NEWS

Slider

15 Tokoh Maju Bertarung, Musda KAHMI OI Bakal Sengit

Dutasumsel.com. INDRALAYA,-- Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan untuk bertarung pada Musda ke- III Majelis Daerah (MD) Korp Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (03/10/19). Sejauh ini ada 15 tokoh yang santer diperbincangkan bakal maju bertarung merebutkan kursi KAHMI Ogan Ilir periode 2019-2024.

Berdasarkan dinamika yang berkembang di arus bawah KAHMI Ogan Ilir, ada lima latar belakang ketokohan yang bermunculan maju. Para tokoh ini sudah bergerak lama menyosialisasikan diri untuk perhelatan lima tahunan itu.

Di antaranya dari kelompok birokrat ada Wilson Efendi, pejabat yang pernah menduduki kursi Assisten III Setda Pemkab Ogan Ilir ini dipastikan bakal mencalonkan diri.

Wilson yang sekarang sedang menjabat Kepala Kesbang Linmas yang mengorganisasir banyak organisasi berpayung di bawahnya, menjadi modal besar kandidat kuat dari kalangan birokrat.

Selanjutnya, nama birokrat lain ada Saiful Anwar dan Umar Saferi. Keduanya merupakan mantan aktivis HMI yang gemar berteriak turun ke jalanan mengkritisi pemerintah kala masih mahasiswa dulu.

Saiful Anwar alumni HMI Jogja mantan Sekum KAHMI Ogan Ilir periode sebelumnya, dan Umar Saferi mantan Ketum HMI Cabang Curup, Bengkulu, keduanya diprediksi bakal menjadi saingan berat dari kelompok birokrat.

Nama Syamsyul Bahri tokoh mantan birokrat selama 21 tahun menjabat kepala dinas baik di Kabupaten OKI maupun di Ogan Ilir, juga dikabarkan bakal turun gunung ikut bertarung.

Kemudian dari kelompok legislatif, muncul dua nama mantan wartawan yang kini sama-sama duduk di parlemen Ogan Ilir. Dengan latar belakang sama-sama alumni HMI Jogja, keduanya digadang punya kans kuat untuk memimpin KAHMI Ogan Ilir ke depan.

Kedua nama tersebut yakni Sonedi Ariansyah anggota DPRD dari Partai Demokrat terpilih tiga periode dan Rahmadi Djakfar anggota DPRD dari PBB juga tiga periode.

Belakangan, nama Sonedi yang juga menjabat Ketua Bintang Muda Indonesia (BMI) Sumsel ini sendiri makin populer di kalangan kandidat lain yang bakal maju.

Dalam karir politik, mantan santri Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang sekarang diamanatkan sebagai ketua panitia pelaksana Musda KAHMI, dinilai sangat piawai bermanuver politik santun nan cerdas.

Dari tangan dinginnya meracik dinamika pertarungan politik pada Pemilu lalu, terbukti dengan mulus suami dari Leni Patiyani kembali duduk sebagai wakil rakyat dari partai berlambang Bintang Mercy ini.

Selanjutnya, nama Rahmadi Djakfar, legislator kawakan DPRD Ogan Ilir dari partai Yusril Izza Mahendra ini tidak bisa diremehkan. Rahmadi sendiri tokoh Ogan Ilir yang namanya sudah terkenal luas di masyarakat.

Masuknya Rahmadi tiga periode sebagai penyambung lidah rakyat di DPRD Ogan Ilir, menandakan ia matang dan piawai berpolitik.

Kehadirannya di kelompok mana saja, gampang diterima. Karakternya yang gampang bergaul, rendah hati, kocak beretorika, namun cerdas berkomunikasi, membuat Haji Madek nama akrab Rahmadi Djakfar betul-betul diperhitungkan di Ogan Ilir.

Sedangkan dari tokoh ulama, mencuat nama KH Mudrik Qori Mudir Ponpes Al Ittifaqiah alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kiai Mudrik merupakan penginisiasi pembentukan KAHMI OI pertama Kali.

Selain Kiai Mudrik Qori, juga ada nama KH Ahmad Nahrowi Ketua NU, mantan Sekda dan juga Ketua PKB Ogan Ilir. Lalu ada juga KH Najib Subkie alumni UIN Yogyakarta, mantan Assisten III dan sekarang ketua MUI Ogan Ilir.

Nama Riyad Ramli tokoh ulama mantan ketua PBR yang pernah menjadi calon bupati Ogan Ilir, juga mencuat bakal maju ikut meramaikan bertarung di Musda KAHMI kali ini.

Sisi lain dari klan tokoh akademisi, muncul nama Adji Alamsyah dan Lailatul Fitri. Adji merupakan alumni UGM Yogyakarta, sekarang dosen Fisip di Unsri. Kandidat Doktor di Undip. Sedangkan Lailatul Fitri merupakan alumni UII staf di Ombudsman Sumsel.

Lalu nama Sarono P Sasmito pimpinan redaksi salah satu media online ternama di Sumsel, tiba-tiba dimunculkan kalangan KAHMI muda. Alumni FKIP Unsri yang pernah Ketua Panwaslu Ogan Ilir dan Anggota Timsel KPU dinilai bisa merangkul KAHMI muda.

Kendati tidak dipungkiri, Sarono yang dinilai punya loyalis barisan KAHMI muda ini, dengan gerakan senyapnya terus melakukan lobi-lobi politik dukungan.

“Pak Sarono bakal ikut maju, sekarang lagi gencar turun ke galang dukungan dari KAHMI Muda,” kata Sazili alumni HMI mantan jurnalis ini, Senin (30/09/19).

Terakhir di barisan tokoh pengusaha ada Darul Hadi dan Ayat Parsah.

“Kami patut berbangga, karena yang bakal maju mencalonkan diri merupakan tokoh-tokoh terbaik yang KAHMI Ogan Ilir miliki. Ketokohan dan kapasitas mereka saya nilai layak maju memimpin KAHMI OI ke depan. Karena ada Kanda Sonedi dan Kanda Rahmadi yang kiprahnya untuk KAHMI sudah tidak diragukan lagi,” kata Hajib alumni Fakultas Hukum Unib ini.

“Lalu ada Kanda Wilson Efendi, Kanda Umar Saferi dan Kanda Saiful Anwar. Kemudia ada Kanda H Syamsyul Bahri tokoh senior yang sudah banyak berbuat untuk KAHMI dari masa ke Masa,” ujar anggota KAHMI yang saat ini tengah menempuh magister hukum di FH UMP.

“Terus ada Kanda KH Mudrik Qori yang berjasa meinisiasi pembentukan KAHMI Ogan Ilir. Lalu ada Kanda KH Ahmad Nahrowi ketua NU, Kanda KH Najib Subki ketua MUI, dan Kanda Riyad Ramli satu satunya Kader KAHMI di Ogan Ilir yang pernah mencalonkan jadi bupati, itu kan keren ketokohannya,” tambah Hajib.

“Kemudian itu ada Kanda Adji Alamsyah, Lailatul Fitri, Sarono P Sasmito, Darul Hadi dan Ayat Parsah, orang muda yang bisa menjadi motor utama penggerak KAHMI Ogan Ilir mendatang. Saya lengkap sudah pertarungan tokoh kali ini, pasti Musda nanti sengit.” pungkasnya. (Relese)

Berikut nama-nama kandidat yang bakal maju calon pimpinan KAHMI Ogan Ilir periode 2019-2024:

1. Sonedi Ariansyah ( Legislatif )
2. Rahmadi Djakfar ( Legislatif )
3. Wilson Efendi ( Birokrat )
4. Umar Saferi ( Birokrat )
5. Saiful Anwar ( Birokrat )
6. H Syamsyul Bahri ( Eks Birokrat)
7. KH Mudrik Qori ( Ulama )
8. KH Ahmad Nahrowi ( Ulama )
9. KH Najib Subki ( Ulama )
10. Riyad Ramli ( Ulama )
11. Adji Alamsyah ( Akademisi )
12. Lailatul Fitri ( Akademisi )
13. Sarono P Sasmito ( Praktisi )
14. Darul Hadi ( Pengusaha )
15. Ayat Parsah ( Pengusaha )

Pewarta : Rilis KAHMI
Redaksi.www.dutasumsel.com

1 Oktober bagi Warga Desa Ulak Pandan Adalah Hari Yang Sakral

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Ulak Pandan,  (1/10/2019)Tepat di hari peringatan kesaktian pancasila, Peringatan yang bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur. Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. dan segala sesuatu yang hadir dan lahir di negara ini, harus tunduk pada Pancasila.

Warga desa Ulak pandan mengimplementasikan Kesaktian pancasila Sedikit berbeda, untuk menumbuhkan rasa patriotisme cinta terhadap daerah dan negara dengan cara beramai-ramai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa, untuk melaksanakan Gotong Royong.


Ini adalah budaya yang harus dilestarikan,  karena budaya gotong royong adalah budaya bangsa ini,  Ujar Ahmad Tarmizi Arsal didamping Salman selaku ketua BPD dan Ketua LPM desa Ulak Pandan menjelaskan.

Terima kasih kepada seluruh warga desa yang sempat hadir pada hari ini,  bersama-sama kita membangun desa ini,  karena membangun desa adalah bagian dari membangun negara ini.  Dikalau desa maju tetap mengedepankan nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal ini akan menambah kecintaan kita kepada bangsa dan negara ini, ujar Susiawan Rama selaku Kades Ulak Pandan menambahkan.

Selama kegiatan terlihat sekitar 600 orang membaur bersama-sama membersihkan lingkungan Tempat Pemakaman Umum desa,  seluruh unsur masyarakat baik laki-laki atau pun wanita,  tua muda terlihat antusias, terlihat ramainya kegiatan ini mencerminkan bahwa masyarakat desa ulak pandan masih sangat melestarikan budaya gotong royong didesanya.

Dalam kesempatan ini selain gotong royong,  untuk selalu menjaga, melestarikan serta mencegah dampak lingkungan terhadap lingkungan alam dan masyarakat,warga masyarakat juga memusyawarakan kesepakatan bersama dengan seluruh unsur Pemerintah Desa, BPD, LPM,  Lembaga Adat, Karang Taruna seluruh instansi lainnya serta masyarakat Bersepakat sbb :
1. Menolak Keras Blasting (Peledakan Eksploitasi Pertambangan) di Wilayah Desa Ulak Pandan.
2. Melarang/tidak mengizinkan Galian atau pengambilan batu (golongan C) yang menggunakan Alat Berat di wilayah Desa Ulak Pandan

Turut hadir dalam kegiatan ini Pemerintah Desa, BPD, LPM, Lembaga adat, Karang Taruna,  Tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta unsur masyarakat.

Pewarta : Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kasubag MTsN 1 Lahat Irup Hari Kesaktian Pancasila.

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Peringatan hari Kesaktian Pancasila  yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Oktober yang bertujuan mengingatkan kembali keganasan Komunis PKI dan berkat kegigihan TNI menumpas antek- antek pemberontak dari  Bumi Pertiwi

MTsN 1 Lahat pada pagi ini menggelar upacara hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2019 bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasubag Endi Aksi SAg,
Diiringi lagu Indonesia Raya sebagai pembuka, upacara berlangsung khidmat dan tertib hingga upacara berakhir. Neliana SAg. M,M. Selaku kepala sekolah berpesan kepada generasi muda khusnya pelajar MTsN 1 Lahat untuk selalu menghayati dan berpedoman kepada Pancasila, berjiwa Nasionalisme, Patriotme ditanamkan sejak dini. Jauhi Narkoba serta hal yang dilarang agama, orang tua.

Pewarta:   Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Lurah Kota Baru Melantk Dan Mengukuhkan RT Dan RW

Dutasumsel.com.LAHAT, - Masa jabatan ketua RT dan RW pada tahun  2016- 2019 di Kelurahan Kota Baru,  setelah melalui proses maka Ullimudin SE selaku Lurah Kota Baru memberhentikan yang lama dan melantik yang baru.

Kepada Awak Media ketika disambangi di ruang kerjanya pada Selasa (1/10) beliau membenarkan, " sesuai keputusan bersama maka dikeluarkan Surat Keputusan baru melantik dan mengkukuhkan ke 2 Ketua RW dan 9 Ketua RT pada tanggal 24 September lalu.

Adapun yang dilantik  Rudi Eduar SH.  Ketua RW 01, Frenedi SH ketua RW 02, Subendi BA Ketua RW 03, Sarmili ketua RT 01, Mulyady ketua RT 02, Hanuddin RT 03, Awaludin Ketua RT04, Isnawati Ketua RT 05, Edi Arwansyah SH ketua RT 06, Herlena ketua RT 07, Marhawi Ketua RT 08, Agus wahyudi Ketia RT 09, Hartawan Ketua RT 10, Junaidi Ketua RT 11 masa jabatan 2019- 2022.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Aliansi Mahasiswa Muba, Gelar Aksi Damai di Depan Kantor DPRD Menolak Revisi RUUKUHP dan RUU KPK

Dutasumsel.com.MUBA - Tolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Musi Banyuasin turun kejalanan dan menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (01/10/2019).
Dalam pantauan awak media, Sekitar pukul 9.00 wib ratusan mahasiswa tersebut berjalan kurang lebih 1 Km mulai dari masjid Jami' An Nur Sekayu dan berhenti di depan kantor DPRD Muba, sembari membawa berbagai macam karton yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah.

Dalam orasinya, menurut salah satu koordinator aksi tersebut mengatakan aksi tersebut di gelar lantaran menolak keras revisi RKUHP.

"Kami mahasiswa Kabupaten Musi Banyuasin sepakat menuntut dan menyikapi Revisi Undang-Undang KUHP dan revisi Undang-Undang KPK yang menjadi kontroversi sehingga banyaknya penolakan dari masyarakat atas tidak sesuainya kebijakan DPR RI, maka dari itu kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Kabupaten Musi Banyuasin menyatakan Tolak RKUHP, Tolak RUU KPK, Tuntaskan janji-janji DPRD Muba, dan perbaiki sarana pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin. Jika tuntutan tidak di penuhi maka kami mahasiswa bersumpah akan turun kembali," Ujarnya dengan suara lantang.

Sementara itu Orasi yang dilaksanakan oleh Ratusan Mahasiswa tersebut diterima oleh beberapa Anggota DPRD Periode 2019-2024, Iwan Aldes,S.Sos.MSi Ketua Fraksi PKS, Dedi Zulkarnain, Alpian, Endi Susanto dan M. Senen.

Dalam hal itu Iwan Aldes, S.Sos. MSi mewakili Ketua DPRD Muba menyampaikan, "Kami Menampung semua aspirasi dan akan di sampaikan kepada Pimpinan DPRD Muba, Kami juga Memberikan Apresiasi yang tinggi kepada Mahasiswa atas unjuk rasa damai dan tertib serta aman dan nyaman, "Ujar Iwan Aldes kepada Media.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengguna jalan kelukan lampu rambu-rambu lalu lintas

Dutasumsel.com. BANYUASIN,-- Lampu Rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan tak berfungsi dan bisa mebahayakan Penguna Jalan yang melintas pada saat malam, Kondisi Lampu Rambu-Rambu  jalan tidak terawat dan Tidak ada perhatian dari dinas terkait.

Sejumlah pengguna jalan menyayangkan tak berfungsinya lampu rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

"Ngapain dipasang lampu rambu-rambu Jalan yah kalau enggak difungsikan. Karna kalau malam di sini sangat Gelap dan bisa rawan kecalakan Lalu Lintas," ujar Samsul penguna Jalan yang melintas kepada  wartawan, Selasa (01/10/2019).

Menurut Samsul, jika lampu rambu-rambu Jalan tersebut berfungsi, maka akan sangat berguna bagi pengendara jalan yang melintas pada malam hari agar bisa mengurangi angka Kecalakan Lalu Lintas. Katanya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jialyka Maharani, menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

Dutasumsel.com.JAKARTA - Jialyka Maharani, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan hari ini (1/10) akan menjadi salah satu pemimpin sidang paripurna MPR dan sidang pemilihan Ketua DPD RI.
Jie, sapaan akrab Jialyka Maharani, akan menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

“InsyaAllah saya akan memimpin sidang paripurna DPD RI bersama bapak Sabam Sirait, mohon doa dan dukungannya,” pinta Jialyka.

Menjadi pemimpin sidang memang bukan perkara mudah, namun menurut Jie ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan putri daerah mewakili provinsi Sumatera Selatan, sekaligus membawa angin segar bagi kaum muda nasional /milenial yang peduli akan perubahan bagi kemajuan Indonesia.

“Sebenarnya, jika ditanya tentang persiapan, jauh sebelum sampai di titik ini saya sudah melakukan berbagai persiapan. Sebelum memutuskan maju untuk menjadi calon anggota DPD, saya telah mempersiapkan diri, belajar dan memahami mengenai tugas, fungsi dan wewenang DPD, menganalisis permasalahan apa yang terjadi di daerah dan langkah apa yang akan saya lakukan kelak. Alhamdulillah, Allah SWT merestui langkah saya, dan saya terpilih menjadi anggota DPD RI termuda dan diberi amanah untuk menjadi pimpinan sementara di DPD,” jelas putri sulung pasangan HM Ilyas Panji Alam dan Meli Mustika tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan Tatib sidang MPR, pimpinan sidang akan dipimpin oleh anggota DPD Tertua dan Termuda. Begitu juga sidang menentukan pimpinan DPD RI definitif yang akan dipimpin Jialyka.

Adapun jumlah anggota dewan yang akan melaksanakan pengucapan sumpah/janji berjumlah 711 orang, dengan rincian 575 anggota DPR/MPR dan 136 orang anggota DPD.

Pewarta : Tim DS

Upacara Kesaktian Pancasila Di Pusatkan Di SMAN 4 Unggulan Lahat

Dutasumsel.com. LAHAT, -- Keganasan Gerakan G/30/S/PKI pada tanggal 30 September 1965 begitu membabi buta hingga menewaskan 7 Pahlawan Revolusi, maka ditetapkan 1 Oktiber 1965 sebagai hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang arwah yang telah gugur mempertahankan Kesaktian Pancasila di Bumi Pertiwi. Kecamatan Lahat Selatan dipusatkan di SMAN 4 Unggulan Lahat pada Selasa pagi mengadakan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019.
Lantunan lagu Indonesia Raya membahana terdengar syahdu mengawali peringatan tersebut, bertindak selaku Irup Budi Utama S,I.P.  Selaku Camat Lahat Selatan, upacara ini merupakan gabungan seluruh elemen yang ada di Kecamatan Lahat Selatan baik ASN, Kades maupun pelajar. Upacara berlangsung khidmat dan tertib.

Sementara itu Baslini Mpd Kepala SMAN 4 Unggulan  Lahat  berpesan kepada generasi muda peringatan Kesaktian  Pancasila ini  mengingatkan kembali kekejaman  paham komunisme, tatamkankan jiwa patriotsme,  Nasionalisme pemahamanya dilakukan pembinaan yang positif.
Peringatan hari Kesaktian Pancasila  yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Oktober yang bertujuan mengingatkan kembali keganasan Komunis PKI.
Kecamatan Lahat pada pagi ini menggelar upacara hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2019 bertindak sebagai Inspektur Upacara Zubhan Awali S, S.T.P. M.M dengan para peserta ASN Kecamatan, para Kades, para Lurah yang ada di Kecamatan Lahat.


Diiringi lagu Indonesia Raya sebagai pembuka, upacara berlangsung khidmat dan tertib hingga upacara berakhir. Kepada Awak Media Camat Lahat mengatakan " bersyukurlah kita masih diberinya kesehatan, tanamkan jiwa nasionalisme, mari kita isi dengan hal- hal positif.


Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

POLRES Banyuasin Pecat Anggota Yang Meninggalkan Tugasnya Tanpa Alasan Yang Jelas

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Polres Banyuasin memberikan Penghargaan personil Polres Banyuasin dalam ungkap kasus Karhutla dan Pemberhentian tidak hormat kepada personil tidak disiplin.

Polres Banyuasin melakukan Kegiatan Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan juga pemberian penghargaan kepada personil yang berpretasi yang di pimpin langsung Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Sianipar, S.Ik, berlokasi di halaman Lapangan Halaman Mapolres Banyuasin, Senin (30/09/2019).

Turut Hadir dalam Kegiatan Tersebut Kapolres Banyuasin, Danny Sianipar. S,Ik
Waka Polres Banyuasin, Kompol, M.Hadi Wijaya, ST, Penjabat Utama Polres Banyuasin, Para jajaran Perwira, Poltrd Banyuasin dan Seluruh Personil serta ASN Polres Banyuasin.

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PHTD) dari 4 (Empat) Persoanil Polres Banyuasin, Brbda, Aji Wibowo, Brighasir, Erwin Sapriadi, Briptu, Pazlandan dan Brigadir, Epiadi. Yang di laksanakan secara Apsensia dari 4 (Empat) personil yang di PTDH.

Tersebut telah melanggar Pasal 14 Ayat 1 Huruf (A) PP No 1 Tahun 2011 yaitu meninggalkan tugasnya secara tidak selebih dari 30 hari berturut-turut kita kenal Dengan di sesi, Sedangkan penerimaan penghargaan dengan personilnya yang berpretasi ada 9 (Sembilan) personil yang berprestasi.

Personial yang berhasil mengungkap kasus Karhutla Wilayah Hukum Polres Banyuasin, IPDA, Fahrizal, SH, Kanit Reskrim Polsek Rambutan, AIBDA, Hendra Saputra, SH, Ps Kanitbimas Polsek Rambutan, Bribka, Zahrudin, S,Ip, Polsek Rambutan, Bripka, Kristantolatel binyata, Polsek Tanjung Lago, Brigadir, Andistiawan, Polsek Marakarti Jaya, Brigadir, Aceng Zainal Arifin, Polsek Talang Kepala, Irawanto, S, Ik dan Pemberian Penghargaan Langsung Oleh Kapolres Banyuasin berupa Piagam Kepada 9 Personil yang berpretasi dalam ungkap Kasus Karahutla di wilayah kabupaten Banyuasin.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

MELESTARIKAN MAHAKARYA BATIK INDONESIA

Sebagaimana kita ketahui bersama sejak ditetapkannya 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sampai dengan saat ini 2 Oktober 2019 telah 10 tahun kita memperingatinya. Hal tersebut merujuk pada sejarah penetapan batik menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda yang diselenggarakan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah di Abu Dhabi. Pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan himbauan Nomor 110505/A.A6.2/TU/2019 tentang Peringatan Hari Batik Tahun 2019. Tak terkecuali sekolah/madrasah di seluruh Indonesia dihimbau untuk mengenakan pakaian batik, menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan batik, seperti pameran, peragaan busana, lomba membatik teknik canting, sampai menghias gedung instansi bernuansa batik selama lima hari terhitung dari tanggal 30 September s.d. 5 Oktober 2019. Tentu himbauan ini bertujuan mengingatkan sekaligus ajakan melestarikan batik sebagai kekayaan dan warisan budaya Indonesia. 

Mengenal Sejarah Batik Indonesia
Batik merupakan kebudayaan khas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama dari kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Secara historis dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan masa kerajaan Mataram, kemudian dilanjutkan masa kerajaan Solo dan Yogyakarta yang hanya ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik didominasi oleh bentuk binatang dan tanaman. Dalam perkembangannya batik mengalami penyempurnaan dari corak binatang dan tanaman beralih motif abstrak menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Sejarah batik yang tepat tidak dapat dipastikan tetapi artifak batik berusia lebih 2000 tahun pernah ditemukan. Namun demikian, dari manapun asalnya hasil seni ini telah menjadi warisan kebudayaan dunia. Jenis corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-­masing daerah yang beragam. Khas budaya bangsa Indonesia yang kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Dalam sumber lain disebutkan pemakaian batik sebagai busana tradisional mempunyai sejarah yang lama mulai dari zaman awal Tamadun Melayu. Dipakai oleh semua golongan, dari raja ke bangsawan sampai rakyat jelata, batik menzahirkan dirinya sebagai seni asli yang praktikal dan popular. Dalam tradisi penulisan kain cindai misalnya disebut dalam banyak hikayat-hikayat silam. Batik menjadi hadiah perpisahan dan perlambangan cinta dalam hikayat Malim Demam dan dijadikan sebagai tanda penganugerahan derajat dalam Hikayat Hang Tuah, dan masih banyak cerita lainnya.

Sselanjutnya, kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri, sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbu-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri dari pohon mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Kini batik menjadi pakaian tradisional bahkan kebanggaan mahakarya bangsa Indonesia.

Melestarikan 34 Mahakarya Batik Indonesia
Pada mulanya membatik merupakan tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Hingga saat ini beberapa motif batik tradisonal hanya dipakai keluarga keraton Yogyakarta atau keraton Surakarta. Namun kini membatik menjadi pekerjaan sebagian warga di manapun berada, bukan lagi terpusat di Jawa, termasuk di kota pempek Palembang Sumatera Selatan. Membatik menjadi salah satu cara pembuatan bahan-bahan kain. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal, yakni pertama teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno berguna untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain yang dikenal dengan wax-resist dyeing. Kedua kain atau busana adalah bahan-bahan yang dibuat dengan teknik tertentu, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian budaya Indonesia, khususnya Jawa dari sejak lama sampai zaman revolusi industri 4.0.

Perempuan Jawa di masa lalu menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, berbagai batik jenis baru muncul, dikenal sebagai Batik Cap dan Batik Cetak. Mata pencaharian yang kemudian memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang tersebut. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak Mega Mendung dari Cirebon. Beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik sudah lazim dilakukan oleh kaum lelaki. Sementara motif batik tradisional lainnya yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam yang disebut Batik Tulis.

Hingga saat ini lebih dari 34 motif batik yang ada di Indonesia. Paling tidak setiap provinsi memiliki motif batik tersendiri, sebut saja provinsi Sumatera Selatan dengan Batik Palembang. Batik ini memiliki keunggulan yang tak kalah menarik dari batik lain di Indonesia. Batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yaitu tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang adalah motif bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh. Untuk pewarnaan menggunakan warna cerah khas Melayu, seperti merah, kuning dan hijau terang bahkan keemasan (bersumber www.jatikom.com).
Ternyata bangsa yang dihargai adalah bangsa yang memelihara budayanya, bukan sebagai yang menciptakan pertama kalinya. Akhirnya dunia pun mengakui bahwa batik merupakan mahakarya Indonesia sebagai warisan budaya tak bendawiPengakuan UNESCO itu diberikan karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu diberikan karena pemerintah dan rakyat Indonesia yang dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya secara turun-menurun, seperti “wajib” pakaian batik mulai instansi pemerintahan sampai tingkat sekolah, acara kenegaraan atau resmi, sampai pernikahan menggunakan seragam batik. Hal ini sebagai bentuk apresiasi, kebanggaan, dan uapaya pelestarian kita bersama terhadap mahakarya batik Indonesia. Mari kita membiasakan memakai batik daerah dan nasional.

Artikel ini  Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.Pendidik di SMP Negeri 1 Indralaya Utara
Redaksi.www.dutasumsel.com