NEWS

Slider

Warga Pemilik Lahan Di Larang Masuk Ke PT MIP Anggota DPRD Lahat Bebas Melenggang Ke Lokasi

LAHAT.DS,---Minha Jangkut  MB Cs  selaku pemilik  sah lahan seluas 6 Hektar yang dicatut PT MIP ( Mustika Indah Permai) niat hati mau meluruskan dan mengambil haknya kembali menemui pimpinan PT MIP, namun baru memasuki POS 1 penjagaan sudah dijegal. Dengan alasan Pandemi Covid-19. (23/4).

Namun bertolak belakang dengan tiga mobil  mewah melenggang masuk ke lokasi tambang yang dikomandoi oleh Edwar Alamsyah, Cs selaku anggota DPRD Lahat, dengan mudahnya memasuki lokasi tambang disaat Pandemi Covid-19.

Minha Jangkut MB Cs tidak sendirian ditemani kuasa hukumnya Niko Ferllyno SH.CPL dan Jaka suprale SH MH CPL mewakili kantor hukum poeyank membela Atas Hak Lahan Pribadi milik Bapak Minha jangkut MB yang saat ini di Serobot dan di Kuasai oleh PT.Mustika Indah Permai seluas 2 H beberapa Tahun yang lalu sampai sekarang.

Niko ferllyno SH,CPl dan Jaka suprale SH MH CPL selaku penerima kuasa Dari bapak Minha menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah pernah kita selesaikan secara kondusif namun belum ada itikad baik dari pihak Perusahaan.saya sudah berkoordinasi kepada staf manager perusahaan akan tetapi permasalahan ini di lempar kepada Tim Pembebasan lahan(TPL).

Namun aneh  rombongan  warga Merapi ini hanya disambut  Rudi Dan Unit  Dandim 0405 dan Denali  satuan pengaman PT MIP, menurut Denali " untuk izin masuk belum diizinkan masuk ke lokasi Lahan, jangan bertanya lagi,, sesuai perintah atasan melakukan pemagaran, saat ini belum bisa masuk kita harus sesuai atasan." kilah Satpam Pos masuk.

Minha jangkut MB. kepada Awak Media menjelaskan kekecewaannya tidak bisa manembus masuk ke lokasi, terus terang saya merasakan kekecewaan mendalam, padahal ini sudah keputusan dari pihak Kecamatan, tolonglah kepada pihak PT MIP dapat menyelesaikan persoalan ini jangan sampai menimbulkan gejolak, dan sudah diserahkan sepenuhnya masalah ini kepada kuasa hukum kami Neko Ferlyno, SH, CPL dan Jaka Suprale SH, MH, CPL.* NIH*

Kades Penindaian Bagikan Galon Cuci Tangan Kepada Warganya

LAHAT.DS,--- Berbagai upaya untuk melakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai peredaran Pandemi Virus mematikan ini, selain melakukan Penyemprotan Disinfektan, sosialisasi terhadap wabah ini agar jangan sampai berkembang di Wilayah Seganti Setungguan khususnya di Desa Penindaian.

Seperti dikatakan Trayono Kades Desa Penindaian Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat, disela penyerahan APD ( alat pelindung diri) kepada warganya, Kamis ( 23/4 ).

Menurut Kades salah satu  pencegahan Covid -19, sering sering cuci tangan pakai sabun.  Jaga jarak hindari dari kerumunan, Selalu pakai masker. Setiap pendatang wajib lapor ke pemerintah desa.

Sementara itu Lia selaku warga setempat mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa yang telah peduli serta dalam pencegahan dan pemutusan mata rantai Vovid 19.

" Terima kasih pak kades atas telah peduli kepada kami warga desa ini" Ucapnya singkat. *HNI*

JAJARAN POLSEK MERAPI BARAT BERIKAN PAKET SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT,PEDULI COVID-19

LAHAT.DS,--- Pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 pukul 09.30 wib Personil Polsek Merapi Barat melaksanakan giat Bakti Sosial berupa Pembagian Paket Sembako sebagai bentuk apresiasi POLRI  terhadap masyarakat yang peduli penyebaran virus covid 19 dan telah membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 di wilayah hukum Polsek Merapi Barat.

Dalam hal ini Kapolres Lahat AKBP Irwansyah, S.I.K., MH.CLA melalui Kapolsek Merapi Barat AKP Adriansyah, SE.,S.I.K mengatakan bahwa giat bhakti sosial Polri Peduli Covid - 19 POLSEK Merapi Barat berupa Pembagian Paket Sembako terhadap Masyarakat yang sadar akan bahaya Virus Covid - 19.

" Iya, jadi kegiatan Bhakti Sosial yang dilakukan oleh Polsek Merapi adalah sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah taat dan sadar akan bahayanya Virus Corona ini. Dan telah membantu pemerintah dalam memutus  rantai penyebaran  virus salah satunya  dengan kesadaran menggunakan Masker saat keluar rumah", Ujar AKP Adriasnyah Kemedia ini.


Giat Bakti Sosial dipimpin oleh Kapolsek Merapi Barat AKP Adriansyah, SE., S.I.K
dengan kuat personil sebanyak 6 orang.

Kemudian, Memberikan bantuan Paket Sembako sebanyak 5 paket dengan sasaran masyarakat yang melintas di depan Polsek Merapi Barat dan menggunakan masker. 

" Jadi sasaran kita adalah warga yang melintas di Polsek Merapi Barat dengan menggunakan Masker "  pungkas Kapolsek.

Kegiatan Bakti Sosial oleh Polsek Merapi barat  selesai pukul 10.30 wib dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.(NIH)

DRA Bupati Muba Sambut Kunker Ketua DPRD dan Anggota Pansus 1 Prov Sumsel

MUBA,DS. - Kecepatan dan inisiatif yang dilakukan Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin  ditengah mengatasi kondisi daerah dalam menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi dunia tersebut menuai pujian.

Hari ini, Rabu (22/04/2020) bertempat di ruang rapat Serasan Sekate, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) provinsi Sumatera Selatan Hj R A Anita Noeringhati SH. MH dan Anggota pansus 1 DPRD serta rombongan menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Bupati Muba  yang bergelar Doktor keluaran dari Universitas Padjajaran tersebut.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Sumsel dan rombongannya apa yang dilakukan oleh Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin tersebut bisa dijadikan contoh untuk kepala daerah kabupaten lainnya.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih karena telah disambut langsung oleh Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di tengah menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Dikatakannya, kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan dalam rangka mengecek LKPJ dalam penanganan covid-19, dan sekaligus mencari informasi sejauh mana penanganan Kabupaten di perbatasan.

"Kami DPRD Sumsel menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muba atas sambutan dan penjelasan yang sangat singkat padat dan jelas. Sehingga apa yang kami dapatkan pada kunjungan kerja pada hari ini bisa menjadi bekal kami untuk diberikan kepada kepala daerah lain yang akan kunjungi nanti, supaya dapat melakukan seperti yang dilakukan Bupati Dodi saat ini,"ungkap ketua DPRD Sumsel Anita.

Sementara, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex mengatakan dirinya menyambut baik Kunker DPRD provinsi Sumsel. "Kami merasa bangga kepada DPRD Sumsel walaupun di tengah menghadapi wabah Covid-19 ini masih menyediakan waktu untuk rapat bersama di masa-masa sulit seperti ini,"ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Dr H Dodi  Reza Alex Noerdin, menyampaikan, antara lain adalah Pemerintah Musi Banyuasin sudah menyiapkan grafik terkait penyebaran Covid-19, untuk mengetahui letak ODP, PDP dan yang terkena Covid-19, dan grafik ini update setiap hari.

Selain itu, dikatakannya, Pemerintah Muba sudah menyiapkan alokasi anggaran 500 M, untuk disiapkan 3 bidang, antara lain yaitu Alokasi dana Jaring Pengaman Sosial pencegahan Covid-19. Alokasi untuk penampungan masyarakat desa yang terdampak melalui Program Padat Karya. Dan alokasi pengadaan sarana prasarana obat-obatan dalam rangka pencegahan penanggulangan Covid-19.

"Untuk penanganan dan pencegahan Covid 19, Pemerintah Kabupaten Muba sudah menyiapkan 3 Rumah sakit, yaitu RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin, RSUD Bayung Lincir,"terangnya.

Dodi juga menerangkan bahwa demensi dampak Covid-I9  bukan saja di bidang kesehatan tapi di demensi ekonomi, dan kami Pemerintah Kabupaten Muba, lanjutnya, mengalokasikan dana sebesar Rp 153,5 M, ini tidak termasuk dana bantuan dari pusat, untuk mengcover 3000 KK masyarakat Kabupaten Muba.

"Progres pencegahan melalui strategi pemutusan rantai penularan Covid 19 ini yang pertama Pemutus Kontak, antara lain Physical Distancing, Regulasi surat edaran belajar di rumah, Surat Edaran WFH bagi ASN, Surat edaran penundaan kegiatan yang mengundang banyak orang, Surat edaran penerimaan tamu, serta Surat edaran terima tamu dari daerah terjangkit,"pungkasnya.

Pada kesempatan menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Sumatera Selatan tersebut juga didampingi Jajaran Satuan Gugus Tuga Percepatan Penanganan Covid-19 Ketua DPRD Muba Sugondo, Kapolres Muba AKBP Yudi Surya Markus Pinem, perwakilan Dandim 0401, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Kepala Bappeda Ir Zulfakar, Kepala Dinkes dr Azmi Dariusmansyah MARS, kepala BPKAD Mirwan Susanto SE MM, Plt Kepala BPBD Indita Purnama SSos MSi, dan  turut dihadiri Ketua Pansus 1 DPRD Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Firdaus Ishak SE MSi, Wakil ketua pansus 1 DPRD Dr Budiarto Marsul SE MSi, Anggota Antoni Yuzar SH MH, Dedi Sipriyanto Skom MM, Chairul S Matdiah SH,Hj Sumiati SH MM, H Saifudin Aswari Rivai SE, Drs Tamrin MSi, Lia Anggraini SH, H Nawawi SH, H Kartak SAS SE, Herman, Ahmad Toha SPdi MSi, serta H Juanda Hanafiah SH MM.(hsm) 

Ketua TPKK Desa Tanjung Menang Bagikan 800 Masker

LAHAT.DS. --  Ny Yenni Cadi Ketua TPKK Desa Tanjung Menang Kecamatan Tanjung Tebat Antisipasi peyebaran covid-19 tak hanya dilaksanakan dalam kota saja juga dilasanakan
disetiap desa yang ada di Bumi Seganti Setungguan, dimana masker yang dibagikan kesetiap kepala keluarga yang ada didesa Tanjung Menang.

Pembagian masker kesitiap kepala keluarga ini dilaksanakan pagi tadi 22/4 secara door to door kepada warga desa Tanjung menang yang ditemui alhadulilah pembagian alat penangulangan covid-19 di Desa Tanjung Menang  kecamatan Tanjung Tebat berjalan lancar.
Sesuai arahan Pemerintah mari kita bersatu lawan Covid-19 agar mengantisipasi peyebaran corona pembagian alat ini dikomandoi Ny Yenni Cadi Ketua TPKK didampingi Cadi Pranata Kades Tanjung Menang beserta Tim TPKK secara langsung membagikan kemasyarakat desa.

Ny. Yenni Ketua TPKK ketika diwawancarai awak media mengatakan " Sudah wajarnya, sebagai Kartini modern kita harus memprioritaskan dan memperhatikan warga di saat Pandemi Covid- 19, Alhamdulikah 800 masker kita bagian dengan tujuan  dengan mengenakan masker memutus mata rantai Virus Corona" ujar Ketua TPKK.

Ita Salah satu masyarakat desa Tanjung Menang ketika diminta tanggapan sangat bersyukur telah. diberikan alat pelindung diri (APD) dengan adanya masker ini insay allah akan terhindar dari peyebaran virus. corona. katanya.

Elan Meminta Bupati Lahat Agar RSUD Sebagai RS Rujukan di Perhatikan

LAHAT.DS, - Anggaran  Milyaran rupiah ,membuat Elan Aktivis Sumsel bersatu dan juga tergabung diormas pemuda pancasila kabupaten Lahat angkat bicara .

saat dimintai pendapat disela kegiatannya ,Bung Elan yang juga warga kabupaten Lahat, menyikapi prihal bantuan yang jumlahnya sudah milyaran rupiah tersebut ,  menurutnya belum terlihat  sepenuhnya dengan apa yang diharapkan masyrakat kabupaten Lahat saat ini..karena pendistribusianya belum merata dan terkesan tidak transparan.

Sambil Meneruskan percakapan kepada awak media , Bung Elan Menunjuk keArah handphonenya dan berujar ,
Mengutip apa yang disampaikan Bupati lahat beberapa wakt yang Lalu, "Bupati Lahat masih tunggu bantuan Alat kesehatan dari pusat dan propinsi ,untuk penangangan Covid -19 ( sumber lahat pos. co ).

Maka jika ini Memang masih menjadi suatu kekurangan , Bung Elan berujar dan  Sedikit memberikan pesan dan pendapatnya , dengan Bantuan Milyaran dan anggaran dana tak terbatas dari Pemda, maka Bupati Lahat dapat Mengalokasikan beberapa persen untuk membeli , menyiapakan apa yang menjadi kekurangan diRumah sakit Rujukan, dalam keseriusan  penanganan persoalan COVID - 19 dikabupaten Lahat.

menyambung obrolanya , Bung Elan menyampaikan ke awak media bahwa , selain bantuan dan atau anggaran biaya yang tidak terduga yang disiapkan pemerintah kabupaten lahat yang angkanya mencapai milyaran Rupiah, Bung Elan berharap dan berpendapat bahwa, biaya tersebut bukan hanya untuk bantuan pangan , masker dan atau kegiatan penyemprotan saja.

Akan tetapi ,masih kata bung Elan , mengutip dari ibu Sri melyana  "Benar sewaktu saya reses, melakukan pengawasan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat yang menjadi salah satu dari 132 RS rujukan COVID-19 di Indonesia. Hasilnya, RSUD Lahat belum memenuhi standar dalam kelengkapan baik fasilitas maupun Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Meliyana saat dikonfirmasi melalui media  ANTARA .ibu Meliyana berharap dengan segala kekurangan yang ada, RSUD Lahat sesegera mungkin mengusulkan tambahan perlengkapan medis dengan standar Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) "

maka dalam hal ini , sembari menutup percakapannya , Bung Elan berharap sebagai masyarakat Lahat , dari anggaran MILYARAN tersebut ,Selain Bantuan Pangan , Masker dll, Alokasikanla dana itu untuk Melengkapi kekurangan yang ada dirumah sakit rujukan yang adalah sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi bila ini terjadi .

selain dari itu , Rumah sakit Rujukan harus sesuai SOP dan memberikan pelayanan terbaik untuk penanganan.karena saat ini dan sampai sekarang belum ada informasi kesiapan RUMKIT yang ditunjuk sebagai penangan yang sudah siap baik itu medis maupun kelengkapanya.

jika ada hal yang tidak kita harapkan terjadi karena COVID -19 . maka Rumah sakit Rujjukan Sudah siap dan " DIDE TEKANJAT " sambil menutup obrolan kepada awak media 22/4. (Inh)

Geger Akibat Terpapar Virus Corona Satu Warga Kabupaten Lahat Meninggal

LAHAT.DS, - EYS (23) warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat tepapar Covid 19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ar Bunda Lubuk Linggau. Dari hasil rapid test almarhum dinyatakan positif covid 19.
Korban sendiri meninggal dunia pagi ini, Rabu (22.04.2020), Jenazah korban rencananya bakal diberangkatkan ke Kabupaten Lahat untuk dimakamkan di lokasi pemakaman desa kediaman almarhum.

Informasi menyebutkan, korban sendiri awalnya dirawat diagnosa awal sakit gagal ginjal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapit test korban dinyatakan positif covid 19.

Mobil Ambulance milik RSUD Linggau yang membawa korban bakal langsung menuju lokasi pemakaman, untuk pengawalan kepolisian Polres Lahat sudah menyiapkan satuan lalu lintas guna membuka jalan agar kendaraan tidak berhenti hingga sampai lokasi pemakaman.

Jubir Gusgas Covid 19 Lahat Toufik M Putra membenarkan informasi teraebut. Namun, dijelaskan Toufik hasil rapit test memang positif karena menurutnya rapit test belum menjamin keakuratannya.

"Memang benar hasil rapit test positif covid 19, tapi perlu diketahui raput test belum bisa menjamin keakuratanya. Kita masih menunggu hasil SWAB dari Balai Besar Rumah Sakit Rujukan Palembang," terang Toufik.

Dari berbagai sumber, fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).

Dengan metode ini, dapat terlihat melihat ada atau tidaknya DNA virus corona pada sampel tersebut. Uji PCR ini juga sudah digunakan luas untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksius seperti Hepatitis, virus HIV, dan TBC.

Hasil rapid test tergolong tidak akurat jika dibandingkan dengan swab test. Sebab, antibodi tidak langsung terbentuk meski kita telah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi butuh waktu setidaknya 7 hari sejak terinfeksi.

Seringkali didapati hasil false negative virus corona pada rapid test. Hasil false positive pun seringkali terjadi karena antibodi dapat terbentuk karena infeksi virus lainnya pula tidak hanya virus corona. Oleh karena itu, metode ini hanya digunakan untuk screening awal virus corona saja (apabila hasilnya positif akan dilanjutkan dengan swab test untuk memastikan keakuratan hasilnya).

Sedangkan, metode swab test lebih rumit jadi hanya bisa dilakukan di laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2, yang mana pekerja laboratoriumnya dilatih secara khusus oleh ahli patogenik dan ilmuwan kompeten, aksesnya dibatasi ketika pengujian berlangsung.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA dihubungi membenarkan adanya warga Kabupaten Lahat yang meninggal dunia di RSUD Lubuk Linggau dan rencananya bakal dibawa ke kabupaten Lahat. Sementara terkait hasil rapit test almarhum dinyatakan positif covid 19, Irwansyah sudah mengintruksi kepada Kapolsek di wilayah Kikim Barat untuk diadakan isolasi mandiri pihak keluarga korban.

"Sudah kita perintahkan ke Kapolsek, dalam hal ini, untuk menghimbau kepada kelurga almarhum melakukan isolasi mandiri. Petugas satuan lalu lintas sudah disiagakan untuk melancarkan kedatangan alamrhum ke lokasi pemakaman,"jelas Kapolres.

Sementara Dandim 0405/Lahat setelah menerima kabar tersebut meminta kepada Pemkab Lahat dan pihak terkait agar segera menindak lanjuti kejadian tersebut dengan melaksanakan protokol covid 19.

"Sudah kita komunikasikan dan minta musibah tersebut segera ditindak lanjuti sesuai protokol Cobid 19,"tukasnya.

Dr.Erlindah Direktur RSUD Lahat Melalui Feri Humas RSUD ketika di minta tangapan terkait warga Kabupaten Lahat meninggal akibat Terpapar virus Corona megatakan sedang dalam peyelidikan katanya. (Inh)

Pertamina Siap Kawal Energi untuk Kenyamanan Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1441H di Tengah Pandemi Covid-19

LAHAT.DS, – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel menjelang bulan Ramadhan 1441H/2020 ini, telah menyiapkan Satuan Tugas Ramadhan - Idul Fitri – Covid 19 yang bertugas mengawal ketersediaan energi terbaik di masyarakat.  Khusus untuk Kabupaten Lahat – Sumatera Selatan, Pertamina menyatakan stok untuk selama masa tugas Satgas Rafico aman dan konsumen bisa mendapatkan BBM dan LPG tersebut melalui lembaga penyalur yaitu 8 SPBU, 7 Agen PSO – Non PSO, dan 220 Pangkalan yang tersebar di Kabupaten Lahat.
“Pertamina siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa bulan Ramadhan dan Idul Fitri, namun di tengah pandemi Covid-19 ini juga kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah untuk tetap berada di rumah guna memutus rantai penyebaran virus,” jelas Region Manager Communication, Relations & CSR, Rifky Rakman Yusuf.
Namun pada pelaksanaan proses bisnis distribusi energi ini, tentunya ada tantangan yang harus dihadapi.  Salah satunya, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di SPBU.  Untuk itu, Pertamina menyatakan memberikan sanksi tegas mulai dari pemberian surat peringatan, skorsing sampai ke pemutusan hubungan usaha (PHU) jika ada Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang melakukan tindakan pelanggaran. Pertamina juga mengajak konsumen untuk turut serta aktif melaporkan hal-hal yang merugikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Sanksi tegas ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil laporan tentang SPBU 24.314.122 Lahat terkait dugaan adanya pungutan liar pembelian BBM jenis Pertalite ke dalam jerrycan.  “Pertamina sudah mendapatkan laporan tersebut dan saat ini sudah kami dalami hasil investigasi yang dilakukan oleh tim internal Pertamina.  Dari hasil ini sudah kami sampikan Surat Peringatan kepada pemilik SPBU untuk menindaktegas oknum dimaksud karena dinilai sudah merusak citra Pertamina.  Jika dari Surat Peringatan ini tidak ada tindaklanjut, maka Pertamina akan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” jelas Region Manager Communciation, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Rifky juga menyampaikan, Pertamina dalam menjalankan tugas dan amanahnya dalam mendistribusikan energi, membutuhkan dukungan dari semua pihak baik pemerintah setempat, mitra bisnis Pertamina dan masyarakat untuk turut mengawasi proses tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi atas dukungan semua pihak selama ini atas kinerja Pertamina.  Peran serta dari Pemerintah Daerah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas), serta konsumen setia Pertamina sangatlah penting bagi kami,” ungkap Rifky.  Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel

Tertangkap Kamera Jurnalis Belasan Anggota DPRD Lahat Kungker di Pandemi Covid-19

#Langgar Petunjuk Partai dan Arahan Presiden RI#

LAHAT.DS,-- Diketahui sebanyak 15 orang Gabungan dari belasan Anggota dewan Lahat melakukan kunjungan kerja ke beberapa Perusahaan Tambang yang ada di Kabupaten Lahat.

Kunjungan Komisi II yang dikomandoi Gaharu SE MM.wakil ketua I dan sembilan Anggota Dewan juga didampingi Lima Pendamping dari Komisi II ini melaksanakan kunjungan kerja. komisi II DPRD Lahat dalam rangka. Cheking diwilayah kerja Kabupaten Lahat sesuai dengan tugas dan fungsi komisi II terkait program kerja Perusahaan dan Realisasi CSR terhadap pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.

Ramsi Sekwan DPRD Lahat Ketika dikonfirmasi via Wa mengatakan 22/4 Kunjungan Anggota Dewan Lahat kebeberapa Perusahaan Tambang secara singkat meyampaikan melaksanakan fungsi DPRD tanpa penjelasan secara detail.

Hal ini sangat bertentangan dengan petunjuk beberapa partai salah satunya partai PDI Puan Maharani yang megatakan Anggota dewan dilarang melakukan kunjungan selama pandemi covid-19 juga arahan bapak Presiden RI bekerja dari rumah  menjaga Physical Distancing dan larangan adanya kunjungan kerja dalam maupun luar daerah.

Namun yang terjadi di Kabupaten.  Lahat arahan maupun himbauan ini dilanggar oleh para pejabat daerah itu sendiri, yang lebih meyedihkan adanya kunjungan belasan wakil rakyat ke beberapa perusahaan tambang bertepatan dengan meninggalnya salah satu masyarakat Kabupaten Lahat akibat terpapar positif Corona di Kota Lubuk Linggau Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.(Inh)