NEWS

Slider

Kapolresbanyuasin.gelar release.kasus.narkoba dan curanmor

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Dutas Kegiatan Press Release polres Banyuasin Berhasil mengungkap kasus 6 kejahatan Besar di Wilayah Banyuasin,
Yaitu antarnya, BBM Ilegal, Karhutla, Perjudian, Curanmor, Narkoba jenis ganja dan peredaran daging babi yang dijual kerumah makan. Langsung di pimpin Koplres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, yang bertempat di depan kantor Polres Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Selasa (24/09/2019).
Menurut Kapolres Danny Sianipar bahwa BBM Ilegal berasal dari Musi Banyuasin dengan 13 orang pelaku yang diangkut 7 truk terjaring di jalan Lintas Timur Palembang Betung KM.42.

Selanjutnya, dalam sepekan yang lalu, 4 pelaku yakni Maulana, Sugianto, M Karta dan Mansur ditangkap polisi lantaran membakar hutan dan lahan di wilayah Banyuasin.

Didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransya Putra, Sik dan Kasatnarkoba Liswan Nurhafis, ia juga ungkap kasus perjudian jenis erek-erek didapati tiga tersangka yang diamankan adalah Kosim, Ruslan dan Doni Adrian di Desa Sri Kecamatan Muara Telang.

Selain itu menangkap 5 pelaku curanmor yakni Hb, AN, AR, OC dan ZR dengan barang bukti 5 unit motor. “Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP diancam 12 tahun penjara,”terang Kapolres.

kasus yang sempat viral dimasyarakat beredar daging babi yang dijual tempat usaha wilayah Pangakalan Balai dan Betung dalam beberapa hari ini, Ternyata dua pelaku yakni D Alias L dan F yang melakukan penipuan menyatakan jual daging rusa diketahui daging babi seberat 24 Kg. Ungkapnya

Seperti diketahui pelaku jual daging babi kepada E. Kemudian E jual daging haram itu ke sejumlah tempat rumah makan. Saat itu, E pesan kembali 40 Kg lalu ketangkap di Kelurahan Pangkalan Balai. Katanya.

Ditambahkan Kasatnarkoba AKP Liswan Nurhafis, pihaknya juga menangkap tersangka kurir narkoba yakni Heru Susanto yang mengantar pesanan dari Agus Santoso di Lapas Kelas 1 Surabaya. Barang bukti berhasil disita 13 kg ganja dijalan Palembang-Jambi tepatnya rumah makan Musi Indah.jelasnya.

“Tersangka Heru Santoso dijerat Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,”pungkasnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Instruksi Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir Agar Anak Didik TK/ SD dan SMP Di Liburkan Sementara Karena Darurat Asap

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Akibat kondisi asap akhir-akhir ini semakin tebal dan pekat yang berakibat buruk bagi kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Ilir (OI) meliburkan peserta didik sekolah. 

Hal itu sesuai surat edaran no 420/1909/SMP/D.Dik-Kab OI/2019 perihal Libur Sekolah Karena Kabut Asap, yang ditanda tangani oleh Kadisdikbud OI, Arianto yang ditembuskan kepada Bupati dan Ketua DPRD OI. 

Dalam surat edaran tersebut diintruksikan kepada seluruh TK, SD, SMP negeri maupun swasta se- OI, yang diliburkan mulai Senin 23 September hingga 30 September 2019.

Selain itu, isinya sekolah agar mengintruksikan kepada siswa/i  supaya tidak bermain di luar rumah. Sementara kepada kepala sekolah,  guru dan staf TU agar bertugas seperti biasa sesuai dengan beban kerja bagi ASN. 

Di lain pihak, libur sepertinya memang dinanti-nantikan oleh siswa, seperti Arya (8) siswa kelas II SDN 17 Tanjung Batu, setelah mengetahui pengumuman dari Disdiibud yang menyatakan libur hingga 30 September 2019, ia sangat senang seperti siswa-siswi lainnya.

Dari pantauan, kabut asap akhir-akhir ini sangat berpengaruh buruk pada kesehatan. Tidak hanya pada usia anak anak, namun orang tuapun ikut merasakan akibatnya, misalnya batuk-batuk, sesak nafas, mata berair dan bersin bersin.  Keadaan demikian bukan tidak mungkin terjadi pada peradangan bagian tenggorokan. 

Seperti yang dirasakan Jati (43) seorang ibu rumah tangga warga Tanjung Batu ini mengaku sudah beberapa hari terakhir ini mengalami gangguan kesehatan,  seperti batuk batuk, mata berair,  bersin bersin,  sakit kepala, bahkan kalau malam hari dada terasa sesak.

"Turunnya hujan hari ini, Selasa (24/9/2019), saya berharap akan mengurangi asap dan kesehatan bisa pulih kembali. Walaupun tidak begitu deras, mudah-mudahan cuaca kembali bersih dan asap menghilang," katanya.

Pewarta : HM. Afriyadi.Lc
Redaksi www.dutasumsel.com

Sosialisasi Penyalahan Narkoba Di MTsN 1 Lahat.

Dutasumsel.com.LAHAT,--Penyalah Pengunaan Narkotika saat ini semakin merajalela, tak perduli itu kaum tua maupun kaum muda seperti jamur yang tumbuh disembarang tempat begitu cepat.

Untuk memerangi bahaya peredaran dan penyalagunaan Narkoba, maka  Polres Lahat dipimpin Bripka Endang Hermanto SH Satbinmas bersama rekan, hari ini mengadakan penyuluhan dan sosialisai bahaya Narkotika.

Bertempat di Musola At- Taqlim MTsN 1 Lahat bersama Kahumas MTsN Heri Spd dan Jakiok SPd di hadiri ratusan siswa dari kelas VII hingga kelas IX tampak antusias. ( 24/9)

Neliana SAg. M,M selaku Kepala Sekolah MTsN 1 Lahat menyambut positif penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba kepada Awak Media  beliau menggatakan " dengan adanya kegiatan ini kami sangat berterima kasih kepada Polres Lahat yang telah memberikan pencerahan terhadap anak didik kami,  terutama dampak atas penyalah gunahan Narkoba. " tandas Kepala Sekolah MTs N 1 Lahat Meliana,S.Ag,MM kepada dutasumsel.com Selasa,24/9/19.

Pewarta : Novita

Sosialisasi Pusat Kegiatan Guru ( Dapodik) Versi 3.5.0 Semester Ganjil Tahun 2019 di Pusat Gugus Tulip


Dutasumsel.com.LAHAT, - Sebanyak 30  guru PAUD mengikuti Sosialisasi Dapodik pada pendidikan usia dini se- Kecamatan Merapi Barat pada Selasa 24/9. Bertempat di SDN 4 Merapi Barat. Menghadirkan Narasumber Kasi Sapras Diknas PDK Lahat Rusganda MPd, Korwil Merapi Barat Sukmawati SPd.

Kegiatan ini diawali laporan ketua pelaksana Yuliana Erwita  SPd mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengases data siswa PAUD ssecara akurat,  Harus ada data yang penting harus riel/ nyata dan memberikan ilmu tentang Dapodik kita lebih memahami, bila ada kendala di Sekolah hendaknya bertanya" ujar ketua pelaksana.

 Sementara itu Kepala Sekolah SD 4 Mahila SPd diwakili  Rahmawati SPd Merapi Barat pada sambutan mengatakan " sebagai tuan rumah, kami telah berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan baik. apa yang disampaikan diterapkan di TK masing- masing"

Sementara itu Kadis Pendidikan diwakili Kabid ? Rusganda MPd segaligus membuka sosialisasi Dapodik menegas
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 20 bahwa PAUD merupakan induk pendidikan usia dini yang membawahi tiga bidang yakni TK berumur 5- 6 tahun , Kelompok bermain 3- 4 tahun  dan penitipan anak 0- 3 tahun, antara TK, Paud  dan Kelompok bermain harus terakreditasi. Guru harus punya karakter, untuk mendapatkan bantuan harus ada Dapodik yang benar dan memenuhi syarat serta murid berjumlah lebih dari 12 sampai   40 orang anak. Bila kurang dari 12 anak mendapat bantuan Bobda.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pemerintah Desa Sukaraja Baru mengsosilisikan Pembuat Pupuk Kompos ke Warga Desa

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Pemerintah desa Sukaraja Baru Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Melakasanakan Sosialisasi pembuatan Pupuk Kompos, yang bertempat di Kontar Desa Sukaraja baru Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Kepala Desa Sukaraja Baru, Hasruledi mengajak masyarakat untuk hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pembuatan dan Penyuluhan Pupuk Kompos Organik, adapun sampah rumah tangga sehari - hari bisa di manfaatkan untuk di jadikan Pupuk organik dapat mengumpulkan daun dan Ranting, katanya.

Dinas pertanian, Susilohadi Mengatakan bawah dalam pembuatan Pupuk Kompos Organik berbahan Pegetasi dan memanfaatkan sisa sampah dalam pembuatan pupuk kompos ini, dari hasil kita membuat pupuk kompos Organik sangat muda dan menguntungkan bagi petani di desa Sukaraja Baru. Katanya

kepada Masyarakat Sukaraja Baru jika di gunakan dengan baik sampah akan menjadi bermanfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari- sehari dalam rumah tangga itu banyak sekali sampah yang bisa di gunakan untuk pembuatan pupuk Organik, bahan juga bisa di ambil dari kotoran hewan dan sisa- sisa  sayuran yang tidak di gunakan. Tegasnya.

Hasruledi kepala desa Sukaraja baru, mengharapkan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga dan sangat menguntungkan bagi masyarakat dan linkungan masyarakat yang bisa di gunakan untuk pertanian dan bercocok tanam bagi masyarakat petani yang berdada di desa Sukaraja Baru. Ungkapnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

JANGAN BIARKAN JOKOWI SENDIRI, HTI TUNGGANGI DEMO, HINDARI MARTIR

Dutasumsel.com.JAKARTA, -- Yang saya tuliskan selama sepekan ini terbukti. Mereka akan terus membuat kisruh. Tak akan berhenti selama 5 tahun. Upaya mendirikan negara khilafah, jika tidak ditindak tegas, maka akan semakin marak. Hukum tentang menindak penyebar ajaran khilafah tidak ada. Setiap ada kesempatan kisruh  mereka akan memanfaatkannya. Bahaya laten khilafah. Maka jangan biarkan Jokowi sendirian.

Akibat Rekonsiliasi Politik Rusak Penegakan Hukum

Rancangan kerusuhan 22-25 Mei 2019 yang gagal total. Bravo Polri/TNI yang sigap dan taktis. Polri berhasil mengendus sampai ke aktor intelektualnya. Namun, sayangnya atas nama rekonsiliasi politik, para perusuh, para begundal, para pembunuh secara sengaja, kelompok khilafah yang akan menjerumuskan adu domba polisi membunuh demonstran, mereka tidak dihukum.

Komjen Polisi  M. Iqbal pun gagal mengumumkan aktor intelektual kerusuhan yang nyaris membuat perang saudara itu. Bahkan para perusuh anarkis pun sampai kini tidak jelas – bahkan mungkin telah dibebaskan. Atas nama rekonsiliasi politik. Maka mereka tidak kapok. Tidak jera.

Tak pelak. Eks Kampret alias Kadal gurun dan Taliban  turun di jalanan. Tujuan mereka jelas untuk menjatuhkan Jokowi. Sahih. Mahasiswa yang bergerak sangat berbahaya karena berpotensi ditunggangi oleh Khilafah, HTI, Ikhwanul Muslimin, dan kaum Monaslimin, koruptor, dan para pengkhianat bangsa.

Saya sore tadi datang. Melihat. Indikasi ditunggangi semakin besar. Bukan hanya di depan gedung DPR/MPR. Dari sekitaran tampak Gedung DPR/MPR, logistik disediakan oleh gerakan Khilafah. Mereka tak segan memaksakan diri masuk, walau harus menggeser barikade beton. Dengan atas nama agama, mereka mengintimidasi Polisi dan TNI. Untung mereka sabar. Dari tampilan cingkrang, jidat hitam, plus jenggot, dan omongan bergaya agamis, mereka adalah confirmed khilafah.

Salah Antisipasi

Gerakan membakar hutan benar terjadi. Inisiasi pembakaran sudah sejak Februari 2019. Sayangnya antisipasi kurang. Ini harus disadari sepenuhnya. Memang di dalam tubuh pemerintahan, entah itu gubernur, bupati, camat, lurah, disinyalir banyak sekali  eks Kampret, kadal gurun, dan Taliban. Tentu mereka akan ogah-ogahan bekerja. Jangankan memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Mendukung kinerja Jokowi pun mereka oposan. Enggan.

Begitu kekeringan maksimal, ditambah kekalahan kontestasi politik, maka kebakaran hutan dan lahan adalah kesalahan Jokowi. Itu yang disebut oleh Kampret.  Juga Fadli Zon. Akibat teriakan Zon, maka para eks Kampret pun selfie dan foto-foto di lahan kebakaran. Senang. Tujuannya mendiskreditkan Jokowi.

Secara sistematis revisi UU KPK dan revisi KUHP dijadikan polemik. Terlepas dari kesalahan akibat tidak ada sosialisasi. Mana pasal yang direvisi. Mana yang tidak. Apa tujuannya.Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gagal berperan menjadi PR Pemerintahan Jokowi-JK. Gagal. Yang lumayan berhasil bidang informatika – jaringan internet. Akibatnya? Pelintiran informasi lebih dominan.

Kondisi ini ditambah lagi bebalnya DPR untuk memaksakan revisi. Bahkan pengesahan revisi KUHP secara serampangan dan tergesa-gesa. Lagi-lagi sembrono. Ini terbukti dari 11 pasal yang sangat Jokowi sudah ingatkan untuk ditunda. DPR tetap tidak  sensitif. Maka demo makin membesar.

Pendukung Jokowi Terpecah

Untuk kali pertama Netizen waras pendukung Jokowi terpecah. Bahkan dalam satu ruangan relawan yang sama. Tentu karena ada kepentingan. Entah apa. Yang jelas, di tengah rancangan menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2019, gerakan untuk tidak melantik Jokowi bergema. Itu bergema di Yogyakarta.

Para mahasiswa itu tak sadar telah dimanfaatkan oleh gerombolan kadal gurun, Taliban, Monalismin, yang mirip dengan ketika KAMI – saya ikut terlibat penggulingan eyang saya Presiden Soeharto di 1998 – ditunggangi oleh Amien Rais. Tak disangka dia adalah wujud provokator. Kadal gurun. Rakyat paham.

Hindari Korban Tewas

Maka menghadapi provokasi demo-demo di depan DPR – dengan selebaran dan ajakan viral melalui media sosial – dibutuhkan martir. Ada yang tewas. Setelah pembunuhan di 22 Mei 2019 gagal total. Kini mereka akan melakukan pola yang sama.

Perlu diwaspadai upaya membuat martir dari pendemo. Satu nyawa saja melayang maka akan dikapitalisasi menjadi isu seperti Mei 1998. Jokowi jadi target.

Polisi dan TNI pasti akan menahan diri menghadapi mahasiswa di DPR. Yang penting adalah Polri dan TNI menjaga gedung DPR dan obyek vital dari gerakan mahasiswa yang sudah disusupi khilafah tersebut.

Oleh sebab itu maka, tak ada jalan lain. Para relawan Jokowi dan pendukung Jokowi. Pencinta demokrasi. Pembela NKRI harus siap-siap bergerak melakukan perlawanan terhadap gerakan khilafah yang menunggangi mahasiswa tersebut.

Sekali lagi. Yang harus dihindari adalah jatuhnya korban. Persis seperti kasus 22 Mei 2019 lalu. Polri dan TNI bertindak taktis. Tanpa peluru tajam. Hingga rancangan membuat kerusuhan menggagalkan pelantikan Jokowi-Amin 20 Oktober 2019 dapat ditekuk.

Penulis: Ninoy N Karundeng
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengerjaan Proyek Jalan Milik Provinsi Terancam Gagal

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Pembagunan proyek jalan milik PU BM Tingkat I Provinsi Sumsel yang selama pengerjaan tidak memasang Papan Merk Proyek, Senin (23/9/2019) distop masyarakat Lahat Tengah Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Proyek yang dipercayakan kepada PT Rotari ini, terpaksa harus dihentikan oleh warga dan RT Kelurahan Lahat Tengah, karena, sangat berdebu dan berpasir sehingga, mengancam bagi pengendara Roda Dua (R2) dan Roda Empat (R4), serta rawan Lakalantas.

Aksi blokkade Jalinsum yang dilakukan warga Lateng tersebut sebagai bentuk protes masyarakat Kelurahan Lahat Tengah dalam pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalimsum yang dinilai warga sangat menganggu aktifitas sehari hari.

"Kami juga tidak mengerti pengerjaan proyek apa bukan. Yang kami tau cuma ada Pengaspalan Jalinsum karena dilokasi pengerjaan tidak dipasang Papan Merk Proyek dari awal pembangunan," ungkap Endik (42) warga Kelurahan Lahat Tengah, Kecamatan Lahat Senin (23/9/2019).

Aksi protes RT dan warga Lateng ini, menurutnya, secara spontan saja, lantaran kesal oleh Pengerjaan Pengaspalan Jalinsum yang berdebu dan berpasir dapat mencelakakan orang pengguna Jalan terutama pengendara.

"Akibat pengerjaan proyek tersebut, sudah ada warga yang mengalami kecelakaan tebalik saat mengendarai speda motor (SPM) disebabkan licinnya dan berdebunya dilokasi pengerjaan," ujarnya, dengan nada kesal.

Bukan hanya pengendara R2 dan R4 saja dibuat rugi dari Proyek Pengaspalan tersebut, katanya, termasuk para pemilik warung Nasi, Mie Ayam, Pedagang Bakso, Masjid Lateng dan seluruh warga Lahat Tengah Kecamatan Lahat.

"Aksi yang digelar RT dan warga Kelurahan Lahat Tengah ini, spontan saja. Karena mengeluhkan debu yang berterbangan dilokasi membuat seluruh pemilik warung harus tutup, akibat pengerjaan proyek tersebut," pungkas Endik.

Aksi spontan yang dilakukan warga Kelurahan Lahat Tengah Kecamatan Lahat ini, membuat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lahat turun kejalan guna mengatur arus lalu lintas. Rombongan Kasat Shabara, anggota Intelkam Polres Lahat, Kapolsekta, Kanit Reskrim Polsekta, dan anggota Polsekta Lahat.

Aksi tersebut, baru berhenti setelah 3 unit mobil Damkar milik Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, dan Anggota Pol PP Pemkab Lahat,  diterjunkan kelokasi guna membersihkan Debu dan Pasir Proyek Pengaspalan yang sejak awal tidak memakai Papan Merk Proyek.

"Penutupan Jalinsum yang dilakukan warga di Kelurahan Lahat Tengah ini, bentuk protes warga terhadap pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalinsum," ungkap Kapolsekta Lahat AKP Andriansyah SH didamping Kanit Reskrim Polsekta IPDA Hamdani SH, Senin (23/9/2019).

Yang jelas, kata Kapolsekta, Anggota Gabungan yang terjun kelokasi guna untuk mengatur lajunya Lalu Lintas agar Jalinsum tidak mengalami kemacetan.

"Intinya, saya dan anggota yang ada akan terus stand-bay di TKP guna memantau arus Lalulintas dan mengantisipasi warga Kelurahan Lahat Tengah melakukan aksi aksi yang tidak diinginkan dan terulang lagi," pesan Ardiansyah secara lantang.

Tidak banyak keinginan warga Kelurahan Lahat Tengah, dijelaskan Ardiansyah, hanya kepada kontraktor dapat membersihkan serta menyiram dengan air supaya tidak berdebu dan dapat mengantisifasi terjadinya Lakalantas.

"Penyiraman dilakukan oleh tiga unit mobil Damkar milik Pemkab Lahat, setelah Jalinsum telah disemprot warga baru membubarkan diri dan Lalulintas di Jalinsum telah normal kembali wargapun langsung membubarkan diri," pungkas Kapolsekta Lahat.

Terpisah, kepala dinas (Kadis) PU BM Kabupaten Lahat, Ir Mirza ST dikonfirmasi melalui Via Telp yang mengangkat istrinya.

"Maaf, dengan siapa ini, pak mirza sakit uda beberapa hari, jadi sekarang sedang istirahat total untuk memulihkan awak," kata istrinya.

Sedangkan, Pemborong atau pihak Dinas PU BM Provinsi Sumsel hendak dikonfirmasi selalu tidak berada ditempat lokasi pengerjaan. Hingga, berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak ketiga.

Pewarta : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati HM.Ilyas Panji Alam Melantik Padilah Sandi Sebagai PAW Kepala Desa Lebong Jangkar

Dutasumsel.com.INDRALAYA, --
Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM melantik  Padilah Sandi sebagai Penganti Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Lebong Jangkar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Senin 23 September 2019 di Desa Lebung Jangkar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.
Hadir dalam pelantikan PAW Kepala Desa Lebung Jangkar antara lain, Kepala OPD Kabupaten Ogan Ilir, Kapolsek Pemulutan AKP.Iksan,SH , Camat Pemulutan Yahya HL.S.Pd, M.Si, Babinsa Lebung Jangkar, Kepala Desa Sekecamatan Pemulutan, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, dan tamu Undangan yang hadir.

Dalam sambutan nya Bupati Ogan Ilir mengatakan, bahwa ogan ilir sudah mencanagkan setiap desa satu diniyah dan sudah berjalan dan Diniyah juga salah satu program di sekolah- sekolah yang ada di kabupaten Ogan Ilir, Ins sya Allah Kabupaten Ogan Ilir menjadi Kabupaten yang benar - benar Kota Santri, dan  Ogan Ilir bisa menjadi contoh untuk kabupaten yang lain di Indobesia.

Dan Program Ngopi OI setiap jumat terus berjalan guna Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir datang dan bisa ngobrol bareng dengan Bupati Ogan Ilir untuk menyampaikan Keluhan dan masukan serta saran dalam pembangunan di Desa dan di Kecamatan serta kabupaten OI.

Pewarta : Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bupati Ilyas Panji Alam, Daftar Cabup di PDI Perjuangan OI

Dutasumsel.com.INDRALAYA, –Bupati Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam  akhirnya resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati OI  melalui PDI Perjuangan. Sang Bupati Incumbent ini  mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati ke kantor DPC PDI Perjuangan OI didampingi Istri yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumsel Hj Meli Mustika, Senin (23/9) sekitar pukul 13.30 WIB.
Rombongan Bupati OI HM Ilyas Panji Alam diterima langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan OI Wahyudi ST serta didampingi sejumlah Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD OI, dan segenap jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan OI.
“ Selaku kader PDI Perjuangan,  Saya juga seperti masyarakat lainnya ingin mencalonkan diri sebagai calon bupati OI dan tentu harus mengikuti semua aturan partai yang telah ditetapkan, dengan mengambil langsung formulir pendaftaran di Kantor DPC PDI Perjuangan OI, “ ujar Bupati OI HM Ilyas Panji Alam yang menjabat juga sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.
Ia berharap dengan mencalonkan diri kembali sebagai Bupati OI untuk maju di Pilkada mendatang kemenangan dapat diraih dengan didukung oleh masyarakat OI dan koalisi partai politik lainnya.
“ Dalam waktu dekat saya akan mengambil formulir Cabup OI juga ke sejumlah Partai Politik lainnya yang telah membuka pendaftaran bakal calon Bupati dengan keinginan saya partai politik lain  juga bisa mendukung pencalonan saya kembali sebagai Bupati OI,” jelasnya.
Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan OI Wahyudi ST mengatakan bahwa selama dibukanya pendaftaran calon bupati dan wakil bupati melalui DPC PDI Perjuangan OI, telah banyak tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang telah mengambil dan mengembalikan berkas formulir pencalonan Cabup maupun Cawabup OI. Terkait penjaringan calon kepala daerah pihaknya akan menunggu siapapun yang berminat mendaftar, hingga penjaringan ditutup pada 11 Oktober mendatang.
" Pada hari yang bersamaan beberapa waktu lalu mantan PLT Bupati OI Yulizar Dinoto dan mantan Ketua DPRD OI Endang PU Ishak  juga telah mengambil langsung berkas formulir pendaftaran Cabup dan Cawabup OI  di DPC PDI Perjuangan OI, dan pada  hari ini Bupati OI HM Ilyas Panji Alam yang merupakan kader PDI Perjuangan, telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati OI, Siapapun akan kami tunggu sampai penutupan. Setelah itu hasilnya akan dilaporkan ke DPD yang akan diteruskan ke DPP, Semua keputusan nantinya akan diambil oleh DPP PDI Perjuangan,” jelas Wahyudi ST yang menjabat juga sebagai Pimpinan DPRD OI.

Pewarta : H2y
Redaksi.www.dutasumsel.com

PMI Jakarta Timur Berikan Dua Kendaraan Kepada PMI Kabupaten Ogan Ilir

Dalam rangka pelaksanaan apel rutin yang diadakan setiap senin pagi, Bupati Kabupaten Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam, SE, SH, MM selaku pimpinan upacara melakukan penyerahan piagam penghargaan kepada  Ardha Munir kepala Bagian Hukum Kabupaten Ogan Ilir, dari Yasona H laoly kementerian Hukum dan Hak  azazi Manusia (Kemenkumham) atas sistem jaringan hukum yang terintegrasi dengan jaringan dokumentasi dan informasi Nasional dan piagam penghargaan  dari Cahyo Kumolo Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta dari Syafrudin Kementerian pendayagunaan aparatur Negar  (Kemenpan) atas kinerja Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Nasional Revolusi Mental kepada Drs Wilson Efendi Msi kepala Kesbangpol Kabupaten Ogan Ilir.


Dilanjutkan Penyerahan 2 unit mobil dari Drs H R Krisdianto Msi ketua PMI Jakarta Timur Kepada Ketua PMI Kabupaten Ogan Ilir Hj.Meli Mustika (23/09/2019) Bertempat di Lapangan Upacara Pemkab OI KPT Tanjung Senai Indralaya.
Bupati Ogan Ilir dalam sambutannya menyampaikan "Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sangat berterimakasih atas bantuan 2 (dua) unit kendaraan mobil ambulance dan tangki air yang diberikan PMI Jakarta Timur  kepada PMI Kabupaten Ogan Ilir. Walaupun kondisinya tidak baru, tapi ini sangat membantu nantinya untuk melayani masyarakat Kabupaten Ogan Ilir dan kami siap menampung jika masih ada lagi kendaraan lainya karna inilah bentuk kesatuan Indonesia", Ujarnya.

Bupati  juga mengapresiasi kepada Bagian Hukum Kabupaten Ogan Ilir dan Kesbangpol Kabupaten Ogan Ilir atas Piagam Penghargaan dari Kemenkumham, Kemendagri, dan Kemenpan semua di berikan karena adanya kemauan dan kinerja yang maksimal dalam melayani masyarakat, saya juga menegaskan kepada seluruh pihak Baik OPD atau ASN Pemkab OI "wajib mensosialisasikan larangan stop membakar Lahan dan Hutan di setiap kegiatan, terutama kegiatan yang berada di Desa/Kelurahan Kabupaten Ogan Ilir sehingga Kebakaran Lahan Dan Hutan dapat di cegah, memang tidak mudah memadamkan kebakaran yang berada di lahan gambut oleh karenanya kita lebih baik mencegah hal tersebut terjadi, dan ini membutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat yang ada. Insya Allah nantinya akan kita gelar Sholat Istisqa bersama sebagai masyarakat yang beragama layak bagi kita meminta permohonan kepada Allah SWT", tutupnya.

Pewarta : Tim