NEWS

Slider

Kasubag MTsN 1 Lahat Irup Hari Kesaktian Pancasila.

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Peringatan hari Kesaktian Pancasila  yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Oktober yang bertujuan mengingatkan kembali keganasan Komunis PKI dan berkat kegigihan TNI menumpas antek- antek pemberontak dari  Bumi Pertiwi

MTsN 1 Lahat pada pagi ini menggelar upacara hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2019 bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasubag Endi Aksi SAg,
Diiringi lagu Indonesia Raya sebagai pembuka, upacara berlangsung khidmat dan tertib hingga upacara berakhir. Neliana SAg. M,M. Selaku kepala sekolah berpesan kepada generasi muda khusnya pelajar MTsN 1 Lahat untuk selalu menghayati dan berpedoman kepada Pancasila, berjiwa Nasionalisme, Patriotme ditanamkan sejak dini. Jauhi Narkoba serta hal yang dilarang agama, orang tua.

Pewarta:   Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Lurah Kota Baru Melantk Dan Mengukuhkan RT Dan RW

Dutasumsel.com.LAHAT, - Masa jabatan ketua RT dan RW pada tahun  2016- 2019 di Kelurahan Kota Baru,  setelah melalui proses maka Ullimudin SE selaku Lurah Kota Baru memberhentikan yang lama dan melantik yang baru.

Kepada Awak Media ketika disambangi di ruang kerjanya pada Selasa (1/10) beliau membenarkan, " sesuai keputusan bersama maka dikeluarkan Surat Keputusan baru melantik dan mengkukuhkan ke 2 Ketua RW dan 9 Ketua RT pada tanggal 24 September lalu.

Adapun yang dilantik  Rudi Eduar SH.  Ketua RW 01, Frenedi SH ketua RW 02, Subendi BA Ketua RW 03, Sarmili ketua RT 01, Mulyady ketua RT 02, Hanuddin RT 03, Awaludin Ketua RT04, Isnawati Ketua RT 05, Edi Arwansyah SH ketua RT 06, Herlena ketua RT 07, Marhawi Ketua RT 08, Agus wahyudi Ketia RT 09, Hartawan Ketua RT 10, Junaidi Ketua RT 11 masa jabatan 2019- 2022.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Aliansi Mahasiswa Muba, Gelar Aksi Damai di Depan Kantor DPRD Menolak Revisi RUUKUHP dan RUU KPK

Dutasumsel.com.MUBA - Tolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Musi Banyuasin turun kejalanan dan menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (01/10/2019).
Dalam pantauan awak media, Sekitar pukul 9.00 wib ratusan mahasiswa tersebut berjalan kurang lebih 1 Km mulai dari masjid Jami' An Nur Sekayu dan berhenti di depan kantor DPRD Muba, sembari membawa berbagai macam karton yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah.

Dalam orasinya, menurut salah satu koordinator aksi tersebut mengatakan aksi tersebut di gelar lantaran menolak keras revisi RKUHP.

"Kami mahasiswa Kabupaten Musi Banyuasin sepakat menuntut dan menyikapi Revisi Undang-Undang KUHP dan revisi Undang-Undang KPK yang menjadi kontroversi sehingga banyaknya penolakan dari masyarakat atas tidak sesuainya kebijakan DPR RI, maka dari itu kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Kabupaten Musi Banyuasin menyatakan Tolak RKUHP, Tolak RUU KPK, Tuntaskan janji-janji DPRD Muba, dan perbaiki sarana pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin. Jika tuntutan tidak di penuhi maka kami mahasiswa bersumpah akan turun kembali," Ujarnya dengan suara lantang.

Sementara itu Orasi yang dilaksanakan oleh Ratusan Mahasiswa tersebut diterima oleh beberapa Anggota DPRD Periode 2019-2024, Iwan Aldes,S.Sos.MSi Ketua Fraksi PKS, Dedi Zulkarnain, Alpian, Endi Susanto dan M. Senen.

Dalam hal itu Iwan Aldes, S.Sos. MSi mewakili Ketua DPRD Muba menyampaikan, "Kami Menampung semua aspirasi dan akan di sampaikan kepada Pimpinan DPRD Muba, Kami juga Memberikan Apresiasi yang tinggi kepada Mahasiswa atas unjuk rasa damai dan tertib serta aman dan nyaman, "Ujar Iwan Aldes kepada Media.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengguna jalan kelukan lampu rambu-rambu lalu lintas

Dutasumsel.com. BANYUASIN,-- Lampu Rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan tak berfungsi dan bisa mebahayakan Penguna Jalan yang melintas pada saat malam, Kondisi Lampu Rambu-Rambu  jalan tidak terawat dan Tidak ada perhatian dari dinas terkait.

Sejumlah pengguna jalan menyayangkan tak berfungsinya lampu rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

"Ngapain dipasang lampu rambu-rambu Jalan yah kalau enggak difungsikan. Karna kalau malam di sini sangat Gelap dan bisa rawan kecalakan Lalu Lintas," ujar Samsul penguna Jalan yang melintas kepada  wartawan, Selasa (01/10/2019).

Menurut Samsul, jika lampu rambu-rambu Jalan tersebut berfungsi, maka akan sangat berguna bagi pengendara jalan yang melintas pada malam hari agar bisa mengurangi angka Kecalakan Lalu Lintas. Katanya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jialyka Maharani, menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

Dutasumsel.com.JAKARTA - Jialyka Maharani, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan hari ini (1/10) akan menjadi salah satu pemimpin sidang paripurna MPR dan sidang pemilihan Ketua DPD RI.
Jie, sapaan akrab Jialyka Maharani, akan menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

“InsyaAllah saya akan memimpin sidang paripurna DPD RI bersama bapak Sabam Sirait, mohon doa dan dukungannya,” pinta Jialyka.

Menjadi pemimpin sidang memang bukan perkara mudah, namun menurut Jie ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan putri daerah mewakili provinsi Sumatera Selatan, sekaligus membawa angin segar bagi kaum muda nasional /milenial yang peduli akan perubahan bagi kemajuan Indonesia.

“Sebenarnya, jika ditanya tentang persiapan, jauh sebelum sampai di titik ini saya sudah melakukan berbagai persiapan. Sebelum memutuskan maju untuk menjadi calon anggota DPD, saya telah mempersiapkan diri, belajar dan memahami mengenai tugas, fungsi dan wewenang DPD, menganalisis permasalahan apa yang terjadi di daerah dan langkah apa yang akan saya lakukan kelak. Alhamdulillah, Allah SWT merestui langkah saya, dan saya terpilih menjadi anggota DPD RI termuda dan diberi amanah untuk menjadi pimpinan sementara di DPD,” jelas putri sulung pasangan HM Ilyas Panji Alam dan Meli Mustika tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan Tatib sidang MPR, pimpinan sidang akan dipimpin oleh anggota DPD Tertua dan Termuda. Begitu juga sidang menentukan pimpinan DPD RI definitif yang akan dipimpin Jialyka.

Adapun jumlah anggota dewan yang akan melaksanakan pengucapan sumpah/janji berjumlah 711 orang, dengan rincian 575 anggota DPR/MPR dan 136 orang anggota DPD.

Pewarta : Tim DS

Upacara Kesaktian Pancasila Di Pusatkan Di SMAN 4 Unggulan Lahat

Dutasumsel.com. LAHAT, -- Keganasan Gerakan G/30/S/PKI pada tanggal 30 September 1965 begitu membabi buta hingga menewaskan 7 Pahlawan Revolusi, maka ditetapkan 1 Oktiber 1965 sebagai hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang arwah yang telah gugur mempertahankan Kesaktian Pancasila di Bumi Pertiwi. Kecamatan Lahat Selatan dipusatkan di SMAN 4 Unggulan Lahat pada Selasa pagi mengadakan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019.
Lantunan lagu Indonesia Raya membahana terdengar syahdu mengawali peringatan tersebut, bertindak selaku Irup Budi Utama S,I.P.  Selaku Camat Lahat Selatan, upacara ini merupakan gabungan seluruh elemen yang ada di Kecamatan Lahat Selatan baik ASN, Kades maupun pelajar. Upacara berlangsung khidmat dan tertib.

Sementara itu Baslini Mpd Kepala SMAN 4 Unggulan  Lahat  berpesan kepada generasi muda peringatan Kesaktian  Pancasila ini  mengingatkan kembali kekejaman  paham komunisme, tatamkankan jiwa patriotsme,  Nasionalisme pemahamanya dilakukan pembinaan yang positif.
Peringatan hari Kesaktian Pancasila  yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Oktober yang bertujuan mengingatkan kembali keganasan Komunis PKI.
Kecamatan Lahat pada pagi ini menggelar upacara hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2019 bertindak sebagai Inspektur Upacara Zubhan Awali S, S.T.P. M.M dengan para peserta ASN Kecamatan, para Kades, para Lurah yang ada di Kecamatan Lahat.


Diiringi lagu Indonesia Raya sebagai pembuka, upacara berlangsung khidmat dan tertib hingga upacara berakhir. Kepada Awak Media Camat Lahat mengatakan " bersyukurlah kita masih diberinya kesehatan, tanamkan jiwa nasionalisme, mari kita isi dengan hal- hal positif.


Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

POLRES Banyuasin Pecat Anggota Yang Meninggalkan Tugasnya Tanpa Alasan Yang Jelas

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Polres Banyuasin memberikan Penghargaan personil Polres Banyuasin dalam ungkap kasus Karhutla dan Pemberhentian tidak hormat kepada personil tidak disiplin.

Polres Banyuasin melakukan Kegiatan Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan juga pemberian penghargaan kepada personil yang berpretasi yang di pimpin langsung Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Sianipar, S.Ik, berlokasi di halaman Lapangan Halaman Mapolres Banyuasin, Senin (30/09/2019).

Turut Hadir dalam Kegiatan Tersebut Kapolres Banyuasin, Danny Sianipar. S,Ik
Waka Polres Banyuasin, Kompol, M.Hadi Wijaya, ST, Penjabat Utama Polres Banyuasin, Para jajaran Perwira, Poltrd Banyuasin dan Seluruh Personil serta ASN Polres Banyuasin.

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PHTD) dari 4 (Empat) Persoanil Polres Banyuasin, Brbda, Aji Wibowo, Brighasir, Erwin Sapriadi, Briptu, Pazlandan dan Brigadir, Epiadi. Yang di laksanakan secara Apsensia dari 4 (Empat) personil yang di PTDH.

Tersebut telah melanggar Pasal 14 Ayat 1 Huruf (A) PP No 1 Tahun 2011 yaitu meninggalkan tugasnya secara tidak selebih dari 30 hari berturut-turut kita kenal Dengan di sesi, Sedangkan penerimaan penghargaan dengan personilnya yang berpretasi ada 9 (Sembilan) personil yang berprestasi.

Personial yang berhasil mengungkap kasus Karhutla Wilayah Hukum Polres Banyuasin, IPDA, Fahrizal, SH, Kanit Reskrim Polsek Rambutan, AIBDA, Hendra Saputra, SH, Ps Kanitbimas Polsek Rambutan, Bribka, Zahrudin, S,Ip, Polsek Rambutan, Bripka, Kristantolatel binyata, Polsek Tanjung Lago, Brigadir, Andistiawan, Polsek Marakarti Jaya, Brigadir, Aceng Zainal Arifin, Polsek Talang Kepala, Irawanto, S, Ik dan Pemberian Penghargaan Langsung Oleh Kapolres Banyuasin berupa Piagam Kepada 9 Personil yang berpretasi dalam ungkap Kasus Karahutla di wilayah kabupaten Banyuasin.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

MELESTARIKAN MAHAKARYA BATIK INDONESIA

Sebagaimana kita ketahui bersama sejak ditetapkannya 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sampai dengan saat ini 2 Oktober 2019 telah 10 tahun kita memperingatinya. Hal tersebut merujuk pada sejarah penetapan batik menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda yang diselenggarakan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah di Abu Dhabi. Pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan himbauan Nomor 110505/A.A6.2/TU/2019 tentang Peringatan Hari Batik Tahun 2019. Tak terkecuali sekolah/madrasah di seluruh Indonesia dihimbau untuk mengenakan pakaian batik, menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan batik, seperti pameran, peragaan busana, lomba membatik teknik canting, sampai menghias gedung instansi bernuansa batik selama lima hari terhitung dari tanggal 30 September s.d. 5 Oktober 2019. Tentu himbauan ini bertujuan mengingatkan sekaligus ajakan melestarikan batik sebagai kekayaan dan warisan budaya Indonesia. 

Mengenal Sejarah Batik Indonesia
Batik merupakan kebudayaan khas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama dari kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Secara historis dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan masa kerajaan Mataram, kemudian dilanjutkan masa kerajaan Solo dan Yogyakarta yang hanya ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik didominasi oleh bentuk binatang dan tanaman. Dalam perkembangannya batik mengalami penyempurnaan dari corak binatang dan tanaman beralih motif abstrak menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Sejarah batik yang tepat tidak dapat dipastikan tetapi artifak batik berusia lebih 2000 tahun pernah ditemukan. Namun demikian, dari manapun asalnya hasil seni ini telah menjadi warisan kebudayaan dunia. Jenis corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-­masing daerah yang beragam. Khas budaya bangsa Indonesia yang kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Dalam sumber lain disebutkan pemakaian batik sebagai busana tradisional mempunyai sejarah yang lama mulai dari zaman awal Tamadun Melayu. Dipakai oleh semua golongan, dari raja ke bangsawan sampai rakyat jelata, batik menzahirkan dirinya sebagai seni asli yang praktikal dan popular. Dalam tradisi penulisan kain cindai misalnya disebut dalam banyak hikayat-hikayat silam. Batik menjadi hadiah perpisahan dan perlambangan cinta dalam hikayat Malim Demam dan dijadikan sebagai tanda penganugerahan derajat dalam Hikayat Hang Tuah, dan masih banyak cerita lainnya.

Sselanjutnya, kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri, sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbu-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri dari pohon mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Kini batik menjadi pakaian tradisional bahkan kebanggaan mahakarya bangsa Indonesia.

Melestarikan 34 Mahakarya Batik Indonesia
Pada mulanya membatik merupakan tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Hingga saat ini beberapa motif batik tradisonal hanya dipakai keluarga keraton Yogyakarta atau keraton Surakarta. Namun kini membatik menjadi pekerjaan sebagian warga di manapun berada, bukan lagi terpusat di Jawa, termasuk di kota pempek Palembang Sumatera Selatan. Membatik menjadi salah satu cara pembuatan bahan-bahan kain. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal, yakni pertama teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno berguna untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain yang dikenal dengan wax-resist dyeing. Kedua kain atau busana adalah bahan-bahan yang dibuat dengan teknik tertentu, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian budaya Indonesia, khususnya Jawa dari sejak lama sampai zaman revolusi industri 4.0.

Perempuan Jawa di masa lalu menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, berbagai batik jenis baru muncul, dikenal sebagai Batik Cap dan Batik Cetak. Mata pencaharian yang kemudian memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang tersebut. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak Mega Mendung dari Cirebon. Beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik sudah lazim dilakukan oleh kaum lelaki. Sementara motif batik tradisional lainnya yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam yang disebut Batik Tulis.

Hingga saat ini lebih dari 34 motif batik yang ada di Indonesia. Paling tidak setiap provinsi memiliki motif batik tersendiri, sebut saja provinsi Sumatera Selatan dengan Batik Palembang. Batik ini memiliki keunggulan yang tak kalah menarik dari batik lain di Indonesia. Batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yaitu tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang adalah motif bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh. Untuk pewarnaan menggunakan warna cerah khas Melayu, seperti merah, kuning dan hijau terang bahkan keemasan (bersumber www.jatikom.com).
Ternyata bangsa yang dihargai adalah bangsa yang memelihara budayanya, bukan sebagai yang menciptakan pertama kalinya. Akhirnya dunia pun mengakui bahwa batik merupakan mahakarya Indonesia sebagai warisan budaya tak bendawiPengakuan UNESCO itu diberikan karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu diberikan karena pemerintah dan rakyat Indonesia yang dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya secara turun-menurun, seperti “wajib” pakaian batik mulai instansi pemerintahan sampai tingkat sekolah, acara kenegaraan atau resmi, sampai pernikahan menggunakan seragam batik. Hal ini sebagai bentuk apresiasi, kebanggaan, dan uapaya pelestarian kita bersama terhadap mahakarya batik Indonesia. Mari kita membiasakan memakai batik daerah dan nasional.

Artikel ini  Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.Pendidik di SMP Negeri 1 Indralaya Utara
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Para ASN Terjaring Narkoba Di Pecat

Dutasumsel.com.INDRALAYA, – Bupati Ogan Ilir (OI) HM. Ilyas Panji Alam (IPA) perintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OI untuk copot dan mutasikan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti menggunakan narkotika.

Hal ini disampaikan IPA di depan jajarannya pada kegiatan apel rutin, bertempat di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Senin (30/9/2019).

Dikatakan IPA, dirinya merasa sedih masih saja ada yang berani menggunakan barang haram tersebut. Padahal dalam setiap kesempatan ia selalu menghimbau agar jangan ada yang menggunakan barang haram itu.

“Saya sedih masih ada yang bandel, padahal narkoba bisa merusak syaraf otak. Hanya orang bodoh yang menggunakan narkoba,” ucapnya, seperti dilansir dari video yang beredar milik Humas Kabupaten Ogan Ilir.

Masih kata IPA, jangankan ASN yang ada di jajarannya, bupati saja dipecat. Untuk itulah dia memerintahkan agar setiap OPD agar memperhatikan anak buahnya, kemudian kepada BKD, agar segera mencopot nama-nama ASN yang terlibat.

“Segera copot dan mutasikan jauh-jauh dari Kabupaten Ogan Ilir orang yang tak berguna seperti itu,” pungkas dia keras. 

Pewarta : Tim

Dua Bandar Narkoba Asal Palembang Di Bekuk Di Acara Orgen Tunggal Di Desa Ulak Segelung

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmuji SIK,MH melalui Kasat Narkoba dan jajaran berhasil ungkap kasus Narkotika 
Di acara orgen tunggal “Golden Star” di Desa Ulak Segelung Kec. Indralaya Kab. Ogan Ilir.
Dengan para Pelaku yang berhasil tertangkap adalah ibu rumah tangga bernama LAILA Binti HALIMAN/ 35 Thn/  Mengurus Rumah Tangga/ warga Tangga Takat Kel. Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang adalah Bandar Narkoba, Serta temannya yang bernama KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD / 34 Thn / tidak bekerja yang beralamat di Lorong Tangga Takat  Kelurahan Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang juga sebagai Bandar  Narkoba.
Barang Bukti yang berhasil diamankan adalah 10 ½ (sepuluh setengah) butir Pil Ekstasi dengan rincian 6 ½ (Enam setengah) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang di bungkus plastik bening dan 4 (empat) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang dibalut Plastik warna Hijau; dengan berat bruto 4,15 gram dengan harga 3.150.000,- dan 1 (satu) unit Handphone warna merah merk OPPO berikut simcard 3 (0895604331314);
Serta Uang Tunai sebanyak 2.927.000,- (dua juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu rupiah);
Juga 1 (satu) buah pakaian dalam wanita (BH) warna hitam.

Kronologis penangkapan terhadap Bandar,Pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 sekira 00.30 Wib, di Desa Ulak Segelung Kec. Indralaya Kab. Ogan Ilir, pelaku bernama LAILA Binti HALIMAN dan suami pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD ditangkap oleh pihak Kepolisian dari Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir , pada saat pelaku ditangkap di lokasi Orgen Tunggal “Golden Star” pihak kepolisian tidak menemukan Barang Bukti apapun akan tetapi sekira jam 01.10 WIB setelah pelaku LAILA Binti HALIMAN dan suami pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD dibawa ke Polres Ogan Ilir dilakukan penggeledahan badan oleh Anggota Polwan dan berhasil menemukan barang bukti berupa Narkotika Jenis Pil Ekstasi, Barang bukti yang di temukan di diri pelaku yakni berupa 6 ½ (Enam setengah) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang di bungkus plastik bening dan 4 (empat) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang dibalut Plastik warna Hijau,  ditemukan di dalam sebelah bagian kanan pakaian dalam wanita (BH) warna hitam yang mana semua barang bukti tersebut pelaku LAILA Binti HALIMAN akui miliknya. Atas kejadian tersebut pelaku LAILA Binti HALIMAN dan suami Pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD di lakukan Pemeriksan lebih lanjut di Polres Ogan Ilir, Jelas Kasubag Humas polres Ogan Ilir AKP Zainalsyah, Senin 30/9/19.

Pewarta : Tim