapaian ini menjadi kebanggaan dan motivasi tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk ke depan dalam melaksanakan tata kelola keuangan khususnya dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sehingga dapat menjadi lebihh baik lagi sesuai dengan Peraturan Perundang undangan yang berlaku.

Berikut 2 (dua) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Muba TA 2020 yaitu :
1. Raperda tentang Pembangunan Kepemudaan
2. Raperda tentang Pajak Parkir.

Terima kasih dan penghargaan setinghanya untuk eluruh elemen yang terlibat telah bergerak aktif dalam mencegah dan menangani wabah Virus Covid 19 realokasi anggaran pd apbd induk yg akan digunakan utk sarana prasana utk penfobatan, jaring oengaman sosial bagi masyarakat Berupa bantuan sembako dan lainnya.

Dari anggaran APBD TA 2020 akan dilakukan penyesuaian dan Realokasi anggaran dari dinas terkait yang akan digunakan untuk pengadaan sarana prasarana kesehatan, Pengadaan Obat-obatan dan pengadaan perlengkapan Medis dan Insentif Jasa Medis dalam rangka pencegahan penanggulangan wabah Virus Covid 19 serta untuk menyiapkan Jaring Pengaman sosial dan untuk membantu antisipasi dampak yang ditimbulkan akibat wabah Virus Covid 19 bagi masyarakat.

Semua akan dibahas di anggaran perubahan dengan memanfaatkan Silpa dan efisiensi anggaran yang nantinya akan dibahas oleh Badan Anggaran DPRD Kabupaten Muba Bersama Perangkat Daerah Muba terkait.

Diharapkan APBD Kab. Muba TA 2019 dan 2 (dua) Raperda Kab. Muba TA 2020 dapat diproses lebih lanjut guna mendapat persetujuan dari anggota DPRD Muba.
(hsm) 

Terdapat Dua Kasus Covit-19 Pemda Lahat Harus Lebih Cepat Megatasinya

LAHAT.DS, - Penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid 19 di Kabupaten Lahat mulai terlihat. Setidaknya, hingga Minggu (26/4/2020) ada dua kasus warga Lahat yang positif terpapar virus Corona.

Sebelumnya, tanda-tanda masuknya virus Corona di Kabupaten Lahat mulai tampak, dengan pernyataan Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid 19 Kabupaten Lahat yang dengan tegas menyatakan Kabupaten Lahat sudah resmi memiliki satu orang Pasien Dalam Pengawasan atau PDP dengan hasil swab tes terlampir.

Dengan adanya warga positif Covid-19. Tentunya membuat warga Lahat makin resah dan cemas. Kecemasan warga sangat beralasan, karena sejauh ini langkah Pemerintah Kabupaten Lahat dalam menangani Covid-19 masih terkesan lamban.

Pembagian masker gratis untuk warga Kabupaten Lahat masih sangat minim. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah memberikan himbauan kepada semua negara yang terdampak Covid-19 selalu menggunakan masker untuk menyetop penyebaran Covid-19.

Tentunya dengan himbauan WHO (World Health Organization) yang sudah ditujukan ke Indonesia, hendaknya juga diikuti oleh Kabupaten Lahat.

Robbyansyah Sekertaris PWI Lahat megatakan 27/4 Pemkab Lahat hendaknya memperbanyak himbauan penggunaan masker dan lainnya yang berkaitan dengan Covid-19, bekerjasama dengan semua pihak, semisal bekerjasama dengan banyak media massa, baik media cetak, online, maupun radio.

"Selain secara masif, hendaknya menggunakan gerakan sosial dalam himbauan menggunakan masker dan protokol pencegahan Covid-19" tersebut.

Kabupaten Lahat telah menganggarkan dana sebesar Rp23,5 miliar untuk penanganan Covid-19. Ditambah lagi dengan bantuan dana tunai beberapa perusahaan dan bantuan berupa Alat Pelindung Diri atau APD.

Ironisnya, dana yang dianggarkan tidak dikelola secara transparan, bahkan saat ini terkesan Kabupaten Lahat kekurangan dana.

Kenapa demikian? sementara masih banyak sekali warga yang belum mendapatkan sembako secara merata. Selain itu, warga masih banyak juga warga yang belum mendapatkan masker gratis.

Sehingga, pertanyaan muncul, kemana saja anggaran Kabupaten Lahat sebesar Rp23,5 miliar tersebut?. Kenapa masih banyak warga mengeluh belum mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Lahat.

Dengan kondisi ini, penulis berharap agar Pemkab Lahat mempercepat langkah penanganan Covid-19 ini, mengingat penyebaran Covid 19 yang sangat kencang melaju.

Pemerintah harus meredam kecemasan warga tentang Covid-19 dengan melakukan langkah nyata, seperti pembagian sembako yang merata, pembagian APD hingga ke pelosok.

Dan yang harus menjadi prioritas adalah perhatian kepada Tim Medis yang merupakan pasukan terdepan dalam perang melawan Covid-19, salah satunya dengan selalu menyiapkan APD untuk bertugas. (Inh)

Warga Jambi pekerjaan Sopir Postif Covid 19 Yang dirawat di RSUD Sungai Lilin Muba

PDP 25 Sopir angkutan bahan pokok  warga Jambi Saat Melintas di Sungai Lilin 


MUBA, DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengkonfirmasi bertambah  satu orang PDP total PDP yang postif terkonfirmasi berjumlah perhari ini Minggu total 2 orang dan  PDP 25 berstatus positif Covid-19 atau virus corona. Ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan  laboratorium di BBLK Palembang dan dinyatakan Pos SARS CoV 2 pada tanggal 25 April 2020 dan Telah dirilis di Gugus Tugas Prov Sumsel sore ini tanggal  26/4 2020 . 

Diketahui, PDP 25 berstatus positif Covid-19 ini merupakan warga Jambi yang bekerja sebagai sopir mengangkut bahan 2 pokok  hendak melanjutkan perjalanan ke Bandung dan pada saat mengalami sakit saat  sedang melintas di Sungai Lilin Muba. 

"Sebelumnya PDP 25 ini mengeluh sesak nafas dan mengigil  mendapatkan penanganan dari Puskesmas Tanjung Kerang pada 16 April lalu dan setelah itu mendapatkan perawatan di RSUD Sungai Lilin, hasil rapid test awal dinyatakan negatif. Kemudian hasil swab 24-25 April dinyatakan positif," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Seftiani Peratita SS, M.Kes. 

Diceritakan, PDP 25 ini mengalami sesak nafas dan demam yang tak kunjung turun. "Oleh sebab itu pada saat diindikasi Covid-19 PDP ini langsung dirujuk ke RSUD Sungai Lilin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan tim untuk menelusuri riwayat perjalanan PDP 25 tersebut," terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan, pihaknya bersama Forkopimda serta Gugus Tugas Covid-19 akan terus memperketat pintu perbatasan Muba. 

"Pintu masuk perbatasan Muba akan terus diperketat, mengingat kasus bertambah satu PDP tersebut bukan warga Muba, namun secara Kemanusiaan wajib hukumnya untuk kita layani sesuai dengan Protokol Kesehatan dan dan PDP 25 wajib dan tetap harus mendapatkan penanganan layanan  di Muba walaui PDP ini bukan warga muba  tetapi melintas di Muba karena Profesinya sebagai Sopri Angkutan Bahan Pokok ungkapnya. 

Dodi mengingatkan agar warga Muba khususnya untuk selalu safety dan mengenakan masker saat berada di luar rumah. "Kurangi aktifitas di luar rumah, hindari kerumunan. Jaga jarak minimal 2 meter Kalau mendesak untuk keluar rumah harus memakai masker, mari kita putus mata rantai penularan Covid-19 ini," ucapnya. 

Ia juga telah memastikan bahwa menelusuri riwayat perjalanan PDP 25 tersebut ketika masuk wilayah Muba. "Dan tim Kita telah telusuri dimana saja PDP ini singgah dan berinteraksi ketika masuk wilayah Muba," dan Tim Dinkes kita telah mentracking semua dan telah juga berkordinasi dengan dinkes Jambi asal warga dimaksud untuk mentrarcking riwayat perjalanan driver selama dijambi untuk meminimalisir penyebaran covid 19 tandasnya.(hsm)

200 Galon Cuci Tangan Dibagikan Kades Muara Tiga Buat Warga

LAHAT.DS,--- Berbagai upaya untuk melakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai peredaran Pandemi Virus mematikan ini, selain melakukan Penyemprotan Disinfektan, sosialisasi terhadap wabah ini agar jangan sampai berkembang di Wilayah Seganti Setungguan khususnya di Desa Muara Tiga.
Seperti dikatakan Eldiansyah  Kades Muara Tiga  Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat, disela penyerahan APD ( alat pelindung diri) kepada warganya sebanyak 200 galon  ( 26/4 ).

Menurut Kades salah satu  pencegahan Covid -19, sering sering cuci tangan pakai sabun.  Jaga jarak hindari dari kerumunan, Selalu pakai masker. Setiap pendatang wajib lapor ke pemerintah desa.

Omiati salah satu warga Desa Muara Tiga merasa bersyukur mendapat Galon dan sabun, nantinya digunakan sesering mungkin cuci tangan dan ditaruh didepan pintu sebelum masuk rumah. (Nih)

Mencuri Kamera Fhotograper Di Sungai Pinang, Pria Ini Diringkus Reskrim Polsek Tanjung Raja

INDRALAYA,DS. -- AS (19) Pelaku tindak kejahatan Pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus tim Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Raja Ogan Ilir,kamis (23/4/2020).

Sebelumnya AS pria pengangguran ini merupakan pelaku pencuri kamera digital dirumah korban FR (21) yang berprofesi sebagai photografer.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjung Raja AKP Arfanol Amri SH melalui Kanit Reskrim IPDA Rangga Saputra SH mengatakan,Pada saat korban hendak sedang tidur, pelaku masuk dari pintu jendela kamar rumah dan langsung mengambil tas selempang  yang berisi 2 unit Kamera merk Nikon seri D3100 dan D3000, kemudian korban memergoki pelaku sehingga pelaku langsung melarikan diri dan korban sempat mengejar pelaku namun korban kehilangan jejak,"ya,atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 6.000.000,- ( Enam Juta Rupiah ) dan korban  melaporkan ke Polsek Tanjung Raja,"katanya.

Selanjutnya Pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 mendapatkan Informasi dari korban bahwa ada orang yang ingin menjual kamera,Polsek Tanjung Raja dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja Ipda Rangga Saputra, SH bersama dengan anggota opsnal Polsek Tanjung Raja melaksanakan giat Penyelidikan terhadap Pelaku.
,"Dari hasil interogasi terhadap korban, bahwa korban mendapat telepon dari temannya Saudara Yayan bahwa ada orang yg ingin menjual Kamera,Setelah itu kami bersama anggota langsung mengajak korban untuk menemui orang yg ingin menjual kamera tersebut di rumah teman korban Saudara Yayan yg beralamat di desa Sungai Pinang III Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir,"ujarnya.

Setiba dirumah Saudara Yayan, anggota Polsek bersama dengan korban langsung melihat kamera yg di bawa oleh seseorang yang mengaku bernama JEPRI,  setelah dilihat kamera tersebut memang benar milik korban.

Kemudian Unit Reskrim bersama anggota langsung melakukan interogasi terhadap J, dan dari pengembangan interogasi J yang mengaku bahwa dia disuruh oleh pelaku AS untuk menjual kamera tersebut,"ya, selanjutnya anggota langsung mengajak J untuk menemui pelaku AS, akhirnya pelaku AS berhasil kita amankan bersama 2 ( dua ) orang rekannya. Selanjutnya ke 3 orang tersebut langsung kita gelandang ke mapolsek berikut barang bukti 2 unit kamera digital dan 1 tas merk nikon serta 1 tas selembang warna biru."terangnya.(red/drs).

Dari Mess dan Insentif khusus Hingga Proteksi Jaminan Kesehatan Terlengkap Petugas Kesehatan RSUD Sekayu diberi Jaminan fasilitas tangani covid19


MUBA,DS. - Kalau ada yang menolak kerja shift silahkan ajukan ke direktur dan akan  di'rumah'kan. Sampai saat ini tidak ada yang berani menolak giliran piket di RSUD. Kalau ada yang berani bawa backing, backingnya saya marahi.  Ini sedang perang melawan covid.  Siapa yang coba melakukan pembangkangan berhenti."

Deretan kalimat tegas ini meluncur, lancar dari Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba,MARS, Minggu ,  (26/4/2020). Sebagai komandan terdepan rumah sakit kebanggaan Musi Banyuasin, ia all out. Tak mau setengah kopling. Bagi personel RSUD Sekayu yang malas bersama-sama melawan covid 19 akan dirumahkan.

Agar tidak menimbulkan kecemasan bagi masyarakat dan para tenaga kesehatan fokus bekerja, semua tenaga medis dan kesehatan yang di garda depan / langsung melayani covid diberikan fasilitas mess di rumah sakit dan wisma atlet. Semua langkah ini bahkan atas perintah langsung Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex.
Penyediaan mess selain bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan juga mengurangi kekuatiran masyarakat dan keluarga bahwa mereka tidak akan menularkan atau membawa virus ke rumah.

Insentif khusus covid ini juga diberikan sebagai apresiasi kepada mereka selama 3 bulan dalam menghadapi covid. Santunan juga disediakan bagi petugas yang  terinfeksi bila mereka tertular. Bila mereka gugur dalam tugas pun disiapkan santunan kematian. Semuanya diikutkan  asuransi jamsostek . Bila mereka tertular akan di biayai pengobatan sampai sembuh.

"Jadi pegawai RSUD Sekayu diproteksi baik sebelum mereka kena ataupun  kena mereka mendapat jaminan. Dan tidak akan di telantarkan. Kita adalah satu-satunya di seluruh Indonesia yang memiliki jaminan lengkap bagi tenaga kesehatan dalam perang menghadapi covid.

Di tengah penanganan wabah covid19, petugas medis dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting. Berikut ini wawancara dengan Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba.

Bagaimana upaya menangani covid19 ini?
dr Makson: Rsud sekayu menghadapi covid secara terukur. Ada beberapa langkah.
1. RSUD sekayu langsung menyiapkan RS darurat layanan covid dengan 4 tempat tidur ruang isolasi negatif terdiri dari 2 tempat tidur dengan fasilitas alat medis mendekati ICU dengan ventilator serta 2 tempat tidur isolasi yang tidak ada ancaman gagal nafas.
 2. Menyiapkan ruang perawatan dengan 28 tempat tidur.
 3. Menyiapkan 4 tidur tambahan untuk r. Transisi sebelum masuk RS covid.
 4. Merencanakan lab yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test antigen atau PCR swab agar deteksi pasien covid lebih cepat di tegakkan

 5. Menyiapkan radiologi dan lab hematology khusus buat pasien pasien yang memiliki faktor resiko covid.

Kenapa harus disiapkan khusus?
dr Makson:  tujuan semua ini agar fasilitas sarana yang ada di RSUD sekayu sudah dipisahkan sehingga meminimalkan resiko penularan dari pasien faktor resiko ke tenaga kesehatan ataupun pasien lainnya.
Untuk fasilitas rs yang tidak langsung melayani covid dilakukan usaha pencegahan dengan melaksanakan protokol kesehatan dan APD yang sesuai dengan Program Pencegahan dan Pengendalian  Infeksi di RSUD Sekayu . Dan apabila ada resiko covid APD yang di gunakan sesuai dengan standar PPI dalam menghadapi covid.

Prosedur pasien masuk bagaimana?
dr Makson: Jadi dari awal semua pasien sudah discreening saat akan berobat di RS. Dan untuk meminimalkan resiko pasien rawat jalan dengan faktor resiko dilayani di RS darurat covid dengan sistem telemedicine.

Jelasnya?dr Makson: Untuk pasien rawat inap covid di awasi 24 jam dengan pantauan kamera cctv.

Para petugas juga khusus atau ada penambahan?
 dr Makson: Untuk seluruh pegawai ditrainning tentang covid 19 agar mereka faham dan bersikap benar dalam mengahadi covid. Untuk kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan di RS darurat direkrut baru serta dilakukan trainning agar siap menghadapi covid.

Harus sesiap itukah?
dr Makson: Dengan adanya lonjakan covid di buat penugasan perawat RSUD Sekayu yang dianggap skillnya terampil secara bergiliran  ditugaskan untuk mentor pegawai baru di rumah sakit  covid agar akselerasi skill pegawai baru meningkat dengan cepat. Harapan lainnya adalah memberikan pengalaman menghadapi covid bagi perawat yang di perbantukan di RS covid.

Ada skenario lanjutan?
dr Makson : Dan apabila Muba menjadi zona merah dan epicentrum covid maka tenaga kesehatan di RSUD Sekayu siap karena sudah banyak yang berpenglaman sehingga tidak panik.(hsm)

Harlah ke-86 GP Ansor, Dodi Reza: Sinergi dengan Pemerintah, Dorong Pembangunan di Muba

MUBA,DS. -- Tepat pada 24 April 2020 ini Gerakan Pemuda (GP) Ansor memasuki usia ke-86 tahun, GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga selaku Dewan Pembina GP Ansor Sumsel mengucapkan selamat Hari Lahir (Harla) kepada GP Ansor yang telah memasuki usia ke-86 tahun. 

"Khusus GP Ansor di Sumsel ini saya terus mengajak untuk bersinergi dengan Pemkab Muba dan selalu turut mendorong percepatan pembangunan di Muba," ucap Dodi Reza. 

Dikatakan Dodi, GP Ansor yang bersifat keagamaan, kepemudaan, kemasyarakatan dan kebangsaan memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk selalu menghadirkan perubahan serta mendorong tumbuhnya gerakan demokrasi yang tidak hanya memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan menyuarakan aspirasinya, tetapi juga dapat mendukung lahirnya manajemen pemerintah yang lebih baik dan bersih, pelayanan publik yang lebih prima dan reformasi semua aspek kehidupan kebangsaan untuk Indonesia yang lebih baik. 

"Kemudian, Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis. Agenda besar Gerakan Pemuda Ansor tentang revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi dan pemberdayaan potensi kader yang terus digenjot," ungkapnya. 

Menurut Dodi, Gerakan Pemuda Ansor yang notabene sebagai organisasi kepemudaan berbasis kaum muda Nahdlatul Ulama, merupakan salah satu kekuatan perubahan sosial yang berdiri di garis depan perubahan. 

"Melihat kondisi fenemona sosial yang berkembang, Gerakan Pemuda Ansor dituntut untuk bisa menengok dalam lintasan sejarah, bahwa kelahiran Gerakan Pemuda Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumsel, Ahmad Zarkasih mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin yang juga selaku Dewan Pembina GP Ansor Sumsel atas perhatian dan dukungan selama ini kepada GP Ansor Sumsel. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Dodi Reza yang juga Dewan Pembina GP Ansor Sumsel, dan semoga GP Ansor Sumsel di usia ke-86 ini makin berkontribusi untuk agama dan bangsa," pungkasnya.(hsm) 

Posko Gugus Tugas Covid -19 Desa Tanjung Bai Didirikan

LAHAT.DS,--- Demi terciptanya iklim yang sehat serta memantau Covid-19 dan bertujuan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, maka Kades Desa Tanjung Bai Lukman memetintahkan perangkat serta Anggota BPD setempat untuk mendirikan Posko Gugus tugas Covid-19.

Menurut Kades Desa Tanjung Bai Lukman kepada Media ini 26/4 " Alhamdulilah berkat bersatu pada Perangkat Desa, BPD, LPA dan LPM maka Posko gugus tugas pun terbentuk, diharapkan kepada warga yang datang dari luar Desa Kecamatan Tanjung Tebat, serta pelaku pejalan untuk segera melapor ke Kades,  Kadus atau petugas medis yang ada di gugus tugas. " tutur Kades.

Petugas Medis maupun anggota gugus tugas harus selalu senantiasa mengawasi  pelaku pejalan, karena kita tidak pernah tahu bahaya mengancam karena virus yang tidak pernah terlihat namun mematikan ini.

Kita berharap wabah ini cepat berlalu dan kita seperti semula, rajin lah cuci tangan makai sabun dan dilarang berkerumun tetap dirumah " pungkas Lukman.(Nih)

ELDIANSYAH KADES MUARA TIGA DIRIKAN POSKO GUGUS TUGAS COVID19 DAN BAGIKAN RATUSAN MASKER UNTUK MASYARAKATNYA

LAHAT.DS,--- Demi menjaga kesehatan  warganya agar terhindar dari virus corona yang mematikan,  Eldiansyah  Kades Desa Muara Tiga Kecamatan Mulak Ulu tidak tinggal diam.

Apalagi Virus corona ini peredarannya sudah sangat menghawatirkan, berbagai upaya yang dilakukan Eldiansyah dimulai melakukan penyemprotan Disinfektan, mendirikan posko Gugus tugas Covid-19 dan pada pagi Minggu 26 April 2020 membagikan 750 lembar masker.
Menurut Kades pemberian masker kepada warga bertujuan  memutuskan  mata rantai Pandemi  Covid-19 agar tidak masuk sampai ke Desa Muara Tiga, pelaku pejalan yang datang ke Desa langsung diperiksa dan di isolasi mandiri selama 14 hari. Saya himbau kepada warga untuk  selalu menjalankan pola hidup sehat, dengan cara sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun. Sehingga   memutus mata rantai covid -19 terlaksana " tandas Eldiansyah.(Nih)

Diketahui Yrd Terpapar Covid-19 Warga Desa Karang Tanding Minta Pemerintah lakukan Penyemprotan Desinfektan

LAHAT.DS,--Setelah ditemukan ada serorang warga Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, bernama Yrd (65) yang kesehariannya berjualan nasi di Pasar Jarai sebelah Puskesmas dekat Masjid terduga telah terinfeksi virus covid 19 membuat sejumlah warga sekitar naik vital dan angkat bicara.

Tidak dipungkiri, warga mengaku sangat menyesalkan gerakan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat, termasuk Team Gugus Tugas yang ada di Kecamatan Jarai belum melakukan penyemprotan cairan Desinfektan, guna untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19.


"Sudah berulang kali kami warga setempat menyampaikan persoalan yang ada. Namun, seolah omongan kami tidak digubris oleh Team Gugus Tugas yang ada di Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat," ungkap DK salah satu sumber yang mintak dirasiakan yang merupakan warga Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat yang menelpon salah satu kantor Rekadsi Media Online Provinsi Palembang, pada Sabtu (25/04).

Diakui DK, apabila ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan bukan hanya satu orang yang bakal terpapar oleh Virus Covid 19, maka, semua warga yang ada di Desa Karang Tanding di Kecamatan Jarai, dapat terancam terkena virus tersebut.

"Untuk itu, kami dari warga Desa Karang Tanding memintak kepada Pemkab Lahat agar dapat segera melakukan penyemprotan cairan desinfektan atau bila perlu memeriksa semua warga Desa yang ada, satu persatu. Demi memberikan rasa aman kepada warga lainnya yang tidak terjangkit virus covid 19," pinta DK yang rumah bejarak dari tidak terlalu jauh dari kediaman korban terpapar virus covid 19.

Salah satu Tim Gugus Tugas Kabupaten Rudi Darma ketika disampaikan ada warga desa Karang Tanding Kecamatan Jarai meminta agar Desanya dilakukan Peyemptotan Disinfektan,ia megatakan dikecamatan jarai sudah ada Tim Gugus Tugas Kecamatan Jarai silakan warga lapor kesana .

Lain hal yang disampaikan Dr.Ponco Kepala Dinas Kesehatan megatakan iya nanti kami sampaikan ke Kecamatan dan Puskesmas Jarai katanya singkat melalui pesan WA. (Inh)