Ketua TPKK Desa Tanjung Menang Bagikan 800 Masker
LAHAT.DS. -- Ny Yenni Cadi Ketua TPKK Desa Tanjung Menang Kecamatan Tanjung Tebat Antisipasi peyebaran covid-19 tak hanya dilaksanakan dalam kota saja juga dilasanakan
disetiap desa yang ada di Bumi Seganti Setungguan, dimana masker yang dibagikan kesetiap kepala keluarga yang ada didesa Tanjung Menang.
Pembagian masker kesitiap kepala keluarga ini dilaksanakan pagi tadi 22/4 secara door to door kepada warga desa Tanjung menang yang ditemui alhadulilah pembagian alat penangulangan covid-19 di Desa Tanjung Menang kecamatan Tanjung Tebat berjalan lancar.
Sesuai arahan Pemerintah mari kita bersatu lawan Covid-19 agar mengantisipasi peyebaran corona pembagian alat ini dikomandoi Ny Yenni Cadi Ketua TPKK didampingi Cadi Pranata Kades Tanjung Menang beserta Tim TPKK secara langsung membagikan kemasyarakat desa.
Ny. Yenni Ketua TPKK ketika diwawancarai awak media mengatakan " Sudah wajarnya, sebagai Kartini modern kita harus memprioritaskan dan memperhatikan warga di saat Pandemi Covid- 19, Alhamdulikah 800 masker kita bagian dengan tujuan dengan mengenakan masker memutus mata rantai Virus Corona" ujar Ketua TPKK.
Ita Salah satu masyarakat desa Tanjung Menang ketika diminta tanggapan sangat bersyukur telah. diberikan alat pelindung diri (APD) dengan adanya masker ini insay allah akan terhindar dari peyebaran virus. corona. katanya.
disetiap desa yang ada di Bumi Seganti Setungguan, dimana masker yang dibagikan kesetiap kepala keluarga yang ada didesa Tanjung Menang.
Pembagian masker kesitiap kepala keluarga ini dilaksanakan pagi tadi 22/4 secara door to door kepada warga desa Tanjung menang yang ditemui alhadulilah pembagian alat penangulangan covid-19 di Desa Tanjung Menang kecamatan Tanjung Tebat berjalan lancar.
Sesuai arahan Pemerintah mari kita bersatu lawan Covid-19 agar mengantisipasi peyebaran corona pembagian alat ini dikomandoi Ny Yenni Cadi Ketua TPKK didampingi Cadi Pranata Kades Tanjung Menang beserta Tim TPKK secara langsung membagikan kemasyarakat desa.
Ny. Yenni Ketua TPKK ketika diwawancarai awak media mengatakan " Sudah wajarnya, sebagai Kartini modern kita harus memprioritaskan dan memperhatikan warga di saat Pandemi Covid- 19, Alhamdulikah 800 masker kita bagian dengan tujuan dengan mengenakan masker memutus mata rantai Virus Corona" ujar Ketua TPKK.
Ita Salah satu masyarakat desa Tanjung Menang ketika diminta tanggapan sangat bersyukur telah. diberikan alat pelindung diri (APD) dengan adanya masker ini insay allah akan terhindar dari peyebaran virus. corona. katanya.
Elan Meminta Bupati Lahat Agar RSUD Sebagai RS Rujukan di Perhatikan
LAHAT.DS, - Anggaran Milyaran rupiah ,membuat Elan Aktivis Sumsel bersatu dan juga tergabung diormas pemuda pancasila kabupaten Lahat angkat bicara .
saat dimintai pendapat disela kegiatannya ,Bung Elan yang juga warga kabupaten Lahat, menyikapi prihal bantuan yang jumlahnya sudah milyaran rupiah tersebut , menurutnya belum terlihat sepenuhnya dengan apa yang diharapkan masyrakat kabupaten Lahat saat ini..karena pendistribusianya belum merata dan terkesan tidak transparan.
Sambil Meneruskan percakapan kepada awak media , Bung Elan Menunjuk keArah handphonenya dan berujar ,
Mengutip apa yang disampaikan Bupati lahat beberapa wakt yang Lalu, "Bupati Lahat masih tunggu bantuan Alat kesehatan dari pusat dan propinsi ,untuk penangangan Covid -19 ( sumber lahat pos. co ).
Maka jika ini Memang masih menjadi suatu kekurangan , Bung Elan berujar dan Sedikit memberikan pesan dan pendapatnya , dengan Bantuan Milyaran dan anggaran dana tak terbatas dari Pemda, maka Bupati Lahat dapat Mengalokasikan beberapa persen untuk membeli , menyiapakan apa yang menjadi kekurangan diRumah sakit Rujukan, dalam keseriusan penanganan persoalan COVID - 19 dikabupaten Lahat.
menyambung obrolanya , Bung Elan menyampaikan ke awak media bahwa , selain bantuan dan atau anggaran biaya yang tidak terduga yang disiapkan pemerintah kabupaten lahat yang angkanya mencapai milyaran Rupiah, Bung Elan berharap dan berpendapat bahwa, biaya tersebut bukan hanya untuk bantuan pangan , masker dan atau kegiatan penyemprotan saja.
Akan tetapi ,masih kata bung Elan , mengutip dari ibu Sri melyana "Benar sewaktu saya reses, melakukan pengawasan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat yang menjadi salah satu dari 132 RS rujukan COVID-19 di Indonesia. Hasilnya, RSUD Lahat belum memenuhi standar dalam kelengkapan baik fasilitas maupun Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Meliyana saat dikonfirmasi melalui media ANTARA .ibu Meliyana berharap dengan segala kekurangan yang ada, RSUD Lahat sesegera mungkin mengusulkan tambahan perlengkapan medis dengan standar Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) "
maka dalam hal ini , sembari menutup percakapannya , Bung Elan berharap sebagai masyarakat Lahat , dari anggaran MILYARAN tersebut ,Selain Bantuan Pangan , Masker dll, Alokasikanla dana itu untuk Melengkapi kekurangan yang ada dirumah sakit rujukan yang adalah sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi bila ini terjadi .
selain dari itu , Rumah sakit Rujukan harus sesuai SOP dan memberikan pelayanan terbaik untuk penanganan.karena saat ini dan sampai sekarang belum ada informasi kesiapan RUMKIT yang ditunjuk sebagai penangan yang sudah siap baik itu medis maupun kelengkapanya.
jika ada hal yang tidak kita harapkan terjadi karena COVID -19 . maka Rumah sakit Rujjukan Sudah siap dan " DIDE TEKANJAT " sambil menutup obrolan kepada awak media 22/4. (Inh)
saat dimintai pendapat disela kegiatannya ,Bung Elan yang juga warga kabupaten Lahat, menyikapi prihal bantuan yang jumlahnya sudah milyaran rupiah tersebut , menurutnya belum terlihat sepenuhnya dengan apa yang diharapkan masyrakat kabupaten Lahat saat ini..karena pendistribusianya belum merata dan terkesan tidak transparan.
Sambil Meneruskan percakapan kepada awak media , Bung Elan Menunjuk keArah handphonenya dan berujar ,
Mengutip apa yang disampaikan Bupati lahat beberapa wakt yang Lalu, "Bupati Lahat masih tunggu bantuan Alat kesehatan dari pusat dan propinsi ,untuk penangangan Covid -19 ( sumber lahat pos. co ).
Maka jika ini Memang masih menjadi suatu kekurangan , Bung Elan berujar dan Sedikit memberikan pesan dan pendapatnya , dengan Bantuan Milyaran dan anggaran dana tak terbatas dari Pemda, maka Bupati Lahat dapat Mengalokasikan beberapa persen untuk membeli , menyiapakan apa yang menjadi kekurangan diRumah sakit Rujukan, dalam keseriusan penanganan persoalan COVID - 19 dikabupaten Lahat.
menyambung obrolanya , Bung Elan menyampaikan ke awak media bahwa , selain bantuan dan atau anggaran biaya yang tidak terduga yang disiapkan pemerintah kabupaten lahat yang angkanya mencapai milyaran Rupiah, Bung Elan berharap dan berpendapat bahwa, biaya tersebut bukan hanya untuk bantuan pangan , masker dan atau kegiatan penyemprotan saja.
Akan tetapi ,masih kata bung Elan , mengutip dari ibu Sri melyana "Benar sewaktu saya reses, melakukan pengawasan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat yang menjadi salah satu dari 132 RS rujukan COVID-19 di Indonesia. Hasilnya, RSUD Lahat belum memenuhi standar dalam kelengkapan baik fasilitas maupun Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Meliyana saat dikonfirmasi melalui media ANTARA .ibu Meliyana berharap dengan segala kekurangan yang ada, RSUD Lahat sesegera mungkin mengusulkan tambahan perlengkapan medis dengan standar Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) "
maka dalam hal ini , sembari menutup percakapannya , Bung Elan berharap sebagai masyarakat Lahat , dari anggaran MILYARAN tersebut ,Selain Bantuan Pangan , Masker dll, Alokasikanla dana itu untuk Melengkapi kekurangan yang ada dirumah sakit rujukan yang adalah sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi bila ini terjadi .
selain dari itu , Rumah sakit Rujukan harus sesuai SOP dan memberikan pelayanan terbaik untuk penanganan.karena saat ini dan sampai sekarang belum ada informasi kesiapan RUMKIT yang ditunjuk sebagai penangan yang sudah siap baik itu medis maupun kelengkapanya.
jika ada hal yang tidak kita harapkan terjadi karena COVID -19 . maka Rumah sakit Rujjukan Sudah siap dan " DIDE TEKANJAT " sambil menutup obrolan kepada awak media 22/4. (Inh)
Geger Akibat Terpapar Virus Corona Satu Warga Kabupaten Lahat Meninggal
LAHAT.DS, - EYS (23) warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat tepapar Covid 19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ar Bunda Lubuk Linggau. Dari hasil rapid test almarhum dinyatakan positif covid 19.
Korban sendiri meninggal dunia pagi ini, Rabu (22.04.2020), Jenazah korban rencananya bakal diberangkatkan ke Kabupaten Lahat untuk dimakamkan di lokasi pemakaman desa kediaman almarhum.
Informasi menyebutkan, korban sendiri awalnya dirawat diagnosa awal sakit gagal ginjal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapit test korban dinyatakan positif covid 19.
Mobil Ambulance milik RSUD Linggau yang membawa korban bakal langsung menuju lokasi pemakaman, untuk pengawalan kepolisian Polres Lahat sudah menyiapkan satuan lalu lintas guna membuka jalan agar kendaraan tidak berhenti hingga sampai lokasi pemakaman.
Jubir Gusgas Covid 19 Lahat Toufik M Putra membenarkan informasi teraebut. Namun, dijelaskan Toufik hasil rapit test memang positif karena menurutnya rapit test belum menjamin keakuratannya.
"Memang benar hasil rapit test positif covid 19, tapi perlu diketahui raput test belum bisa menjamin keakuratanya. Kita masih menunggu hasil SWAB dari Balai Besar Rumah Sakit Rujukan Palembang," terang Toufik.
Dari berbagai sumber, fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).
Dengan metode ini, dapat terlihat melihat ada atau tidaknya DNA virus corona pada sampel tersebut. Uji PCR ini juga sudah digunakan luas untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksius seperti Hepatitis, virus HIV, dan TBC.
Hasil rapid test tergolong tidak akurat jika dibandingkan dengan swab test. Sebab, antibodi tidak langsung terbentuk meski kita telah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi butuh waktu setidaknya 7 hari sejak terinfeksi.
Seringkali didapati hasil false negative virus corona pada rapid test. Hasil false positive pun seringkali terjadi karena antibodi dapat terbentuk karena infeksi virus lainnya pula tidak hanya virus corona. Oleh karena itu, metode ini hanya digunakan untuk screening awal virus corona saja (apabila hasilnya positif akan dilanjutkan dengan swab test untuk memastikan keakuratan hasilnya).
Sedangkan, metode swab test lebih rumit jadi hanya bisa dilakukan di laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2, yang mana pekerja laboratoriumnya dilatih secara khusus oleh ahli patogenik dan ilmuwan kompeten, aksesnya dibatasi ketika pengujian berlangsung.
Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA dihubungi membenarkan adanya warga Kabupaten Lahat yang meninggal dunia di RSUD Lubuk Linggau dan rencananya bakal dibawa ke kabupaten Lahat. Sementara terkait hasil rapit test almarhum dinyatakan positif covid 19, Irwansyah sudah mengintruksi kepada Kapolsek di wilayah Kikim Barat untuk diadakan isolasi mandiri pihak keluarga korban.
"Sudah kita perintahkan ke Kapolsek, dalam hal ini, untuk menghimbau kepada kelurga almarhum melakukan isolasi mandiri. Petugas satuan lalu lintas sudah disiagakan untuk melancarkan kedatangan alamrhum ke lokasi pemakaman,"jelas Kapolres.
Sementara Dandim 0405/Lahat setelah menerima kabar tersebut meminta kepada Pemkab Lahat dan pihak terkait agar segera menindak lanjuti kejadian tersebut dengan melaksanakan protokol covid 19.
"Sudah kita komunikasikan dan minta musibah tersebut segera ditindak lanjuti sesuai protokol Cobid 19,"tukasnya.
Dr.Erlindah Direktur RSUD Lahat Melalui Feri Humas RSUD ketika di minta tangapan terkait warga Kabupaten Lahat meninggal akibat Terpapar virus Corona megatakan sedang dalam peyelidikan katanya. (Inh)
Korban sendiri meninggal dunia pagi ini, Rabu (22.04.2020), Jenazah korban rencananya bakal diberangkatkan ke Kabupaten Lahat untuk dimakamkan di lokasi pemakaman desa kediaman almarhum.
Informasi menyebutkan, korban sendiri awalnya dirawat diagnosa awal sakit gagal ginjal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapit test korban dinyatakan positif covid 19.
Mobil Ambulance milik RSUD Linggau yang membawa korban bakal langsung menuju lokasi pemakaman, untuk pengawalan kepolisian Polres Lahat sudah menyiapkan satuan lalu lintas guna membuka jalan agar kendaraan tidak berhenti hingga sampai lokasi pemakaman.
Jubir Gusgas Covid 19 Lahat Toufik M Putra membenarkan informasi teraebut. Namun, dijelaskan Toufik hasil rapit test memang positif karena menurutnya rapit test belum menjamin keakuratannya.
"Memang benar hasil rapit test positif covid 19, tapi perlu diketahui raput test belum bisa menjamin keakuratanya. Kita masih menunggu hasil SWAB dari Balai Besar Rumah Sakit Rujukan Palembang," terang Toufik.
Dari berbagai sumber, fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).
Dengan metode ini, dapat terlihat melihat ada atau tidaknya DNA virus corona pada sampel tersebut. Uji PCR ini juga sudah digunakan luas untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksius seperti Hepatitis, virus HIV, dan TBC.
Hasil rapid test tergolong tidak akurat jika dibandingkan dengan swab test. Sebab, antibodi tidak langsung terbentuk meski kita telah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi butuh waktu setidaknya 7 hari sejak terinfeksi.
Seringkali didapati hasil false negative virus corona pada rapid test. Hasil false positive pun seringkali terjadi karena antibodi dapat terbentuk karena infeksi virus lainnya pula tidak hanya virus corona. Oleh karena itu, metode ini hanya digunakan untuk screening awal virus corona saja (apabila hasilnya positif akan dilanjutkan dengan swab test untuk memastikan keakuratan hasilnya).
Sedangkan, metode swab test lebih rumit jadi hanya bisa dilakukan di laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2, yang mana pekerja laboratoriumnya dilatih secara khusus oleh ahli patogenik dan ilmuwan kompeten, aksesnya dibatasi ketika pengujian berlangsung.
Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA dihubungi membenarkan adanya warga Kabupaten Lahat yang meninggal dunia di RSUD Lubuk Linggau dan rencananya bakal dibawa ke kabupaten Lahat. Sementara terkait hasil rapit test almarhum dinyatakan positif covid 19, Irwansyah sudah mengintruksi kepada Kapolsek di wilayah Kikim Barat untuk diadakan isolasi mandiri pihak keluarga korban.
"Sudah kita perintahkan ke Kapolsek, dalam hal ini, untuk menghimbau kepada kelurga almarhum melakukan isolasi mandiri. Petugas satuan lalu lintas sudah disiagakan untuk melancarkan kedatangan alamrhum ke lokasi pemakaman,"jelas Kapolres.
Sementara Dandim 0405/Lahat setelah menerima kabar tersebut meminta kepada Pemkab Lahat dan pihak terkait agar segera menindak lanjuti kejadian tersebut dengan melaksanakan protokol covid 19.
"Sudah kita komunikasikan dan minta musibah tersebut segera ditindak lanjuti sesuai protokol Cobid 19,"tukasnya.
Dr.Erlindah Direktur RSUD Lahat Melalui Feri Humas RSUD ketika di minta tangapan terkait warga Kabupaten Lahat meninggal akibat Terpapar virus Corona megatakan sedang dalam peyelidikan katanya. (Inh)
Pertamina Siap Kawal Energi untuk Kenyamanan Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1441H di Tengah Pandemi Covid-19
LAHAT.DS, – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel menjelang bulan Ramadhan 1441H/2020 ini, telah menyiapkan Satuan Tugas Ramadhan - Idul Fitri – Covid 19 yang bertugas mengawal ketersediaan energi terbaik di masyarakat. Khusus untuk Kabupaten Lahat – Sumatera Selatan, Pertamina menyatakan stok untuk selama masa tugas Satgas Rafico aman dan konsumen bisa mendapatkan BBM dan LPG tersebut melalui lembaga penyalur yaitu 8 SPBU, 7 Agen PSO – Non PSO, dan 220 Pangkalan yang tersebar di Kabupaten Lahat.
“Pertamina siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa bulan Ramadhan dan Idul Fitri, namun di tengah pandemi Covid-19 ini juga kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah untuk tetap berada di rumah guna memutus rantai penyebaran virus,” jelas Region Manager Communication, Relations & CSR, Rifky Rakman Yusuf.
Namun pada pelaksanaan proses bisnis distribusi energi ini, tentunya ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di SPBU. Untuk itu, Pertamina menyatakan memberikan sanksi tegas mulai dari pemberian surat peringatan, skorsing sampai ke pemutusan hubungan usaha (PHU) jika ada Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang melakukan tindakan pelanggaran. Pertamina juga mengajak konsumen untuk turut serta aktif melaporkan hal-hal yang merugikan melalui Pertamina Contact Center 135.
Sanksi tegas ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil laporan tentang SPBU 24.314.122 Lahat terkait dugaan adanya pungutan liar pembelian BBM jenis Pertalite ke dalam jerrycan. “Pertamina sudah mendapatkan laporan tersebut dan saat ini sudah kami dalami hasil investigasi yang dilakukan oleh tim internal Pertamina. Dari hasil ini sudah kami sampikan Surat Peringatan kepada pemilik SPBU untuk menindaktegas oknum dimaksud karena dinilai sudah merusak citra Pertamina. Jika dari Surat Peringatan ini tidak ada tindaklanjut, maka Pertamina akan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” jelas Region Manager Communciation, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.
Rifky juga menyampaikan, Pertamina dalam menjalankan tugas dan amanahnya dalam mendistribusikan energi, membutuhkan dukungan dari semua pihak baik pemerintah setempat, mitra bisnis Pertamina dan masyarakat untuk turut mengawasi proses tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi atas dukungan semua pihak selama ini atas kinerja Pertamina. Peran serta dari Pemerintah Daerah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas), serta konsumen setia Pertamina sangatlah penting bagi kami,” ungkap Rifky. Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel
“Pertamina siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa bulan Ramadhan dan Idul Fitri, namun di tengah pandemi Covid-19 ini juga kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah untuk tetap berada di rumah guna memutus rantai penyebaran virus,” jelas Region Manager Communication, Relations & CSR, Rifky Rakman Yusuf.
Namun pada pelaksanaan proses bisnis distribusi energi ini, tentunya ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di SPBU. Untuk itu, Pertamina menyatakan memberikan sanksi tegas mulai dari pemberian surat peringatan, skorsing sampai ke pemutusan hubungan usaha (PHU) jika ada Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang melakukan tindakan pelanggaran. Pertamina juga mengajak konsumen untuk turut serta aktif melaporkan hal-hal yang merugikan melalui Pertamina Contact Center 135.
Sanksi tegas ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil laporan tentang SPBU 24.314.122 Lahat terkait dugaan adanya pungutan liar pembelian BBM jenis Pertalite ke dalam jerrycan. “Pertamina sudah mendapatkan laporan tersebut dan saat ini sudah kami dalami hasil investigasi yang dilakukan oleh tim internal Pertamina. Dari hasil ini sudah kami sampikan Surat Peringatan kepada pemilik SPBU untuk menindaktegas oknum dimaksud karena dinilai sudah merusak citra Pertamina. Jika dari Surat Peringatan ini tidak ada tindaklanjut, maka Pertamina akan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” jelas Region Manager Communciation, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.
Rifky juga menyampaikan, Pertamina dalam menjalankan tugas dan amanahnya dalam mendistribusikan energi, membutuhkan dukungan dari semua pihak baik pemerintah setempat, mitra bisnis Pertamina dan masyarakat untuk turut mengawasi proses tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi atas dukungan semua pihak selama ini atas kinerja Pertamina. Peran serta dari Pemerintah Daerah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas), serta konsumen setia Pertamina sangatlah penting bagi kami,” ungkap Rifky. Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel
Tertangkap Kamera Jurnalis Belasan Anggota DPRD Lahat Kungker di Pandemi Covid-19
#Langgar Petunjuk Partai dan Arahan Presiden RI#
LAHAT.DS,-- Diketahui sebanyak 15 orang Gabungan dari belasan Anggota dewan Lahat melakukan kunjungan kerja ke beberapa Perusahaan Tambang yang ada di Kabupaten Lahat.
Kunjungan Komisi II yang dikomandoi Gaharu SE MM.wakil ketua I dan sembilan Anggota Dewan juga didampingi Lima Pendamping dari Komisi II ini melaksanakan kunjungan kerja. komisi II DPRD Lahat dalam rangka. Cheking diwilayah kerja Kabupaten Lahat sesuai dengan tugas dan fungsi komisi II terkait program kerja Perusahaan dan Realisasi CSR terhadap pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.
Ramsi Sekwan DPRD Lahat Ketika dikonfirmasi via Wa mengatakan 22/4 Kunjungan Anggota Dewan Lahat kebeberapa Perusahaan Tambang secara singkat meyampaikan melaksanakan fungsi DPRD tanpa penjelasan secara detail.
Hal ini sangat bertentangan dengan petunjuk beberapa partai salah satunya partai PDI Puan Maharani yang megatakan Anggota dewan dilarang melakukan kunjungan selama pandemi covid-19 juga arahan bapak Presiden RI bekerja dari rumah menjaga Physical Distancing dan larangan adanya kunjungan kerja dalam maupun luar daerah.
Namun yang terjadi di Kabupaten. Lahat arahan maupun himbauan ini dilanggar oleh para pejabat daerah itu sendiri, yang lebih meyedihkan adanya kunjungan belasan wakil rakyat ke beberapa perusahaan tambang bertepatan dengan meninggalnya salah satu masyarakat Kabupaten Lahat akibat terpapar positif Corona di Kota Lubuk Linggau Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.(Inh)
LAHAT.DS,-- Diketahui sebanyak 15 orang Gabungan dari belasan Anggota dewan Lahat melakukan kunjungan kerja ke beberapa Perusahaan Tambang yang ada di Kabupaten Lahat.
Kunjungan Komisi II yang dikomandoi Gaharu SE MM.wakil ketua I dan sembilan Anggota Dewan juga didampingi Lima Pendamping dari Komisi II ini melaksanakan kunjungan kerja. komisi II DPRD Lahat dalam rangka. Cheking diwilayah kerja Kabupaten Lahat sesuai dengan tugas dan fungsi komisi II terkait program kerja Perusahaan dan Realisasi CSR terhadap pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.
Ramsi Sekwan DPRD Lahat Ketika dikonfirmasi via Wa mengatakan 22/4 Kunjungan Anggota Dewan Lahat kebeberapa Perusahaan Tambang secara singkat meyampaikan melaksanakan fungsi DPRD tanpa penjelasan secara detail.
Hal ini sangat bertentangan dengan petunjuk beberapa partai salah satunya partai PDI Puan Maharani yang megatakan Anggota dewan dilarang melakukan kunjungan selama pandemi covid-19 juga arahan bapak Presiden RI bekerja dari rumah menjaga Physical Distancing dan larangan adanya kunjungan kerja dalam maupun luar daerah.
Namun yang terjadi di Kabupaten. Lahat arahan maupun himbauan ini dilanggar oleh para pejabat daerah itu sendiri, yang lebih meyedihkan adanya kunjungan belasan wakil rakyat ke beberapa perusahaan tambang bertepatan dengan meninggalnya salah satu masyarakat Kabupaten Lahat akibat terpapar positif Corona di Kota Lubuk Linggau Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.(Inh)
Setelah Berjemur Enam Kades di Lantik, Kemudian Langsung Bagikan Masker
MUBA, DS. - Setelah berhasil meraih suara terbanyak, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dilaksanakan pada 9 Maret 2020 lalu. Sebanyak 65 Kades terpilih di 12 Kecamatan di Kabupten Muba melakukan pelantikan, seperti yang yang dilaksanakan di Kecamatan Sungai Keruh, Rabu (22/4).
Adapun enam kades terpilih yang dilakukan pelantikan yakni Heru Wahyudi SH sebagai Kades Pagar Kaya, Heri Yunani Kades Sukalali, Ratna Juita Kades Kerta Ayu, Ali Safran sebagai Kades Sindang Marga, Harissandi AMd sebagai Kades Desa Tebing Bulang, dan Arianto sebagai Kadas Gajah Mati
Camat Sungai Keruh M Imron SSos MSi mengatakan pelantikan Kades terpilih pada hari ini dapat dilaksanakan karena pendelegasian dan “Sesuai dengan arahan Bupati H. Dodi Reza Alex, hal ini dilakukan karena mengacu pada perda No. 6 tahun 2019 pasal 58 bahwa bupati bisa mendelegasikan kewenangan kepada camat untuk melantik kepala desa terpilih,” dan hari ini pihaknya melaksanakanya pelantikan kades diwilayah kecamatan Sungai keruh dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Dimana, kades terpilih tidak diperkenakan membawa keluarga dalam pelantikan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Sungai Keruh.
“Pelantikan Kades hari ini tidak ada keluarga kades terpilih jadi hanya kadesnya saja yang datang. Kita melaksanakannya sesuai protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa di cegah,”kata Imron, disela pelantikan 6 Kades terpilih, Rabu (22/4/20).
Selain itu, Kades terpilih yang bakal dilantik dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, tensi darah, mencuci tangan, dan menggunakan masker pada saat pelantikan. “Kades terlebih dahulu dijemur sebelum dilantik dan berjarak sekitar 1 meter pada saat pelantikan,”jelasnya.
Kades terpilih setelah selesai pelantikan bakal langsung gerak cepat untuk penanganan covid 19 di desa masing masing melaksanakan Tugas Mulia melayani warganya dan hari ini usai pelantikan para kades melakukan kerja pertamanya dengan membagikan masker secara langsung kepada masyarakatnya. “Masih menggunakan baju kadesnya mereka langsung membagikan masker kepada masyarakat. Jadi kita harapkan kades terpilih ini langsung mensosialisasikan penceghan dan penanganan Covid-19,”jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas PMD, Richard Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada para camat yang telah melantik kades terpilih sesuai intruksi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan sesuai berdasarkan Keputusan Bupati Muba Nomor : 202/KPTS-DPMD/2020. Pelantikan 65 kades terpilih ini dilakukan serentak di 12 Kecamatan Kabupaten Muba.
“Pelantikan yang dilaksanakan ini merupakan konsen bupati dalam tidak melakukan keramaian pada pelantikan kades terpilih. Bupati Muba berharap kades terpilih melakukan aksinya secara langsung dalam melakukan pencegehan dan penanganan penyebaran Covid-19,”ungkapnya.
Ket foto : Camat Sungai Keruh M Imron SSos MSi ketika melakukan pelantikan terhadap enam kades terpilih di Kecamatan Sungai Keruh.(hsm)
Adapun enam kades terpilih yang dilakukan pelantikan yakni Heru Wahyudi SH sebagai Kades Pagar Kaya, Heri Yunani Kades Sukalali, Ratna Juita Kades Kerta Ayu, Ali Safran sebagai Kades Sindang Marga, Harissandi AMd sebagai Kades Desa Tebing Bulang, dan Arianto sebagai Kadas Gajah Mati
Camat Sungai Keruh M Imron SSos MSi mengatakan pelantikan Kades terpilih pada hari ini dapat dilaksanakan karena pendelegasian dan “Sesuai dengan arahan Bupati H. Dodi Reza Alex, hal ini dilakukan karena mengacu pada perda No. 6 tahun 2019 pasal 58 bahwa bupati bisa mendelegasikan kewenangan kepada camat untuk melantik kepala desa terpilih,” dan hari ini pihaknya melaksanakanya pelantikan kades diwilayah kecamatan Sungai keruh dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Dimana, kades terpilih tidak diperkenakan membawa keluarga dalam pelantikan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Sungai Keruh.
“Pelantikan Kades hari ini tidak ada keluarga kades terpilih jadi hanya kadesnya saja yang datang. Kita melaksanakannya sesuai protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa di cegah,”kata Imron, disela pelantikan 6 Kades terpilih, Rabu (22/4/20).
Selain itu, Kades terpilih yang bakal dilantik dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, tensi darah, mencuci tangan, dan menggunakan masker pada saat pelantikan. “Kades terlebih dahulu dijemur sebelum dilantik dan berjarak sekitar 1 meter pada saat pelantikan,”jelasnya.
Kades terpilih setelah selesai pelantikan bakal langsung gerak cepat untuk penanganan covid 19 di desa masing masing melaksanakan Tugas Mulia melayani warganya dan hari ini usai pelantikan para kades melakukan kerja pertamanya dengan membagikan masker secara langsung kepada masyarakatnya. “Masih menggunakan baju kadesnya mereka langsung membagikan masker kepada masyarakat. Jadi kita harapkan kades terpilih ini langsung mensosialisasikan penceghan dan penanganan Covid-19,”jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas PMD, Richard Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada para camat yang telah melantik kades terpilih sesuai intruksi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan sesuai berdasarkan Keputusan Bupati Muba Nomor : 202/KPTS-DPMD/2020. Pelantikan 65 kades terpilih ini dilakukan serentak di 12 Kecamatan Kabupaten Muba.
“Pelantikan yang dilaksanakan ini merupakan konsen bupati dalam tidak melakukan keramaian pada pelantikan kades terpilih. Bupati Muba berharap kades terpilih melakukan aksinya secara langsung dalam melakukan pencegehan dan penanganan penyebaran Covid-19,”ungkapnya.
Ket foto : Camat Sungai Keruh M Imron SSos MSi ketika melakukan pelantikan terhadap enam kades terpilih di Kecamatan Sungai Keruh.(hsm)



















