NEWS

Slider

Antusiasme Peserta Penikmat Kopi Di Bumi Seganti Setunguan

LAHAT.DS,--- Antusiasme ratusan peserta pencinta dan penikmat kopi yang datang dari 24 Kecamatan yang ada di Bumi Seganti Setungguan mengikuti Festival Kopi yang di selenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Lahat pada 11 Maret 2020 bertempat di Lapangan Gedung Kesenian Lahat.
Kegiatan ini di buka oleh Cik Ujang selaku  Bupati Lahat, turut hadir ketua TPKK Lidyawati S,Hut, beserta kepala OPD, para Camat serta turut hadir  para penggiat Kopi Lahat. Bupati berharap dengan adanya Festival Kopi ini dapat memperkenalkan Kopi Kabupaten Lahat, memang sangat perlu dilakukan kegiatan-
kegiatan seperti ini agar agar nantinya Kopi Lahat terkenal diantero persada juga dikanca  Internasional. Apriasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lahat, atas terselenggaranya
kegiatan Festival Kopi Lahat tahun 2020. tutur Bupati, selain itu beliau menghimbau kepada Camat dan Kepala Desa untuk terus menggalakan olahan kopi.
Setelah melalui rangkaian penilaian Juara pertama   Lomba Festival Kopi tingkat Kabupaten  Lahat.  Desa Tanjung Bai, Desa Tanjung Baru,  dan Desa Tanjung Tebat, mewakili kecamatan Tanjung Tebat. Menjadi Juara 1 Kecamatan Tanjung Tebat. Sedangkat peringkat Runner Up Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Juara ke tiga Kategori Citra rasa Kopi Original dari Kecamatan Gumay Ulu.

Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE mengucapan syukur Alhamdulilah atas kemenangan yang di raih oleh Kecamatan Tanjung Tebat. ( NIH)

Bawaslu Menghimbau Agar KPU D Kabupaten Ogan Ilir Mencermati Anggota PPS Harus Yang Independent

INDRALAYA.DS, -- Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir merekomendasikan 32 nama Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang lulus tes tertulis yang terindikasi Partai Politik dan ada hubungan Suami Istri.

Menurut Idris, Kordiv PHL Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, ada 32 nama PPS di 11 Kecamatan, Kabupaten Ogan Ilir yang direkomendasikan ke KPU Ogan Ilir yang telah dinyatakan lulus tes tertulis terindikasi Partai Politik dan hubungan Suami Istri.

“25 orang terindikasi Partai Politik dan 7 orang ada hubungan Suami Istri,” ungkapnya.

Terkait nama – nama calon anggota yang direkomendasikan, terindikasi parpol dan hubungan suami istri ini, Bawaslu menghimbau kepada KPU Ogan Ilir untuk kembali mencermati, agar anggota PPS yang terpilih nanti adalah orang – orang yang independen dan sesuai dengan aturan perundangan – undangan.

“Kalau penyelenggara cacat hukum, maka seluruh produk yang dikeluarkannya akan cacat hukum juga,” ujarnya. Yus

Pemkab Muba Tingkatkan Layanan Pra FS RSUD Sekayu

MUBA.DS, - Citra pelayanan kesehatan di kabupaten Musi Banyuasin kini semakin meningkat, karena pemerintah kabupaten Muba terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana kesehatan khususnya di RSUD Sekayu bagi masyarakat di kabupaten Muba.

Awal tahun 2020 ini, Pemkab Muba bersama PT pandu Persada telah melakukan rapat  terkait pengembangan gedung pelayanan medik dan penunjang medik, pelayanan medik, rawat inap kelas 3 (Pra FS) untuk meningkatkan pelayanan, Selasa (10/3/2020) di ruang rapat Serasan Sekate.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekda Apriadi MSi mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin  dan dihadiri oleh perwakilan anggota DPRD dan OPD Muba yang terkait.

Dalam kesempatan ini, dr. Makson Parulian Purba, MARS mengatakan pengembangan gedung tersebut perlu dilakukan guna mencapai visi RSUD yaitu mewujudkan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit kelas dunia. 

Selain itu, Dikatakan Makson, pengembangan ini juga dalam rangka mendukung perwujudan visi misi Bupati Muba menjadikan kabupaten "Muba Maju Berjaya tahun 2022. Dan misi RSUD Sekayu, lanjutnya, yaitu peningkatan hard competency dan soft competency SDM dengan penempatan yang tepat  , orang yang tepat dan waktu yang tepat. Dan terwujudnya akreditasi paripurna versi SNARS rumah sakit kelas B, terwujud 5 center  unggulan pelayanan.

"Pertama ini bila ingin orang di luar muba datang berobat ke RSUD Sekayu maka pelayanan yang di sediakan harus aktraktif dan sarana prasarana harus iconic . Kedua hal ini sudah menjadi kebutuhan  pelayanan kesehatan  masyarakat Musi Banyuasin dan di luar Muba dengan melihat peluang yang ada. Selain itu dengan melihat peluang tol palembang betung dan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi program Bupati DR. H.Dodi Reza Alex untuk mewujudkan conectivitas antar daerah muba , ini merupakan peluang bagi rsud sekayu sehingga akses pelayanan menjadi meningkat . Selain itu desain rs yang iconic dan fasilitas yang lengkap akan membuat kepercayaan pasien juga meningkat , "ungkapnya.

Sementara, Riza dari pihak PT Pandu Persada mengatakan bahwa RSUD Sekayu berpotensi menjadi rumah sakit rujukan regional menampung pasien rumah sakit lainnya dari 4 kabupaten terdekat.

Diterangkannya, analisis kepuasan pelanggan berdasarkan kuadran yaitu 3  alasan terbesar berobat ke RSUD sekayu adalah 1. Mutu pelayanan yang baik
2. Sarana alat kedokteran yang baik.3. Jumlah dokter spesialis yang lengkap. 3 hal ini merupakan modal yang baik dalam  pebgembangan rsud sekayu.

"Pengembangannya kedepan, Rumah sakit umum kelas B pendidikan dengan kapasitas 600 TT untuk 10 tahun kedepan sesuai hitungan analisis demand. Adapun persiapan RS pendidikan sebagai tantangan yaitu unggulan dan implementasinya, penjaminan mutu dan hubungan harmonis dengan Fakultas Kedokteran, stakeholder, institusi lainnya, dan perlu dibagun academic atmosphere, transformasi sikap dan perilaku," dari hasil FS terlihat bahwa RS al sekayu sangat layak untuk di kembangka." terangnya.#

Pada kesempatan ini, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi meminta dukungan penuh dari pihak pihak yang terkait seperti DPRD dan PT SMI demi kelancaran proses perencanaan pembangunan ini.

Menurut Apriyadi, setiap aspeknya proyek tersebut memang layak untuk dilanjutkan, karena kata Apriyadi Pembangunan tersebut merupakan cita-cita Pemkab Muba dan masyarakat.

"Rencana khusus yang harus disiapkan dalam perencanaan pembangunan ini, agar bisa memperoleh hasil yang maksimal nantinya. Karena proses pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama sekitar 2 tahun. Dan segala perencanaan itu haruslah sesuai dengan segala aturan,"pungkasnya.(Hsm) 

KOMUNITAS PENGGERAK PERADABAN

Artikel Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.
(Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara)
_____________________________________________
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali meluncurkan program baru sebagai Episode 4 Merdeka Belajar, yakni Program Organisasi dan Relawan Penggerak. Program baru tersebut ditujukan untuk menggerakkan sekolah-sekolah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia, terutama guru dan siswa. Selain itu, Kemendikbud juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa di seluruh Indonesia. Dimungkinkan dalam beberapa tahun ke depan Kemendikbud akan mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak yang mampu mendemonstrasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terutama dari kepala sekolah dan guru di dalamnya. Sehingga organisasi dan relawan penggerak ini nantinya membantu meningkatkan hasil belajar siswa, mutu pendidikan, bahkan memajukan peradaban Indonesia.

Ormas Komunitas Penggerak

Program Organisasi Penggerak akan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia. Dari program baru Organisasi Penggerak ini selanjutnya Kemendikbud membentuk Komunitas Penggerak. Komunitas Penggerak merupakan wujud komitmen Kemendikbud yang berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa Indonesia. Komunitas Penggerak berisikan Organisasi Penggerak dan Relawan Penggerak yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia. Kemendikbud mengajak semua organisasi dan relawan untuk bergotong royong menciptakan inovasi pembelajaran. Hal tersebut dilakukan melalui pendaftaran di website resmi, baik sebagai Organisasi Penggerak maupun Relawan Penggerak secara gratis. Dimana setiap ormas yang berorientasi di bidang pendidikan dan pelatihan tersebut mendaftarkan diri dan diterima, maka akan mendapatkan kucuran dana setelah telah resmi bergabung. Ormas bidang pendidikan tersebut akan membuat proposal sesuai informasi di laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id yang akan diseleksi dan diverifikasi Tim Pakar Independen. Pengumuman dan registrasi dilakukan mulai tanggal 2 Maret 2020. Nantinya calon organisasi penggerak dapat mendaftarkan diri dengan terlebih dahulu mengunduh dan melengkapi proposal yang sudah disiapkan pada laman tersebut.

Kemendikbud dengan Organisasi Penggerak menyediakan Program Organisasi Penggerak merupakan program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan organisasi secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Program Organisasi Penggerak melibatkan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, terutama organisasi-organisasi yang sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam implementasi program pelatihan guru dan kepala sekolah dengan tujuan meningkatnya kemampuan profesional para pendidik dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Organisasi Penggerak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara mandiri atau dengan dukungan pemerintah dalam implementasi proyek rintisan. Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak pada tahap awal mencakup sekolah pada satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP yang berpartisipasi dalam proyek rintisan. Program berlangsung di kabupaten/kota yang sudah diidentifikasi oleh Organisasi Penggerak dalam koordinasi Kemendikbud dan Dinas Pendidikan.

Fase pertama program ini akan dilaksanakan dari tahun 2020 sampai 2022. Adapun aktivitas yang diselenggarakan Kemendikbud dalam mendukung Program Organisasi Penggerak, meliputi: (a) Melakukan identifikasi, evaluasi, dan seleksi calon Organisasi Penggerak berbasis proposal dengan melampirkan bukti dampak pelaksanaan program di waktu lampau; (b) Memberikan dukungan pelaksanaan program selama periode implementasi; (c) Melakukan monitoring dan evaluasi melalui mengumpulan data pelaksanaan program dalam tiga periode yaitu tahap pertama dinamakan baseline, tahap paruh pelaksanaan disebut dengan midline, dan tahap akhir adalah endline; (d) Melakukan observasi proses pembelajaran selama implementasi program dengan memberdayakan SDM terdekat; (e) Melakukan pengawasan dan pendampingan penggunaan dana bantuan pemerintah. Bagi organisasi yang sudah terdaftar dalam Komunitas Penggerak memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam Program Organisasi Penggerak. Program ini akan mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang berkelanjutan dengan melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatkan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Organisasi yang berpartisipasi dapat menerima dukungan pemerintah untuk mentransformasi sekolah menjadi Sekolah Penggerak. Pada tahun 2020-2022 Program Organisasi Penggerak memiliki sasaran peningkatkan meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP. Terdapat tiga program dalam Program Organisasi Penggerak, yaitu Program Gajah, Program Macan, dan Program Kijang.

Pertama, Program Gajah adalah program dengan bukti peningkatan hasil belajar siswa dan peningkatan motivasi, pengetahuan atau praktek pembelajaran guru atau kepala sekolah. Dalam kategori ini organisasi bisa mendapat bantuan untuk menjalankan proyek rintisan di lebih dari 100 sekolah atau PAUD. Program ini dapat diikuti oleh organisasi yang sudah memiliki pengalaman merancang dan mengimplementasikan program bidang pendidikan. Organisasi yang mengikuti Program Gajah harus bisa menunjukan rekam jejak program yang pernah mencapai peningkatan motivasi, pengetahuan, dan praktek mengajar guru dan kepala sekolah dan peningkatan dampak pada hasil belajar siswa. Bukti dampak tersebut harus ditunjukan secara kuantitatif. Organisasi Kemasyarakatan yang mengikuti Program Gajah akan mendapatkan bantuan pemerintah selama dua (2) tahun dari 2020-2022 untuk menjalankan program di lebih dari 100 PAUD/SD/SMP. Dalam menjalankan programnya, organisasi dapat mendaftar atau mengajukan secara mandiri (berdiri sendiri) maupun membentuk konsorsium dari beberapa organisasi. Sekolah yang telah diberi program akan dievaluasi dengan mengunakan Asesmen Kompetensi Minimum (SD/SMP) atau instrumen pengukuran kualitas pembelajaran serta capaian pertumbuhan dan perkembangan anak (PAUD).

Kedua, Program Macan adalah program dengan bukti peningkatan motivasi, pengetahuan atau praktek pembelajaran guru atau kepala sekolah. Dalam kategori ini organisasi bisa mendapat bantuan untuk menjalankan proyek rintisan di 21 s.d. 100 sekolah atau PAUD. Program yang dapat diikuti oleh organisasi yang sudah memiliki pengalaman merancang dan mengimplementasikan program bidang pendidikan. Organisasi yang mengikuti ‘Program Macan’ harus bisa menunjukkan rekam jejak program yang pernah mencapai peningkatan motivasi, pengetahuan, dan praktek mengajar guru dan kepala sekolah. Bukti dampak tersebut harus ditunjukan secara kuantitatif. Organisasi Kemasyarakatan yang mengikuti ‘Program Macan’ akan mendapatkan bantuan pemerintah selama dua tahun untuk menjalankan program di 21-100 PAUD/SD/SMP. Dalam menjalankan programnya organisasi dapat mendaftar atau mengajukan secara mandiri (berdiri sendiri) maupun membentuk konsorsium dari beberapa organisasi. Sekolah pada organisasi akan dievaluasi dengan mengunakan Asesmen Kompetensi Minimum (SD/SMP) atau instrumen pengukuran kualitas pembelajaran serta capaian pertumbuhan dan perkembangan anak (PAUD).

Ketiga, Program Kijang adalah program dengan bukti pengalaman merancang dan mengimplementasikan program bidang pendidikan. Dalam kategori ini organisasi bisa mendapat bantuan untuk menjalankan proyek rintisan di 5 s.d. 20 sekolah atau PAUD. Program yang dapat diikuti oleh organisasi yang sudah pengalaman merancang dan menginplementasikan program bidang pendidikan. Organisasi yang mengikuti ‘Program Kijang’ harus bisa menunjukan rekam jejak program. Bukti dampak kuantitatif atau kualitatif akan memperkuat potensi untuk diterima dalam Program Organisasi Penggerak. Organisasi Kemasyarakatan yang mengikuti ‘Program Kijang’ akan mendapatkan bantuan pemerintah selama dua (2) tahun dari 2020-2022 untuk menjalankan program di 5-20 PAUD/SD/SMP. Dalam menjalankan programnya, organisasi dapat mendaftar atau mengajukan secara mandiri (berdiri sendiri) maupun membentuk konsorsium dari beberapa organisasi. Sekolah pada organisasi akan dievaluasi dengan mengunakan Asesmen Kompetensi Minimum (SD/SMP) atau instrument pengukuran kualitas pembelajaran serta capaian pertumbuhan dan perkembangan anak (PAUD).

Guru sebagai Relawan Penggerak

Selain Program Organisasi Penggerak, Kemendikbud juga menyiapkan Program Guru Penggerak yang dimulai tahun 2020. Hal ini memungkinkan tersedianya kesempatan bagi individu-individu yang ingin menjadi relawan di Komunitas Penggerak. Relawan ini merupakan individu-individu terampil dan kompeten yang peduli terhadap dunia pendidikan. Caranya dengan mendaftar secara daring di Komunitas Penggerak sebagai relawan. Kemendikbud atau organisasi yang berpartisipasi dalam Program Organisasi Penggerak dapat menghubungi individu tersebut untuk meminta dukungan dalam mengimplementasikan program yang telah direncanakan. Dalam hal ini Relawan Penggerak dapat mengambil peran melalui kolaborasi dengan Organisasi Penggerak dalam sebuah proyek rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi sampai menemukan dan melatih guru di daerah kabubaten/kota se-Indonesia sebagai Gurunya Guru. Dengan alasan bahwa guru yang baik atau yang tepat untuk menjadi Gurunya Guru haruslah berasal dari daerah yang sama. Alasannya adalah ada berbagai adat dan asas-asas yang dimungkinkan memudahkan guru berkoordinasi, berkomunikasi, dan membangun persepsi yang sama di setiap daerah. Hal ini yang menjadi kesulitan sekaligus tantangan bagi Kemendikbud. Perlu ada kriteria seleksi yang menyesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi guru-guru di masing-masing daerah, bukan hanya berupa tes kemampuan saja. Selanjutnya dilakukan Pelatihan Guru Penggerak atau Master Teachers. Pelatihan yang dimaksudkan ini akan dilakukan dalam kegiatan di Balai Guru Merdeka dengan harapan akan muncul calon-calon pemimpin sekolah, seperti kepala sekolah, guru, calon guru yang memiliki dan menguasai semua kompetensi yang dipersyaratkan. Paradigma pelatihan Kemendikbud akan diubah dengan berkolaborasi dan bekerja sama dengan ormas atau NGO inon profit motif. Sehingga assesmen kompetensi yang menjadi tolok ukur pendidikan di masa mendatang tercapai maksimal.

Pada tanggal 10 Maret 2020 akan dilaksanakan forum pertemuan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan bidang pendidikan, Dinas Pendidikan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota. Organisasi Penggerak dapat saling mengenal dan menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan yang mengelola sekolah-sekolah. Selanjutnya, pada tanggal 16 Maret sampai 16 Mei 2020 akan dilakukan identifikasi kelayakan, evaluasi teknis, dan evaluasi keuangan. Kemudian memasuki tahap verifikasi pada tanggal 16 Mei - 30 Juni 2020. Tahap implementasi diharapkan dapat dilakukan mulai Juni 2020 - Mei 2022. “Implementasi dilakukan pada PAUD, SD, atau SMP di daerah yang sudah diajukan dan disetujui Kemendikbud,” ujar Supriano (Dirjen GTK Kemdikbud). Adapun relawan yang ingin terlibat dapat segera mendaftarkan diri melalui laman sekolah penggerak. Relawan kemudian akan dihubungi Kemendikbud atau organisasi yang berpartisipasi dalam program Organisasi Penggerak untuk meminta dukungan implementasi program. Beberapa pilihan peran yang bisa diambil oleh relawan penggerak, utamanya guru, yaitu: Konsultan ahli, Narasumber, Pelatihan, Fasilitator, Tutor, Ahli informasi dan teknologi, Fotografer, Videografer, Reporter, Penulis konten, Manajemen proyek, Peneliti, dan Penjamin mutu. Wahai para Guru Nusantara mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan pengabdian membangun negeri serta memajukan pendidikan dan peradaban bangsa menjadi lebih baik lagi.

MKKS SMA Kabupaten Lahat menggelar Kompetensi Sains Nasional (KSN-K) Tingkat Kabupaten

LAHAT.DS, -- Di Era globalisasi dan Tehnologi yang semakin  canggih saat ini sistem pembelajaran tidak lagi secara manual, mengikuti arus perkembangan dunia termasuk di bidang pendidikan.

Untuk itu dalam rangka pengembangan bakat dan minat siswa SMA dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lahat menggelar Kompetensi Sains Nasional (KSN-K) tingkat Kabupaten selasa (10/3).

Bertempat di SMA Unggul Negeri 4 Lahat, KSN-K diikuti oleh 330 siswa yang berasal dari SMA yang ada Se- Kabupaten Lahat, dengan delapan bidang sains yang diperlombakan, diantaranya Matematika, Fisika, Kimia, Informatika, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi.

Ketua MKKS, Baslini MPd pada sambutannya sekaligus membuka kegian ini mengatakan " dengan adanya KSN-K tingkat Kabupaten merupakan pencarian siswa berprestasi di bidangnya untuk diikutsertakan di tingkat Provinsi (KSN-P) dan dilanjutkan ke Pusat (KSN) hingga kompetensi sains Internasional.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan hasilnya langsung kita laporkan ke Palembang dan yang kita ambil tiga besar per bidang sains untuk mengikuti KSN-P,” ujarnya.

Selain mencari siswa berprestasi di bidang Sains, kegiatan ini juga mendapat dan mengembangkan siswa bertalenta dan berkarakter dengan prestasi internasional.

“Sehingga mampu berkontribusi sebagai perintis pembangunan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mewujudkan bangsa yang unggul " tandas beliau .Nih

Target Muba Babel United Maju ke Liga 1

MUBA,DS.-- Setelah resmi merger antara Muba United dengan Babel United dan melaksanakan TC di Liga 1, terhitung Selasa (10/3/2020) pemain Muba Babel United tiba di Bumi Serasan Sekate untuk mempersiapkan diri pada laga perdana pada 15 Maret 2020 mendatang menghadapi Persekat Tegal pada pertandingan Liga 2 Musim 2020. 

Sebelumnya, saat tiba di bandara SMB II Palembang kedatangan pemain Muba Babel United ini disambut antusias para pengunjung Bandara SMB II Palembang hingga diserbu puluhan awak media. 

Dipimpin langsung Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, sebanyak 27 pemain Muba Babel United resmi mengarungi liga 2. 

"Setelah ini kita langsung ke Sekayu, untuk persiapan launching pemain dan latihan untuk menghadapi laga perdana Liga 2 musim 2020 yang dikomandoi pelatih Bambang Nurdiansyah," ungkap Wakil Bupati Muba Beni Hernedi didampingi Manajer Muba Babel United Achmad Harris dan Sekretaris Dinkominfo Dicky Meiriando.

Diketahui, ada beberapa pemain bintang yang bakal memperkuat formasi Muba Babel United, yakni diantaranya Bobby Satria, Jeki Arisandi, Hafit Ibrahim, Amirul Mukminin, Rizky Dwi Ramadhana, dan Yogi Rahardian. 

"Sesuai komitmen pak Bupati Dodi Reza bahwa kita akan maksimal berjuang membawa Muba Babel United ini ke liga 1," ucapnya.

Lanjut Beni, di Sumsel tercatat ada dua klub yang melaju ke Liga 2 yakni Sriwijaya FC. "SFC kakak Muba Babel United, semuanya akan mempersembahkan yang terbaik untuk sepakbola di Sumsel," tukasnya.

Beni menambahkan, home base Muba Babel United akan dipusatkan di Sekayu. "Wisma sudah disiapkan, fasilitas dan kebutuhan lainnya pula sudah disiapkan secara matang oleh pak Bupati Dodi Reza," ungkap Beni.

Sementara itu, Muba Babel United akan berjumpa dengan Sriwijaya FC pada 21 Juni mendatang. Bentrok kedua tim bakal tersaji kembali pada laga ke-dua puluh alias laga pamungkas. Giliran Sriwijaya FC dijadwalkan akan menjamu Muba Babel United FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu 12 September pukul 15.30.

"Derby persaudaraan. Sama sama satu keluarga. Laga persaudaraan," kata Achmad Haris, Manajer Muba Babel United FC.(hsm) 

DPRD Muba Sampaikan Laporan Pansus terhadap LKPJ Bupati Muba TA 2019

MUBA, DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex  Noerdin hadir mendengarkan penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) DPRD dan Pengambilan keputusan DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Muba TA 2019, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (10/3/2020)

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muba Sugondo dan Wakil Ketua I DPRD Jon Kenedi, SIP., tersebut membahas tentang hasil pembahasan Pansus DPRD atas LKPJ Bupati TA 2019 yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Secara singkat dapat disebutkan bahwa dalam rekomendasinya DPRD Kabupaten Muba memberikan catatan strategis, saran dan masukan, pendapat, acuan bagi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi. 

Rekomendasi yang disampaikan kepada Bupati Muba tersebut antara lain meliputi   Prioritas Perencanaan Program untuk Kesejahteraan Rakyat Muba, Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Muba, fokus menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Muba, Peningkatan pembangunan daerah Muba, Optimalisasi Pelayanan Kesehatan dan Publik, Peningkatan Produk Inovasi yang dapat meningkatkan kinerja Muba dan Peningkatan Kelompok Wanita Tani Muba.

Selanjutnya, optimalisasi restribusi dan pajak daerah Muba, peningkatan Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Muba, peningkatan SDM yang berkualitas pada Organisasi Perangkat Daerah Muba terkait, peningkatan petugas pengelolaan sampah.

"Diharapkan kepada Pemerintah Daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah Muba terkait untuk melakukan perencanaan secara matang, sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya,"terang  Ziadatulher Juru Bicara Pansus III DPRD Muba

Sementara Juru bicara Pansus IV DPRD Muba Alfian juga memberikan apresiasi  atas ketertiban dan kelancaran terhadap Pembahasan Pansus LKPJ Bupati Muba TA 2019 dan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2020.

"Kami DPRD Kabupaten Muba mengapresiasi pencapaian pencapaian  yang telah diraih oleh Organisasi Perangkat Daerah, sehingga membawa Kabupaten Muba maju dan berpretasi,"ungkap Alfian. 

Selain itu, Pansus DPRD Muba juga berharap kepada Seluruh Organisasi Perangkat Daerah Muba agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik untuk mendukung terwujudnya Visi Misi Bupati menuju Muba Maju Berjaya 2022.(hsm) 

Bandar Narkoba Keok di Dor, Satres Narkoba Polres Muba Berhasil Amankan 1 Kg Sabu

MUBA, DS. – Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Banyuasin berhasil mengungkap kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu seberat 1 Kg, hal tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya seorang Bandar beserta Barang bukti, tepatnya di kebun Karet desa Pandan Ulang Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (09/03/2020) sekira pukul 19.30 Wib.

Tersangka Bandar Sabu sempat berkejaran dengan petugas, hingga tersangka harus dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur. Pengejaran tersangka dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin AKP Dedi Haryanto SH bersama Anggota Satres Narkoba Polres Muba.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem dalam Pres Rilisnya mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Masyarakat bahwa ada peredaran Narkotika jenis Sabu diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin dalam jumlah besar dari Kota Palembang.

” Pada saat itu Anggota Satres Narkoba Polres Muba melakukan Undercover Boy kepada Saudara Hendri Bin Mustofa (DPO) yang merupakan TO dan disepakati transaksi dilokasi dalam kebun karet di dusun III desa Pandan Ulang kecamatan Lawang Wetan,” ungkap Kapolres pada Press Rilis, Selasa, (10/03/2020).

Dilanjutkannya, di TKP tersangka Hendri Bin Mustofa tidak sendirian, ia ditemani oleh Abdulrahman Bin Effendi (Alm), selanjutnya anggota Satres Narkoba langsung melakukan penyergapan kepada kedua Tersangka dan ditemukan barang bukti Narkotika Jenis Sabu-sabu sebanyak 1 Kg yang dikemas di dalam Plastik warna hijau merk Guan Yin Wang, yang berhasil disita dari tangan tersangka.

” Pada saat petugas melakukan penyergapan kedua tersangka berusaha menyerang petugas dan melarikan diri, maka dilakukan tindakan tegas terukur kepada kedua tersangka. Namun, satu orang tersangka Hendri Bin Mustofa masih melarikan diri ke dalam semak belukar dengan kondisi penerangan sangat gelap, sementara Tersangka Abdurahman Bin Efendi (Alm) berhasil diamankan,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, saat ini masih terus dilakukan upaya pengejaran dan penyisiran terhadap tersangka yang saat ini masih melarikan diri, dan sudah kita lakukan pengembangan ke Bandar Besarnya.

” Pelaku kita jerat dengan Pasal Primer 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan berat Barang Bukti 1 Kg lebih dengan ancaman Hukuman Seumur Hidup atau Penjara Minimal 6 Tahun Maksimal 20 Tahun Penjara,” tambahnya.

Terakhir Kapolres menghimbau, dari Barang Bukti 1 Kg Narkotika jenis Sabu yang disita. Aparat Kepolisian berhasil menyelamatkan 4.000 anak bangsa dengan Rasio 0,25 gram yang dikonsumsi 1 Orang.

” Kepada semua elemen Masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin untuk membantu Kepolisian secara bersama-sama dalam menuntaskan dan memerangi Penyalahgunaan narkoba, laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan tindak pidana Narkotika atau secara langsung melaporkan kepada layanan pengaduan Satres Narkoba Polres Muba pada nomor 0821-8045-3746,” pungkas Kapolres.(Hsm) 

M Ali Romadhon Terpilih Sebagai Kepala Desa Bukit Selabu,Ungguli Incumbent

MUBA,DS. - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Musi Banyuasun Tahun 2020 memang Benar-benar menjadi ajang pesta Demokrasi yang patut untuk menjadi kacamata perhelatan pada tahun-tahun berikutnya.

Pasalnya, Para Kepala Desa Incumbent harus menerima kenyataan ketika tumbang oleh Calon Kepala Desa yang baru mencalonkan diri. Seperti halnya terjadi di SP 2 Desa Bukit Selabu Kecamatan Batang Hari Leko. Sebelumnya, Periode 2014-2019 dijabat oleh Incumbent Agus Salim.

Namun, untuk Periode 2020-2026 ini, SP 2 Desa Bukit Selabu memiliki Nahkoda baru yaitu Muhammad Ali Romadhon yang berhasil merebut tampuh kepemimpinan kepala desa SP 2 Bukit Selabu setelah berhasil memperoleh 362 suara.

Sementara dari data yang dihimpun oleh awak media, Muhammad Ali Romadhon berhasil mengalahkan para pesaingnya yang mana Nomor Urut 1. Kamisasi SH 318 Suara, 2. Yusmanizar 80 Suara, 3. Agus Salim 313 Suara, 4. Muhammad Ali Romadhon 362 Suara, 5. Andriyadi 23 Suara.

Muhammad Ali Romadhon dalam kesempatannya mengatakan, Alhamdulilah sangat bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kemenangan ini, harapanny kedepan nanti didalam masa kepemimpinan, saya dapat memberikan sumbangsi kepada desa dan Kabupaten Musi Banyuasin dalam hal kemajuan tingkat desa.

" Kepada Masyarakat yang telah memberikan hak pilihnya, saya ucapkan banyak terima kasih, semoga kita dapat bersinergi dalam membangun desa dengan Visi-Misi yang telah saya sampaikan pada beberapa waktu lalu serta melanjutkan perjuangan program kepala desa periode sebelumnya," ungkap Ali, Selasa (10/03/2020).

Diketahui sebelumnya dari pantauan awak, total jumlah surat suara adalah sebanyak 1.331, jumlah suara yang hadir 1.114, Jumlah Suara yang tidak hadir 126 Suara. Jumlah Suara Sah 1.096, Jumlah Suara tidak Sah 18.(hsm) 

Tuan Rumah KOSN SMK, Ini Kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat

LAHAT.DS, - Kabupaten Lahat menjadi tuan rumah Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) SMK tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 yang berlangsung selama 4 hari dimulai pada tanggal 09 - 12 Maret 2020. Pembukaan ajang dengan tema “Sumsel Siap Menyambut O2SN Tingkat Nasional di Palembang, Selasa (10/3/20).
Acara diawali dengan pembukaan di Gedung Olahraga Kabupaten Lahat dan menampilkan para Kontigen dari 17 Kabupaten/ Kota Se- Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari 18 Kontigen. KOSN tahun ini mempertandingkan 5 cabang olahraga, yakni atletik, Karate, Bulutangkis, Renang, Silat.

Pembukaan KOSN dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan, Plt Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Drs H.Riza Fahlevi MM, Sekretaris Daerah Lahat H Januarsyah SH.MH, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat, Kepala Dinas/ Badan Lingkup Pemda Lahat, Kepala Sekolah, serta segenap pembina dan guru olahraga dari masing-masing sekolah.

Ketua Panitia Mutia, S.Kom swlaku Ketua Panitia KOSN SMK bahwasanya kegiatan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional mengacu pada sistem pendidikan nasional yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang pembinaan prestasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008 tentang pembinaan peserta didik.

Adapun tujuan dilaksanakannya KOSN ini adalah yang pertama untuk menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat di lingkungan peserta didik jenjang pendidikan menengah, kemudian memacu terjadinya peningkatan mutu pendidikan khususnya bidang olahraga pada jenjang pendidikan menengah, mempererat persahabatan persatuan dan kesatuan bangsa sesama siswa yang berasal dari berbagai karakter dengan tingkat keterampilan dan budaya yang berbeda di 17 kabupaten kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Peserta KOSN ini adalah siswa juara 1 tingkat kabupaten kota pada masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan sudah melalui seleksi ketat, dan peserta sebanyak 270 orang daei 18 kontingen berasal daei 17 Kabupaten Kota Se Sumatera Selatan, Ujar Mutia Selaku Ketua Panitia.

Sementara itu Januarsyah Sekda Kabupaten Lahat mengatakan melalui kegiatan ini agar Para pelajar tidak hanya terfokus pada pencapaian kualitas akademik akan tetapi juga menyangkut aspek non akademik sehingga dengan begitu siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang utuh dan sesuai dengan karakteristik - karakteristik kebutuhan dan perkembangannya.

Oleh karena itu penyebaran kawasan ini merupakan salah satu wadah untuk mengapresiasikan kebutuhan non akademis siswa yang memiliki bakat dan minat khususnya di bidang olahraga yang bertujuan meningkatkan kondisi kesehatan jasmani siswa, sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademik di Sekolah yang bertujuan meningkatkan prasarana bidang olahraga.

Oleh karena itu, melalui kompetisi olahraga siswa nasional jenjang SMK tingkat Provinsi ini diharapkan dapat meningkatnya kondisi kesehatan jasmani siswa dalam rangka menunjang peningkatan kualitas akademik, terjadinya bibit-bibit atlet berbakat bidang olahraga untuk dibina dan dikembangkan lebih terarah dan berkelanjutan, selanjutnya menghasilkan siswa terbaik di masing-masing cabang olahraga yang mampu berprestasi mengharumkan Marwah daerah. Pungkas Januarsyah.
*HNI*