NEWS

Slider

POLISI GREBEK DIDUGA ANAK OKNUM PEJABAT BANYUASIN DIKAMAR 27 MESS PEMKAB BERINISIAL SG

BANYUASIN.DS,Kabag Ops Polres Banyuasin Kompol MP Nasution SH, MH dan Tim dari Sat Pol PP berada di kamar Nomor 27 Mess Pemkab Banyuasin saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (25/11/2019).
Tentunya, informasi didapat dari masyarakat sehingga harus ditindaklanjuti.

“Ya benar ada penggerbekan yang dilakukan oleh Satnarkoba di mess Pemkab. Dan siapa yang digerebek belum tahu karena belum ada laporan,” kata Kompol Nasution yang diminta untuk back up dan izin kepada Satpol PP.

“Maaf, kami sedikit terlambat jadi informasinya pelakunya diduga berinisial SG berhasil kabur dan hanya beberapa barang bukti lainnya yang diamankan Satnarkoba,” terangnya, sembari akan terus memperdalam kasus ini, karena menurut informasi anak seorang oknum pejabat.

Kasat Pol PP dan Damkar Penyelamat Banyuasin Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Penegak Perda Abdul Aziz Tamrin SH., MSi akhirnya membenarkan, ada anak oknum pejabat yang digerbek oleh Satnarkoba.

Oknum pelaku tidak kelihatan sudah kabur, kata Abdul yang tidak tahu persis siapa anak seorang pejabat yang di maksud.

“Maaf kami tidak tahu persis, kami datang ke mess polisi sudah melakukan penggerbekan di kamar mess, untuk lebih jelas silahkan konfirmasi ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Pewarta:Agus
Redaksi.www.dutasumsel.com

MTS Negri 1 Lahat Ikut Meriahkan HUT PGRI Ke 74

LAHAT.DS, -- MTsN 1 turut memeriahkan HUT Guru dan HUT PGRI ke 74 tahun, terbukti pada hari ini Senin 25 November 2019 berbagai kegiatan dan perlombaan di gelar di Madrasah Tsanawiyah beralamat di Jalan Kapten Saibuna Talang Jawa Utara Lahat.

Antusiasme murid MTsN 1 Lahat mengikuti perlombaan selepas upacara peringatan, seperti Joget Balon bersama wali kelas masing- masing, Tarik Tambang dan Lomba Puisi Kreasi. Dewan guru juga tak ketinggalan mengikuti lomba juga, seperti lomba tiup corong.

Neliana SAg, MM selaku Kepala Sekolah mengaku bahwa peringatan HUT Guru dan HUT PGRI ke 74 tahun, benar- benar dirasakan oleh guru dan muridnya.

Dipenghujung acara tiba lah pengumuman pembagian hadiah, Kelas IX  1 tampak begitu semangat dikala pembacaan siapa pemenangan  dari ketiga poin perlombaan semuanya hampir mendapat predikat pertama hanya lomba tarik tambang meraih juara ketiga.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Sambut HUT Guru dan Hari PGRI Ke 74 Tahun SMAN 1 Merapi Barat Gelar Berbagai Kegiatan

LAHAT.DS,-- Guru adalah pahlawan tanpa jasa, tanpa guru Negara kita akan buta hurup, bodoh dan mati suri, Guru adalah sumber ilmu. Dimomen HUT Guru dan Hari PGRI ke 74 tahun ini.( 25/11).
SMAN 1 Merapi Barat menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan, selain menggadakan upacara, paduan suara, juga menggelar lomba foto selfie dan caption, pemotongan tumpeng oleh kepala Sekolah SMAN 1 Merapi Barat drs Ali Tarmizi, peringatan kali ini berlangsung khidmat dan meriah.

Menurut Kepala Sekolah " "Tantangan boleh datang silih berganti, cobaan akan selalu hadir tiada henti. Tapi senyum anak-anak itu, binar mata mereka, sungguh tidak akan mampu menahan kami untuk berhenti mendidik mereka dengan hati yang tulus dan ikhlas, selamat Hari Guru dan HUT PGRI ke 74 jayalah Indonesiaku, menuju Lahat Sejahtera dan bercahaya" ujar Kepsek.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kades Tanjung Kurung Ilir Dituntut Mundur Paksa Oleh Warganya.

Lahat.Ds,--- Karena mosi tidak percaya dengan kepemimpinan Yuliansyah Saputra Kades Desa Tanjung Kurung Ilir, digugat mundur oleh warga Desanya. Dengan alasan Kades tak pernah ditempat dan menyelewengkan Dana Desa tahun 2018 termint pertama.

Untuk itulah segerombolan warga Desa Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat di demo warganya ke Kantor Pemkab Lahat pada hari Senin 25/11 pukul 10:00 wib.
Serli  ketua Koordinator pendemo berharap Yuliansyah Saputra harus segera dicopot dari jabatan Kades Desanya,
kami sudah gerah dengan pimpinan Yulian warga meninggal tidak datang, apalagi mau koordinasi dengan kami, bangunan Dana Desa tidak ada, menurut kabar beredar Kades banyak istri saat ini entah berada ke Istri  keberapa, hari ini juga tolong Bapak Bupati berikan surat pemecatan Kades Tanjung Kurung Ilir, apa bila tuntutan tersebut tidak dikabulkan para pendemo akan bermalam di sini ujar pendemo kesal.
Setelah perwakilan berembuk di Oproom, Bupati Lahat Cik Ujang menemui pendemo, menurut beliau" Kalau benar bersalah pada tanggal 14 Januari 2020 akan diproses Hukum, tinggal tunggu ketentuan yang berlaku" .

Pewarta:Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Lahat Menjadi Pembina Upacara HUT PGRI ke 74 Di Bumi Seganti Setungguan

Lahat.Ds,-- Puncak Peringatan hari Guru Nasional dan HUT PGRI  ke 74 tahun di Bumi Seganti Setungguan, pada tahun 2019 dipusatkan di Lapangan SMAN 4 Unggul Lahat 25/11. Cik Ujang Bupati Lahat bertindak selaku Pembina Upacara.
Peringatan kali ini berlangsung khidmat, tampak peserta upacara mengikuti dengan seksama, dengan mengusung " Peran Strategis Guru Dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul".

Bupati Lahat membacakan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Makarim yang berisikan" Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon
maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa
adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang
sampai Merauke Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia selkaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi
aturan dibandingkan dengan pertolongan.
Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi
waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang
jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi
terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.
Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya,
tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.
Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan,
Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman
telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.
Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk
berinovasi.Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan
berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah.
Ambillah langkah pertama.
Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas,Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak,
kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak" Demikian Pidato Menteri yang lagi Viral.

Bupati juga mengucapkan selamat hari Guru semoga dedikasi semakin tinggi dalam mendidik anaknya, jadilah manusia sederhana jauh dari kemewahan, jangan anak diberi kemewahan yang nantinya akan merusak anak itu sendiri. Mari kita kembalikan Kota Lahat menjadi Kota Pelajar yang dahulunya sempat tersohor dikala itu.

Sementara itu Baslini MPd Kepala SMAN 4 Unggulan Lahat sekaligus ketua MKKS Kabupaten Lahat,  menyambut positif Julukan Kota Lahat sebagai Kota Pelajar akan dikembalikan lagi beliau siap bersinergi dengan Pemkab Lahat terutama program Bupati Lahat mendukung Pendidikan Lahat yang semakin maju baik ditingkat Nasional maupun Internasionall" ujar  beliau. Amin semoga terwujud.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

NADIEM MAKARIM MENTERI, PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ( MENDIKBUD) MULIAKAN GURU

Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.
(Juara 1 Anugerah Konstitusi IX Tahun 2019)
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU Nomor 14 Tahun 2015). Hal tersebut menunjukkan guru adalah sebuah profesi. Sebelum dibahas Perlindungan dan Penghargaan terhadap Guru, perlu dipahamkan kembali arti profesi, profesional, profesionalisme, serta kode etik guru Indonesia. Profesi diartikan sebagai suatu lapangan pekerjaan yang menuntut diterapkannya teknik dan prosedur ilmiah, memiliki dedikasi, berorientasi pelayanan prima, dan ditujukan untuk kemaslahatan orang lain. Kata profesional adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi. Profesionalisme sebagai komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesional dan selalu mengembangkan strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya. Setiap guru harus memegang teguh dan menjalankan kode etik dalam tugas keseharian dengan memiliki 4 kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

"Perlindungan dan Penghargaan Profesi Guru"
Guru di Indonesia saat ini berjumlah 2.698.612 orang, sedangkan kepala sekolah berjumlah 311.933 dan pengawas sekolah 25.860. Total keseluruhan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Indonesia saat ini adalah 3.036.405 orang yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Tentu dalam menjalankan tugas sehari-hari, setiap guru dituntut bekerja secara profesional mengacu pada Kode Etik Guru Indonesia dijadikan sebagai pedoman sikap dan perilaku yang bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi oleh undang-undang. Kode etik guru tersebut menyatakan bahwa “Kami Guru Indonesia adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjunjung tinggi kode etik guru sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap bangsa, negara, dan kemanusiaan”. Selayaknya substansi kode etik ini dijalankan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab oleh semua guru, juga dilindungi dan dihargai oleh seluruh komponen bangsa.

Profesi guru telah lama diakui di negeri ini, dilihat dari catatan historis, filosofis, hingga yuridis. Hanya saja pengakuan terhadap profesi guru yang perlu direalisasikan dan ditingkatkan, terutama dalam hal perlindungan dan penghargaan. Secara yuridis, dasar hukum pengakuan terhadap profesi guru tertuang dalam PP Nomor 19 tahun 2017 perubahan atas PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Perlindungan Guru dan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Guru. Meskipun profesi guru ini sudah diakui dalam berbagai peraturan yang berlaku di Indonesia, akan tetapi pada pelaksanaan tugas guru di lapangan tidak terlepas dari berbagai permasalahan, baik secara personal maupun kelembagaan. Permasalahan yang melanda profesi guru Indonesia menyangkut masalah hukum, profesi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hak kekayaan intelektual. Keempat permasalahan tersebut menjadi perhatian serius yang harus dicari solusi penyelesaianya oleh negara dan semua dalam bentuk perlindungan dan penghargaan.  

Pertama, perlindungan hukum guru adalah upaya melakukan perlindungan hukum dari tindakan kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. Banyak permasalahan berkaitan dengan hukum yang dialami guru Indonesia, maka solusinya adalah memberikan bantuan hukum dalam bentuk litigasi dan non-litigasi oleh Organisasi Bantuan Hukum. Hal tersebut menacu pada UU Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 39 bahwa “pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan ini meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja”. Diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2017 jo PP No. 74 tahun 2008 Pasal 40 ayat (1), UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 40 ayat (1) huruf d, serta Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 berisi tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Amsori, 2019).

Kedua, perlindungan profesi guru adalah upaya untuk melindungi profesi guru terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemberian imbalan yang tidak wajar, pembatasan dalam menyampaikan pandangan atau masukan, pelecehan terhadap profesi, pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas. Permasalahan perlindungan profesi guru, diantaranya setiap guru harus terbebas dari tindakan pelecehan atas profesinya dari peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lainnya; setiap guru yang bertugas di daerah konflik harus terbebas dari berbagai ancaman, tekanan, dan rasa tidak aman; kebebasan guru dalam memberikan penilaian kepada peserta didik, meliputi substansi, prosedur, instrumen penilaian, dan keputusan akhir dalam penilaian; guru ikut menentukan kelulusan peserta didik dan menentukan kelulusan ujian keterampilan atau kecakapan khusus, dan lain sebagainya (Kemdikbud, 2019).

Ketiga, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guru adalah salah upaya, sarana, dan instrumen yang bisa memberikan perlindungan bagi guru, satuan pendidikan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan itu adalah hak asasi yang wajib dipenuhi oleh satuan pendidikan. Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan, yaitu (a) Usaha K3 merupakan usaha penyerasian pada kemampuan kerja, beban kerja, lingkungan kerja agar guru dapat bertugas secara sehat tanpa membahayakan dirinya ataupun orang lain agar tercapai mutu pembelajaran yang maksimal; (b) Status kesehatan guru meliputi lingkungan kerja fisik, kimia, biologis, faal ergonomic, dan psikososial, serta perilaku guru yang dipengaruhi pendidikan, pengetahuan, kebiasaan dan fasilitas tersedia. Beberapa permasalahan resiko gangguan keamanan kerja, seperti resiko kecelakaan kerja, resiko kebakaran pada waktu kerja, resiko bencana alam, dan kesehatan lingkungan kerja (Kemdikbud, 2019).

Keempat, perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) adalah upaya dalam melindungi setiap hak cipta dan hak kekayaan industri setiap orang, termasuk guru. Pengakuan HAKI di Indonesia telah dilegitimasi oleh peraturan perundangan, seperti UU Hak Cipta. Perlindungan HAKI bagi guru dan tenaga kependidikan, yaitu hak cipta atas penulisan buku, makalah, karangan ilmiah, hasil penelitian, hasil penciptaan, hasil karya seni maupun penemuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sejenisnya, serta hak paten atas karya teknologi, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, varietas tanaman, dan sebagainya (Kemdikbud, 2019).

Adapunbagai bentuk perlindungan atau advokasi non-litigasi berdasarkan Permendibud Nomor 10 Tahun 2017 dapat dilakukan melalui Konsultasi Hukum, Mediasi, Kementerian Lain (seperti Pemda) Pemenuhan dan/atau Pemulihan Hak GTK. Salah satu solusinya ketika awal tahun ajaran baru sekolah (guru) harus mensosialisasikan dan memahamkan tata tertib dan peraturan sekolah yang berlaku. Selain itu, guru dapat mengajukan permohonan atau aduan ke Unit Layanan Terpadu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baik secara tertulis, melalui wali ditunjuk, kuasa hukum, sekelompok guru yang ingin menyampaikan pengaduan. Layanan Sistem Unit Layanan Terpadu saat ini sedang dikembangkan Kemdikbud terkait semua perlindungan profesi guru. Hal ini sesuai Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Pelaksanaan Tugas.
Mas Menteri Lindungi, Hargai, dan Muliakan Guru.

Berikut kutipan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mas Menteri) dalam Hari Guru Nasional Tahun 2019 yang menjadi angin segar, pelipur lara, harapan baru seluruh guru Indonesia.
“Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas adminstratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghapal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi”. Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambilah langkah pertama. Besok, dimanapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda, dengan cara: (1) Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. (2) Berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas. (3) Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. (4) Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. (5) Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru #merdekabergerak # gurupenggerak
Semoga pidato tersebut menjadi “penanda” Mas Menteri memberikan perhatian, perlindungan, penghargaan, dan lebih memuliakan profesi guru, serta mampu memajukan pendidikan di Indonesia. Sesuai dengan tema HGN Tahun 2019 “ Guru Bergerak Indonesia Maju”. Jayalah Guru Indonesia!

Redaksi.www.dutasumsel.com

Hasil Pemilihan PWI Lahat DRAW 9:9

LAHAT.DS,-- Pemilihan Ketua PWI Lahat periode 2019- 2022 berlansung aman dan tertib, peserta terdiri dari 18 suara berasal dari Anggota Biasa PWI Lahat (23/11)

Calon ketua PWI Lahat  Ishak Nasroni dan Syaifudin SH, setelah usai melaksanakan hak suaranya  maka dihitung suara Saifudin 9 suara dan Ishak Nasroni 8 suara dan Abstain 1 suara. Menurut ketentuan yang berlaku belum mencapai 50% terjadilah pilihan dua putaran.
Pada putaran kedua pemilihan Ketua PWI dilaksanakan setelah melalui proses pemilihan ulang terjadi Draw 9 :9  Menurut Pimpinan Sidang " kita akan rapat Pleno di Provinsi untuk menentukan siapa yang diangkat menjadi Ketua sesuai dengan ketentuan, sekarang PWI Lahat diambil alih oleh Provinsi, secara otomatis PWI Lahat tidak boleh mengurusi surat menyurat"

Sementara itu  Firkom angkat bicara mengenai DRAW " mereka berdua adalah orang pilihan dan sementara kepengurusan kebijakan PWI Lahat, diambil alih oleh PWI Provinsi " ujar Firkom.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Peduli Sesama, Pathul Jaya Gelar Sunatan Massal

INDRALAYA.DS, -- Sungguh mulia bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan sekaligus bagian dari ibadah sosial, yang dilakukan oleh Pathul Jaya SH anggota DPRD OI  dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Tanjung Raja, Sungai Pinang yang menggelar bakti sosial berupa sunatan masal untuk masyarakat kurang mampu.
Sekitar 50 anak mengikuti sunatan masal yang digelar di kediamannya Rumah Aspirasi Pathul Jaya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI, Sabtu (23/11).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan nampak para orangtua sangat antusias dan apresiasi serta merasa bangga anaknya mengikuti sunatan masal secara gratis ini.
Menurut  Paidi (45) Warga Limbang Jaya 1 mengungkapkan terima kasih atas kepedulian Pathul Jaya terhadap masyarakat kecil seperti dirinya dimana kedua putranya telah mengikuti kegiatan sunatan masal ini. "Kami orangtua merasa bangga dan ribuan terimakasih kepada pak Pathul Jaya, karena anak kami  Despanriangga (10) dan Ikhwan Muslimin (4) merasa terbantu  telah di ikut serta dalam kegiatan sunatan masal ini, beliau menunjukan rasa kepeduliannya terhadap rakyat kecil," ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh ibu rumah tangga warga Tanjung Raja Haryanti (35) merasa bersyukur dengan adanya kegiatan sunatan masal ini karena anaknya Cendana (4) bisa dikhitan pada tahun ini.
"Alhamdullilah selain di sunat secara gratis anak kami juga mendapat uang dan bingkisan berupa kopiah, sarung serta baju koko, kami mendoakan semoga pak Pathul Jaya beserta keluarga selalu mendapat perlindungan dan berkah dari Allah SWT sehingga nantinya kegiatan sosial yang bermanfaat ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan Amin,"imbuhnya.

Sementara itu, Pathul Jaya didampingi istri Maya Srihartati di sela-sela kegiatan mengatakan, bahwa bakti sosial sunatan masal ini merupakan program rutin yang sering dilaksanakannya dari tahun 2009 lalu, serta bentuk rasa syukurnya terhadap Allah SWT sebagai wakil rakyat, dengan membantu warga kurang mampu yang ingin menyunatkan anaknya.

Pathul menambahkan, kegiatan kepedulian itu menjadi bagian dari komitmen dirinya untuk berbagi dengan sesama.  Apa yang dilakukan ini tentunya mengandung nilai keagamaan dan kesehatan.

"Kalau dalam agama Islam, sunat itu wajib bagi seorang laki-laki. Selain itu juga memiliki nilai pendidikan kesehatannya juga. Dan kita yang membantu mempermudah hal tersebut tentunya berharap amalan dari Allah SWT,” pungkasnya.

Masih katanya berharap dengan momen seperti ini masyarakat akan semakin kuat dan menjaga persatuan serta persaudaraan, karena kegiatan ini merupakan ibadah lahir batin yang memperkuat silaturahmi.
"InsyaAllah, Sabtu (30/11) nanti kita akan menggelar acara halal bihalal dan hajatannya dengan mengundang seluruh peserta Sunatan Masal sekaligus  acara marhabah keponakan kami tercinta, Bintang Naraya Putri Bumi dan Khitanan M Adityo Putra Wirathama  dengan dihadiri langsung oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam,"jelasnya.

Pewarta : H2ry
Redaksi.www.dutasumsel.com

PWI Lahat Gelar Konfercab

LAHAT.DS-- Mewujudkan Pers dan Wartawan Anti Hoax, kompeten, profesional dan bermartabat dan Bercahaya. Untuk itulah Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lahat menggelar Konfercab
Bertempat di Hotel Bukit Serelo pada Sabtu 23/11 dimulai pukul 9:30 wib, hadir pada kegiatan ini dihadiri Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar SH, MSi, Wakil Bupati Lahat H.Haryanto SE, MM, MSi, Plt Kadis Komimfo Rudi Dharma, Ketua PWI Lahat Saifudin SH, Asisten 1,serta tamu undangan lainnya. Konferkab diawali laporan ketua panitia oleh H Aris Susilo, diteruskan dengan laporan ketua PWI Lahat Saifudin SH.

"Semenjak kepengurusan dimulai dari 2016 hingga 2019 anggota PWI dimulai 16 orang hingga kini telah mencapai hampir 70an, Alhamdulilah segala kegiatan telah berjalan dengan baik, sinergitas antara PWI dengan Dinas Instansi di Pemkab Lahat berjalan harmonis" ujar Saifudin.

Firdaus Komar SH, MSi pada sambutan  mengatakan "  Terkait Konfrensi cab Lahat adalah amanat Konsitusi, selama tiga tahun berjalan dengan baik, kami PWI Sumsel mengucapkan terima Kasih atas Suportnya  Pemkab atas uji Kompetensi baru- baru  ini, Wartawan harus berpedoman dengan Undang- undang Pers no 40 tahun 1999, jangan sampai Wartawan hanya menakuti orang lain, untuk itulah wartawan diharapkan mempunyai Opini Publik, mereka bukan takut dengan kita namun takut akan tulisan kita. Orietasi terlebih dahulu untuk menentukan kapasitan seorang Wartawan.

Media merupakan Pilar Informasi,  diharapkan dengan Wartawan yang berkompeten untuk menyampaikan info yang benar, begitu pula hendaknya kepada Pemkab Wartawan perlu dibina. Siapapun yang menjadi ketua nanti diharapkan saling bina dan saling dukung" tandas Firkom.

Selaras dikatakan  Wabup Lahat H.Haryanto SE, MSi, MM, berpesan "  mudah- mudahan tahun 2020 kepada Kadis Komimfo anggaran PWI hendaknya dibesarkan lagi, hendaknya pemilihan ketua PWI Lahat harus profesional, penyampaian berita positif dari Wartawan sehingga  dapat melihat kinerja Instansi dan  pemberitaan kurang bisa ditingkatkan lagi" harap Wabup.

Pewarta: Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Rajawali Cup Bakal Gelar Basketball Antar Club Putra Sesumsel

#SMA/SMK Putri Sesumsel#
Lahat.DS,-- Guna untuk menumbuhkan serta mengembangkan bibit atlet bola basket melalui turnamen bola basket Rajawali Cup menuju kemandirian dan profesionalisme. Serta upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan untuk peningkatan jasmani, prestasi yang dapat membangkaitkan rasa Nasional.

Untuk itu, Club Rajawali Lahat yang di Ketuai Ganda Taruna S Sos dan Sekretaris Chana Ciputra serta diketahui Ketua Perbasi Kabupaten Lahat, Weter Afriansyah S Pd memutuskan bakal menggelar pertandingan Basketball antar club Putra se-Sumatera Selatan. dan Pelajar SMA/SMK Putri se-Sumatera Selatan.

Ketua club Rajawali Lahat selaku pelaksana Ganda Taruna S Sos menyampaikan, event atau pertandingan Basketball antar Club ini sudah cukup lama tidak digelar. Bola basket salah satu olahraga yang populer baik tingkat Nasional maupun Internasional.

Oleh sebab itu, sambung Ganda, tujuan Rajawali Cup menyelenggarakan event terbuka ini, untuk meningkatkan prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, meningkatkan tali persaudaraan antar sekolah menengah atas dan club se-Sumsel dan mendorong peran aktif masyarakat dalam meningkatkan prestasi bola basket.

Oleh sebab itu, dari hasil rapat Tanggal 13 Oktober 2019 lalu, dimotori club Rajawali Lahat memutuskan akan mengadakan event terbuka club bola basket dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) se-Sumatera Selatan.

"Turnamen bola basket antar club dan antar SMA se-Sumsel ini, akan kita selenggarakan pada Tanggal 18 sampai dengan 22 Desember 2019. Dengan lokasi di Lapangan Gelora Serame Lahat. Silakan bagi club club se-Sumsel yang ingin ikut dapat menghubungi kontak person atau WhatsAapp

Rio 0812 7124 8786. Boby  0822 8161 1914. dan Danil 0812 7911 7574.," jelasnya.

Menurut Ganda, club Rajawali Lahat mengadakan turnamen bola basket antar club dan antar sekolah menengah atas sesumsel diharapkan turnamen ini dapat menjadi tolak ukur prestasi olahraga bola basket serta menjadi ajang untuk meningkatkan tali persaudaraan antar atlit bola basket di Sum-Sel.

"Tujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda dan sebagai pondasi peningkatan jasmani, mental, rohani, watak, keperibadian, disiplin dan sportivitas. Mendukung program pemerintah mendidik generasi muda. Memotivasi generasi muda agar lebih giat berlatih menuju ajang kompetisi. Meningkatkan prestasi dan menjunjung sportivitas antar atlit. Meningkatkan tali persaudaraan antar atlit bola basket. dan Mendorong peran aktif masyarakat khususnya masyarakat Sum-Sel," tutur mantan Ketua KNPI Kabupaten Lahat, yang terkenal cukup vokal ini.

Sedangkan Sekretaris Chana Ciputra menambahkan, disini panitia juga telah menyiapkan hadiah hadiah menarik yang dapat memenangkan turnamen ini. Diantaranya, pembinaan juara I PA sebesar Rp.4.000.000-, juta, pembina juara II PA sebesar Rp.3.000.000-, juta. pembinaan juara III PA sebesar Rp.2.000.000-, juta.pembinaan juara IV PA sebesar Rp.1.000.000-, juta.

"Sedangkan uang pembinaan juara I PI sebesar Rp.2.000.000'- juta. pembinaan juara II PI sebesar Rp.1.500.000-, juta. pembinaan juara III PI sebesar Rp.7.50.000-, ribu. dan pembinaan juara IV PI sebesar Rp.500.000-, ribu," tukas Chana.

Tidak itu saja, diungkapkan Chana, panitia juga telah menyiapkan Tropy bagi Tingkat Putra juara I, II, dan III. Begitu juga untuk Tropy bagi Tingkat Putri juara I, II, dan III. Untuk technical meeting akan dilaksanakan pada 17 Desember 2019 di GOR Bukit Telunjuk Lahat, sekira pukul 14.00 WIB sampai selesai.

"Nah, untuk Tuornamen sendiri, kita bakal gelar pada Tanggal 18 sampai dengan 22 Desember 2019. sejak pukul 08.00 WIB. Sistem yang akan kita gunakan sistem gugur. Sekali lagi, kami dari panitia menghimbau agar seluruh club Bola Basket Se-sumsel supaya dapat mendaftarkan para club nya masing masing," terang Chana.

Pewarta:Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com