NEWS

Slider

Armada Batubara Parkir di Badan Jalan, Warga Mintak Pemerintah Tindak Tegas

Dutasumsel.com.MUBA, - Disinyalir kuat sebagai salah satu penyebabnya debu dan rusaknya jalan akhirnya Masyarakat Sereka dan Sugiwaras Bersatu (MSSB) melarang Armada Batubara melintas, sehingga
membuat puluhan Armada Angkutan Batubara akhirnya parkir di badan jalan di Desa Keban Dua Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis 10/10/19.

Menurut salah satu pengguna jalan yang enggan menyebutkan namanya, ketika di wawancarai awak media, mengatakan bahwasanya mobil truk Batubara parkir sembarangan sehingga mengganggu pengendara baik roda dua maupun roda empat.

"Sudah dua hari ini banyak mobil muatan Batubara Parkir di badan jalan di Desa Keban dua lebih jelasnya di lubukbon sehingga sangat mengganggu lalulintas, dan kami berharap agar pemerintah dapat menindak tegas mobil mobil yang parkir sembarangan, apalagi mobil batu bara yang besar seperti ini kan sangat mengganggu  mobil dan motor yang lewat," Ujarnya.

Sementara itu, Menurut Iyon salah satu supir pengangkut Batubara ketika di wawancarai awak media, Ia sangat berharap agar mobilnya dapat melintas.

Disini ada sekitar 50 mobil pak dan sebagian lagi parkir di jalan yang ngarah ke Pinago, Kami tidak boleh melintas pak. Ya kami sangat berharap permasalahan ini cepat selesai sehingga kami bisa melintas karena uang jalan kami sudah habis," Ungkap sang supir sambil menundukkan kepala.

Pewarta : TIM
Redaksi.www.dutasumsel.com

OPTIMALISASI PROGRAM DINIYAH CETAK GENERASI QUR’ANIYAH

WP_20190605_022.jpg

Artikel.Dutasumsel.com

Salah satu program terobosan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir yang patut diacungi jempol dan dicontoh oleh kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT adalah program Satu Sekolah Satu Diniyah dalam Bahasa Arab Madrasah Wahidah Diniyah Wahidah atau bahasa Inggrisnya One Scholl One Diniyah. Program tersebut telah berjalan lebih kurang tiga bulan lamanya. Berawal dari program Satu Desa Satu Diniyah yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir guna mencapai visinya untuk Mewujudkan Ogan Ilir yang Gemilang Berlandaskan Islami, Berdaya, dan Berbudaya. Selain itu, program Satu Sekolah Satu Diniyah ini diharapkan dapat mendukung motto Kabupaten Ogan Ilir sebagai kota santri. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Jalur Pendidikan Non Formal Madrasah Diniyah.

Awal mulanya program madrasah diniyah ini sebagai proses belajar mengajar yang dilakukan oleh kelompok belajar di desa/kelurahan berbasiskan Islam yang bersifat non formal yang bertanggung jawab kepada Kepala Desa untuk menambah kompetensi anak-anak didik ke arah yang lebih baik. Dengan tujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada anak-anak untuk mengembangkan kehidupan sebagai warga muslim dan warga negara Indonesia yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, dan beramal shaleh. Adapun penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan, meliputi Al-Qur’an, Al-Hadist, Tajwid, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah. Program ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tambahan Pendidikan Agama Islam, terutama bagi siswa yang belajar pada pendidikan dasar (SD dan SMP). Atas dasar inilah kemudian program diniyah ini diadopsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir menjadi Program Satu Sekolah Satu Diniyah yang mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2019/2020.
Program Satu Sekolah Satu Diniyah

Program ini telah dijalankan dengan menyiapkan para Asatidz (Guru Tahfidz) yang mumpuni sesuai bidang atau kefasihan masing-masing. Sebelum dilkukuhkan sebagai Guru Tahfidz para calon asatidz tersebut terlebih dahulu diseleksi melalui rekrutmen yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir yang kemudian setelah dinyatakan lulus ditetapkan dan bertugas di sekolah mana. Tentu dengan hak dan kewajiban secara operasional yang melekat, termasuk pemberian honor yang akan diterima nantinya. Tugas dari para guru tahfidz tersebut diantaranya mengajar, membimbing, dan melatih siswa di sekolah bagaimana cara membaca al-qur’an sesuai ilmu tajwid, menghafal surat atau ayat-ayat pilihan, mengartikan surat atau ayat-ayat al-qur’an, serta mempraktekkan ibadah sehari-hari dengan baik dan benar. Sebagai contoh program diniyah yang telah dilaksanakan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, seperti di SMP Negeri 1 Indralaya Utara, antara lain (1) Baca Tulis Al-qur’an dengan Metode Iqro’. Metode ini dilaksanakan dengan cara membaca huruf hijaiyahlangsung dengan tanda baca, seperti huruf Alif dibaca A, Ba dibaca Ba, Ta dibaca Ta, Tsa dibaca Tsa, Jim dibaca Ja, dan seterusnya berbeda dengan cara turutan di zaman dulu. (2) Baca Tulis Al-quran dengan Metode Tahfidz. Metode ini dilaksanakan dengan cara membaca sesuai dengan ilmu tajwid dipergunakan untuk mengetahui tempat keluarnya huruf atau makhroj dan sifat-sifat bacaannya sebagai proses mengulang atau menghafal dengan terang dan jelas. (3) Baca Tulis Al-quran dengan Metode Tahsin. Metode ini dilaksanakan dengan cara melafalkan kemudian menghafalkan surat atau ayat pilihan dalam al-qur’an secara tartil dan benar berdasarkan ilmu tajwid yang telah dipelajari bertujuan untuk memperbaiki, meningkatkan, dan memperkaya bacaan/hafalan al-qur’an.

Program diniyah di SMP Negeri 1 Indralaya Utara dilaksanakan setiap hari Jum’at siang setelah selesai melaksanakan sholat Jum’at yang dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok besar sesuai dengan kemampuan membaca al-qur’an masing-masing. Kelompok pertama adalah Kelompok Iqro’ bagi siswa yang belum dan telah mengenal huruf hijaiyah tetapi belum lancar bacaannya. Kelompok ini dibimbing oleh Ibu Fitri Kartika, S.Ag., M.Pd.I. dan Bapak Ali Sobri, S.Pd.I. selaku guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kelompok kedua adalah Kelompok Tahfidz bagi siswa yang telah mengenal dan lancar membaca al-qur’an khususnya mempelajari dan mendalami ilmu tajwid dengan benar. Kelompok ini dibimbing oleh Ustadz Abdillah, S.Pd.I. sebagai guru tahfidz yang dikukuhkan oleh Bupati dan ditugasi di sekolah. Kelompok ketiga adalah Kelompok Tahsin bagi siswa yang telah lancar membaca al-qur’an sesuai ilmu tajwid dan bacaannya dinilai baik dan benar. Selanjutnya menghafal bacaan surat atau ayat-ayat pilihan yang telah ditentukan dalam program diniyah ini, misalnya dimulai dari Surat Al-Fateha dan seterusnya yang dikaji dan diulang sampai siswa mahir dan faseh semuanya. Kelompok ini dibimbing oleh Ustadz Ali Hasan, L.C., M.Pd.I. dan Ustadz Agus Dwindra Putra, A.Md. selaku guru tahfidz yang ditugasi di sekolah.
Optimalisasi Program Diniyah Cetak Generasi Qur’aniyah

Program diniyah ini sedikit banyak telah membantu anak-anak mengenal huruf hijaiyah, mampu membaca, mengerti, dan memahami bacaan dengan cara mengaji, menghafal, kemudian mengkaji kandungan isi al-qur’an dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan siswa SMP. Tinggal bagaimana caranya program ini dioptimalkan semaksimal mungkin supaya tujuan yang diinginkan dapat tercapai, yakni mewujudkan generasi Ogan Ilir yang mencintai al-qur’an (mencetak generasi qur’aniyah). Optimalisasi dalam hal ini berarti suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau optimum dari program yang sudah dijalankan. Artinya jika Program Satu Sekolah Satu Diniyah ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, hendaknya diawasi dan dievaluasi dengan baik dan benar. Supaya program yang sudah dirancang baik akan memperoleh hasil yang baik juga dengan melibatkan komite sekolah dan stakeholders di masyarakat.

Optimalisasi program Satu Sekolah Satu Diniyah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di era digitalisasi ini sangatlah dibutuhkan oleh kita semua, termasuk orang tua siswa. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu agama, khususnya ilmu al-qur’an kepada generasi milenial yang lebih gandrung membuka gawai daripada membuka kitab suci. Padahal sejatinya anak-anak usia pendidikan dasar ini masih potensial dan cepat dalam menerima materi atau menghafal kandungan isi al-qur’an. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan seandainya engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa Dia melihatmu” (Hadist Riwayat Al-Bukhari dan Muslim). Hal ini menekankan bahwa apabila program diniyah ini akan berhasil mencapai tujuan, maka kesadaran dan kepedulian menjadi ujung tombak sebagai penentunya.

Kesadaran merujuk pada kemauan siswa untuk belajar mengaji dengan sungguh-sungguh tanpa paksaan dari siapapun, sedangkan kepedulian ditujukan kepada “kita semuanya” akan pentingnya ilmu atau pendidikan agama bagi anak-anak kita (anak kandung sendiri atau anak didik di sekolah) sebagai generasi penerus bangsa. Berbagai serbuan kemajuan teknologi dan informasi begitu kencangnya di abad 21 ini menandai era digitalisasi. Ada membawa dampak positif, tetapi tak sedikit negatif (mudhoratnya) bagi generasi muda. Dampak positif misalnya bacaan dan audio al’qur’an dapat dibaca atau didengar langsung kapan saja dan dimana saja dalam Al-Qur’an Digital. Namun, apakah mungkin anak-anak muda tersebut mau dan terbiasa untuk membuka atau mendengarkannya? Sementara dampak negatifnya adalah gampang sekali anak-anak menyaksikan konten, berita, bahkan tayangan yang tidak layak ditonton. Inilah yang harus kita tangkal sedini mungkin dengan ilmu agama terutama di sekolah, sebelum generasi muda kita lumpuh total.

Peribahasa mengatakan ilmu tanpa agama buta, sedangkan agama tanpa ilmu lumpuh. Sebagaimana Ary Ginanjar Agustian dalam Bukunya berjudul ESQ (Emotional Spritual Quotients) Jilid I disebutkan bahwa jika kita ingin generasi muda sebagai penerus bangsa mampu melanjutkan negeri ini dengan baik, maka mental building yang lebih diutamakan. Dipertegas Q.S. Al-Hajj Surat 22 ayat (46) yang artinya tidaklah mereka mengembara di muka bumi sehingga mereka mempunyai hati dengan itu mereka mengerti, dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengarSungguh, bukanlah matanya yang buta, tetapi yang buta ialah hatinya, yang ada dalam (rongga) dadanya. Program Satu Sekolah Satu Diniyah ini harus lebih dioptimalkan sebagai solusi dalam membekali dan membentengi siswa di era digitalisasi. Optimalisasi ditujukan pada kegiatan, waktu, operasional, insentif guru tahfidz dan guru agama, target pencapaian, pengawasan, dan evaluasi program keseluruhan. Kita resapi dan hayati ayat tersebut dengan tindakan yang baik. Selagi ada waktu mari bersama mengaji, mengkaji, dan mengajarkan Al-Qur'an selamanya. Semoga program ini dapat mencetak generasi qur'ani di Kabupaten Ogan Ilir sebagai kota santri khususnya dan generasi muda di Indonesia pada umumnya. Wallahua’lam.

Artikel Oleh Husnil Kirom  , M.Pd.
(Pendidik di SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Redaksi.www.dutasumsel.com

Sepasang Penggedar Barang Haram Narkotika Di Ringkus TIM WALET POLRES Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK, MSI melalui Kasat Narkoba Boby Eltarik SH bersama jajaran telah berhasil mengugkap kasus tindak pidana Narkotika di wilayah hukum Polres Lahat.
Hasil laporan polisi bernomor,
Lp / A- 170 / X/ 2019 / Sumsel / Res Lahat, Tanggal 08 Oktober 2019
Pada saat Kejadian di Hari Rabu tanggal 08 Oktober 2019 Jam 23.00 Wib,TKP di 
Jln. Umum Desa Padang Masad Kecamatan mulak ulu Kab. Lahat.


Dengan Tersangka dua Orang, Nama  Bastasi Efendi Bin Basarudin Umur 45 Tahun,Pekerjaan Tani Yang beralamat di Desa Tanjung Periok Kec. Gumay Talang Kab. Lahat, dan yang kedua bernama Riva Andriani Binti Endang Supriadi (alm) Umur 36 thn seorang Ibu Rumah tangga
Yang beralamat di Talang Berangin Kel. Bandar Agung Kab. lahat.

Dengan Barang Bukti yang berhasil di amankan adalah,1 (satu) butir pil warna biru berlogo Lego diduga narkotika jenis ekstasi,1 (satu) buah kotak rokok surya
1 (satu) buah tas warna merah, 8 (delapan) lembar uang pecahan 100.000.dengan berat bruto Extacy 0,53 gram, kepemilikan tersangka sebagai pengedar Narkotika.

Berdasarkan Laporan bernomor
Lp / A- 170 / X/ 2019 / Sumsel / Res Lahat, Tanggal 08 Oktober 2019
Pada hari Rabu tgl 8 Oktober 2019, sekira pkl. 19.00 Wib Tim Walet mendapat info dari masyarakat langsung menuju lokasi di Desa Saling Kec. Mulak Ulu  Kab. Lahat, akan ada transaksi narkoba, kemudian tim melakukan pengintaian terhadap sasaran orang, setelah sasaran terpantau pada pukul 23.00 Wib  Tim Walet berhasil melakukan tangkap tangan terhadap seseorang atas nama Bastasi Efendi dan Sdri Riva Anriani, Kemudian petugas melak penggeledahan badan, di dalam tas warna merah yang sedang disandang oleh Sdr. Riva ditemukan kotak rokok merek Surya yang didalamnya ditemukan 1 (satu ) butir pil warna biru yang diduga narkoba jenis ekstasi, didalam dompet sdr. Bastari Efendi ditemukan uang sebanyak 8 (delapan) lembar pecahan 100.000, selanjutnya BB dan Tersanka dibawa ke Polsek Mulak Ulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya dibawa ke Polres Lahat Guna dilakukan riksa lebih lanjut, ungkap Kasat Narkoba Boby Eltarik SH kepada media dutasumsel.com Rabu 09/10/19.

Pewarta : Novita/ Idham

Sebanyak 66 Anggota BPD Sekecamatan Kandis Di Lantik Bupati Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Sebanyak 66 Orang Anggota Badan Permusyawarahan Dea ( BPD) Sekecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir di Lantik Oleh Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam SE.SH.MM, bersama Rohaniawan Kecamatan Kandis Rabu 09/10/19.
Hadir dalam Pelantikan Anggota Badan Permusyawarahan Desa, antara lain, Sekertaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir H. Herman,SH.MM, Asisten Satu, Kepala OPD Kabupaten Ogan Ilir, Kapolsek Rantau Alai, Danramil Tanjung Batu, Camat Kandis, Kepala Desa Sekecamatan Kandis, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat sekecamatan Kandis serta Tamu undangan lainnya.
Dalam Proses penjaringan dan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah selesai dilaksanakan oleh masing – masing desa di Kecamatan Kandis pada bulan September 2019, akhir dari tahapan tersebut adalah Pelantikan Anggota BPD Se Kecamatan Kandis, yang dilaksanakan pada Hari Rabu (09/10/2019) bertempat di Kecamatan Kandis, yang dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kandis Kepala Desa se Kecamatan Kandis, Rohaniwan dan Anggota BPD yang akan dilantik serta tamu undangan. 

Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji dipimpin langsung oleh Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM  sekaligus memberikan sambutannya diharapkan BPD dapat bekerja sama dengan Pemerintahan Desa sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, BPD juga wajib memberikan saran kritik yang membangun demi pembangunan desa, untuk masa jabatan BPD adalah 2019 s.d 2025.

Pewarta : Sanditya

Bumi Seribu megalitik Kabupaten Lahat Mendapat Rekor Muri

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Sangatlah wajar bila kabupaten Lahat mendapat julukan Bumi Seribu Megalitik karena setelah mendapat rekor MURI sebagai pemilik situs megalitik terbanyak se Indonesia pada tahun 2012 masih terus bermunculan penemuan situs megalitik. Dan baru-baru ini kembali ditemukan situs megalitik di kecamatan Pagar Gunung tepatnya di desa Karang agung. Penemuan ini tidak di sengaja tutur Iskandar Jumaldi camat pagar gunung, awalnya saya mencari burung bersama Umarsid warga desa Karang Agung di hutan berupa semak belukar dan tidak sengaja melihat onggokan baru lalu saya sampaikan kepada Mario staf khusus bupati Lahat bidang pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pesan whatsapp dan akhirnya kami bersama meninjau lokasi penemuan.

Lokasi penemuan situs megalitik berada sekitar 3 km dari desa Karang agung tak jauh dari jalan lintas desa Karang agung ke desa talang sejemput. Dari jalan aspal ini hanya berjarak kurang dari 1 km atau berjalan selama 5 menit menyusuri kebun kopi lalu masuk ke semak belukar setelah melalui sedikit jalan menanjak yang baru saja di buka untuk perkebunan. Di situs ini ada temuan Arca dalam posisi duduk memakai gelang tangan dan kalung tetapi bagian kepala sudah hilang, sepertinya bagian kepala yang hilang ini telah lama terjadi. Temuan kedua juga berupa Arca sepertinya Arca hewan seperti badak, terlihat bagian ekor, kepala dengan kedua tanduk, mata, kuping, mulut cula. Tetapi sayang Arca ini sudah tidak utuh lagi karena bagian kanan Arca juga sudah hilang dan terlihat bekas patahan nya. Temuan ketiga berupa baru susun empat atau yang di kenal dengan sebutan tetralit. Tetralit berasal dari bahasa Yunani yaitu tetra berarti empat dan lith berarti batu, jadi tetralit berarti empat batu atau batu susun empat yang berfungsi sebagai sarana berkumpul masyarakat budaya megalitik. Selain itu masih ada beberapa batu batu yang belum dapat di identifikasi. Dan kemungkinan bila area semak belukar ini di buka akan bertemu tinggalan megalitik lainnya.

Saya selalu pendataan megalitik pasemah yang juga ketua lembaga Kebudayaan dan pariwisata panoramic of Lahat berharap dengan temuan situs terbaru ini masyarakat dapat menjaga kelestarian karena ini merupakan peninggalan nenek moyang yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi dan tidak dimiliki oleh setiap daerah maka dengan temuan ini harus menjadi kebanggaan tersendiri. Kami dari lembaga sudah melaporkan kepada instansi terkait seperti Balai Arkeologi Sumatra Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional juga akan kami laporkan dinas terkait di Lahat.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Disinyalir Merusak Jalan, Masyarakat Sugiwaras Sereka Bersatu Tolak Armada Batubara Melintas

Dutasumsel.com.MUBA, - Berdasarkan Pasal 28 UUD 1945 dan UU No.09 Tahun 1998 bebas menyampaikan dan mengemukakan pendapat di muka umum, Puluhan Masyarakat Desa Sugiwaras dan Sereka Bersatu (MSSB) menggelar unjuk rasa terkait Perusahaan Batubara yang menggunakan fasilitas jalan umum (Jl.Kab.Muba) tepatnya di KM 8 Desa Sereka Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 09/10/19.

Dikutip dari isi surat pemberitahuan yang dilayangkan ke Mapolres Musi Banyuasin pada tanggal 05 Oktober 2019 lalu, bahwasannya aksi tersebut merujuk pada UU Minerba No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, UU No.38 Tahun 2004 tentang jalan, UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.

Selain itu, tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI No.34 Tahun 2006 tentang jalan dan Peraturan Bupati Musi Banyuasin No.25 Tahun 2019 tentang pengaturan, pengendalian angkutan barang dan kelas jalan dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut salah satu Koordinator aksi, Dodi Armansyah mengatakan bahwasanya sampai saat ini masih banyaknya kendaraan Batu bara yang melintas di Desa Sereka dan Sugiwaras.

"Hampir ratusan armada Batubara PT Astaka Dodol jenis Truk dengan muatan diperkirakan 12 Ton tiap harinya melintasi jalan di Desa Sugiwaras dan Desa Sereka, sehingga disinyalir kuat menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan dan debu,"Ujar Dodi.

Senada dengan Dodi Irmansyah, Abu Salim yang merupakan salah satu warga Desa Sereka yang ikut dalam aksi, mengungkapkan dan sangat berharap agar Armada Batu bara tidak lagi melintas di Desanya baik siang ataupun malam hari.

"Kami atas nama masyarakat Sugiwaras dan Sereka Bersatu sangat keberatan dan sangat berharap agar seluruh kendaraan yang mengangkut Batubara kedepannya tidak lagi melintas di Desa kami baik pagi, siang, sore dan malam. karena, mereka diduga sebagai penyebab salah satu rusaknya jalan dan debu di wilayah Desa kami," Ungkap Abu Salim.

Lanjut Abu Salim," Kami tidak menahan, melainkan hanya meminta sesuai kesepakatan warga Desa kami agar setiap mobil yang mengangkut Batubara dilarang melintas di kawasan Desa kami, sehingga setiap mobil Batubara dipersilahkan putar balik dan mencari jalan alternatif lain," Terang Abu Salim.

Sementara itu menurut Riyan yang merupakan pengawas kendaraan salah satu supir mengatakan bahwasanya kendaraan kami tidak bisa melintas di Desa Sereka dan Sugiwaras.

 "Total mobil yang akan melintas Menurut surat jalan ada sekitar 150 unit, namun kami tidak boleh melintas di Desa Sugiwaras dan Sereka jadi kami memilih diam kami tidak mau balik kebelakang karena uang jalan kami terbatas," Ujar Riyan pada awak media, Selasa 09/10/2019.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru yang dilangsir dari metropolisindonesia.com bahwasannya Sekda Sumsel Nasrun Umar dalam keterangan pers di ruang rapat Bina Praja, Selasa (6/11/2018).

Dalam siaran persnya, Sekda menegaskan, dengan pertimbangan yang sangat matang, maka Pergub 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara di jalan umum dicabut dan diganti dengan Pergub 74 tahun 2018 tentang tata cara angkutan batubara melalui jalan umum.

Pengangkutan batubara di jalan umum dicabut terhitung mulai tanggal 8 November 2018 mulai pukul 00.00, setelah itu pemerintah mempunyai konsekuensi bahwa angkutan dikembalikan kepada yang diatur di dalam Perda Nomor 5 tahun 2011.

Di mana dalam Perda Nomor 5 tahun 2011 di dalamnya disebutkan pengangkutan batubara dilaksanakan melalui jalur khusus angkutan batubara.

Pewarta : TIM
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kecamatan Tanjung Tebat Siap Laksanakan Pilkades serentak

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Kecamatan Tanjung Tebat pada pemilihan Kades serentak kali ini hanya tiga Desa yakni Tanjung Baru 2 calon, Tanjung Menang 4 Calon,  Desa Tanjung Raya 4 Calon.

Hal ini dijelaskan Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Tanjung Tebat Pomidi SE mewakili Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE kepada Awak Media diruang kerjanya pada Rabu 9/10.

"Alhamdulillah meraka sudah siap para calon tinggal menunggu proses tes tertulis wawancara dan vidato tanggal 22 informasi BPMD Lahat di kantor Camat masing- masing, namun soal tes masaih tetap dari Kabupaten Lahat.

Beliau berpesan kepada para calon agar tetap kondusip, pilihan boleh beda namun kita tetap bersaudara dan jangan sampai terjadi hal- hal yang tidak diinginkan " pungkasnya.

Pewarta: Novita/Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Taman Wisata Lahat Sepertinya Hanyalah Angat Angat Tahi Ayam

Dutasumsel.com.LAHAT,- Wisata di Kabupaten Lahat  kebanyakan angat- angat tai ayam, hal ini terbukti semenjak menjamurnya Wisata dimulai tahun 2016. Bila ada wisata baru cepat jadi viral dan terkenal, setiap orang berbondong - bondong ingin segera datang dengan rasa penasaran dan berpoto ria.

Diawal berdirinya Wisata baru tampak terlihat rami  bahkan sangat padat, seperti   di Wisata Bukit Selfie, Wisata garis milang, Wisata Taman Rekreasi Ribang Kemambang, Tangga Manik dan masih banyak wisata yang lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya Wisata baru, secara perlahan mulai terlihat sedikit demi sedikit berkurang pengunjungnya. Bahkan tidak  ada sama sekali pengunjung.

Daila   salah seorang Wisatawan lokal dari Merapi mengungkapkan kekecewaannya kepada Wartawan yang kebenaran dilokasi  Wisata Bukit Selfie, mengatakan " Saat ini kesemua Wisata tersebut sudah 80 % tidak dikunjungi pengunjung, bahkan ada yang sudah mati suri. Seharusnya pihak pengelola Wisata ini jeli dengan perkembangan saat ini dan punya ide- ide yang kreatif sehingga pengunjung tidak merasa bosan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat angkat bicara ketika disambangi Awak Media di ruang kerjanya pada Rabu 9/10
H.M Saprani SH Selaku Kadis Pariwisata Lahat melalui Seketarisnya H.Kurdy mengatakan " Wisata baru hendaknya terus melakukan Inovasi terkini, hal yang perlu diperhatikan masalah peparkiran, perawatan, SDM yang handal sehingga terus melakukan perubahan,Fasilitas
Keamanan , perlunya pelatihan pemandu wisata dari pengelolah Wisata. Bila faktor pendukung diperhatikan Insya Allah Wisata yang ada di Kabupaten Lahat akan terus hidup" tandas Seketaris ( Novita/ Idham)

Camat Tanjung Tebar Adakan Mediasi Dengan CV.Ratu Mas

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Terkait dengan pemortalan jalan yang dilakukan sebagian warga  Desa Tanjung Menang Kecamatan Tanjung Tebat terhadap akses jalan pembuatan renovasi siring Air Makim.

Untuk menyelesaikan masalah sengketa tersebut Camat Tanjung Tebat beserta unsur Tripika mengadakan mediasi antara pihak CV Ratu Mas dengan warga, bertempat di  ruang Camat pada Rabu 9/10.

Rapat yang dipimpin Ariapulun SE selaku Camat, Kapolsek Kota Agung  Iptu Fredi Rajagukguk, Koptu Meldi Bhabinsa Kota Agung, pjs Kades Tanjung Menang Marta, Sekdes Tanjung Kurung Ilir, Camat Ariapulun SE dan Pak Sunir Tomas Desa Tanjung Menang , perwakilan CV Ratu Mas Alek

Menurut Camat, " Alhamdulilah dengan adanya mediasi menghasilkan  keputusan bahwa  hari Sabtu  tanggal  12 Oktober mendatang, kita langsung ke lapangan untuk meninjau langsung bersama masyarakat yang terlibat dengan  siring Air Makim.

Camat menyarankan untuk segera menyelesaikan masalah ini agar pekerjaan siring Air Makim berjalan dengan semestinya, sedangkan pemortalan jalan saat ini sudah dibuka. Material tetap berjalan,  pihak CV Ratu Mas akan mentaati apapun keputusan dari Pemerintahan khususnya Kecamatan Tanjung Tebat ( Tripika)" pungkas Camat.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

PT Pertamina (Persero) TBBM Lahat Serahkan CSR ke Karang Taruna Kota Negar

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Demi mewujudkan kesejateraan dan kemajuan masyarakat Lahat khususnya masyarakat kota Negara kecamatan Lahat yang masuk dalam zona wilayah Pertamina.

 Melalui program CRS PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Lahat memberikan dukungan kepada Karang Taruna Kelurahan Kota Negara untuk usaha Pangkas Rambut “Koneg Style” dan Juga Budi daya ikan lele “Koneg Mandiri”

Pemberian ini diberikan secara simbolis kepada Ketua Karang Taruna Kota Negara Suparman berupa Sarana dan Prasarana Pangkas Rambut dan Bibit Ikan Lele, hadir pada acara ini dihadiri Lurah Kota Negara Rohim, Herry PJS Fuel Manager TBBM Lahat. Bertempat di Kantor Kelurahan pada Rabu (9/10).

Menurut Herry, "dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa membantu kreatifitas pemuda dan meningkatkan potensi serta kualitas generasi muda dan mandiri " ujarnya.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com