NEWS

Slider

Pengguna jalan kelukan lampu rambu-rambu lalu lintas

Dutasumsel.com. BANYUASIN,-- Lampu Rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan tak berfungsi dan bisa mebahayakan Penguna Jalan yang melintas pada saat malam, Kondisi Lampu Rambu-Rambu  jalan tidak terawat dan Tidak ada perhatian dari dinas terkait.

Sejumlah pengguna jalan menyayangkan tak berfungsinya lampu rambu-rambu di Jalan Lingkar Tugu Hutan Larangan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

"Ngapain dipasang lampu rambu-rambu Jalan yah kalau enggak difungsikan. Karna kalau malam di sini sangat Gelap dan bisa rawan kecalakan Lalu Lintas," ujar Samsul penguna Jalan yang melintas kepada  wartawan, Selasa (01/10/2019).

Menurut Samsul, jika lampu rambu-rambu Jalan tersebut berfungsi, maka akan sangat berguna bagi pengendara jalan yang melintas pada malam hari agar bisa mengurangi angka Kecalakan Lalu Lintas. Katanya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Jialyka Maharani, menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

Dutasumsel.com.JAKARTA - Jialyka Maharani, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan hari ini (1/10) akan menjadi salah satu pemimpin sidang paripurna MPR dan sidang pemilihan Ketua DPD RI.
Jie, sapaan akrab Jialyka Maharani, akan menjadi pimpinan DPD RI sementara mendampingi Sabam Sirat Dapil DKI Jakarta, anggota DPD RI tertua hingga dipilihnya pimpinan definitif MPR RI dan DPR RI periode 2019 - 2024.

“InsyaAllah saya akan memimpin sidang paripurna DPD RI bersama bapak Sabam Sirait, mohon doa dan dukungannya,” pinta Jialyka.

Menjadi pemimpin sidang memang bukan perkara mudah, namun menurut Jie ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan putri daerah mewakili provinsi Sumatera Selatan, sekaligus membawa angin segar bagi kaum muda nasional /milenial yang peduli akan perubahan bagi kemajuan Indonesia.

“Sebenarnya, jika ditanya tentang persiapan, jauh sebelum sampai di titik ini saya sudah melakukan berbagai persiapan. Sebelum memutuskan maju untuk menjadi calon anggota DPD, saya telah mempersiapkan diri, belajar dan memahami mengenai tugas, fungsi dan wewenang DPD, menganalisis permasalahan apa yang terjadi di daerah dan langkah apa yang akan saya lakukan kelak. Alhamdulillah, Allah SWT merestui langkah saya, dan saya terpilih menjadi anggota DPD RI termuda dan diberi amanah untuk menjadi pimpinan sementara di DPD,” jelas putri sulung pasangan HM Ilyas Panji Alam dan Meli Mustika tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan Tatib sidang MPR, pimpinan sidang akan dipimpin oleh anggota DPD Tertua dan Termuda. Begitu juga sidang menentukan pimpinan DPD RI definitif yang akan dipimpin Jialyka.

Adapun jumlah anggota dewan yang akan melaksanakan pengucapan sumpah/janji berjumlah 711 orang, dengan rincian 575 anggota DPR/MPR dan 136 orang anggota DPD.

Pewarta : Tim DS

Upacara Kesaktian Pancasila Di Pusatkan Di SMAN 4 Unggulan Lahat

Dutasumsel.com. LAHAT, -- Keganasan Gerakan G/30/S/PKI pada tanggal 30 September 1965 begitu membabi buta hingga menewaskan 7 Pahlawan Revolusi, maka ditetapkan 1 Oktiber 1965 sebagai hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang arwah yang telah gugur mempertahankan Kesaktian Pancasila di Bumi Pertiwi. Kecamatan Lahat Selatan dipusatkan di SMAN 4 Unggulan Lahat pada Selasa pagi mengadakan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019.
Lantunan lagu Indonesia Raya membahana terdengar syahdu mengawali peringatan tersebut, bertindak selaku Irup Budi Utama S,I.P.  Selaku Camat Lahat Selatan, upacara ini merupakan gabungan seluruh elemen yang ada di Kecamatan Lahat Selatan baik ASN, Kades maupun pelajar. Upacara berlangsung khidmat dan tertib.

Sementara itu Baslini Mpd Kepala SMAN 4 Unggulan  Lahat  berpesan kepada generasi muda peringatan Kesaktian  Pancasila ini  mengingatkan kembali kekejaman  paham komunisme, tatamkankan jiwa patriotsme,  Nasionalisme pemahamanya dilakukan pembinaan yang positif.
Peringatan hari Kesaktian Pancasila  yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Oktober yang bertujuan mengingatkan kembali keganasan Komunis PKI.
Kecamatan Lahat pada pagi ini menggelar upacara hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2019 bertindak sebagai Inspektur Upacara Zubhan Awali S, S.T.P. M.M dengan para peserta ASN Kecamatan, para Kades, para Lurah yang ada di Kecamatan Lahat.


Diiringi lagu Indonesia Raya sebagai pembuka, upacara berlangsung khidmat dan tertib hingga upacara berakhir. Kepada Awak Media Camat Lahat mengatakan " bersyukurlah kita masih diberinya kesehatan, tanamkan jiwa nasionalisme, mari kita isi dengan hal- hal positif.


Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

POLRES Banyuasin Pecat Anggota Yang Meninggalkan Tugasnya Tanpa Alasan Yang Jelas

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Polres Banyuasin memberikan Penghargaan personil Polres Banyuasin dalam ungkap kasus Karhutla dan Pemberhentian tidak hormat kepada personil tidak disiplin.

Polres Banyuasin melakukan Kegiatan Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan juga pemberian penghargaan kepada personil yang berpretasi yang di pimpin langsung Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Sianipar, S.Ik, berlokasi di halaman Lapangan Halaman Mapolres Banyuasin, Senin (30/09/2019).

Turut Hadir dalam Kegiatan Tersebut Kapolres Banyuasin, Danny Sianipar. S,Ik
Waka Polres Banyuasin, Kompol, M.Hadi Wijaya, ST, Penjabat Utama Polres Banyuasin, Para jajaran Perwira, Poltrd Banyuasin dan Seluruh Personil serta ASN Polres Banyuasin.

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PHTD) dari 4 (Empat) Persoanil Polres Banyuasin, Brbda, Aji Wibowo, Brighasir, Erwin Sapriadi, Briptu, Pazlandan dan Brigadir, Epiadi. Yang di laksanakan secara Apsensia dari 4 (Empat) personil yang di PTDH.

Tersebut telah melanggar Pasal 14 Ayat 1 Huruf (A) PP No 1 Tahun 2011 yaitu meninggalkan tugasnya secara tidak selebih dari 30 hari berturut-turut kita kenal Dengan di sesi, Sedangkan penerimaan penghargaan dengan personilnya yang berpretasi ada 9 (Sembilan) personil yang berprestasi.

Personial yang berhasil mengungkap kasus Karhutla Wilayah Hukum Polres Banyuasin, IPDA, Fahrizal, SH, Kanit Reskrim Polsek Rambutan, AIBDA, Hendra Saputra, SH, Ps Kanitbimas Polsek Rambutan, Bribka, Zahrudin, S,Ip, Polsek Rambutan, Bripka, Kristantolatel binyata, Polsek Tanjung Lago, Brigadir, Andistiawan, Polsek Marakarti Jaya, Brigadir, Aceng Zainal Arifin, Polsek Talang Kepala, Irawanto, S, Ik dan Pemberian Penghargaan Langsung Oleh Kapolres Banyuasin berupa Piagam Kepada 9 Personil yang berpretasi dalam ungkap Kasus Karahutla di wilayah kabupaten Banyuasin.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

MELESTARIKAN MAHAKARYA BATIK INDONESIA

Sebagaimana kita ketahui bersama sejak ditetapkannya 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sampai dengan saat ini 2 Oktober 2019 telah 10 tahun kita memperingatinya. Hal tersebut merujuk pada sejarah penetapan batik menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda yang diselenggarakan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah di Abu Dhabi. Pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan himbauan Nomor 110505/A.A6.2/TU/2019 tentang Peringatan Hari Batik Tahun 2019. Tak terkecuali sekolah/madrasah di seluruh Indonesia dihimbau untuk mengenakan pakaian batik, menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan batik, seperti pameran, peragaan busana, lomba membatik teknik canting, sampai menghias gedung instansi bernuansa batik selama lima hari terhitung dari tanggal 30 September s.d. 5 Oktober 2019. Tentu himbauan ini bertujuan mengingatkan sekaligus ajakan melestarikan batik sebagai kekayaan dan warisan budaya Indonesia. 

Mengenal Sejarah Batik Indonesia
Batik merupakan kebudayaan khas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama dari kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Secara historis dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan masa kerajaan Mataram, kemudian dilanjutkan masa kerajaan Solo dan Yogyakarta yang hanya ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik didominasi oleh bentuk binatang dan tanaman. Dalam perkembangannya batik mengalami penyempurnaan dari corak binatang dan tanaman beralih motif abstrak menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Sejarah batik yang tepat tidak dapat dipastikan tetapi artifak batik berusia lebih 2000 tahun pernah ditemukan. Namun demikian, dari manapun asalnya hasil seni ini telah menjadi warisan kebudayaan dunia. Jenis corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-­masing daerah yang beragam. Khas budaya bangsa Indonesia yang kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Dalam sumber lain disebutkan pemakaian batik sebagai busana tradisional mempunyai sejarah yang lama mulai dari zaman awal Tamadun Melayu. Dipakai oleh semua golongan, dari raja ke bangsawan sampai rakyat jelata, batik menzahirkan dirinya sebagai seni asli yang praktikal dan popular. Dalam tradisi penulisan kain cindai misalnya disebut dalam banyak hikayat-hikayat silam. Batik menjadi hadiah perpisahan dan perlambangan cinta dalam hikayat Malim Demam dan dijadikan sebagai tanda penganugerahan derajat dalam Hikayat Hang Tuah, dan masih banyak cerita lainnya.

Sselanjutnya, kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri, sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbu-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri dari pohon mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Kini batik menjadi pakaian tradisional bahkan kebanggaan mahakarya bangsa Indonesia.

Melestarikan 34 Mahakarya Batik Indonesia
Pada mulanya membatik merupakan tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Hingga saat ini beberapa motif batik tradisonal hanya dipakai keluarga keraton Yogyakarta atau keraton Surakarta. Namun kini membatik menjadi pekerjaan sebagian warga di manapun berada, bukan lagi terpusat di Jawa, termasuk di kota pempek Palembang Sumatera Selatan. Membatik menjadi salah satu cara pembuatan bahan-bahan kain. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal, yakni pertama teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno berguna untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain yang dikenal dengan wax-resist dyeing. Kedua kain atau busana adalah bahan-bahan yang dibuat dengan teknik tertentu, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian budaya Indonesia, khususnya Jawa dari sejak lama sampai zaman revolusi industri 4.0.

Perempuan Jawa di masa lalu menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, berbagai batik jenis baru muncul, dikenal sebagai Batik Cap dan Batik Cetak. Mata pencaharian yang kemudian memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang tersebut. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak Mega Mendung dari Cirebon. Beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik sudah lazim dilakukan oleh kaum lelaki. Sementara motif batik tradisional lainnya yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam yang disebut Batik Tulis.

Hingga saat ini lebih dari 34 motif batik yang ada di Indonesia. Paling tidak setiap provinsi memiliki motif batik tersendiri, sebut saja provinsi Sumatera Selatan dengan Batik Palembang. Batik ini memiliki keunggulan yang tak kalah menarik dari batik lain di Indonesia. Batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yaitu tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang adalah motif bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh. Untuk pewarnaan menggunakan warna cerah khas Melayu, seperti merah, kuning dan hijau terang bahkan keemasan (bersumber www.jatikom.com).
Ternyata bangsa yang dihargai adalah bangsa yang memelihara budayanya, bukan sebagai yang menciptakan pertama kalinya. Akhirnya dunia pun mengakui bahwa batik merupakan mahakarya Indonesia sebagai warisan budaya tak bendawiPengakuan UNESCO itu diberikan karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu diberikan karena pemerintah dan rakyat Indonesia yang dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya secara turun-menurun, seperti “wajib” pakaian batik mulai instansi pemerintahan sampai tingkat sekolah, acara kenegaraan atau resmi, sampai pernikahan menggunakan seragam batik. Hal ini sebagai bentuk apresiasi, kebanggaan, dan uapaya pelestarian kita bersama terhadap mahakarya batik Indonesia. Mari kita membiasakan memakai batik daerah dan nasional.

Artikel ini  Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.Pendidik di SMP Negeri 1 Indralaya Utara
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Para ASN Terjaring Narkoba Di Pecat

Dutasumsel.com.INDRALAYA, – Bupati Ogan Ilir (OI) HM. Ilyas Panji Alam (IPA) perintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OI untuk copot dan mutasikan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti menggunakan narkotika.

Hal ini disampaikan IPA di depan jajarannya pada kegiatan apel rutin, bertempat di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Senin (30/9/2019).

Dikatakan IPA, dirinya merasa sedih masih saja ada yang berani menggunakan barang haram tersebut. Padahal dalam setiap kesempatan ia selalu menghimbau agar jangan ada yang menggunakan barang haram itu.

“Saya sedih masih ada yang bandel, padahal narkoba bisa merusak syaraf otak. Hanya orang bodoh yang menggunakan narkoba,” ucapnya, seperti dilansir dari video yang beredar milik Humas Kabupaten Ogan Ilir.

Masih kata IPA, jangankan ASN yang ada di jajarannya, bupati saja dipecat. Untuk itulah dia memerintahkan agar setiap OPD agar memperhatikan anak buahnya, kemudian kepada BKD, agar segera mencopot nama-nama ASN yang terlibat.

“Segera copot dan mutasikan jauh-jauh dari Kabupaten Ogan Ilir orang yang tak berguna seperti itu,” pungkas dia keras. 

Pewarta : Tim

Dua Bandar Narkoba Asal Palembang Di Bekuk Di Acara Orgen Tunggal Di Desa Ulak Segelung

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmuji SIK,MH melalui Kasat Narkoba dan jajaran berhasil ungkap kasus Narkotika 
Di acara orgen tunggal “Golden Star” di Desa Ulak Segelung Kec. Indralaya Kab. Ogan Ilir.
Dengan para Pelaku yang berhasil tertangkap adalah ibu rumah tangga bernama LAILA Binti HALIMAN/ 35 Thn/  Mengurus Rumah Tangga/ warga Tangga Takat Kel. Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang adalah Bandar Narkoba, Serta temannya yang bernama KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD / 34 Thn / tidak bekerja yang beralamat di Lorong Tangga Takat  Kelurahan Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang juga sebagai Bandar  Narkoba.
Barang Bukti yang berhasil diamankan adalah 10 ½ (sepuluh setengah) butir Pil Ekstasi dengan rincian 6 ½ (Enam setengah) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang di bungkus plastik bening dan 4 (empat) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang dibalut Plastik warna Hijau; dengan berat bruto 4,15 gram dengan harga 3.150.000,- dan 1 (satu) unit Handphone warna merah merk OPPO berikut simcard 3 (0895604331314);
Serta Uang Tunai sebanyak 2.927.000,- (dua juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu rupiah);
Juga 1 (satu) buah pakaian dalam wanita (BH) warna hitam.

Kronologis penangkapan terhadap Bandar,Pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 sekira 00.30 Wib, di Desa Ulak Segelung Kec. Indralaya Kab. Ogan Ilir, pelaku bernama LAILA Binti HALIMAN dan suami pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD ditangkap oleh pihak Kepolisian dari Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir , pada saat pelaku ditangkap di lokasi Orgen Tunggal “Golden Star” pihak kepolisian tidak menemukan Barang Bukti apapun akan tetapi sekira jam 01.10 WIB setelah pelaku LAILA Binti HALIMAN dan suami pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD dibawa ke Polres Ogan Ilir dilakukan penggeledahan badan oleh Anggota Polwan dan berhasil menemukan barang bukti berupa Narkotika Jenis Pil Ekstasi, Barang bukti yang di temukan di diri pelaku yakni berupa 6 ½ (Enam setengah) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang di bungkus plastik bening dan 4 (empat) butir Pil Ekstasi warna cream bentuk Tablet segi empat panjang logo “GOLD” yang dibalut Plastik warna Hijau,  ditemukan di dalam sebelah bagian kanan pakaian dalam wanita (BH) warna hitam yang mana semua barang bukti tersebut pelaku LAILA Binti HALIMAN akui miliknya. Atas kejadian tersebut pelaku LAILA Binti HALIMAN dan suami Pelaku KA IBRAHIM Bin KH ABDULLAH MUROD di lakukan Pemeriksan lebih lanjut di Polres Ogan Ilir, Jelas Kasubag Humas polres Ogan Ilir AKP Zainalsyah, Senin 30/9/19.

Pewarta : Tim

TATUN Alias Bisu Tak Berkutik Saat Di Tangkap Membawa Narkoba Jenis Exactly

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Imam Tarmuji,SIK,MH Melalui Satres Narkoba berhasil ungkap kasus Narkotika 
Dijalan Permata Hitam Desa Permata Hitam Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Pelaku yang tertangkap tangan bernama M.Tatun Alias Bisu 47 Tahun Pekerjaan wiraswasta yang beralamat di Kompleks Permata Indralaya Blok E 06 RT 001/ 001 Desa Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara, Pelaku tersebut merupakan penyandang Disabilitas Tuna Tunggu.

Pelaku mempunyai barang bukti berupa,
6 (Enam) butir yang diduga Narkotika jenis Pil Extacy berbentuk Minion berwarna hijau didalam plastik klip bening di bungkus dengan Tisu berwarna Putih dengan berat bruto 2.37 Gram seharga Rp.1.500.000 (Satu juta lima ratus ribu rupiah)

Kronologis terjadi penangkapan terhadap pelaku Pada hari Rabu tanggal 25 September 2019 sekira pukul 22.00 WIB telah tertangkap Seorang pelaku yang memiliki, menyimpan dan Menguasai Narkotika jenis Pil EKSTASI. Pada saat ditangkap Pelaku sedang mengendarai sepeda motor milik pelaku di jalan Permata Hitam desa Permata hitam Kec. Indralaya Utara Kab. Ogan Ilir. Setelah dilakukan Pengamanan dan pemeriksaan untuk mencari Barang bukti lalu ditemukanlah Barang bukti yang diduga Narkotika Jenis Pil EKSTASI sebanyak 6 (Enam) butir berbentuk minion berwarna hijau didalam plastik klip bening dibungkus dengan Tisu berwarna putih seharga Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah). Ditanyakan kepada Pelaku melalui Ahli bahwa Pelaku mengakui Barang bukti yang diduga Narkotika jenis Pil Ekstasi tersebut adalah milik dirinya sendiri yang pelaku dapat dari teman Pelaku yang mana pelaku tidak mengetahui namanya. Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, Jelas Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP Zainalsyah.

Pewarta : Tim


Wabug Buka Satrya Cap SMA 1 Indralaya

Dutasumsel.com.INDRALAYA,- Wakil Gubernur Sumsel, Ir. H. Mawardi Yahya membuka Satrya Cup ke- IX di SMAN 1 Indralaya, Ogan Ilir, Senin (30/9/2019).

Dikatakan Mawardi, Pemprov Sumsel bertekad untuk memajukan kualitas pendidikan di Sumsel agar setara dengan provinsi-provinsi lainnya.

"Selain itu, kita juga berusaha agar para lulusan SMA/SMK di Sumsel dapat terserap di bursa kerja, untuk mengurangi angka pengangguran di Sumsel," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mawardi juga berpesan agar para Kepala SMA/SMK di OI untuk tidak segan-segan melaporkan segala kekurangan fasilitas yang ada di sekolah.

"Kepala sekolah jangan segan-segan untuk meminta bantuan terkait fasilitas sekolah. Kalau ada kekurangan silahkan sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan," ujarnya.

Satrya Cup merupakan ajang olahraga tahunan se- Sumsel yang digelar oleh SMAN 1 Indralaya, diikuti berbagai SMA/SMK di Sumsel dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga.

Hadir dalam kesempatan tersebut para Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumsel, Asisten II Setda OI, Kabid SMP Disdikbud OI serta para Kepala SMA/SMK di OI.

Pewarta : Tim

ADD Tahap II Desa Sendawar Diduga Tidak Dibangun


#Terancam Dana Tahap III Tidak Bisa Dicairkan#

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Lantaran diduga tahap II Desa Sendawar Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, tidak dikerjakan menyebabkan terancamnya Desa tersebut tidak bisa dicairkan dana Tahan III Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2019.

"Kalau memang tidak dikerjakan oleh kepala desa (Kades) Desa Sendawar, maka tidak menutup kemungkinan untuk dana Tahap III tidak akan kita cairkan ADD maupun DD," kata Plt Kepala Dinas (Kadis) BPMDesa Benny, melalui Kabid Pemerintahan Desa Else Hartuti SSTP MM, Senin (30/9/2019).

Akan tetapi, dijelaskannya, terlepas dicairkan atau tidak untuk dana tahap III ADD dan DD pihaknya akan melihat terlebih dahulu dan menghitung penggunaan dana Tahap I dan II apabila telah mencapai 75 persen, maka tidak ada halangan sioknum kades untuk mencairkan dana Tahap III.

"Kita lihat dulu penggunaan dana Tahap I dan II. Apabila mencukupi 75 persen maka pencairan dana untuk Tahap III tidak ada kendala. Karena, itu sebagai syarat laporan realisasi Tahap I dan II untuk ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)," tambahnya.

Oleh karena itu, rencananya pihak BPMDesa Kabupaten Lahat, kata Else, akan melakukan pemanggilan terhadap oknum kepala desa Sendawar, Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat tersebut.

"Oknum kades akan kita panggil dan secepatnya dapat hadir dikantor BPMDesa Lahat, guna untuk klarifikasi kebenaran atas isu maupun pemberitaan yang ada. Yang jelas, saat ini, kita belum tahu berapa persen dana Tahap I dan II yang sudah diterapkan kelapangannya," tukas Else.

Tidak itu saja, sambung Else, untuk dokumen APBDesa perubahan, temuan Inspektorat, serta realisasi APBDesa Semester I yang dapat mengamcam tidak dapat dicairkan.
"Karena aitem tersebut, juga merupakan sebagai syarat pencairan dana ADD dan DD untuk Tahap selanjutnya," imbuh Else.

Termasuk, diungkapkan Else, kalau ada sisa dana lebih dari 30 persen di Rek Desa yang ada, juga terancam tidak dapat dicairkan. Laporan realisasi Tahap III dana desa laporan APBDesa semester ke-II untuk anggaran tahun 2020.

"Jadi, pencairan akan tertunda apabila ada sisa dana di Rek Desa lebih dari 30 persen. Hal ini, sebagai laporan realisasi Tahap III dana Desa APBDesa untuk semester ke-II anggaran 2020 mendatang," pungkas Else.

Pewarta : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com