NEWS

Slider

Untuk Antisipasi Banjir Di Kelurahan Kota Negara Sungai Lematang Terus DiBerihkan Oleh BPBD Pemkab Lahat

LAHAT.DS,---Banjir yang terjadi di Bumi Seganti Setungguan melanda juga berdampak di Kelurahan Kota Negara RT 08 RW 03, pagi ini Senin 6/1 terlihat dari BPBD Pemkab Lahat ( badan penangulangan bencana daerah) Marjono SE MM Kepala BPD didampingi Ananta.ST.MT  Kabid Kedarutan dan Logistik,  Widi dan Samsul Hakim dari PU PR pihak Kebersihan Kecamatan terkhusus Lurah Kota Negara Rohim SE MM yang begitu sigap turun ke sungai membersihkan potongan kayu yang menghalangi anak Sungai Lematang.
Wr 50 tahun warga RT 08 RW 03 kepada Awak Media menjelaskan " Semenjak banjir melanda tempat kami, memang daerah kami langganan banjir. Beruntung kami punya pemimpin yang sigap seperti pak Lurah Rohim " ujarnya.

Sementara itu itu Samsul Hakim selaku pengawas Jembatan yang menghubungkan TPU yang tetap berdiri kokoh walau diterjang banjir besar beliau mengatakan " Alhamdulilah walau diterjang bencana banjir sudah tiga kali dalam waktu dekat ini  Jembatan menghubungkan ke TPU warga Kota Negara jembatan ini masih kokoh berdiri hhanya tembok sedada yang bergerak itupun tidak rubuh, ujar Samsul Hakim selaku pengawas PU. PR Pemkab Lahat.

Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

9 Suku Emas Di Bawa Kabur , Mursalin di Tangkap Polsek Babat Toman

MUBA.DS, -- Pencurian emas bermodus pura - pura ingin membeli yang dilakukan Mursalin  (37) alias Olek warga Dusun 1 Desa Ulaktebrau Kecamatan Lawang Wetan, akhirnya terbongkar dan berhasil ditangkap jajaran Polsek Babat Toman, Sabtu 04/01/2020.
Terungkapnya kasus pencurian emas ini bermula saat pemilik Dina Mariyana (32) warga Pasar Babat Lk. II Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin ini didatangi pelaku dengan berpura - pura hendak membeli emas.

Berdasarkan informasi warga Sekitar pukul 10.30 wib pelaku sudah berada Toko emas Senang Pasar Babat Lk. II Kel. Babat  Kec. Babat Toman Kab. Selanjutnya, pelaku berpura - pura ingin membeli emas 5 (Lima) Suku Emas jenis kalung Motif padi dengan berat 33,5 gram dan 4 ( empat ) suku Emas jenis Kalung Motif padi dengan berat 26, 4 gram.

Setelah diperlihatkan pelaku pun dan korban mengatakan "deal", ketika pedagang lengah pelaku langsung berlari sambil membawa kedua kalung tersebut.

Anggota yang mendapati laporan dari masyarakat membuat Kapolsek dan personilnya langsung menuju TKP.

Sesampainya didapati pelaku sedang di kerumuni warga, selanjutnya pelaku dan barang bukti berupa tambahan 1 (satu) unit sepeda motor.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin SH MH mengatakan, saat korban lengah dan sedang membuat suratnya, pelaku langsung memanfaatkan kesempatan untuk kabur dan membawa emas.

"Melihat hal tersebut korban langsung berteriak minta tolong, tersangka yg berusaha kabur dengan sepeda motornya dikejar olVeh warga dan dapat diamankan, sudah kita tahan dan dalam proses penyidikan," ujar Kapolsek.

Laporan : Hsm
Redaksi.www.dutasumsel.com

Piring Pelepah Pinang Ramah Lingkungan Produk Asal Muba

MUBA.DS, -- Pelepah pinang selama ini sering dianggap sampah bagi kalangan petani di desa Mendis, kecamatan Bayung Lencir, Sumatera Selatan. Petani tidak memiliki pilihan lain selain membakarnya bila mulai tampak merusak pemandangan. Hanya beberapa lembar saja yang dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga semacam penutup tempayan. Namun saat ini warga yang bermukim di kawasan hidrologis gambut sungai merang ini mulai memanfaatkannya untuk pembuatan piring, kotak nasi. Wisatawan membelinya sebagai buah tangan sedangkan pemerintah setempat akan menjadikannya produk utama pengganti wadah plastik dan stereofoam.

Untuk melihat tekad warga Mendis menangkap peluang pengayaan manfaat pelepah pohon pinang, hari Minggu, 15 Desember yang baru lalu, saya menemui kelompok Koperasi Mendis Maju Bersama (MMB). Tiba di desa yang berjarak sekitar 8 jam perjalanan darat dari Kota Palembang ini, saya langsung disambut suara mesin pemotong pelepah pinang. Kebetulan saat itu menurut Supriyanto, ketua koperasi MMB ia dan rekan-rekannya tetap kerja meskipun di hari libur guna mengejar pemenuhan permintaan sebuah restoran di Jakarta. “Pendatang sangat tertarik untuk oleh-oleh bahkan Mereka ada yang minta dikirim piring dan kotak nasi sebanyak 2500 biji,” kata Supriyanto.

Untuk memproduksi peralatan makan dari pelepah pinang tidak terlalu sulit. Sebelum dicetak menggunakan mesin pres, pelepah dicuci bersih menggunakan air. Selanjutnya dikeringkan baik menggunakan pemanas elektrik maupun secara manual di bawah terik matahari. Selanjutnya dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Kemudian pelepah ditaruh ditempat penyimpanan bahan baku atau bisa langsung di cetak. “Sebelum cetak, pelepah harus dibasahi agar lebih lentur dan tidak gampang sobek,” kata Supriyanto.

“Tidak perlu dipelitur karena dia mengkilat secara alami,” imbuhnya. Persedian bahan baku terbilang mencukupi dari sekitar desa Mendis. Bila kekurangan, Supriyanto mendatangkan bahan baku langsung dari Jambi yang berjarak sekitar 2 jam dari Mendis. Pada tingkat petani, ia membelinya Rp300-400 per lembar berukuran lebar minimal 25 cm. Setiap lembar bahan bisa dijadikan maksimal 2 produk. Setelah melalui berbagai pentahapan produksi, piring dan sendok pelepah siap dipasarkan dengan harga mulai dari Rp1500-1800 setiap bijinya. “Kalau cuaca bagus kami bisa produksi hingga 50 ribu biji sebulannya,” ujarnya.

Sementara itu Wijaya Asmara, Comunity Bussines Development Specialist, Kelola Sendang ZSL Indonesia menjelaskan pihaknya memberikan pendampingan dari hulu hingga hilir agar masyarakat tidak lagi memandang pelepah pinang sebagai sampah. Selain itu, pendampingan berupa pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan warga dari pemanfaatan hasil hutan secara illegal seperti perambahan dan membuka dengan cara membakar. “Karya warga Mendis sudah kami daftarkan pada kantor Kementerian hukum dan HAM,” katanya.

Kedepanya menurut Wijaya, pihak Kelola Sendang-ZSL Indonesia akan meningkatkan kemampuan pengrajin dalam hal pengembangan produk dan usaha. Bila hari ini baru mampu memproduksu piring dan kotak nasi, tidak lama lagi warga bisa membuat sendok, gelas, dan mangkok. Sedangkan sisa potongan pelepah dipastikan bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi dan kambing.

Terpisah Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Menyatakan Bangga Dengan Hasil Produk ramah lingkungan yang diproduksi oleh warga mendis kelompok koperasi Mendis Maju Bersama yang selama ini dibimbing oleh tim kelola sendang ZSL Indonesia, dan sudah dipasarkan bahkan produk ini menjadi pesanan salah satu restoran di jakarta.
“Nah ini program pemberdayaan masyarakat Muba yang hidup dan bermukim di kawasan hidrologis gambut sungai merang Musi Banyuasin dan sangat terbantu sekali, tentunya program yang baik ini menambah penghasilan warga sebagai bagian pengentasan kemiskinan serta produk yang dihasilkan pun ramah lingkungan, seperti diketahui warga mulai memanfaatkannya untuk pembuatan piring, kotak nasi. Wisatawan membelinya sebagai buah tangan sedangkan pemkab Muba akan menjadikannya produk utama pengganti wadah plastik dan stereofoam.
Dodi Reza Alex Yang Juga Sebagai Ketua Lingkar temu Kabupaten Lestari ini juga berharap program program pemberdayaan masyarakat seperti ini harus terus digenjot sesuai dengan potensi yang ada didaerah Musi Banyuasin dan OPD terkait dapat bersinergi bersama sama dengan stakeholder terkait guna meningkatkan pendapatan warga Muba dan Melalui Program pemberdayaan masyarakat kita bersahabat dengan Alam menjaga lingkungan kita dan mari kita terus berusaha bersama dan jadikan program pemberdayan masyarakat seperti ini sebagai bagian program penurunan angka kemiskinan dan menambah pendapatan warga kita yang hidup di Bumi Serasan Sekate termasuk melalui kegiatan kegiatan Positif lainnya tutur Dodi Reza.
Laporan : Hsm/rill
Redaksi.www.dutasumsel.com

Di Duga Alami Gungguan Jiwa, Seorang Pemudah Petaling ditusuk Hingga 11 Kali

MUBA.DS, --Sairin (53) warga Dusun III Desa Petaling Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) harus menjalani perawatan intensif akibat ditikam bertubi - tubi oleh Abror (30) seorang pemuda asal desa Petaling yang diduga mengalami gangguan jiwa, Kamis sore (02/01).

"Tersangka ini mengalami gangguan jiwa setelah kita cek buku kartu berobatnya sehingga tersangka dirujuk ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar guna observasi kejiwaan," ujar Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.ik melalui Kapolsek Lais AKP Syafaruddin SH.

Diceritakan Kapolsek, saat itu korban sedang duduk-duduk bersama rekannya di seban bawah rumah, lalu tiba - tiba datanglah tersangka dari arah belakang langsung menghujamkan pisaunya kearah korban namun tak mengenai wajahnya.

Kemudian saat korban berbalik badan dan jatuh dari tempat duduknya sehingga membuat tersangka kembali menikamnya secara berulang - ulang kali namun masih dapat dihindari, karena dengan posisi terus mundur kebelakang hingga terpojok dan membuat tersangka membabi buta pada korban.

Kapolsek yang mendapatkan laporan dari keluarga korban langsung meluncur hingga Jumat (03/01/2020) sekitar pukul 13.30 wib tersangka langsung diamankan dari rumah keluarganya di Dusun III Desa Petaling dengan dibantu Kepala Desa Petaling  Edi Sapari.

Sementara korban Saat ini dirawat intensif dengan luka tikam sebanyak 11 (sebelas ) tusukan masing-masing pada bagian kepala satu tusukan dekat telinga satu , leher belakang satu, pipi sebelah kiri dekat mulut satu, dibawah dagu sebelah satu, perut sebelah kanan atas satu, perut bagian bawah satu dan pungung bawah empat tusukan. Kemudian saat ini tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar guna observasi kejiwaan.

Laporan: Hsm/Rill
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kurir Narkoba Berhasil Di Bekuk Jajaran Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir

INDRALAYA.DS, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH melalui Jajaran Satuan Resnarkoba Polres Ogan Ilir,Sabtu 04 Januari 2020 sekira pukul 15.30 WIB
Tepatnya Di depan Gerbang Tol Palembang Desa. Ibul Besar 3 kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Berhasil membekuk Pelaku Kurir Narkoba1 (satu) paket kristal putih Narkotika jenis Shabu di dalam plastik klip bening dengan berat bruto 2.56 gram. Tersangka bernama Kusnadi bin Muhammad 43 Tahun yang beralamat di Jalan Remifa RT 19 RW03 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Kota Palembang.

Pada saat diamankan Pelaku sedang berada di depan Gerbang Tol Palembang Desa. Ibul Besar 3 Kec. Pemulutan Kab. Ogan Ilir, kemudian pada saat pelaku di amankan dilakukan pencarian barang bukti ditemukanlah BB berada di tangan kiri pelaku yang mana diakui oleh pelaku bahwa barang bukti tersebut didapatkan oleh pelaku dari Saudara R (DPO) yang beralamatkan di Kecamatan Kertapati Kota. Palembang, Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, Jelas Kasubag Humas polres Ogan Ilir AKP.Zaenalsyah kepada awak media ini. Ahad 5/1/20.

Laporan : Red DS
Redaksi.www.dutasumsel.com

Camat Pagun Siaga Bencana 24 Jam Full

LAHAT.DS,--- Patut diancungi jempol kinerja Camat Pagar Gunung Iskandar Jumaldi SE, sejak tanggal 1 Januari 2020 kemalangan bertubi- tubi menimpa daerahnya. Beliau 24 jam full Stand by menunggu info kalu ada bencana melanda. Sedangkan para Kades yang ada di Kecamatan Pagun jangankan membantu meninjau pun tidak.

Hari ini Minggu 5/1 telah terjadi tanah longsor lagi menimbun jalan di Desa Tanjung Agung Pagun
E. Simarmata Danramil  Kecamatan Pagar Gunung. Pantauan dilokasi terlihat dengan sigap Camat Pagun turut serta membersikan jalan sambil memantau situasi. Menurut Camat beliau bersama Danramil stand By dilokasi pukul 07:00 wib.

Selang berapa jam kemudian sekira pukul  15:00 wib rombongan Wabup H. Haryanto MM, MSi meninjau lokasi  tanah longsor yang menimbun jalan. Kepada Awak Media Wabup mengatakan " di Kecamatan Pagun terdapat beberapa titik tanah longsor, selain  di sini di Terkul juga longsor, berkat kesigapan tim dari PU PR jalan Terkul saat ini sudah bisa dilalui " ujar Wabup.

Sementara itu pihak  PU PR  Benny Ramadona Kabid Alkal mengaku" Alat berat kita Stand By dilokasi banjir bandang, mendapat informasi dari Camat Pagun Iskandar Jumaldi SE bahwa tanah longsor, kita langsung kelokasi " pungkas Benny.

Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Untuk Kebugaran Kapolsek Indralaya Isi Kegiatan Olah Raga.

INDRALAYA.DS, --  Dalam kesibukan nya sebagai Kapolsek Indralaya yang baru, AKP Helmi Ardiansah, SH,MH masih sempat melakukan kegiatan olah raga. Dan "Olah raga yang digandrungi adalah Tenis lapangan".

Disela-sela kegiatan olah raga pagi Minggu ini, AKP Helmi Ardiansah kepada awak media mengatakan, guna menunjang tugas sebagai anggota kepolisian yang profesional perlu ditunjang oleh fisik yang prima, olah raga salah satu media menjadikan fisik kita sehat dan prima.
Dirinya bertekad, dibawah kepemimpinannya, P"Indralaya harus memiliki ciri khas, baik infastruktur maupun prestasi".

Infrastruktur menciptakan suasana kantor menjadi tempat kerja yang indah, bersih dan nyaman, lalu prestasi bagaimana menciptakan ketertiban dan keamanan, menjadikan masyarakat yang sadar taat pada peraturan dan perundangan, lalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Terkait "Ancaman Kamtibmas, seperti bahaya narkoba, begal, curanmor dan kejahatan lainnya, AKP Helmi akan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bahu membahu menekan tingkat kejahatan" tersebut.

Diakuinya tanpa kerjasama semua pihak mana mungkin kita dapat mengatasi permasalahan sekecil apapun.
Lalu untuk suksesnya tugas kepolisian perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai serta niat dan tekad yang kuat. Polisi dan juga  institusi penegak hukum lainnya sama memiliki peran mulia melindungi masyarakat, oleh karenanya kejahatan sekecil apapun yang menyebabkan masyarakat tidak nyaman wajib diberantas.

Sumber berita Ketua PWI OI Gusti M Ali
Redaksi.www.dutasumsel.com

Diduga PT.Supreme Energy Penyebab Terjadinya Konflik Harimau Dengan Manusia.


# Selain Habitatnya Terganggu juga Habisnya Rantai Makanan di Hutan Rantau Dedap#

LAHAT.DS, -- Gairah investasi pemanfaatan potensi tambang batubara dan panas bumi di Sumatera Selatan diduga kuat menjadi penyebab terjadinya amukan harimau memangsa manusia sehingga sudah banyak nyawa melayang.

Seperti dikutip dari Buku berjudul   "The Splendors of Tourism, Trade and Investment in South Sumatra" ditulis Ajmal Rokian yang diterbitkan tahun 2012 diungkapkan bahwa sumber daya panas bumi (geothernal) Sumatera Selatan mencapai 1.191 Mwe yang merupakan 40 % dari cadangan dunia atau terbesar kedua di dunia. Wilayah prosfek sumber energy panas bumi di Sumatera  Selatan itu terdapat di Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Ogan Komering Ulu.

Merujuk kepada potensi itu, Sumatera Selatan mulai melakukan Pengusahaan sumber geothermal  secara industri dari tahap eksplorasi di lapangan Lumut Balai seluas 225.000 ha di Desa Penindaian, Kecamatan Semendo Darat dan Laut, Kabupaten Muara Enim dengan wilayah kerja Perusahaan (WKP) PT. Pertamina Geothermal Energy untuk PLTP 1 X 55 Mwe sampai 2 x 55 Mwe hingga menjadi 110-600 Mwe."Kegiatan pengeborannya dari 2006 - 2040 dimanfaatkan secara komersial sebagai sumber energy alternatif diharapkan ramah lingkungan".
Selain itu juga panas bumi yang berada di Rantau Dedap yang sudah di survei oleh PT. Supreme Energy potensinya 106 Mwe berada di Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim dan Kota Pagar Alam sudah ditetapkan oleh Menteri Energy Sumberdaya Mineral tanggal 15 Januari 2010 lalu untuk memanfaatkan  areal seluas 35.460 ha.

Dengan berdirinya PT. Supreme Energy di wilayah Kabupaten Lahat Kecamatan Kota Agung untuk memanfaatkan Tenaga Pembangkit Listrik Terbesar dengan mengambil kandungan panas bumi di dalamnya itu, tanpa diduga, kegiatan pembukaan lahan atau merubah fungsi hutan lindung menjadi lokasi industri dengan  pengeboran dan pekerjaan lainnya oleh PT. Supreme Energy, diduga adanya pengrusakan lahan kebun dan hutan lindung serta habitat harimau jadi terganggu. Hewan-hewan seperti rusa dan babi hutan juga lari. Padahal itu semua menjadi sumber makanan bagi kawanan harimau Sumatra yang hidup di sekitaran bukit barisan.Tidak hanya itu, karena suara-suara bising pengerjaan proyek industri tambang tadi juga telah membuat harimau keluar dari habitatnya.
Akibatnya harimau mencari tempat lain dengan tujuan mencari makanan kemudian  mengamuk memangsa manusia. Ini dibuktikan beberapa kali terjadi di 4 Kabupaten Kota dalam beberapa bulan terakhir seperti Kota Pagaralam, Kabupaten; Lintang 4 Lawang, Kabupaten Lahat,  Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten OKU sudah banyak korban luka diserang harimau, bahkan sudah banyak nyawa manusia melayang, dalam keadaan badan tercabik-cabik sangat mengenaskan.  Bahkan sekarang  konflik harimau dengan manusia masih terus terjadi dutandai masih sering  kemunculan harimau meneror manusia, kini, membuat takut para petani untuk kekebun.

Hal ini disebabkan selain habitatnya terganggu juga habisnya rantai makanan bagi hewan buas pemangsa daging ini karena adanya eklpoitasi perusahaan tambang yang diduga dalam pengerjaanya terjadi pelanggaran dengan melakukan kegiatan tidak ramah lingkugan dan merusak ekosistem habitat mahluk hidup seperti harimau  menyebabkan hewan buas pemangsa daging ini merasa terganggu, marah, bahkan memangsa manusia.

M. Hairul Sobri yang akrab dipanggil Eep selaku Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel ketika diwawancarai awak media via seluler maupun WhatsApp 5/1 terkait pemanfaatan lahan konversi menjadi industri tambang batubara dan panas bumi memicu kerusakan hutan lindung sebagai habitat harimau, sedangkan warga berkebun di hutan rimba dilindungi hanya sebagian kecil saja menjadi penyebab kerusakan hutan lindung sampai berita ini diturunkan belum membalas.

Sementara salah satu pemuka masyarakat Asnadi yang kini menjabat Ketua PWI Pagar Alam mengetahui sejarah dari nenek moyang warga di kawasan Semendo Darat, ketika diwawancarai awak media ini.

Asnadi juga menambahkan dengan adanya keterangan secara resmi ke beberapa pihak terkait diantaranya PKH Sumsel  Puluhan Hektare Hutan Lindung Pagaralam Dirusak PT Supreme Energy, hingga terjadi Maraknya aksi teror harimau di wilayah Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim dalam beberapa bulan terakhir ini diduga kuat akibat kerusakan hutan lindung salah satunya perambahan hutan yang dilakukan PT Sumpreme Energy investor bergerak dibidang enegy listrik yang sudah mencapai puluhan hektare.

"Kita bisa buktikan jika dari pengamatan, pengecekan lewat satlit dan data yang berhasil kita himpun jika PT Supreme sudah rusak sekitar 10 hektare lebih hutan lindung di daerah Rimba Candi berbatasan dengan Kecamatan Semendo Kabupaten Muara Enim," kata Ardiansyah PKH Sumsel di Kota Pagaralam.

Menurut dia, memang pihak PT Supreme terkesan mempersulit akses masuk lingkungan perusahaan untuk melakukan pengecekan penggunaan hutan lindung wilayah Kota Pagaralam.

"Sepertinya pihak perusahaan kurang proaktif dalam mendukung program kehutanan dan pemerintah daerah dalam pengendalian ekosistem kehutanan, kalaupun mereka gunakan hutan lindung tentu ada sulosinya," kata dia.
Ia mengatakan, sudah jelas petugas kehutanan masih dipersulit dan tidak diperbolehkan melakukan pemantauan eksplorasi lahan hutan lindung milik Kota Pagaralam yang sudah di rubah PT Supreme.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Trisaksono Pospo Aji SIK M.Si mengatakan,
terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dilakukan PT Supreme Energy Rantau Dedap Kabupaten Muara Enim, Lahat dan Kota Pagaralam, perlu kejelasan proses penggunaan lahan lokasi penempatan sumur khusus wilayah Rimba Candi, Pagaralam.

Hal ini diungkapkan Trisaksono Pospo Aji, SIK Msi didampingi Kapolsek Dempo Selatan, Iptu Sariyo.
Menurut dia, penelusuran penggunaan lahan yang dilakukan PT Suprime Energy Rantau Dedap perlu dilakukan mengingat sebagaian besar lokasi pembangunan sumur berada di daerah Kota Pagaralam dan apalagi daerah tersebut merupakan hutan lindung.

"Saya akan periksa semua syarat penggunaan lahan yang dilakukan PT Supreme Energy mulai dari izin pemakaian hutan, izin eksplorasi, dan termasuk amdal serta beberapa kewajiban lainya terkait alih fungsi hutan lindung," kata dia.
Ia mengatakan, jangan sampai lahan Pagaralam yang dominan di gunakan untuk pembangunan sumur justru tidak disertai dukomen persyaratan.

"Kita belum pernah diberikan informasi terkait eksplorasi lahan untuk membangun sumur milik perusahaan PT Supreme Energy di kawasan Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan," kata dia.

Aneh, kata dia, bila lokasi sumur lebih banyak di wilayah Kota Pagaralam, sementara kita sendiri tidak diberitahukan khususnya Pemerintah Kota Pagaralam.
Ditbahkan, Kapolsek Dempo Selatan Iptu Sariyo, memang ada empat sumur untuk menggali panas bumi berada di Kota Pagaralam dan potensinya justru lebih besar bila dibandingkan dengan Muara Enim dan Lahat.

Sementara itu Humas Suprem Energy Gurila Tan ketika dikonfiasi mengatakan, semua terkait pembanguna pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah tercakup dalam izin pinjam penggunaan hutan yang tercakup dalam tiga daerah eksplorasi.
"Untuk hal dimaksud tercakup dalam Izin Pinjam Kawasan Hutan IPPKH PT Supreme yg mencakup Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Kota Pagaralam demikian juga Amdalnya," kata dia.

Laporan: Idham /Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kapolsek Mulak Ulu " Kabar Kades Keban Di Tangkap Itu Hoax

LAHAT.DS,--- Kabar yang beredar di Medsos belakangan ini menyatakan bahwa Kades Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai  Mahit yang mengabarkan bahwa beliau sudah meninggal terbawa arus banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dan kabar yang masih Fress  beredar dari mulut kemulut bahwa Kades Keban Agung Mahit malam ini telah ditangkap oleh Polsek Mulak Ulu  karena menggelapkan dana Desa.

Pewarta mencoba menghubungi Kapsek Mulak Ulu Iptu Romadhon via Ponsel pada 4/1 pukul 21:00 wib Kapolsek berhasil dihubungi beliau menjawab " setelah jajaran Polsek Mulak Ulu mengecek kebenaran berita tersebut di lokasi Desa Keban Agung Mulak Sebingkai, menurut Kapolsek kabar yang beredar itu berita bohong alias Hoax, beliau menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebar berita bohong yang bulum tentu benar " ujar Kapolsek.

Laporan: Nov/ Idh
Redaksi.www.dutasumsel.com