NEWS

Slider

GELORAKAN KESBANG KUATKAN WASBANG MENUJU OGAN ILIR UNGGUL



Oleh: Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Guru PPKn SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Di era globalisasi sekarang ini, banyak sekali tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu indikasinya adalah lemahnya pemahaman akan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Kesbang) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Padahal kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, terutama pemerintah. Tugas pemerintah harus memberikan pemahaman kepada rakyat akan pentingnya memiliki kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara spesifiknya di lingkungan sekolah. Salah satu komponen bangsa yang menjadi tumpuan keberlangsungan negara di masa mendatang adalah generasi milenial. Generasi milenial saat ini didominasi oleh Generasi Z dan Alpha. Siapa Gen Z dan Alpha itu? Mereka adalah generasi Z dan Alpha saat ini dikenal anak milenial. Gen Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010, rata-rata berusia 19-24 tahun. Adapun ciri atau hal yang menandai generasi ini adalah adanya peralihan dari generasi Y, teknologi sedang berkembang, pola pikir cenderung instan, usia beranjak remaja, kehidupan bergantung pada teknologi, dan mementingkan popularitas dari media sosial yang digunakan. Sementara Gen Alpha merupakan generasi yang lahir tahun 2010 sampai sekarang, rata-rata berusia sekolah antara 12-19 tahun sebagai lanjutan generasi sebelumnya, ditandai dengan semakin pesat dan canggihnya teknologi seperti gadget dan smartphone, lahir dari keluarga dengan masa Y, pola pikir mereka yang terbuka, transformatif, dan inovatif (Tantra, 2019). Dalam hal ini penulis menilai tepat bahwa yang perlu dipahamkan tentang wawasan kebangsaan dan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui kegiatan Lokakarya Wawasan Kebangsaan ini adalah guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pelajar.

Urgensi Pendidik dan Pelajar Wajib Melek Wawasan Kebangsaan
Pemerintah sejatinya bertanggung jawab penuh dalam mengemban amanat memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga negara. Bilamana generasi muda Indonesia sudah kehilangan jati dirinya, maka ini menjadi bahaya besar bagi kelangsungan negara. Berkurangnya pemahaman akan kesadaran berbangsa dan bernegara, bukan tidak mungkin akan mengakibatkan bangsa Indonesia jatuh ke dalam kondisi yang parah bahkan terpuruk dari bangsa lain di dunia. Salah satu indikator menurunnya kesadaran berbangsa dan bernegara tersebut diantaranya adalah terjadi konflik horizontal di berbagai daerah, tawuran antar warga, kenakalan dan perkelaian pelajar, ketidakpuasan terhadap hasil pilkada, perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan kasu lainnya. Akhirnya, perlu dipahamkan terlebih dahulu apa itu Kesbang sebagai bagian dari Wasbang? Kesadaran berbangsa dan bernegara  adalah bentuk kesadaran individu yang hidup dan terikat dalam kaidah di bawah NKRI mempunyai sikap dan perilaku tumbuh dari kemauan dilandasi keikhlasan atau kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan negara Indonesia. Selanjutnya, berbagai masalah berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menjaga dan memelihara NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Hal lain yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan pelajar adalah semakin tipisnya kesadaran dan kepekaan sosial, padahal banyak persoalan di masyarakat membutuhkan peranan generasi muda (pelajar) untuk membantu memediasi penyelesaian masalah, baik sosial, ekonomi, dan politik. Disini diperlukan peran pelajar Indonesia.

Sebagaimana konsep kesadaran berbangsa dan bernegara yang dapat diwujudkan dalam bentuk pembelaan negara merupakan upaya dari setiap warga negara untuk mempertahankan keutuhan negara Indonesia dari ancaman yang mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat berdasarkan kecintaan terhadap tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri pelajar. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Keikutsertaan kita dalam membela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air  Indonesia.

Urgensi pelajar melek wawasan kebangsaan sejalan dengan pemahaman dan penerapan bela negara sebagai kesadaran berbangsa dan bernagara dalam berbagai lingkungan kehidupan di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun urgensi atau pentinya pelajar Ogan Ilir wajib melek wawasan kebangsaan tersebut dapat ditunjukkan melalui (1) Kecintaan terhadap Tanah Air. Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita. (2) Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (3) Pancasila. Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan. (4) Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara. Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya perhelatan sea games dan asian games. Para atlet bekerja keras untuk mengharumkan nama negara Indonesia walaupun mereka harus merelakan atau mengorbankan waktunya untuk berlatih dan berkompetisi. Begitupun suporter rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi mengharumkan nama negara. (5) Memiliki Kemampuan Bela Negara. Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan, keuletan, dan bekerja keras dalam menjalani tugas/profesi masing-masing.

Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari petugas siskamling, membantu korban bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi muda penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan para pelajar, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Apabila guru mampu mengajarkan dan melaksanakan faktor pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini melalui sosialisasi atau lokakarya Menguatkan Wawasan Kebangsaan di sekolah dan di masyarakat, niscaya keutuhan NKRI akan tetap terjaga.

Menggelorakan Kesbang dan Menguatkan Wasbang di Ogan Ilir
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Pasal 46 menyatakan bahwa “guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensinya, serta untuk memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya”. Pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi guru dilakukan dalam rangka menjaga agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, serta olahraga. Guru diharapkan mampu menumbuhkan karakter dan cinta tanah air serta meningkatkan pemahaman terhadap wawasan kebangsaan kepada para pelajar di sekolah, terutama sekali guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  (PPKn). Guru harus memperhatikan kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi tidak disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Saat ini generasi muda (pelajar) Indonesia lebih mudah menerima budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Pada era keterbukaan dan digitalisasi seperti sekarang ini, kita semua harus menangkap perkembangan dan perubahan karakter bangsa. Kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal harus dimiliki masyarakat, khususnya generasi milenial. Situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah yang sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa menuntut semuanya untuk terus memahami serta mempedomani secara baik setiap ajaran dan implementasi yang terkandung dalam konsepsi wawasan kebangsaan. Pada pembelajaran PPKn, guru perlu menanamkan prinsip etik multikulturalisme sebagai kesadaran akan perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran dengan menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi seharusnya menjadi bahan perekat kebangsaan antar warga negara secara baik. Bisa juga melalui pemahaman nasionalisme yang benar, bahwa nasionalisme adalah sikap mencintai bangsa dan negara sendiri. Sikap tersebut terbagi atas nasionalisme dalam arti sempit adalah sikap mencintai bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah kedudukannya disebut juga chauvinisme, contoh Jerman masa Adolf Hitler. Lalu nasionalisme dalam arti luas sebagai sikap mencintai bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya, contoh Indonesia sepanjang masa. Berikutnya Hans Kohn dalam bukunya nationalism its meaning and history mendefinisikan nasionalisme sebagai suatu paham kesetiaan individu tertinggi harus diserahkan pada negara dan perasaan yang mendalam akan ikatan terhadap tanah air sebagai tumpah darah. Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk membina sikap nasionalisme generasi muda (pelajar) Indonesia, yaitu mengembangkan persamaan antar suku-suku nusantara, mengembangkan sikap toleransi, dan memiliki rasa senasib dan sepenanggungan sesama anak bangsa. Nasionalisme menunjukkan kecintaan terhadap bangsa sendiri secara positif. Kecintaan terhadap bangsa dan negara tidak boleh berlebihan. Hal yang harus dihindari dalam memupuk semangat kebangsaan generasi muda (pelajar) Indonesia adalah sukuisme, chauvinisme, ekstrimisme, primordialisme. Sukuisme menganggap suku bangsa sendiri paling baik. Chauvinisme mengganggap bangsa sendiri paling unggul. Ektrimisme sebagai sikap mempertahankan pendirian dengan berbagai cara kalau perlu dengan kekerasan dan senjata. Primordialisme atau Provinsialisme adalah sikap selalu berkutat mengutamakan atau membanggakan daerah atau provinsi sendiri.

Pembahasan selanjutnya adalah patriotisme. Sikap patriotisme bangsa Indonesia telah dimulai sejak zaman penjajahan, dengan banyaknya pahlawan yang gugur dalam rangka mengusir penjajah seperti Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang, Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyak Dien dan Teuku Umar dari Aceh dan lainnya. Sikap patriotis memuncak setelah proklamasi kemerdekaan pada periode perjuangan fisik antara tahun 1945 sampai 1949 yaitu periode mempertahankan negara dari keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Jadi, yang dimaksud sikap patriotisme adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan kejayaan negara. Adapun ciri-ciri patriotisme hampir sama dengan nasionalisme, antara lain cinta tanah air, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan, berjiwa pembaharu, dan tidak kenal menyerah dan putus asa.

Sementara implementasi sikap patriotisme dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui kehidupan di lingkungan: (1) Keluarga, seperti menyaksikan film perjuangan, membaca buku bertema perjuangan, dan mengibarkan bendera merah putih pada hari-hari tertentu, seperti Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun. (2) Sekolah, seperti melaksanakan Upacara Penaikan Bendera setiap hari Senin pagi secara rutin, mengkaitkan materi pelajaran dengan nilai-nilai perjuangan bangsa, belajar dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan generasi muda (pelajar) Indonesia. (3) Masyarakat, seperti mengembangkan sikap kesetiakawanan sosial di lingkungan masing-masing, dan memelihara kerukunan antara sesama warga masyarakat sekitar. (4) Berbangsa dan Bernegara, seperti meningkatkan persatuan dan kesatuan, melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, mendukung kebijakan pemerintah, mengembangkan kegiatann usaha produktif, mencintai dan memakai produk dalam negeri, mematuhi peraturan hukum, tidak main hakim sendiri, menghormati, dan menjunjung tinggi hukum, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan merasa terpanggil dan turut berperan untuk menguatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda (pelajar) terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, khususnya di daerah Ogan Ilir. Oleh karenanya, Bidang GTK Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir bekerja sama dengan Kodim 0402/OKI-OI melaksanakan Lokakarya Wawasan Kebangsaan yang akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 3 Desember 2019 bertempat di Gedung Serbaguna Perkantoran Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir. Kegiatan tersebut sangat positif yang bertujuan untuk menyadarkan, membangkitkan, dan menguatkan kemampuan wawasan kebangsaan bagi generasi penerus bangsa, terutama pendidik dan pelajar di Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya demoralisasi, membongkar mental block, dan membangun watak generasi muda (pelajar) Ogan Ilir lebih baik. Membanggun karakter pelajar ibarat melukis di atas batu bukan melukis di atas air. Menanamkan pendidikan moral dan nilai-nilai Pancasila adalah sebuah upaya membangun karakter bangsa melalui wawasan kebangsaan. Sebagaimana menanam sesuatu, maka langkah pertama adalah memilih benih yang baik untuk ditanam. Semoga lokakarya ini berjalan lancar dan menghasilkan pelajar Ogan Ilir yang unggul dengan memahami wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945..

www dutasumsel.com

ANTARA AKU,KAMU DAN ROKOK

Artikel duta kita Oleh,Debby Amanda Putri, Mariana Audia, Sri Wulandari
(Mata Kuliah Isu terkini di bidang AKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya).     
       
Indonesia menjadi salah satu negara berkambang yang memiliki peningkatan terhadap perokok. Sejalan dengan laporan dari (SEATCA) indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean yakni 34% dari total penduduk indonesia atau sekitar 66,19 juta orang pada tahun 2016. Dari total penduduk indonesia perokok pada usia belia yang menjadi sorotan, dimana angka selalu menunjukan peningkatan perokok usia belia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi merokok pada anak yang berusia 10 hingga 18 tahun mencapai 9,1%. Jika populasi pada kelompok usia itu sekitar 40,6 juta jiwa, maka sudah ada sekitar 3,9 juta anak yang merokok.
               
Berdasarkan data yang dihimpun Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), anggaran keluarga miskin menjadi lebih hemat dan sehat bila cukai rokok naik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006-2017 menunjukan, belanja rokok menjadi peringkat kedua dalam daftar pengeluaran rumah tangga tertinggi dalam kelompok masyarakat miskin di perkotaan dan pendesaan. Dalam kenaikan cukai rokok ini tentu saja akan menghemat atau mengurangi belanja rokok sehingga masyarakat akan mengurangi untuk merokok. Merokok sendiri memberikan dampak yang cukup besar, bukan hanya terhadap perokok aktif namun juga perokok pasif memiliki risiko yang tinggi untuk terkena dampak dari asap rokok. Menurut  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari 40% perokok meninggal dikarenakan penyakit tidak menular (PTM) salah satunya penyakit paru-paru seperti kanker, stroke, dan penyakit pernapasan kronis.WHO tahun 2017 mengatakan bahwa di dunia setiap tahun terjadi kematian akibat PTM pada kelompok usia di 30-69 tahun sebanyak 15 juta. Sebanyak 7,2 juta  kematian tersebut diakibatkan konsumsi produk tembakau dan 70% kematian tersebut terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.
             
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah di antaranya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. PP ini melarang rokok dijual ketengan, tetapi faktanya banyak warung yang menjual rokok per batang.Salah satu faktor yang mendukung masyarakat untuk merokok adalah adanya iklan rokok itu sendiri baik iklan rokok yang ada di tempat-tempat umum, di internet maupun yang ada di televisi. Upaya Pemerintah untuk mendorong pelarangan total iklan rokok tertuang dalam PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Selain itu juga, PP 109/2012 mewajibkan pemerintah daerah membuat peraturan daerah (perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dan saat ini ada sebanyak 19 provinsi dan 309 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di sejumlah wilayahnya.
        
Pemerintah juga giat melakukan upaya-upaya dalam memenuhi hak masyarakat untuk hidup sehat. Salah satu menjadikan Rumah Sehat bebas asap Rokok menjadi indikator dalam program PIS - PK. Indikator yang dituliskan adalah " Perilaku Sehat: Tidak ada keluarga yang merokok" hal ini tentu patut di apresiasi melihat kondisi perokok di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Selain itu, Pemerintah juga mendirikan klinik  berhenti  merokok disetiap kabupaten /kota. Klinik  ini  berupaya  membantu  para perokok  aktif  untuk  berhenti  merokok  berdasarkan  tahap  demi  tahap  serta konseling  dari  para  ahli.
Redaksi.www.dutasumsel.com

Berkat BUMDES Desa Keban Lestarikan Destinasi Wisata Cuhup Ayik

Lahat.ds,---- Satu lagi Destinasi Wisata Cuhup Ayik Kandis Desa Keban Kecamatan Lahat yang terletak hanya 200 meter dari Desa, berkat tangan dingin Abdul Somad SH bangun Desa melalui Dana Desa. Walau hanya 7 bulan menjabat Kades sementara berbagai kegiatan yang dilaksanakan beliau termasuk Akses jalan dan sarana dan prasarana Cuhup Ayik Kandis. Hari ini Sabtu 30 November 2019 diresmikan oleh Zubhan Awali S.STP.MSi Camat Lahat, selain itu hadir dari Dinas Pariwisata, DPMD, Kanit Binmas Polsek Lahat, tim KB dan tamu undangan lainnya.

Abdul Somad SH selaku Kades Keban mengatakan Wisata Cuhup Ayik Kandis ini merupakan warisan dari Desa kami dibangun dengan menggunakan dana Bumdes tahun 2019 semoga dengan adanya Wisata ini menjadikan Desa Keban di kenal semua pihak dan diharapkan kepada Kades terpilih untuk meneruskan Wisata ini" ujar Kades

Selaras dikatakan Camat Lahat Zubhan Awali S.S.TP. MSi,  menggali potensi Wisata Desa ini, yang perlu diperhatikan di Wisata Keamanan dan Kebersihan untuk mendukung Wisata, dan petunjuk jalan menuju Akses Cuhup. Kami pihak Kecamatan akan mendukung apa yang akan diajukan melalui CSR ke Bupati melalui Bapeda sebagai pengatur CSR di Kabupaten Lahat, tanpa dukungan dari semua pihak usaha ini tidak akan terlaksana" pungkas Camat

Selain itu beliau juga berpesan kepada Kades terpilih nantinya untuk meneruskan Wisata ini dengan menggunakan dana Bumdes dan pihak ketiga. Untuk kegiatan Bumdes hendaknya di turuti oleh Desa lain untuk menambah Income Desa.

Pewarta: Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

PENGERJAAN PROYEK PROGRAM SERASI DIDESA DAYA KUSUMA BANYUASIN DIDUGA ASAL-ASALAN DAN TIDAK BERKWALITAS

BANYUASIN.DS,--Program Serasi ( Selamatkan Rawa Sejaterahkan Petani) merupakan salah satu program andalan Presiden Joko Widodo dengan menggunakan dana Apbn.

Tak lain Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan petani dan hasil panen petani menuju Indonesia swasembada pangan.
Pembangunan ini juga bertujuan memproduksi lahan tidur memanfaatkan lahan rawa dan gambut yang terlantar. Bahkan tidak sedikit dana yang di kucurkan oleh negara untuk program ini.

Namun sebaliknya pembukaan lahan rawa yang dibangun untuk pembuatan Infrastruktur perairan dalam Program SERASI di Desa Daya Kusuma ini jauh dari harapan dan diduga tidak berkwalitas.

Seperti yang ditemukan oleh awak media di salah satu lokasi titik program serasi di Desa Daya Kusuma Kecamatan Muara Sugihan, Sabtu (23/11/219), ditemukan ada beberapa titik pekerjaan yang diduga di kerjakan asal-asalan saja.

Pasalnya belum beberapa bulan bangunan tersebut selesai, sudah megalami kerusakan di beberapa titik bangunan bahkan ada yang ambruk.
Ketua UPKK Desa Daya Kusuma Poniman, membenarkan banyaknya kerusakan yang terjadi di beberapa pembangunan Program SERASI tersebut.
“Memang benar ada beberapa titik pekerjaan yang rusak, tetapi kami akan perbaiki. Karena masi ada masa pemeliharaannya,” katanya, saat ditulis Senin (25/11/2019).
Ketua AMUNISI Banyuasin Efriadi Efendi saat  ditemui oleh awak media mengatakan, dalam hal ini mereka akan berkordinasi dengan penegak hukum dan pihak-pihak lain yang terkait dalam program ini.
“Kita akan minta penegak hukum untuk usut tuntas semua penyelewengan dana Program SERASI didesa Daya kusuma ini " tegasnya.

Pewarta : Agus
Redaksi.www.dutasumsel.com

Salimah Bersama TP- PKK Kabupaten OI Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Lomba Shalawat

INDRALAYA.DS, -- Bertempat di Desa Babatan Saudagar yang menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan lomba shalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini berlangsung hari Jumat tanggal 29 November 2019 bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Akhir 1441 H di masjid Nurul Huda desa Babatan Saudagar kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Kini merupakan kerjasama antara  Salimah (Persaudaraan Muslimah) dan Tim Penggerak PKK kecamatan Pemulutan. Salimah sebagai salah satu organisasi perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, memang sudah aktif merintis pengajian bulanan di kecamatan Pemulutan hampir empat tahun terakhir ini. Adapun kegiatan pengajian Salimah ini diikuti oleh sebagian ibu-ibu yang berasal dari 25 desa di kecamatan Pemulutan. Yang setiap bulannya diadakan bergilir di setiap Desa, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Desa setempat. Dukungan penuh dari para ketua PKK desa dalam hal ini istri kades, cukup memberikan semangat kepada para pengurus dan  jamaah pengajian. Yang biasanya menghadirkan beberapa penceramah dari kota kabupaten.
Maka untuk mengenang dan lebih mencintai Rasulullah SAW diadakanlah lomba shalawat yang diikuti oleh 14 desa di kecamatan Pemulutan. Acara dibuka oleh ibu wakil ketua PKK, ibu Hj Dewi Amdiah mewakili ibu bupati Hj. Meli Mustika, SE.MM yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, ibu Bupati berpesan bahwa kegiatan peringatan Maulid ini tentu saja memiliki tujuan yang mulia. Antara lain untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kita sekaligus menanamkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Bukan itu saja, ibu bupati juga berharap dengan bertambahnya keimanan kita kepada Allah dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, bisa membawa perubahan-perubahan positif dalam kehidupan kita. Baik dalam bermasyarakat maupun bernegara. 

Sambutan yang lain juga disampaikan oleh ibu ketua PKK kecamatan Pemulutan, ibu Matswah S.PdI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PD Salimah Ogan Ilir, ibu Subha Mursyid S.Ag. Semoga sinergi ini dapat terus berlangsung sejalan. Hingga masyarakat pun dapat merasakan manfaat bersama. Terutama dalam hal agama.

Pewarta : Umi Iin
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Ogan Ilir Selalu Cepat Tanggap Ke Masyarakat Terkait BPJS Kesehatan

INDRALAYA.DS, - Program "Ngopi OI" Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam, SE, SH, MM terus mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hingga kini setiap hari jum'at Rumah Dinas Bupati OI yang berlokasi di Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab OI Tanjung Senai terus didatangi oleh warga yang menyampaikan berbagai macam keluhan dan permohonan baik di bidang Sosial, Kesehatan, Pertanian, Pembangunan dan hal-hal pribadi lainnya.
Ibu Salbiah asal Desa Ulak Kerbau Lama salah satu warga kurang mampu yang datang bersama tetangganya selaku masyarakat kurang mampu yang ingin meminta bantuan BPJS, Bantuan Peralatan PAUD yang dicuri orang, dan bantuan kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar) pada Jum'at (29/11/2019) ke Bupati OI

Bupati OI yang mendengarkan keluhan Ibu Salbiah meminta Kadinsos OI/yang diwakili untuk memproses dan menindak lanjuti BPJS kesehatan yang di inginkan Ibu Salbiah dan rombongan, teruntuk peralatan PAUD dan kartu KIP, Bupati OI memerintahkan Kadin Disdikbud  OI/ yang diwakili untuk memberi tau apa-apa saja yang harus di lakukan Ibu Salbiah agar bisa mendapatkan bantuan untuk PAUD dan KIP.

Bupati OI menuturkan bahwasanya teruntuk bantuan peralatan PAUD yang hilang atau di curi Ibu Salbiah bisa mengajukan proposal ke Disdikbed Kab OI sehingga bantuan ini bisa cepat diproses", tutupnya.

Pewarta : Tim/ Kominfo OI
Redaksi.www.dutasumsel.com

DI PULAU NEGARA BANTENG MASUK KE KANDANG BERINGIN

INDRALAYA.DS, – Pemanasan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ogan Ilir (OI), 23 September 2020 mendatang sudah dimulai.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Alex Noerdin ke Desa Pulau Negara, Pemulutan Barat, OI, Jum’at (28/11/2019).

Dihadapan ribuan kader Golkar se- OI, Alex mengatakan siap mengusung duet Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak, sebagai bupati dan wakil bupati pada pilkada OI 2020.

“Kalau Ilyas mau dua periode, syaratnya cuma satu. Yakni berpasangan dengan Ketua DPD Golkar OI, Endang PU Ishak,” kata Alex saat menghadiri HUT Golkar ke-55 dan pelantikan pengurus DPD Golkar OI.

Terkait hal itu, wartawan bertanya kepada Alex apakah Golkar siap menjadi orang nomor dua, sementara Golkar merupakan peraih kursi terbanyak di OI pada Pileg lalu.

“Kita tidak hanya bicara soal jumlah kursi saja. Karena tujuan utama dalam pilkada itu adalah menang,” ujarnya.

Tak hanya itu, di hadapan ribuan massa tersebut Alex juga meminta kepada bupati dan seluruh Anggota Dewan asal Golkar agar mengurusi rakyat.

“Jangan jadi cempedak dalam bilik,  urusi rakyat. Bantu kalau ada warga kurang mampu, terutama kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” tandasnya.

Pewarta : Darius
Redaksi.www.dutasumsel.com

ANAK WAKIL BUPATI BANYUASIN SG RESMI DITETAPKAN JADI TERSANGKA

BANYUASIN.DS,-Positif mengunakan narkoba, SG (36) warga Desa Sido Mulyo RT.01 RW.02 Air Kumbang, Banyuasin resmi jadi tersangka.

Anak Wakil Bupati Banyuasin H Slamet ini, dan kini mengenakan baju tahanan warna orange dan sehari-harinya tersangka akan menjalani proses hukum yang menjeratnya.

Tersangka SG bersama rekannya IY  (34) warga Kel Kedondong Raye yang ditangkap saat asyik pesta narkoba di Mess Pemkab Banyuasin Nomor 27 pada, Senin (25/11) pukul 15.20 Wib.

Diduga kuat shabu-shabu sudah digunakan tersangka. Hanya saja polisi mengamankan barang bukti milik tersangka berupa pirek kaca berisikan narkotika, 3 buah pipet, 1 buah bong, 4 buah korek api gas, 1 buah plastik klip, 4 buah jarum, 1 skop dari pipet.

“Hasil labfor Polda Sumsel urine tersangka dan alat yang diamakan untuk menghisap narkotika positif natkoba. Kasus ini kita lanjutkan ke penyidik,”ujar AKBP Danny Sianipar, Sik Kapolres Banyuasim didampingi Kasatnarkoba AKP Liswan Nurhafis dan Kabag Ops Kompol MP Nasution saat press rilis, Jumat (29/11).

Tidak berhenti sampai di situ, Danny menyebut hasil pengembangan telah mengamankan dua pengedar yakni Erik Sandi (34) dan Aditya Dharma, keduanya merupakan warga Desa Galang Tinggi pada Kamis (28/11).

Dari tangan tersangka berhasil mengamankan jenis shabu 1,44 gram, timbangan digital, 2 bungkus plastik klip bening dan 1 buah skop plastik sedotan.

“Akibat perbuatan tersangka, dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling singakt 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara,”tukas Danny.

SG mengaku menyesali atas perbuatan yang dilakukan menyebabkan dirinya ditangkap polisi karena bikin malu orang tua dan keluarga.

“Saya mengunakan narkoba karena frustasi setelah ibu saya meninggal dunia, dan baru setahun ini pakai narkoba,”kata SG dengan sedih.

Pewarta : Agus
Redaksi.www.dutasumsel.com

Tingkatkan Roda Perekonomian Masyarakat Desa Kelurahan Sari Bungamas Bagun Jalan

Lahat.ds, -- Dikucurkanya dana kelurahan  untuk tahap II oleh pemerintah pusat melalui Kecamatan , Kelurahan Sari Bungamas bersama masyarakat hari ini memulai mengadakan pengukuran lokasi yang akan  dijadikan tempat pelaksanaan pembagunan
Burlian SE Lurah Sari .bungamas megatakan 29/11 Alhamdulilah pelaksanaan pembagunan yang megunakan dana kelurahan untuk termin I telah terlaksana tanpa ada kendala, kini kembali dikucurkan dana untuk termin ke II yang akan kembali kita laksanakan pembagunan demi kepentingan masyarakat  dalam meningkatkan roda perekonomian.
Ditingkat desa/ Kelurahan  dengan melaksanakan pengerjaan,  pengecoran jalan sepanjang 120 m, Lebar 3,10 m, Tebal 20 cm, terletak di RT.05 RW.02 Kel.Sari Bungamas. Acara ini dihadiri oleh camat Lahat yg diwakili oleh Kasi Ekobang  Darhan, Pejabat Tehnis PU PRKPP  Misran Hadi dan PJPHP  Maruly,

Lurah Sari Bungamas Burlian SE" menambahkan pengerjaan awal Penggalian Pondasi dan Pemerataan Badan Jalan, besok akan dilanjutkan dengan Pelaksanaan Pengecoran  mohon doa dan dukungan dari semua pihak terutama warga saya di Kelurahan Sari Bungamas semoga pembangunan ini akan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yg diharapkan, terima kasih".

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

KETUA RT 12 MEMUNGKIRI DARI SURAT PERJANJIAN HIBAH ATAS LAHAN UNTUK PEMBANGGUNAN POS YANDU

Lahat.ds,---- Pembangunan titik awal Posyando di RT 12 RW 04 Kelurahan Bandar Jaya Lahat direncanakan akan  peletakan batu pertama dikomandoi oleh Sekcam Lahat Lukman dan Masmanto Lurah Bandar Jaya dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Lahat Joni Arpan, Babinsa Poniman,  para ketua RT dan ketua RW dan Ketua LPMK H.Suko  Suprikono di Kelurahan Bandar Jaya. Jumat 29/11 pukul 09:00 wib.
Disaat rombongan Kelurahan datang, salah satu ketua RT 12 Toyib secara brutal tidak menyetujui pembangunan Posyandu, sempat terjadi ketegangan sedikit dan akhirnya berkat kebikjasanaan Lurah Bandar Jaya Masmanto akhirnya redam dan rombongan meninggalkan tempat tersebut.

Akhirnya rombongan Kelurahan dan Sekcam kembali ke Kelurahan mengadakan rapat bersama Ketua RT 04, RT 11, RT 13 dan RT 14 dan Ketua RW dilokasi bangunan  Sukadi SPd.

Menurut Masmanto Tanah tersebut milik Warga RT 12, ini buat kepentingan orang banyak dan bukan milik pribadi. Beliau menyayangkan dengan adanya komplain dari salah satu Ketua RT, padahal Toyib sendiri sudah menyetujui surat hibah, dia sendiri yang tidak menyetujui. Padahal Warga sudah rapat melalui perwakilan dari seluruh RT RW.

Kita membuat Posyandu berdasarkan Instruksi Presiden Jokowido bahwa tahun depan Launcing Posyandu Nasional, untuk itulah Kelurahan Bandar Jaya membuat Posyandu sesuai dengan Peraturan Menteri no 130 tahun 2018 tentang Sarana dan Prasarana Kelurahan
pasal 3 ayat b berbunyi
b. pos pelayanan terpadu dan pos pembinaan terpadu ( Posyandu) pihak Kelurahan hanya memfasilitasi demi hajat orang banyak, kita cari solusi terbaik ujar Lurah bijak.

Ketua RW  04 RT 12 drs Sukadi menegaskan bahwa pembangunan eks Lapangan Badminton, kita bukan ngotot membuat Posyandu untuk dibangun berguna untuk hajat orang banyak. Saya menyayangkan sikap Ketua RT 12 padahal sudah menandatangani surat hibah, bila masyarakat nantinya menyetujui kita akan berembuk lagi untuk mencari jalan terbaik.

Menanggapi hal ini Sekcam Lahat angkat bicara" mengingat waktu sudah semakin sempit, pelaksanaan ini sudah direncanakan jauh hari. Hari Senin hendaknya harus peletakan batu pertama, bila warga tidak menghendaki adanya pembangunan Posyandu maka akan kita batalkan. Cari solusi lain dimana tempat yang baru atau warga masih menghendaki maka tetap dilaksanakan. " tandas Sekcam.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com