NEWS

Slider

Dirut PDAM Lahat Bungkam,Terindikasi Proyek Pemasangan Pipa Meyimpang dari RAB di Sembunyikan

Dutasumsel.com.LAHAT,  -- Terkait hasil keterangan Sumarno pegawai PDAM tirta Lematang Lahat yang ditugaskan untuk megawasi  Proyek pengerjaan pemasangan Pipa PVC  untuk pendistribusian air milik perusahaan daerah PDAM Kabupaten Lahat sepanjang 2000 meter dilokasi Prumnas Selawi Kecamatan Lahat dengan Pagu Anggaran Rp.980 Juta dari sumber dana APBN tahun 2019 dan dikerjakan oleh PT.Jampur Raya selaku pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan pemasangan pipa PVC yang berada dibumi Seganti Setungguan.

Sumarno juga menambahkan dalam pegawasan ia tidak setiap hari megawasi pekerjaan itu, soalnya PDAM Tirta Lematang  Lahat hanya penerima Barang semua dilaksanakan pihak Ketiga yaitu PT.Jampur Raya yang Berkedudukan dipalembang, bila dilapangan ada laporan atau temuan kejangalan dari pekerjaan yang dilksanakan kita hanya melaporkan ke pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan katanya.

Ketika ditanya lebih lanjut paket proyek ini siapa PA, KPA dan PPTK nya sumarno menjawab tidak megetahui alias Bungkam.

Akibat kurangnya pegawasan pekerjaan pemasangan pipa PVC sepanjang 2000 meter terjadi adanya dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme dilokasi kegiatan dengan melaksanakan pemasangan pipa tidak sesuai dengan RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

Dimana dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan PT.Jambur Raya dilapangan terpantau awak media diantaranya, untuk kedalaman galian pemasangan Pipa PVC terutama Pipa 6 Inci dan 3 Inci. Berdasarkan RAB untuk kedalaman galian Pipa PVC 6 Inci sedalam 1 meter, dan Pipa PVC 3 Inci sedalam 60 - 70 CM.

Ferry selaku perwakilan PT Jampur Raya dikonfirmasi terkait temuan yang terindikasi adanya kecurangan dilapangan dirinya mengaku itu tidak benar.

"Itu tidak benar pak, pekerjaan pemasangan Pipa PVC di Perumnas Selawi Kecamatan Lahat tersebut, sesuai RAB yang ada. Karena, proyek itu melalui APBN jadi kita tidak mau nama perusahaan dicap buruk," kilahnya, sembari mudah mudahan dalam waktu dekat kami ke Lahat dan melakukan pengecekan bersama sama terhadap temuan yang ada.

Bungkamnya Sumarno dan kurangnya informasi keterangan terkait paket Proyek Pemasangan Pipa PVC di kabupaten Lahat yang diduga  meyimpang dari RAB milik PDAM Tirta Lematang atau milik PDAM Palembang,untuk itu awak media mencoba mengkonfirmasi  Andi Ka Dirut PDAM Palembang via WA 21/10 dengan meyampaikan pekerjaan pemasangan pipa PVC diKabupaten Lahat agar dapat ditindak Lanjuti.

Andi Ka Dirut PDAM Palembang menjawab Pekerjaan itu milik PDAM Kabupaten Lahat, saya hanya berwenang untuk kota Palembang,kami perusahaan tidak ada hubungan dengan dana Pemerintah juga tidak ada hubungan dengan PDAM Lahat,struktur PDAM adalah Perusahaan Daerah Tingkat II milik kabupaten dan kota masing masing  pungkasnya.

Sedangkan Ka Dirut PDAM Tirta Lematang Lahat ketika dihubungi via WA 22/10 untuk dapat wawncara dan berkordinasi dari adanya pemberitaan dimedia Online H.Stefhanus Plt Ka PDAM Tirta Lematang Lahat tidak ada jawaban.

Pewarta : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

ACT Berikan Bantuan Air Bersih Ke Masyarakat Desa Senabing

Dutasumsel.com.Lahat, -- Kekeringan yang melanda pada musim kemarau menyebabkan berkurangnya mata air di Kabupaten Lahat, sehingga menyebabkan sulitnya pasokan air.

Hari ini  ( 22/10) Desa Senabing mendapat bantuan dua tanki air bersih dari ACT ( aksi cepat tanggap), antusiasme warga Desa Senabing dengan datangnya bantuan air bersih ini datang membawa ember dan peralatan air.
Marya Leli selaku PJS ( penjabat Kades Sementara) Desa Senabing sekaligus bidan Desa di daerah tersebut, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dengan dibantu nya air besih. Pada hari ini dari ACT, sebelumnya dari Pemkab Lahat.

Menurut beliau " semua ini rezeki dari Allah yang patut kita syukuri, dimusim kemarau ini disaat kita kekurangan air masih ada yang perduli dengan sesama. " tandas Leli.

Pewarta :  Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

256 Anggota BPD Desa Di Kabupaten Banyuasin Akan Di Lantik Di Zona Masing-masing

Dutasumsel.com. BANYUASIN, --Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banyuasin
Kepala Dinas Roni Utama,saat di kompirmasi media menjelas kan
untuk pelaksaan.pelantikan BPD
yang akan di laksanakan pelantikannya Anggota BPD yang terpilih di bagi per zona.

Pelaksanaan.pelantikan anggota BPD yang terpilih di beberapa Desa di wilayah  kecamatan Kabupaten Banyuasin Kepala Dinas DPMD "menjelas kan tidak di benar kan kalau anggota BPD yang terpilih di mintai uang dalam.pelantikan anggota BPD yang ter pilih di.masing masing Desa karena sudah.di anggarkan dari pemerinta"ucapnya.

Kasi Pembinaan BPD DPMD Kabupaten Banyuasin Rizal menjelas kan dalam.pelanti kan anggota BPD yang akan di bagi 9 Zona di Kecamatan dari 21 Kecamatan namun untuk 5 zona belum bisa di pasti kan kapan pelantikan nya jelas Rizal.

Sebanyak 256 Desa di Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin yang sudah melaksana kan pemilihan anggota BPD yang akan di jadwakan pelantikan  pada bulan Oktober ini.

Menurut Rizal yang sudah jelas jadwal pelantikan nya zona 1 yang meliputi Kecamatan Banyuasin lll
Kecamatan Rantau Bayur Kecamatan Betung Kecamatan Suak Tapeh dan Kecamatan Sembawa untuk zona 1 jadwal pelantikan nya pada 16 oktober di geraha sedulang setudung pemkab banyuasin.

Rizal.juga menjelaskan bahwa untuk zona 2 Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penogoan yang rencana pelantikan nya pada tanggal.2 November 2019 yang ber tempat di Desa Sumber Agung Kecamatan Pulau Rimau.

Untuk zona 3 kecamatan muaratelang dan kecamatan sumber marga telang yang pelantikanya bertempat didesa karang anyar sementara untuk zona 4 kecamatan Tungkal Ilir untuk pelantikan nya di Kecamatan Tungkal.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Test Seleksi Calon Kades Se Kecamatan Lahat Di Gelar

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Tahapan pencalonan Kades di Kecamatan Lahat, memasuki tahapan test seleksi wawancara dan test tertulis. Bertempat di Kantor Kecamatan Lahat Deklarasi ini digelar, dikuti delapan Desa yang menyelenggarakan Pilkades pada Selasa 22 Oktober 2019. Zubhan Awali S.STP.M.Si selaku Camat Lahat membuka kegiatan tersebut.

Hadir seluruh calon Kades, Ketua Panitia, Kades se- Kecamatan Lahat, unsur Tripika Kecamatan, Dinas DPMD. Menurut Zubhan Awali S.S.TP. M.S.i, bahwa  bagi peserta Pilkades yang lebih dari 5 calon disaring lagi menjadi 5 calon. Yaitu Desa Ulak Mas 6 peserta calon dan Desa Selawi 8 peserta,

Seleksi/ pengumuman calon Kades, diikuti  34 peserta calon Kades. Beliau berharap dengan adanya test wawancara dan test tertulis, ini akan terlihat kemampuan serta wawasan calon Kades. Bila nantinya terpilih menjadi Kades yang cerdas dan berwawasan

Sementara itu Beni Zainudin selaku Plt Kadis DPMD Lahat ketika diwawancarai Awak Media disela test wawancara dan test tertulis beliau mengatakan " dengan adanya kegiatan ini tampak terlihat calon Kades yang betul- betul profesional, mandiri, maju sehingga diharapkan nantinya bisa mengelola Desa dengan baik menuju Lahat Bercahaya " tandas Beni.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengedar Narkoba Asal Desa Sungai Rebo Di Bekuk Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmuji SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Fajri Anbiyaa,dan Anggota Satuan Reserse Narkoba Polisi Resor (Polres) Ogan Ilir, telah behasil meringkus pengedar Ekstasi yang kerap berkeliaran di acara pesta Orgen Tunggal (OT).

Sebelumnya, sekitar lebih kurang satu setengah bulan yang lalu, Unit Sat Resnarkoba Ogan Ilir , berhasil membekuk sepasang Suami Istri (pasutri) yang kerap mengedarkan ekstasi di acara pesta Orgen Tungal di Desa Ulak Segelung.

Dan Kini giliran ER (58) , warga Desa Sungai Rebo , Kecamatan Banyuasin  1 , Kabupaten Banyuasin , yang berhasil di bekuk unit SatResnarkoba Polres Ogan Ilir, saat mengedarkan Narkoba jenis pil exstasy di acara pesta Orgen Tunggal,  yang  digelar di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Pada 17 Oktober 2019  malam.

Jajaran Sat Res Narkoba Ogan Ilir , mendapat informasi dari  masyarakat , bahwa pada malam acara OT yang digelar di Desa tersebut,  ada peredaran Narkoba jenis pil Exstasy, dari  informasi itu lah, Jajaran Sat Res Narkoba langsung menuju ke lokasi, untuk melakukan pengintaian,  Hasilnya sekitar Pukul 00:50 WIB sedang berlangsung acara puncak musik remix , Sat Res Narkoba berhasil amankan ER (58)  yang diduga ingin mengedarkan pil Ekstasi di acara tersebut,  ketika dilakukan penggeledahan , di dapatkan 20 butir pil ekstasi warna abu-abu bentuk Boneka logo Panda,   sedang dalam genggaman tangan kiri tersangka, dengan adanya barang bukti tersebut, ER langsung digelandang ke Mapolres Ogan Ilir,  beserta Barang Bukti , 20 butir pil ekstasi, dan uang tunai sebesar Rp.1.047.000 , yang diguga uang hasil penjualan pil ekstasi tersebut.

Dari hasil pemeriksa petugas, Barang Bukti 20 butir  yang diduga pil ekstasi tersebut , beratnya 7,57 gram, jika ditaksir uang senilai Rp.4.400.000-'.

Saat ini tersangka, mendekam di sel Tahanan unit Reserse Narkoba Polres Ogan Ilir, guna pemeriksaan lebih lanjut, jelas Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah lewat reliesnya.

Pewarta : Tim DS

Diduga PT.Jampur Raya Kerjakan Pemasangan Pipa PDAM Tidak Sesuai RAB

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Proyek pengerjaan pemasangan Pipa PVC untuk pendistribusian air milik perusahaan daerah Kabupaten Lahat PDAM Tirta Lematang diduga tidak sesuai dengan Rencana Angaran Belanja (RAB).

Pemasangan Pipa sepanjang 2000 meter yang berlokasi di Prumnas Selawi Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat dengan menelan dana sebesar Rp.980 juta tahun 2019 yang dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan PT Jampur Raya Palembang disnyalir banyak terjadi kecurangan.

Dugaan kecurangan yang dilapangan terpantau diantaranya, untuk kedalaman galian pemasangan Pipa PVC terutama Pipa 6 Inci dan 3 Inci. Berdasarkan RAB untuk kedalaman galian Pipa PVC 6 Inci sedalam 1 meter, dan Pipa PVC 3 Inci sedalam 60 - 70 CM.

"Terus terang, selama ini kami juga kerap menerima laporan. Setelah menerima kamipun langsung menyampaikan kekontraktor ataupun pihak ketiga PT Jampur Raya," ungkap Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat Ir H Stepanus MM melalui Pengawas PDAM Tirta Lematang Lahat, Sumarna, Senin (21/10/2019).

Usai pekerjaan penggalian Pipa PVC berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sepanjang 2000 meter tersebut, dijelaskan Sumarno, semua laporan keluhan terhadap galian baik dari warga sekitar lokasi pekerjaan maupun dari lembaga lainnya, tidak pernah ditundak pihaknya langsung menyampaikan kepihak ketiga.

Ketika disinggung awak media soal persen tase pekerjaan telah rampung berapa persen, dengan lantang Sumarno, menjawab tidak mengetahui secara persis pekerjaan sudah selesai berapa persen.

"Benar, saya ditunjuk dan dipercaya untuk ngawasi Proyek pengerjaan pemasangan Pipa PVC itu, namun, saya tidak setiap hari mengecek kelokasi. Sehingga, sudah berapa persen selesai pekerjaan tersebut," ucap Sumarno dengan santai. seraya menambahkan, apabila sudah rampung pekerjaan kontraktor wajib membersihkan tanah sisa hasil galian ditutup lalu, diplaster dengan semen atau disesuaikan dengan RAB.

Disisi lain, Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat Ir H Stepanus MM hendak ditemui sangat susah sekali. Tak lama kemudian, datang warga kehutanan III Kapling mendatangi kantor PDAM Tirta Lematang Lahat, melaporkan sudah beberapa bulan terakhir, air PDAM Tirta Lematang tak kunjung keluar. Namun, dirinya terus ditagih pihak PDAM Tirta Lematang untuk membayar tagihan sebesar Rp.230 ribu/perbulan.

"Sudah empat bulan ini, air PDAM Tirta Lematang tidak mengalir. Tapi, setiap bulan kami ditagih oleh pihak PDAM sebesar Rp.230 ribu/bulan. Padahal dari jauh hari sudah dilaporkan kepihak PDAM Lahat," keluh sumber sembari meninggalkan kantor PDAM Tirta Lematang Lahat, pada Senin (21/10/2019).

Terpisah, Ferry selaku perwakilan PT Jampur Raya dikonfirmasi terkait temuan yang terindikasi adanya kecurangan dilapangan dirinya mengaku itu tidak benar.

"Itu tidak benar pak, pekerjaan pemasangan Pipa PVC di Perumnas Selawi Kecamatan Lahat tersebut, sesuai RAB yang ada. Karena, proyek itu melalui APBN jadi kita tidak mau nama perusahaan dicap buruk," kilahnya, sembari mudah mudahan dalam waktu dekat kami ke Lahat dan melakukan pengecekan bersama sama terhadap temuan yang ada.

Pewarta : Idham/novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Ogan Ilir Kunjungi Korban Kebakaran Di Desa Lebung Jangkar Kecamatan Pemulutan

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam SE,SH,MM, di dampingi Asisten Satu, Kepala OPD, Camat Pemulutan, Kepala Puskesmas Pemulutan,Kepala Desa Lebung Jangkar berkunjung dan memberikan bantuan terhadap korban kebakaran di Desa Lebung Jangkar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Senin,21/10/19.
Dalam kunjungannya itu, Bupati Ilyas Panji Alam juga mengajak beberapa jajaran diantaranya, Asisten I, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PPKBP3AD, Kepala Dinas Kesehatan,Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Camat Pemulutan, Kepala Puskesmas Begayut,Kepala Desa Lebung Jangkar dan masyarakat Lebung Jangkar.

Adapun korban kebakaran di Desa Lebung Jangkar Kecamatan Pemulutan,adalah keluarga Bapak Idan,Bapak Hanafi dan Keluarga Bapak Damsir,Akibat kebakaran yang menimpa kediamannya pada  Kamis Malam (17/10/2019) malam itu, 3 rumah terbuat dari papan itu ludes terbakar. 

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam memberikan bantuan kepada Korban Kebakaran di Desa Lebung Jangkar Kecamatan Pemulutan berupa Uang sebesar Rp,5 Juta per Keluarga serta bantuan Sembako dan pakaian layak pakai serta seragam sekolah, semoga bantuan berupa sembako bisa bertahan sampai satu bulan dan uang bantuan tersebut bisa buat mendirikan rumah sederhana dengan bergotong royong jelas Bupati, Senin 21/10/19.

Pewarta : Sanditya

Komimfo, DPMDes dan Perpustakaan. Harus ada Wifi gratis Di Kabupaten Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Melalui Dana Desa    senantiasa berinovasi dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui Perpustakaan. Guna mewujudkan hal tersebut maka Dinas Perpustakaan Daerah Lahat menggelar Rakor satu Desa Satu Perpustakaan,

Bertempat di Oproom  pada Senin 21/10 Peserta ,  24 Camat Forum Kades, Dinas Komimfo, DPMD, Asisten 1 Rudi Thamrin SH, Plt Kadis DPMD Beni Zainudin,  Dinas Perhubungan Lahat.

Wabup Lahat H.Haryanto SE M.Si mengharapkan minimal 35% harus ada satu Desa satu Perpustakaan  dimulai tahun 2020 hingga tahun 2022, hendaknya berkodinasi terlebih dahulu  pengadaan dana Desa,  di harapkan program satu Desa satu Perpustakaan " terang Wabup.

Sementara itu Kadis Perpustakaan Daerah Elfa Edison SP  Lahat mengatakan " Bagi  Desa yang tidak ada gedung untuk menyewa, untuk bangunan fisik gedung mencapai 800 juta, disiapkan desain khusus dan RAB. Dengan adanya Perpustakaan daerah diharapkan meningkatkan kesejahteraan di Kabupaten Lahat.

Nantinya Dinas  perpustakaan akan keliling untuk memantau setiap Desa,  dipersiapkan tenaga kerja Desa yang mengelola Perpustakaan,  hendaknya mengkoleksi buku sesuai dengan kondisi wilayah masing- masing. Kegiatan   ini harus bersinergi antara Komimfo, DPMDes dan Perpustakaan. Harus ada Wifi gratis. Serta bila memungkinkan tahun depan ada Konsultan " ujar Kadis.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Ribuan Santri Mengadakan Long Macrk Di Halaman City Mall Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Ribuan Santri memadati pelataran Citymall, pada Senin 21 Oktober 2019. Santri ini sebelumnnya mengadakan Long Macrk dari Halaman Pemkab Lahat finish pelataran Citimall Lahat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri  jatuh pada tanggal 22 Oktober 2019, tahun ini bertemakan " Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia"

Turut hadir pada hari Santri Nasional dihadiri Ahmad Syari K. S.HI atau akrab disapa  " Ayi" selaku ketua Ansor Lahat, Adriansyah, Wiwin Andaini   anggota DPRD Fraksi PKB, Pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Lahat.

Unjuk kebolehan para santri dari berbagai Pondok Pesantren memainkan jari jemarinya lewat drumband

Parisman ketua DPC PKB  Kabupaten Lahat  mengucapkan selamat Hari Santri dan selamat juga atas disahkannya Hari Santri Nasional, untuk Kabupaten Lahat digelar hari ini. Bahwa Pesantren menjadi tanggung jawab DPR, Insya Allah kami berempat akan mengajukan dana ke APBD, selain itu Undang- undang  Pondok Pesantren harus segera diperdakan tinggal di  bahas Legislator bersama Pemda terkait, agar ke Absahan Pondok Pesantren sejajar dengan sekolah Negeri pada umumnya untuk mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah" pungkas Parisman.

Pewarta :  Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Lahat Banyak Pengusaha Walet Tak Kantongi Izin

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Banyaknya gedung penangkaran walet di kabupaten Lahat hingga mencapai ratusan gedung penangkaran burung walet terdata  hanya ada 25 - 30 pengusaha walet yang mengantongi izin resmi. Selebihnya, diduga Ilegal alias tidak memegang izin dari Pemkab Lahat.

"Benar, menurut data ada sekitar 25 sampai 30 pengusaha walet yang ada di Kabupaten Lahat, dinyatakan Resmi alias kantongi izin dari Pemkab Lahat," kata Ketua Asosiasi Walet Kabupaten Lahat Syamsulrizal Nusir SE MSi, Minggu (20/10/2019).

Ia menjelaskan, memang kalau mau dihitung secara transparan gedung penangkaran walet didalam Kecamatan Kota Lahat bisa mencapai 60 hingga 70 gedung. Namun, masih puluhan gedung diketahui Ilegal.

"Seperti, gedung milik Toko Andi didepan Masjid Jami Pasar Lama Lahat, dari 2 gedung baru 1 yang kantongi izin. Lalu, milik Meky itu masih dalam pengurusan. Sedangkan, milik Kunghu ada 4 titik lokasi penangkaran, juga belum mengantongi izin resmi dari Pemkab Lahat," katanya secara lantang.

Diakui Syamsulrizal, sipengusaha walet biasanya yang produktif dalam satu tahun bisa melakukan pemanenan satu sampai dua kali panen. Untuk hasil dari walet ini, dijual dengan harga kisaran 2 juta perkilogram.

"Tidak bisa dipungkiri, bangunan penangkaran walet masih banyak sekali yang Ilegal. Sehingga, berlindung dibalik Asosiasi," tuturnya.

Memang kalau sebelumnya, hasil walet tersebut dihargai cukup tinggi karena dapat dikonsumsi serta dijadikan minuman berenergi.Tapi, kalau sekarang dijadikan alat alat kecantikan (kosmetik).

"Intinya, sipengusaha walet yang harus dan wajib mereka pegang pertama Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Izin Penangkaran Walet. Nah, untuk masalah Pajak secara produktif terus dibayar. Sipengusaha walet baru bayar pajak setelah dapat hasil dari walet tersebut," tambahnya.

Untuk diketahui, kata Syamsulrizal, dalam satu tahun sipengusaha walet membayar pajak sebanyak dua kali. Sipengusaha walet setiap panen membayar pajak sebesar Rp.2,5 juta perorang. Kalau kali dua artinya sipengusaha membayar pajak Rp. 5 juta dalam satu tahunnya. Dan, dibayarkan kedinas Badan Keuangan Daerah (BKD).

"Artinya, sipengusaha yang tergabung dalam Asosiasi ada kisaran 25 - 30 orang pengusaha walet. Mereka membayar pajak perorang 2,5 juta setiap panen. Sedangkan, panen dari walet ini dalam 1 tahun dua kali. Sehingga, satu orang pengusaha walet membayar pajak sebesar Rp.5 juta pertahun, dan dibayarkan ke BKD Kabupaten Lahat," ucap Syamsukrizal dengan berapi api.

Terpisah, Kadis Penanaman Modal PM dan PTSP Kabupaten Lahat, Herry Alkafi AP MM diwawancarai membenarkan bahwa pengusaha penangkaran walet yang ada di Kabupaten Lahat masih banyak belum mengantongi izin resmi dari Pemkab Lahat.

"Terdata dari tim dinas PM dan PTSP yang langsung terjun kelapangan mencata ada puluhan sampai ratusan penangkaran walet belum mendapat izin resmi dari Pemkab Lahat," urainya, dibincangi wartawan  keluar dari ruang Sekda Lahat usai menerima aksi demo dari GNPK-RI.

Dari data hasil laporan timnya, sambung Herry, sudah disampaikan kepada Bupati Lahat. Kedepan pihaknya masih menunggu keputusan serta petunjuk dari beliau. Dan, waktu dekat diakuinya, akan menggelar pertemuan terhadap dinas terkait, juga Asosiasi walet Lahat.

"Action dilapangan pasti akan kita lakukan. Kita tinggal menunggu petunjuk saja. Namun, sebelumnya, kami akan melakukan pertemu terhadap sejumlah dinas terkait yang membidangi soal walet. Karena, hasil walet ini, sangat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lahat," pungkas Herry.

Pewarta :Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com