NEWS

Slider

Instal imuba, Warga Tetap Bisa Baca Buku di Perpustakaan Muba

MUBA, DS. - Meski kunjungan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba ditutup sementara karena guna mengantisipasi dan memutuskan rantai penularan Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. 

"Jadi, meski saat ini kunjungan ke Perpustakaan ditutup sementara namun warga masyarakat Muba tetap bisa mengakses aplikasi imuba yang bisa download di play store Android," ujar Sekretaris Daerah Muba, Drs Apriyadi MSi, Senin (13/4/2020). 

Tidak hanya itu, pembaca di Muba juga bisa mengakses dpk.mubakab.go.id/muba untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang bisa dibaca lewat komputer. "Semua buku bisa diakses," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, meski aktifitas kunjungan perpustakaan ditiadakan tetapi literasi warga Muba harus tetap difasilitasi. 

"Melalui aplikasi imuba dan website 
dpk.mubakab.go.id/muba ini warga tetap bisa menambah pengetahuan dengan membaca buku-buku yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba," ujarnya.(hsred) 

PT.BA Terapkan Kebijakan Sosial Baik Internal dan Exsternal di Musim Covid-19

LAHAT.DS,-- Imbas terjadinya wabah covid-19 yang kian berkembang menjadikan pihak BUMN maupun Pemerintah harus bertindak gunauntuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Selain Sosial Distansing,cuci tangan,jaga jarak dan Lockdown. sesuai kebijakan pemerintah guna untuk memutus mata rantai peyebaran covid-19,kebijakan ini juga dilakukan oleh pihak PT.BA Tanjung Enim.

Hal ini dikatakan PThadis Sekertaris PT BA Tanjung Enim melalui Humas Efinsi didampingi Saman Via WhatsApp 13/4  wabah corona yang saat sekarang terjadi sangat berdampak yang sangat luas. Terutama diruang lingkup PT.BA Tanjung Enim  untuk. itu PT.BA menerapkan kebijakan pembatasan sosial baik internal maupun eksternal agar dapat memutus mata rantai peyebaran covid-19 diruang lingkup PT.BA Tanjung Enim," pungkasnya. (Inh)

Karang taruna Ulak Pandan Partisipasi Pencegahan Covid-19

LAHAT.DS, -- Merapi (13/4/2020) Dalam rangka pencegahan Covid-19 di Merapi Barat,  Pemuda-pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Kedaton Desa Ulak Pandan ikut serta dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan cara membantu Gugus Tugas Pelaksana Posko Covid-19.

Hari ini Exnis Monica Ketua Karang Taruna Kedaton Ulak Pandan bersama rekan-rekan menyampaikan bahwa kami ikut berpartisipasi dalam mencegahan Covid-19 dengan menyerahkan bantuan peralatan berupa Beklin,  soklin, baiklin  untuk Disfektan serta Masker dan Sarung Tangan untuk rekan-rekan di posko gugus tugas Covid-19 di Kantor Camat Merapi Barat. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi pelaksana Posko Gugus tugas Covid-19 Merapi Barat.

Eti Lestina, SP. MM selaku Camat Merapi Barat menyampaikan terima kasih kepada pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Ulak Pandan yang telah ikut serta berpartisipasi dalam pencegahan gugus tugas Posko Covid-19 di Kecamatan Merapi Barat, semoga apa yang diberikan bermanfaat bagi pelaksana gugus tugas di posko dan ini merupakan wujud kesadaran pemuda-pemudi dalam pencegahan Covid-19 khususnya di Wilayah Merapi Barat.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Camat Merapi Barat, Sekcam, staf kantor Camat, Pelaksana Posko Anggota Danramil, Tagana, Karang Taruna Kecamatan dan Karang Taruna Kedaton Ulak Pandan. Nih
INDRALAYA.DS, -- Bupati OI H.M. Ilyas Panji Alam, S.H., S.E., M.M., melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kab. OI, melakukan sosialisasi dan membagikan selembaran Leaflet tentang informasi Covid-19 di Kecamatan Indralaya dan Kecamatan Indralaya utara. Dengan titik lokasi di Kelurahan Indralaya yaitu di Seputaran TPI, Pasar Indralaya, dan di Depan Kantor Bank Sumsel Babel. Kemudian dilanjutkan di Wilayah Kelurahan Timbangan yaitu seputaran Jalan Nusantara, Pom bensin di Samping Unsri, Timbangan, dan dilanjutkan ke Wilayah Desa Pulau Semambu . Rabu, (13/04/2020). 

Tim gugus tugas penanganan penanggulangan penyebaran covid-19 di Wilayah Kab. Ogan Ilir menyampaikan sosialisasi dan memberikan  selembaran leaflet kepada masyarakat mengenai informasi Virus Corona (Covid 19), yaitu :

1. Jangan Panik dengan Covid 19.Selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, tetap menjaga daya tahan tubuh (makanan gizi seimbang) dan istirahat yang cukup, karena panik menyebabkan imunitas tubuh menjadi berkurang sehingga penyakit cepat masuk.

2. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.Sebelum makan, setelah BAB, sebelum menjamah makan, dan setelah beraktifitas.

3. Pakai masker.Lindungi diri dengan menggunakan masker saat keluar rumah.

4. Jaga jarak (social distancing) . Tetap menjaga jarak aman minimal 1 meter dari orang sekitar kita dan menghindari kerumunan massa.

5. Usahakan jangan sampai menyentuh/mengusap area segitiga muka, mata hidung dan mulut karena sebagai tempat pintu masuk virus kedalam tubuh dan menerapkan etika batuk/bersin dengan menutup mulut ketika batuk/bersin dengan menggunakan siku bagian dalam.

6. Bagi yang berada di Rumah tetap melakukan olahraga, mengkonsumsi buah, sayur dan makan-makanan yang mengandung vitamin (Vitamin C) untuk meningkatkan stamina tubuh.

7. Bagi pendatang dari luar kota/daerah/provinsi harus isolasi diri sendiri dan menilai kesehatan secara mandiri, serta melaporkan kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.

Sosialisasi ini akan terus dilaksanakan guna mengingatkan masyarakat akan bahayanya Covid-19 dan tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk menghindari penyebaran/penularannyaUntuk informasi mengenai Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir masyarakat dapat menghubungi Nomor PSC Gugus Tugas Call Center 0811-7429-119.sumber komimfo ogan ilir. 

Ariapulun SE " Setiap Hari PP bertambah Dari Zona Merah"

LAHAT.DS,---Posko Covid- 19 Kecamatan Tanjung Tebat pro aktif dalam mengawasi dan memantau pelaku pejalan ( PP) warga dari zona merah yang pulang kampung.

Menurut Ariapulun SE selaku Camat, petugas satgas yang terdiri dari Camat selaku ketua gugus Satgas Covid-19 Tim dari Puskesmas Tanjung Tebat dan Forkomincam, siaga di Posko.

Setiap harinya jumlah pelaku pejalan ( PP) pada hari ini berjumlah 6 orang, jadi PP b
keseluruhan menjadi 66 orang. Mereka berasal dari  Batam, Bandung, Tanggerang dan Lampung,  PP turun dari Bus  langsung didata dan diberikan pengarahan, pengukuran suhu, disemprot Disinfektan serta langsung di Isolasi secara mandiri oleh keluarganya selama 14 hari dipantau oleh Kades dan perangkat Desa masing- masing.

 Apa bila tidak  mengindahkan surat pernyataan karena keluar  rumah melenggang maka akan dilaporkan pihak Kepolisian berdasarkan hasil kesepakat isi pernyataan" ujar Ariapulun SE. ketua Satgas Covid-19. (Nih)

Ormas OKP dan Insan Pers Apresiasi DPMD Muba, Bravo

MUBA.DS, - Tepat dan Taktis, itulah kata-kata yang harus diberikan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dalam hal pencegahan Wabah Virus Corona (Covid-19).

Dalam Pencegahan Virus Corona (Covid-19) Kepala Dinas PMD Muba Richard Chayadi SSTP MSi menginstruksikan kepada seluruh Desa agar ketat dalam pengawasan baik masyarakat yang keluar maupun yang masuk kedalam daerah masing-masing.

Apresiasi ini diberikan oleh salah satu Komando Sosialisasi Pencegahan Virus Corona (Covid-19) Satoto Waliun yang mengatakan, Bravo dan Apresiasi kepada Kepala Dinas PMD Muba, hal ini kami sampaikan mengingat apa yang disampaikan Kepala Dinas Richard Cahyadi SSTP M.Si.

" Saya mewakili Masyarakat dan saya ikut memantau langsung, bahwasanya apa yang disampaik oleh Kadis PMD Richard benar adanya setiap pendatang yang ada langsung disambut dengan tim penanggulangan Covid-19," ungkap Toto sapaan Akrabnya, Senin (13/4/2020).

Lanjutnya, tim yang terdiri dari Pemerintah Desa, TNI-Polri serta tim medis ini langsung mengecek beberapa pendatang dan mendata yang hadir sehingga hal ini membuat kecamatan Lalan Zero PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

" Apresiasi lainnya, kepada Pendatang pun mereka bersedia di Isolasi setelah dilakukan pengecekan oleh Tim medis. Namun, hal ini juga harus didukung dengan Peralatan Rapid Test sehingga keakuratan dapat tetap terjaga, Bravo DPMD Muba," pungkas Toto.(hsm) 

Miris Bendera Merah Putih Sobek dan Lusu,Kantor Camat Lalan Terkesan Sangat Jorok

MUBA.DS, - Disaat Wabah Virus Corona (Covid-19) menjangkit dibeberapa daerah, dampak ini pun langsung menjadi fokus penekanan utama kepada semua unsur Pemerintahan baik, tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa untuk melakukan budaya Hidup Bersih.

Namun, hal ini seakan tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Lalan, terpantau oleh tim awak media ketika terjun kelokasi. Terlihat tumpukan sampah berhamburan diselokan depan kantor, sehingga dalam hal ini terkesan mengundang penyakit Demam Berdarah (DBD), apalagi saat ini cuaca di kabupaten Musi Banyuasin memasuki musim penghujan.

Keadaan ini memperlihatkan juga, baik pihak pejabat kecamatan maupun staf kecamatan terkesan tidak memiliki kepedulian terhadap Pola Hidup Bersih (PHBS) yang termasuk salah satu Instruksi yang diedarkan oleh Promotor Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tak hanya itu saja, terlihat juga pemasangan sang saka merah putih (Bendera Merah Putih) yang terpasang diujung tiang terlihat pinggiran Bendera Sobek terkesan tidak terawat, selain itu juga warna bendera pun lusuh dan pudar.

Camat Kecamatan Lalan Okta Rizal ST saat dikonfirmasi awak media mengungkapkan, kantor ini memang telah beberapa kali diajukan untuk perebahan, sejak tahun 2012 belum sama sekali mendapatkan perehaban.

" Untuk sampah-sampah itu kami kurang tau kemungkinan anak-anak lewat sehingga sampah itu berserakan, sejak beberapa tahun terakhir kantor camat ini belum mendapatkan perehaban, baik pagar, cat maupun dalam gedung kantor kecamatan," ungkap Okta melalui via Telepon, Senin (13/4/2020).

Lebih lanjut Camat Lalan ini mengatakan, untuk masalah sosialisasib Pencegahan Covid-19 kami sudah beberapa kali melaksanakannya melalui pencetakan banner yang bekerjasama dengan TNI-Polri.

" Telah kami instruksikan kepada beberapa kades agar melaksanakan beberapa sosialisasi juga pencegahan baik secara Pendataan Warga pendatang maupun bepergian, terkait bendera tersebut kemungkinan kelalaian dari pihak penjaga kantor bendera, sebenarnya itu baru bendera. Namun, akibat tidak pernah dilepaskan jadi seperti itu," ujarnya.(tim) 

Ditengah Dampak Wabah Virus Covid-19, Ini Suka Cita Masyarakat Kecamatan Lalan Saat Panen Padi

MUBA.DS, - Ditengah wabah Virus Corona (Covid-19), Masyarakat kecamatan Lalan kabupaten Musi Banyuasin kini memasuki masa panen Padi, Suka Cita Panen ini pun dimanfaatkan Masyarakat dengan saling bahu membahu.

Wabah Virus Corona (Covid-19) yang saat ini menjangkit dibeberapa daerah Se-Kabupaten Musi Banyuasin, tak menyulutkan semangat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan garapan sawah padi tiga bulan.

Berdasarkan pantauan awak media ketika terjun kelokasi, terlihat puluhan masyarakat kecamatan Lalan menggarap Ratusan Hektar Sawah dengan ditanami jenis padi tiga bulan, memanfaatkan beberapa Alat Traktor Pinjaman Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPHP) kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut Kepala desa Karang Tirta (P11) Sarji saat disambangi awak media bersama Ormas OKP di kediamannya, Sarji mengungkapkan untuk desanya sendiri dalam masa Isolasi Wabah Virus Corona (Covid-19) warga telah melakukan panen disawahnya masing-masing, untuk sementara hasil yang mereka panen sebagian di salurkan kepada bakul dan sebagian untuk disimpan sebagai stok.

" Kita telah mendata sawah warga yang telah melaksanakan panen pada sebelumnya, untuk sementara cukup. Ada sebagian juga gabah dijual kepada Bakul (Penampung) dengan berbagai Variasi, ada juga sebagian warga menjadikan gabah hasil panennya untuk disimpan sebagai stok pangan tahunan," ujar Sarji.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Desa P6 Warsum mengatakan kepada awak media, dalam menghadapi dampak wabah Virus Corona (Covid-19). Kita harus melakukan berbagai macam cara salah satunya menyiapkan pangan, sosialisasi tata cara kebersihan diri, dan menjaga lingkungan agar tetap steril.

" Kami memang telah melakukan beragam agenda yang menyangkut wabah Virus Corona (Covid-19) salahs satunya penyemprotan Disinfektan secara mandiri, wajib memakai Masker, dan membeli APD secara Swadaya," ujar Warsum.

Lanjutnya, kehadiran Ormas OKP dan Insan Pers yang hadir untuk mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19 ini pun sangatlah baik dan kami Apresiasi hal ini. Semoga Sinergitas ini dapat terjalin dengan baik kedepannya.

" Semoga Sinergitas antara Ormas OKP, Insan Pers bersama beberapa Kepala Desa di kecamatan Lalan dapat terjalin sesuai dengan yamg diharapkan, deaa kami pun selain melaksanakan Pencegahan Covid-19. Kami pun, telah melaksanakan panen padi untuk menjaga asa agar kebutuhan pangan didesa dapat tersalurkan dengan baik," tandasnya.(hs) 

Hadir di 27 Desa Se-Kecamatan Lalan, Ormas OKP dan Insan Pers Sosialisasi Pencegahan Covid-19

MUBA ,DS. - Wabah Virus Corona (Covid-19) yang menjangkit sepertinya menjadi momok yang sangat dihindari di beberapa Negara yang terkena dampak Penyebarannya. Termasuk salah satunya, Negara Indonesia.

Saat ini seluruh Elemen Pemerintah bersama TNI-Polri bekerjasama dengan Seluruh Elemen Lapisan Masyarakat bahu-membahu untuk mengatasi dampak penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) agar tidak menjangkit di daerahnya masing-masing.

Dalam hal ini, Bupati kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menginstruksikan kepada Instansi-instansi terkait agar saling bersinergi dalam mengatasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19) dengan cara mensosialisasikan beberapa tata cara yang telah diterapkan oleh Protokol-protokol.

Kenapa masker kain? Di tengah pandemi Covid-19 ini kita harus melindungi diri dengan masker.  Masker kain sangat efektif untuk digunakan warga yang sehat. Sedangkan masker surgical, N95 atau yang selama ini sempat menimbulkan gejolak karena yang sehat juga melakukan kepanikan dengan memborong masker bedah akhirnya saat ini barangnya langka dan harganyapun melambung tinggi, Padahal  masker bedah tidak diperuntukkan bagi orang sehat. Masker bedah untuk tenaga medis dan digunakan untuk pasien ODP, PDP, maupun positif Covid-19," terangnya.

Lanjutnya, masker kain nantinya dianjurkan untuk dipakai saat bepergian di luar rumah oleh orang yang sehat jika mendesak keluar rumah.

" Kendati masker kain bisa digunakan untuk mencegah virus corona, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga jarak aman 1 – 2 meter," terangnya.

Dodi berkeyakinan, dengan gerakan masker Muba nantinya dapat menghambat proses penyebaran dan meminimalisir dari pandemi virus corona.

" Bahwasanya kita sering berpendapat jika yang sehat tidak perlu memakai masker,  tapi  kita yang sehat belum tentu dapat terhindar dari virus covid-19. Sehingga pada saat kita bertemu dengan orang yang daya tahannya menurun berpotensi  menyebabkan virus dari tubuh kita  masuk ke mereka yang daya tahan tubuhnya lagi menurun dan menjadi penyakit. Jadi yang sehat pun kita imbau memakai masker kain," ulasnya.

Sementara itu Kepala Dinas DPMD Muba Richard Chayadi SSTP MSi dalam kesempatannya mengungkapkan, sebanyak 27 desa yang ada di kecamatan Lalan telah kami instruksikan untuk bahu-membahu agar turun langsung kelapangan bekerjasama dengan Gabungan Ormas, OKP dan Insan Pers untuk mensosialisasikan beberapa Cara Pencegahan Covid-19.

" Kami Dinas PMD Muba dalam hal ini sangat mensuport penuh apa yang telah digagas oleh rekan-rekan dari Ormas OKP dan Insan Pers untuk bahu-membahu saling meringankan Pemkab Muba dalam hal Mensosialisasikan beberapa cara dalam pencegahan Covid-19 di kecamatan Lalan," ungkap Richard, Sabtu (11/4/2020).

Lebih lanjut, kami berharap dengan adanya Sinergitas yang terjalin ini dapat menetralisir terjadinya penjangkitan Virus Corona (Covid-19) kepada Masyarakat, semoga masyarakat pun dapat memahami tata cara pencegahan Covid-19 sampai pada akhir angka kasus yang ada di Indonesia Khususnya di Muba dapat berkurang dan habis.

" 27 desa di kecamatan Lalan telah kami Instruksikan agar dapat mensosialisasikan tata cara yang telah di keluarkan melalui edaran Protokol Kesehatan. Maka, diharapkan masyarakat mampu membantu Pemerintah agar dapat saling bersinergi, setidaknya kita dapat saling menjaga satu sama lain, agar wabah Covid-19 ini tidak menjangkit terlalu luas," tambahnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Desa P6 Warsum mengatakan kepada awak media, dalam menghadapi dampak wabah Virus Corona (Covid-19). Kita harus melakukan berbagai macam cara salah satunya menyiapkan pangan, sosialisasi tata cara kebersihan diri, dan menjaga lingkungan agar tetap steril.

" Kami memang telah melakukan beragam agenda yang menyangkut wabah Virus Corona (Covid-19) salahs satunya penyemprotan Disinfektan secara mandiri, wajib memakai Masker, dan membeli APD secara Swadaya," ujar Warsum.

Lanjutnya, kehadiran Ormas OKP dan Insan Pers yang hadir untuk mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19 ini pun sangatlah baik dan kami Apresiasi hal ini. Semoga Sinergitas ini dapat terjalin dengan baik kedepannya.

" Semoga Sinergitas antara Ormas OKP, Insan Pers bersama beberapa Kepala Desa di kecamatan Lalan dapat terjalin sesuai dengan yang diharapkan, deaa kami pun selain melaksanakan Pencegahan Covid-19. Kami pun, telah melaksanakan panen padi untuk menjaga asa agar kebutuhan pangan didesa dapat tersalurkan dengan baik," tandasnya.

Diketahui, Giat yang dilaksanakan oleh Ormas OKP dan Insan Pers ini, disuport langsung oleh Bupati kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama beberapa Stakeholder yaitu DPMD Muba, Dinkes Muba, Dispopar, serta Pihak TNI-Polri. (hs)

Isteri Wakil Walikota Prabumulih Terpapar Covid-19


PRABUMULIH, DS - Heboh pemberitaan mendesak agar Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumsel mengungkap data kasus pasien positif  ke 18 yang berasal dari Prabumulih akhirnya terjawab. Orang yang dimaksud kasus positif ke 18 yang tersuspeck corona ternyata adalah Hj Reni Indayani SKM yang tidak lain adalah Ibu Wakil Walikota Prabumulih.

Hal ini terungkap setelah Wakil Walikota (Wawako) Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH dengan berani mengakui bahwa pasien positif Covid-19 itu adalah istrinya Hj Reni Indayani SKM.

“Pasien positif (covid-19) itu isteri saya, rencananya sih besok Senin (13/04), saya mau menggelar jumpa pers (mengumumkan isteri positif Covid), tapi karena sudah ditelpon hari ini ya sama saja,” ujar seperti dikutip palpos.id.

Ia juga membenarkan, tahu isterinya tersuspeck covid-19 secara tidak sengaja saat isteri tercinta mendatangi salah satu rumah sakit swasta di Palembang untuk melakukan medical check up pasca operasi beberapa waktu lalu. Rencananya, setelah konsultasi dengan dokter, kemarin ingin pihaknya ingin melakukan buka jahitan ke Jakarta.

“Pasca operasi beberapa waktu lalu kita rutin memeriksakan kesehatan. Jadi Jumat (10/04/2020) kemarin itu rencananya pasca operasi, masih ada yang harus diperiksa jadi karena mau buka jahitan ke Jakarta terlalu jauh dan riskan jadi kita memtuskan untuk dibuka disini saja yakni di RS Siloam juga bisa menangani hal itu” ungkapnya.

Dikatakan, berhubung isterinya berasal dari Kota Prabumulih yang terkonfirmasi zona merah covid-19, pihak RS menyarankan yang bersangkutan untuk  menjalani tes swab terlebih dahulu di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Dihimbau untuk menjalani tes Swab di RSMH, Fikri mengaku yakin sebab Reni Indayani SKM sebelumnya sudah menjalani Rapid tes bersama beberapa pejabat di Kota Prabumulih dan hasilnya negatif.

“Dihimbau untuk menjalani tes swab di RSMH karna kita berasal dari zona merah iya kita ikuti. Kita yakin bae tidak ada masalah sebab sebelumnya isteri telah menjalani Rapid tes yang diadakan di Kota Prabumulih dan hasilnya negatif. Dan ternyata setelah menjalani tes swab hasilnya positif covid-19 ” ucapnya.

Lebih jauh Wawako menyatakan, pasca dinyatakan positif, isterinya termasuk dirinya serta anggota keluarga lainnya langsung melakukan isolasi mandiri.

“ Setelah positif langsung dikarantina, kami juga isolasi mandiri di rumah wong rumah di Palembang,” tegasnya.

Masih menurut Orang nomor dua Prabumulih , isterinya menjalani isolasi di Palembang lantaran masih harus konsultasi dengan dokter.

“Wong rumah di Palembang, dia dalam pengawasan dokter di Palembang. Dio mandiri juga cuma dalam pengawasan dokter, dia lima kali sehari video call dengan dokter Siloam dan ada alat-alat (medis) yang dititipkan sama wong rumah jadi bisa tahu perkembangan wong rumah, kebetulan wong rumah wong kesehatan jadi paham juga dengan alat-alat itukan,” tuturnya.

Mantan Ketua Dprd Prabumulih berharap agar masyarakat untuk tidak menghakimi pasien positif covid dengan hal-hal yang tidak bagus yang pada ujungnya membuat pasien menjadi tertekan, takut dan malu sehingga bisa membuat tidak mau melakukan pemeriksaan dan tidak mengakui statusnya yang pada ujungnya semakin banyak warga yang terpapar.