NEWS

Slider

Tim Gabungan Pol PP Bersihkan PKL diJalan Protokol

Lahat.ds,--  Guna Untuk Penertipan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak berjualan disembarang tempat khususnya di wilayah jalan Protokol hari ini, Pasukan gabungan Pol-PP, Lurah Pasar Lama, Kecamatan Kota Lahat, RT, dan Dinas Perizinan, Dinas Disprendak, Pasar, TNI langsung terjun kelapangan dan memintak agar Pedagan Kaki Lima (PKL) sepanjang Jl Protokol tidak diperbolehkan untuk membuka lapak dilokasi yang dimaksud.

Dijelaskan Kabid ketertiban umum (Katibun) Roihan ada beberapa titik lokasi yang dibersihkan diantaranya, Pasar Lematang, PjKA, Cendrawasi, dan GOR.

"Hari ini, semua titik harus bersih dari PKL. Sehingga, apabila tidak mengindahkan kami akan ambil tindakan tegas," kata Roihan.
Tujuan ditertibkannya para pedagang kaki lima (PKL) ini, ditambahkan Roihan, agar kedepan Lahat Bercahaya. Namun, dikarenakan PKL masih banyak barangnya maka pihaknya memberikan peluang lagi hingga batas malam hari.

"Kami hanya memberikan tenggang waktu hingga batas malam ini. Besok kami mintak agar semua PKL. dapat mengosongkan lokasi yang sudah menjadi garis merah atau dilarang," katanya.

Sementara, Lurah Pasar Lama Kabupaten Lahat Efendy mengungkapkan, surat peringatan sudah dilayang sejak bulan Agustus, September dan November 2019.

"Nah, jeda waktu sudah cukup panjang kita berikan. Tapi, kenyataannya para pedang kaki lima (PKL) masih tak mengindahkan. Oleh sebab itu, sampai batas malam nanti kita masih berikan waktu. Besok harinya di Jl Utama harus sudah bersih. Agar Lahat makin Bercahaya," terang Lurah.

Intinya, baik secara lisan maupun tertulis sambung Efendy, sudah disampaikan kepada seluruh PKL yang ada di Jl Protokol agar tidak lagi berjualan dilokasi yang dilarang Pemerintah.

"Kami menyarankan agar para PKL dapat berjualan di Pasar Kangkungan Lahat. Dilokasi ini, tidak ada yang melarang dan tidak ada pengusiran baik Pol-PP maupun dinas lain terkait," saran Lurah Pasar Lama Lahat.

Salah satu PKL yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kalau ada lokak lain mungkin tidak akan berjualan disini. dan rata rata yang berjualan di Jl Protokol ada yang tidak menerima surat pemberitahuan dari dinas terkait.


"Kami mintak tolong pak, jangan diangkat jualan kami siang ini. kami mintak batas waktu sampai malam ini untuk menjual habis dagangan kami. besok kami tidak akan berjualan di Jl Protokol lagi," janji salah satu PKL.

Laporan : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Camat Merapi Selatan Lantik Pengurus BPD Tiga Desa Sekaligus

Lahat.ds,-- Heri Yulianto S.Sos, MM selaku Camat Merapi Selatan, melantik ketua dan pengurus BPD tiga Desa sekaligus pada Senin 9/12 bertempat di Aula Kecamatan Merapi Selatan. Adapun Desa yang dilantik yaitu Desa Lubuk Pedaro, Desa Lubuk Betung dan Desa Tanjung Menang.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan tertib tanpa kendala apapun, hadir pada pelantikan tersebut dihadiri ketiga Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Staf Kecamatan dan undangan lainnya.

Usai melantik, Camat Merapi Selatan berpesan kepada ketua dan anggota BPD. Untuk dapat bersinergi dengan Kades dalam rangka menjalankan roda pemerintahan Desa, tak lupa Camat mengucapkan selamat kepada yang baru dilantik semoga amanah, ujar beliau.
Berikut nama yang dilantik
Agusman  Ketua BPD Desa Tanjung Menang

Wakil Ketua,  Seketaris Doni Firdaus
Nini Hayati
Anggota
1 Herdiansyah
2 Doni Akbar SPd

Ketua BPD Desa Lubuk Pedaro
Ahmad Sabar

Wakil Ketua , Riduan
Seketaris

Rita apariani
Anggota, Minseri
Ketua BPD Lubuk Betung
Dipta Erdi

Wakil Ketua Manharyanto
Seketaris, Vino Vikasi
Anggota
Ubit Sirwan
Yuslan
Mulyadi
Guwandi
Dini
Yesi Arisandi Spd.

Laporan : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Tapak Harimau Sudah Di Bangke Kecamatan Kota Agung Ini Pesan Kapolsek

Lahat.ds,--  Harimau Sumatera mengamuk, dan telah menelan korban jiwa di Pagar Alam, belakangan ini menurut  Isu be
rkembang telah merambah di Kabupaten Lagat tepat didaerah Bangke Kecamatan Kota- Agung.
Video Yang beredar di Medsos , bahwa Tapak harimau yang sudah  di Tanah  Bangke Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat di PT Manggala, Kapolsek Kota Agung Iptu  Freddy  Rajaguguk angkat bicara. Ketika ditemui Awak Media di Sukarami Kecamatan Kota Agung Senin 9/12 " Sampai saat ini saya belum menerima Video tersebut, namun jajaran Kepolisian Sektor  Kota Agung beserta Tripika sudah mengecek lokasi yang diduga tapak Harimau diseputaran PT Manggala. Dan kita sudah melaporkan ke KSDA Provinsi Sumsel.

Saya selaku Kapolsek Kota Agung menghimbau, untuk tetap waspada dan berhati- hati dan jangan ke Kebun atau ladang sendirian" Pesan Kapolsek.

Sementara itu Arsito Kades Singapure Kwcamatan Kota Agung menambahkan" saya mendapat Video tapak harimau  dari Sekuriti dari pihak PT Manggala, " cetus Arsito.

Laporan: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

METODE PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

BERBICARA DI RUANG SIDANG UTAMA MKRI.jpg

Oleh: Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Pengajar PPKn dan Pengurus AP3KnI Sumsel)

Lord Acton pernah mengatakan bahwa power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely artinya setiap orang yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaannya, tetapi orang yang mempunyai kekuasaan tak terbatas sudah pasti akan menyalahgunakan kekuasaannya. Hal ini  dikarenakan keberadaan kekuasaan yang absolut, maka penguasa dapat melakukan apapun sesuka hati tanpa ada yang dapat melarang atau memprotes kewenangnya tersebut. Korupsi merupakan sesuatu yang busuk, jahat, merusak moral, menyangkut jabatan aparatur pemerintah, penyelewengan kekuasaan yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti politik (Poerwadarminta, 2011). Sesuatu yang busuk ini pada dasarnya terjadi jika ada pertemuan antara tiga faktor utama, yakni niat, kesempatan, dan kewenangan.
Pertama, Niat adalah unsur setiap tindak pidana yang lebih terkait dengan individu manusia, misalnya perilaku dan nilai-nilai menyangkut aspek sosial yang dianut oleh seseorang, seperti sifat rakus, moral yang tidak kuat, gaya hidup yang konsumtif, mau hidup enak, suka berpoya-poya, tetapi pendapatan tidak memadai. Kesempatan, faktor ini lebih terkait dengan sistem yang ada. Kedua, Kesempatan sebagai faktor eksternal penyebab terjadinya korupsi yang berasal dari luar diri pelaku, dapat berupa aspek sikap masyarakat terhadap korupsi itu sendiri. Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat, misalnya masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan seseorang itu didapatkan. Ketiga, Kewenangan yang dimiliki seseorang akan secara langsung memperkuat kesempatan yang tersedia. Meskipun muncul niat dan terbuka kesempatan tetapi tidak diikuti oleh kewenangan, maka korupsi tidak akan terjadi. Dengan demikian, korupsi tidak akan terjadi jika ketiga faktor tersebut tidak ada dan tidak bertemu satu sama lainnya. Upaya memerangi korupsi untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalisir ketiga faktor tersebut.

Saatnya Belajar Pendidikan Anti Korupsi

Salah satu upaya dalam melakukan pemberantasan korupsi ini adalah secara sadar melakukan gerakan moral dan gerakan sosial melalui Pendidikan Anti Korupsi di lingkungan pendidikan, seperti sekolah dan kampus. Gerakan ini sebagai upaya bersama yang bertujuan menumbuhkan budaya anti korupsi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara. Gerakan Anti Korupsi adalah suatu gerakan jangka panjang yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Gerakan ini dimasukkan dalam kurikulum Pendidikan Anti Korupsi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai suatu gerakan untuk memperbaiki perilaku individu dan sistem dalam upaya mencegah terjadinya perilaku koruptif yang semakin hari semakin menjamur di sekeliling kita. Namun, kenyataannya selama ini Pendidikan Anti Korupsi belum sepenuhnya diketahui dan dipelajari langsung oleh pelajar di sekolah, dan baru beberapa kampus saja yang memberlakukan mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi kepada mahasiswa. Padahal pemahaman tentang Bahaya Laten Korupsi itu sangat penting. Walaupun selama ini sudah ada matapelajaran PPKn yang menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran dan tanggung jawab, itu saja tidak cukup! Pendidikan Anti Korupsi bagi pelajar dan mahasiswa dapat diberikan dalam bentuk sosialisasi, misal KPK goes to School and Campus, kegiatan kokurikuler dengan menyiapkan bahan bacaan Literasi Buku Non Pelajaran, melalui kegiatan ekstra kurikuler, misalnya Pramuka di sekolah, juga Pramuka dan Resimen Mahasiswa di kampus. Pemahaman Pendidikan Anti Korupsi tersebut harusnya diberikan dalam matapelajaran atau matakuliah tersendiri, seperti Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi. Sekali lagi saya tekankan disini pentingnya memberikan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman tentang upaya perbaikan sistem kepada pelajar dan mahasiswa sejak dini agar lebih menyadarkan akan pentingnya upaya memerangi korupsi melalui Pendidikan Anti Korupsi tersebut.

Upaya perbaikan perilaku manusia dapat dimulai dengan menanamkan nilai­-nilai mendukung terciptanya perilaku anti korupsi. Nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi yang dimaksud antara lain nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Penanaman nilai-nilai ini kepada masyarakat dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kebutuhan. Inilah yang saya maksud tadi bahwa penanaman melalui Pendidikan Anti Korupsi penting bagi pelajar dan mahasiswa. Tentu dalam hal ini Asosiasi Profesi Pendidik Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia Wilayah Sumatera Selatan (AP3KnI Sumsel) merasa terpanggil untuk turut andil memahamkan Pendidikan Anti Korupsi agar mencegah terjadinya bahaya laten korupsi yang kapan saja bisa terjadi. Selain ikut bertanggung jawab dan harus berperan aktif dalam mencegah dan memutus mata rantai korupsi terutama di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. AP3KnI Sumsel merupakan organisasi profesi bagi para akademisi (guru, dosen, pengawas, widyaiswara), pemerhati pendidikan, dan praktisi di bidang Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan.  

Atas kesamaan pandangan dan kebulatan tekad komunitas akademik PPKn untuk berkiprah lebih proaktif dalam memecahkan berbagai permasalahan bangsa dan negara itulah yang mendorong dibentuknya AP3KnI, sebagai wadah untuk melakukan komunikasi secara intensif diantara komunitas akademik PPKn dalam mengembangkan PPKn. Selain itu, melakukan koordinasi dalam melakukan kegiatan positif dalam mendiseminasikan program pengembangan PPKn, baik dalam dimensi kajian ilmiah, dimensi kurikuler, maupun dimensi sosio-kultural, serta mengakomodasi pandangan atau ide-ide terkait dengan pengembangan PPKn dari berbagai perspektif atau sudut pandang. Terbentuknya AP3KnI Sumsel ini memberikan peluang cukup signifikan bagi komunitas akademik PPKn se-Indonesia untuk berkiprah secara kontruktif dalam pembangunan bangsa melalui penguatan PPKn sebagai wahana pendidikan demokrasi di Indonesia, sehingga akan terbentuk warganegara Indonesia yang cerdas dan berkarakter Pancasila. Secara umum asosiasi profesi ini bergerak di bidang pendidikan dan sosial kultural. Layaknya asosiasi profesi lain, AP3KnI Sumsel membawa misi melaksanakan kajian pendidikan kewarganegaraan, membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga, dan instansi pemerintah, melaksanakan kajian pendidikan kewarganegaraan, pendidikan politik, pendidikan hukum, pendidikan kemasyarakatan, pendidikan kesadaran berkonstitusi, pendidikan demokrasi, dan pendidikan anti korupsi. Salah satu bidang garapannya adalah memberikan sosialisasi kebijakan pemerintah menyangkut implementasi Pendidikan Kewarganegaraan di persekolahan maupun di perguruan tinggi melalui kurikulum. Hal inilah yang menjadi dasar saya mengangkat tulisan tentang Metode Pendidikan Anti Korupsi.

10 Metode Pendidikan Anti Korupsi
Setidaknya ada 10 metode pembelajaran dapat diterapkan dalam matapelajaran atau matakuliah Pendidikan Anti korupsi diharapkan memberikan aspek problem based learning bahkan problem solving terhadap setiap masalah yang dibahas pelajar dan mahasiswa, antara lain: (1) Metode In-Class Discussion, bertujuan menumbuhkan kepekaan (awareness) dan membangun kerangka berfikir atau framework of thinkingKegiatannya berupa penyampaian oleh guru atau dosen dan mendiskusikan konsep-konsep terkait korupsi dan anti-korupsi. (2) Metode Case Study, bertujuan meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap kasus korupsi serta mampu menganalisa atas dasar konsep-konsep yang diberikan. Kegiatan berupa mendiskusikan kasus-kasus terkait dengan topik yang sedang dibahas, seperti kasus korupsi, kasus faktor penyebab korupsi, kasus dampak korupsi, kasus gerakan pemberantasan korupsi di negara lain, yang sumbernya berasal dari guru/dosen atau pelajar/mahasiswa. (3) Metode Improvement System Scenario, bertujuan memberikan rangsangan kepada mahasiswa agar memikirkan penyelesaian masalah secara nyata. Kegiatannya adalah guru/dosen memberikan satu bahan diskusi untuk didiskusikan oleh kelompok mahasiswa. Mahasiswa diharapkan membuat skema perbaikan sistem yang bisa menyelesaikan masalah korupsi yang selalu terjadi pada kasus tersebut. (4) Metode General Lecture, bertujuan untuk belajar dari praktisi atau orang-orang di lapangan yang mampu menginspirasi dan dapat menjadi role model bagi mahasiswa. Kegiatannya berupa menghadirkan pembicara tamu untuk berbagi pengalaman memberantas dan mencegah korupsi di dunia kerjanya, seperti tokoh-tokoh yang dikenal sebagai corruptor-fighter di bidangnya masing-masing seperti tokoh KPK, pengusaha, politisi, pemuka agama, pejabat pemerintah. (5) Metode Diskusi Film, bertujuan menggunakan film sebagai media pembelajaran melalui kekuatan audiovisual. Kegiatan berupa memutar film dokumenter anti korupsi, kemudian mendiskusikan dengan mahasiswaHal-hal yang bisa didiskusikan mahasiswa misalnya terkait bentuk korupsi yang terjadi, dilema yang dihadapi si koruptor atau orang yang membantu terjadinya korupsi.

Selanjutnya, (6) Metode Investigative Report, bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sebuah tindak korupsi yang nyata terjadi di lingkungan sekitar atau daerah setempat, serta membuat laporan korupsi yang efektif dan impactful. Kegiatan merupakan investigasi lapangan yang dilakukan dalam kurun beberapa minggu, misalnya kampus bekerjasama dengan KPK memberikan materi teknik investigasi. (7) Metode Thematic Exploration, bertujuan membangun cara berfikir (way of thinking) yang komprehensif dalam menggali sebuah kasus. Kegiatannya berupa observasi terhadap sebuah kasus korupsi atau perilaku koruptif, kemudian menganalisis dari berbagai perspektif sosial, budaya, hukum, ekonomi, politik dan sebagainya. Siswa/mahasiswa juga bisa melakukan observasi perbandingan perspektif atau cara penyelesaian terhadap satu jenis kasus yang serupa dari masyarakat atau negara yang berbeda. (8) Metode Prototype, bertujuan melakukan penerapan keilmuan atau ciri khas perguruan tinggi terkait atau ciri khas lokal dalam konteks anti-korupsi atau mengeksplorasi korupsi dan anti-korupsi. Kegiatan berupa mahasiswa membuat prototype teknologi terkait cara-cara penang­gulangan korupsi. (9) Metode Prove the government policy, bertujuan untuk memantau realisasi janji pemerintah sebagai bentuk integritas. Kegiatannya berupa kelompok siswa/mahasiswa melakukan pengamatan, penelitian ke lapangan untuk melihat kesesuaian janji pemerintah yang disosialisasikan melalui kampanye/spanduk/ iklan/pengumuman prosedur di berbagai instansi dengan realisasi di lapangan. (10) Metode Education Tools, bertujuan menciptakan media pembelajaran yang kreatif untuk segmen pendidikan formal maupun publik dalam rangka gerakan anti-korupsi. Kegiatan berupa kelompok siswa atau mahasiswa mewujudkan kreatifitasnya dalam mendesain berbagai macam produk yang bisa menjadi media pembelajaran anti-korupsi.

Sebenarnya Metode Pendidikan Anti Korupsi di atas memang menjadi tanggung jawab dan peranan AP3KnI Sumsel dalam menyadarkan generasi muda milineal untuk selalu mengutamakan nilai-nilai karakter yang berlandaskan pada Pancasila yang bersumber dari UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nilai-nilai karakter tersebut, yaitu (1) Nilai kejujuran di sekolah dapat diwujudkan siswa/mahasiswa dalam bentuk tidak melakukan kecurangan seperti mencontek saat ujian, tidak melakukan plagiarisme, membayar uang jajan sesuai yang dibeli. (2) Nilai kepedulian dapat diwujudkan oleh siswa/mahasiswa dalam bentuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah/kampus agar nampak terlihat asri, juga menjaga fasilitas sekolah dengan baik. (3) Nilai kemandirian dapat diwujudkan dalam bentuk mengerjakan soal ujian secara mandiri, mengerjakan tugas secara mandiri, dan mampu menyelenggarakan kegiatan kesiswaan swadana. (4) Nilai kedisiplinan dapat diwujudkan dalam bentuk datang dan pulang sekolah sesuai jadwal, mengatur waktu dengan baik, patuh pada peraturan dan ketentuan berlaku di sekolah/kampus. (5) Nilai tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus dihayati oleh siswa/mahasiswa diwujudkan dalam bentuk belajar sungguh‑sungguh dan percaya diri. (6) Nilai kerja keras dapat diwujudkan siswa/mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghargai proses bukan hasil semata, tidak melakukan jalan pintas, mengerjakan tugas dengan tekun. (7) Nilai kesederhanaan dapat diterapkan siswa di sekolah/kampus dalam bentuk hidup sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan, tidak suka pamer kekayaan, suka membantu teman membutuhkan. (8) Nilai keberanian dapat dikembangkan oleh siswa/mahasiswa dalam kehidupan di sekolah/kampus dalam bentuk berani membela kebenaran, berani mengakui kesalahan, juga berani bertanggung jawab. (9) Nilai keadilan dikembangkan siswa/mahasiswa dalam bentuk memberi pujian tulus teman berprestasi, memberikan saran, semangat, tidak memilih teman.

Terakhir, masih dalam suasana UAS ini, saya mengutip pendapat Dewey (Meita, 2016) bahwa “untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan bom, roket, dan senjata berat, tapi cukup dengan mempermudah siswa/mahasiswa berbuat curang dalam ujian dan longgar dalam disiplin belajar. Mari kita biasakan dan budayakan UJIAN TANPA CURANG di sekolah atau di kampus sebagai upaya memberantas korupsi di lingkungan pendidikan masing-masing. Korupsi itu Haram, Korupsi Musuh Kita Bersama! SELAMAT HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA TAHUN 2019. Indonesia Maju Tanpa Korupsi. Salam AP3KnI Anti Korupsi!

Redaksi.www.dutasumsel.com

Adanya Pembagunan Jalan dan Plat Deker Masyarakat Gang Pagun Ucapkan Terima Kasih

Lahat.ds, -- Kelurahan asar lama Lahat dalam menjalankan program Pemberdayaan masyarakat yang didanai melalui dana kelurahan termen II yang dilaksanakan di gang Pagun Rt.7 Rw.3 melakukan Pembuatan jalan setapak sepanjang 75 M dengan Lebar 2, 5 M juga melaksanakan pembagunan Plat deker sepanjang 5 M lebar 1 M.

Erwin Ketua RT 7 Rw.3 saat diwawancarai dilokasi kegiatan megatakan 9/12 alhamdulilah berkat adanya kepercayaan Lurah pasar lama melalui program dana kelurahan masyarakat Gang Pagun dapat melaksanakan pembuatan jalan setapak dan membangun Plat deker yang menjadi harapan masyarakat gang pagun selama ini.

Dengan adanya pembagunan jalan setapak maupun pembangunan plat deker ini masyarakat dapat terbantukan , soalnya selama ini jalan yang dilalui selalu becek akibat bajir bila hujan turun pungkasnya.

 Begitu juga yang disampaikan Drs.Sahari Cikman salah satu tokoh masyarakat gang pagun ia megatakan kami sangat bersyukur sekaligus berterima kasih kepada Pemerintah Daerah khususnya Kelurahan Pasar Lama yang telah megucurkan dana Kelurahan untuk peningkatan jalan bagi masyarakat Gang Pagun Rt.7 Rw.3 Kelurahan Pasar Lama Lahat katanya.

Laporan : Idham/ Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pemkab Muba Luncurkan Layanan Jemput Pasien Gawat Darurat 24 Jam

Muba,ds, -- Pemerintah Kabupaten  Musi Banyuasin meluncurkan layanan program siaga 24 jam menjemput pasien yang gawat darurat yaitu Public Safety Center (PSC) 119) / 08123000119, Layanan itu serupa transportasi daring,  tugasnya mengantar pasien gawat darurat ke sarana kesehatan terdekat baik itu puskesmas maupun rumah sakit.

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, layanan itu merupakan salah satu inovasi baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, program layanan  ini merupakan upaya pemerintah untuk mempermudah dan melayani masyarakat, Musi Banyuasin untuk bisa mendapatkan pelayanan secara langsung cepat dalam kondisi kegawat daruratan dengan pola sistem jemput kelokasi sesuai laporan warga.

"Kehadiran PSC 119 saya yakin dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Muba dalam memperoleh pelayanan kegawatdaruratan di bidang medis, yang mana selama ini memang menjadi kendala utama dalam transportasi  cepat untuk mendapatkan penanganan medis terutama yang bersifat darurat,"ucap Dodi

Semnetara itu Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan bahwa filosofinya itu kita ingin negara hadir di tengah masyarakat. Saat masyarakat panik dan memerlukan pelayanan kegawatdaruratan secara langsung maka cukup menghubungi nomor telepon  PSC 119 dan atau 112 Muba Fast Track

"Adapun kasus-kasus yang bisa di lakukan yaitu meliputi kasus kegawatdaruratan kebidanan, kasus kecelakaan lalu lintas, dan kasus lainnya yang bersifat kegawatdaruratan,"jelasnya.

dr. Azmi menuturkan, sistem yang dipakai bisa menghubungi langsung 119 melalui Nomor telepon 08123000119, atau dengan sistem mendownload aplikasi PSC 119 Kabupaten Musi Banyuasin Emergensi button di playstore Handphone android serta bisa juga langsung menghubungi call emergensi 112, karena aplikasi ini sudah terintegrasi dengan command center 112 yang dikelola Diskominfo Musi Banyuasin

"Para petugas yang tergabung pada PSC 119 akan segera menjemput pasien kegawatdaruratan yang siaga selama 24 jam", tambah Azmi

Secara terpisah Herryandi Sinulingga Kadin Kominfo Musi Banyuasin membenarkan bahwa. Aplikasi 119 sudah terintegrasi dengan Aplikasi 112 Dinkominfo Muba yang dinamakan Aplikasi Fast Track, dan aplikasi Muba Fast Track Juga bisa di download melalui play store, dengan terintegrasinya layanan emergency 112 dengan 119 tujuannya sebagai percepatan layanan yang langsung dapat kami tindak lanjuti sesuai dengan tujuan aplikasi ini mempermudah masyarakat melaporkan yang diperlukan khususnya melayani warga masyarakat muba dalam keadaan emergency, untuk itu silahkan masyarakat manfaatkab layanan ini karena ini adalah program Pemerintah yang wajib hadir untuk melayani warganya sesuai arahan bapak bupati Dodi Reza Alex Pungkasnya.

Pewarta : Hasyim
Redaksi.www.dutasumsel.com

PGRI SUMSEL MEMULIAKAN GURU

#Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.
(Juara 1 Anugerah Konstitusi IX Tahun 2019)#

Marcus T Cicero dikutip John F Kennedy pada 20 Januari 1961 mengatakan bahwa “Jangan tanya apa yang Negara dapat perbuat untuk kamu, tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu perbuat untuk Negaramu”. Begitulah gambaran yang seharusnya saya lakukan dan saya dedikasikan sebagai guru di daerah tepatnya di SMP Negeri 1 Indralaya Utara untuk pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Nah, setelah MK RI, Polres OI, Disdikbud OI, dan Pemda OI yang memuliakan guru, kini giliran PGRI khususnya Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menghargai dan memuliakan profesi guru. Hal ini bukan tanpa dasar dan memang sudah menjadi tugas dan kewajiban sebuah organisasi profesi “PGRI” untuk memberikan perhatian yang lebih berupa perlindungan, penghargaan, serta peningkatan kesejahteraan bagi guru-guru di Indonesia. Tak pernah bermimpi dan tidak ada janji apapun sebelumnya, tiba-tiba saja kami dihubungi pengurus PD PGRI Provinsi Sumatera Selatan untuk bertemu Ketua PD PGRI Sumsel (Bapak H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M.) dan Sekretaris PD PGRI Sumsel Bapak Drs. H. Lukman Haris, M.Si.) hari Jum’at tanggal 6 Desember 2019 pukul 16.00 WIB di ruang kerja beliau. Sebuah kesempatan langka bagi kami bisa bertemu langsung dengan pejabat PD PGRI Provinsi Sumsel ini. Mungkin memang sudah kasihnya Allah SWT mempertemukan di “rumah” kami guru-guru Sumsel, yakni Gedung Guru Provinsi Sumatera Selatan beralamat di Lorong Gotong Royong.
Gambar 1. Suasana audiensi berbincang santai dengan Ketua PD PGRI Provinsi Sumsel.

Tulisan ini bukanlah berunsur subjektifitas (menilai seseorang karena kebaikan saja), hanya saya ingin berbagi cerita dan kebahagiaan dalam hal nyata di lapangan. Saya awali, sore itu Jum’at/6 Desember 2019 sekira pukul 15.56 WIB saya baru tiba di gedung guru dalam kondisi jaket dan celana basah karena kehujanan sepanjang jalan mengendarai motor menuju lokasi pertemuan. Sesampai di tempat saya langsung menghubungi Ibu Maulidia, S.Pd. (guru SMP LTI Palembang) yang baru pulang dari Stadion Wibawa Mukti Bekasi menerima penghargaan langsung dari Presiden yang diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia “Mas Menteri Nadiem” sebagai Pemenang Guru Bertutur Pajak Juara 3 Tingkat Nasional. Sebenarnya kami sudah seperti kakak adik, jadi saya tidak canggung langsung menelepon untuk bersama bertemu Pengurus PD PGRI Provinsi Sumsel. Singkat cerita, setelah bertemu ajudan kami langsung diminta menghadap Bapak Ketua PD PGRI Sumsel. Sambil menunggu di ruang tamu, tentu kami bercerita “kekagetan” sama-sama dapat undangan mendadak dari pengurus. Dan akhirnya, Bapak Ketua yang kami tunggu keluar ruangan dan menyapa kami dengan penuh hangat dan bersahaja. Akan tetapi beliau meminta izin untuk melaksanakan sholat Ashar terlebih dahulu bersama pengurus PGRI lainnya.
Setelah selesai sholat beliau langsung bertanya dan mengajak ngobrol santai. Kata-kata yang selalu diucapkan beliau dengan aku ni santai bae, jadi cakmano cubo becerito dulu. Saya diberi kesempatan terlebih dahulu sesuai permintaan beliau, lalu disambung Yuk Maulidia. Dalam obrolan tersebut, beliau mengucapkan apresiasi dan penghargaan atas pencapaian yang telah kami raih. Ucapan beliau yang masih terniang di telinga saya adalah segala sesuatu pencapaian prestasi itu tidak selalu diukur dengan materi atau uang tetapi penghargaan dan penyambutan dari atasan maupun lembaga sebagai pemuliaan terhadap profesi guru, itu yang lebih penting. Kami pun mengangguk dan sependapat dengan apa yang beliau sampaikan, terharu sekaligus bangga punya pemimpin yang respon dan cepat mengambil keputusan mengundang guru seperti ini.
Gambar 2. Foto bersama Pengurus PD PGRI Provinsi Sumsel di ruang kerja Sang Ketua.

Di dalam hati saya, ternyata di balik ketegasan dan kewibawaan, beliau memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap profesi guru sangatlah tinggi, apa karena beliau ketua PGRI atau memang dasarnya beliau seperti itu, ahh tidak, saya yakin memang beliau sangat memperhatikan dan menghargai guru-guru di Sumatera Selatan. Buktinya adalah beliau langsung menawarkan apakah kami bersedia diundang dalam acara HUT PGRI ke-74 dan HGN Tahun 2019 tanggal 12 Desember 2019 di Hotel Harper Palembang? Jika kalian bersedia, PGRI sudah menyiapkan undangan kalian berdua beserta pendamping, baik Kepala Sekolah, Mitra Penelitian, dan Lembaga yang peduli dan konsen memajukan pendidikan di daerah, semisal Kepolisian Resort Ogan Ilir. Alhamdulillah, rasa syukur dan terharu beliau menyerahkan undangan yang didampingi pengurus PD PGRI Sumsel, di mana undangan tersebut ternyata yang mengundang mulai dari kop dan tanda tangan undangan adalah Gubernur Sumatera Selatan. Semoga maksud baik beliau untuk mempertemukan kami dengan Gubernur Sumatera Selatan (Bapak H. Herman Deru, S.H., M.M.) dapat terlaksana dengan baik dan lancar aamiin yarobbal’aalaamiin. Beliau pun memberi waktu untuk kami memperkenalkan diri atau paparan dihadapan para tamu undangan dalam perhelatan ulang tahun PGRI ke-74 khususnya Puncak HUT PGRI di Sumatera Selatan. Kata beliau Insya Allah ada penghargaan dalam bentuk piagam, plakat, bantuan pembinaan dari PD PGRI Sumsel.
Selanjutnya, pada kesempatan itu juga kami diberi waktu untuk memperlihatkan apa yang telah kami raih sebagai prestasi di bidang pendidikan. Kami pun menunjukkan hasil yang telah kami capai dan menjabarkan bagaimana proses dan akhirnya memperoleh prestasi tersebut. Di akhir pertemuan, dengan memberanikan diri kami menunjukkan kamera dengan beliau, dan beliau merespon, tahu kalau kami minta foto bersama. Sebenarnya beliau juga sudah menyiapkan asisten pribadi yang stand by untuk mengabadikan pertemuan langka antara guru daerah dengan Sang Ketua. Foto bersama dilakukan di ruang kerja beliau bersama denga Pengurus PD PGRI Sumsel. Setelah itu, beliau mengajak makan bersama tanpa harus canggung dan malu “biaso bae, santai dengan aku ni dak usah malu, minum dan makanlah dulu” ujarnya. Di akhir tulisan ini saya ingin mengatakan bahwa di balik kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang membahagiakan, sebab tidak pernah proses mengkhiati hasil. Apapun yang kita tanam saat ini, maka kita akan menuainya nanti, jika kita menanam kebaikan atau kemaslahatan bagi orang lain, maka niscaya dan yakin bahwa suatu saat kita akan mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah SWT melalui orang lain. Begitulah gambaran kebaikan yang telah diberikan beliau kepada kami hari itu. Kami hanya bisa berdo’a dan mendukung program dan kinerja beliau dalam memajukan pendidikan dan mensejahterakan guru-guru di Sumsel. Beliau memang sejatinya pemimpin atau bapaknya guru-guru di Provinsi Sumatera Selatan. Terima kasih Pak Zulinto, Pak Lukman, Pak Syahrial, dan pengurus PD PGRI Sumsel lainnya, sehat dan sukses selalu untuk bapak-bapak semuanya. “Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yes!”
Gambar 3. Simbolis hadiah perlombaan kepada Pengurus PD PGRI Provinsi Sumsel

Sesaat sebelum kami meninggalkan ruang tamu PD PGRI ProvinsI Sumsel, beliau menyodorkan sejumlah uang langsung di tangan kami, ini ongkos balek idak banyak, teruslah berkarya dan berprestasi untuk Sumsel. Kami kompak menolak, tetapi beliau menyadarkan kami bahwa ini pemberian pribadi atas keberhasilan guru-guru Sumsel yang telah mengharumkan nama PGRI Sumsel. Nanti ada penghargaan dari PD PGRI Sumsel saat HUT PGRI. Ya Allah betapa gembira kami, beliau begitu perhatian, mokasih banyak Pak Zulinto. Demikian tulisan ini semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Redaksi.www.dutasumsel.com

Kapolres Ogan Ilir Bersama Jajaran Memimpin Kegiatan Berbagi Bersama Kaum Muslimin Dan Muslimah

INDRALAYA.DS, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH, bersama jajaran memimpin langsung acara berbagi Di hari jumat penuh barokah yang dipercaya bagi mayoritas umat muslim dan muslimah, sebagai hari baik untuk bersedekah dan berbagi kepada sesama dihari jumat. Termasuk para polisi yang bertugas di Polres Ogan Ilir, Jumat, (06-12).

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi di dampingi PJU Polres OI mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mendekatkan diri ke Masyarakat,di Ogan Ilir Selain berbagi untuk sesama, kita juga ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, agar mereka merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kegiatan Jumat Berbagi itu dilakukan sebagai wujud rasa syukur, serta kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, terutama warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan sebelum shalat Jumat dengan membagikan sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng serta kebutuhan rumah lainnya kepada masyarakat yang kurang mampu, kegiatan jumat berbagi tak hanya sampai disitu polres ogan ilir juga memberikan layanan kesehatan kepada para lansia, sejumlah lansia yang sakit di berikan pelayanan di panti sosial ogan ilir.

Laporan : Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com

Atlet Peparprov Muba Optimis Raih Medali

MUBA.DS,-Sebanyak 14 atlet Peparprov II Kontingen Muba turun di ajang olahraga bergengsi di tingkat Provinsi Sumsel tersebut. Tahun kedua pelaksanaan Peparprov ini menjadi panggung pertama atlet Muba turun di ajang tersebut.

Diketahui, sebelumnya bertepatan di ajang Asia Auto Gymkhana beberapa waktu lalu di sirkuit internasional Skyland, Bupati Muba Dodi Reza melepas secara resmi atlet Peparprov Kontingen Muba untuk bertanding di Kota Prabumulih.

"Dengan jumlah atlet yang belum begitu banyak dibanding Kabupaten/Kota lain di Sumsel ini, pastinya dengan Semangat Berani Juara, Insya Allah paling tidak target tahun ini kita berupaya dan berdoa memperoleh medali di cabang andalan serta minimal berada di papan aman perolehan medali," ungkap Plt Kadispopar Muba, Muhammad Fariz.

Lanjutnya, ke depan Muba akan semakin meningkatkan pembinaan atlet NPC Muba. "Tugas ke depan pembinaan dan support khusus untuk atlet NPC akan kami maksimalkan demi mencapai target ke depan yang baik," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengatakan meski atlet NPC Muba baru pertama kali turun di ajang Peparprov namun dirinya optimis atlet akan memberikan hasil terbaik.

"Yang terpenting semangat dan selalu mengedepankan sportivitas," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia itu.

Sementara itu, Yulianto Ketua NPCI Kabupaten Muba menyebutkan ada 14 kontingen atlet asal muba yang akan berlaga di ajang pelaksanaan Paralympic tingkat Provinsi (Peparprov) yang digelar di kota Prabumulih Sumatera Selatan.

"14 atlet ini akan megikuti Cabor Renang, Bulu tangkis atletik,catur, Insya Allah  dari masing-masing cabor kita menargetkan  1 emas setiap cabor, optimis apa yang yang menjadi harapan kami dan pak Bupati Muba Dodi Reza Alex, semaksimal mungkin kami akan wujudkan dan sebagai komintemen kami NPCI  untuk turut serta mengharumkan nama baik daerah Bumi Serasan Sekate Muba singkatnya.

Laporan : Hasyim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Herdiansyah Kades Karang Lebak Bangun Desa Dengan ADD

Lahat.ds,--- Geliat pembangunan Desa Karang Lebak terus dilakukan dengan mengunakan Dana Desa, walau baru 2 tahun menjabat Kades Herdiansyah namun bukan berarti tiada pembangunan.

Pantauan Awak Media dilokasi Desa Karang Lebak pada Jumat 6/12 ketika menyambangi Desa Karang Lebak, diterima dengan ramah oleh Herdiansyah selaku Kades didampingi ketua BPD Junanto.

Menurut Kades "  dengan dana Desa membangun Rehab air bersih disalurkan kerumah warga, membangun gedung pertemuan yang gunakan untuk seluruh aktifitas di Desa baik itu Pernikahan maupun musyawarah Desa dibangun mengunakan Anggaran Dana Desa tahun 2018. Untuk tahun 2019 kita membangun saluran air atau Drainase, jalan usaha tani, dan Spal Desa" cetus Kades.

Selaras dikatakan Ketua BPD Junanto " Alhamdulilah selama kepemimpinan Kades Herdiansyah Desa Karang Lebak fasilitas Desa sudah memadai dan seluruh kegiatan yang akan dibangun selalu koordinasi dan musdes terlebih dahulu " ujar Nantok demikan panggilan sehari- hari ketua BPD.

Laporan : Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com