NEWS

Slider

Malam Ini, Kepala Desa Datar Balam Bagikan 1000 Masker ke Warganya

LAHAT.DS, - Pada malam hari ini kepala Desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat membagikan masker kepada warganya. Kegiatan ini berlangsung di Desa Datar Balam sekira pukul 20.30 WIB.

Saat dibincangi media ini, Alpa Edison Kepala Desa Datar Balam menuturkan bahwa pembagian masker kepada warga kurang lebih sebanyak 1000 masker.

" Iya dindo, jadi pembagian masker kepada warga Desa Datar Balam pada malam hari ini sekitar 1000 masker. Yang mana tujuan pembagian masker tersebut ialah guna untuk memutuskan penyebaran Covid -19" Ujar Alpa Edison kemedia ini, Sabtu ( 25/4/20).

Alpa  juga berharap kepada warganya supaya jika keluar rumah hendaknya masker tersebut dapat digunakan.

" Sudah kami himbau kepada seluruh warga pada malam hari ini jika keluar rumah supaya masker tersebut dapat dipergunakan " Ujarnya menambahakan.

Selain itu, Kades dan seluruh warga Desa Datar Balam berharap dan berdo'a agar Virus Corona atau Covid - 19 segera berakhir di bumi Indonesia dan Dunia.

" Semoga saja Virus ini segera berakhir dan dunia dapat pulih kembali. Dan dikesempatan ini kami juga mengucapakan Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1441 H " Pungkas Alpa Edison. *HNI*

Gubernur Sumsel Dan Bupati Ogan Ilir Tinjau Kesiapan Paket Sembako Di Gudang Dinsos Regional KM33

INDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir H.M. Ilyas Panji Alam, SE, SH, MM, bersama Sekda OI, dan Kadinsos OI menyambut kunjungan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH, MM untuk meninjau dan melihat langsung kesiapan Paket Sembako yang telah disiapkan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2020. Sabtu (25/04/2020), bertempat di Gudang Regional Km. 33 Indralaya.

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam menyampaikan  bahwasanya, paket sembako yang telah disiapkan ini adalah bantuan untuk memenuhi pangan masyarakat yang terkena dampak dari wabah Covid-19 di bulan Suci Ramadhan khususnya di Kabupaten Ogan Ilir dan ini akan didistribusikan secepatnya keseluruh Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Ogan Ilir. 

Gubernur Sumsel menyampaikan, "Saya berkunjung dan melihat langsung setiap kondisi pangan yang ada di Seluruh Kab/Kota di Sumsel untuk memastikan ketersediaan untuk masyarakat. Dan untuk Kabupaten Ogan Ilir kali ini patut menjadi contoh bagi Kab/Kota yang lain dimana Kabupaten Ogan Ilir  telah menyiapkan pangan yang nantinya didistribusikan kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) Di Kabupaten Ogan Ilir tanpa melihat strata sosial karena semua menerima dampak Covid-19, yang nantinya akan menyisir adalah relawan dilapangan untuk mendistribusikan langsung kesetiap rumah dan masyarakat hanya perlu menunggu di Rumah".

Gubernur Sumsel juga mengingatkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Selatan jika dari daerah terpapar ada yang merasa dirinya ODP, PDP, OTG lakukanlah keterbukaan dengan pihak medis karena dengan adanya keterbukaan dapat meminimalisir adanya penularan virus Covid-19 kepada pihak medis.

"Jika semua pihak medis terpapar siapa yang akan mengobati. Maka dari itu mari bekerjasama untuk memutus rantai penyebaran virus Covid19 ini dengan melakukan keterbukaan saat konsultasi ke petugas medis." Ujar Gubernur Sumsel. (Jend)

Bayi Berusia 4 Bulan di Ogan Ilir Terindikasi Covid-19, Jubir : Berasal dari Impor, Bukan Transmisi Lokal

INDRALAYA.DS, -- bicara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir (OI) Wahyudi Wibowo membenarkan adanya seorang warganya dinyatakan positif covid-19. Warga yang positif covid-19 tersebut merupakan seorang bayi berusia empat bulan. Ia dinyatakan positif usai menjalani isolasi selama 14 hari di rumah sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang. Hasilnya Sabtu (25/4) petugas medis menyatakan bayi tersebut positif terindikasi covid-19. Ini disampaikan Jubir tim gugus tugas covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo, Sabtu (25/4). Secara keseluruhan sampai dengan saat ini total warga Kabupaten OI yang terindikasi Covid-19 berjumlah dua orang. Semuanya berasal dari impor bukan transmisi lokal.

Dipaparkan juru bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo menjelaskan, pada Sabtu 11 April lalu pihaknya memperoleh informasi akan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia melalui penerbangan Internasional Malaysia - Medan hendak menuju ke Sumsel. Sesampainya di Bandara Internasional Medan rombongan TKI asal Sumsel yang berjumlah sembilan orang tersebut, tiga diantaranya berasal dari Kabupaten OI dijemput menggunakan Bis Pelangi dengan plat BL 7386 JH. Dua hari kemudian, tepatnya pada Senin 13 April pukul 09.00, tim gugus tugas berangkat dari menuju Terminal Alang-alang Lebar Km 12 untuk menjemput tiga dari sembilan TKI asal Kabupaten OI.

"Rombongan langsung diarahkan menuju ke RS Fatimah untuk dilakukan pengecekkan keaehatan (medis)," ujar Wahyudi Wibowo. Malam harinya, ketiga warga yang berasal dari salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI termasuk seorang bayi langsung dibawa ke Rumah Sehat di Wisma Atlit Jakabaring Palembang untuk dilakukan isolasi selama 14 hari. "Tanggal 24 April 2020 (hari ini) hasil pemeriksaan keluar, didapat satu orang bayi berusia empat bulan dinyatakan positif," jelas Juru Bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo seraya menegaskan warganya yang terindikasi Covid-19 tersebut murni berasal dari impor bukan transmisi lokal.(Jend)

Antisipasi Covid-19 Kades Ulak Lebar Giatkan Sosialisasi Keliling.

LAHAT.DS,--- Evi Fitrianti Kades Ulak Lebar Kecamatan Lahat, dalam menghadapi wabah Pandemi Corona terus berupaya menghambat peredaraannya. Selain melakukan penyemprotan Disinfektan dibeberapa ruas di Desanya.

Beliau juga membagikan masker, selain itu terus hampir tak berselang lama melakukan Sosialisasi keliling Kawasan Desa Ulak Lebar,  demi menyadarkan kepada warganya untuk sama- sama memutus mata rantai peredaran Covid- 19.

Menurut Kades kepada Awak Media di Posko Satgas Covid-19 25/4 " Usaha terus digiatkan  saat ini tergantung kesadaran warga, di Desa kita ini ada
12 orang ODP dari zona merah mereka tengah  melakukan isolasi mandiri dan kondisi kesehatan dalam keadaan sehat " terang Kades. (Nih)

Antisipasi Dampak Covid-19, Bupati DRA Cek Kesiapan Pemdes Lewat Video Conference

MUBA,DS. - Keseriusan  Bupati Muba Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin dalam mengatasi pencegahan penularan wabah Covid-19 di kabupaten Musi Banyuasin menjadi sorotan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Mengapa tidak, demi menjaga situasi yang tetap kondusif, Video conference saat menjadi jawabannya. Hari ini, Jumat (24/4/2020) Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi sekretaris daerah Drs H Apriyadi MSi menggelar rapat koordinasi melalui video conference bersama 15 camat di wilayah Muba.

Kegiatan video conference bersama ini dilakukan dalam rangka menyambut puasa Ramadhan 1441 H dan mengecek persiapan Pemerintah desa dalam menyikapi dan antisipasi penyebaran Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Bupati Dodi  menghimbau dan menegaskan kepada para Camat dan Kepala Desa untuk tetap mengikuti aturan dan instruksi pemerintah dalam memberantas penyebaran dari penyakit covid-19 dan lakukan Dengan serius tugas ini dengan baik dan saya minta kita wajib bersinergi seluruhnya bergotong royong bersama dan bersatu untuk percepatan penangan covid 19 dan penanganan atas dampak yang disebabkan kepada kita semua. 

"Alhamdulillah walaupun suasana kita dalam keadaan prihatin, di sini kita memang masih bisa bertugas melayani masyarakat dalam suasana yang seperti ini. Saya kembali menghimbau dan menegaskan kepada para Camat dan kepala desa untuk tetap mengikuti aturan dan instruksi himbauan pemerintah dalam rangka kita memberantas penyebaran dari wabah Covid-19. Dan ada beberapa surat edaran dan instruksi yang sudah saya keluarkan. Maka saya tidak perlu membahas satu persatu. Jadi yang saya inginkan di sini adalah kita harus tetap setiap waktu siaga,"ungkapnya.

Selain itu, Bupati Dodi juga meminta agar Camat dan Kades terus meningkat sinergitas pendataan terhadap masyarakat Muba dalam penanganan Covid 19 dapat terlaksana dan di pertanggung jawabkan dengan baik juga transparan dan warga penerima manfaat pastikan betul betul yang membutuhkan sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

Secara umum Pemerintah Kabupaten Muba telah memberikan perhatian yang cukup luar biasa kepada masyarakat tentang pentingnya antisipasi Covid 19 dan bantuan bansos untuk masyarakat terdampak.

Bupati juga mengatakan jangan sampai data untuk pemberian bantuan kepada masyarakat tersebut tumpang tindih. Dan harapan kita bantuan ini dapat diberikan kepada penerima Bansos yang tepat, karena situasi dan kondisi saat ini masyarakat telah mengalami kesulitan ekonomi karena terdampak Covid 19.

Hadir dalam video conference Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi., Kepala Dinas PMD Richard Cahyadi, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga, Kepala Dinas Kesehatan dr Azmi Dariusmansyah MARS, dan seluruh Camat di wilayah Muba.(hsm) 

200 Paket Sembako Di Berikan Fuel Terminal Lahat Kepada Warga Ring Satu

LAHAT.DS,---Sebagai wujud keperdulian dan prihatin wabah Pandemi Covid-19  sangat menghawatirkan melanda lebih dari 200 Negara, sehingga menjadi perhatian khalayak.

Fuel Terminal Lahat merasa terpanggil untuk membantu dampak Covid-19, dengan berbagi kasih kepada warga sekitar ring satu yang eknomi kebawah
sebanyak 200 Paket sembako diberikan.
Pembagian sembako diberikan secara simbolis diterima Lurah Kota Negara Rohim SE, MM didampingi ketua RT dan Ketua RW setempat, hal ini dijelaskan Teguh Tri Widodo selaku  Fuel  Manager Terminal Fuel Lahat.

Menurut Fuel Manager (25/4 ) " pemberian bantuan Sembako ini secara kebetulan bertepatan pada moment sambut Puasa Ramadhan dan sekaligus penanganan dampak Covid-19, selain itu sekitar seminggu lalu juga kita berikan bantuan 500 lembar masker double kain juga kepada warga sekitar ring satu. " ujar Fuel Manager.

Selain itu Teguh Tri Widodo berpesan untuk tetap Pysical Distancing ( menjaga jarak), hindari berkerumun, rajin cuci tangan dan Stay Home " pungkas Fuel Manager.

Sementara itu Lurah Kota Negara Rohim SE, MM mengucapkan terima kasih kepada Fuel Terminal Lahat yang telah membantu warganya.(NIH)

Penyebaran COVID-19 Makin Mengkhawatirkan, YLKI Minta Pemkab Lahat Ambil Langkah Progresif

LAHAT.DS, -- Yayasan Lembaga Komsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya meminta Pemerintah Kabupaten Lahat untuk melakukan langkah progresif dalam menangani penyebaran COVID-19 karena kondisinya semakin mengkhawatirkan.

"Kami meminta pemkab Lahat segera melakukan tes dan isolasi yang ketat kepada pendatang karena diduga data belum mencerminkan kondisi di lapangan dalam melakukan 'pembatasan sosial' secara parsial, seharusnya pemkab melarang pendatang masuk, apalagi dari zona merah harus benar-benar dipantau, terbukti kontribusi penyebaran dalam kasus COVID-19 di Lahat (Kikim Barat dan Jarai), menular melalui pasien yang pernah berobat ke tempat wilayah zona merah" kata Ketua YLKI Lahat, Sanderson, dalam keterangan tertulisnya di Lahat, Jumat (24/4/2020).

Sanderson, mengatakan, pemkab harus serius mempertimbangkan pembatasan akses keluar masuk untuk warga agar benar-benar terpantau pergerakannya. Dimana saat Tim Gugus Tugas Covid 19 telah bekerja dengan baik, namun kedepan lebih maksimal lagi diperkirakan puncak pandemi corona.

Selain itu, YLKI meminta pemkab bersinergi dengan pemerintah daerah perbatasan untuk menghalau COVID-19 dan mengawasi jalan tikus yang luput dari pantauan serta membentuk tim kesehatan bersama maupun meningkatkan peran desa-desa diperbatasan.

"Hal itu penting, mengingat luas wilayah kabupaten Lahat yang besar tentunya akses masuk dari jalan tikus akan meningkatkan seiring pembatasan di jalan umum dalam menangani lonjakan pasien COVID-19," kata Sanderson.

Ia menambahkan, manajemen kelengkapan rumah sakit juga harus benar-benar siap menampung pasien COVID-19, dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk memberikan rasa aman.

"Bercermin dari rumah sakit daerah lain, pemkab harus memegang kendali mengkoordinasikan puskesmas-puskesmas, karena jangan sampai ada penolakan pasien karena ini tidak manusiawi," kata Sanderson.

Ia juga meminta masyarakat agar menjalankan isolasi mandiri dengan sungguh-sungguh dan melakukan jaga jarak sosial (social distancing) serta pola hidup sehat.

"Perusahaan swasta yang merumahkan karyawannya, bila tidak mampu secara total bisa dilakukan bergantian dan harus melapor ke ketua Rukun Tetangga (RT) tempat mereka tinggal tentang koordinasi warga pendatang.

Pemkab juga melakukan pengaturan tata niaga dengan melakukan pembatasan pembelian bahan pokok demi menjamin ketersediaan dalam waktu yang belum bisa ditentukan," kata Sanderson.

Sementara hingga Jum'at (24/4), “Sudah diisolasi memasuki empat hari. Update per 23 April 2020 jumlah ODP 58, dengan ODP dalam pemantauan tercatat 13 orang, dan selesai mencapai 45 kasus, lalu PDP 2 orang,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lahat, Taufik M Putra.(Inh)

Akhirnya Lahat Ada Positif Covid 19

LAHAT.DS, - Warga Kabupaten Lahat Kecamatan Jarai akhirnya ada yang Positiv Covid 19. Hal tersebut disampaikan Taufiq Mariansyah Putra Juru Bicara Gusgas  Covid 19  Jumat (24/4) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat.

Dirinya membenarkan jika di Kabupaten Lahat ada PDP 1 Covid 19 dan saat ini masih di rawat.

"Benar, ada yang positif Covid 19 di Kabupaten Lahat. Kami tidak bisa menyebutkan namanya. Dia adalah PDP 1 Covid 19 di Kabupaten Lahat. PDP 1 ini sudah dirawat sejak Sabtu (18/4) sampai dengan saat ini," jelas Taufiq.

Dilanjutkan Taufiq, tracking terhadap PDP 1 sudah dilakukan, bahkan keluarga PDP1 ini sudah diisolasi. Setidaknya ada 14 orang yang diperiksa dan isolasi pada peristiwa tersebut. (Inh)

Warga Desa Pedu Terusik Atas Dilakukan Pembangunan TOWER PT.XL AXIATA

OGAN KOMERING ILIR.DS, -- Warga masyarakat Desa Pedu Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir, sum-sel, terusik dengan adanya pembangunan Tower XL.AXIATA yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa Pedu bapak Idren Panduwinata, Tower yang dibangun di Desa Pedu, bahkan tower sudah berdiri atas dasar tanpa izin dari masyarakat Desa Pedu,dan warga setempatpun tidak pernah melakukan penanda tanggani terhadap izin tower tersebut, masyarakat setempat takut akan dampak dari pendirian tower tersebut, seperti "GELOMBANG RADIASI DAN TOWER ROBOH", ujar salah satu warga yang berinisial Y, kepada awak media.
Dan saat awak media ingin melakukan penggalian informasi tentang tower Desa Pedu Kepala Desa Pedu yang bernama Idren Panduwinata mengatakan tidak tahu menahu dan tidak berhak tahu, dan dengan lantang serta berkata kasar kepada awak media dengan kata"BENGGAK" atau istilah bahasa indonesia adalah  bodoh, bahkan Oknum Kepala Desa tidak takut kepada Polisi,Pengadilan Negeri, apa ini menandakan sikap profesional seorang kades? 

Bahkan mirisnya awak media diusir oleh istri dari Kepala Desa Pedu dan masyarakat warga setempat meminta keadilan kepada pemerintah dan instansi terkait, untuk segera melakukan tindak lanjutan, Warga Desa Pedu bahkan telah melaporkan perihal ini dan mengirim surat somasi ke Polres OKI, Bupati OKI, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Kayuagung, ungkap Y masyarakat Desa Pedu yang di rahasiakan. (Tim DS)