NEWS

Slider

Tak Layak Pakai, Mobil Angkutan Pelajar Alami Kecelakaan

LAHAT.DS, - Naas dialami para pelajar SMPN 1 Kikim Timur Saat hendak pergi kesekolah. Mobil dam truk Sekolah Ksusus yang memang di siapkan oleh PT. Prima Cipta Mandiri adalah untuk antar jemput para anak sekolah yang orang tuanya Khusus bekerja di PT Tersebut.
Menurut keterangan dari Paman Korban yang keponakannya turut dalam kecelakaan Mobil dum Truk Tersebut bahwa memang Mobil yang di sopiri oleh Sinar Warga Patikal Lama sudah tidak layak lagi untuk di operasikan, sehingga pada saat hendak menanjak di tanjakan tebing maut antara desa Bungamas dengan SP 1 Palembaja Dam truk pengangkut anak sekolah tersebut tidak dapat menanjak dan mengakibatkan mobil mundur dan mengalami kecelakaan.

" Dum Truk tersebut memang sudah buruk dan tidak layak pakai, sehingga pada saat menanjak di tebing maut truk tidak dapat menanjak sehingga terpundur dan terguling " Ujar BL paman dari ED memberikan keterangan.

Sementara itu Elitati ( 42 ) salah satu korban kecelakaan saat di wawancarai media ini pada Rabu ( 12/2/20 ) menceritakan Kronologi Kejadian, Menurutnya penumpang yang berada di dalam Mobil pengangkut para pelajar tersebut berjumlah sekitar 40 orang termasuk sopir yang notaben para penumpang adalah para anak - anak sekolah.

" Mobil tu memang khusus ngakut budak sekolah, nah mobil tu jenis dum truk tapi sudah di modif seperti mobil Angkutan Desa, nah pas menanjak di tebing maut, mobil tepundur dan teguling 2 kali sehingga para penumpang berteriak ketakutan " Ujarnya

Pantauan awak media, para korban kecelakaan sudah di bawa kerumah sakit Umum Daerah Lahat untuk diberikan pertolongan di UGD. tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan ini, Namun banyak para korban harus mengalamai patah tulang, terkilir, patah tangan dan kepala memar - memar.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Lahat saat di wawancarai membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Laporan : HNI
Redaksi.www.dutasumsel.com

WAHYUDI MARUWAN WAKIL KETUA 1 PIMPIN RAPAT PARIPURNA .

INDRALAYA.DS,-- DPRD Ogan Ilir gelar  Rapat Paripurna ke tiga,Tahun sidang 2020 tentang pembahasan Rancangan Peraturan Derah yang diusulkan oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah  (Bapemperda),DPRD Kabupaten Ogan Ilir.
Rapat Paripurna  dipimpin oleh Wakil Ketua I Wahyudi Maruwan, dihadiri Bupati Ogan Ilir yang diwakili Kabag Hukum Setda Ogan Ilir, unsur Forkopimda serta anggota DPRD,  bertempat digedung Paripurna DPRD. komplek perkantoran terpadu Tanjung Senai Indralaya Selasa, 12/2/2020.
Rancangan Peraturan Daerah yang diusulkan oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Ogan Ilir, dibacakan oleh Rahmadi Jakfar sebagai ketua Bapemperda DPRD Ogan Ilir.

31 Raperda disetujui DPRD Ogan Ilir Melalui paripurna yang dibacakan oleh Sekretaris DPRD Ogan Ilir Mukhsina Meliputi,  20 Raperda usulan pemerintah Kabupaten Ogan Ilir  dan 11 Raperda dari Insiatif  DPRD Ogan Ilir.

Laporan : Rosita
Redaksi.www.dutasumsel.com

DP3A kabupaten Ogan Kemering Ulu Timur ( OKUT ) Kunjungi DP3A Kabupaten Muba

MUBA.DS,-- Kepala dinas DP3A  OKUT  Hanafi ,SE,MM dan rombongan kunjungi  Kadis DP3A kabupaten Muba H. Dewi Kartika, SE,MSi diruangan kerja  (11/02/20) 

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak ( DP3A ) kabupaten Muba dengan Pridikat mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak  tiga tahun berturut-turur yaitu tahun 2017,2018 dan 2019 dan mendapatkan Penghargaan  Anugrah Parahiteakapraya tahun 2018, Tetang Kesetaraan Gender menjadi tujuan dinas DP3A kabupaten Oku Timur (Okut ) untuk melakukan stady banding  untuk menimbah pengetahuan dan pengalaman di bidang Pemerdayaan  Perlindungan Perempuan dan Anak .

Sementara itu Plt kepala dinas DP3A kabupaten Oku Timur Hanafi , SE, MM saat di wawancarai oleh awak media mengatakan, kedatangan kami kesini dalam rangka kordinasi , konsultasi dengan DP3A kabupaten Muba .

Kami ingin banyak belajar di sini karna secara prestasi Muba memang sudah menunjukan prestasi sudah mencapai Gred yang bagus, sedangkan kita OKUT baru maju kesana.
sudah itu kita ingin seperti Muba ini," sebutnya.

Sudah itu untuk kegiatan afdeling ingin seperti Muba ini, punya penghargaan- penghargaan yang memang seharusnya sudah kita dapatkan , untuk sementara Oku Timur baru berupaya untuk  mau mendapatkan nya.

kedatangan kami disini kita mendapatkan keramahan , kita di sambut dengan baik. kita mendapatkan wacana , kita mendapatkan ilmu pengetahuan dan yang pasti kita mendapatkan ling yang bagus untuk Provinsi, Kementrian dan lain sebagainya."ini hal yang sangat paling berharga kami dapatkan".

yang paling penting lagi adalah Tip-tip dari Mubaini dalam mencapai yang kami harapkan, "Muba sangat The Best," cetusnya.

Kepala dinas DP3A  kabupaten Muba  mengatakan , sebagai kabupaten pelopor layak anak maupun kesetaraan gender di sumsel menjadi kewajiban kita sesuai arahan dari kementrian kita harus membagi sesama kawan kawan dikota lainnya kemaren sudah 4 kabupaten kota yang sudah kita bimbing muratara , lubuk linggau, pali dan musi rawas sudah masuk kla tingkat pratama sama sudah melakukan kunjungan kerja.

Pemenuhan karakter sama dari kementrian itu sama cuma kiat kiat bagaimana  kita bisa menjadi sekretariat dari upaya pemenuhan perlindungan khusus anak karna yang namanya perlindungan anak itu upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus jadi sebenarnya kabupaten layak anak (KLA) ini merupakan sistem artinya bukan hanya kami dibidang perlakuan anak pelaksananya adalah semua perangkat daerah yang terkait,kalau civil dan kebebasan tentunya yang terkait adalah capil dan lain lain,"jelas Dewi Kartika.

Laporan : Hasim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Cik Ujang Bupati Lahat Raih, Penghargaan Menpan RB Predikat B

LAHAT.DS,  - Hasil kerja keras Pemkab Lahat dibawah kepemimpinan Cik Ujang,SH dan H Haryanto,Mba dalam melakukan reformasi birokrasi penyelenggaraan pemerintahan diBumi Seganti Setungguan mendapat penilaian 66,55 (B) dari pemerintah RI. Pencapain tersebut menjadikan bupati Lahat sebagai salah satu kepala daerah yang mendapat penghargaan langsung dari kementrian RB (Kemenpan RB) Tjahyo Kumolo di hotel Radissongolf &Convension centre Batam.

Kepala Diskominfo kabupaten Lahat Rudi Darma,MM melalui Kasub pelayanan publikasi informasi Agus,SE mengatakan, penghargaan yang diraih akan menjadi tolak ukur kedepan bagi Pemkab Lahat intuk terus berbenah dan melakukan reformasi birokrasi yang lebih baik lagi kedepan. Karenanya, pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat akan menjadi salah satu hal utama dalam roda pemerintahan CAHAYA (Cik Ujang-Haryanto).

Untuk penghargaan diberikan langsung oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo dibatam kemarin malam. Mudah-mudahan prestasi yang diraih akan berdanpak bagi daerah agar lebih maju," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk saat ini tidak hanya perbaikan sistem birokrasi yang menjadi program Pemkab Lahat, melainkan pelayanan kepada masyarakat juga semakin ditingkat kan salah satunya yakni program berobat gratis dimana warga Lahat yang tidak mampu bisa berobat secara gratis hanya dengan menggunakan KK atau E-KTP.

Jadi meski tidak memiliki kartu BPJS kesehatan, masyarakat tidak perlu kwatir untuk berobat keRSUD Lahat karena semuanya sudah ditanggung Pemkab melalui program yang ada," imbuhnya.

Selain itu, pelayanan cepat tanggap teehadap keluhan masyarakat khususnya bagi daerah yang terkena musibah seperti banjir dan longsor juga dilakukan Pemkab Lahat, sehingga para korban dapat terbantu kan dengan cepat melalui petugas dilapangan, bahkan ketersediaan tempat tinggal dan pangan para korban bencana juga siap selama 1x24 jam.

Pemkab Lahat akan terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, sehingga apa yang menjadi permasalahan kedepan dapat segera ditangani sedini mungkin," jelasnya.

        Sementara itu, Hamdani (50) salah satu tokoh masyarakat kabupaten Lahat mengungkapkan, sangat apresiasi dan bangga atas kinerja yang diberikan bupati Lahat Cik Ujang,SH dan Wabup H Haryanto,Mba dalam melayani masyarakat. Kedepan, mewakili warga lainnya sangat optimis jika pembangunan yang saat inj gencar dilakukan bisa memberikan efek positif bagi daerah khususnya masyarakat yang ada diBumi Seganti setungguan.

Daerah maju rakyat sejahtera,semoga kedepan Lahat semakin ber CAHAYA dibawa kepemimpinan Cik Ujang dan wabup H Haryanto," pungkasnya.

Laporan: HNI
Redaksi.www.dutasumsel.com

Cegah Novel Coronavirus, Kodim 0402/OKI gelar Sosialisasi

KAYUAGUNG.DS,-- Untuk mengantisipasi penyebab dan terpaparnya Novel Coronavirus yang akhir akhir ini menjadi penyebab kematian yang mengkhawatirkan khalayak ramai seluruh belahan bumi ini, Denkes 02.04.04 Palembang menyelenggarakan sosialisasi mengenai virus corona atau yang dikenal dengan 2019 N COV di Makodim 0402/OKI
Dandenkes Palembang Letkol Ckm DR dr Machnizar SP.Kj melalui Kapten Ckm dr Wulan menyampaikan panjang lebar mengenai virus Corona, baik berupa cara penularannya ataupun perkembangannya.
Sosialisasi ini di hadiri Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos, Kasdim 0402/OKI, Pabung 0402/OKI, Para Danramil, Danunit Intel, Perwira Staf, prajurit dan Pns beserta Persit jajaran kodim 0402/OKI, bertempat di Kantin Kartika Makodim 0402/OKI Jln. Letnan Darna Jambi Kayuagung Sumsel ( Senin 11/2/2020).

Gejala yang disebabkan oleh virus ini menyebabkan penderita mengalami demam tinggi, batuk dan gangguan pernafasan. Virus corona ini sudah ada sejak lama, bahkan yg sudah dikenal menyebabkan penyakit selama ini yaitu SARS dan MERS. Namun virus corona mengalami mutasi dan menjadi jenis virus baru yg saat ini dikenal  sebagai 2019-ncov, satu keluarga dengan virus corona lain yg juga menyerang saluran pernafasan. Virus corona ini banyak terdapat dari hewan liar jenis ular dan kelelawar, yang mana dagingnya dikonsumsi manusia yang tidak dikelola dengan secara benar/matang.

“Penularan virus corona juga bisa melalui udara dan sentuhan langsung dengan penderita yang sudah terjangkit virus corona. Cara menghindarinya yakni dengan mencuci tangan terutama saat makan, menjaga kebersihan, berolahraga, menggunakan masker, dan banyak mengkonsumsi buah serta sayuran.”

Virus ini menyebar seperti virus influenza pada umumnya, corona virus menyebar melalui batuk dan bersin mereka yang terinfeksi, penyebaran juga bisa terjadi lewat sentuhan tangan, atau bagian lain yang umum disentuh oleh penderita, Virus corona mempunyai gejala mirip dengan flu biasa Gejala lainnya pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam.

Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius. Mulai dari pneumonia sampai bronchitis.

Kiat pencegahan penyakit kronis diantaranya, Menerapkan pola hidup yang sehat dengan memakan makanan yang sehat, berolahraga secara rutin agar daya tahan/imunitas tubuh kita tetap prima, ujar dr Wulan.
Sumber Kodim 0402 OKI/OI

Semangat Try Out Akbar Sekda Muba Apriyadi Ungkap Pentingnya Pendidikan

MUBA,DS.-- Ratusan siswa- siswi di wilayah kabupaten Musi Banyuasin, antusias mengikuti pembukaan try out akbar ujian nasional berbasis komputer bimbel BTA 70 Jakarta Cabang Sekayu Tingkat SMP / MTS Se-Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Ajaran 2019-2020.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Musi Banyuasin Dr. H. Dodi Reza Alex diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs. H. Apriyadi. Turut hadir Asisten III H. Ibnu Sa'ad, Kepala Diknas Muba Musni Wijaya,  Ketua pengurus Bimbel belajar Sekayu, dan perwakilan OPD Muba, Selasa (11/02/2020) di Opproom Pemkab Muba.

Dalam sambutannya, Sekda Muba Drs Apriyadi mengatakan pendidikan merupakan modal utama dalam mewujudkan cita- cita. selain bisa memperluas wawasan, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan juga memberikan peluang kerja lebih besar. 

Untuk itu, lanjutnya, pendidikan sangat penting bagi para siswa- siswi meraih pendidikan setinggi mungkin, setidaknya hingga ke bangku kuliah.

Dirinya berpesan, agar para siswa-siswi fokus dan serius untuk mengikuti try out akbar ujian nasional berbasis komputer bimbel BTA 70 tersebut, hingga apa yang didapatkan hari ini dapat membantu anak-anakku sekalian dalam menjalankan UAS.

"Saya mengapresiasi kegiatan try out akbar ini. Dan saya berharap agar kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa- siswi dalam menentukan sekolah tinggi menengah Atas yang menjadi pilihannya nanti. 

Pemahaman tersebut akan membantu para siswa-siswi dalam menentukan peluang berdasarkan daya tampung dan passing grade Sekolah menengah Atas yang diminati,"ungkapnya, Selasa (11/2/2020).

Try out akbar yang dilaksanakan di Opproom Pemkab Muba ini, diikuti oleh 757 orang siswa yang terdiri dari SMP Negeri 6 Sekayu sebanyak 121 siswa, SMP Negeri 1 Sekayu 263 siswa, SMP Negeri 2 Sekayu 199 siswa, SMP Negeri 5 Sekayu 94 siswa, dan MTs Negeri 1 Sekayu sebanyak 80 orang siswa.*ril*

Pencarian Hari Ke Empat, Bocah Hanyut di Sungai Lematang Berhasil ditemukan

LAHAT.DS, - Setelah memasuki hari ke 4 pencarian Bocah Hanyut di sungai lematang pada tanggal 8 Februari 2020  atas nama Iqbal ( 11 ) warga Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Jam 9 didesa arahan, tim gabungan pencarian jenazah Iqbal berhasil ditemukan pada hari ini sekira pukul 09.00 WIB didesa Arahan Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat.
Jumhairah yang merupakan Ibu dari Iqbal tampak lemas dan menangis ketika Jenazah anaknya tiba di rumah duka depan taman Kota Lahat. Dikatakan olehnya bahwa ia telah mengiklaskan kepergian Iqbal dalam menghadap sang pencipta.

Ia juga mengatakan ucapan terima kasih banyak atas pertolongan dari semua pihak yang telah berjibaku dalam pencarian anaknya yang hanyut pada hari Sabtu Kemarin.

Sementara itu, tampak dirumah duka Kepala BPBD Lahat, Basarnas, ACT dan tim pencarian lainnya. *HNI

Apes, Warga Kertapati ini tertangkap saat membuang pirek kaca yang berisi diduga sabu

INDRALAYA,DS - Bondan Prakoso (24) warga keramasan Kecamatan Kertapati Kotamadya Palembang berhasil diamankan petugas , pelaku diamankan setelah didapati tertangkap tangan aparat kepolisian Resort (Polres) Ogan Ilir Saat hendak membuang sebuah pirek kaca yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dari dalam mobil.

AKP Zainalsyah Kepala Bagian Hubungan Masyarakat  (Kabag Humas)
Polres Ogan Ilir mengatakan, Pelaku berhasil diamankan petugas di atas Jembatan Pinggir jalan Desa Ibul Besar II Kecamatan Pemulutan,dengan Barang Bukti (BB) 1 buah Pirek Kaca berisi Narkotika Jenis Sabu dengan berat O,04 gram."ya,pihak keamanan berhasil mengamankan pelaku diatas jembatan pinggir jalan Desa Ibul Besar II Pemulutan,pelaku diamankan saat membuang pirek kaca yang berisikan narkotika jenis Sabu dipinggir jalan yang mana sebelumnya berada ditangan kiri pelaku,"katanya.


lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa  1 (satu) buah Pirek Kaca yang berisikan Narkotika jenis Sabu dengan berat Bruto  0,04 gram,"Petugas juga berhasil mengamankan dan menyita 1 buah pirek kaca yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 0,04 gram,"ungkapnya.

"Untuk lebih lanjut pelaku akan diproses sesuai hukum dan akan dilakukan pengembangan lebih lanjut."singkatnya.(tim).

LITERASI DIGITAL TANGKAL HOAKS

Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.
(Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

INDRALAYA.DS,-- Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2020 kepada seluruh insan pers di Indonesia. Kita termasuk bangsa yang besar di dunia. Salah satu ciri dari bangsa yang besar adalah masyarakatnya yang literat dengan peradaban tinggi.

Rendahnya literasi bukan hanya masalah bangsa Indonesia bebas dari buta aksara saja, tetapi yang lebih penting bagaimana caranya bangsa Indonesia memiliki kecakapan hidup untuk bersaing dan bersanding dengan bangsa lain di dunia. Artinya bangsa dengan budaya literasi yang tinggi akan menunjukkan kemampuan dalam berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global di era revolusi industri 4.0 ini. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat dalam kecakapan hidup abad ke-21. Budaya literasi dilaksanakan melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan pendidikan di masyarakat. Pertemuan World Economic Forum tahun 2015, disepakati ada enam penguasaan literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Keenam literasi dasar tersebut sangatlah penting bagi semua, terutama peserta didik, pendidik, juga orang tua dan masyarakat.

Semakin berkembangnya teknologi informasi komunikasi saat ini, terutama penggunaan internet oleh generasi milenial menjadi penanda era digitalisasi yang perlu diwaspadai bersama. Tentu membawa konsekuensi dasar bahwa pentingnya penguasaan literasi digital bagi generasi milenial. Hal tersebut dikarenakan Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Tingginya penetrasi internet yang dilakukan generasi milenial tentu meresahkan banyak pihak.

 Sebagaimana dilansir dari Harian Republika (2017) bahwa fakta menunjukkan bahwa data akses anak Indonesia terhadap konten berbau pornografi per hari rata-rata mencapai 25 ribu orang. Belum lagi perilaku berinternet yang tidak sehat, ditunjukkan dengan menyebarnya berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi di media sosial. Menjadi tantangan bagi pendidik, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan semua pihak yang mempunyai tanggung jawab dan peran serta dalam mempersiapkan generasi milenial yang selektif dan memiliki kompetensi digital yang mumpuni.
Generasi milenial yang memiliki keahlian untuk mengakses media digital saat ini belum mengimbangi kemampuannya dalam menggunakan media digital untuk kepentingan memperoleh informasi terkait pengembangan dirinya. Hal ini juga tidak didukung dengan bertambahnya materi dan informasi yang disajikan di media digital yang sangat beragam jenis, relevansi, dan validasinya (Hagel, 2012). Di Indonesia saat ini, perkembangan jumlah media tercatat meningkat pesat, yakni mencapai sekitar 43.400, sedangkan yang terdaftar di Dewan Pers hanya sekitar 243 media saja. Dengan demikian, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai media yang ada, terlepas dari resmi atau tidaknya berita tersebut (Kumparan, 2017). Hal ini terindikasi dari semakin merosotnya budaya baca masyarakat yang memang masih dalam tingkat yang rendah.

Kehadiran berbagai gawai atau gadget yang bisa terhubung dengan jaringan internet mengalihkan perhatian orang dari buku ke gawai yang mereka miliki. Di sisi lain, perkembangan media digital memberikan peluang, seperti meningkatnya peluang bisnis, lahirnya lapangan kerja berbasis media digital, pengembangan kemampuan literasi daring tanpa menegasikan teks berbasis cetak lagi. Namun, perkembangan pesat dunia digital yang dapat dimanfaatkan adalah munculnya ekonomi kreatif dan usaha-usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Selain itu, jenis lapangan pekerjaan yang memanfaatkan dunia digital bertambah banyak, seperti ojek/taksi daring dan media sosial analisis.

Menurut Paul Gilster (1997) literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Literasi digital berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade 1980-an, ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak saja di lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru menyebar luas pada dekade 1990-an manakala informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring. Jadi, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis dalam mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi. Sederhananya, media digital terdiri dari berbagai informasi sekaligus suara, tulisan dan gambar.

Sementara Belshaw (2011) mengatakan ada delapan elemen untuk mengembangkan literasi digital, yaitu (a) Elemen Kultural sebagai pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital; (b) Elemen Kognitif adalah daya pikir dalam menilai konten; (c) Elemen Konstruktif sebagai reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual; (d) Elemen Komunikatif dalam memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital; (e) Elemen Kepercayaan diri yang bertanggung jawab; (f) Elemen Kreatif dalam melakukan hal baru dengan cara baru; (g) Elemen Kritis dalam menyikapi konten; (h) Elemen Bertanggung Jawab secara sosial. Jadi, kultural menjadi elemen terpenting karena memahami konteks pengguna akan membantu aspek kognitif dalam menilai konten disajikan. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi, dan jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum membina komunikasi dan interaksi di kehidupan sehari-hari.
Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Teknologi digital memungkinkan orang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dunia maya saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik-praktik penipuan. Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu itu sendiri.

Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Jika generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis, kreatif, tidak mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif dari warga masyarakat secara bersama-sama. Keberhasilan membangun literasi digital sebagai indikator pencapaian di bidang pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud, 2017)..

Bagaimana dengan tingkat literasi di Indonesia saat ini. Dari data Unesco (2012) minat baca masyarakat Indonesia baru mencapai 0,001%. Diantara 250 juta lebih penduduk Indonesia hanya 250.000 orang yang punya minat baca, sedangkan jumlah halaman yang dibaca baru mencapai 27 halaman buku dalam satu tahun. Dalam World’s Most Literate Nations Ranked diketahui Indonesia menduduki rangking ke-60 dunia. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata banyak orang Indonesia yang berkerumun mengkases internet bahkan terpapar oleh beragam informasi tanpa batas, namun tidak didahului dengan literasi digital yang memadai dengan terlebih dahulu mengetahui sumber aslinya.

Belajar Menjadi Pengecek Fakta
Beragam cara untuk menangkal mis- informasi atau dis-informasi di era digitalisasi sekarang ini. Mulai dari kabar palsu, berita bohong, gambar lucu-lucuan, bahkan video yang menghebohkan. Salah satu cara dalam menangkal penyebaran hoaks tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan Lokakarya Pendidikan Hoax Busting and Digital Hygiene yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir bekerja sama dengan Anpasa Entertainment Palembang. Hal ini dilatar belakangi oleh banyaknya informasi digital yang meresahkan masyarakat beredar di media sosial. Penyebaran informasi palsu berbentuk teks, gambar, foto, dan video semuanya memiliki tujuan tertentu yang cepat menyebar. Ironinya sebagian masyarakat di Indonesia bahkan media, tokoh, dan pejabat yang mempercayainya. Pertanyaannya, apakah penyebaran hoaks karena selama ini kita kurang pemahaman hoax busting? Bagaimanakah cara digital hygience juga menangkal penyebaran hoaks agar tidak membudaya di masyarakat? Mari belajar menjadi pengecek kebenaran. Banyak ragam mis-informasi dan dis-informasi yang tidak kita sadari ada di sekeliling kita. Oleh karenanya kita harus dapat membedakan mana mis-informasi dan dis-informasi. Mis-informasi adalah informasi yang salah, namun orang membagikannya percaya itu benar, seperti gambar pembantaian Muslim Rohingnya di Myanmar yang dibagikan oleh seseorang tidaklah benar. Sedangkan, dis-informasi merupakan informasi yang salah dan orang yang membagikannya tahu itu salah, hal ini memang disengaja, seperti gambar demonstrasi mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi yang minta untuk diviralkan, kenyataannya berita disertai gambar tersebut salah. Pada akhirnya penyebar hoaks tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian karena sudah meresahkan masyarakat.

Ada bermacam mis-informasi dan dis-informasi dalam penyebaran berita bohong selama ini, yaitu satire atau parodi, konten menyesatkan, konten aspal, konten pabrikasi, tidak nyambung, konteksnya salah, konten manipulatif (Romi dan Ibrahim, 2020). Satire adalah parodi yang berbentuk lucu-lucuan, tidak ada niat untuk menyakiti, tetapi berpotensi membodohi, seperti gambar orang kecapean kerja. Misleading atau konten menyesatkan adalah konten yang sengaja dibuat menyesatkan untuk membingkai sebuah isu atau menyerang individu, kebanyakan beritanya dipelintir, seperti berita yang dihubung-hubungkan. Konten Aspal adalah konten yang sumbernya seolah-olah asli padahal palsu, misalnya surat aspal Gubernur DKI Jakarta yang tidak memberi izin penggunaan Lapangan Monas. Kemudian, Konten Pabrikasi sebagai konten yang sengaja dibuat untuk menyesatkan, sama sekali tidak ada faktanya, dan bisa dikatakan 100% tidak benar, misalnya ucapan Dokter Amerika mengenai vaksin mencengangkan. Berita Tidak Nyambung berupa judul berita, foto, dan caption tidak nyambung sama isi beritanya, contohnya sidang cerai kedua Veronica dengan Ahok. Berikutnya, Konteks Salah adalah konteks yang aslinya dihilangkan lalu disebarkan, akibatnya orang menangkap informasinya di luar konteks yang sebenarnya, misalnya berita tentang Gubernur DKI yang baru dilarang rombak pejabat. Lalu, Konten Manipulatif artinya informasinya asli atau kontennya dimanipulasi, seperti orang memakai kostum Hallowen dianggap menghina Al-qu’ran. Tentu ada alasan dibalik mis-informasi dan dis-informasi yang dilakukan oknum tersebut.

Beberapa alasan terjadinya mis-informasi dan dis-informasi, diantaranya Jurnalisme yang Lemah, Buat Lucu-lucuan, Sengaja membuat Provokasi, Partisipanship, Cari Duit dengan clik by iklan, Gerakan Politik, dan Propaganda. Oleh karenanya, kita jangan langsung percaya dan membagikan berita, informasi, gambar, dan video yang diterima belum pasti kebenarannya. Kita harus selalu skeptik, cek, dan ricek tentang kebenaran dari berita atau informasi tersebut. Dalam rangka menangkal penyebaran hoaks tersebut, setidaknya ada tujuh tips dalam menangkal atau melawan mis-infromasi dan dis-informasi, yaitu (1) Alamat Situs adalah cek alamat situsnya, jika ragu lakukan riset dengan dominan bigdata.com. Selain itu huga situs abal-abal yang Cuma beralamat di blogspot. (2) Detail Visual dengan memperhatikan detail visualnya, seperti gambar logonya yang jelek. Ada situs abal-abal yang meniru mirip-mirip situs media mainstream. (3) Website Iklan maksudnya kita berhati-hati dengan website yang banyak iklannya. Media abal-abal sekadar mencari click untuk mendapatkan iklan. (4) Pakem Media adalah dengan cara membandingkan sejumlah ciri yang menjadi pakem khas jurnalistik di media maintream, misalnya nama penulisnya jelas sumbernya kredibel. (5) About Us merupakan cara mengetahui berita tentang apanya dengan mengecek alamat yang jelas dan siapa saja orang-orangnya. (6) Sensasional adalah judul atau topik yang terlalu berlebihan. Oleh karenanya harus membaca beritanya sampai tuntas. Jangan kita hanya baca judul terus langsung komentar. (7) Cek Situs Mainstream apakah informasi yang sama ada di sana dan baca situs mainstream melaporkannya. Dengan cara tersebut, bisakah kita menelusuri dan membuktikan sendiri informasi yang kita baca dan terima itu mis atau dis?

Dalam menangkal atau melawan berita bohong ini banyak cara dan paling tidak ada alat atau tools yang dapat digunakan untuk mengecek kebenaran faktanya. Namun, tidak ada satu tools yang ajaib atau paling canggih, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa tools yang biasa digunakan untuk menangkal hoaks, seperti Hoax Buster Tools, Google Reverse Image Search, Google Map atau Google Street View. Perhatikan detail adakah tanda-tanda khusus yang diidentifikasi dan ditelusuri, misalnya nama gedung atau toko, nama jalan, plat kendaraan. Jika menggunakan Google Reserve Image Search, langkah-langkahnya, yaitu pertama simpan foto atau gambar di komputer, lalu buka image.google.com, klik paste image URL, terakhir upload an image untuk mengetahui keaslian gambar atau foto yang disebarkan dalam posting-an tersebut. Selain itu, ada digital hygiene yang dapat dilakukan untuk mengamankan akun pribadi maupun profesi kita. Ada tujuh tips dalam digital hygiene yang perlu kita lakukan, diantaranya update sofware, strong password, aplikasi, links, anti virus, otentifikasi, dan lakukan back up your data.
Lidig Tangkal Hoax untuk Hindari Pidana
Perlu kita pahami bersama bahwa dengan berasaskan hukum, manfaat, kehati-hatian, itikad baik, dan kebebasan memilik teknologi yang netral, bahkan ancaman hukuman yang menanti siapa saja yang menyebarkan hoaks telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah kedalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam UU Nomor 1 Tahun 1946 pada pasal 14 ayat (1) dan (2), lalu pasal 15. Sementara UU Nomor 19 Tahun 2016 pada Pasal 27 ayat (1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan; ayat (2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian; ayat (3) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; dan pada ayat (4) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Pasal 28 ayat (1) Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik; dan ayat (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan. Pada pasal 29 berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi”.

Sementara itu, pada pasal 45A ayat (1) berbunyi Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah); ayat (2) berbunyi Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Oleh karenanya kita dituntut bijak dan berhati-hati ketika menggunakan TIK terlebih dalam mengakses internet dan menyebarluaskan kabar, berita, informasi, gambar, foto, dan video yang belum tentu kebenaran dan keaslian sumbernya kepada siapapun. Bersama kita melek teknologi dan literasi digital. Berani Lawan Hoax!

Dodi-Beni Komitmen Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar di Sumsel

MUBA, DS. -- Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati mendatangani komitmen bersama untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar, pada acara Lokakarya Penanganan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar di Provinsi Sumatera Selatan, Senin (10/02/2020) bertempat di Hotel The Alts Palembang.

Dikatakan Beni, bahwa dirinya bersama Bupati Muba ikut berkomitmen dalam Mencegah konflik Manusia dan Satwa Liar di Sumatera Selatan, tentunya Karena mengingat Kabupaten Muba sebagai suatu landscape yang memiliki luasan kawasan hutan dan Suaka Margasatwa dengan keanekaragaman flora dan faunanya.

"Belajar dari konflik harimau sumatera yang beberapa bulan ini terjadi di beberapa wilayah Sumsel, tentunya perlu didorong upaya mitigasi konflik manusia dan satwa dilakukan oleh berbagai pihak,"ujarnya.

Wakil Bupati Muba ini juga menegasakan, bahwa salah satu Isu pentingnya adalah bahwa konflik manusia dan satwa liar terjadi akibat adanya interaksi yang berdampak negatif, baik langsung maupun tidak langsung, antara manusia dan satwa liar. Pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan semua pihak yang berkonflik. 

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Ahmad Najib mengatakan, sejak awal pihaknya berkomitmen untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar. 

Apalagi selama tiga bulan terakhir, jumlah konfliknya di Sumsel meningkat drastis di beberapa kabupaten/kota di Sumsel.

"Sejak November hingga Desember 2019, sedikitnya ada tujuh kasus konflik manusia dengan harimau sumatra yang terjadi di Lahat, Pagaralam, dan Muara Enim. Dari kasus ini ada 5 korban jiwa dan 2 orang korban luka-luka. Masyarakat menjadi resah dan aktivitas keseharian masyarakat maupun aktivitas ekonomi daerah menjadi terganggu," ujar Najib.

Untuk menangani situasi tersebut, Pemprov Sumsel telah membentuk tim satgas gabungan yang terdiri dari Dinas Kehutanan Sumsel, BKSDA Sumsel, TNI dan Polri, masyarakat setempat dan dukungan organisasi non pemerintah.

Berdasarkan data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, hingga saat ini populasi harimau di Sumsel sebanyak 17 ekor yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.

Belasan ekor Harimau Sumatera tersebut tersebar di Pagaralam, Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU, Musi Rawas Utara, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Namun BKSDA mencatat populasi terbanyak ada di lansekap Rejang Lebong yakni di Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan OKU Selatan.

Laporan: Hsm/ril
Redaksi.www.dutasumsel.com