NEWS

Slider

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam Terima Tamu Dari KPK RI

INDRALAYA.DS, -- Ada 4 orang Anggota dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Sambangi Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ogan ilir (OI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang datang dari Jakarta mendatangi Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Kamis,7/11/2019  dan langsung menggelar rapat tertutup lebih dari tiga jam di ruang rapat Bupati, yang di hadiri oleh Bupati langsung dan  ada beberapa pejabat Pemkab Ogan Ilir lainnya yang hadir diruang rapat Bupati Ogan Ilir.

Dari Pantauan beberapa awak media di Kantor Bupati ini, keempat anggota KPK masuk keruang rapat Bupati sekitar pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 12.30 WIB dengan mengenakan batik, dan mengadakan rapat yang dipimpin langsung Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, Sekda Ogan Ilir Herman, Asisten II Pemkab Muhsin Abdullah .

Dalam rapat itu, hanya ada beberapa dinas tertentu yang diundang. Seperti Inspektorat, Bapenda, Bapenda, Dinas PU PR, Perkim, Pelayanan Perizinan Satu Pintu, BPKAD, dan sebagainya.

Menurut Koordinator Wilayah II KPK Abdul Haris, mereka melakukan monitoring dan evaluasi terkait rencana aksi program pencegahan korupsi terintegrasi.

“ada tiga yang sedang kami monitor, yaitu pertama terkait optimalisasi pendapatan daerah, aset daerah dan terkait MCB atau Monitoring Centre,” ujarnya saat diwawancarai usai keluar dari ruang rapat Bupati.

Ia mengatakan, rapat tersebut digelar tertutup karena ada yang harus dibahas dengan internal Pemerintah Kabupaten. Pembahasan tersebut meliputi tentang Optimalisasi Pendapatan Daerah, Aset Daerah, Perbaikan Manajemen SDM, Dana Desa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan lain-lain.

“Ini kan internal,artinya rapat tertutup bukan untuk diliput, ada pembahasan sesama teman-teman di Pemerintah daerah,Tidak ada yang rahasia, apa yang mau dirahasiakan,” ungkapnya.

Terkait program tersebut, pihaknya akan intens memantau sejauh mana progress tersebut berjalan di tiap Kabupaten. “Kita 3 bulan sekali melakukan monitoring, tetap kita pantau. Kalau tidak, dipantau kita gak tau progressnya apa,” jelasnya.

Disinggung dugaan adanya KKN di lingkungan Pemkab Ogan Ilir yang pernah diungkap adliansyah M Nasution(coky)tentang struktur jabatan kepala dinas yang melibatkan keluarga bupati, A.Haris menilai untuk sementara tidak ada KKN di Pemkab Ogan Ilir.

Pewarta : Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Gara - Gara Cek Cok Mulut Akhirnya Suryadi Masuk Penjara

INDRALAYA.DS, -- Hanya karena masalah Cekcok Mulut Suryadi alias Sur bin Suri 40 Tahun Warga Dusun II RT 03 Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir kini harus mendekam di balik jeruji penjara Polsek Tanjung Raja, Rabu(6/11/2019).

Salah satu warga Dusun II, Desa Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir ini harus berurusan dengan polisi, lantaran tega menganiaya tetangga dekatnya sendiri.

Kasubag Humas Polres Ogan Ilir, AKP Zainalsyah mengatakan jika korban penganiayaan ini bernama Sardi Efendi bin Sopian 50 Tahun warga Dusun II RT03 Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir.

Awal mula kejadian pada hari Sabtu 26 Oktober 2019,Pukul 17,20 Wib Telah terjadi tindak pidana pengeroyokan dengan dikenai pasal 170 KUHPidana yang terjadi di depan rumah Korban Dusun II Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang.

”Akibat aksi pengeroyokan, korban mengalami luka memar dan lebam di bagian kepala,muka, mata sebelah kiri, dan bibirnya mengalami pendarahan karena robek,” Pelaku Suryadibin Suri sudah menunggu di depan rumah Korban dan sempat cekcok mulut, selanjutnya Pelaku langsung menyerang korban dan sempat di pisah/lerai oleh istri korban.dan pada saat istri korban melerai Pelaku Langsung memukul korban dengan menggunakan 1 bilah bambu dan mengenai kepala korban, juga sempat berkelahi kembali sehingga korban terjatuh tak berdaya, Al hasil pelaku Sur dan D.I, melarikan diri 
Berdasarkan laporan kepolisian, aksi pengeroyokan terjadi pada Sabtu (26/10/2019) malam. 

”Dari hasil informasi, tersangka Suryadi bin Suri sedang dirumahnya Kapolsek Tanjung Raja AKP.Arfanol Amri,SH didampingi oleh Kanit Reskrim Tanjung Raja Ipda Sutopo bersama Anggota Opsnal melakukan penangkapan terhadap tersangka tanpa ada perlawanan, sedangkan D.I ( DPO) saat di interogasi tersangka membenarkan telah mengeroyok korban Sarsi Efendi.

Petugas akhirnya berhasil meringkus tersangka, di rumahnya berserta barang bukti yang di amankan satu helai baju kaos berkerah lengan pendek warna cokelat berlumuran darah yang sudah mengering.

”Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan, kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini, Humas polres Ogan Ilir.

Pewarta : Tim/Red

Kemarau Sebabkan Petani Tunda Tanam Padi Bumi Seganti Setungguan

LAHAT.DS,--- Musim kemarau berkepanjangan  terjadi pada tahun ini berdampak pada petani menunda tanam padi di sawah, karena kekurangan pasokan air yang  mengaliri sawah di sebagian daerah di Bumi Seganti Setungguan

Hal ini disampaikan Ir  Engkos Kosasi selaku Kabid Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lahat ketika disambangi Awak Media diruang kerjanya pada Kamis 7/11.

Menurut beliau " ada sebagian Wilayah walau kemarau melanda tidak mempengaruhi masa tanam padi, seperti di daerah Tanjung Payang Lahat Selatan. Irigasinya dialiri aliran sungai Lematang. Sebagian di Kecamatan Kota Agung ada juga sudah tanam, biasanya serentak pada Oktober atau musim penghujan." Cetus Engkos.

Beliau berharap semoga dalam waktu dekat hujan akan segera turun, dan  sawah bisa teraliri dengan air. Sehingga petani bisa menanam padi kembali.

Pewarta:Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN OGAN ILIR GELAR PERTEMUAN RUTIN BULANAN

INDRALAYA.DS, -- Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ogan Ilir melakukan pertemuan rutin bulanan bersama Ketua TIM PKK dan Anggota se-Kabupaten Ogan Ilir, di Sekretariat PKK Kabupaten Ogan Ilir Rabu,7/11/19.
Dalam pertemuan rutin tersebut turut dihadiri Ketua 1, Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir Ibu Amdiah Dewi Herman,, Dewi Yuniarti Trisno,SH oleh Sekertaris Tim Penggerak PKK OI Hellna Karlina, Pokja 1 Ibu Husdayati,S.sos,M.Si, Pokja 2 Ibu Rusmiani Ridho,S.Pd, Ketua Pokja 3 Ibu Puji Harti,A.Md, Pokja 4 Ibu Hj.Merry Rosita,S.Pd,M.Si dan seluruh Ketua TP PKK Kecamatan Se-kabupaten Ogan Ilir.

Pertemuan bulanan TIM Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir tersebut pun dibuka dengan melakukan ber Doa bersama seluruh anggota perwakilan kader organisasi wanita dari 16 kecamatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir, mengatakan pertemuan rutin bulanan tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dan menambah kekompakkan kerjasama Tim di TP PKK Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

“Saya berharap semoga dengan pertemuan rutin bulanan ini kerja Tim Penggerak PKK dan organisasi wanita akan semakin bagus dan kompak,” ujarnya.

Pewarta : Tim/Red

Empat Anak Yang Di Terlantarkan Oleh Oknum Tak Bertanggung jawab Sekarang Di Serahkan Ke Dinas Perlindungan Anak Provinsi Sumsel

INDRALAYA.DS,-- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk  Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah ( DPPKBP3AD) Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM mengutus Kepala Bidang PP Dan PA Kabupaten Ogan Ilir 
Sri Wahyuni,SE,M.Si, dan Tim untuk mengantar dan menyerahkan Empat Orang Anak yang di duga menjadi Korban tindak pidana Perdagangan orang (TPPO) untuk tujuan Eksploitasi, ke empat anak tersebut kami antar kan ke Polres Ogan Ilir untuk mengetahui latarbelakang dari anak- anak tersebut yang bernama,Wt13 tahun,EN 11 tahun,Ga 10 tahun, dan Er 12 tahun, mereka beralamat di Kertapati, namun PPA Polres Ogan Ilir menyarankan untuk membawa anak- anak tersebut langsung ke Dinas Perlindungan Anak provinsi Sumatera Selatan karena anak- anak tersebut berasal dari Palembang.
Dan ke Empat Anak yang sengaja diterlantarkan di Kabupaten Ogan Ilir yang sempat di bawa ke Dinsos dan di serahkan ke Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM melalui Kepala Bidang PP Dan PA Kabupaten Ogan Ilir Sri Wahyuni,SE,M.Si, di antarkan langsung ke Dinas PPPA Provinsi Sumsel dan di terima langsung oleh Plh Kepala Dinas Provinsi Sumsel Ibu Fitriana,S.sos,M.Si yang di dampingi Kabid PA Provinsi Sumsel Ibu Musharmina,S.AP, dan ke empat anak tersebut sekarang dalam pengawasan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM mengatakan bahwa ke empat anak- anak yang sengaja di terlantarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di depan POM Bensin TPI Indralaya tersebut sudah kita antarkan ke Dinas Perlindungan Anak di Provinsi Sumsel,Rabu 6/11/19.

Pewarta : Tim/Red
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kekerasan Terhadap Anak : Korban Cenderung Menjadi Pelaku

Artikel terkait,-- Kasus kekerasan bisa diibaratkan seperti fenomena gunung es, tampak kecil di permukaan namun, ternyata sangat luas di dasarnya. Artinya, kasus kekerasan yang tercatat masih sedikit, sedangkan yang belum tercatat jauh lebih banyak karena sebenarnya banyak yang telah menjadi korban kekerasan. Hal ini dikarenakan belum banyak yang berani untuk melaporkan kasusnya, terutama para wanita yang cenderung lebih banyak menjadi korban kekerasan dibandingkan laki-laki sebab takut akan munculnya diskriminasi terhadap dirinya di masyarakat.

Di Sumatera Selatan, kekerasan yang banyak terjadi ialah terhadap anak. Jenis kekerasan terhadap anak yang paling sering dilakukan adalah bullying dan kekerasan dalam rumah tangga. Anak sering kali menjadi korban pada kekerasan dalam rumah tangga yaitu dengan menjadi pelampiasan orang tua dengan melakukan kekerasan fisik terhadap anak seperti pemukulan. Bahkan belum lama ini, pada tahun 2018, angka kekerasan anak di Sumsel masuk ke dalam urutan 10 provinsi terbesar di Indonesia yaitu sebanyak 309 kasus. Pada tahun 2019, di kota Palembang, sejauh ini yang diketahui, sudah terdapat 38 kasus kekerasan terhadap anak. Kota Palembang sendiri dari tahun lalu merupakan yang paling banyak ditemukan kasusnya.

Dampak kekerasan yang timbul yaitu dapat berupa dampak fisik seperti memar, luka-luka dan dampak psikologis seperti trauma, sering gelisah, gangguan kecemasan, ketakutan yang berlebihan, tidak percaya diri, lebih sering menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial serta cenderung melakukan percobaan bunuh diri hingga benar – benar bunuh diri. Dampak psikologis ini tentunya lebih bahaya dibandingkan dampak fisik karena biasanya akan membekas sampai seumur hidup dan tidak meninggalkan bekas yang nyata seperti dampak fisik.

Pemicu terjadinya kekerasan yang paling utama adalah adanya riwayat kekerasan di masa lalu. Pelaku kekerasan biasanya merupakan orang yang pernah melihat dan/atau mengalami kekerasan sewaktu kecil. Hal ini berhubungan dengan dampak psikologisnya. Dampak psikologis pada kasus kekerasan terhadap anak efeknya lebih berbahaya dibandingkan kekerasan yang lain. Anak – anak cenderung lebih berpotensi untuk mengadopsi perilaku kekerasan yang ia terima dan mempraktikkannya pada orang lain, seperti teman sebayanya. Dampak lain yang tak kalah serius ialah dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan emosionalnya. Anak nantinya akan lebih cenderung mencari perhatian dan pelampiasan di luar rumah, dan biasanya akan terus ia adopsi sampai ia beranjak dewasa bahkan sampai memiliki keluarga sendiri. Jika sudah berkeluarga, hal yang dikhawatirkan adalah ia akan melampiaskan kemarahan akibat kekerasan di masa lalu kepada anggota keluarganya yaitu istri/ suami dan anak - anaknya. Jika dibiarkan terus dan tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengatasinya, ini akan menjadi seperti sebuah siklus yang tidak akan pernah ada habisnya kecuali, korban atau pelaku kekerasan melakukan terapi dan bimbingan konseling dokter dan psikiater untuk mengatasi dampak kekerasan di masa lalu.

Kekerasan terhadap anak menurut Undang  Undang Nomor 35 Tahun 2014 adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dengan cara melawan hukum.

Bentuk kekerasan terhadap anak dapat dikategorikan yaitu sebagai berikut,
Kekerasan fisik adalah kekerasan yang melibatkan kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti tindakan pemukulan, penganiayaan, penyerangan, perusakan barang korban.

Kekerasan ekonomi verbal atau psikologi adalah kekerasan yang melibatkan kata-kata dan biasanya menyerang psikologi korban, seperti mengancam, memaki, menghina, mencela dsb.
- Kekerasan seksual adalah kekerasan yang melibatkan kontak seksual atau perkataan yang berbau seksual baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti pelecehan seksual, perkataan-perkataan porno, pornografi, dan sebagainya.
-
Pengabaian dan perampasan hak adalah segala bentuk kelalaian yang melanggar hak seseorang, seperti tidak memenuhi gizi dan pendidikan anak.
- Kekonomi adalah kekerasan yang melibatkan perekonomian, seperti menyuruh paksa anak di bawah umur bekerja,dan sebagainya.

Oleh:
Tria Septiana Dewi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sriwijaya.
Redaksi.www.dutasumsel.com

Penyakit Gondok Adalah Pembengkakan Kelenjar Tiroid

Artikel.Duta Kita, -- Sudah Konsumsi Garam Tapi Gondokan?   
Penyakit gondok adalah kodisi dimana terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid yang ditandai dengan munculnya benjolan disekitar leher tepat dibagian leher bagian depan. Kelenjar tiorid adalah organ dengan bentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher bagian depan tepat dibawah jakun, kelenjar ini memliki fungsi sebagai penghasil hormon tiroid yang memliki peranan penting dalam berbagai proses kimia dalam tubuh.
   
Ketika dalam kondisi normal, fungsi dari kelenjar tiroid ini tidak akan disadari oleh tubuh kita. Tetapi pada saat kelenjar tiroid mengalami pembengkakan maka tubuh kita baru merasakan akan keberadaannya. Karena ketika kelenjar tiroid mengalami pembengkakan maka akan membentuk benjolan pada leher yang akan bergerak naik turun ketika menelan, sehingga dapat mengganggu tenggorokan.
   
Ukuran dari pembengkakan ini bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, ada yang kecil dan ada yang besar. Pada kasus yang lebih parah selain adanya benjolan, orang yang terkena penyakit gondok bisa mengalami batuk-batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah untuk menelan, dan kesulitan bernapas. Berdasarkan tekstur benjolan yang muncul penyakit gondok memiliki 2 jenis yakni gondok difusi dan nodul. Gondok difunsi terasa mulus saat disentuh sementara gondok nodul benjolannya terasa tidak rata dan bergumpal saat disentuh karena jumlah benjolan lebih dari satu atau terdapat cairan pada benjolan.
Lalu apa benar gondok disebabkan karena kekurangan konsumsi garam?
   
Hal ini salah satu kesenjangan yang ada dimasyarakat, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa gondok disebabkan karena kurangnya konsumsi garam. Apakah benar begitu? Menurut Basuki Budiman dan Iman Sumarno (2016), konsumsi garam beriodium memiliki hubungan dengan kejadian gondok  pada remaja berusia 15-17 tahun. Dengan adanya pernyataan tersebut dapat kita ketahui bahwa penyebab utama dari gondok adalah kurangnya konsumsi iodium. Pada kasus lain rendahnya iodium pada garam juga disebkan pada saat proses memasak biasanya garam dimasukkan pada saat proses pemasakan sehingga menyebabkan iodium pada garam menguap.
 
Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi garam krosok/curai, maupun garam bata. Dimana garam tersebut memiliki kandungan iodium yang sangat rendah, sehingga masih banyak masyarakat yang sudah mengkonsumsi garam yang cukup tetapi masih saja mengidap penyakit gondok.

Dengan begitu untuk mencegah terjadinya penyakit gondok, maka kita harus lebih teliti dalam memilih bahan makanan terutama pemilihan garam sebagai bahan masakan dan sebaiknya saat proses memasak, masukkan garam setelah masakannya sudah matang atau pada saat ingin disajikan.

Penulis :
Noviana  (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jalan Cor Beton Desa Rimba Alai Baru Empat Bulan Sudah Banyak Yang Rusak

BANYUASIN.DS , -- Pembangunan Jalan Pemekaran Desa Cor Beton Desa Rimba Alai Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, diduga tidak sesuai dengan standar pengerjaan, sebab dari pantauan dilapangan jalan yang memakan dana sebesar Rp.  178.683.000 dengan Volume 257 M X4 M X0.12 M dari dana Desa tahun 2019 ini sudah hancur.

"Jalan itu baru 4 bulan kami kerjakan, ya karna kondisi musim kemarau jadi jalannya mudah retak-retak, nanti akan kita aci lagi dengan semen kira-kira 15 Sak semenlah habis untuk menutupi jalan yang retak tersebut," Ucap. Kepala Desa Rimba alai. Ketika dibincangi, terkait kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan tersebut, Sabtu. 2/11/19.
Dikatakan oleh salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pengerjaan jalan tersebut diduga tidak sesuai standar.

"Sangat disayangkan belum 1 tahun jalannya sudah retak-retak, dan kita perhatikan jalannya tidak menyatu sebab kebanyakan pasir dari pada semen," tukasnya.

Sementara, Pihak Kecamatan Banyuasin III ketika hendak dikonfirmasi tidak bisa di temui dari keterangan honorer Kecamatan Banyuasin III bahwa Camat, Sekcam dan Kasi PMD sedang Dinas Luar semua ke Palembang.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jalin Silaturahmi Dengan Para Calon Kepala Desa,Unsur Tripika Kecamatan Kandis ajak pelaksanaan Pilkades secara damai

INDRALAYA,DS, -- 12 calon Kepala Desa di 3 (Tiga) Desa se Kecamatan kandis mengikuti Silaturahmi dan deklarasi damai dengan unsur Tripika Kecamatan Kandis,ajang silaturahmi dan deklarasi damai digelar di Aula kantor Camat Kandis Ogan Ilir,Rabu (6/11/2019).
Mulyawan,  S.Pd Camat kandis
mengatakan,Kegiatan hari ini Dalam rangka silaturahmi dengan para calon kepala desa sekecamatan kandis,"dalam rangka menjaga stabilitas pelaksanaan pemilihan kepala desa dalam wilayah kecamatan kandis,"katanya.

Sementara Kapolsek Rantau Alai AKP Imam Abdi dalam sambutannya mengungkapkan pertemuan dengan para calon kepala desa intinya untuk sama - sama mengajak damai,"jangan sampai selesai pemilihan kepala desa terjadi tindak pidana ,jangan sampai terjadi,"ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan sangat berharap gelaran pilkades serentak nantinya berjalan dengan damai,aman dan tertib,lancar dan sukses,"kami dari pihak keamanan sangat berharap pelaksanaan pilkades serentak khususnya  dalam wilayah kecamatan Kandis dapat berjalan aman,damai,kondusif dan lancar,"jelasnya.

Terpisah Komandan Rayon Militer (Danramil) Tanjung Raja Kapten Teguh Haryadi menyampaikan, Bagi yang belum mendapat amanah Sekiranya untuk legowo,"bagi para calon yang belum terpilih hendaknya dapat secara ikhlas menerima kekalahannya karena belum diberi amanah,"ungkapnya

Lebih lanjut ia menyampaikan selaku Danramil memberikan ruang yang seluas - luasnya untuk para calon berkompetisi dengan Rasa aman,tertib,damai dan lancar,".

Pewarta : Darius
Redaksi.www.dutasumsel.com

Negeri Agung adakan Musyawarh Desa

LAHAT.DS, -- Dalam  rangka regulasi pembangunan desa melalui penggunaan Dana Desa, Pemerintah Desa Negeri Agung Kecamatan Merapi Barat hari ini melaksanakan Musyawarah Desa di Kantor Kepala Desa.
Dalam sambutannya Camat Merapi Barat yang diwakili Kasi Ekobang Adie Candra, SE menyampaikah bahwa apa yang dilakukan adalah selain menyerap aspirasi atau usulan masyarakat sehingga musdes ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah dalam proses pembangunan desa di desa negeri agung.

Sementara Risman selaku Kepala Desa Negeri Agung dalam sambutannya berharap masyarakat dapat mengusulkan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak sehingga apa yang diusulkan nanti dapat menjadi prioritas yang bisa dibangunkan di desa kita,  silakan usulkan atau ajukan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak..
Tetapi perlu kami sampaikan juga selain usulan prioritas bagi masyarakat kita juga harus mendukung program yang sudah dicanangkan pemerintah baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah yaitu pencegahan, penanggulangan Stanting dan Perpustakaan Desa. Ujar kades menyampaikan

Perwakilan dari masyarakat Marui perwakilan dari dusun 1 mengusulkan agar didesa kite ni dibangun sarana pengelolaan air bersih, pacak kite manfaatkah aliran sungai lematang,  udimtu penanggulangan sampah warga mangke dide capakkah sampai sembarangan ujar utusan perwakilan masyarakat yang semangat mengusulkan..

Setelah semua usulan dari masyarakat kita rekap, nanti rekap usulan ini akan kita beri nilai yang mana yang menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam dana desa dengan cara masing-masing peserta musyawarah kami berikan selebaran penilaian dan nantinya masyarakat bisa memberikan nilai dan semua penilaian itu kami rekap dan kami hitung,  sehingga dapat rangkuman dari keputusan terbanyak yang mana usulan yang menjadi prioritas, ujar Ruslan dan Bagasman selaku BPD Desa Negeri Agung menjelaskan

Musdes ini dihadiri Camat Merapi barat yang diwakili Kasi Ekobang, Perwakilan Polsek, Perwakilan Keramil,  Pendamping Desa,  Pendamping Lokal desa,  Tim Inovasi Desa, Tenaga Ahli P3MD,  Perangkat Desa, PKK,  BPD, Karang Taruna, Kader Posyandu, Kader KPM dan Unsur Masyarakat dan perwakilan perusahaan.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com