NEWS

Slider

Tantan, Penderita Lumpuh Dan Infeksi Akhirnya Mendapatkan Perawatan di RSUD Sekayu

MUBA.DS, - Seorang remaja bernama Tantan yang mengalami kelumpuhan dan infeksi akhirnya mendapat penanganan lebih serius. Ini setelah remaja berusia 21 tahun tersebut dibawa ke RSUD Sekayu guna menjalani perawatan medis.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, remaja yang tinggal di Desa Pengaturan, Kecamatan Batanghari Leko itu sempat dikunjungi oleh anggota DPRD Muba Karan Karnedi SH, Ketua Karang Taruna Kab. Muba Candra Wijaya SH, Puskesmas Batanghari Leko, dan utusan PMI Kab. Muba, Minggu (5/01/2020). Saat itu, Karan Karnedi sempat berdialog dengan orang tua Tantan. Keesokan harinya, Senin (6/01/2020), Tantan kemudian dibawa ke RSUD Sekayu menggunakan ambulance Puskesmas Batanghari Leko.

Candra Wijaya SH Ketua Karang Taruna Kab. Muba sekaligus pengurus PMI Kab. Muba mengatakan, "Kita berharap jangan ada lagi masyarakat Muba yang mengalami sakit parah hanya dirawat di rumah, tanpa ada penanganan atau pengobatan medis secara intensif dengan alasan tidak ada biaya. Keadilan sosial tidak terkendala oleh faktor materi, tugas negara harus menghadirkan semua itu dan pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Muba harus lebih meningkatan responsifnya dalam hal menangani persoalan itu"

Setelah sampai di RSUD, Tantan masuk ke ruang IGD, hingga berita ini diturunkan Tantan masih berada di ruang IGD dikarenakan kondisi kamar di RSUD Sekayu semuanya sedang penuh. Biaya pengobatan Tantan ditanggung oleh BPJS.

Sementara itu, orang tua Tantan Sudirman dan Erma merasa terharu dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang peduli dan telah menolong anaknya.

"Kami tidak bisa membalas apa-apa, kami sangat terharu dan berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah membantu kami"

Beberapa hari lalu, Tantan ini viral di media sosial. Dari informasi media sosial inilah kemudian ada sejumlah pihak yang menyalurkan bantuan ke rumah Tantan. Selain uang, bantuan yang datang juga berbentuk barang dan bahan makanan.

Laporan:Hsm/rill
Redaksi wwwdutasumsel.com

Bupati Ogan Ilir Akan Launching Transformasi Pertanian Di Hari Ultah OI Ke 16

INDRALAYA.DS, -- Transformasi Pertanian adalah, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan jiwa Petani yang bermental entrepreneur, hal ini disampaikan oleh Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam saat memimpin apel, Senin pagi (06/01/20) di Lapangan Upacara Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab OI Tanjung Senai Indralaya.

“Transformasi Pertanian sudah dimulai tahun ini dengan mendata seluruh lahan Pertanian yang ada di Ogan Ilir, terutama lahan tidur yang sering terjadi kebakaran pada saat musim kemarau,” ujar Bupati OI dihadapan ribuan peserta apel.

Selain untuk menanggulangi kebakaran Hutan dan Lahan pada saat musim kemarau, program ini akan meningkatkan penghasilan para Petani, sedangkan untuk pengelolaan lahan tersebut dengan cara modern sehingga hasilnya akan berlipat dibandingkan dengan cara bertani konvensional.

“Dengan Transformasi Pertanian secara modern berbagai tanaman baik padi maupun palawija lainnya bisa berlipat-lipat dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” jelas Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam.

Dalam kegiatan apel ini juga, Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam menyerahkan sebuah sepeda motor dari Gubernur Sumsel kepada Sat Pol PP – Damkar, Cinderamata kepada ASN yang memasuki pensiun, dan berbagai hadiah berupa sepeda, sepeda listrik, serta Kompor gas kepada para pemenang berbagai tangkai lomba pada HUT Ogan Ilir ke 16. 

Laporan : Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com

Forum Kades Lahat Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang.

LAHAT.DS,--- Segala penjuru dari berbagai arah bantuan silih berganti berdatangan membantu korban banjir bandang di Kecamatan Mulak Sebingkai, Forum Kades Kecamatan Lahat juga turut berpartisipasi meringankan beban .

Tampak terlihat pada Senin 6 Januari rombongan Forum Kades Kecamatan Lahat meninjau lokasi bencana, kedatangan mereka ini di ketuai Forum Epi Fitrianti didampingi Kades Sukanegara Apriadi beserta rombongan KKN Mahasiswa Unsri Palembang.

Camat Mulak Sebingkai drs Herlambang MM didampingi Ketua Forum Kades Mulak Sebingkai Firli menyambut kedatangan Forum Kades dari Lahat,  Menurut Apriadi Kades Sukanegara kepada Awak Media " Kami dari Forum Kades Kecamatan Lahat merasa terpanggil jiwanya untuk menolong saudara kami yang ada di Kecamatan Mulak Sebingkai ini.

Alhamdulilah kami dari Lahat sedikit membawa oleh - oleh berupa Baju layak pakai, mie Instan, beras, air mineral dan sedikit uang, semoga apa yang kami berikan dapat merinhankan beban mereka. " ujar Apriadi.

Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Dodi Beni Intruksi OPD dan Camat Laksanakan Kegiatan tahun 2020 Tepat Waktu dan Berkualitas

MUBA.DS, -- Mengawali tahun baru 2020, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) menggelar rapat staf, berlangsung diruang Rapat Serasan Sekate ,Senin (6/1/2020).
Rapat staf ini dipimpin langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex yang didampingi oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekda Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi dan Staff Khusus Bupati, turut hadir dalam rapat itu para asisten, staf ahli, dan para pimpinan OPD.

Dalam arahan Bupati, dihimbau agar Pemkab Muba dapat menghasilkan output kinerja yang berkualitas dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Pertama OPD dan camat yang belum menyelesaikan RUP segera di lengkapi, kedua jadwal yang telah dibuat agar dihormati dan dikerjakan bersama, sehingga apa yang jadi rencana kita bersama baik RKPD maupun penjadwalan perubahan APBD di tahun 2020 dan RKPD 2021 bisa berjalan dengan baik,”pungkasnya.

Dodi juga menekankan bahwa di tahun 2020 kebijakan daerah harus adaptasi dengan regulasi dari pusat, contohnya saja program BPJS yang sudah menjadi isu perbincangan nasional.

“Kabupaten Muba sebagai pelopor UHC, ada atau tidak ada predikat UHC saya ingin warga Muba tetap bisa berobat secara gratis. Selama tidak melanggar aturan, yang terpenting masyarakat muba bisa berobat gratis. Segera konsultasikan ke pusat sehingga dapat terakomodir untuk program berobat gratis, kita implementasikan dengan baik “tuturnya.

Bupati juga menekankan agar pembangunan infrastruktur tetap jadi prioritas. Pembangunan yang berkualitas tentu dapat diwujudkan dengan perencanaan yang matang, lelang tidak terlambat, dan dilapangan diawasi dengan penuh smpai selesai dan tuntas.

“Saya minta kinerja Seluruh Kepala OPD dan Khusus pembangunan infrastruktur tahun 2020 semua pembanguan sesuai dengan tahapan dan tidak ada ditemukan keterlambatan pekerjaan awasi dan seluruh kegiatan wajib sesuai target yang telah direncakan.

Di masing-masing OPD harus meningkatkan kualitas program. Saya tidak mau ada pekerjaan yang last minute, karena kualitas pasti akan dipertaruhkan,”pungkas Dodi.

Orang nomor satu di Kabupaten Muba ini juga menyampaikan bahwa program strategis Kabupaten untuk tahun ini ada Dua yaitu, Aspal karet dan Bioufeul, program percepatan kegiatan ini selaras dengan apa yang diinginkan pemerintah pusat. Tentunya bahan baku aspal karet dan bioufeul dapat berdampak untuk penurunan angka kemiskinan dan menambah pemdapatan perkapita khususnya bagi petani karet dan sawit di Muba Kelak.

“Untuk dua program strategis tersebut di tahun 2020 kita harus kick off, secara bergulir OPD terkait harus allout, Dua program strategis ini harus direalisasi di tahun 2020 ini. Karena kita mau manfaatkan momentum yang ada, kalau tidak daerah lain bisa mengambil kesempatan ini,”bebernya.

Terakhir Dodi juga menghimbau agar Pemkab Muba dapat antisipasi bencana, Dirinya mengintruksikan BPBD agar terus update kondisi cuaca, musim curah hujan tinggi sudah di prediksi oleh BMKG diperkirakan hingga 15 Januari, maka dari itu OPD terkait dan camat agar turut membantu jangan sampai bencana banjir dan lainnya tidak ditangani dengan baik.

Sementara itu Pada Kesempatan tersebut Wakil Bupati Beni Hernedi menghimbau agar setiap OPD dan camat dapat fokus disetiap program kerja semuanya ini bersinergi pada peogram kerja kita untuk pengentasan kemiskinan.

“Di tahun 2020 ini penerapan Kartu pra-kerja akan segera diluncurkan dari pusat. Ada beberapa program dan kebijakan pusat yang harus kita sambut dengan kesiapan, jangan sampai kesiapan kita menjadi kendala direalisasikannya kartu pra kerja karena program ini diyakini bisa menurunkan angka kemiskinan. Jadi begitu masuk program kartu pra kerja ini, harus disinkronkan betul dengan data kemiskinan yang ada di Muba, “bebernya.

Laporan : Hasim
Redaksi www.dutasumsel.com.

DPRD Muba Tanggapi Penyelasaian Sengketa Lahan

MUBA.DS, -- Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD tentang Permohonan Penyelesaian Permasalahan Sengketa Lahan Dengan PT. Inti Agro Makmur telah dilaksanakan di ruang Rapat Komisi II DPRD yang dipimpin oleh Muhamad Yamin selaku Ketua Komisi II, Anggota Komisi II DPRD dihadiri Pihak Dinas Perkebunan Muba dan Masyarakat Desa Bailangu dan Lumpatan yaitu Sdr. Sobari, Sdr. Firman CS, Sdr. Azim Bin Cik Umar dan Sdr. H. Mansyur, Senin (06/01/2020).

Rapat tersebut membahas tentang Permasalahan PT. Inti Agro Makmur yang belum ada penyelesaian.

Masyarakat Desa Bailangu dan Desa Lumpatan meminta agar Penyelesaian Permasalahan ini cepat segera diselesaikan dan tidak menunda-nunda waktu.

Sampai detik ini masyarakat belum pernah menerima hasil dan Ganti Rugi Lahan Plasma dari PT. Inti Agro Makmur dan belum pernah melihat Surat Perpanjangan Perusahaan. Kalau memang sudah diganti rugi, masyarakat meminta penjelasan terkait siapa yang telah menerima ganti rugi tersebut.

DPRD Muba Meminta Data dan Dokumen yang Lengkap dan Akurat sehingga permasalahan ini didasari Bukti yang kuat serta akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan akan menentukan langkah selanjutnya setelah ada Hasil dengan pihak terkait.

Dikarenakan Pihak Perusahaan tidak dapat hadir maka Secepat mungkin akan diagendakan Rapat kembali dengan menyurati Bupati Muba dan melibatkan seluruh Pihak yang terkait.

Akan diagendakan Pembentukan Panitia Khusus dalam penyelesaian Sengketa Lahan dan Hak Plasma Antara Firman CS dan PT. Inti Agro Makmur.

Diharapkan kepada Dinas Perkebunan Kab. Muba untuk melaporkan Hasil Plasma melalui Koperasi Mutiara.

Laporan: Hasim/Rill
Redaksi.www.dutasumsel.com

Munculnya Air Mendidi DiLawang Wetan,ini Penjelasan DLH dan BPBD Muba

MUBA.DS, -- Munculnya air mendidih di sumur milik warga di Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) langsung direspon Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba.

Sebelumnya, pemilik sumur sedalam kurang lebih 5 meter bernama Irwan tersebut mengaku sudah biasa menghadapi fenomena ini. Apalagi jika air naik (pasang) pasca kemarau yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba, menjelaskan terkait sumur yang airnya seperti mendidih pihaknya akan segera melakukan uji laboratorium kualitas air, apakah ada kandungan semburan gas, atau hanya bentuk tekanan dari mata air yg ada dilokasi tersebut.

“Masih dalam kajian kita menegenai penyebab air seperti mendidih. Fenomena ini bisa juga akibat kemarau yg panjang sehingga banyak retakan, rongga tanah yg berisi udara dan pasa saat musim hujan kondisi air sudah besar sehingga air sungai masuk. Rongga tersebut berisi air yg menekan udara tersebut untuk keluar melalui celah-celah, termasuk rongga pada sumur warga,” jelasnya.

“Tapi untuk mengetahui lebih akurat harus di uji kualitas air dan udara pada lokasi titik sumur tersebut,” tambah Andi.

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba mengimbau kepada warga untuk tidak terlalu sering beraktifitas di areal sumur kendati Air Sumur di Muba Mendidih itu, belum berkategori berbahaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Muba, Indita Punama mengimbau kepada warga yang sumurnya mengalami fenomena alam seperti Air Sumur di Muba Mendidih itu, untuk tidak beraktiftas pada lokasi. Pihaknya belum bisa memastikan kondisi air tersebut aman kendati air sumur tidak panas.

“Ya, ini fenomena alam yang tidak bisa kita duga. Memang beberapa waktu lalu tim mengecek lokasi memang air sumur tidak panas dan tidak berbau, namun kita tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktifitas didekat sumur,”kata Indita.

Lanjutnya, pihaknya juga sampai saat ini belum menerima adanya laporan berbahaya dari masyarakat karena efek menggunakan air dari sumur tersebut.

“Kita juga berharap masyarakat cepat melapor jika air memang mendidih, atau keluar gelembung gas. Apalagi jika dikonsunsi menimbulkan efek membahayakan. Karena kita masih akan kaji lebih mendalam penyebabnya, sebaiknya warga jangan menggunakan air dan berada di sekitar lokasi,”ungkapnya.

Bupati Muba Dodi Reza mengingatkan kepada warga yang agar kiranya tidak menggunakan air sumur yang terkena dampak. “Hindari terlebih dahulu pemakaian air di sumur tersebut, biarkan terlebih dahulu DLH Muba melakukan uji sample,” ungkapnya.

Laporan : Hasim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Inspektorat Pemkab Lahat Peduli Korban Banjir Bandang Mulak Sebingkai.

LAHAT.DS, --  Sebagai wujud keperdulian sosial terhadap sanak saudara yang terkena bencana Banjir Bandang di Desa Keban Agung Mulak Sebingkai awal Januari lalu,  Tim dari Inspektorar Pemkab Lahat dikomandoi  Yunisa Rahman SiP.MM plt Inspektur Inspektorat didampingi Irban 4 Very Arisandy ST.MM,  Arif Rahman SH Kasubag Umum dan Kepegawaian beserta rekan dari Inspektorat.

Pada Senin ba' da Asar 6/1 pukul 16:00 wib rombongan ini memberikan bantuan berupa pakaian layak  11 paket pakai, mie Instan 10 dus, dan uang sebesar Rp  2, 6 juta, kedatangan rombongan ini disambut hangat  Camat Mulak Sebingkai drs Herlambang MM.

Plt Inspektur Inspektorat  Yunisa Rahman SiP,  MM   kepada Awak Media menjelaskan " Alhamdulilah sedikit kita sisihkan rezeki untuk sanak saudara kita, dan sebagai wujud keperdulian serta dapat meringankan beban mereka  " cetus Plt Inspektur.

Sementara itu Paris ketua posko Banjir Mulak Sebingkai mengucapkan terima kasih atas kedatangan dari Inspektorat, kita berharap sinergitas Pemkab Lahat terus terjalin, diucapkan juga kepada seluruh donatur yang turut meringankan beban saudara kami di Mulak Sebingkai kami ucapkan terimah kasih sedalamnya " tandas Paris.

Laporan : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Terkait Kerusakan Lingkungan : Walhi Sumsel dan Pemuka Masyarakat Angkat Bicara

LAHAT.DS, -- M.Hairul Sobri yang akrab disapa Eep selaku Direktur Exsekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (Walhi ) Sumsel ketika diwawancarai awak media 6/1 angkat bicara Terkait Konfliknya harimau vs manusia akibat terjadinya kerusakan hutan dan lingkungan hidup bagi mahluk hidup , dikarnakan adanya eklpoitasi diwilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim juga Kota Pagaralam yang dilaksanakan oleh Perusahaan Tambang batu bara,  Perusahaan PT.Supreme Energy dan Perusahaan Perusahaan lainya yang sangat luar biasa eklpoitasinya dilokasi hutan lindung hingga meyebabkan banyaknya kerusakan hutan yang ada diBukit Barisan contoh akibat kerusakan hutan terjadi banjir bandang, terjadi Longsor dan masih banyak lagi kejadian akibat kerusakan hutan.

Saat sekarang kondisi hutan sudah mulai gundul,pohon pohon besar yang selama ini berpungsi menahan dan meyerap air sudah habis dibabat oleh pihak perusahaan guna untuk pembagunan tanpa memikirkan dampak lingkungan hidup, lokasi habitan seluruh hewan termasuk harimau berkumpul mencari makan minum ikut di rusak.

Lain hal yang dilakukan masyarakat yang melakukan penebangan pohon dikawasan hutan mereka masih megutamakan kearifan lokal dengan melakukan menanam kembali dengan bercocok tanam,disamping itu mereka juga dapat hidup berdampingan dan tidak saling menganggu dengan hewan buas itu sudah terjalin dari nenek moyang kita dulu.

Walhi melanjutkan ini menunjukkan ekosistem saat sekarang sudah berubah,terjadinya perubahan inilah megakibatkan adanya akumulasi akumulasi terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang memang kebijakan kebijakan pemerintah yang terus mengespoitasi besar besaran sumber daya alam disekitar bukit barisan pungkasnya.

Begitu juga yang disampaikan Asnadi salah satu Pemuka Masyarakat sekaligus dipercaya sebagai Ketua  PWI Pagaralam menjabarkan Kawasan Rantau Kecamatan SDU, sebagian merupakan hutan lindung yang  merupakan daerah penyanggah persediaan air dan serapan air di wilayah Sumsel.  Bahkan empat daerah ini merupakan daerah hulu sungai yang menjadi penentu terhadap kebutuhan air di Sumsel, contohnya jika hutan habis bila musim hujan banjir bandang dan kemarau kekeringan.

"Alih pungsi hutan menjadi daerah industri atau kegiatan lain berupa investasi akan berdampak luas terhadap kelangsungan hidup semua satwa dilindungi dan termasuk secara ekonomi terhadap masyarakat setempat.

Kemudian didaerah ini merupakan kawasan hulan khusus yang multifungsi, sebagai hulu sungai penyedia sumber air dan tempat habitat semua hewan dilindungi seperti harimau, rusa, kambing utan, kijang, beruang, kerbau liar, dan berbagai jenis burung termasuk anggrek.
Berdasarkan hasil eksepedisi bukit barisan oleh snggota Kopassus TNI AD, menemukan sejumlah kekayaan hayati yang liar biasa di kawasan hutan konservasi atau hutan lindung di empat daerah ini seperti jenis kupu-kupu, katak, anggrek, dan berbagai jenis satwa serta tumbuhan lainnya.
Kemudian, di empat darah ini merupakan realisasi gerakan rehabilitasi hutan dan lahan (Gerhan), penanam 1 juta pohon, one tree one man dan pengendalian hutan.

KOPASSUS TNI AD tahun 2011 memberi gambaran tentang Ekspedisi Bukit Barisan yang terdiri atas kegiatan penjelajahan dan penelitian yang meliputi penelitian flora fauna, geologi, mitigasi bencana, kehutanan, dan sosial budaya.
Tujuan ekspedisi ini selain untuk menggali potensi-potensi yang ada di Indonesia, khususnya Bukit Barisan, juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Hasil ekspedisi akan diwujudkan sebagai buku yang akan diserahkan kepada Presiden RI pada tanggal 17 Agustus 2011. Buku ini diharapkan menjadi buku pioner yang mengungkap potensi daerah-daerah di Indonesia serta dapat menjadi acuan dalam pengelolaan wilayah di tanah air. Harapan lain, buku ini akan memacu terbitnya buku-buku sejenis, sehingga potensi wilayah Indonesia dapat terpetakan dan diinformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Kemudian, hutan di empat daerah ini yaitu Lahat, Pagaralam, Muaraenim dan Empat Lawang, merupakan kawasan paru.

Paru-Paru dunia menjadi penyuplai utama terbesar oksigen (O2) untuk dunia yang dihasilkan dari ketersedian hutan.
Kalau alih fungsi atau pengrusakan hutan dengan dalih apapun dibiarkan, akan berdampak banjir bandang, pemanasan global, kekeringan, kerusakan kekayaan hayati berupa flora dan fauna termasuk habitat hewan liar.

Kalaupun dengan alasan sudah ada izin, menteri atau pusat termasuk kepemilikan kajian lingkungan,  apa termasuk cakupan kerusakan habitat hewan liar, banjir bandang dan kerusakan daerah hulu sungai termasuk DAS itu harus di kaji menyeluruh tidak bisa hanya ilmiah saja.

Prengki Pimpinan PT.Supreme Energy dalam tangapanya via WhatsApp 5/1 megatakan PT Supeme Energy diberikan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan IPPKH seluas 115 Ha dan itu sah izin yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan.

Sedangkan Yang daerah Hutan Lindung tempat hunian Satwa Liar dan daerah tempat mencari makanannya, dibabat habis oleh oknum yang punya kepentingan menjadikan lahan kebun kopi dan luas area nya yang jauh melebihi IPPKH Supreme Energy. Saya rasa hal ini juga harus mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.

Izin yang didapat PT.supreme Energy dari Kementerian Kehutanan dan izin ini resmi karna program Pembangkit Listrik adalah Program Presiden Jokowi yang meningkatkan supply energy untuk kepentingan negara.ujarnya.

Laporan : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Persiapan jelang Penilaian Wiyata Mandiri SMA Unggul Negeri 4 Lahat

LAHAT.DS, --- Dalam rangka persiapan penilaian Wiyata Mandiri Baslini Mpd Kepala Sekolah SMA  Unggul Negeri 4 Lahat mulai menyusun stategi dan langka- langka apa yang harus diutamakan.

Seperti dijelaskannya kepada Awak Media di ruang kerjanya pada Senin 6 Januari 2020, menurut beliau hal yang perlu disiapkan  diri terutama aspek menyangkut unsur Administatasi. Penataan lingkungan dan  Kerja  nyata sesuai dengan apa yang di tentukan  Kementrian Lingkungan Hidup  yakni taman sekolah, lingkungan  sekolah dan guru.serta Stik Holder di SMA Unggulan Negeri 4 Lahat harus pro aktif " ujar Baslini.M.Pd.


Optimisme mendapatkan penghargaan Wiyata Mandiri untuk Kabupaten Lahat pada tahun 2020 SMA Unggul Negeri 4 Lahat, tak akan pernah gentar bersaing bersama sekolah manapun termasuk SMAN Unggul yang ada di Palembang bahkan sekolah manapun.  Dalam waktu dekat akan melakukan Study Banding ke sekolah yang pernah meraih Sekolah Adiwiyata Tahun 2019 salah satunya SMAN 2 Muara Enim, untuk melakukan tolak ukur perbandingan " tandas Kepsek.

Laporan:Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Untuk Antisipasi Banjir Di Kelurahan Kota Negara Sungai Lematang Terus DiBerihkan Oleh BPBD Pemkab Lahat

LAHAT.DS,---Banjir yang terjadi di Bumi Seganti Setungguan melanda juga berdampak di Kelurahan Kota Negara RT 08 RW 03, pagi ini Senin 6/1 terlihat dari BPBD Pemkab Lahat ( badan penangulangan bencana daerah) Marjono SE MM Kepala BPD didampingi Ananta.ST.MT  Kabid Kedarutan dan Logistik,  Widi dan Samsul Hakim dari PU PR pihak Kebersihan Kecamatan terkhusus Lurah Kota Negara Rohim SE MM yang begitu sigap turun ke sungai membersihkan potongan kayu yang menghalangi anak Sungai Lematang.
Wr 50 tahun warga RT 08 RW 03 kepada Awak Media menjelaskan " Semenjak banjir melanda tempat kami, memang daerah kami langganan banjir. Beruntung kami punya pemimpin yang sigap seperti pak Lurah Rohim " ujarnya.

Sementara itu itu Samsul Hakim selaku pengawas Jembatan yang menghubungkan TPU yang tetap berdiri kokoh walau diterjang banjir besar beliau mengatakan " Alhamdulilah walau diterjang bencana banjir sudah tiga kali dalam waktu dekat ini  Jembatan menghubungkan ke TPU warga Kota Negara jembatan ini masih kokoh berdiri hhanya tembok sedada yang bergerak itupun tidak rubuh, ujar Samsul Hakim selaku pengawas PU. PR Pemkab Lahat.

Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com