NEWS

Slider

Pasien Corona Belum Ada di Rawat di RSUD Lahat

LAHAT.DS,--  Telah dua minggu berlalu RSUD lahat yang merupakan salah satu RSUD rujukan pasien Covid-19 di Sumatera Selatan wilayah Kabupaten Lahat yang telah siap siaga menjalankan tugas sesuai intruksi Presiden RI dan Menteri Kesehatan dalam menampung,memeriksa juga merawat pasien Covid--19.

walaupun sampai detik ini RSUD Lahat belum ada menerima pasien Covid-19,namun tetap selalu siaga dalam pegamanan dan pencegahan virus Covid-19 di Bumi Seganti Setungguan.
Dr.Erlindah Mkes Direktur RSUD Lahat melalui. Feri humas RSUD megatakan 29/3 Alhamdulilah di RSUD Lahat belum ada menerima dan merawat pasien covid-19,namun RSUD Lahat sudah ada meriksa empat   masyarakat yang baru pulang dari luar kota akan tetapi mereka masih sehat saja.

Untuk itu kita syarankan bagi masyarakat yang baru pulang dari luar Kota dan telah memeriksakan dirinya agar diadukasi supaya mengisolasi diri di rumah selama 14 hari dan koordinasi dengan puskesmas terdekat guna untuk dipantau Karna isolasi rumah di bawah faskes 1 yaitu puskesmas.

Disamping itu juga RSUD Lahat terus melakukan edukasi pada seluruh keluarga pasien dan pengunjung yang berobat ke RSUD lahat.

Feri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lahat untuk selalu cuci tangan, tetap dan tinggal di rumah, tidak ada jam besuk, tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan terus menjalankan pola hidup sehat.(Inh)

Ketua Fraksi M. Yamin: Stop Informasi Lokcdown Yang Membuat Situasi Tidak Nyaman

MUBA,DS. - Beberapa Negara telah menyatakan untuk melakukan Lockdown, hal ini pun sepertinya sudah menular kebeberapa daerah di Indonesia. Situasi ini sepertinya menimbulkan beberapa pendapat yang menyatakan bahwa informasi tersebut telah berhasil membuat masyarakat menjadi dilema.

Diketahui sebelumnya, banyak lontaran demi lontaran yang dikeluarkan dari berbagai elemen untuk segera melockdownkan Indonesia agar dapat menekan angka penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Sebelumnya berdasarkan data yang dihimpun awak media, untuk Indonesia sendiri kasus Virus Corona (Covid-19) telah mencapai angka 1.285 dengan kasus Positif sebanyak 130 Orang, Negatif sebanyak 64 Orang, dan meninggal Dunia sebanyak 114 Orang.

Dari perhitungan tersebut, maka keadaan Indonesia saat ini dalam ketidaknyamanan. Apalagi dalam hitungan jam angka yang bertambah sebanyak seratus kasus lebih.

Salah satu daerah yang terpantau adalah kabupaten Musi Banyuasin provinsi Sumatera Selatan, saat ini menurut data yang dilansir dari situs resmi COVID19.MUBAKAB.GO.ID tercatat angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) 104 Orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 2 Orang.

Pada kesempatan ini Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Muhammad Yamin menanggapi beberapa informasi Lockdown yang beredar mengungkapkan, Saya pikir sudah saatnya kita semua pihak untuk menyikapi informasi yang beredar tekait persoalan istilah Lockdown.

" Masyarakat harusnya tidak terpancing dengan informasi yang datang dari sumber yang tidak jelas, untuk saat ini langkah pemerintah sudah tepat dalam menyikapi wabah Covid-19. Namun, memang butuh kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat, agar supaya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," jelas Yamin yang juga Ketua Komisi II DPRD Muba, Minggu (29/03/2020).

Dan saya pikir jika semuanya dapat kita paahami dan kita patuhi, Insya Allah kita bisa keluar dari segala ancaman dan musibah ini. Khususnya di kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah sudah bekerja keras, dalam menangani Covid-19 ini, dan juga kami DPRD kabupaten Musi Banyuasin, tidak akan berhenti membantu dan memberikan Suport, dalam setiap langkah penanganan wabah Covid-19 ini.

" Sekali lagi saya mengajak, mari kita semua menyelamatkan keluarga kita, dan orang-orang yang kita cintai disekitar kita, dengan cara patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," ajaknya.(Hs) 

Bahaya Covid 19, Forkopimcam Bayung Lencir Sisir Tempat Hiburan Malam Hingga Edukasi ke Masjid

MUBA, DS. - Sosialisasi dan edukasi bahaya wabah Covid-19 atau virus Corona terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin hingga ke kawasan-kawasan pelosok. 

Jumat (27/3/2020) pagi hingga malam hari Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir SSTP MM bersama jajaran Forkopimcam Kapolsek Bayung Lencir AKP Jon Roni Hasibuan SH dan Danramil  Bayung Lencir Kapt Info Suprayitno mendatangi sejumlah warung Remang-remang dan Hiburan Malam Desa Simpang Bayat, Telang dan Sindang Marga guna memberikan pemahaman dan sosialisasi ancaman Covid-19. 

"Dalam kesempatan itu kami memberikan himbauan kepada masyarakat untuk membatasi interaksi sosial antara sesama masyarakat (Social Distancing) dan melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) berdasarkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menghindari terpaparnya virus Corona Covid 19," ujar Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir. 

Selain itu juga melakukan Penyemprotan Disinfektan di lingkungan rumah warga, toko, pasar dan Masjid-masjid yang berada di pinggir jalan lintas bersama petugas Manggala Agni dan Para Relawan Pemuda dari KNPI dan Karang Taruna.

Penyemprotan desinfektan ini memanfaatkan teknologi cuka kayu dan bambu dari hasil penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  yang dianggap lebih ampuh dibanding etanol dan salep komersial.

"Kami juga membagikan selebaran dan sosialisasi kepada pengurus Masjid terkait surat seruan bersama Pemkab Muba, MUI Kab Muba dan DMI Kab Muba tanggal 26 Maret 2020 mengenai penyelenggaraan Sholat Jumat dan Isra' Mikraj di dalam wilayah Kabupaten Muba," terangnya.

Selain itu juga melakukan sosisalisasi kepada wanita penghibur dan pengunjung hiburan malam dan warung remang-remang terkait bahaya penyebaran virus corona (Covid -19).

"Kami juga menghimbau kepada wanita penghibur yang berasal dari luar wilayah Kecamatan Bayung Lencir agar kembali ke daerah asalnya masing-masing dan diberikan waktu paling lama 1 minggu untuk meninggalkan wilayah Kecamatan Bayung Lencir serta bersama Forkopimcam memerintahkan tempat hiburan segera di tutup kerena ilegal," bebernya.

Sementara itu Kapolsek Bayung lencir AKP Jon Roni M Hasibuan SH berharap agar semua elemen bersinergi membantu memerangi wabah pandemi Corona ini.

"Saya berharap kepada semua unsur masyarakat bersama forkopimcam dan instansi terkait  bersatu padu menanggulagi wabah ini" tambahnya(hsred) 

Gelar Akad Nikah, Pasangan Pengantin Asal Sanga Desa Jalankan Protokol Waspada Covid-19

MUBA,DS. - Meski digelar sederhana dan harus menjalankan protokol waspada Covid-19 atau virus corona, namun pasangan pengantin asal Sanga Desa Kabupaten Muba yakni Ramadhan dan Nova Eliza sudah sah menjadi pasangan suami istri, Minggu (29/3/2020). 

Keduanya melaksanakan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sanga Desa yang dihadiri tidak sampai 10 orang sebagaimana sudah menjadi ketentuan dari Kementerian Agama dalam hal protokol pelaksanaan akad nikah disaat ancaman Covid-19. 

"Kami berterima kasih dengan pihak Kecamatan, KUA, dan perangkat Desa di Kecamatan Sanga Desa yang telah memfasilitasi pelaksanaan akad nikah kami dengan mengedepankan ketentuan yang sudah diatur," ujar Pengantin Pria, Ramadhan. 

Ia mengaku, edukasi dan sosialisasi ancaman Covid-19 di Muba sangat berjalan maksimal berkat kegetolan Bupati Muba Dr H Dodi Reza  Alex Noerdin yang menginstruksikan pelaksanaan sosialisasi serta edukasi hingga ke tingkat bawah.

"Terima kasih kepada pak Bupati Dodi Reza yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat Muba, saya dan keluarga khususnya sangat mengapresiasi," tuturnya. 

Sementara itu, Camat Sanga Desa Suganda mengatakan, pihaknya bersama jajaran KUA Sanga Desa akan memfasilitasi setiap warga Muba yang ingin melaksanakan proses akad nikah namun tetap mematuhi protokol pencegahan covid-19 sebagaimana sudah diatur Kemenag RI. 

"Prinsipnya sesuai arahan pak Bupati Dodi Reza kami di tingkat Kecamatan tetap akan memfasilitasi, yang penting prosesnya harus patuh pada ketentuan yang sudah diatur," pungkasnya.(hsred) 

Polsek Bersama Tim Puskesmas Kota- Agung Berjibaku Lawan Virus Copid-19

LAHAT.DS, -- AKP  P.Freddy Rajagukguk,SH memerintahkan personil Bhabin Kamtibmas Bripka Armansyah, Bripka Mayriasyah dan Operator Ranmor Brigadir  Aleksander. Bersama tim Puskesmas Kota Agung pada Minggu 29/3 melakukan Penyemprotan Disinfektan.
Apalagi saat ini wabah corona semakin menggila tanpa pandang  bulu orang terinfeksi penyakit tersebut,  dengan menggunakan mobil Patroli yang sudah dimodifikasi untuk melakukan penyemprotan di Desa Sukarami Kecamatan Kota- Agung.

Menurut Kapolsek kegiatan ini merupakan perintah yang disampaikan Kapolri melalui Kapolres untuk segera memutuskan rantai Copid- 19, adapun sasaran penyemprotan Disinfektan yaitu, Rumah Ibadah, selokan dan rumah penduduk" ujar Kapolsek.

Selain itu AKP P. Freddy  juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, jaga selalu kesehatan jangan lupa cuci tangan menggunakan sabun. Jagalah lingkungan agar slalu tetap bersih . (Nih)

Ungkap Kasus Pegedar Daun Setan di Wilayah RD.PJKA di Amankan

LAHAT.DS, --Gerak cepat tim sat narkoba Polres Lahat menindak lanjuti dari hasil pemeriksaan penguna daun setan yang tertangkap disebuah toko farfum diwilayah lokasi Jalan Prof Dr.Email Salim Kelurahan RD PJKA Kecamatan Lahat.

Tak Lama berkelang waktu pukul 17.50 Wib hari yang sama 26/3 dan tetap dilokasi Jalan Prof Dr. Email  Salim Kelurahan. RD PJKA Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat
Pirnando Bin Sunario23  tahun beralamat Desa Danau Belidang kecamatan Mulak Sebingkai dan kedua rekan sesama Pegedar yang bernama Kayosen  Palaga Bin Saidina Ali 18 tahun status Pelajar beralamat di Desa Muara Kalangan Kecamatan Ulu musi Kabupaten Empat Lawang.

Juga Satriansyah Bin Marzuki (Alm)
26 tahun beralamat di Desa Penandingan Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat.

Ketiga pegedar daun setan narkoba golongan 1 ini tertangkap dengan
41 (empat puluh satu) Paket kecil daun kering terbungkus kertas putih Narkotika jenis ganja 1 (satu) Paket sedang daun kering Narkotika jenis ganja terbungkus plastik bening dan 1 (satu) buah tas sandang seberat Barang Bukti ganja 170,18 gram

AKBP Irwansyah Sik SH MH CLA Kapolres Lahat melalui Akp Bobby Eltarik SH Kasat Narkoba megatakan  29/3 dari keterangan Tersangka Yusril bahwa Narkotika jenis ganja tersebut didapat dari Pirnando lalu Petugas langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan 3 orang laki laki yang tidak jauh dari lokasi.

 Setelah dilakukan Penggeledahan petugas menemukan  barang bukti narkoba golongan 1yang dibungkus kantong plastik warna hitam dan tergantung didepan pintu kamar mandi.

Semua barang bukti tersebut diakui  Pirnando juga Kayosen adalah miliknya Jelas bobby Kasat Narkoba Polres Lahat via WhatsApp. (Inh)

KAPOLRES OGAN ILIR PIMPIN PATROLI KELILING BERIKAN HIMBAUAN TENTANG COVID-19

INDRALAYA.DS,-- Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Asisten Satu,Asisten Dua,Dishub, BNPB Dinkes Kabupaten Ogan Ilir sebagai Satgas penanggulangan Covid-19 kabupaten Ogan Ilir melakukan Patroli Keliling di sejumlah titik, Tempat Hiburan Malam (THM), dan pusat keramaian, Sabtu(28/03) malam. Pantauan media ini, selain melakukan Patroli  tim gabungan juga membubarkan kerumunan warga masyarakat yang sedang nongkrong di tempat- tempat keramaian.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH dan Jajaran Komimda Satgas penanggulangan Covid-19 , yang Laku mengatakan, razia tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Kapolri dalam penanganan penyebaran wabah Covid-19.

“Malam ini tim gabungan yang terdiri dari Satgas Covid-19, TNI- Polri,Dishub,Dinkes dan BNPB Kabupaten Ogan Ilir turun langsung ke lapangan untuk melakukan penegakan hukum bagi warga yang tidak mengindahkan instruksi Kapolri Dalam instruksi tersebut juga dikatakan bahwa semua tempat - tempat Hiburan dan warung - warung yang di anggap rongrongan muda mudi harus di seterilkan untuk memutuskan mata rantai COVID 19.

Lanjut Kapolres  khusus untuk tempat - tempat yang di anggap rawan itu seperti warung-warung tempat nongkrong anak- anak muda mudi dan sebagainya pada malam.

Menurut  instruksi itu dikeluarkan demi kebaikan kita bersama. Sebab, apabila tempat yang disebutkan diatas masih juga buka, dikhawatirkan virus corona akan semakin berkembang.

“Ini kan virus yang berbahaya, kalau ada warung atau tempat hiburan yang buka  kan orang-orang disana duduknya berdekatan. Nah, ini peluang untuk virus itu menyebar kepada orang lain. Kita kan tidak tahu apakah pengunjungnya atau orang di dalamnya sudah terkena virus itu atau belum. Jadi instruksi Kapolri  itu intinya supaya jangan ada orang yang kumpul-kumpul,”Jelas Kapolres.

Asisten Satu Kabupaten Ogan Ilir juga memastikan bahwa tempat-tempat tersebut tidak ada lagi yang buka selama 14 hari kedepan.  Adapun sanksi tegas yang akan diberikan adalah mulai dari pemberian peringatan hingga pencabutan izin operasional.

“Kalau mereka masih membandel, sanksi paling berat adalah kita akan cabut izin usahanya,”Tegas Asisten Satu.Red

Jubir Dinkes " Bila Ada Pendatang Diharap Melapor Ke Satgas Copid- 19"

LAHAT.DS,--- Membeludaknya orang yang tertular Virus Corona, WHO menetapkan Pandemi Global di 189 Negara, penyebaran  Copid-19 menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, apalagi penyebarannya begitu cepat, saat ini Indonesia yang tertular virus mematikan ini sudah mencapai 1.146 dan 97 orang meninggal dunia. ( dikutip dari data Satgas Copid-19  Pusat 27 Maret 2020)

Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat
Seketaris Dinkes  selaku Jubir Dinkes Taufiq  Mariansah Putra mewakili Kadis Kesehatan Ponco Wibowo ketika disambangi Awak Media di Satgas Copid-19 28/3  angkat bicara "  Lahat saat ini  ditemukan satu ODP ( orang dalam pemantau) dan bukan berarti positif Corona, pasien tersebut mengalami demam tinggi mencapai 38 derajat dan sudah dilakukan Isolasi Mandiri karena ada riwayat  pejalanan dari Wilayah terjangkit, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan Isolasi Mandiri oleh pihak keluarga" ungkap Jubir.

Jubir berharap  masyarakat tak perlu panik perlunya   Edukasi kesehatan mengenai Copid- 19  jika ada pendatang dari luar daerah harap melapor ke Pemerintah setempat, nantinya akan melapor pada petugas yang ditunjuk Satgas Copid di Wilayah masing- masing.

Kita tetap waspada dan tenang tetap menjaga kesehatan kita, Dinas Kesehatan berkerja sama dengan Pemkab melakukan Penyemprotan Disinfektan untuk memutuskan  rantai penyebaran Corona. Silahkan di akses     Copid19.lahatkab.go.id/ untuk menghetahui info terkini agar kita tidak menyebarkan berita Hoax yang belum tentu kebenarannya, Semoga Allah melindungi kita semua.Amin YRA

 " tandas Seketaris Kesehatan". (Nih)

Sering Transaksi di Kelurahan RD PJKA Yusril Terciduk

LAHAT.DS, -- Bertempat di Jalan Prof EMIL SALIM Kelurahan RD PJKA Kecamatan Lahat Yusril  Isa Mahendra Bin Rahapudin19 tahun yang  beralamat Desa Keban Agung Kecamatan Mulak sebingkai Kabupaten Lahat sering melakukan transaksi narkoba golongan I.

Namun kali ini nasib naas menimpa dirinya,dimana dilokasi tersebut ia terciduk oleh Tim Walet Polres Lahat yang dipimpin Akp Bobby Eltarik SH berserta jajaran disebuah toko farfum 26/3 pukul 17.45 wib.

Dimana Sebelum tertangkap yusril terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan ditemukan dalam dompet satu paket kecil narkoba jenis ganja terbungkus kertas putih dengan berat kotor 4_62 gram.

AKBP Irwansyah Sik MH.CLA Kapolres Lahat melalui Akp Bobby Eltarik SH Kasat Narkoba saat dikonfirmasi membenarkan telah menangkap Yusril Isa Mahendra penguna narkotika jenis ganja diwilayah hukum Polres Lahat.

Bobby juga menambahkan dalam pemeriksaan Yusril mengakui bahwa narkotika jenis ganja tersebut ia dapat dari Pirnando dengan cara cuma-cuma / gratis katanya. ((Inh)

Dodi Reza Imbau Warga Rantau Asal Muba untuk Tunda Pulang Kampung Cegah Penyebaran Covid-19 Agar Tidak Meluas tunda dulu Mudik

#Cegah covid 19 Bagi Warga Muba yang terlanjur Mudik wajib ikuti 10 poin Protokol kesehatan#

MUBA, DS. - Adanya aksi pulang kampung yang marak terjadi didaerah lain kita liat  akhir akhir ini di media massa dan aksi pulang kampung atau mudik dusun dari rantau dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus Covid-19 atau virus Corona apalagi yang pulang kampung itu berasal dari daerah yang terjangkit membuat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin angkat bicara. 

Dodi Reza Alex menghimbau kepada warga Muba yang merantau untuk menunda dulu  pulang kampung atau mudik ke Musi Banyuasin terlebih dahulu. Terlebih bagi mereka yang merantau atau bekerja di daerah yang terjangkit Covid-19. 

"Sebaiknya jangan pulang kampung terlebih dahulu, ini juga memprotect keluarga kita di kampung masing-masing," imbau Dodi Reza. 

Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia ini juga menambahkan, menahan diri sementara untuk tidak pulang kampung juga sudah bentuk andil turut memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Muba. 

"Teknologi saat ini sudah sangat canggih, kalau ingin silaturahmi dan memastikan keluarga dengan keadaan sehat kan bisa melalui akses video call dan berkomunikasi lewat telepon seluler," tetapi jika sudah terlanjur  mudik wajib menjalankan protokol kesehatan terangnya. 

Melalui Dinas Kesehatan Muba, Bupati Muba Dodi Reza Alex menginstruksikan Dinkes dan Forkopimcam bersama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di seluruh wilayah Muba mensosialisasikan dan mengedukasi tata cara menerima warga yang sebelumnya berdomisili dari daerah terjangkit yang kebetulan baru balik dari daerah terjangkit 10 point protokol tata cara menerima warga dapat kita jalankan bersama sama pastikan semua berjalan dengan baik jangan panik lakukan edukasi dan sosialisasi sehingga kita bisa satu persamaan dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 didaerah. Dalam kesempatan ini juga saya minta seluruh warga Musi Banyuasin yang aku cintai mohon kiranya kerjasama kita jika ada keluarga atau tetangga baru balik dari daerah lain khusunya daerah yang terjangkit virus covid 19 untuk dilaporkan ke RT/RW, kades Lurah atau keperengakat desa sehingga perangkat desa langsung memantau warga tersebut sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dan mari kita jalankan amanah ini bersama tegasnya.

"Pertama, laporkan ODP (Orang Dalam Pemantauan ) ke aparat desa setempat untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesdes atau puskesmas setempat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS. 

Lanjutnya, setelah dilaporkan dan diperiksa baru pihak tim medis akan menentukan status ODP tersebut. "Kalau ODP tersebut masuk kategori berat akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19," terangnya.

Azmi menghimbau, agar warga tidak mudah panik dan terus bersinergi dengan para medis di masing-masing wilayah. "Jangan panik, prinsipnya laporkan saja ke tim medis dan perangkat desa jangan mengambil tindakan sendiri," kami pastikan layanan petugas kesehatan mulai dsri tingkat pustu puskesmas dan RS akan bekerja maksimal sesuai dengan protokol kesehatan percepatan penanganan covid 19 di Kabupaten Musi Banyuasin sekali lagi bantu tugas kami jika ada warga mudik dari daerah terjangkit ke muba tolong dilaporkan ke pelayanan kami terdekat tegasnya.(hsred)