NEWS

Slider

Bupati Ogan Ilir Terima Penghargaan Kabupaten Kota Sehat 2019 Kata Giri Swasti Saba

JAKARTA.DS, -- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berhasil meraih penghargaan tertinggi  Swasti Saba Program Kabupaten Kota Sehat ( KKS) tahun 2019. Kategori yang didapatkan adalah Penghargaan Swasti Saba 2019.

Penghargaan ini diserahkan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, di Gedung Sasana Bakti Praja, Kemendagri, Selasa (19/11/2019) pagi.

Hadir menerima penghargaan Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir dan beberapa OPD yang hadir.

“Alhamdulillah. Penghargaan ini untuk masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, khususnya semua stakeholder yang selama ini berperan membantu pemerintah mewujudkan Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah yang aman, nyaman, bersih dan sehat untuk dihuni seperti tujuan program Kabupaten/kota sehat,” ucap Bupati, usai acara penerimaan penghargaan.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat membacakan sambutan mengapresiasi pelaksanaan program Kabupaten/Kota sehat. Hanya saja, ungkapnya, perlu ada penajaman program terutama dari aspek reward atau bentuk penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Kalau saya dulu di Polri, ada rangking bagi Bhabinkamtibmas terbaik dan kurang baik. Yang baik dapat motor, dan kurang baik dapat bantal guling. Jadi rangking itu penting, agar yang nilainya rendah ada motivasi untuk berbuat lebih baik,” usul Mantan Kapolri ini.

Apresiasi senada dikatakan Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan. Ia bahkan salut dengan pemerintah daerah yang berhasil menurunkan angka anak kerdil atau stunting. “Terima kasih, karena secara nasional angka stunting mulai mengalami penurunan,” pujinya.

Penyelenggaraan Kabupaten/Kota sehat di Indonesia dijalankan berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/2005.

Bupati/Walikota yang berhasil menyelenggarakan Kabupaten/Kota Sehat berdasarkan indikator yang ada, mendapatkan penghargaan dengan tiga tingkatkan, yakni Padapa untuk Kabupaten/Kota Sehat klasifikasi pemantapan, Wiwerda untuk Kabupaten/Kota Sehat klasifikasi pembinaan, dan Wistara untuk Kabupaten/Kota Sehat klasifikasi pengembangan.

Sumber Kominfo Kabupaten Ogan Ilir.
Redaksi.www.dutasumsel.com

SMAN 4 LAHAT LAKSANAKAN RESERTIFIKASI ISO 9001:20015

Lahat.Ds,-- Meningkatkan standar pendidikan bermutu memiliki kualitas dan berstandar Internasional SMAN  Unggul 4 Lahat melaksanakan Resertifikasi ISO  9001:20015. PT Delta PAS Internasional selaku tim auditor melakukan berbagai hal, fasilitas ruang Kepala Sekolah, ruang Waka,  Laboratorium, Tata usaha.
Kegiatan Resertifikasi ISO 9001; 2015 dilaksanakan oleh Deltapas Tim ISO dr Agus Suprianto, pada Selasa 19/11.
Baslini MPd selaku Kepala Sekolah SMAN 4 Unggul Lahat menggatakan "Alhamdulillah, pelaksanaan Resertifikasi ISO 9001:2015 SMAN  Negeri 10 Lahat oleh PT. DELTA PAS Internasional,  berjalan lancar, sukses dan bermanfaat.

 Tujuan dari audit sertifikasi ini untuk meningkatkan berbagai kualitas dan pengawasan Pendidikan yang dimiliki sekolah, terlebih mewujudkan standar perubahan manajemen mutu sekolah lebih baik lagi." ujar Kepsek.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Irjen Pol Drs.Priyo Widyanto,MM, Resmi Jabat Kapolda Sumsel Mengantikan Irjen Pol Firli Bajuri Sebagai Ketua KPK

JAKARTA.DS, – Hari ini Irjen Pol Drs Priyo Widyanto MM, secara resmi akan menjabat sebagai Kapolda Sumsel menggantikan Irjen Pol Firli Bahuri, yang tak lama lagi akan menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Upacara sertijab dilakukan jam 08.00 WIB pagi, dan langsung dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis, M. Si, di Ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa tanggal 19 Nopember 2019.

Sebelumnya, sesuai Surat Telegram dengan nomor ST/3020/XI/Kep/2019 pada hari, Jumat (8/11/2019) lalu bahwa Irjen Drs. Prio Widyanto,MM menjabat sebagai Kapolda Sumsel yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Firli Bahuri,M Si sendiri dimutasi menjadi Kabaharkam Mabes Polri (Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Firli yang saat ini merupakan jenderal bintang dua secara otomatis akan naik menjadi bintang tiga. Firli menggantikan Komjen Pol Condro Kirono yang sebelumnya menjabat sebagai Kabaharkam Mabes Polri.

Mutasi ini dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dengan nomor ST/3020/XI/Kep/2019 tertanggal 8 November 2019.

Dalam surat telegram itu, tak hanya Kapolda Sumsel yang dimutasi, tetapi dua pejabat utama Polda Sumsel yakni Dir Resnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman dimutasi karena akan mengikuti Sespimti Polri.

Pengganti Farman adalah Kombes Pol Heri Istu Hariono yang sebelumnya bertugas di BNN Pusat. Selain Farman, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro yang dimutasi karena akan mengikuti Sespimti Polri. Pengganti Dwi adalah Kombes Pol Juni yang sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Jambi.

Adapun profil singkat sosok Irjen Priyo Widyanto, yang dilansir dari Wikipedia ialah; bernama lengkap Irjen Pol Priyo Widyanto, M.M. lahir di Jakarta, 12 Oktober 1965.

Irjen Pol Priyo Widyanto merupakan perwira tinggi Polri yang sejak 5 Januari 2018 menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur atau kaltim. Kala itu Irjen Pol Priyo Widyanto menggantikan Irjen Pol Safaruddin. Sebelumnya, Irjen Pol Priyo Widyanto menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jambi.

Irjen Pol Priyo Widyanto merupakan besan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Badrodin Haiti.

Riwayat Jabatan Irjen Pol Priyo Widyanto
Pamapta Polresta Pontianak (1988)
Kapolres 50 Kota,
Wadir Samapta Polda Sumut,
Kaden A Hartib Pusprovos Div Propam Polri (2010),
Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri (2010),
Kapolres Metro Bekasi (2011),
Kapolres Metro Jakarta Timur (2014),
Analis Kebijakan Madya Bidang Provos Divpropam Polri (2015),
Wakapolda Kalimantan Selatan (2016),
Karobinkar SSDM Polri (2016),
Kapolda Jambi (2017),
Kapolda Kaltim (2018),

Pewarta : Joemartin.SH
Redaksi.www.dutasumsel.com

LPPM Unsri Adakan Sosialisasi Pembuatan Makanan Ringan dari Lengkuas

INDRALAYA.DS, -- Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah butir tri darma perguruan tinggi yang terus diwujudkan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan  Pengabdian Masyarakat) Universitas Sriwijaya.
Maka pada hari Jum'at, 8 November 2019 dilaksanakanlah kegiatan Sosialisasi Iptek Pembuatan Makanan Ringan dari Herbal Lengkuas. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang ibu-ibu pengajian dan dilaksanakan di masjid raya dusun IV desa Pulau Semambu Kecamatan Inderalya,  Kabupaten Ogan Ilir. Acara dibuka dengan sambutannya dari Kepala Desa Pulau Semambu, bapak Suparmin. Beliau tentu saja sangat merespon positif kegiatan seperti ini. Sehingga bisa mengedukasi masyarakat terutama ibu-ibu tentang manfaat lengkuas, bahkan mungkin bisa menjadi produk andalan yang bisa membantu menambah tingkat perekonomian masyarakat.

Selanjutnya kegiatan ini diisi dengan demo tutorial video pembuatan permen lengkuas. Adapun yang menjadi narasumber pada kesempatan ini adalah ketua kegiatan pengabdian yaitu ibu DR. Ferlina Hayati, M.Si. Dengan dibantu oleh dua orang anggotanya yaitu bapak DR. Muhammad Sa'id, MT dan ibu Dra. Jorena, M.Si. Ketiganya merupakan dosen fakultas MIPA Universitas Sriwijaya.

Dari kegiatan ini tentu saja diharapkan bisa memberikan informasi tentang manfaat lengkuas. Yang selama ini hanya dianggap sebagai bumbu dapur biasa ternyata mempunyai manfaat yang luar biasa. Antara lain sebagai anti bakteri, mampu menurunkan kadar kolesterol bahkan sebagai bahan anti kanker. Dan tentu saja bisa diolah dengan lebih baik sehingga bisa dinikmati sebagai makanan ringan yang punya nilai lebih.

Pewarta : Umi Iin
Redaksi.www.dutasumsel.com

LANTAI JEMBATAN RUSAK YANG BELUM DIPERBAIKI PEMBORONG DIJALAN PULAU HARAPAN PENYEBAB UTAMA KEMACETAN

Banyuasin.DS,– Arus Lalulintas kendaraan di jalan Lintas Timur Banyuasin -Sumatera,Senin malam (18/11/19) telah terjadi kemacetan total kendaraan padat merayap hingga  puluhan kilometer. Terpantau dilokasi,  ratusan mobil milik pribadi dan mobil angkutan bermuatan lebih kurang 30 Ton ikut terjebak dalam kemacetan, hal ini disebabkan oleh lubang yang baru sudah diskrap lantai Jembatan yang terletak di Desa Pulau harapan kec.Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Sepanjang jalan Palembang -Betung tepatnya dari arah desa pulau harapan Banyuasin -Palembang memang sempat macet panjang dan sebalik nya dari arah Palembang ke Banyuasin, karena kondisi jembatan yang ada di pulau harapan dibongkar (Dskrap), takutnya jika tidak diperbaiki dengan cepat jembatan tersebut bisa jebol sebab lantainya di genangi oleh air hujan yang turun. Sehingga membuat kendaraan Roda dua dan Roda empat harus berhati hati melintasi jembatan tersebut.

Menurut pengguna jalan Tamrin (48 thn)dan Imrani (42 thn) Aktipis ormas Amunisi Banyuasin saat diwawancarai oleh awak media Duta Sumsel mengatakan " sangat kesal karena perjalanan yang harusnya sudah sampai kerumah jam 5 sore tadi ternyata sampai pukul 10 malam ini kami masih dijalan, dan kami berharap kepada pihak terkait agar jembatan tersebut segera diperbaiki "tegasnya dengan nada kesal.
Dan selanjutnya juga mereka berharap "pada pihak Satlantas kiranya dalam hal kemacetan seperti itu kedepannya agar lebih tanggap lagi dalam pengaturan lalu lintas karena dalam suasana macet ini sering terjadi kendaraan melintas tidak teratur dan tidak menempuh jalurnya masing masing akibatnya  kemacetan tambah parah "pungkasnya.

Pewarta:Agus
Redaksi.www.dutasumsel.com

Diperkirakan Pertengahan Bulan Desember Pelantikan 79 Kades

Lahat.Ds,--- Pemilihan Kades secara serentak beberapa waktu lalu telah usai, dan kini ke 79 Kades tepilih di 22 Kecamatan. Sedang menantikan pelantikan untuk menglegalkan kepemimpinan mereka.

Kabid Tata Wilayah dan Administrasi Desa mewakili plt Kadis DPMD drs Benni Zainudin MSi ketika diwawancarai Awak Media diruang kerjanya pada 19/11 menurut beliau " Insyah Allah  SK sekarang lagi diproses tinggal keputusan dari Bupati.

Diperkirakan pada  pertengahan bulan Desember mendatang, menurut Kabid hanya 2 Kecamatan yang tidak ikut kompetisi Pilkades yakni Kecamatan  Gumay Ulu dan Kikim Tengah. " ujar Kabid

Ketika ditanya mengenai ada dua Desa yang ada masalah mengenai Pilkades, dengan bijak Imam Santosa menjawab"
Proses tetap berjalan kita melihat mekanisme mengacu Perbup no 45 tahun 2016 tentang syarat dan tata cara pemilihan kepala desa" pungkas Kabid.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Disnakertrans Kabupaten Lahat Berikan Pelatihan UMKM Loka Latihan Kerja Usaha Kecil Menengah

LAHAT.DS, -- Merubah perekonomian serta meningkatkan taraf hidup dengan membuka usaha, adalah tujuan dari LLK UMKM (Loka Latihan Kerja Usaha Kecil Menengah. Seperti dijelaskan  Agus Senang kepala LLKM ( loka latihan kerja usaha menengah) Disnaker Trans Lahat kepada Awak Media diruang kerjanya pada Selasa 19/11.
10 Kejuruan, kita termasuk paling banyak untuk ukuran Kabupaten,
1. Operator Komputer
2. Teknisi Komputer
3. Mekanik mobil
4. Mekanik sepeda motor
5. Las Listrik
6. Instalasi penerangan /listrik
7. Teknik pendingin AC
8. Tata Rias
9. Teknisi HP
10. Menjahit

Yang paling diminati jurusan  Operator komputer sama teknisi HP, bagi yang berminat mau belajar disini difasilitasi, ruang balajar,  alat praktek, baju seragam dan makan siang  semuanya gratis.

Lama pelatihan itu  tergantung Jampel ( jam pelajaran) berkisar antara  250- 320 jampel, kalu dikalkulasi waktu 1,5  bulan dan paling cepat 2 Minggu tergantung program pusat dari Kementrian.

Untuk saat ini sedang belajar ada 8 kejuruan berjumlah 128 siswa digelombang ke 4 tahun 2019.
Syaratan. Kita diberikan 34 paket kegiatan dari kementrian Tenaga kerja. Untuk tahun anggaran 2020 dibuka untuk pelatihan gelombang pertama pada bulan
Januari." Pungkas Agus Senang.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com


Pendaftaran hari jam kerja
Batas pendaftaran tgl 17 Desember 2018
Untuk lebih jelas dpt langsung datang ke LLK
UKM Disnakertran Kab. Lahat. Jl. Jend. A. Yani
km.1,5 Pagar Agung Lahat.

Kurikulum Bakal Berubah Lagi - Bahasa Inggris SMP-SMA Dihapus SD 5 Mata Pelajaran

JAKARTA.DS ,-- Kurikulumpendidikan di tanah air nampaknya bakal berubah lagi.
Hal itu terungkap saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengundang sejumlah organisasi guru ke kantornya. Dia ingin mendengar cerita dan solusi masalah pendidikan tanah air dari para guru.

Dalam pertemuan pada 4 November itulah muncul wacana mengubah kurikulum. Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim ikut hadir dan berdiskusi dalam acara itu.

Menurut dia, rencananya, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran (mapel) utama di SD.

“Karena itu, mapel bahasa Inggris dihapus untuk SMP dan SMA. Sebab, sudah dituntaskan di SD,” kata Ramli.

Pembelajaran bahasa Inggris yang dimaksud Nadiem, lanjut dia, lebih fokus mengajarkan percakapan. Bukan tata bahasa.

Kemudian, untuk SMP tidak boleh lebih dari lima mapel yang diajarkan kepada siswa. Sedangkan di SMA, maksimal enam mapel tanpa penjurusan.

“Bagi siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK,” terang Ramli, menirukan ucapan Nadiem.

Karena SMK fokus mengajarkan keahlian tertentu, muncul wacana untuk menggunakan sistem SKS (Satuan Kredit Semester).

Dengan begitu, siswa yang dianggap pintar dan lebih cepat menguasai keahlian tertentu bisa lulus setelah dua tahun menempuh pembelajaran di sekolah. Sedangkan siswa yang lambat menyerap ilmu bisa sampai 4 tahun untuk lulus.

Menurut Ramli, Nadiem bahkan mengusulkan ujian kelulusan SMK tidak hanya normatif. Lebih ke praktis untuk mengukur ketrampilan dan keahlian siswa. “SMK tidak boleh kalah dari Balai Latihan Kerja yang hanya tiga, enam, atau 12 bulan saja,” ujarnya.

Sementara itu, Nadiem mengungkapkan bahwa dirinya hanya mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan dan mengelola sumber daya manusia Indonesia agar lebih maju. Menurut dia, mengubah kurikulum itu bukan hanya mengubah konten.

Esensinya adalah menyederhanakan dan mengubah cara penyampaian materi kepada siswa untuk tidak hanya sekadar menghafal.

“Dan itu adalah PR (pekerjaan rumah) saya untuk bisa mengubahnya. Tapi itu bukan sesuatu yang bisa diubah dalam waktu cepat. Butuh pemikiran yang sangat matang dan butuh masukan dari para guru dan pihak lain. Jadi, penyempurnaan, penyederhanaan, dan perubahan kurikulum itu saya mengacu pada guru,” beber mantan bos Goj-Jek itu. Sebab, kata Nadiem, guru yang paling mengetahui apa yang dibutuhkan siswa-siswanya.

Menurut dia, guru-guru era sekarang sudah canggih. Mampu menggunakan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan teknologi, guru bisa bebas memilih konten seperti apa yang cocok dengan materi pelajaran. Dengan begitu, banyak inovasi akan muncul.

Dari momen-momen tersebut bisa memicu pemerintah daerah untuk menggelar pelatihan guru berbasis teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran bisa menjadi lebih efisien dan fleksibel.

“Namun yang perlu diingat, teknologi tidak bisa menggantikan peran seorang guru. Karena pembelajaran yang sesungguhnya adalah adanya koneksi batin guru dan siswa. Teknologi adalah alat, bukan segalanya,” jelasnya.

Nadiem membenarkan, dalam pertemuan dengan beberapa organisasi guru itu, banyak guru yang ingin bebas dan merdeka untuk memberikan yang terbaik kepada siswanya. Dalam arti, mereka tidak dibebani tugas yang sifatnya administratif.

“Kalau kebanyakan tugas untuk guru itu soal administratif (seperti sertifikasi atau kenaikan pangkat), tentunya waktu untuk anak dan energi akan terkuras. Itu yang harus dipikirkan,” beber Nadiem.

sumber : terpercaya kementerian Disdikbud.

SEBAGIAN PETANI MENGELUHKAN PROGRAM PROYEK SERASI DI KABUPATEN BANYUASIN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN DAN DIDUGA BANYAK YANG BERMASALAH.

Banyuasin.DS, -- Program Selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi) dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI, sepertinya diduga dikeluhkan oleh petani di Kabupaten Banyuasin, lantaran tak menguntungkan.

Program serasi yang diharapkan pemerintah sebagai penopang hasil panen padi di wilayah perairan terbesar. Tak hanya itu, program serasi juga bisa mengurangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena bisa membatasi, kanal agar titik api tak melebar.

Hal tersebut, ternyata jauh dari harapan para petani. Sebab, saluran air tidak berfungsi sebagaimana untuk mengalirkan air dari tempat tinggi ke tempat rendah. Petani masih direpotkan, sebab air tak mengalir.

"Program serasi ini hanya bermanfaat untuk pencegahan terjadinya kebakaran lahan gambut. Karena air sama sekali tak mengalir ke lahan tanaman padi," kata Iswadi warga Tanjung Lago kepada wartawan.

Dijelaskannya, pembuatan saluran air sawah kurang optimal. Sepertinya dikerjakan asal jadi. "Saya lihat saluran air yang dibangun yang lama dan hanya dibersihkan bukan bangunan baru," ungkapnya yang kecewa serasi tidak sesuai dengan keinginan petani.

Pekerjaan proyek Serasi ini yang mana dan dinilai tidak tepat sasaran sebab bukan sawah rawah tapi sawah yang sudah jadi, itupun saluran air tak berpungsi. Sebab itu, Serasi tidak membuat petani sejahtera.

Terlebih lagi, terkait anggaran. Hingga kini petani belum menerima dana serasi untuk petani sebesar Rp 4,3, juta per hektar. "Sampai sekarang petani masih gigit jari," timpal kelompok tani lainnya yang tak mau disebutkan nama.

Terpisah, petani dari Kecamatan Muara Telang Dodi mempersoalkan jumlah pipa saluran yang dipasang ke saluran air hanya 2 batang. Padahal informasinya 5 batang sisanya 3 batang dikemanakan.

"Memang ada yang dipasang 5 batang tapi kebanyakan pipa yang dipasang hanya 2 batang," ungkap Dodi yang meradang bahwa program Serani hanya peluang kesejahteraan bagi oknum pejabat dan petani menjadi kambing hitamkan saja.

Kepala Dinas Pertanian Zainudin kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan proyek Serasi ini baru dikerjakan sekitar 35 persen. Perlu diketahui ada 82 UPKK/Desa yang mendapatkan Serasi. Anggaran itu, dikucurkan dari Kementan RI ke Gapoktan.

"Proyek Serasi ini kami awasi dilapangan, jika dikerjakan tidak benar akan ditunda pencairan tahap selanjutnya," tegas  Zainnudin.

Pewarta: Agus
Redaksi.www.dutasumsel.com

Membangun kabupaten Banyuasin layak Anak

BANYUASIN.DS,-- Dalam Acara Rapat koordinasi Kabupaten Layak Anak(KLA) Banyuasin yang di gelar pada hari senin( 17-11-2019)
yang langsung di hadiri kepalah Dinas Pemerdayaan Perempuan Dan Anak Banyuasin Dr  Hj. Yosi  Zartini,MM serta OPD yang sempat turut hadir,
Dalam bersinergi bersama dalam mewujud kan banyuasin menuju kabupaten layak anak sangat penting dalam.mendukung Visi dan  Misi,Kabupaten Banyuasin.


Kabupaten Banyuasin sudah melaku kan kepada seluruh semua  OPD dalam menuju Kabupaten Layak Anak sampai tingkat kecamatan dan keluruhan
dalam.mengemban perlindungan anak supaya menjadi kabupaten layak anak


Bupati banyuasin yang di wakili asisten satu ir kosar rudin mm pemerintah telah mendisein  hak hak anak kebijakan kabupaten banyuasin merupakan tindaklanjut
Perlindungan  hak anak

Untuk menjadikan mereka ber kualitas bahu membahu mewujut kan  hak anak kabupaten layak anak dengan mempunyai penduduk sekian banyak


Pemerintah kabupaten banyuasin mempunyai tujuh rencanah kabupaten cerdas banyuasin relejius pembangunan imprastruktur dan pendidikan mewujudkan banyuasin bangkit semoga kegiatan ini,, jelas asisten satu,,


Rini handayani ,,untuk menuju kabupaten layak anak ini merupakan strategis kabupaten layak anak.bukan hal yang mudah, Banyasin menjadi kabupaten layak anak erat dengan tempat bermain anak.

Dan ini merupakan target bupati banyuasin merupa kan sum ber daya manusia
yang cukup bagus opd di kabupaten banyuasin dan kecamatan dan kelurahan untuk mengelola sum berdaya manusia.untuk mewujud kan kabupaten layak anak ucapnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com