NEWS

Slider

Kekerasan Terhadap Anak : Korban Cenderung Menjadi Pelaku

Artikel terkait,-- Kasus kekerasan bisa diibaratkan seperti fenomena gunung es, tampak kecil di permukaan namun, ternyata sangat luas di dasarnya. Artinya, kasus kekerasan yang tercatat masih sedikit, sedangkan yang belum tercatat jauh lebih banyak karena sebenarnya banyak yang telah menjadi korban kekerasan. Hal ini dikarenakan belum banyak yang berani untuk melaporkan kasusnya, terutama para wanita yang cenderung lebih banyak menjadi korban kekerasan dibandingkan laki-laki sebab takut akan munculnya diskriminasi terhadap dirinya di masyarakat.

Di Sumatera Selatan, kekerasan yang banyak terjadi ialah terhadap anak. Jenis kekerasan terhadap anak yang paling sering dilakukan adalah bullying dan kekerasan dalam rumah tangga. Anak sering kali menjadi korban pada kekerasan dalam rumah tangga yaitu dengan menjadi pelampiasan orang tua dengan melakukan kekerasan fisik terhadap anak seperti pemukulan. Bahkan belum lama ini, pada tahun 2018, angka kekerasan anak di Sumsel masuk ke dalam urutan 10 provinsi terbesar di Indonesia yaitu sebanyak 309 kasus. Pada tahun 2019, di kota Palembang, sejauh ini yang diketahui, sudah terdapat 38 kasus kekerasan terhadap anak. Kota Palembang sendiri dari tahun lalu merupakan yang paling banyak ditemukan kasusnya.

Dampak kekerasan yang timbul yaitu dapat berupa dampak fisik seperti memar, luka-luka dan dampak psikologis seperti trauma, sering gelisah, gangguan kecemasan, ketakutan yang berlebihan, tidak percaya diri, lebih sering menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial serta cenderung melakukan percobaan bunuh diri hingga benar – benar bunuh diri. Dampak psikologis ini tentunya lebih bahaya dibandingkan dampak fisik karena biasanya akan membekas sampai seumur hidup dan tidak meninggalkan bekas yang nyata seperti dampak fisik.

Pemicu terjadinya kekerasan yang paling utama adalah adanya riwayat kekerasan di masa lalu. Pelaku kekerasan biasanya merupakan orang yang pernah melihat dan/atau mengalami kekerasan sewaktu kecil. Hal ini berhubungan dengan dampak psikologisnya. Dampak psikologis pada kasus kekerasan terhadap anak efeknya lebih berbahaya dibandingkan kekerasan yang lain. Anak – anak cenderung lebih berpotensi untuk mengadopsi perilaku kekerasan yang ia terima dan mempraktikkannya pada orang lain, seperti teman sebayanya. Dampak lain yang tak kalah serius ialah dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan emosionalnya. Anak nantinya akan lebih cenderung mencari perhatian dan pelampiasan di luar rumah, dan biasanya akan terus ia adopsi sampai ia beranjak dewasa bahkan sampai memiliki keluarga sendiri. Jika sudah berkeluarga, hal yang dikhawatirkan adalah ia akan melampiaskan kemarahan akibat kekerasan di masa lalu kepada anggota keluarganya yaitu istri/ suami dan anak - anaknya. Jika dibiarkan terus dan tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengatasinya, ini akan menjadi seperti sebuah siklus yang tidak akan pernah ada habisnya kecuali, korban atau pelaku kekerasan melakukan terapi dan bimbingan konseling dokter dan psikiater untuk mengatasi dampak kekerasan di masa lalu.

Kekerasan terhadap anak menurut Undang  Undang Nomor 35 Tahun 2014 adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dengan cara melawan hukum.

Bentuk kekerasan terhadap anak dapat dikategorikan yaitu sebagai berikut,
Kekerasan fisik adalah kekerasan yang melibatkan kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti tindakan pemukulan, penganiayaan, penyerangan, perusakan barang korban.

Kekerasan ekonomi verbal atau psikologi adalah kekerasan yang melibatkan kata-kata dan biasanya menyerang psikologi korban, seperti mengancam, memaki, menghina, mencela dsb.
- Kekerasan seksual adalah kekerasan yang melibatkan kontak seksual atau perkataan yang berbau seksual baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti pelecehan seksual, perkataan-perkataan porno, pornografi, dan sebagainya.
-
Pengabaian dan perampasan hak adalah segala bentuk kelalaian yang melanggar hak seseorang, seperti tidak memenuhi gizi dan pendidikan anak.
- Kekonomi adalah kekerasan yang melibatkan perekonomian, seperti menyuruh paksa anak di bawah umur bekerja,dan sebagainya.

Oleh:
Tria Septiana Dewi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sriwijaya.
Redaksi.www.dutasumsel.com

Penyakit Gondok Adalah Pembengkakan Kelenjar Tiroid

Artikel.Duta Kita, -- Sudah Konsumsi Garam Tapi Gondokan?   
Penyakit gondok adalah kodisi dimana terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid yang ditandai dengan munculnya benjolan disekitar leher tepat dibagian leher bagian depan. Kelenjar tiorid adalah organ dengan bentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher bagian depan tepat dibawah jakun, kelenjar ini memliki fungsi sebagai penghasil hormon tiroid yang memliki peranan penting dalam berbagai proses kimia dalam tubuh.
   
Ketika dalam kondisi normal, fungsi dari kelenjar tiroid ini tidak akan disadari oleh tubuh kita. Tetapi pada saat kelenjar tiroid mengalami pembengkakan maka tubuh kita baru merasakan akan keberadaannya. Karena ketika kelenjar tiroid mengalami pembengkakan maka akan membentuk benjolan pada leher yang akan bergerak naik turun ketika menelan, sehingga dapat mengganggu tenggorokan.
   
Ukuran dari pembengkakan ini bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, ada yang kecil dan ada yang besar. Pada kasus yang lebih parah selain adanya benjolan, orang yang terkena penyakit gondok bisa mengalami batuk-batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah untuk menelan, dan kesulitan bernapas. Berdasarkan tekstur benjolan yang muncul penyakit gondok memiliki 2 jenis yakni gondok difusi dan nodul. Gondok difunsi terasa mulus saat disentuh sementara gondok nodul benjolannya terasa tidak rata dan bergumpal saat disentuh karena jumlah benjolan lebih dari satu atau terdapat cairan pada benjolan.
Lalu apa benar gondok disebabkan karena kekurangan konsumsi garam?
   
Hal ini salah satu kesenjangan yang ada dimasyarakat, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa gondok disebabkan karena kurangnya konsumsi garam. Apakah benar begitu? Menurut Basuki Budiman dan Iman Sumarno (2016), konsumsi garam beriodium memiliki hubungan dengan kejadian gondok  pada remaja berusia 15-17 tahun. Dengan adanya pernyataan tersebut dapat kita ketahui bahwa penyebab utama dari gondok adalah kurangnya konsumsi iodium. Pada kasus lain rendahnya iodium pada garam juga disebkan pada saat proses memasak biasanya garam dimasukkan pada saat proses pemasakan sehingga menyebabkan iodium pada garam menguap.
 
Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi garam krosok/curai, maupun garam bata. Dimana garam tersebut memiliki kandungan iodium yang sangat rendah, sehingga masih banyak masyarakat yang sudah mengkonsumsi garam yang cukup tetapi masih saja mengidap penyakit gondok.

Dengan begitu untuk mencegah terjadinya penyakit gondok, maka kita harus lebih teliti dalam memilih bahan makanan terutama pemilihan garam sebagai bahan masakan dan sebaiknya saat proses memasak, masukkan garam setelah masakannya sudah matang atau pada saat ingin disajikan.

Penulis :
Noviana  (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jalan Cor Beton Desa Rimba Alai Baru Empat Bulan Sudah Banyak Yang Rusak

BANYUASIN.DS , -- Pembangunan Jalan Pemekaran Desa Cor Beton Desa Rimba Alai Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, diduga tidak sesuai dengan standar pengerjaan, sebab dari pantauan dilapangan jalan yang memakan dana sebesar Rp.  178.683.000 dengan Volume 257 M X4 M X0.12 M dari dana Desa tahun 2019 ini sudah hancur.

"Jalan itu baru 4 bulan kami kerjakan, ya karna kondisi musim kemarau jadi jalannya mudah retak-retak, nanti akan kita aci lagi dengan semen kira-kira 15 Sak semenlah habis untuk menutupi jalan yang retak tersebut," Ucap. Kepala Desa Rimba alai. Ketika dibincangi, terkait kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan tersebut, Sabtu. 2/11/19.
Dikatakan oleh salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pengerjaan jalan tersebut diduga tidak sesuai standar.

"Sangat disayangkan belum 1 tahun jalannya sudah retak-retak, dan kita perhatikan jalannya tidak menyatu sebab kebanyakan pasir dari pada semen," tukasnya.

Sementara, Pihak Kecamatan Banyuasin III ketika hendak dikonfirmasi tidak bisa di temui dari keterangan honorer Kecamatan Banyuasin III bahwa Camat, Sekcam dan Kasi PMD sedang Dinas Luar semua ke Palembang.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jalin Silaturahmi Dengan Para Calon Kepala Desa,Unsur Tripika Kecamatan Kandis ajak pelaksanaan Pilkades secara damai

INDRALAYA,DS, -- 12 calon Kepala Desa di 3 (Tiga) Desa se Kecamatan kandis mengikuti Silaturahmi dan deklarasi damai dengan unsur Tripika Kecamatan Kandis,ajang silaturahmi dan deklarasi damai digelar di Aula kantor Camat Kandis Ogan Ilir,Rabu (6/11/2019).
Mulyawan,  S.Pd Camat kandis
mengatakan,Kegiatan hari ini Dalam rangka silaturahmi dengan para calon kepala desa sekecamatan kandis,"dalam rangka menjaga stabilitas pelaksanaan pemilihan kepala desa dalam wilayah kecamatan kandis,"katanya.

Sementara Kapolsek Rantau Alai AKP Imam Abdi dalam sambutannya mengungkapkan pertemuan dengan para calon kepala desa intinya untuk sama - sama mengajak damai,"jangan sampai selesai pemilihan kepala desa terjadi tindak pidana ,jangan sampai terjadi,"ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan sangat berharap gelaran pilkades serentak nantinya berjalan dengan damai,aman dan tertib,lancar dan sukses,"kami dari pihak keamanan sangat berharap pelaksanaan pilkades serentak khususnya  dalam wilayah kecamatan Kandis dapat berjalan aman,damai,kondusif dan lancar,"jelasnya.

Terpisah Komandan Rayon Militer (Danramil) Tanjung Raja Kapten Teguh Haryadi menyampaikan, Bagi yang belum mendapat amanah Sekiranya untuk legowo,"bagi para calon yang belum terpilih hendaknya dapat secara ikhlas menerima kekalahannya karena belum diberi amanah,"ungkapnya

Lebih lanjut ia menyampaikan selaku Danramil memberikan ruang yang seluas - luasnya untuk para calon berkompetisi dengan Rasa aman,tertib,damai dan lancar,".

Pewarta : Darius
Redaksi.www.dutasumsel.com

Negeri Agung adakan Musyawarh Desa

LAHAT.DS, -- Dalam  rangka regulasi pembangunan desa melalui penggunaan Dana Desa, Pemerintah Desa Negeri Agung Kecamatan Merapi Barat hari ini melaksanakan Musyawarah Desa di Kantor Kepala Desa.
Dalam sambutannya Camat Merapi Barat yang diwakili Kasi Ekobang Adie Candra, SE menyampaikah bahwa apa yang dilakukan adalah selain menyerap aspirasi atau usulan masyarakat sehingga musdes ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah dalam proses pembangunan desa di desa negeri agung.

Sementara Risman selaku Kepala Desa Negeri Agung dalam sambutannya berharap masyarakat dapat mengusulkan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak sehingga apa yang diusulkan nanti dapat menjadi prioritas yang bisa dibangunkan di desa kita,  silakan usulkan atau ajukan yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak..
Tetapi perlu kami sampaikan juga selain usulan prioritas bagi masyarakat kita juga harus mendukung program yang sudah dicanangkan pemerintah baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah yaitu pencegahan, penanggulangan Stanting dan Perpustakaan Desa. Ujar kades menyampaikan

Perwakilan dari masyarakat Marui perwakilan dari dusun 1 mengusulkan agar didesa kite ni dibangun sarana pengelolaan air bersih, pacak kite manfaatkah aliran sungai lematang,  udimtu penanggulangan sampah warga mangke dide capakkah sampai sembarangan ujar utusan perwakilan masyarakat yang semangat mengusulkan..

Setelah semua usulan dari masyarakat kita rekap, nanti rekap usulan ini akan kita beri nilai yang mana yang menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam dana desa dengan cara masing-masing peserta musyawarah kami berikan selebaran penilaian dan nantinya masyarakat bisa memberikan nilai dan semua penilaian itu kami rekap dan kami hitung,  sehingga dapat rangkuman dari keputusan terbanyak yang mana usulan yang menjadi prioritas, ujar Ruslan dan Bagasman selaku BPD Desa Negeri Agung menjelaskan

Musdes ini dihadiri Camat Merapi barat yang diwakili Kasi Ekobang, Perwakilan Polsek, Perwakilan Keramil,  Pendamping Desa,  Pendamping Lokal desa,  Tim Inovasi Desa, Tenaga Ahli P3MD,  Perangkat Desa, PKK,  BPD, Karang Taruna, Kader Posyandu, Kader KPM dan Unsur Masyarakat dan perwakilan perusahaan.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Sambut Peringatan 10 November Dinas Sosial Cek Makam Pahlawan

LAHAT.DS, -- Sebagai wujud keperdulian terhadap pahlawan yang telah gugur mempertahankan NKRI yang sangat kita cintai ini, Pemkab Lahat melalui Sekda menginstruksikan kepada Dinas Sosial  bagian Pahlawan dan Restorasi.

Berdasarkan Istruksi atasan Suweslan selaku Kasi Pahlawan dan Restorasi melakukan pengecekan pada Rabu 6/11
menurut beliau" pada pelaksanaan tabur bunga pada 10 November 2019 nanti, lokasi Taman Makam Pahlawan Puspa Bakti harus bersih, sebagai wujud penghormatan kita terhadap pahlawan yang telah gugur mempertahankan bumi tercinta ini.
Apalagi saat ini musim kemarau, dedaunan banyak berjatuhan sehingga terlihat beterbangan, rumput yang meninggi itu harus dicabuti dan disapu. Kita dibantu tim Kebersihan sehingga pekerjaan kita teratasi. " ujarnya.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Lurah Kota Baru" Insya Allah Awal 2020 PTSL Sudah di Terima

LAHAT.DS, --  PTSL ( pengukuran Tanah sistematik lengkap) atau orang awam sebut sertifikat tanah, Kabupaten Lahat ditargetkan 7000 persil menurut keterangan kepala BPN Lahat  Ir Romanus  MM beberapa waktu lalu ketika diwawancarai Awak Media.

Kelurahan Kota Baru Kecamatan Lahat, untuk tahun 2019 di targetkan 1000 Persil, namun terealisasi hanya 550 Persil
pengajuan pengusulannya tahun 2017 dan  direalisasi tahun 2019, Alhamdulilah bulan Juli 2019 sosialisasi dari BPN ke Keluran Kita " ujar Ulimuddin Lurah Kota Baru kepada Awak Media diruang kerjanya 6/11.
Insya Allah  sertifikat tanah/ PTSL  pada awal tahun 2020 akan diserahkan kemasyarakat". Pungkas Lurah.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kelurahan Bandar Agung Targetkan 500 Persil PTSL

LAHAT.DS,---Antusiasme warga di Kelurahan Bandar Agung membuat sertifikat Tanah PTSL (pengukuran Tanah Sistematik Lengkap) untuk legalitas tanah dan bangunannya, sengaja warga ada  datang dari Jakarta, Palembang atau yang tinggal di kebun bagi objek pajaknya yang tinggal di Kelurahan tersebut.

Seperti disampaikan Syarifudin MD selaku Lurah Bandar Agung kepada Awak Media diruang kerjanya Rabu 6/11 menurut beliau, jatah PTSL untuk Kelurahannya ditargetkan  500 persil,  sampai saat ini sudah mencapai 300  lebih persil.

Batas akhir pengumpulan berkas dan pendaptaran dua hari lagi, bagi warga yang ingin mendaftarkan diri masih ada waktu. Dengan Syarat KTP elektrik, surat tanah lengkap dan PBB yang bersangkutan." Ujar Syarifudin.

Syarifudin juga berpesan kepada warga, pembuatan PTSL ini merupakan wujud keperdulian Pemerintah terhadap masyarakat, yang sayang bila dilewatkan.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Gerakan Menjadi Orang Tua Hebat Dalam Rangka Hari Ibu Nasional

INDRALAYA.DS , -- Melalui keluarga dapat diberdayakan Iebih dengan mengandalkan segala potensl yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahuan sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, meningkatkan pendapatan keluarga, dan saling berbagi dan peduli dengan keluarga yang Iain dan masyarakat disekitar kita.
Demikian sambutan Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM saat membuka kegiatan gerakan menjadi Orang tua hebat  hari ibu nasional tingkat kabupaten Ogan Ilir di Teluk Seruo Desa Sakatiga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah ( DPPKBP3AD) melalui Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga ( K3).
Dikatakan, Dengan keluarga berdaya dapat Iebih mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahuan sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, meningkatkan pendapatan keluarga, dan saling berbagi dan peduli dengan keluarga yang Iain dan masyarakat disekitar kita,” ujar Bustami.

Meningkamya peran keluarga melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga sebagai dasar ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Terbentuknya kesiapan keluarga dalam menghadapi permasalahan dan tantangan dalam kehidupan keluarga.
Program Keluarga Berencana (KB) kata dia, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan para ibu dan anak atau menekan pertambahan jumlah penduduk. Namun, program KB ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk lewat penyiapan keluarga yang sehat dan sejahtera.

“KB harus direvitalisasi dan digaungkan kembali adalah generasi yang berkualitas, profesional dalam melaksanakan tugasnya, proaktif melihat peluang dan produktlf,” tegas Bustami.

Lebih jauh kata dia, salah satu upaya penyiapan keluarga tersebut adalah perlunya penguatan kader yang akan membantu menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya pembangunan jiwa dan peningkatan intelektual sehingga generasi yang kelak akan mengisi pembangunan di Ogan Ilir adalah generasi yang berkualitas, berakhlak karimah.

Diakhir sambuatannya, Bustami mengatakan, pembangunan adalah membangun manusia Indonesia, yaitu dari keluarga.

“Membangun beragam infrastruktur memang penting, namun yang tidak kalah penting adalah membangun kualitas manusianya,Ia berharap semoga acara ini dapat dijadikan pemersatu program yang menjadi daya ungkit bagi sinergitas pemerintah daerah.

“Bentuk nyata dari sinergitas tersebut antara Iain dengan memberdayakan masyarakat desa dengan pelembagaan Kampung KB,” tandasnya.

Pewarta : Tim/Red
Redaksi.www.dutasumsel.com

Tebat Bukit Tanjung Bulan Warisan Leluhur Perlu Dilestarikan

LAHAT.DS, -- Tebat Bukit demikian Desa Tanjung Bulan Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat menamai Telaga  didesa ini, Tebat Bukit merupakan warisan leluhur  yang harus tetap dilestarikan.

Terletak kurang lebih 1 Km dari Desa membuat penduduk jarang kesana, sehingga terlihat kurang terawat. Atas rembukan ketiga penduduk Desa Arson, Subhan dan Yanidi melihat kondisi Tebat hampir tidak terawat dan dibersihkan bersama warga lainnya.
Kepada Awak Media 6/11 Arson mengatakan" Tebat Bukit ini perlu diperhatikan dan slalu dipelihara, ikannya banyak diperuntukan bagi warga Desa Tanjung Bulan. Saya berharap Kades mau turun tangan.

Tebat Bukit ini bila dikelola dengan baik melalui Dana Desa,  bisa menjadikan Destinasi Wisata dan merupakan Icon Desa Tanjung Bulan Kecamatan Kota Agung." Pungkas Arson penuh harap.

Pewarta: Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com