NEWS

Slider

Bupati Muba Dodi Reza Perpanjang belajar Dirumah Peserta Didik Hingga 12 April

Guru di Muba Diminta Aktif Beri Tugas Siswa di Rumah

MUBA,DS. - Pandemic virus Covid-19 atau virus corona yang masih meresahkan membuat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin memperpanjang jadwal libur peserta didik PAUD-SMP di Kabupaten Muba. 

Libur yang semula dijadwalkan hingga 28 Maret diperpanjang Bupati Muba Dodi Reza dalam surat edarannya sampai 12 April. 

"Edaran ini juga menindaklanjuti surat edaran Mendikbud RI yang meniadakan pelaksanaan UN, oleh sebab itu meminimalisir dan mencegah jangan sampai anak-anak terkena dampak virus Covid-19 jadi libur diperpanjang hingga 12 April nanti,dan Masuk Sekolah seperti biasa tanggal 13 April 2020 " ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex 

Dodi meminta, agar tenaga pendidik tetap memberikan tugas di rumah kepada peserta didik semasa berada di rumah. 

"Pantau tugas-tugas yang diberikan, prinsipnya peserta didik tetap harus belajar meski berada di rumah," ujarnya. 

Ia menambahkan, kiranya kepada semua orangtua di Muba memperketat pengawasan anak-anak semasa tidak mengikuti aktifitas belajar di sekolah. "Jangan sampai anak bermain di luar rumah, ajak anak-anak memanfaatkan waktu di rumah untuk tetap belajar," terangnya. 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muba, Musni Wijaya SSos MSi menerangkan dirinya sudah menginstruksikan para tenaga pendidik untuk aktif memberikan tugas peserta didik di rumah selama pandemic Covid-19. 

"Tetap berikan tugas, pelatihan akademik maupun non akademik peserta didik harus selalu ditingkatkan," pungkasnya.(hsred) 

Ikuti Himbauan Pemerintah Usaha Kolam Pemancingan Tutup

LAHAT.DS,-- Akibat peyebaran Covid-19 yang kian mengganas beribas seluruh aktifitas usaha kian melemah hingga meyebabkan peningkatan,pemasukan perekonomian Kian menurun.

Seperti yang terjadi diusaha lokal kolam pemancingan guna mematuhi himbauan Pemerintah agar tidak megumpulkan orang dengan jumlah lebih dari lima orang mejadikan usaha kolam pemancingan menjadi tutup .

Hal ini dikatakan Irham pegelola kolam pemancingan Putra Alam Strek Blok E ia megatakan 27/3 guna untuk menghindari peyebaran virus Covid-19 dikabupaten Lahat,kita dari pegelola kolam Putra Alam Strek ikut serta mematuhi aturan dan himbauan dari Pemerintah Daerah dengan menutup usaha pemancingan bagi masyarakat yang gemar memancing sampai waktu yang belum ditentukan.

Semua ini kita lakukan agar masyarakat sehat dan terhindar dari virus Covid-19 yang kian mengganas saat ini.

Hal yang sama juga dilakukan Doni pihak pegelola kolam prmancingan Tiyola Blok C ,apa mau dikata dampak adanya virus covid-19 pemerintah secara jelas telah memghimbau agar tidak adanya kumpul kumpul lebih dari lima orang demi untuk menghindari peyebaran covid-19.

Doni megakui dengan adanya non bencana alam ini kita dari pihak pegelola kolam yang nota benenya sebagai peyewa akan megalami kerugian ikan mati dan tidak ada pemasukan.tapi apa boleh buat demi kesehatan bersama katanya tersenyum dipaksakan. (Inh)

Dodik Secata Puntang Lahat Gelar Sosialisasi Serta Penyemprotan Disinfektan

LAHAT.DS,----Tim gabungan Dodik Puntang Lahat yang terdiri dari tiga rangkaian Pendidikan Secaba, Secata dan Dodik Jur,  Dinas Kesehatan, dan PMI Cabang Lahat  ‎melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum.
Seperti rumah ibadah Masjid Al- Jamil, anjungan tunai mandiri (ATM), TK, SDN 23 Lahat dan sekitar Area Pendidikan Kemiliteran pada hari Jumat 27 Maret 2020.
Kegiatan ini dihadiri Wadan ( Wakil Komandan) Secata Mayor Inf Mat Fauzi ,  sebelum melakukan Pencemprotan
 cairan Disinfektan, penyuluhan terlebih dahulu oleh tim dari Puskesmas  dipimpin dr CKM Lucky, menurut beliau mengapa kita menghetahui pentingnya Corona, untuk penyakitnya Virus Copid -19 saat ini sudah Pandemi. Ini berarti sudah global Negara maju seperti America, Italia saat ini sudah mencapai Ribuan dengan angka kematian ratusan yang terjangkit . Sedangkan Indonesia sudah mencapai ratusan yang tertular dengan kematian sudah mencapai puluhan.
Virus Corona ( Covit19) merupakan penyakit berbahaya tidak seperti Flu biasa yang menyerang pernapasan mengakibatkan gagal ginjal, untuk itulah kita adakan sosialisasi serta bagaimana cara pencegahan, penyakit ini jangan dianggap remeh. Hendaknya cuci tangan yang benar untuk memutuskan peredaran mata rantai Virus ini" ujar dr CKM Lucky. Selain itu juga dr menjelaskan pembuatan Disinfektan untuk penyemprotan.
Sementara itu Tim Puskesmas Pagar Agung Ruli SKM menjelaskan bahwa petingnya penghetahuan tentang Corona, bagaimana  melakukan pencegahan dengan cara mencuci tangan yang benar, bila ada orang dari daerah zona merah seperti Jakarta, harus segera melapor dan untuk mengisolasikan diri selama 14 hari.
Pgs Wadan Secata Mayor Inf Mat Fauzi
kepada Media ini mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan Disinfektan serta Sosialisasi Copid- 19 bertujuan memutuskan rantai peredaran Virus mematikan ini, sesuai dengan perintah dari atasan untuk membantu masyarakat sekitar membantu masyarakat sekitar serta diri kita sendiri, kita melibatkan tim Dinas Kesehatan, PMI serta tiga rangkaian Secaba, Secaba dan Dodik Jur" tandas Mayor Inf Mat Fauzi. (Nih/Adv)

Antisipasi penyebaran Virus Corona, Baterai C Yonarmed 15/105 Trk Lakukan penyemprotan di wilayah kecamatan Rantau alai dan Lubuk keliat.

INDRALAYA,DS. - Guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Komandan Baterai Tempur  (Raipur) C Batalyon Artileri Medan (Armed) 15/105 Kapten ARM Rico Sanjoko SIP bersama Tripika Kecamatan Rantau Alai Ogan Ilir, Kamis (26/3/2920) melakukan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di 4 titik dalam wilayah Kecamatan Rantau Alai dan Kecamatan Lubuk Keliat Ogan Ilir.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran penyemprotan dan sosialisasi ini yakni seputaran Kantor Camat Rantau Alai,Masjid di Rantau Alai ,Lapangan Volly Ball Desa Rantau Alai,Serta Penyemprotan dilanjutkan ke Kecamatan Lubuk  Keliat Ogan Ilir.
Kapten ARM Rico Sanjoko SIp mengatakan Pemyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,dan melibatkan langsung personel TNI, Kepolisian dan dari Pmerintahan Kecamatan Rantau Alai dan Kecamatan Lubuk Keliat, "ya,hari ini personel kita bersama anggota Kepolisian dari Polsek Rantau Alai serta dari Kecamatan menggelar Pemyemprotan disinfectan yang berguna untuk memutus mata rantai penyebaran coronavirus (Covid 19),"Pungkasnya.

Terpisah Dasri Jaya S.Pd MSi Camat Rantau Alai Mengapresiasi Kegiatan yang dikomandoi oleh Kesatuan TNI Baterai Tempur C Yon Armed 15/105."ya,kami sangat mendukung adanya penyemprotan disinfectan yang dilakukan anggota TNI dan Polri yang berguna untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus (Covid - 19) Khususnya di Kecamatan Rantau Alai,"ungkapnya.

Untuk melakukan penyemprotan ini Raipur C Armed dibantu personel Polsek Rantau Alai serta dari Puskesmas Mekar Sari dan Kecamatan Rantau Alai.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Rantau Alai,Kapolsek Rantau Alai beserta Jajaran,Personel TNI Raipur C Armed dan Kepala Desa Sekecamatan Rantau Alai serta staf Puskesmas Mekar Sari dan Lebung Bandung.(drs)

Kadis Perpustakaan Daerah Lahat" Pelayanan Tetap Buka"

LAHAT.DS,--- Terkait Pandemi Copid- 19, ASN staf eselon 4 melakukan aktifitas ngantor  dirumah saja dan melalui Online,   hal ini dijelaskan Kadis Perpustakaan daerah Lahat Elfa Edison SIP diruang kerjanya ketika disambangi Awak Media diruang kerjanya pada Kamis 26/3.

Menurut Kadis yang ngantor hanya Eselon 2 dan petugas piket saja,  untuk pengunjung kita batasi dahulu, pelayanan tidak maksimal untuk peminjam buku dan pengembalian buku yang boleh datang, ramainya yang berkujung ke Perpustakaan  itu kebanyakan  anak sekolah.

Kita ikuti himbauan Bupati Lahat Cik Ujang untuk tidak berkumpul, untuk pelayanan khusus ini sedikit diperketat dengan dilakukan pemeriksaan, sehingga tidak sebebas seperti biasa kita antisipasi, agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi " tandas Kadis Perpus. (Nih)

Berkat Edukasi dan Sosialisasi, Warga Muba Taat Aturan Cegah Covid-19

Pantau Antisipasi Covid-19, Ini Penjelasan Sekda Muba

MUBA,DS. - Sosialisasi dan edukasi antisipasi ancaman wabah Virus Covid-19 atau virus Corona yang dilakukan berbagai pihak dibawah Komando Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin tampaknya sudah dipahami oleh warga Muba. 

Betapa tidak Pemkab  Muba bersama Forkopimda serta berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan Pramuka  kian masif melakukan sosialisasi dan pencerahan atas bahaya ancaman Covid-19, bahkan beberapa warga Muba pun sepakat mentaati aturan dari Maklumat Kapolri serta  Instruksi Bupati Muba untuk menunda kegiatan resepsi pernikahan untuk meminimalisir kerumunan massa.  

Pantauan, Kamis (26/3/2020) tampak Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Muba Indita Purnama SSos MSi melakukan pemantauan ke beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Lawang Wetan dan Babat Toman terkait pelaksanaan pencegahan Virus Corona (Covid-19) dalam Kabupaten Muba.

"Kami hari ini melakukan pemantauan ke beberapa Kecamatan untuk melihat apakah Maklumat  Kapolri dan Instruksi Bupati Muba perihal pencegahan penyebaran Virus Corona sudah dilaksanakan oleh pihak Kecamatan dan Desa. 

Alhamdulillah semua petunjuk semua instruksi dari pimpinan baik pusat maupun Kabupaten Muba semuanya satu suara sudah dilaksanakan bahkan sampai ke tingkat desa," tuturnya kepada awak media setelah meninjau sosialisasi pencegahan Virus Corona yang diselenggarakan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Babat Toman, di Kantor Camat Babat Toman.

Lanjutnya dari hasil pemantauan juga sudah terlihat bahwa adanya kesadaran dari masyarakat terutama yang baru datang ke Muba telah melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Artinya kami melihat bahwa arahan dari pimpinan itu dan ke khawatiran masyarakat juga terhadap penyebaran Virus Corona sudah mulai kelihatan bahwa mereka harus melindungi diri dan keluarga supaya tidak terpapar dengan virus covid 19 ini," imbuhnya.

Terkait dengan masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan atau resepsi pernikahan atau sejenis acara mengumpulkan banyak orang, Sekda Muba menghimbau agar kegiatan tersebut ditunda.

"Kami Pemerintah Daerah akan menjalankan tugas berdasarkan Instruksi Pemerintah Pusat dan Maklumat Kapolri terhadap himbauan bahwa agar melakukan penundaan kegiatan yang mengumpulkan massa tersebut , dan kalau memang tetap dilaksanakan terutama resepsi pernikahan dan kegiatan massa lainnya mohon maaf dengan sangat berat hati kami akan melakukan proses pembubaran karena Pemerintah Daerah tidak mau melihat terjadi penyebaran Virus Corona ini ditengah masyarakat," Musi Banyuasin ujar Apriyadi.

Selain itu Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan penyebaran isu-isu hoax di media sosial terkait dengan  Virus Corona sebaiknya isu isu di sosial media cek dan ricek dulu dan jangan asal share karena belum tentu kebenaranya.

"Kami himbau kepada masyarakat ikuti petunjuk yang diberikan pemerintah. Sekarang ini dari pihak kecamatan. Kapolsek, Danramil, Babinsa Babinkamtibmas, Kepala Desa, Lurah RT/RW dan seluruh Tenaga Medis Puskesmas dan Pustu sekarang ini sudah bergerak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, dan jangan percaya dengan isu-isu tidak jelas atau hoax," tutup Sekda Muba.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengaku sosialisasi dan edukasi ancaman covid-19 akan terus digencarkan. "Kita terus berusaha memberikan pemahaman kepada warga Muba, ini tidak lain demi kesehatan seluruh warga Muba," terangnya.

Dodi menambahkan, penyemprotan disinfektan dan penambahan tempat cuci tangan di sejumlah ruang publik juga terus dilakukan Pemkab Muba. "Pengawasan juga terus diperketat, koordinasi dengan tim di lapangan juga secara berkala terus dilaporkan," pungkasnya. setelah alat rapid test yang rencananya jumat ini akan segera kita lalukan semua tujuannya adalah pencegahan corona menyebar didaerah kita dan warga Musi Banyuasin harapan kita tetap zero covid 19 pungkas Dodi Reza Alex.(hsred) 

Di Bekuk Saat acara orgen Tunggal,Pria ini berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Ogan Ilir

INDRALAYA,DS. - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Ogan Ilir berhasil mengamankan Dadang (33) warga Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir.

Pelaku berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Ogan Ilir saat diacara pagelaran acara orgen tunggal.
AKP.Zainalsyah Kabag Humas Polres Ogan Ilir mengatakan,Satresnarkoba Polres Ogan Ilir berhasil menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah Dompet warna Hitam putih yang bertuliskan Lely dan Rana yang berisikan 1 (satu) paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto 0,20 gram (nol koma dua puluh) gram, 9 (sembilan) plastik klip bening kosong bekas wadah Shabu, 2 (dua) plastik klip bening kosong bekas wadah Pil Extacy, 2 (dua) buah pirek kaca, 2 (dua) buah korek api gas, 1 (satu) buah tutup dot karet, 4 (empat) buah pipet plastik, 1 (satu) buah jarum dan 1 (satu) buah alat hisap shabu (bong) lengkap dengan pipet,"ya, atas kejadian tersebut Pelaku beserta Barang bukti di bawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut."katanya.(tim)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Bupati OI dan Kapolres Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di 7 Titik Pusat Ogan Ilir

INDRALAYA.DS, - Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam SE., SH., MM bersama Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi, Kamis (26/3/2920) terjun langsung memimpin kelapangan dalam melakukan kegiatan  sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di 7 titik di Bumi Caram Seguguk.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran penyemprotan dan sosialisasi ini yakni seputaran Universitas Sriwijaya, Gang Lampung,  jalan Nusantara, Jalan Sarjana, Pasar Indralaya, Simpang Muara Meranjat dan Pasar Tanjung Raja.

Dalam sosialisasi ini Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam SE., SH., MM menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat antara lain agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang mendesak, hindari tempat-tempat keramaian, jaga jarak aman dan terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Jangan panik dan lakukan kegiatan seperti biasa, banyak mencuci tangan dan hindari keramaian,"ucap Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam SE., SH., MM.

Lebih lanjut disampaikankan Bupati OI H.M Ilyas Panji Alam SE SH MM berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona selain gencar melakukan sosialisasi dan penyemprotan. " Saya juga mengintruksikan kepada seluruh Camat, Kepala UPTD Puskesmas, Kepala Desa/lurah agar mendata dan melaporkan orang yang datang di desa masing-masing,"Pungkasnya.


Untuk melakukan penyemprotan ini Pemkab OI melalui BPBD sebagai tim Gugus penanganan Virus Corona  (Covid -19) menurunkan dua kendaraan tangki yang berisikan disinfektan dan juga dilakukan penyemprotan dengan manual.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekda OI H Herman S.H.  MM Asisten I Drs H A Rahman Rosidi MM., MBA, Asisten II Muhsin Abdullah MM, Asisten III Drs H Lukmansyah M.Pd.I, dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkab OI.Red

Meliput Musibah Coronavirus, Jurnalis Layak Dapat Intensif

# Dinkes dan RSUD OI Diharapkan Memberikan Informasi Yang Luas dan Ramah Kepada Wartawan

Bendahara PWI Ogan Ilir  Henny  Primasari , berharap pemerintah dapat memberikan semacam insentif kepada para wartawan dalam meliput musibah Coronavirus (Covid-19) dewasa ini.

"Wartawan juga manusia biasa, bukan superman. Jadi wajar bila dalam bencana Coronavirus ini wartawan meski tanpa pamrih meliput dan memberitakannya, juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah," ujarnya.
Sembari memberi apresiasi atas kebijakan Presiden yang telah memberikan perhatian khusus kepada para dokter, tenaga medis, pelaku UKM dan koperasi, Henny berharap wartawan hendaknya juga mendapat perhatian.

"Bagaimana teknis dan legitimasinya agar insentif itu bisa diberikan tanpa mengurangi independensi dan kaidah jurnalistik, pemerintah dapat meminta masukan dari Dewan Pers (DP) yang mempunyai konstituen berkompeten. Tentu DP dapat memikirkannya karena insentif itu khusus bagi pers dalam negara kondisi bencana," ujarnya, Kamis  (26/03/2020)

Dikatakannya SOP itu jelas wartawan melaksanakan tugas khusus seperti di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi peralatan keselamatan, asuransi serta pengetahuan.

Dalam suasana bencana Coronavirus ini katanya wartawan memerlukan banyak biaya ekstra seperti untuk masker, handsanitizer dan lain-lain yang dalam waktu tertentu harus diganti dalam tugas relatif 24 jam, membeli pulsa dan paket internet yang banyak karena bekerja lebih banyak tidak di kantor sebab sebagian kantor tutup dan lainnya.

Ia  mengemukakan wartawan adalah saksi atas berbagai peristiwa, sesuatu yang jarang dialami oleh orang kebanyakan. Wartawan adalah mata dan telinga bagi pembaca, pendengar dan pemirsa.

"Maka dari itu khalayak juga harus menyadari bahwa selain berprofesi sebagai jurnalis, wartawan juga manusia. Kemanusiaan adalah salah satu aspek kerja jurnalistik, meski ketika bekerja wartawan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan liputan yang dilakukannya," jelasnya.

Karena wartawan menjadi saksi atas peristiwa menyedihkan baik akibat bencana ataupun lainnya maka wartawan dapat menjadi korban di daerah bencana atau konflik dan mengalami luka emosional.

Inilah bagian dari pekerjaan wartawan sama halnya dengan risiko yang harus dihadapi oleh tentara, anggota polisi dan anggota pemadam kebakaran. Karena itu perusahaan media dan dibantu masyarakat maupun pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga para wartawannya.


Selain itu ia juga meminta kepada pihak terkait terutama Dinkes dan RSUD OI agar memberikan informasi seluasnya soal virus corona, bagaimana cara mengantisipasinya sampai penanggulangannya. "Ini kalau ditanya wartawan petugasnya tidak ramah, hp kadis dan dirutnya tidak aktif. Bagimana mau mencari informasinya, berapa warga yang sudah ODP atau bagaimana? Ini kita mencari informasi saja tertatih, harusnya mereka senang kita update informasi soal corona bukannya malah agak tertutup. Apalagi saat ini untuk mendapatkan masker, hand sanitizer, cairan disinfektan, sarung tangan itu susah. Harusnya Pemkab OI membagikan gratis kepada masyarakat seperti di daerah lain,"ujarnya. Red