Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 Di Kecamatan Tanjung Tebat Berjalan Lancar
LAHAT.DS,---- Demi mensukseskan sensus penduduk yang dilakukan secara Online tahun 2020 di Kabupaten Lahat, sesuai arahan Bupati Lahat Cik Ujang menargetkan 50 %. Kecamatan Tanjung Tebat merupakan Sosialisasi yang ke 20 kalinya Bertempat di Aula Kecamatan Tanjung Tebat kegiatan ini di gelar pada 18 Februari 2020. Dihadiri 14 Kades, perangkat Desa, ketua TPKK Kecamatan Lahat Neti Ariapulun, KUPT Puskesmas Tanjung Tebat Samsul Anwar, Kepala KUA Kecamatan Tanjung Tebat Sarkani Spdi,
Mengawali pembukaan rakor Senss Ir.Hj.Chairanita kurniarita,M.Si selaku Kepala BPS Lahat menerangkan " rangkaian BPS menyediakan data dasar untuk 10 tahun ke depan sesuai amanat uu no 16 tahun 2007, Evaluasi monitoring untuk 10 tahun kedepan, tahun 2020 menuju satu data kependudukan 2 tahap. Data yang bergerak dari 2010 dari dukcapil nantinya secara mandiri online mulai 15 Feb - 31 Maret 2020, Edukasi agar masyarakat bisa mengupdate data.
Masyarakat diharuskan mempunyai Handpone Android untuk bisa mengisi data secara Online. Diharapkan kepada Kades untuk membantu BPS menyerukan kepada masyarakat mengenai sensus online ini dan bila belum melakukan sensus online ada di bulan Juli nanti utk didatadan jangan sampai tidak terdata karena bila tidak terdata di Sensus Penduduk nantinya akan terhambat segala urusan misalnya anak masuk Kuliah, buka rekening dan lain- lain " ungkap bu Tata.
Sementara itu Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE pada arahannya sekaligus membuka rakor, menurut beliau Alhamdulilah Kades di Kecamatan Tanjung Tebat hampir sudah punya sehingga mempermudah mengisi sensus ini " harap Camat.
Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com
Mengawali pembukaan rakor Senss Ir.Hj.Chairanita kurniarita,M.Si selaku Kepala BPS Lahat menerangkan " rangkaian BPS menyediakan data dasar untuk 10 tahun ke depan sesuai amanat uu no 16 tahun 2007, Evaluasi monitoring untuk 10 tahun kedepan, tahun 2020 menuju satu data kependudukan 2 tahap. Data yang bergerak dari 2010 dari dukcapil nantinya secara mandiri online mulai 15 Feb - 31 Maret 2020, Edukasi agar masyarakat bisa mengupdate data.
Masyarakat diharuskan mempunyai Handpone Android untuk bisa mengisi data secara Online. Diharapkan kepada Kades untuk membantu BPS menyerukan kepada masyarakat mengenai sensus online ini dan bila belum melakukan sensus online ada di bulan Juli nanti utk didatadan jangan sampai tidak terdata karena bila tidak terdata di Sensus Penduduk nantinya akan terhambat segala urusan misalnya anak masuk Kuliah, buka rekening dan lain- lain " ungkap bu Tata.
Sementara itu Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE pada arahannya sekaligus membuka rakor, menurut beliau Alhamdulilah Kades di Kecamatan Tanjung Tebat hampir sudah punya sehingga mempermudah mengisi sensus ini " harap Camat.
Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com
PEMBAGUNAN JEMBATAN KEMBAR DI SAMBUT GEMBIRA OLEH WERGA SERI JABO.
INDRALAYA.DS,--Akhirnya penantian warga seri jabo berakhir sudah,jembatan sepanjang 200 meter yang menghubungkan antara kecamatan Tanjung raja dengan Kecamatan Sungai Pinang mulai di kerjakan.
Jembatan yang membentang di atas sungai batang hari ini adalah salah satu jembatan paling terpanjang yang ada di kecamatan tanjung raja dan juga kecamatan sungai pinang.
Menurut warga setempat jembatan ini sudah berpuluh -puluh tahun jembatan ini dipungsikan oleh seluruh masyarakat atau pengguna jalan, dan bertahun-tahun juga tidak di pungsikan, karena ada jembatan yang baru di sampingnya, allhamdulilah awan bulan pebruari tahun 2020, jembatan ini resmi di bongkar dan di bangun kembali oleh Direktorat jendral (Ditjen) Bina marga kemerdekaan pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) propinsi sumatera selatan.
Menurut kepala Desa serijabo HERIAN, SE, MM,saat di wawancarai oleh awak media.Senin 17 pebruari 2020.mengataka warga masyarakat Desa Serijabo mengucapkan banyak terima kasih Kepada pihak pemerintah, kerena Desa Serijabo paling pertama sekali kena dampak macet kalau sedang terjadi kemacetan kendaraan ,bahkan pernah saja sampai tiga hari tiga malam ,"alhamdulillah jembatan penghubung antara kecamatan Tanjung raja dengan kecamatan sungai pinang sudah mulai di kerjakan" ujarnya.
Dikatakannya juga,kami berharap setelah selesai Pembangunan Jembatan ini nanti bisa membantu kelancaran tranportasi kendaraan, serta bisa mengurangi angka kemacetan yang sering terjadi " Serta bisa membantu ke lancaran perekonomian masyarakat desa Serijabo dan pengguna jalan khususnya" katanya.
Laporan:Rosita Dewi
Redaksi.www.dutasumsel.com
Jembatan yang membentang di atas sungai batang hari ini adalah salah satu jembatan paling terpanjang yang ada di kecamatan tanjung raja dan juga kecamatan sungai pinang.
Menurut warga setempat jembatan ini sudah berpuluh -puluh tahun jembatan ini dipungsikan oleh seluruh masyarakat atau pengguna jalan, dan bertahun-tahun juga tidak di pungsikan, karena ada jembatan yang baru di sampingnya, allhamdulilah awan bulan pebruari tahun 2020, jembatan ini resmi di bongkar dan di bangun kembali oleh Direktorat jendral (Ditjen) Bina marga kemerdekaan pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) propinsi sumatera selatan.
Menurut kepala Desa serijabo HERIAN, SE, MM,saat di wawancarai oleh awak media.Senin 17 pebruari 2020.mengataka warga masyarakat Desa Serijabo mengucapkan banyak terima kasih Kepada pihak pemerintah, kerena Desa Serijabo paling pertama sekali kena dampak macet kalau sedang terjadi kemacetan kendaraan ,bahkan pernah saja sampai tiga hari tiga malam ,"alhamdulillah jembatan penghubung antara kecamatan Tanjung raja dengan kecamatan sungai pinang sudah mulai di kerjakan" ujarnya.
Dikatakannya juga,kami berharap setelah selesai Pembangunan Jembatan ini nanti bisa membantu kelancaran tranportasi kendaraan, serta bisa mengurangi angka kemacetan yang sering terjadi " Serta bisa membantu ke lancaran perekonomian masyarakat desa Serijabo dan pengguna jalan khususnya" katanya.
Laporan:Rosita Dewi
Redaksi.www.dutasumsel.com
Tim Walet Polres Lahat Tangkap Sobri Pegedar Sabu Asal Palembang
LAHAT.DS,--- Giat dan gerak cepat jajaran sat narkoba Polres Lahat dalam memberantas peredaran narkotika tak akan berhenti sebelum diwilayah hukum polres lahat bebas dari narkoba.
Dimana Senin 17/2 pukul 01.00 Wib dilokasi Serinanti Gg. Mushola Rt. 01 Rw. A01 Kel. Pagar Agung Kec. Lahat Kab. Lahat tim walet polres lahat amankan M. SOBRI bin Erlan 22 tahun beralamat Lorong Unglen Nomor 01 Rt. 029 Rw. 01 Kel. 36 Ilir Kec. Gandus Kota Madya Palembang. dengan Barang Bukti 3 (tiga) paket serbuk kristal diduga narkotika jenis Shabu.
seberat Bruto Shabu 3,10 gram
Diketahui M.Sobri bin Erlan merupakan salah seorang pegedar juga kuril lintas Kabupaten,tertangkapnya tersangka
Berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis Shabu di wilayah hukum Polres Lahat Selanjutnya dilakukan lidik dan setelah sasaran orang, tempat.
Saat hendak diamankan pelaku M.SOBRI membuangkan 3 (tiga) paket narkotika jenis Shabu menggunakan tangan kanan ke arah belakang, kemudian saat pelaku diamankan dan dilakukan pemeriksaan didapatkan barang bukti berupa 3 (tiga) paket kecil serbuk kristal putih yang terbungkus plastik klip transparan diduga narkotika jenis Shabu yang dilemparkan / dibuangkan oleh pelaku M.SOBRI tersebut dan diakui oleh pelaku bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya.
Selanjutnya Tersangka berikut Barang Bukti yang didapat dibawah ke Sat Narkoba Polres Lahat guna dilakukan pendalaman dan proses hukum yang berlaku.
Laporan:Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com
Dimana Senin 17/2 pukul 01.00 Wib dilokasi Serinanti Gg. Mushola Rt. 01 Rw. A01 Kel. Pagar Agung Kec. Lahat Kab. Lahat tim walet polres lahat amankan M. SOBRI bin Erlan 22 tahun beralamat Lorong Unglen Nomor 01 Rt. 029 Rw. 01 Kel. 36 Ilir Kec. Gandus Kota Madya Palembang. dengan Barang Bukti 3 (tiga) paket serbuk kristal diduga narkotika jenis Shabu.
seberat Bruto Shabu 3,10 gram
Diketahui M.Sobri bin Erlan merupakan salah seorang pegedar juga kuril lintas Kabupaten,tertangkapnya tersangka
Berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis Shabu di wilayah hukum Polres Lahat Selanjutnya dilakukan lidik dan setelah sasaran orang, tempat.
Saat hendak diamankan pelaku M.SOBRI membuangkan 3 (tiga) paket narkotika jenis Shabu menggunakan tangan kanan ke arah belakang, kemudian saat pelaku diamankan dan dilakukan pemeriksaan didapatkan barang bukti berupa 3 (tiga) paket kecil serbuk kristal putih yang terbungkus plastik klip transparan diduga narkotika jenis Shabu yang dilemparkan / dibuangkan oleh pelaku M.SOBRI tersebut dan diakui oleh pelaku bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya.
Selanjutnya Tersangka berikut Barang Bukti yang didapat dibawah ke Sat Narkoba Polres Lahat guna dilakukan pendalaman dan proses hukum yang berlaku.
Laporan:Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com
Gelar Aksi Demo, POSE RI Minta BPK RI Sumsel Usut Tuntas Diduga Mark Up dan Penyimpangan Speck Dispopar Muba
MUBA,DS.-- Pemerhati Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) di Halaman Kantor BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan Jl. Demang lebar Daun Palembang menggelar unjuk rasa menuntut keadilan dan segera mengaudit Ketransparansian Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (17/02/2020).
Bertindak sebagai Kordinator Aksi Desri Lefri SH dengan Kordinator Lapangan Busyanto dan M. Efendi dengan jumlah massa kurang lebih 30 orang, masa aksi mengungkapkan tuntutan aksinya kepada dengan Spanduk dan poster bertuliskan antara lain.
a. Menegakkan keadilan dan martabat hukum bersama penegak hukum.
b. BPK RI Sumsel segera turun ke Muba audit secara transparan paket diduga make up Rehab gedung serasan sekate 2019.
c. BPK RI Sumsel segera audit secara transparan penyimpangan paket kegiatan pada Dinas Dispora Muba karena diduga Mark Up fan menyimpang dari Speck.
d. Korupsi kejahatan luar biasa cara menanganinya pun harus luar biasa.
e. Agar BPK Sumsel segera hitung kerugian paket rehab Gedung Olah Raga anggaran tahun 2019 kuat diduga menyimpang dari Speck.
Kordinator Aksi Desri Lefri, SH dalam penyampaian tuntutannya mengatakan, meminta BPK mengusut tuntas indikasi dugaan perbuatan melawan hukum dan periksa oleh BPK RI perwakilan Sumatera Selatan dugaan mark up dan penyimpangan anggaran APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin untuk pekerjaan yang putus kontrak Rehab stadion Serasan Sekate hps Rp. 9.348.994.265,81 pelaksana PT Jembar utama terindikasi diduga menyimpang dari spek dan RAB serta kekurangan volume dan manipulasi di fisik kegiatan (Dokumen nomor 02/14/Pokja.XIII/BPBJ-Dispora/ APBD/2019 tanggal 18 Juli 2019).
"Usut Tuntas indikasi dugaan perbuatan melawan hukum dan periksa oleh BPK RI Perwakilan Sumsel dugaan Mark Up dan penyimpangan Anggaran APBD Kab. Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Dinas Pariwisata untuk pekerjaan Rehab Gedung Olah Raga Ranggonag Sekayu oleh PT. Reka Konstruksi senilai Rp.14.249.813.094. terindikasi diduga menyimpang dari speck, RAB dan kekurangan volume serta memanipulasi fisik kegiatan," ungkap Desri.
Kami minta agar BPK RI Perwakilan Sumsel mengaudit secara fatual, uji petik terhadap pekerjaan tersebut mulai dari proses tender, administrasi, pemberksan sampai dengan riil ke fisik di lapangan tentang pekerjaan konstruksi Rehab Stadion Serasan Sekate dan Rehab Gedung Olah Raga Ranggonang Sekayu pada tahun anggaran 2019.
"Kami minta BPK RI perwakilan Sumsel agar menghitung dugaan kerugian negara atas kegiatan kedua paket pekerjaan tersebut dan melakukan audit investigatif serta menentukan langkah pasti tindakan hukum dengan pekerjaan yang putus kontrak dan menyimpang dari Speck, BQ, RAB serta Mark up anggaran," lanjutnya.
Lebih lanjut, "BPK RI perwakilan Sumsel mengaudit secara faktual dan menghitung kerugian negara terhadap pekerjaan tersebut mulai dari proses tender administrasi pemberkasan sampai dengan Real ke fisik kroscek ke lapangan langsung dengan petunjuk dokumen yang kami berikan kepada BPK RI perwakilan Sumatera Selatan," tandasnya.
Bertindak sebagai Kordinator Aksi Desri Lefri SH dengan Kordinator Lapangan Busyanto dan M. Efendi dengan jumlah massa kurang lebih 30 orang, masa aksi mengungkapkan tuntutan aksinya kepada dengan Spanduk dan poster bertuliskan antara lain.
a. Menegakkan keadilan dan martabat hukum bersama penegak hukum.
b. BPK RI Sumsel segera turun ke Muba audit secara transparan paket diduga make up Rehab gedung serasan sekate 2019.
c. BPK RI Sumsel segera audit secara transparan penyimpangan paket kegiatan pada Dinas Dispora Muba karena diduga Mark Up fan menyimpang dari Speck.
d. Korupsi kejahatan luar biasa cara menanganinya pun harus luar biasa.
e. Agar BPK Sumsel segera hitung kerugian paket rehab Gedung Olah Raga anggaran tahun 2019 kuat diduga menyimpang dari Speck.
Kordinator Aksi Desri Lefri, SH dalam penyampaian tuntutannya mengatakan, meminta BPK mengusut tuntas indikasi dugaan perbuatan melawan hukum dan periksa oleh BPK RI perwakilan Sumatera Selatan dugaan mark up dan penyimpangan anggaran APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin untuk pekerjaan yang putus kontrak Rehab stadion Serasan Sekate hps Rp. 9.348.994.265,81 pelaksana PT Jembar utama terindikasi diduga menyimpang dari spek dan RAB serta kekurangan volume dan manipulasi di fisik kegiatan (Dokumen nomor 02/14/Pokja.XIII/BPBJ-Dispora/ APBD/2019 tanggal 18 Juli 2019).
"Usut Tuntas indikasi dugaan perbuatan melawan hukum dan periksa oleh BPK RI Perwakilan Sumsel dugaan Mark Up dan penyimpangan Anggaran APBD Kab. Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Dinas Pariwisata untuk pekerjaan Rehab Gedung Olah Raga Ranggonag Sekayu oleh PT. Reka Konstruksi senilai Rp.14.249.813.094. terindikasi diduga menyimpang dari speck, RAB dan kekurangan volume serta memanipulasi fisik kegiatan," ungkap Desri.
Kami minta agar BPK RI Perwakilan Sumsel mengaudit secara fatual, uji petik terhadap pekerjaan tersebut mulai dari proses tender, administrasi, pemberksan sampai dengan riil ke fisik di lapangan tentang pekerjaan konstruksi Rehab Stadion Serasan Sekate dan Rehab Gedung Olah Raga Ranggonang Sekayu pada tahun anggaran 2019.
"Kami minta BPK RI perwakilan Sumsel agar menghitung dugaan kerugian negara atas kegiatan kedua paket pekerjaan tersebut dan melakukan audit investigatif serta menentukan langkah pasti tindakan hukum dengan pekerjaan yang putus kontrak dan menyimpang dari Speck, BQ, RAB serta Mark up anggaran," lanjutnya.
Lebih lanjut, "BPK RI perwakilan Sumsel mengaudit secara faktual dan menghitung kerugian negara terhadap pekerjaan tersebut mulai dari proses tender administrasi pemberkasan sampai dengan Real ke fisik kroscek ke lapangan langsung dengan petunjuk dokumen yang kami berikan kepada BPK RI perwakilan Sumatera Selatan," tandasnya.
Laporan: Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com
Evan Yusup " Kami Sudah Gerah Atas Isu Yang Beredar, PT. BAU Dzolim"
LAHAT.DS,---- Buntut dari PT Bara Alam Utama ( BAU) yang terletak di areal Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat yang diduga merusak hutan adat, makam leluhur warga Ulak Pandan, mengambil batu bara dikawasan hutan adat Himbe Kemulau, beberapa waktu lalu menuai polemik. Warga Desa Ulak Pandan merasa kembali terzolimi dengan adanya kejadian ini.
Hasil Investigasi Pewarta di lapangan setelah dikumpulkan beberapa temuan, dimulai dari peninjauan ratusan warga ke areal pemakaman, mediasi warga Vs PT BAU, pembacaan yasin yang dilakukan, sampai berjaganya ratusan aparat kepolisian.
"Sebelum pembatalan sepihak kesepakatan bersama oleh PT. BAU beberapa waktu lalu, benar beberapa kali pimpinan PT. BAU datang kedesa, bahkan dimasjid dihadapan orang banyak menyatakan tuntutan warga dikabulkan untuk di ganti rugi dengan kesepakatan bersama, baik itu untuk pemugaran makam leluhur, pembangunan Sarana Umum Puskesmas, rumah tahfis, pembangunan jalan menuju bukit serelo, pembangunan Perkantor Terpadu di desa dan Dana konpensasi untuk kesejahteraan warga, bahkan pihak desa sudah membuat tim pelaksana yang terdiri dari unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sampai lembaga adat dan unsur karang taruna agar dana kompensasi itu tepat guna, bahkan tim sudah dilakukan sosialisasi penggunaannya untuk apa. tiba-tiba Pihak PT. BAU membatalkan begitu saja dengan berbagai alasan.
Menurut Ahmat Tarmizi Arsal bersama Evan Yusup selaku perwakilan BPD dan Pemuda Desa Ulak Pandan ketika ditemui Awak Media di kediaman Kades Susiawan Rama pada 17/2 pukul 22:00 wib mengungkapkan " terus terang kami merasa terzolimi, karena terus di hembuskan isu yang tak sedap, seperti malam ini kembali beredar isu bahwa akan ada gerakan besar-besaran masyarakat ulak pandan besok harinya, kami sudah gerah atas isu yang beredar. Katanya mau demo besar- besaran lah, saat ini kami masih menjaga dan menghindari konflik karena akan berbenturan dengan aparat kepolisian yang sekarang sedang berjaga. Kami tidak akan terpancing dengan isu-isu seperti itu " ujar keduanya menambahkan
Kita berkumpul disini bukan mau mengatur strategi tapi hanya sekedar ngopi dan berkumpul saja dan di sini selalu dijaga Kepolisian. Harapan kami hanya satu enyah PT BAU dari Himbe Kemulau karena sudah menjadi perusahaan yang meresahkan dan berpotensi memunculkan konflik " tandasnya.
Sementara Ketua BPD Ahmat Tarmizi Arsal menyampaikan Bahwa PT. BAU dalam beberapa hari ini sudah memaksakan diri kembali beraktifitas, bahkan kawasan hutan adat himbe kemulau kembali ditambang, sangat disesalkan itu mereka paksakan, kami sangat kecewa, setelah dibohongi saat ini mereka kembali mendzolimi, sepertinya mereka sengaja memancing kami agar kembali melakukan aksi, akan kah kami harus melakukan aksi besar-besaran untuk menghentikan ini semua, karena sampai saat ini tidak ada upaya, dan terkesan tutup mata, Bahkan terkesan ingin membenturkan kami warga dengqn aparat kepolisian. Apakah ini yang mereka mau, apakah perlu pertumbahan darah dahulu baru mereka angkat kaki, kami ini sedang berjuang warisan leluhur, kami takkan menyerah dan tak akan ikhlas dikalau terus dilakukan perusakan.
Ketika Pewarta mencoba menghubungi PT BAU untuk mengkonfirmasi hal ini Via Whatshap tidak bisa dihubugi.
Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com
"Sebelum pembatalan sepihak kesepakatan bersama oleh PT. BAU beberapa waktu lalu, benar beberapa kali pimpinan PT. BAU datang kedesa, bahkan dimasjid dihadapan orang banyak menyatakan tuntutan warga dikabulkan untuk di ganti rugi dengan kesepakatan bersama, baik itu untuk pemugaran makam leluhur, pembangunan Sarana Umum Puskesmas, rumah tahfis, pembangunan jalan menuju bukit serelo, pembangunan Perkantor Terpadu di desa dan Dana konpensasi untuk kesejahteraan warga, bahkan pihak desa sudah membuat tim pelaksana yang terdiri dari unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sampai lembaga adat dan unsur karang taruna agar dana kompensasi itu tepat guna, bahkan tim sudah dilakukan sosialisasi penggunaannya untuk apa. tiba-tiba Pihak PT. BAU membatalkan begitu saja dengan berbagai alasan.
Menurut Ahmat Tarmizi Arsal bersama Evan Yusup selaku perwakilan BPD dan Pemuda Desa Ulak Pandan ketika ditemui Awak Media di kediaman Kades Susiawan Rama pada 17/2 pukul 22:00 wib mengungkapkan " terus terang kami merasa terzolimi, karena terus di hembuskan isu yang tak sedap, seperti malam ini kembali beredar isu bahwa akan ada gerakan besar-besaran masyarakat ulak pandan besok harinya, kami sudah gerah atas isu yang beredar. Katanya mau demo besar- besaran lah, saat ini kami masih menjaga dan menghindari konflik karena akan berbenturan dengan aparat kepolisian yang sekarang sedang berjaga. Kami tidak akan terpancing dengan isu-isu seperti itu " ujar keduanya menambahkan
Kita berkumpul disini bukan mau mengatur strategi tapi hanya sekedar ngopi dan berkumpul saja dan di sini selalu dijaga Kepolisian. Harapan kami hanya satu enyah PT BAU dari Himbe Kemulau karena sudah menjadi perusahaan yang meresahkan dan berpotensi memunculkan konflik " tandasnya.
Sementara Ketua BPD Ahmat Tarmizi Arsal menyampaikan Bahwa PT. BAU dalam beberapa hari ini sudah memaksakan diri kembali beraktifitas, bahkan kawasan hutan adat himbe kemulau kembali ditambang, sangat disesalkan itu mereka paksakan, kami sangat kecewa, setelah dibohongi saat ini mereka kembali mendzolimi, sepertinya mereka sengaja memancing kami agar kembali melakukan aksi, akan kah kami harus melakukan aksi besar-besaran untuk menghentikan ini semua, karena sampai saat ini tidak ada upaya, dan terkesan tutup mata, Bahkan terkesan ingin membenturkan kami warga dengqn aparat kepolisian. Apakah ini yang mereka mau, apakah perlu pertumbahan darah dahulu baru mereka angkat kaki, kami ini sedang berjuang warisan leluhur, kami takkan menyerah dan tak akan ikhlas dikalau terus dilakukan perusakan.
Ketika Pewarta mencoba menghubungi PT BAU untuk mengkonfirmasi hal ini Via Whatshap tidak bisa dihubugi.
Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com
Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Hadiri Sensus Penduduk 2020 Online Serentak Bertempat Di Gedung Serba Guna KPT Tanjung Senai
INDRALAYA.DS, -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir Soeharto HS,SH melakukan kunjungan kebakaran bertempat di Mapolres Kab. Ogan Ilir, Senin (17/2).
kebakaran tersebut menghanguskan Gedung Bagian Satuan Reskrim, gudang Logistik, dan gedung Binmas yang terjadi sekitar pukul 07.30 pagi tadi, Ketua DPRD Soeharto HS,SH sangat prihatin atas musibah tersebut semoga kedepan tidak terjadi kembali.
Setelah berkunjung kemapolres, Ketua DPRD melanjutkan menghadiri Sensus Penduduk 2020 Online serentak bertempat di gedung serba guna KPT Tanjung Senai yang dibuka oleh Bupati Kab. Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam,
Acara tersebut dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah OI, Badan Pusat Statistik Kab. Ogan Ilir, Kementrian Agama OI, Pabung Dandim OKI/OI, camat, kades dan perangkat desa se Kab.Ogan Ilir.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Soeharto HS,SH bersama Bupati Kab. Ogan Ilir langsung melakukan pengisian terhadap sensus penduduk secara Online tahun 2020.
kebakaran tersebut menghanguskan Gedung Bagian Satuan Reskrim, gudang Logistik, dan gedung Binmas yang terjadi sekitar pukul 07.30 pagi tadi, Ketua DPRD Soeharto HS,SH sangat prihatin atas musibah tersebut semoga kedepan tidak terjadi kembali.
Setelah berkunjung kemapolres, Ketua DPRD melanjutkan menghadiri Sensus Penduduk 2020 Online serentak bertempat di gedung serba guna KPT Tanjung Senai yang dibuka oleh Bupati Kab. Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam,
Acara tersebut dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah OI, Badan Pusat Statistik Kab. Ogan Ilir, Kementrian Agama OI, Pabung Dandim OKI/OI, camat, kades dan perangkat desa se Kab.Ogan Ilir.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Soeharto HS,SH bersama Bupati Kab. Ogan Ilir langsung melakukan pengisian terhadap sensus penduduk secara Online tahun 2020.
Laporan : Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com
Kantor Satreskrim Dan Binmas Polres Ogan Ilir Hangus Terbakar Akibat Arus Pendek
INDRALAYA.DS, -- Diduga arus korsleting listrik jarak pendek yang membuat kantor Satuan Res Kriminal Polres Ogan Ilir (OI) terbakar. Musibah kebakaran itu terjadi di saat anggota polres sedang mengikuti apel upacara rutin, Senin (17/2) sekitar pukul 07.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dibalik musibah itu, namun seluruh bangunan Satreskrim Polres beserta surat-surat pemberkasan hangus dilalap api.
Keterangan diperoleh, bangunan yang ikut terbakar itu terdiri dari ruang reskrim, linmas dan logistik. Api diperkirakan berasal dari ruang logistik, lalu menjalar ke bangian reskrim dan linmas yang diakibatkan konsleting listrik jarak pendek. Hanya dalam hitungan menit tiba-tiba api berkobar dan mengepulkan asap hitam.
Melihat kobaran api yang menyala, membuat anggota polres yang sedang mengikuti apel rutin di halaman mapolres bergegas belarian menuju lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 50 meter.
Para anggota pun bergotong royong memadamkan api dengan mobil water canon, lalu dibantu mobil pemadam kebakaran dari Pemkan OI. Alhasil, sekitar satu jam api bisa dipadamkan setelah bangunan Satreskrim itu hangus terbakar.
Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di gedung Satreskrim. Namun saat kejadian dirinya tidak berada di tempat kejadian.
“Saya sedang rapat di Polda Sumsel, sekitar pukul 07.20 WIB. Dikabari ibu Wakapolres telah terjadi kebakaran. Saya langsung balik,” ujar Kapolres OI kepada awak media.
Kapolres mengatakan, kebakaran tersebut terjadi diduga akibat adanya arus pendek yang ada di dalam bangunan. Sehingga terjadilah kebakaran tersebut.
“Tapi saat ini tim Labfor sedang mendalami penyebab kebakaran tersebut,” terangnya.
Belum diketahui berapa kerugian yang dialami oleh Polres OI atas kejadian ini. Sebab pihaknya masih bekerja membereskan puing-puing akibat kebakaran tersebut.
“Kami masih bekerja, jadi belum tau kerugian yang kita alami,” kata Kapolres.
Kapolres juga menjelaskan, kendati ada kejadian itu, pelayanan kepada masyarakat tetap dioptimalkan. Terhadap kantor yang terbakar, nantinya akan direlokasikan ke tempat lainnya, seperti dibagian ruang Lantas.
Kemudian pihaknya juga dapat menyalamatkan barang bukti, terutama untuk tindak pidana umum.
“Karena ruang pidana umum tidak ikut terbakar, sehingga berkas dan barang buktinya selamat,” jelas kapolres.
Laporan: Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com
Inovasi Pakan Ternak dan Replanting Turunkan Angka Kemiskinan
MUBA, DS.- Berbagai upaya terus digencarkan Bupati Muba Dodi Reza untuk menekan angka kemiskinan di Muba. Salah satu program yang dinilai sukses menekan angka kemiskinan di Bumi Serasan Sekate yakni inovasi pengolahan pakan ternak dan program replanting atau peremajaan perkebunan sawit yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sejak dua tahun belakangan.
Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menilai bahwa Program Inovasi Pakan Ternak murah dan berkualitas diyakini bisa menjadi salah satu faktor terjadinya penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Kecamatan Lais.
"Menurut data dari Badan Pusat Statistik, bahwa angka kemiskinan masih cukup tinggi di Kabupaten Muba berada di Kecamatan Lais. Oleh karena itu hal terpenting tugas kita bagaimana melakukan percepatan pengurangan angka kemiskinan,"ujar Sekda saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kecamatan Lais tahun 2021 di Aula Kantor Kecamatan Lais, Senin (17/2/2020).
Menurut Apriyadi, di Muba mata pencarian warga Muba didominasi oleh petani dan peternak, oleh sebab itu apa yang sudah di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sangat efektif menekan angka kemiskinan di Muba.
Dikatakan Apriyadi, bahwa dengan dilaksanakan pemberdayaan masyarakat berupa inovasi pakan ternak murah dan berkualitas, sesuai dengan rata-rata mata pencarian masyarakat di Kecamatan Lais yaitu di sektor perikanan dan pertanian.
"Di kecamatan Lais ini ada kurang lebih Sembilan Desa yang dialiri Sungai Musi dan Sungai Batanghari Leko, maka potensi perikanan harus dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian bantuan di sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan juga akan menyasar pada masyarakat miskin yang ada disni,"ucap Apriyadi.
Apriyadi juga memaparkan kaitan dengan Musrenbang RKPD 2021, Pemkab Muba akan fokus pada program pemberdayaan dan pembangunan konektifitas guna percepatan pengurangan kemiskinan.
"Jadi tidak usah terlalu banyak usulan dan program kecil-kecil yang nantinya tidak terpenuhi oleh kabupaten. Dengan dana desa silahkan untuk memenuhi fasilitas dan kebutuhan di desa. Nah untuk APBD kita akan fokus bangun jalan konektifitas, misal sepetti di Lais sepanjang jalan Simpang Gardu dan Jalan simpang Petaling. Karena kalau jalan konektifitas bagus, transportasi lancar, maka bisa meningkatkan perekonomian,"paparnya.
Sementara itu Camat Lais, Deni Sukmana mengungkapkan bahwa upaya pemerintah kecamatan Lais dalam Musrenbang RKPD ini fokus pada pengurangan angka kemiskinan. Hal pertama yang dilakukan ialah mendata masyarakat yang tergolong miskin di Kecamatan Lais. Kemudian mencarikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dilihat disini pada sektor pertanian, perikanan dan juga perkebunan.
"Misalkan seperti sektor perkebunan sawit rakyat membutuhkan program replanting/ peremajaan sawit rakyat maka kita masukan PSR. Kemudian sektor perikanan mereka butuh pakan ternak, nah kita siapkan inovasi pakan ternak murah dan berkualitas. Selain itu kita juga membentuk kelompok pemberdayaan di setiap dusun untuk menyiapkan alat pembuatan pakan ternak dari limbah sawit tersebut,"jelasnya.
Sebelumnya, inovasi pakan ternak yang dinamai Mososa yang sudah diterapkan sejak lama di bumi Serasan Sekate tersebut memberikan dampak yang positif bagi petani dan peternak di Muba. Tak tanggung-tanggung Teknologi Mososa ini membuat petani dan peternak di Muba bisa hemat hingga 60 persen dan meraup untung mencapai Rp6 juta perbulan.
"Bahannya mudah didapat, kami petani bisa hemat banyak untuk biaya pupuk," ungkap Hary Agus Wibowo selaku pemilik hak paten Teknologi Mososa.
Ia mengaku dirinya bersama petani dan peternak di Lais merasa sangat diringankan dengan inovasi telnologi Mososa. "Jadi kami tidak terlalu bergantung lagi dengan pupuk bersubsidi," bebernya.
Ia mengatakan, pemanfaatan teknologi Mososa untuk kebutuhan petani di Kabupaten Musi Banyuasin terus ditingkatkan.
Teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik ini sangat ekonomis karena menjadi murah 60 persen dibawah harga standar dan kualitas SNI.
Ia menjelaskan, semua bahan ini diperoleh dengan membeli di masyarakat. Diperkirakan per hektar masyarakat dapat untung minimal Rp4-6 juta per bulan. "Dengan demikian, semua harga ternak atau ikan akan turun tetapi peternak tidak dirugikan," urainya.
Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menilai bahwa Program Inovasi Pakan Ternak murah dan berkualitas diyakini bisa menjadi salah satu faktor terjadinya penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Kecamatan Lais.
"Menurut data dari Badan Pusat Statistik, bahwa angka kemiskinan masih cukup tinggi di Kabupaten Muba berada di Kecamatan Lais. Oleh karena itu hal terpenting tugas kita bagaimana melakukan percepatan pengurangan angka kemiskinan,"ujar Sekda saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kecamatan Lais tahun 2021 di Aula Kantor Kecamatan Lais, Senin (17/2/2020).
Menurut Apriyadi, di Muba mata pencarian warga Muba didominasi oleh petani dan peternak, oleh sebab itu apa yang sudah di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sangat efektif menekan angka kemiskinan di Muba.
Dikatakan Apriyadi, bahwa dengan dilaksanakan pemberdayaan masyarakat berupa inovasi pakan ternak murah dan berkualitas, sesuai dengan rata-rata mata pencarian masyarakat di Kecamatan Lais yaitu di sektor perikanan dan pertanian.
"Di kecamatan Lais ini ada kurang lebih Sembilan Desa yang dialiri Sungai Musi dan Sungai Batanghari Leko, maka potensi perikanan harus dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian bantuan di sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan juga akan menyasar pada masyarakat miskin yang ada disni,"ucap Apriyadi.
Apriyadi juga memaparkan kaitan dengan Musrenbang RKPD 2021, Pemkab Muba akan fokus pada program pemberdayaan dan pembangunan konektifitas guna percepatan pengurangan kemiskinan.
"Jadi tidak usah terlalu banyak usulan dan program kecil-kecil yang nantinya tidak terpenuhi oleh kabupaten. Dengan dana desa silahkan untuk memenuhi fasilitas dan kebutuhan di desa. Nah untuk APBD kita akan fokus bangun jalan konektifitas, misal sepetti di Lais sepanjang jalan Simpang Gardu dan Jalan simpang Petaling. Karena kalau jalan konektifitas bagus, transportasi lancar, maka bisa meningkatkan perekonomian,"paparnya.
Sementara itu Camat Lais, Deni Sukmana mengungkapkan bahwa upaya pemerintah kecamatan Lais dalam Musrenbang RKPD ini fokus pada pengurangan angka kemiskinan. Hal pertama yang dilakukan ialah mendata masyarakat yang tergolong miskin di Kecamatan Lais. Kemudian mencarikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dilihat disini pada sektor pertanian, perikanan dan juga perkebunan.
"Misalkan seperti sektor perkebunan sawit rakyat membutuhkan program replanting/ peremajaan sawit rakyat maka kita masukan PSR. Kemudian sektor perikanan mereka butuh pakan ternak, nah kita siapkan inovasi pakan ternak murah dan berkualitas. Selain itu kita juga membentuk kelompok pemberdayaan di setiap dusun untuk menyiapkan alat pembuatan pakan ternak dari limbah sawit tersebut,"jelasnya.
Sebelumnya, inovasi pakan ternak yang dinamai Mososa yang sudah diterapkan sejak lama di bumi Serasan Sekate tersebut memberikan dampak yang positif bagi petani dan peternak di Muba. Tak tanggung-tanggung Teknologi Mososa ini membuat petani dan peternak di Muba bisa hemat hingga 60 persen dan meraup untung mencapai Rp6 juta perbulan.
"Bahannya mudah didapat, kami petani bisa hemat banyak untuk biaya pupuk," ungkap Hary Agus Wibowo selaku pemilik hak paten Teknologi Mososa.
Ia mengaku dirinya bersama petani dan peternak di Lais merasa sangat diringankan dengan inovasi telnologi Mososa. "Jadi kami tidak terlalu bergantung lagi dengan pupuk bersubsidi," bebernya.
Ia mengatakan, pemanfaatan teknologi Mososa untuk kebutuhan petani di Kabupaten Musi Banyuasin terus ditingkatkan.
Teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik ini sangat ekonomis karena menjadi murah 60 persen dibawah harga standar dan kualitas SNI.
Ia menjelaskan, semua bahan ini diperoleh dengan membeli di masyarakat. Diperkirakan per hektar masyarakat dapat untung minimal Rp4-6 juta per bulan. "Dengan demikian, semua harga ternak atau ikan akan turun tetapi peternak tidak dirugikan," urainya.
Laporan:Hsm/ri
Redaksi.www.dutasumsel.com



















