NEWS

Slider

Polsek Bersama Tim Puskesmas Kota- Agung Berjibaku Lawan Virus Copid-19

LAHAT.DS, -- AKP  P.Freddy Rajagukguk,SH memerintahkan personil Bhabin Kamtibmas Bripka Armansyah, Bripka Mayriasyah dan Operator Ranmor Brigadir  Aleksander. Bersama tim Puskesmas Kota Agung pada Minggu 29/3 melakukan Penyemprotan Disinfektan.
Apalagi saat ini wabah corona semakin menggila tanpa pandang  bulu orang terinfeksi penyakit tersebut,  dengan menggunakan mobil Patroli yang sudah dimodifikasi untuk melakukan penyemprotan di Desa Sukarami Kecamatan Kota- Agung.

Menurut Kapolsek kegiatan ini merupakan perintah yang disampaikan Kapolri melalui Kapolres untuk segera memutuskan rantai Copid- 19, adapun sasaran penyemprotan Disinfektan yaitu, Rumah Ibadah, selokan dan rumah penduduk" ujar Kapolsek.

Selain itu AKP P. Freddy  juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, jaga selalu kesehatan jangan lupa cuci tangan menggunakan sabun. Jagalah lingkungan agar slalu tetap bersih . (Nih)

Ungkap Kasus Pegedar Daun Setan di Wilayah RD.PJKA di Amankan

LAHAT.DS, --Gerak cepat tim sat narkoba Polres Lahat menindak lanjuti dari hasil pemeriksaan penguna daun setan yang tertangkap disebuah toko farfum diwilayah lokasi Jalan Prof Dr.Email Salim Kelurahan RD PJKA Kecamatan Lahat.

Tak Lama berkelang waktu pukul 17.50 Wib hari yang sama 26/3 dan tetap dilokasi Jalan Prof Dr. Email  Salim Kelurahan. RD PJKA Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat
Pirnando Bin Sunario23  tahun beralamat Desa Danau Belidang kecamatan Mulak Sebingkai dan kedua rekan sesama Pegedar yang bernama Kayosen  Palaga Bin Saidina Ali 18 tahun status Pelajar beralamat di Desa Muara Kalangan Kecamatan Ulu musi Kabupaten Empat Lawang.

Juga Satriansyah Bin Marzuki (Alm)
26 tahun beralamat di Desa Penandingan Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat.

Ketiga pegedar daun setan narkoba golongan 1 ini tertangkap dengan
41 (empat puluh satu) Paket kecil daun kering terbungkus kertas putih Narkotika jenis ganja 1 (satu) Paket sedang daun kering Narkotika jenis ganja terbungkus plastik bening dan 1 (satu) buah tas sandang seberat Barang Bukti ganja 170,18 gram

AKBP Irwansyah Sik SH MH CLA Kapolres Lahat melalui Akp Bobby Eltarik SH Kasat Narkoba megatakan  29/3 dari keterangan Tersangka Yusril bahwa Narkotika jenis ganja tersebut didapat dari Pirnando lalu Petugas langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan 3 orang laki laki yang tidak jauh dari lokasi.

 Setelah dilakukan Penggeledahan petugas menemukan  barang bukti narkoba golongan 1yang dibungkus kantong plastik warna hitam dan tergantung didepan pintu kamar mandi.

Semua barang bukti tersebut diakui  Pirnando juga Kayosen adalah miliknya Jelas bobby Kasat Narkoba Polres Lahat via WhatsApp. (Inh)

KAPOLRES OGAN ILIR PIMPIN PATROLI KELILING BERIKAN HIMBAUAN TENTANG COVID-19

INDRALAYA.DS,-- Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Asisten Satu,Asisten Dua,Dishub, BNPB Dinkes Kabupaten Ogan Ilir sebagai Satgas penanggulangan Covid-19 kabupaten Ogan Ilir melakukan Patroli Keliling di sejumlah titik, Tempat Hiburan Malam (THM), dan pusat keramaian, Sabtu(28/03) malam. Pantauan media ini, selain melakukan Patroli  tim gabungan juga membubarkan kerumunan warga masyarakat yang sedang nongkrong di tempat- tempat keramaian.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH dan Jajaran Komimda Satgas penanggulangan Covid-19 , yang Laku mengatakan, razia tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Kapolri dalam penanganan penyebaran wabah Covid-19.

“Malam ini tim gabungan yang terdiri dari Satgas Covid-19, TNI- Polri,Dishub,Dinkes dan BNPB Kabupaten Ogan Ilir turun langsung ke lapangan untuk melakukan penegakan hukum bagi warga yang tidak mengindahkan instruksi Kapolri Dalam instruksi tersebut juga dikatakan bahwa semua tempat - tempat Hiburan dan warung - warung yang di anggap rongrongan muda mudi harus di seterilkan untuk memutuskan mata rantai COVID 19.

Lanjut Kapolres  khusus untuk tempat - tempat yang di anggap rawan itu seperti warung-warung tempat nongkrong anak- anak muda mudi dan sebagainya pada malam.

Menurut  instruksi itu dikeluarkan demi kebaikan kita bersama. Sebab, apabila tempat yang disebutkan diatas masih juga buka, dikhawatirkan virus corona akan semakin berkembang.

“Ini kan virus yang berbahaya, kalau ada warung atau tempat hiburan yang buka  kan orang-orang disana duduknya berdekatan. Nah, ini peluang untuk virus itu menyebar kepada orang lain. Kita kan tidak tahu apakah pengunjungnya atau orang di dalamnya sudah terkena virus itu atau belum. Jadi instruksi Kapolri  itu intinya supaya jangan ada orang yang kumpul-kumpul,”Jelas Kapolres.

Asisten Satu Kabupaten Ogan Ilir juga memastikan bahwa tempat-tempat tersebut tidak ada lagi yang buka selama 14 hari kedepan.  Adapun sanksi tegas yang akan diberikan adalah mulai dari pemberian peringatan hingga pencabutan izin operasional.

“Kalau mereka masih membandel, sanksi paling berat adalah kita akan cabut izin usahanya,”Tegas Asisten Satu.Red

Jubir Dinkes " Bila Ada Pendatang Diharap Melapor Ke Satgas Copid- 19"

LAHAT.DS,--- Membeludaknya orang yang tertular Virus Corona, WHO menetapkan Pandemi Global di 189 Negara, penyebaran  Copid-19 menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, apalagi penyebarannya begitu cepat, saat ini Indonesia yang tertular virus mematikan ini sudah mencapai 1.146 dan 97 orang meninggal dunia. ( dikutip dari data Satgas Copid-19  Pusat 27 Maret 2020)

Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat
Seketaris Dinkes  selaku Jubir Dinkes Taufiq  Mariansah Putra mewakili Kadis Kesehatan Ponco Wibowo ketika disambangi Awak Media di Satgas Copid-19 28/3  angkat bicara "  Lahat saat ini  ditemukan satu ODP ( orang dalam pemantau) dan bukan berarti positif Corona, pasien tersebut mengalami demam tinggi mencapai 38 derajat dan sudah dilakukan Isolasi Mandiri karena ada riwayat  pejalanan dari Wilayah terjangkit, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan Isolasi Mandiri oleh pihak keluarga" ungkap Jubir.

Jubir berharap  masyarakat tak perlu panik perlunya   Edukasi kesehatan mengenai Copid- 19  jika ada pendatang dari luar daerah harap melapor ke Pemerintah setempat, nantinya akan melapor pada petugas yang ditunjuk Satgas Copid di Wilayah masing- masing.

Kita tetap waspada dan tenang tetap menjaga kesehatan kita, Dinas Kesehatan berkerja sama dengan Pemkab melakukan Penyemprotan Disinfektan untuk memutuskan  rantai penyebaran Corona. Silahkan di akses     Copid19.lahatkab.go.id/ untuk menghetahui info terkini agar kita tidak menyebarkan berita Hoax yang belum tentu kebenarannya, Semoga Allah melindungi kita semua.Amin YRA

 " tandas Seketaris Kesehatan". (Nih)

Sering Transaksi di Kelurahan RD PJKA Yusril Terciduk

LAHAT.DS, -- Bertempat di Jalan Prof EMIL SALIM Kelurahan RD PJKA Kecamatan Lahat Yusril  Isa Mahendra Bin Rahapudin19 tahun yang  beralamat Desa Keban Agung Kecamatan Mulak sebingkai Kabupaten Lahat sering melakukan transaksi narkoba golongan I.

Namun kali ini nasib naas menimpa dirinya,dimana dilokasi tersebut ia terciduk oleh Tim Walet Polres Lahat yang dipimpin Akp Bobby Eltarik SH berserta jajaran disebuah toko farfum 26/3 pukul 17.45 wib.

Dimana Sebelum tertangkap yusril terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan ditemukan dalam dompet satu paket kecil narkoba jenis ganja terbungkus kertas putih dengan berat kotor 4_62 gram.

AKBP Irwansyah Sik MH.CLA Kapolres Lahat melalui Akp Bobby Eltarik SH Kasat Narkoba saat dikonfirmasi membenarkan telah menangkap Yusril Isa Mahendra penguna narkotika jenis ganja diwilayah hukum Polres Lahat.

Bobby juga menambahkan dalam pemeriksaan Yusril mengakui bahwa narkotika jenis ganja tersebut ia dapat dari Pirnando dengan cara cuma-cuma / gratis katanya. ((Inh)

Dodi Reza Imbau Warga Rantau Asal Muba untuk Tunda Pulang Kampung Cegah Penyebaran Covid-19 Agar Tidak Meluas tunda dulu Mudik

#Cegah covid 19 Bagi Warga Muba yang terlanjur Mudik wajib ikuti 10 poin Protokol kesehatan#

MUBA, DS. - Adanya aksi pulang kampung yang marak terjadi didaerah lain kita liat  akhir akhir ini di media massa dan aksi pulang kampung atau mudik dusun dari rantau dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus Covid-19 atau virus Corona apalagi yang pulang kampung itu berasal dari daerah yang terjangkit membuat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin angkat bicara. 

Dodi Reza Alex menghimbau kepada warga Muba yang merantau untuk menunda dulu  pulang kampung atau mudik ke Musi Banyuasin terlebih dahulu. Terlebih bagi mereka yang merantau atau bekerja di daerah yang terjangkit Covid-19. 

"Sebaiknya jangan pulang kampung terlebih dahulu, ini juga memprotect keluarga kita di kampung masing-masing," imbau Dodi Reza. 

Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia ini juga menambahkan, menahan diri sementara untuk tidak pulang kampung juga sudah bentuk andil turut memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Muba. 

"Teknologi saat ini sudah sangat canggih, kalau ingin silaturahmi dan memastikan keluarga dengan keadaan sehat kan bisa melalui akses video call dan berkomunikasi lewat telepon seluler," tetapi jika sudah terlanjur  mudik wajib menjalankan protokol kesehatan terangnya. 

Melalui Dinas Kesehatan Muba, Bupati Muba Dodi Reza Alex menginstruksikan Dinkes dan Forkopimcam bersama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di seluruh wilayah Muba mensosialisasikan dan mengedukasi tata cara menerima warga yang sebelumnya berdomisili dari daerah terjangkit yang kebetulan baru balik dari daerah terjangkit 10 point protokol tata cara menerima warga dapat kita jalankan bersama sama pastikan semua berjalan dengan baik jangan panik lakukan edukasi dan sosialisasi sehingga kita bisa satu persamaan dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 didaerah. Dalam kesempatan ini juga saya minta seluruh warga Musi Banyuasin yang aku cintai mohon kiranya kerjasama kita jika ada keluarga atau tetangga baru balik dari daerah lain khusunya daerah yang terjangkit virus covid 19 untuk dilaporkan ke RT/RW, kades Lurah atau keperengakat desa sehingga perangkat desa langsung memantau warga tersebut sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dan mari kita jalankan amanah ini bersama tegasnya.

"Pertama, laporkan ODP (Orang Dalam Pemantauan ) ke aparat desa setempat untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesdes atau puskesmas setempat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS. 

Lanjutnya, setelah dilaporkan dan diperiksa baru pihak tim medis akan menentukan status ODP tersebut. "Kalau ODP tersebut masuk kategori berat akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19," terangnya.

Azmi menghimbau, agar warga tidak mudah panik dan terus bersinergi dengan para medis di masing-masing wilayah. "Jangan panik, prinsipnya laporkan saja ke tim medis dan perangkat desa jangan mengambil tindakan sendiri," kami pastikan layanan petugas kesehatan mulai dsri tingkat pustu puskesmas dan RS akan bekerja maksimal sesuai dengan protokol kesehatan percepatan penanganan covid 19 di Kabupaten Musi Banyuasin sekali lagi bantu tugas kami jika ada warga mudik dari daerah terjangkit ke muba tolong dilaporkan ke pelayanan kami terdekat tegasnya.(hsred) 

Dodik Jur Gelar Sosialisasi, Pembuatan Disinfektan Serta Penyemprotan.

LAHAT.DS,---Penyebaran Virus Corona semakin mengawatirkan, dilihat dari grafik penyebarannya sampai hari ini 28 Maret 2020. Sudah menjalar pada 158 Negara hinggap ke Indonesia sekitar 2 Minggu namun sudah mencapai 1.46 jiwa
sudah terinfeksi dan hampir 90 orang meningggal dunia akibat keganasan Virus ini.
Berbagai elemen masyarakat berusaha memutuskan rantai peredaran virus ini, dengan cara melakukan penyemprotan Disinfektan,  pemberian cairan Antis. Hari ini Sabtu 28 Maret 2020 merupakan hari ketiga  kesatuan Rindam II Sriwijaya   melakukan Penyemprotan Disinfektan Dodik Jur .

Hal ini dijelaskan Mayor Inf Harmen Wadan Dodik Jur kepada Awak Media disela kegiatan, menurut beliau"  agenda hari ini penyemprotan   di laksanakan di Masjid At- Taqwa, sekitaran Asrama Benteng  Dodik Jur,  Taman Bonaza, taman  pinggir Lematang,  SD Kartika. Diharapkan dengan adanya penyemprotan ini memutuskan rantai peredaran Copid- 19 yang berbahaya ini" ujar Wadan Dodik Jur.

Sosialisasi Corona serta cara pembuatan Disinfektan ini menghadirkan Narasumber dari Puskesmas Pagar Agung diketuai Elva Yudianti, S,S,T, dr CKM Lucky. Kegiatan ini melibatkan Tim PMI diketuai Firmanudin S,Sos, MM, perwakilan Dinkes, tim Secaba, Secata dan Dodik Jur dalam melakukan Penyemprotan. (Nih)

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan : Pemkab Muba Harus Lebih Teliti Dalam Pemantauan Warga Muba Pulang Pergi Keluar Daerah

MUBA,DS. - Wabah Virus Corona (Covid-19) yang saat ini melanda beberapa Negara di dunia sepertinya menjadi Sorotan utama, hal ini dikarenakan angka kasus Virus Corona (Covid-19) rata-rata dalam satu hari mencapai ratusan kasus.

Negara Indonesia salah satunya, tercatat hari ini, Jumat (27/03/2020) angka kasus Virus Corona (Covid-19) mencapai 1046 Kasus dengan rincian 87 Meninggal Dunia dan 46 sembuh. Diketahui sebelumnya, dari data yang dihimpun awak media pada pukul 12.30 Wib kasus Corona (Covid-19) mencapai angka 893 Kasus dengan rincian 78 Meninggal Dunia dan 35 Sembuh.

Artinya, angka yang meningkat adalah sebanyak 153 kasus dalam beberapa jam, hal ini menjadi salah satu fokus Pemerintah dalam menetralisir peningkatan kasus ini adalah agar lebih teliti dalam memantau perkembangan warga pulang pergi kelur daerah.

Hal ini pun senada disampaikan oleh Ketua Fraksi PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin Muhammad Yamin yang mengatakan, dalam hal ini sebaiknya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin lebih teliti lagi dalam melakukan pemantauan kepada warga yang bepergian keluar daerah dan pulang dari luar Daerah.

" Karena mengingat angka kasus Virus Corona (Covid-19) telah mencapai 1046 kasus dengan 87 meninggal dunia dan 35 sembuh, maka kami harap kiranya Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin dapat lebih teliti untuk memantau warga kita yang bepergian baik itu keluar daerah maupun pulang dari luar daerah," ungkap M Yamin yang juga selaku Ketua Komisi II DPRD kabupaten Musi Banyuasin.

Selain itu Yamin juga mengungkapkan, apalagi saat ink pemerintah kabupaten Musi Banyuasin sudah sangat baik dalam melakikan sterilisasi, baik secada penyemprotan Disinfektan, pemasangan Hand Sanitaizer, dan pemasangan Fasum di Ruang Publik.

" Untuk itulah, dalam hal ini sekiranya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dapat melakukan tindakan Preventif dan Persuasif, kita belum mengetahui ada berapa banyak warga yang keluar masuk daerah, kami berharap ini juga sebagian dari pemecahan solusi dari pemerintah, dukungan kami berikan dalam hal penindakan penyebaran Virus Corona (Covid-19)," harapnya.

Terakhir ia menambahkan, saat ini Apalagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan, biasanya banyak perantau dari luar daerah, seperti dari pulau jawa dan sekitarnya yang pulang kampung.

" Untuk ini Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin harus betul-betul dapat melakukan pantauan secara Intent, melalui seluruh Perangkat Daerah yang ada, terutama para RT/RW dan Kepala Desa yang ada di Musi Banyuasin," tukasnya.(hsred) 

Duduk Santai Didepan Rumah M Kurniawan Ditangkap Sat Narkoba

LAHAT.DS, --  Ibarat Pepatah sepandai pandainya tupai melompat pastikan jatuh juga , dimana Aksi dan sepak terjang M.Kurniawan Bin Edy Setiawan 28 tahun yang beralamat RT.02 Rw.03 Kelurahan Lahat Tengah Kecamatan Lahat dalam megedarkan Sabu kepada pelangan yang mehubungi akhirnya dirinya tertangkap juga oleh jajaran sat narkoba Polres Lahat.

Dilokasi Kelurahan Lahat Tengah 26/3 pukul 19.30 wib M. Kurniawan Bin Edy Setiawan tertangkap dengan barang bukti  2 (dua) paket kecil serbuk kristal diduga narkotika jenis shabu 2 (dua) lembar plastik klip bening seberat Shabu  0.36 Gram

Keberhasilan satuan sat Narkoba Polres Lahat ini berkat adanya informasi masyarakat bahwa dialamat tersebut diatas sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis shabu,  kemudian dilakukan lidik terhadap M. Kurniawan Bin Edy Setiawan yang sedang duduk diruang tamu rumahnya di TKP langsung dilakukan penggeledahan badan dan didapatkan 1 (satu) paket kecil serbuk kristal diduga narkotika jenis shabu di saku celana depan sebelah kanan dan di saku celana depan sebelah kiri ditemukan 1 (satu) paket kecil serbuk kristal diduga narkotika jenis shabu dan 2 (dua) lembr plastik klip bening. Barang Bukti  yang ditemukan diakui adalah miliknya.

Selanjutnya Tersangka berikut Barang Bukti dibawah ke Satres Narkoba Polres Lahat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(Inh)

Acara Resepsi Pernikahan yang Di Bubarkan oleh Keamanan


LAHAT.DS,--- Penyebaran Pandemi Copid- 19 yang begitu cepat, membuat Negara maju sekalipun kualahan menghadapinya termasuk Indonesia yang kita cintai ini. Untuk itulah Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengeluarkan Maklumat selaras dengan itu Presiden juga mengeluarkan himbauan yang diteruskan dari Gubernur, Bupati, Camat hingga Kades.
Untuk memutuskan rantai peredaran Virus Corona masuk ke Kawasan Mulak Ulu, Camat Sumarno SE, MSI bersama ForkomCam Kecamatan Mulak Ulu, dan pihak Puskesmas Muara Tiga, diteruskan para Kades secara  ini serentak melaksakan penyemprotan Disinfektan.

Selain itu juga membubarkan Acara Resepsi pernikahan yang dibubarkan.oleh Keamanan, guna mencegah berkembangnya penularan Virus Corona.

Menurut Camat Sumarno SE, MSI kegiatan mengumpulkan orang banyak ditunda dahulu termasuk Kalangan di Desa Muara Tiga dan Kalangan Mirik di Desa Mengkenang  ( Kalangan artinya Pasar Akhir Pekan). (Nih)