NEWS

Slider

PENGERJAAN DANA DESA TAHUN 2019 DESA SUNGAI LILIN KEC.RANTAU BAYUR BERJALAN DENGAN LANCAR DAN MAKSIMAL

Banyuasin.ds,-- Program Pembangunan Infrastruktur dengan dana Apbn yang diluncurkan oleh pemerintah pusat gunanya adalah untuk menunjang  pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah.                     
Begitupun juga seperti yang dirasakan oleh masyarakat desa Sungai Lilin kecamatan Rantau Bayur kabupaten Banyuasin propinsi Sumatera Selatan,dengan adanya program dana desa (DD) dari pemerintah pusat yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo ini benar-benar dimanfaatkan oleh kepala desa Sungai Lilin Abdul Rahman untuk membangun desanya bersama Bpd,perangkat desa,tokoh masyarakat berdasarlan hasil Musyawarah Desa ( musranbangdes).

Kepala desa Sungai Lilin Abdul Rahman saat ditemui awak media Duta Sumsel online diruang kerjanya senin 02/12/2019 mengatakan "dana desa tahun 2019 didesa kami telah direalisasikan baru mencapai 80 persen yang terdiri dari 4 item diantaranya,
1.Jalan poros desa sepanjang 400 meter, 2.Jalan setapak 2 titik sepanjang 570m.3,Jembatan 3 unit dari dusun1 dan dusun 2 .  4.Penimbunan jalan 3000 meter dengan ketinggian 120m dan lebar 4 m.selebihnya pemberdayaan.
"Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik dari bpd,perangkat desa,dan masyarakat kami telah melaksanakannya berdasarkan musyawarah bersama sesuai dengan yang  telah kami anggarkan "Tegasnya pada awak media.

Dan Abdul Rahman juga menambahkan  dia sangat meng afresiasi kepada Lsm dan media yang telah ikut memantau pembangunan didesa-desa dan beliau juga tidak sungkan-sungkan untuk menerima kritikan-kritikan yang sipatnya membangun.

Di tempat yang berbeda
Amrullah,Ketua BPD desa Sungai lilin
mengatakan"bahwa pekerjaan sudah terlaksana sesuai hasil musyawarah desa sehingga tidak ada masalah kami selaku bpd perangkat desa dan masyarakat bersama memantau pekerjaan didesa kami"Ungkapnya.
Amrullah juga mengakui semenjak kepemimpinan kepala desa Abdul Rahman desa kami banyak mengalami perubahan dan kemajuan " tegasnya.

Pewarta:Agus salim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Mayjen Irwan SiP, MHum" Menjadi Prajut Gratis, Bila Ketahuan Bayar Akan Pecat"

Lahat.ds,--- Usai upacara pembukaan Pendidikan Tantama TNI AD gelombang II tahun 2019  Senin 2/12 Mayjen Irwan SiP, Hum, memberikan wejangan kepada para  prajurit Tamtama.
Menurut Mayjen Irwan kepada Prajut Tamtama" diharapkan usai pembukaan ini untuk mensetel kuping, jangan ada main hp, atau yang lainnya demi menjadi prajurit sejati. Perhatikan barang kecil kalian dan tulisi nama kalian, tidak boleh mengambil barang teman, atau membayar untuk masuk nanti akan dikeluarkan. Mulai hari ini tanamkan jiwa kalian bahwa kalian Prajurit yang sejati dimana saja berada dan jang lupa berdoa. Bagi warga yang ingin menjadi Prajurit Tamtama gratis tanpa bayaran, bila ketahuan nyogok/ bayar maka akan dipecat dan tidak dianggap.

Menurut catatan data siswa Tamtama tahun 2019 gelombang ke II berjumlah 707 orang,  505 orang sedang melaksanakan Pendidikan di Lahat sedang 200 dititipkan di kodam Jaya. Masa Orientasi pendidikan kometmen kita di ajendam perjanjian tertulis bila ada pembayaran gratis. Dari suku terluar dipulau Enggano dan Suku Anak dalam juga turut dalam pendidikan Tamtama ini " ujar Pangdam, kegiatan ini turut hadir Bupati Lahat Cik Ujang dan Forkominda Lahat.

Usai memberikan Wejangan kepada Tamtama Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan Sip. Mhum melanjutkan lawatannya ke Makodim  0405 Lahat.( Novita/Idham)

Camat Lahat Menghadiri Titik Nol Pembuatan Jalan Setapak Di Kelurahan Talang Jawa Selatan

Lahat.ds,-- Program dana Kelurahan tahap pertama di Kelurahan  Talang Jawa Selatan benar dilaksanakan,  dan benar terasa oleh warga. Pagi ini Senin 2/12 Camat Lahat   Zubhan Awali S.S.T MSi, menghadiri pembuatan Jalan setapak  titik nol di  RT 13 RW 04.
Selain Camat Lahat juga hadir ketua RT 13 Dwi Yana , Sarwo Edi ketua RW 04, Rukmin SE i PPTK , Tomas, Tomga setempat. A. Hadi Wijaya SE selaku Lurah Talang Jawa Selatan, kepada Awak Media mengatakan " Alhamdulilah, pengerjaan titik nol berjalan dengan lancar Pembuatan Jalan setapak.

Dikerjakan sesuai dengan draft, harapan semoga dengan dibangun jalan setapak ini bisa dirasakan oleh masyarakat terutama warga di Kelurahan Talang Jawa Selatan terkhusus di RW 04 RT 13. Ucapan kepada semua pihak yang telah bersinergi dalam rangka terlaksananya kegiatan ini " ujar Lurah.A Hadiwijaya.

Pewarta: Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Team CRC Lancar Motor OI Juara Umum Lokal Sumsel Motocross Championship 2019 Di Tanjung Enim

INDRALAYA.DS, -- Dalam rangka Kejuaraan Motocross ( Grass track) Di Muara Enim Championship 2019, pada 30 November 2019 sampai 1 Desember 2019 di Sirkuit Motocross Tanjung Enim 
PTBA Bukit Asam,yang bekerjasama dengan club- club motor dari berbagai Daerah termasuk CRC Lancar Motor Ogan Ilir menyelenggarakan ajang balap motor grasstrack Modifikasi dari 2 Tak Dan 4 Tak dari 130 CC dan 110 CC serta FFA Open.
Ajang balap motor yang ditonton oleh ribuan orang itu turut memeriahkan dari ajang balap motor cukup bergengsi ini adalah Team Cahaya Rider Comunity( CRC) Lancar Motor Ogan Ilir Pimpinan M Fikri Salman.

“Saya sungguh mengucapkan terimakasih kepada semuanya atas berhasilnya Team CRC Lancar Motor Ogan Ilir dalam ajang balap Motocross grasstrack di Tanjung Enim ini, berjalan lancar dan selamat semuanya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam ajang balap ini, peserta dari Team CRC berhasil menyabet Juara Umum Lokal Sumsel
Untuk peserta kategori pembalap kelas lokal dari bebek Standar,Bebek Modifikasi,dan FFA Open lokal Sumsel.

Adapun kelas yang dilombakan, yakni: Bebek Standar Open, Bebek Modifikasi Open, FFA Open, Bebek Standar Pemula, Bebek Modifikasi Pemula, FFA Pemula, Bebek Modif."Dalam ajang lomba tersebut, pembalap asal Ogan Ilir nomor star 40 , Rony Aja berhasil meraih Juara Umum dengan hadiah uang pembinaan dan satu unit motor".

Dan saudara Fikri pimpinan dari Cahaya Rider Comunity ( CRC) terutama bagi tracker tracker muda dari Kabupaten Ogan Ilir berharap agar Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dapat menyelengarakan kejuaraan bergengsi ini disirkuit yang ada di kabupaten kita dalam rangka menyambut HUT OI 2020 Mendatang,Dan Fikri Berharap kedepan, dalam menyabut Hut Ogan Ilir Tahun 2020 Koni Ogan Ilir juga diharapkan  dapat menyelengarakan Ajang Bergengsi seperti acara balap motocross/ Grass Track di Sirkuit CRC Lancar Motor Ogan Ilir, atas keberhasilan Team dari CRC Lancar Motor Ogan Ilir akan menjadi penyemangat buat  Tracker - Tracker
muda ber Kreasi kedepan, Tutupnya kepada dutasumsel.com1/12/2019.

Pewarta : Tim DS

Gara-Gara Cewek Tega Tusuk Teman Sendiri Pakai Pisau

INDRALAYA. DS, – Hanya gara-gara rebutan cewek, RG (18) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) tega menusuk ES (17) warga asal Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH melalui Kasubag Humas, AKP A. Zaenalsyah menjelaskan, usai menusuk korban saat pertikaian dua pemuda tersebut dilerai oleh teman-temannya.

“Setelah itu, korban dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif. Mendapati informasi penganiayaan, aparat Polsek Tanjung Batu langsung melakukan penyelidikan di TKP dan meringkus tersangka,” jelasnya, Minggu (1/12/2019).

Diungkapakan kapolres, ketika ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan. Dari tangan tersangka, aparat mengamankan sebilah pisau dapur sepanjang 15 centimeter.

“Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Tanjung Batu, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Zaenalsyah Kasubag Humas polres Ogan Ilir.

Pewarta : Tim DS
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kapolda Dan Pangdam II Sriwijaya Goes Bersama

INDRALAYA.DS,– Dengan mengambil start dari Palembang dan berakhir di Ogan Ilir (OI), Kapolda Sumsel bersama Pangdam II Sriwijaya, gelar ‘gowes besamo’, sepanjang 45 Kilometer, Minggu (1/12/2019) pagi.

Kapolres OI, AKBP Imam Tarmudi mengatakan, tak hanya berolahraga kegiatan tersebut juga digelar guna meningkatkan sinergitas antara TNI/Polri, dan meninjau secara langsung kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di setiap teritorial.

“Kita harapkan dengan kegiatan positif sepeti ini sinergitas TNI/Polri semakin kuat, guna menjaga pertahanan dan keamananan, apalagi sebentar lagi Ogan Ilir akan melaksanakan Pilkada,” katanya.

Selain Kapolda dan Pangdam, kegiatan tersebut juga diikuti Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, Danrem 044 Garuda Dempo, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi serta aparat gabungan TNI/Polri.

Pewarta : H.Af,Lc

Vakum Of Pawer Kepegurusan PWI Lahat Segera Berahir

Lahat.ds, -- Diketahui dari hasil Konferkab pemilihan ketua PWI Lahat beberapa waktu lalu mendapat hasil imbang 9 -9 dari dua kubu calon Ketua PWI Lahat.

Dimana dalam pelaksanaan Konferkab pada tgl 23/11 yang dilaksanakan di Hotel Buser pemilihan calon ketua berjalan segit hingga terjadi dua putaran dalam pemilihan yang dilaksanakan oleh 18 suara pemilih.

Dengan mendapat hasil imbang antara kubu Ishak Nasroni maupun kubu Syarifudin, panitia Konferkab yang diketuai Ketua PWI Sumsel Furdaus Komar maka akan diadakan rapat Pleno yang akan dilaksanakan di Sekertariat PWI Sumsel.

Maka dengan terjadinya rapat pleno ini seluruh aktifitas kepegurusan PWI Lahat diambil alih PWI Sumsel, artinya PWI Lahat Megalami Vakum Of Pawer ujar Firdaus Komar beberapa waktu lalu saat diwawancarai awak media.

Setelah ditunggu hampir mendekati hari ke sepuluh, awak media menerima informasi bahwasanya PWI Sumsel akan mengelar Sidang Pleno pada tanggal 3/12 guna untuk dapat memutuskan  sesuai dengan Mekanisme, siapa yang layak dan pantas dari dua kubu yang bersaing mendapat rekomendasi sebagai ketua PWI Kabupaten Lahat masa bakti 2019--2022.

Pewarta:Idham/novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

LPPM UNSRI Edukasi Masyarakat tentang Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet

INDRALAYA.DS, --Sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari yang melimpah, Indonesia memiliki banyak keuntungan sekaligus juga beberapa kerugian. Termasuk kerugian yang berdampak pada kulit manusia yang terpapar sinar matahari secara berlebihan. Salah satunya adalah resiko terkena kanker kulit apabila manusianya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pentingnya melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
Atas dasar ini, kemudian LPPM UNSRI melakukan suatu tindakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan kulit terutama bahaya yang dapat disebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah masyarakat terutama kaum perempuan di desa Pulau Semambu yang berada dekat dengan kampus UNSRI. Dimana tingkat pendidikan masyarakat di desa ini masih tergolong rendah sehingga daoat mempengaruhi perilaku dan pola hidup masyarakat setempat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan tentang Edukasi Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan juga tentang Pemanfaatan Tumbuhan Pachyrhizus erosus sebagai Tabir Surya. Adapun penyuluhan ini dilakukan oleh tiga orang dosen  dan dibantu oleh tiga orang mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Sriwijaya. Sebagai ketua tim yaitu ibu Dina Permata Wijaya, S.Far, M.Si, Apt dengan dibantu oleh ibu Annisa Amriani. S, M.Farm,Apt dan  Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si, Apt.

Peserta berjumlah 30 orang perempuan yang tampak antusias mendengarkan materi yang disampaikannya oleh nara sumber.  Dan setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan demonstrasi cara menyiapkan bengkuang sebagai pati yang dapat digunakan sebagai tabir surya.  Sehingga masyarakat mempunyai alternatif terkait bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai tabir surya untuk mengurangi bahaya radiasi ultraviolet pada kulit.

Pewarta : Umi Iin
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pemilihan Kepala Desa Ulak Kerbau Baru Gelombang Ke 2 Berbuntut Panjang Pasal Nya Panitia Tidak Transparan

INDRALAYA.DS,-. Pemilihan kepala desa gelombang II Desa Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan-Ilir  Periode Tahun 2019- 2025 yang diikuti oleh 5 calon kades, masih menyisakan permasalahan dan berbuntut panjang. Melalui wawancara dengan salah satu calon kades no urut 4 atas nama Bapak Kendra, Spdi dan Bapak Darmi No urut 3, Mereka Meyakini adanya kecurangan dari pihak panitia pelaksana pilkades tersebut untuk memenangkan salah satu kandidat no urut 1 atas nama bapak Muhammad H. Sero dalam hal ini sebagai incumbent, " ujarnya.     Merekapun sudah melaporkan ke Dinas PMD Kab. Ogan - Ilir dan pihak yang berwenang dengan pengaduan keberatan atas hasil penghitungan pilkades desa Ulak Kerbau Baru Kec.Tanjung Raja yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 November 2019 yang lalu, yang dianggap mereka terindikasi adanya kecurangan dari pihak panitia penyelenggara pilkades tersebut. Bahkan menurut pihak penuntut," pemilihan pilkades kemarin untuk desa Ulak Kerbau baru kecamatan Tanjung Raja, cacat hukum dan berbuntut panjang," tegasmya. 
  Bagaimana tidak panitia mencetak surat suara dua persi,  1  catatan pada amplop sebanyak 1.245 lembar,catatan 2 panitia mencatat pada amplop sebanyak 1.243 lembar, adapun surat suara yang tidak terpakai 197 lembar. Jadi surat suara yang digunakan persi pertama sebanyak 1.048 lembar adapun persi kedua surat suara yang digunakan sebanyak 1.046 lembar.

             Panitia menerima surat   undangan untuk mencoblos dari DPT 1 sebanyak 536 lembar dan undangan untuk mencoblos dari DPT 2 sebanyak 505 lembar. Serta menerima surat undangan untuk mencoblos dari pemilih yang sakit  sebanyak 8  lembar. Jadi seluruh undangan yang diterima oleh panitia sebanyak 1.049 lembar. Dalam hal ini bila dicermati point 1,2 dan 3 hasil akhir tidak ada yang sama alias berbeda, inilah yang membuat kami menuntut panitia yang telah melakukan kecurangan untuk memenangkan kandidat tertentu. Sehingga masyarakat memprotes hasil tersebut dan menuntut panitia pelaksana atas tindak kecurangan tersebut, namun tidak pernah digubris bahkan dimarahi oleh pengawas Desa Ulak Kerbau Baru. Dalam hal ini seharusnya pengawas bersifat netral dan menampung segala tuntutan masyarakat bahkan pencegahan akan terjadinya kecurangan tersebut," menurutnya. Bahkan surat suara yang dinyatakan sudah blangko oleh panitia dilipat kembali dan dicoblos ulang oleh panitia untuk calon  no urut 1 dan dibacakan dinyatakan syah. Tidak itu saja ada surat suara di DPT 2 Melihat kejadian diatas, maka jelas telah mencedrai pesta demokrasi yang seharusnya kita junjung bersama. Demi menegakkan keadilan dan kebenaran. Agar kecurangan semacam ini tidak dilakukan kedepan dan menjadi hal biasa maka kami menuntut dan meminta semua pihak ikut mengawal runtutan kami tersebut.

Pewarta : H. Afriyadi.Lc
Redaksi.wwwdutasumsel.com

GELORAKAN KESBANG KUATKAN WASBANG MENUJU OGAN ILIR UNGGUL



Oleh: Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Guru PPKn SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Di era globalisasi sekarang ini, banyak sekali tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu indikasinya adalah lemahnya pemahaman akan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Kesbang) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Padahal kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, terutama pemerintah. Tugas pemerintah harus memberikan pemahaman kepada rakyat akan pentingnya memiliki kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara spesifiknya di lingkungan sekolah. Salah satu komponen bangsa yang menjadi tumpuan keberlangsungan negara di masa mendatang adalah generasi milenial. Generasi milenial saat ini didominasi oleh Generasi Z dan Alpha. Siapa Gen Z dan Alpha itu? Mereka adalah generasi Z dan Alpha saat ini dikenal anak milenial. Gen Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010, rata-rata berusia 19-24 tahun. Adapun ciri atau hal yang menandai generasi ini adalah adanya peralihan dari generasi Y, teknologi sedang berkembang, pola pikir cenderung instan, usia beranjak remaja, kehidupan bergantung pada teknologi, dan mementingkan popularitas dari media sosial yang digunakan. Sementara Gen Alpha merupakan generasi yang lahir tahun 2010 sampai sekarang, rata-rata berusia sekolah antara 12-19 tahun sebagai lanjutan generasi sebelumnya, ditandai dengan semakin pesat dan canggihnya teknologi seperti gadget dan smartphone, lahir dari keluarga dengan masa Y, pola pikir mereka yang terbuka, transformatif, dan inovatif (Tantra, 2019). Dalam hal ini penulis menilai tepat bahwa yang perlu dipahamkan tentang wawasan kebangsaan dan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui kegiatan Lokakarya Wawasan Kebangsaan ini adalah guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pelajar.

Urgensi Pendidik dan Pelajar Wajib Melek Wawasan Kebangsaan
Pemerintah sejatinya bertanggung jawab penuh dalam mengemban amanat memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga negara. Bilamana generasi muda Indonesia sudah kehilangan jati dirinya, maka ini menjadi bahaya besar bagi kelangsungan negara. Berkurangnya pemahaman akan kesadaran berbangsa dan bernegara, bukan tidak mungkin akan mengakibatkan bangsa Indonesia jatuh ke dalam kondisi yang parah bahkan terpuruk dari bangsa lain di dunia. Salah satu indikator menurunnya kesadaran berbangsa dan bernegara tersebut diantaranya adalah terjadi konflik horizontal di berbagai daerah, tawuran antar warga, kenakalan dan perkelaian pelajar, ketidakpuasan terhadap hasil pilkada, perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan kasu lainnya. Akhirnya, perlu dipahamkan terlebih dahulu apa itu Kesbang sebagai bagian dari Wasbang? Kesadaran berbangsa dan bernegara  adalah bentuk kesadaran individu yang hidup dan terikat dalam kaidah di bawah NKRI mempunyai sikap dan perilaku tumbuh dari kemauan dilandasi keikhlasan atau kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan negara Indonesia. Selanjutnya, berbagai masalah berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menjaga dan memelihara NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Hal lain yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan pelajar adalah semakin tipisnya kesadaran dan kepekaan sosial, padahal banyak persoalan di masyarakat membutuhkan peranan generasi muda (pelajar) untuk membantu memediasi penyelesaian masalah, baik sosial, ekonomi, dan politik. Disini diperlukan peran pelajar Indonesia.

Sebagaimana konsep kesadaran berbangsa dan bernegara yang dapat diwujudkan dalam bentuk pembelaan negara merupakan upaya dari setiap warga negara untuk mempertahankan keutuhan negara Indonesia dari ancaman yang mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat berdasarkan kecintaan terhadap tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri pelajar. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Keikutsertaan kita dalam membela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air  Indonesia.

Urgensi pelajar melek wawasan kebangsaan sejalan dengan pemahaman dan penerapan bela negara sebagai kesadaran berbangsa dan bernagara dalam berbagai lingkungan kehidupan di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun urgensi atau pentinya pelajar Ogan Ilir wajib melek wawasan kebangsaan tersebut dapat ditunjukkan melalui (1) Kecintaan terhadap Tanah Air. Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita. (2) Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (3) Pancasila. Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan. (4) Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara. Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya perhelatan sea games dan asian games. Para atlet bekerja keras untuk mengharumkan nama negara Indonesia walaupun mereka harus merelakan atau mengorbankan waktunya untuk berlatih dan berkompetisi. Begitupun suporter rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi mengharumkan nama negara. (5) Memiliki Kemampuan Bela Negara. Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan, keuletan, dan bekerja keras dalam menjalani tugas/profesi masing-masing.

Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari petugas siskamling, membantu korban bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi muda penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan para pelajar, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Apabila guru mampu mengajarkan dan melaksanakan faktor pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini melalui sosialisasi atau lokakarya Menguatkan Wawasan Kebangsaan di sekolah dan di masyarakat, niscaya keutuhan NKRI akan tetap terjaga.

Menggelorakan Kesbang dan Menguatkan Wasbang di Ogan Ilir
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Pasal 46 menyatakan bahwa “guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensinya, serta untuk memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya”. Pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi guru dilakukan dalam rangka menjaga agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, serta olahraga. Guru diharapkan mampu menumbuhkan karakter dan cinta tanah air serta meningkatkan pemahaman terhadap wawasan kebangsaan kepada para pelajar di sekolah, terutama sekali guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  (PPKn). Guru harus memperhatikan kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi tidak disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Saat ini generasi muda (pelajar) Indonesia lebih mudah menerima budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Pada era keterbukaan dan digitalisasi seperti sekarang ini, kita semua harus menangkap perkembangan dan perubahan karakter bangsa. Kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal harus dimiliki masyarakat, khususnya generasi milenial. Situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah yang sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa menuntut semuanya untuk terus memahami serta mempedomani secara baik setiap ajaran dan implementasi yang terkandung dalam konsepsi wawasan kebangsaan. Pada pembelajaran PPKn, guru perlu menanamkan prinsip etik multikulturalisme sebagai kesadaran akan perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran dengan menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi seharusnya menjadi bahan perekat kebangsaan antar warga negara secara baik. Bisa juga melalui pemahaman nasionalisme yang benar, bahwa nasionalisme adalah sikap mencintai bangsa dan negara sendiri. Sikap tersebut terbagi atas nasionalisme dalam arti sempit adalah sikap mencintai bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah kedudukannya disebut juga chauvinisme, contoh Jerman masa Adolf Hitler. Lalu nasionalisme dalam arti luas sebagai sikap mencintai bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya, contoh Indonesia sepanjang masa. Berikutnya Hans Kohn dalam bukunya nationalism its meaning and history mendefinisikan nasionalisme sebagai suatu paham kesetiaan individu tertinggi harus diserahkan pada negara dan perasaan yang mendalam akan ikatan terhadap tanah air sebagai tumpah darah. Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk membina sikap nasionalisme generasi muda (pelajar) Indonesia, yaitu mengembangkan persamaan antar suku-suku nusantara, mengembangkan sikap toleransi, dan memiliki rasa senasib dan sepenanggungan sesama anak bangsa. Nasionalisme menunjukkan kecintaan terhadap bangsa sendiri secara positif. Kecintaan terhadap bangsa dan negara tidak boleh berlebihan. Hal yang harus dihindari dalam memupuk semangat kebangsaan generasi muda (pelajar) Indonesia adalah sukuisme, chauvinisme, ekstrimisme, primordialisme. Sukuisme menganggap suku bangsa sendiri paling baik. Chauvinisme mengganggap bangsa sendiri paling unggul. Ektrimisme sebagai sikap mempertahankan pendirian dengan berbagai cara kalau perlu dengan kekerasan dan senjata. Primordialisme atau Provinsialisme adalah sikap selalu berkutat mengutamakan atau membanggakan daerah atau provinsi sendiri.

Pembahasan selanjutnya adalah patriotisme. Sikap patriotisme bangsa Indonesia telah dimulai sejak zaman penjajahan, dengan banyaknya pahlawan yang gugur dalam rangka mengusir penjajah seperti Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang, Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyak Dien dan Teuku Umar dari Aceh dan lainnya. Sikap patriotis memuncak setelah proklamasi kemerdekaan pada periode perjuangan fisik antara tahun 1945 sampai 1949 yaitu periode mempertahankan negara dari keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Jadi, yang dimaksud sikap patriotisme adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan kejayaan negara. Adapun ciri-ciri patriotisme hampir sama dengan nasionalisme, antara lain cinta tanah air, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan, berjiwa pembaharu, dan tidak kenal menyerah dan putus asa.

Sementara implementasi sikap patriotisme dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui kehidupan di lingkungan: (1) Keluarga, seperti menyaksikan film perjuangan, membaca buku bertema perjuangan, dan mengibarkan bendera merah putih pada hari-hari tertentu, seperti Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun. (2) Sekolah, seperti melaksanakan Upacara Penaikan Bendera setiap hari Senin pagi secara rutin, mengkaitkan materi pelajaran dengan nilai-nilai perjuangan bangsa, belajar dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan generasi muda (pelajar) Indonesia. (3) Masyarakat, seperti mengembangkan sikap kesetiakawanan sosial di lingkungan masing-masing, dan memelihara kerukunan antara sesama warga masyarakat sekitar. (4) Berbangsa dan Bernegara, seperti meningkatkan persatuan dan kesatuan, melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, mendukung kebijakan pemerintah, mengembangkan kegiatann usaha produktif, mencintai dan memakai produk dalam negeri, mematuhi peraturan hukum, tidak main hakim sendiri, menghormati, dan menjunjung tinggi hukum, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan merasa terpanggil dan turut berperan untuk menguatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda (pelajar) terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, khususnya di daerah Ogan Ilir. Oleh karenanya, Bidang GTK Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir bekerja sama dengan Kodim 0402/OKI-OI melaksanakan Lokakarya Wawasan Kebangsaan yang akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 3 Desember 2019 bertempat di Gedung Serbaguna Perkantoran Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir. Kegiatan tersebut sangat positif yang bertujuan untuk menyadarkan, membangkitkan, dan menguatkan kemampuan wawasan kebangsaan bagi generasi penerus bangsa, terutama pendidik dan pelajar di Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya demoralisasi, membongkar mental block, dan membangun watak generasi muda (pelajar) Ogan Ilir lebih baik. Membanggun karakter pelajar ibarat melukis di atas batu bukan melukis di atas air. Menanamkan pendidikan moral dan nilai-nilai Pancasila adalah sebuah upaya membangun karakter bangsa melalui wawasan kebangsaan. Sebagaimana menanam sesuatu, maka langkah pertama adalah memilih benih yang baik untuk ditanam. Semoga lokakarya ini berjalan lancar dan menghasilkan pelajar Ogan Ilir yang unggul dengan memahami wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945..

www dutasumsel.com