NEWS

Slider

Bupati Ogan Ilir Dan Ibu Meli Mustika Melayat Almarhum Guntur Di Desa Permata Baru

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Di tengah kesibukannya sebagai kepala Daerah, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam, dan  istri  Ibu Hj.Melly Mustika Ilyas , menyempatkan diri , melayat  kerumah duka Almarhum Guntur , salah satu warga Ogan Ilir yang meninggal akibat menderita panyakit kanker getah bening, di komplek perumahan Permata, Jalan lintas Palembang-Prabumulih , Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (10/10/19).

Dalam lawatannya tersebut, Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam ,dan Ibu Melly Mustika Ilyas, memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, sekaligus men do'a kan agar Almarhum diterima semua amal ibadahnya,  kemudian Bupati beserta beberapa Pejabat Pemkab yang hadir, memberikan santunan Beras dan Uang , untuk sedikit  meringankan beban, kepada keluarga Almarhum.

Sebelumnya , Almarhum Guntur, Sempat mendapatkan perwatan di Rumah Sakit  Ar Royan Indralaya, menggunakan BPJS mandiri, namun kerena keterbatasan peralatan dan biaya pengobatan , rumah sakit tersebut  tidak mampu sepenuhnya mejamin biaya yang cukup besar terhadap Pasien atas nama Guntur tersebut,  pihak Rumah Sakit menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit  Umum Daerah Mohammad Husein Palembang, agar lebih insentif dalam perawatannya, karena Rumah Sakit Mohammad Husein mempunyai perlatan yang lebih lengkap untuk merawat Kanker getah bening tersebut.

Akhirnya dengan keterbatasan biaya , untuk merujuk , pihak keluarga Almarhum Guntur,  menemui Bupati Ogan Ilir, dalam gelaran Ngopi Bareng Bupati atau di  sebut dengan " Ngopi OI " yang dilaksanakan setiap hari Jum'at pagi Sampai Sore.

Di acara Kopi OI tersebut, keluarga Almarhum Guntur, mengutarakan permohonan meminta bantuan dalam hal biaya pengobatan,  kepada Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam. seketika itu juga Bupati Ogan Ilir langsung merespon apa yang telah disampai oleh keluarga Almarhum.  Bupati memerintahkan kepada Dinas terkait agar segera diurus,  pemerintah kabupaten Ogan Ilir , memberi bantuan biaya pengobatan  Guntur sepenuhnya selama perawatan di Rumah Sakit Mohammad Husein tersebut.

Namun yang Maha Kuasa berkehendak lain,  setelah sempat dirawat secara insentif selama 21 hari, akhirnya Guntur menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mohammad Husein Palembang, pada Tanggal 10 Oktober 2019.

Almarhum Guntur , wafat dalam usia lebih kurang sekitar 18 tahun, di kebumikan di TPU Komplek Perumahan Permata.

Pewarta : HM.Afriyadi.Lc

Banjir Di Desa Rantau Bayur Menewaskan 3 Orang Dan Luber 7 Orang

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Telah terjadi bencana banjir yang melanda
Desa Rantau Bayur kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin,kamis10/10-2019)
Kejadian ini yang menyebab kan 3 orang meninggal, 7 orang lainya luka-luka Banjir dengan ketinggian 1.5 meter air tersebut menyebabkan warga Desa Rantau Bayur ber hamburan histeris meminta pertolongan.


Karena derasnya air dan kedalaman air menyebabkan warga mengalami
Luka berat 7orang dan 3orangnya tewas akibat banjir Wakil bupati banyuasin H Selamet Suemosentono,SH mengata kan bahwa simulasi ini dilakukan untuk Antisipasi atau persiapan apabila terjadi bencana banjir sungguhan

Dengan adanya simulasi ini masyatakat jika terjadi becana masyarakat langsung bisa praktik dan siap dengan pertolongan yang disiapkan pencegahan muntaber daerah yang rawan banjir diwilayah perairan yang di aliri Sungai Musi.

Sementara itu,kadis kesehatan dr H Mgs M Hakim M.kes menyebut simulasi ini sebagai kegiatan untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir.


Menolong korban banjir dengan kelengkapan dan ilmu yang telah di praktikan ini pertolongan yang dilakukan oleh dinas kesehatan dimulai dari pertolongan pertama dengan cara membawa korban kedalam posko.perawatan posko kesehatan rumah dapur dan tempat penampungan ujar.hakim yang menyampaikan 

bermacam obat dan pelayanan geratis simulasi ini digelar dilapangan pemda banyuasin  yang dihadiri wakil bupatibanyuasin H.Selamet SH.
Yang di dampingi kadiskesehatan dr.Mgs M.Hakim.Mkes dan kadis BPBD Kesbangpol Ir Alpian MM,personel 0430/banyuasin dan polres banyuasin.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Wiranto Di Tusuk Orang Tak Di Kenal Saat Mau Pulang Ke Jakarta

Dutasumsel.com.Banten, – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ditusuk orang tak dikenal, Kamis (10/10) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku diduga beraksi seorang diri.

Sebelum kejadian yang mengejutkan itu, pelaku terlihat bersama istrinya di kawasan Pandeglang, Banten.

“Pelaku melakukan sendiri, tapi pada saat sebelum kejadian dia bersama istrinya,” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edi Sumardi.

Pelaku bersama istri telah ditangkap oleh polisi. Apa peran istrinya belum diketahui karena masih dalam penyelidikan.

Peristiwa terjadi ketika Wiranto hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Wiranto oleh petugas pengamanan langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Wiranto di RSUD Berkah Pandeglang, Wiranto dirawat di Ruang Unit Gawat Darurat. Selain tim medis, terlihat Bupati Pandeglang Irna Narulita memasuki ruangan. 

Pewarta : Tim Sumber Duta

Juara satu Line Dance Perorangan LA Petang Petang dan juara tiga Groub Sebiduk Sungai Musi

Dutasumsel.com.LAHAT, - Dalam kegiatan lomba senam kreasiLine Dance Grup Sebiduk disungai musi dan Line Dance Perorangan Petang La Petang memperebutkan Piala Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat yang pesertanya Ibu PKK Se Kabupaten LahatPuskesmas Sukarami dan Kecamatan Gumay Talang turut memeriahkan dan andil di kegiatan tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Kamis 10 Oktober 2019.

Akhirnya, tim juri mengumumkan bahwa Juara satu Line Dance Perorangan Petang la Petang dan juara tiga Groub Sebiduk Sungai Musi diraih oleh Kecamatan Gumay Ulu.

Elsa Septiani SE selaku kerua TP PKK Kecamatan Gumay Ulu dan Merry Yuliasti SKM.MM KUPT Puskesmas Tinggi hari mengucapkan banyak terima kasih atas telah diraihnya penghargaan ini.

Untuk Devita terima kasih telah berhasil meraih juara pertama, semoga kemenangan ini mampu meningkatkan kerjasama kita juga kepada grup dance kami ucapkan terima kasih pula. Kedepan preatasi ini dapat terus kita tingkatkan di bidang lainnya, ujar Bu Camat Gumay Ulu.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

TINGKATKAN KINERJA GERAKAN PKK SELARAS DENGAN PROGRAM PEMERINTAH

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Dalam sambutan Ketua TP PKK Pusat Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang dibacakan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir Hj. Meli Mustika, SE.MM, mengharapkan agar peningkatan fungsi kinerja gerakan PKK dengan bakti dan karya nyata sekaligus bekerja tanpa pamrih. Selain itu peningkatan daya kreativitas dan inovasi dalam pengembangan program-program PKK agar selaras dengan garis kebijakan program pemerintah yang semua itu harus dicapai melalui karsa, inisiatif dan ketekunan.
Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47 Tahun 2019 ini tidak semata-mata merupakan kegiatan rutin tahunan saja, juga bukan merupakan kegiatan yang hanya syarat dengan serimonial sesaat saja, kemudian setelah itu tidak ada gaungnya lagi. Kemeriahan dan rasa syukur dalam dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK, haruslah selalu menimbulkan gelora , yakni membawa semangat baru dan energi baru pada setiap gerak langkah dan kridanya Gerakan PKK. Semangat yang menggelora itu harus senantiasa kita miliki, karena Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja pemerintah haruslah mampu menjadi ciri khas Tim Penggerak PKK dalam berbagai aspek pembangunan merupakan modal sosial yang sungguh besar artinya.

Ujar Ketua Umum TP PKK Pusat yang disampaikan Meli Mustika SE MM,saat membacakan sambutan tertulis Ketua Dewan PKK Pusat Ny. dr. Erni Guntarti Tjahjokumolo di Desa Mekarsari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, 10/10/19.

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47 Tahun 2019, dengan Tema “TINGKATKAN KINERJA GERAKAN PKK SELARAS DENGAN PROGRAM PEMERINTAH” . Tema tersebut mengandung makna, bahwa Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja Pemerintah berkewajiban untuk secara konsisten mengiringi dan mendukung garis kebijakan program pemerintah, lanjut dalam sambutan tertulis Ketua Umum PKK Pusat.

Sebelumnya Penanggung Jawab Kegiatan HUT HKG - PKK  Meli Mustika SE MM, membacakan sejarah singkat Berdirinya Oragnisasi PKK dan perkembangannya. Bahwa PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) terkenal dengan “10 program pokok” yang hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu penghayatan dan Pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, Pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat, ujar Meli Mustika yang juga sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir.

lanjut Meli  bahwa pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau yang disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan yang dimulai dari tingkat desa kecamatan kabupaten sampai kepada tingkat nasional (Indonesia)

Pola pendekatan penggerakan peran serta masyarakat yang menjadi ciri khas TP PKK dalam berbagai aspek pembangunan merupakan modal sosial, sehingga partisipasi masyarakat dalam sebuah pembangunan merupakan prinsip dasar dari gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa, tambah Meli.

Bupati  Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam,SE.SH.MM, dalam sambutannya menegaskan agar kader-kader PKK dapat meningkatkan motivasi, khususnya PKK dapat untuk melaksanakan 10 program PKK dengan menggelorakan semangat bagi kaum wanita untuk terus bersatu melahirkan putra-putri yang cerdas dengan pendidikan yang berkualitas.

Melalui peringatan HUT PKK ini mari tingkatkan kinerja dan gerakan PKK harus selaras dengan program pemerintah. PKK bisa bangkit dan bergerak jika pemerintah mendukung program ini. Banyak inovasi dari masyarakat Ogan Ilir yang menghasilkan sebuah produk dan menjadikan sumber penghasilan masyarakat di Ogan Ilir, semua OPD harus mendukung program PKK, karena OPD (Dinas Badan/Bagian) adalah dewan penyantun PKK, ujar Bupati.

Hal ini menunjukkan bahwa TP PKK senantiasa tumbuh dan berkembang sesuai dengan dinamika perkembangan pembangunan di daerah maupun di pusat ( Indonesia ). Selain itu, keluarga juga diharapkan dapat menjadi benteng utama dan pertama bagi ketahanan keluarga dalam arti luas, khususnya dalam hal memilah informasi yang baik dan benar dengan yang HOAK.

Melalui tema HKG-PKK tahun 2019 ini, TP PKK diharapkan untuk memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitas yang berkelanjutan kepada kader-kader PKK termasuk pembinaan desa desa percontohan, sehingga dapat menjaga kebersamaan dan kegotong royongan agar agenda kerja pemerintahan melalui sejumlah program pembangunan dapat tercapai.

Dan Salah satu dari Dalam upaya menurunkan angka kelahiran atau total fertility rate sesuai target, Dinas  Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (DPPKBP3AD) Bustami,SKM yang juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Rantau Alai adakan pelayanan KB gratis. Pelayanan untuk masyarakat ini, digelar di halaman Kecamatan Rantau Alai.

Pelayanan KB gratis berupa pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang berupa implant dan IUD, MOP dan jangkaj pendek Suntikan, Pil dan Kondom   Kepala DPPKBP3AD Bustami,SKM menambahkan, dengan melakukan pelayanan KB gratis, masyarakat dapat terbantu dan kepesertaan ber-KB akan meningkat dan diharapkan target yang telah ditetapkan akan tercapai.

“Kepesertaan ber-KB untuk kaum perempuan maupun pria di Kabupaten Ogan Ilir terus ditingkatkan. Meskipun, pada kenyataannya minat kaum pria untuk ber-KB melalui vasektomi masih rendah,” ungkap

Kondisi tersebut bukanlah kurangnya sosialisasi. Namun, persepsi yang salah di masyarakat bahwa melakukan Metode Operasi Pria (MOP) kejantanan pria tidak akan berfungsi. Serta kekhawatiran istri, suaminya akan berselingkuh.

“Hal-hal inilah yang harus diluruskan dan diberikan pemahanan kepada masyarakat. Maka, seluruh instansi yang terkait harus bekerja keras lebih lagi,” katanya. 

Pewarta : Sanditya

Jemmi Saputra S.STP. M,M Jabat PJS Desa Tanjung Payang


Dutasumsel.com.LAHAT, ---  Setelah berakhirnya masa jabatan Mohamad Heru sebagai Kepala Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan berakhir pada tanggal 3 Oktober 2019 untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa, maka ditunjuklah Pejabat sementara.
Ditunjuk oleh Dinas PMD Lahat Jemmi Saputra S.STP. M,M selaku PJS Kades Desa Tanjung Payang, bertempat di Kantor Kecamatan Lahat Selatan pada Kamis 10/10 pukul 09:00 dilaksanakan pelantikan.  H  Budi Utama selaku Camat Lahat Selatan melantik PJS Kades.

Hadir pada pelantikan dihadiri Kapolsekta Kota Lahat Lettu  Idian Kusuma , Ketua TPKK Lahat Selatan,  ketua  Forum Kades Marsudin, Sekdes Tanjung Payang Jamidin, Kades Lama Mohamad Heru, Perangkat Desa, BPD, seluruh Kades di Kecamatan Lahat Selatan, staf dan tamu undangan lainnya.

Camat Lahat Selatan H.Budi Utama SIP pada sambutannya mengatakan"  Menyelenggarakan memfasilitasi dan mensukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa,

Pada kurun waktu selama tiga bulan diharapkan bersinergi dan menyampaikan laporan tentang pembangunan Desa selama menjabat, diharapkan Musdes libatkan semua elemen masyarakat agar masyarakat menghetahui perencanaan pembangunan tahun 2020 dengan prinsip transparansi, Akuntabel, terukur dan Asas pemerataan.

  Camat juga berpesan " pada musim kemarau berkepanjangan untuk berhati- hati jangan sampai membakar lahan agar jangan terjadi hal yang tidak di inginkan " pungkas Camat.

Sementara itu Jemmi Saputra S.S.TP M,M  ketika diwawancarai Awak Media akan siap menjalankan penjabat sementara dan bersinergi dengan BPD,  serta akan mensukseskan Pilkades di Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan.

Pewarta :Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Juara 1 Line Dance Sebiduk Sungai Musi Dan Juara 1 Groub Paling Cepat Datang

Dutasumsel.com. LAHAT, -- Dalam kegiatan lomba senam kreasiLine Dance Grup Sebiduk disungai musi dan Line Dance Perorangan Petang La Petang memperebutkan Piala Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat yang pesertanya Ibu PKK se-Kabupaten Lahat.
Puskesmas Sukarami Gumay Talang dan Kecamatan Gumay Talang turut memeriahkan dan andil di kegiatan tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Kamis 10 Oktober 2019.

Kecamatan Gumay Talang bergandeng tangan bersama Puskesmas Sukarami Gumay Talang selalu bersinergi setiap ada kegiatan,  menjalin tali silahturahmi antar Kecamatan di Kabupaten Lahat, Alhamdulilah kita mendapat juara pertama lomba Lince Dance Groub Sebiduk di Sungai Musi dan Peserta tercepat datang Juara 1, Alhamdulilah tidak sia- sia bangun pagi  ujar Ny Delianti Hendri Ketua TPKK Gumay Talang bersama Martina Am-Kep KUPT Puskesmas Sukarami Gumay Talang kepada Awak Media disela perlombaan.

Pewarta : Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bina Rohani dan Mental Personil ,Bagsumda Polres Banyuasin Adakan Yasinan Bersama

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Bina Rohani dan Mental Personil ,Bagsumda Polres Banyuasin Adakan Yasinan Bersama,Pada hari Kamis tanggal  10 Oktober  2019 Sekira Jam 07.30 Wib telah dilaksanakan kegiatan Yasinan dan Doa Bersama dalam rangka pembinaan rohani dan mental serta peningkatan kualitas iman dan takwa Personil Polres Banyuasin .

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Banyuasin Kompol M Hadi Wijaya,ST dan diikuti oleh Para Pejabat Utama Polres Banyuasin , Personil dan ASN Polres Banyuasin.

Adapun pembacaan surah Yassin Bersama di imami oleh Iptu Toip dan Doa di imami oleh Kasat Sabhara AKP . H Arifin , SH.,MH

Adapun Yasiinan dan doa bersama ini rutin dilaksanakan setiap hari kamis pagi , bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada tuhan yang maha esa serta menanamankan jiwa spritual personil Polres Banyuasin  dan tanamkan jiwa tanggung jawab dalam pelaksanan tugas Sehari-hari serta memohon diberikan kemudahan dan kesehatan selama dalam pelaksaan tugas sebagai anggota Polri

Selama kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman , tertib dan kondusif.

Pewarta : Alam
Redaksi.www.dutasumsel.com

Armada Batubara Parkir di Badan Jalan, Warga Mintak Pemerintah Tindak Tegas

Dutasumsel.com.MUBA, - Disinyalir kuat sebagai salah satu penyebabnya debu dan rusaknya jalan akhirnya Masyarakat Sereka dan Sugiwaras Bersatu (MSSB) melarang Armada Batubara melintas, sehingga
membuat puluhan Armada Angkutan Batubara akhirnya parkir di badan jalan di Desa Keban Dua Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis 10/10/19.

Menurut salah satu pengguna jalan yang enggan menyebutkan namanya, ketika di wawancarai awak media, mengatakan bahwasanya mobil truk Batubara parkir sembarangan sehingga mengganggu pengendara baik roda dua maupun roda empat.

"Sudah dua hari ini banyak mobil muatan Batubara Parkir di badan jalan di Desa Keban dua lebih jelasnya di lubukbon sehingga sangat mengganggu lalulintas, dan kami berharap agar pemerintah dapat menindak tegas mobil mobil yang parkir sembarangan, apalagi mobil batu bara yang besar seperti ini kan sangat mengganggu  mobil dan motor yang lewat," Ujarnya.

Sementara itu, Menurut Iyon salah satu supir pengangkut Batubara ketika di wawancarai awak media, Ia sangat berharap agar mobilnya dapat melintas.

Disini ada sekitar 50 mobil pak dan sebagian lagi parkir di jalan yang ngarah ke Pinago, Kami tidak boleh melintas pak. Ya kami sangat berharap permasalahan ini cepat selesai sehingga kami bisa melintas karena uang jalan kami sudah habis," Ungkap sang supir sambil menundukkan kepala.

Pewarta : TIM
Redaksi.www.dutasumsel.com

OPTIMALISASI PROGRAM DINIYAH CETAK GENERASI QUR’ANIYAH

WP_20190605_022.jpg

Artikel.Dutasumsel.com

Salah satu program terobosan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir yang patut diacungi jempol dan dicontoh oleh kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT adalah program Satu Sekolah Satu Diniyah dalam Bahasa Arab Madrasah Wahidah Diniyah Wahidah atau bahasa Inggrisnya One Scholl One Diniyah. Program tersebut telah berjalan lebih kurang tiga bulan lamanya. Berawal dari program Satu Desa Satu Diniyah yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir guna mencapai visinya untuk Mewujudkan Ogan Ilir yang Gemilang Berlandaskan Islami, Berdaya, dan Berbudaya. Selain itu, program Satu Sekolah Satu Diniyah ini diharapkan dapat mendukung motto Kabupaten Ogan Ilir sebagai kota santri. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Jalur Pendidikan Non Formal Madrasah Diniyah.

Awal mulanya program madrasah diniyah ini sebagai proses belajar mengajar yang dilakukan oleh kelompok belajar di desa/kelurahan berbasiskan Islam yang bersifat non formal yang bertanggung jawab kepada Kepala Desa untuk menambah kompetensi anak-anak didik ke arah yang lebih baik. Dengan tujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada anak-anak untuk mengembangkan kehidupan sebagai warga muslim dan warga negara Indonesia yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, dan beramal shaleh. Adapun penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan, meliputi Al-Qur’an, Al-Hadist, Tajwid, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah. Program ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tambahan Pendidikan Agama Islam, terutama bagi siswa yang belajar pada pendidikan dasar (SD dan SMP). Atas dasar inilah kemudian program diniyah ini diadopsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir menjadi Program Satu Sekolah Satu Diniyah yang mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2019/2020.
Program Satu Sekolah Satu Diniyah

Program ini telah dijalankan dengan menyiapkan para Asatidz (Guru Tahfidz) yang mumpuni sesuai bidang atau kefasihan masing-masing. Sebelum dilkukuhkan sebagai Guru Tahfidz para calon asatidz tersebut terlebih dahulu diseleksi melalui rekrutmen yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir yang kemudian setelah dinyatakan lulus ditetapkan dan bertugas di sekolah mana. Tentu dengan hak dan kewajiban secara operasional yang melekat, termasuk pemberian honor yang akan diterima nantinya. Tugas dari para guru tahfidz tersebut diantaranya mengajar, membimbing, dan melatih siswa di sekolah bagaimana cara membaca al-qur’an sesuai ilmu tajwid, menghafal surat atau ayat-ayat pilihan, mengartikan surat atau ayat-ayat al-qur’an, serta mempraktekkan ibadah sehari-hari dengan baik dan benar. Sebagai contoh program diniyah yang telah dilaksanakan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, seperti di SMP Negeri 1 Indralaya Utara, antara lain (1) Baca Tulis Al-qur’an dengan Metode Iqro’. Metode ini dilaksanakan dengan cara membaca huruf hijaiyahlangsung dengan tanda baca, seperti huruf Alif dibaca A, Ba dibaca Ba, Ta dibaca Ta, Tsa dibaca Tsa, Jim dibaca Ja, dan seterusnya berbeda dengan cara turutan di zaman dulu. (2) Baca Tulis Al-quran dengan Metode Tahfidz. Metode ini dilaksanakan dengan cara membaca sesuai dengan ilmu tajwid dipergunakan untuk mengetahui tempat keluarnya huruf atau makhroj dan sifat-sifat bacaannya sebagai proses mengulang atau menghafal dengan terang dan jelas. (3) Baca Tulis Al-quran dengan Metode Tahsin. Metode ini dilaksanakan dengan cara melafalkan kemudian menghafalkan surat atau ayat pilihan dalam al-qur’an secara tartil dan benar berdasarkan ilmu tajwid yang telah dipelajari bertujuan untuk memperbaiki, meningkatkan, dan memperkaya bacaan/hafalan al-qur’an.

Program diniyah di SMP Negeri 1 Indralaya Utara dilaksanakan setiap hari Jum’at siang setelah selesai melaksanakan sholat Jum’at yang dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok besar sesuai dengan kemampuan membaca al-qur’an masing-masing. Kelompok pertama adalah Kelompok Iqro’ bagi siswa yang belum dan telah mengenal huruf hijaiyah tetapi belum lancar bacaannya. Kelompok ini dibimbing oleh Ibu Fitri Kartika, S.Ag., M.Pd.I. dan Bapak Ali Sobri, S.Pd.I. selaku guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kelompok kedua adalah Kelompok Tahfidz bagi siswa yang telah mengenal dan lancar membaca al-qur’an khususnya mempelajari dan mendalami ilmu tajwid dengan benar. Kelompok ini dibimbing oleh Ustadz Abdillah, S.Pd.I. sebagai guru tahfidz yang dikukuhkan oleh Bupati dan ditugasi di sekolah. Kelompok ketiga adalah Kelompok Tahsin bagi siswa yang telah lancar membaca al-qur’an sesuai ilmu tajwid dan bacaannya dinilai baik dan benar. Selanjutnya menghafal bacaan surat atau ayat-ayat pilihan yang telah ditentukan dalam program diniyah ini, misalnya dimulai dari Surat Al-Fateha dan seterusnya yang dikaji dan diulang sampai siswa mahir dan faseh semuanya. Kelompok ini dibimbing oleh Ustadz Ali Hasan, L.C., M.Pd.I. dan Ustadz Agus Dwindra Putra, A.Md. selaku guru tahfidz yang ditugasi di sekolah.
Optimalisasi Program Diniyah Cetak Generasi Qur’aniyah

Program diniyah ini sedikit banyak telah membantu anak-anak mengenal huruf hijaiyah, mampu membaca, mengerti, dan memahami bacaan dengan cara mengaji, menghafal, kemudian mengkaji kandungan isi al-qur’an dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan siswa SMP. Tinggal bagaimana caranya program ini dioptimalkan semaksimal mungkin supaya tujuan yang diinginkan dapat tercapai, yakni mewujudkan generasi Ogan Ilir yang mencintai al-qur’an (mencetak generasi qur’aniyah). Optimalisasi dalam hal ini berarti suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau optimum dari program yang sudah dijalankan. Artinya jika Program Satu Sekolah Satu Diniyah ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, hendaknya diawasi dan dievaluasi dengan baik dan benar. Supaya program yang sudah dirancang baik akan memperoleh hasil yang baik juga dengan melibatkan komite sekolah dan stakeholders di masyarakat.

Optimalisasi program Satu Sekolah Satu Diniyah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di era digitalisasi ini sangatlah dibutuhkan oleh kita semua, termasuk orang tua siswa. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu agama, khususnya ilmu al-qur’an kepada generasi milenial yang lebih gandrung membuka gawai daripada membuka kitab suci. Padahal sejatinya anak-anak usia pendidikan dasar ini masih potensial dan cepat dalam menerima materi atau menghafal kandungan isi al-qur’an. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan seandainya engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa Dia melihatmu” (Hadist Riwayat Al-Bukhari dan Muslim). Hal ini menekankan bahwa apabila program diniyah ini akan berhasil mencapai tujuan, maka kesadaran dan kepedulian menjadi ujung tombak sebagai penentunya.

Kesadaran merujuk pada kemauan siswa untuk belajar mengaji dengan sungguh-sungguh tanpa paksaan dari siapapun, sedangkan kepedulian ditujukan kepada “kita semuanya” akan pentingnya ilmu atau pendidikan agama bagi anak-anak kita (anak kandung sendiri atau anak didik di sekolah) sebagai generasi penerus bangsa. Berbagai serbuan kemajuan teknologi dan informasi begitu kencangnya di abad 21 ini menandai era digitalisasi. Ada membawa dampak positif, tetapi tak sedikit negatif (mudhoratnya) bagi generasi muda. Dampak positif misalnya bacaan dan audio al’qur’an dapat dibaca atau didengar langsung kapan saja dan dimana saja dalam Al-Qur’an Digital. Namun, apakah mungkin anak-anak muda tersebut mau dan terbiasa untuk membuka atau mendengarkannya? Sementara dampak negatifnya adalah gampang sekali anak-anak menyaksikan konten, berita, bahkan tayangan yang tidak layak ditonton. Inilah yang harus kita tangkal sedini mungkin dengan ilmu agama terutama di sekolah, sebelum generasi muda kita lumpuh total.

Peribahasa mengatakan ilmu tanpa agama buta, sedangkan agama tanpa ilmu lumpuh. Sebagaimana Ary Ginanjar Agustian dalam Bukunya berjudul ESQ (Emotional Spritual Quotients) Jilid I disebutkan bahwa jika kita ingin generasi muda sebagai penerus bangsa mampu melanjutkan negeri ini dengan baik, maka mental building yang lebih diutamakan. Dipertegas Q.S. Al-Hajj Surat 22 ayat (46) yang artinya tidaklah mereka mengembara di muka bumi sehingga mereka mempunyai hati dengan itu mereka mengerti, dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengarSungguh, bukanlah matanya yang buta, tetapi yang buta ialah hatinya, yang ada dalam (rongga) dadanya. Program Satu Sekolah Satu Diniyah ini harus lebih dioptimalkan sebagai solusi dalam membekali dan membentengi siswa di era digitalisasi. Optimalisasi ditujukan pada kegiatan, waktu, operasional, insentif guru tahfidz dan guru agama, target pencapaian, pengawasan, dan evaluasi program keseluruhan. Kita resapi dan hayati ayat tersebut dengan tindakan yang baik. Selagi ada waktu mari bersama mengaji, mengkaji, dan mengajarkan Al-Qur'an selamanya. Semoga program ini dapat mencetak generasi qur'ani di Kabupaten Ogan Ilir sebagai kota santri khususnya dan generasi muda di Indonesia pada umumnya. Wallahua’lam.

Artikel Oleh Husnil Kirom  , M.Pd.
(Pendidik di SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Redaksi.www.dutasumsel.com