NEWS

Slider

Mencuri Kamera Fhotograper Di Sungai Pinang, Pria Ini Diringkus Reskrim Polsek Tanjung Raja

INDRALAYA,DS. -- AS (19) Pelaku tindak kejahatan Pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus tim Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Raja Ogan Ilir,kamis (23/4/2020).

Sebelumnya AS pria pengangguran ini merupakan pelaku pencuri kamera digital dirumah korban FR (21) yang berprofesi sebagai photografer.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjung Raja AKP Arfanol Amri SH melalui Kanit Reskrim IPDA Rangga Saputra SH mengatakan,Pada saat korban hendak sedang tidur, pelaku masuk dari pintu jendela kamar rumah dan langsung mengambil tas selempang  yang berisi 2 unit Kamera merk Nikon seri D3100 dan D3000, kemudian korban memergoki pelaku sehingga pelaku langsung melarikan diri dan korban sempat mengejar pelaku namun korban kehilangan jejak,"ya,atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 6.000.000,- ( Enam Juta Rupiah ) dan korban  melaporkan ke Polsek Tanjung Raja,"katanya.

Selanjutnya Pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 mendapatkan Informasi dari korban bahwa ada orang yang ingin menjual kamera,Polsek Tanjung Raja dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja Ipda Rangga Saputra, SH bersama dengan anggota opsnal Polsek Tanjung Raja melaksanakan giat Penyelidikan terhadap Pelaku.
,"Dari hasil interogasi terhadap korban, bahwa korban mendapat telepon dari temannya Saudara Yayan bahwa ada orang yg ingin menjual Kamera,Setelah itu kami bersama anggota langsung mengajak korban untuk menemui orang yg ingin menjual kamera tersebut di rumah teman korban Saudara Yayan yg beralamat di desa Sungai Pinang III Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir,"ujarnya.

Setiba dirumah Saudara Yayan, anggota Polsek bersama dengan korban langsung melihat kamera yg di bawa oleh seseorang yang mengaku bernama JEPRI,  setelah dilihat kamera tersebut memang benar milik korban.

Kemudian Unit Reskrim bersama anggota langsung melakukan interogasi terhadap J, dan dari pengembangan interogasi J yang mengaku bahwa dia disuruh oleh pelaku AS untuk menjual kamera tersebut,"ya, selanjutnya anggota langsung mengajak J untuk menemui pelaku AS, akhirnya pelaku AS berhasil kita amankan bersama 2 ( dua ) orang rekannya. Selanjutnya ke 3 orang tersebut langsung kita gelandang ke mapolsek berikut barang bukti 2 unit kamera digital dan 1 tas merk nikon serta 1 tas selembang warna biru."terangnya.(red/drs).

Dari Mess dan Insentif khusus Hingga Proteksi Jaminan Kesehatan Terlengkap Petugas Kesehatan RSUD Sekayu diberi Jaminan fasilitas tangani covid19


MUBA,DS. - Kalau ada yang menolak kerja shift silahkan ajukan ke direktur dan akan  di'rumah'kan. Sampai saat ini tidak ada yang berani menolak giliran piket di RSUD. Kalau ada yang berani bawa backing, backingnya saya marahi.  Ini sedang perang melawan covid.  Siapa yang coba melakukan pembangkangan berhenti."

Deretan kalimat tegas ini meluncur, lancar dari Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba,MARS, Minggu ,  (26/4/2020). Sebagai komandan terdepan rumah sakit kebanggaan Musi Banyuasin, ia all out. Tak mau setengah kopling. Bagi personel RSUD Sekayu yang malas bersama-sama melawan covid 19 akan dirumahkan.

Agar tidak menimbulkan kecemasan bagi masyarakat dan para tenaga kesehatan fokus bekerja, semua tenaga medis dan kesehatan yang di garda depan / langsung melayani covid diberikan fasilitas mess di rumah sakit dan wisma atlet. Semua langkah ini bahkan atas perintah langsung Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex.
Penyediaan mess selain bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan juga mengurangi kekuatiran masyarakat dan keluarga bahwa mereka tidak akan menularkan atau membawa virus ke rumah.

Insentif khusus covid ini juga diberikan sebagai apresiasi kepada mereka selama 3 bulan dalam menghadapi covid. Santunan juga disediakan bagi petugas yang  terinfeksi bila mereka tertular. Bila mereka gugur dalam tugas pun disiapkan santunan kematian. Semuanya diikutkan  asuransi jamsostek . Bila mereka tertular akan di biayai pengobatan sampai sembuh.

"Jadi pegawai RSUD Sekayu diproteksi baik sebelum mereka kena ataupun  kena mereka mendapat jaminan. Dan tidak akan di telantarkan. Kita adalah satu-satunya di seluruh Indonesia yang memiliki jaminan lengkap bagi tenaga kesehatan dalam perang menghadapi covid.

Di tengah penanganan wabah covid19, petugas medis dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting. Berikut ini wawancara dengan Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba.

Bagaimana upaya menangani covid19 ini?
dr Makson: Rsud sekayu menghadapi covid secara terukur. Ada beberapa langkah.
1. RSUD sekayu langsung menyiapkan RS darurat layanan covid dengan 4 tempat tidur ruang isolasi negatif terdiri dari 2 tempat tidur dengan fasilitas alat medis mendekati ICU dengan ventilator serta 2 tempat tidur isolasi yang tidak ada ancaman gagal nafas.
 2. Menyiapkan ruang perawatan dengan 28 tempat tidur.
 3. Menyiapkan 4 tidur tambahan untuk r. Transisi sebelum masuk RS covid.
 4. Merencanakan lab yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test antigen atau PCR swab agar deteksi pasien covid lebih cepat di tegakkan

 5. Menyiapkan radiologi dan lab hematology khusus buat pasien pasien yang memiliki faktor resiko covid.

Kenapa harus disiapkan khusus?
dr Makson:  tujuan semua ini agar fasilitas sarana yang ada di RSUD sekayu sudah dipisahkan sehingga meminimalkan resiko penularan dari pasien faktor resiko ke tenaga kesehatan ataupun pasien lainnya.
Untuk fasilitas rs yang tidak langsung melayani covid dilakukan usaha pencegahan dengan melaksanakan protokol kesehatan dan APD yang sesuai dengan Program Pencegahan dan Pengendalian  Infeksi di RSUD Sekayu . Dan apabila ada resiko covid APD yang di gunakan sesuai dengan standar PPI dalam menghadapi covid.

Prosedur pasien masuk bagaimana?
dr Makson: Jadi dari awal semua pasien sudah discreening saat akan berobat di RS. Dan untuk meminimalkan resiko pasien rawat jalan dengan faktor resiko dilayani di RS darurat covid dengan sistem telemedicine.

Jelasnya?dr Makson: Untuk pasien rawat inap covid di awasi 24 jam dengan pantauan kamera cctv.

Para petugas juga khusus atau ada penambahan?
 dr Makson: Untuk seluruh pegawai ditrainning tentang covid 19 agar mereka faham dan bersikap benar dalam mengahadi covid. Untuk kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan di RS darurat direkrut baru serta dilakukan trainning agar siap menghadapi covid.

Harus sesiap itukah?
dr Makson: Dengan adanya lonjakan covid di buat penugasan perawat RSUD Sekayu yang dianggap skillnya terampil secara bergiliran  ditugaskan untuk mentor pegawai baru di rumah sakit  covid agar akselerasi skill pegawai baru meningkat dengan cepat. Harapan lainnya adalah memberikan pengalaman menghadapi covid bagi perawat yang di perbantukan di RS covid.

Ada skenario lanjutan?
dr Makson : Dan apabila Muba menjadi zona merah dan epicentrum covid maka tenaga kesehatan di RSUD Sekayu siap karena sudah banyak yang berpenglaman sehingga tidak panik.(hsm)

Harlah ke-86 GP Ansor, Dodi Reza: Sinergi dengan Pemerintah, Dorong Pembangunan di Muba

MUBA,DS. -- Tepat pada 24 April 2020 ini Gerakan Pemuda (GP) Ansor memasuki usia ke-86 tahun, GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga selaku Dewan Pembina GP Ansor Sumsel mengucapkan selamat Hari Lahir (Harla) kepada GP Ansor yang telah memasuki usia ke-86 tahun. 

"Khusus GP Ansor di Sumsel ini saya terus mengajak untuk bersinergi dengan Pemkab Muba dan selalu turut mendorong percepatan pembangunan di Muba," ucap Dodi Reza. 

Dikatakan Dodi, GP Ansor yang bersifat keagamaan, kepemudaan, kemasyarakatan dan kebangsaan memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk selalu menghadirkan perubahan serta mendorong tumbuhnya gerakan demokrasi yang tidak hanya memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan menyuarakan aspirasinya, tetapi juga dapat mendukung lahirnya manajemen pemerintah yang lebih baik dan bersih, pelayanan publik yang lebih prima dan reformasi semua aspek kehidupan kebangsaan untuk Indonesia yang lebih baik. 

"Kemudian, Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis. Agenda besar Gerakan Pemuda Ansor tentang revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi dan pemberdayaan potensi kader yang terus digenjot," ungkapnya. 

Menurut Dodi, Gerakan Pemuda Ansor yang notabene sebagai organisasi kepemudaan berbasis kaum muda Nahdlatul Ulama, merupakan salah satu kekuatan perubahan sosial yang berdiri di garis depan perubahan. 

"Melihat kondisi fenemona sosial yang berkembang, Gerakan Pemuda Ansor dituntut untuk bisa menengok dalam lintasan sejarah, bahwa kelahiran Gerakan Pemuda Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumsel, Ahmad Zarkasih mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin yang juga selaku Dewan Pembina GP Ansor Sumsel atas perhatian dan dukungan selama ini kepada GP Ansor Sumsel. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Dodi Reza yang juga Dewan Pembina GP Ansor Sumsel, dan semoga GP Ansor Sumsel di usia ke-86 ini makin berkontribusi untuk agama dan bangsa," pungkasnya.(hsm) 

Posko Gugus Tugas Covid -19 Desa Tanjung Bai Didirikan

LAHAT.DS,--- Demi terciptanya iklim yang sehat serta memantau Covid-19 dan bertujuan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, maka Kades Desa Tanjung Bai Lukman memetintahkan perangkat serta Anggota BPD setempat untuk mendirikan Posko Gugus tugas Covid-19.

Menurut Kades Desa Tanjung Bai Lukman kepada Media ini 26/4 " Alhamdulilah berkat bersatu pada Perangkat Desa, BPD, LPA dan LPM maka Posko gugus tugas pun terbentuk, diharapkan kepada warga yang datang dari luar Desa Kecamatan Tanjung Tebat, serta pelaku pejalan untuk segera melapor ke Kades,  Kadus atau petugas medis yang ada di gugus tugas. " tutur Kades.

Petugas Medis maupun anggota gugus tugas harus selalu senantiasa mengawasi  pelaku pejalan, karena kita tidak pernah tahu bahaya mengancam karena virus yang tidak pernah terlihat namun mematikan ini.

Kita berharap wabah ini cepat berlalu dan kita seperti semula, rajin lah cuci tangan makai sabun dan dilarang berkerumun tetap dirumah " pungkas Lukman.(Nih)

ELDIANSYAH KADES MUARA TIGA DIRIKAN POSKO GUGUS TUGAS COVID19 DAN BAGIKAN RATUSAN MASKER UNTUK MASYARAKATNYA

LAHAT.DS,--- Demi menjaga kesehatan  warganya agar terhindar dari virus corona yang mematikan,  Eldiansyah  Kades Desa Muara Tiga Kecamatan Mulak Ulu tidak tinggal diam.

Apalagi Virus corona ini peredarannya sudah sangat menghawatirkan, berbagai upaya yang dilakukan Eldiansyah dimulai melakukan penyemprotan Disinfektan, mendirikan posko Gugus tugas Covid-19 dan pada pagi Minggu 26 April 2020 membagikan 750 lembar masker.
Menurut Kades pemberian masker kepada warga bertujuan  memutuskan  mata rantai Pandemi  Covid-19 agar tidak masuk sampai ke Desa Muara Tiga, pelaku pejalan yang datang ke Desa langsung diperiksa dan di isolasi mandiri selama 14 hari. Saya himbau kepada warga untuk  selalu menjalankan pola hidup sehat, dengan cara sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun. Sehingga   memutus mata rantai covid -19 terlaksana " tandas Eldiansyah.(Nih)

Diketahui Yrd Terpapar Covid-19 Warga Desa Karang Tanding Minta Pemerintah lakukan Penyemprotan Desinfektan

LAHAT.DS,--Setelah ditemukan ada serorang warga Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, bernama Yrd (65) yang kesehariannya berjualan nasi di Pasar Jarai sebelah Puskesmas dekat Masjid terduga telah terinfeksi virus covid 19 membuat sejumlah warga sekitar naik vital dan angkat bicara.

Tidak dipungkiri, warga mengaku sangat menyesalkan gerakan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat, termasuk Team Gugus Tugas yang ada di Kecamatan Jarai belum melakukan penyemprotan cairan Desinfektan, guna untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19.


"Sudah berulang kali kami warga setempat menyampaikan persoalan yang ada. Namun, seolah omongan kami tidak digubris oleh Team Gugus Tugas yang ada di Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat," ungkap DK salah satu sumber yang mintak dirasiakan yang merupakan warga Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat yang menelpon salah satu kantor Rekadsi Media Online Provinsi Palembang, pada Sabtu (25/04).

Diakui DK, apabila ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan bukan hanya satu orang yang bakal terpapar oleh Virus Covid 19, maka, semua warga yang ada di Desa Karang Tanding di Kecamatan Jarai, dapat terancam terkena virus tersebut.

"Untuk itu, kami dari warga Desa Karang Tanding memintak kepada Pemkab Lahat agar dapat segera melakukan penyemprotan cairan desinfektan atau bila perlu memeriksa semua warga Desa yang ada, satu persatu. Demi memberikan rasa aman kepada warga lainnya yang tidak terjangkit virus covid 19," pinta DK yang rumah bejarak dari tidak terlalu jauh dari kediaman korban terpapar virus covid 19.

Salah satu Tim Gugus Tugas Kabupaten Rudi Darma ketika disampaikan ada warga desa Karang Tanding Kecamatan Jarai meminta agar Desanya dilakukan Peyemptotan Disinfektan,ia megatakan dikecamatan jarai sudah ada Tim Gugus Tugas Kecamatan Jarai silakan warga lapor kesana .

Lain hal yang disampaikan Dr.Ponco Kepala Dinas Kesehatan megatakan iya nanti kami sampaikan ke Kecamatan dan Puskesmas Jarai katanya singkat melalui pesan WA. (Inh)

Malam Ini, Kepala Desa Datar Balam Bagikan 1000 Masker ke Warganya

LAHAT.DS, - Pada malam hari ini kepala Desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat membagikan masker kepada warganya. Kegiatan ini berlangsung di Desa Datar Balam sekira pukul 20.30 WIB.

Saat dibincangi media ini, Alpa Edison Kepala Desa Datar Balam menuturkan bahwa pembagian masker kepada warga kurang lebih sebanyak 1000 masker.

" Iya dindo, jadi pembagian masker kepada warga Desa Datar Balam pada malam hari ini sekitar 1000 masker. Yang mana tujuan pembagian masker tersebut ialah guna untuk memutuskan penyebaran Covid -19" Ujar Alpa Edison kemedia ini, Sabtu ( 25/4/20).

Alpa  juga berharap kepada warganya supaya jika keluar rumah hendaknya masker tersebut dapat digunakan.

" Sudah kami himbau kepada seluruh warga pada malam hari ini jika keluar rumah supaya masker tersebut dapat dipergunakan " Ujarnya menambahakan.

Selain itu, Kades dan seluruh warga Desa Datar Balam berharap dan berdo'a agar Virus Corona atau Covid - 19 segera berakhir di bumi Indonesia dan Dunia.

" Semoga saja Virus ini segera berakhir dan dunia dapat pulih kembali. Dan dikesempatan ini kami juga mengucapakan Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1441 H " Pungkas Alpa Edison. *HNI*

Gubernur Sumsel Dan Bupati Ogan Ilir Tinjau Kesiapan Paket Sembako Di Gudang Dinsos Regional KM33

INDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir H.M. Ilyas Panji Alam, SE, SH, MM, bersama Sekda OI, dan Kadinsos OI menyambut kunjungan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH, MM untuk meninjau dan melihat langsung kesiapan Paket Sembako yang telah disiapkan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2020. Sabtu (25/04/2020), bertempat di Gudang Regional Km. 33 Indralaya.

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam menyampaikan  bahwasanya, paket sembako yang telah disiapkan ini adalah bantuan untuk memenuhi pangan masyarakat yang terkena dampak dari wabah Covid-19 di bulan Suci Ramadhan khususnya di Kabupaten Ogan Ilir dan ini akan didistribusikan secepatnya keseluruh Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Ogan Ilir. 

Gubernur Sumsel menyampaikan, "Saya berkunjung dan melihat langsung setiap kondisi pangan yang ada di Seluruh Kab/Kota di Sumsel untuk memastikan ketersediaan untuk masyarakat. Dan untuk Kabupaten Ogan Ilir kali ini patut menjadi contoh bagi Kab/Kota yang lain dimana Kabupaten Ogan Ilir  telah menyiapkan pangan yang nantinya didistribusikan kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) Di Kabupaten Ogan Ilir tanpa melihat strata sosial karena semua menerima dampak Covid-19, yang nantinya akan menyisir adalah relawan dilapangan untuk mendistribusikan langsung kesetiap rumah dan masyarakat hanya perlu menunggu di Rumah".

Gubernur Sumsel juga mengingatkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Selatan jika dari daerah terpapar ada yang merasa dirinya ODP, PDP, OTG lakukanlah keterbukaan dengan pihak medis karena dengan adanya keterbukaan dapat meminimalisir adanya penularan virus Covid-19 kepada pihak medis.

"Jika semua pihak medis terpapar siapa yang akan mengobati. Maka dari itu mari bekerjasama untuk memutus rantai penyebaran virus Covid19 ini dengan melakukan keterbukaan saat konsultasi ke petugas medis." Ujar Gubernur Sumsel. (Jend)

Bayi Berusia 4 Bulan di Ogan Ilir Terindikasi Covid-19, Jubir : Berasal dari Impor, Bukan Transmisi Lokal

INDRALAYA.DS, -- bicara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir (OI) Wahyudi Wibowo membenarkan adanya seorang warganya dinyatakan positif covid-19. Warga yang positif covid-19 tersebut merupakan seorang bayi berusia empat bulan. Ia dinyatakan positif usai menjalani isolasi selama 14 hari di rumah sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang. Hasilnya Sabtu (25/4) petugas medis menyatakan bayi tersebut positif terindikasi covid-19. Ini disampaikan Jubir tim gugus tugas covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo, Sabtu (25/4). Secara keseluruhan sampai dengan saat ini total warga Kabupaten OI yang terindikasi Covid-19 berjumlah dua orang. Semuanya berasal dari impor bukan transmisi lokal.

Dipaparkan juru bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo menjelaskan, pada Sabtu 11 April lalu pihaknya memperoleh informasi akan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia melalui penerbangan Internasional Malaysia - Medan hendak menuju ke Sumsel. Sesampainya di Bandara Internasional Medan rombongan TKI asal Sumsel yang berjumlah sembilan orang tersebut, tiga diantaranya berasal dari Kabupaten OI dijemput menggunakan Bis Pelangi dengan plat BL 7386 JH. Dua hari kemudian, tepatnya pada Senin 13 April pukul 09.00, tim gugus tugas berangkat dari menuju Terminal Alang-alang Lebar Km 12 untuk menjemput tiga dari sembilan TKI asal Kabupaten OI.

"Rombongan langsung diarahkan menuju ke RS Fatimah untuk dilakukan pengecekkan keaehatan (medis)," ujar Wahyudi Wibowo. Malam harinya, ketiga warga yang berasal dari salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI termasuk seorang bayi langsung dibawa ke Rumah Sehat di Wisma Atlit Jakabaring Palembang untuk dilakukan isolasi selama 14 hari. "Tanggal 24 April 2020 (hari ini) hasil pemeriksaan keluar, didapat satu orang bayi berusia empat bulan dinyatakan positif," jelas Juru Bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo seraya menegaskan warganya yang terindikasi Covid-19 tersebut murni berasal dari impor bukan transmisi lokal.(Jend)