NEWS

Slider

DEMO BINGUNG, PESERTA LINGLUNG Inilah Demo Terbingung Yang Pernah Ada.

Dutasumsel.com.JAKARTA, --  Agenda demo ini begitu banyak. Mulai dari tolak revisi UU KPK, tolak RKUHP, sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sampai Jokowi harus mundur.

Saya termasuk yang setuju bahwa RKUHP harus ditolak, karena pasal-pasalnya enggak banget.

Didalam pasal itu negara seperti kurang kerjaan ngurusin pribadi seseorang sampe sedetil-detilnya sehingga susah bernapas. Dan saya mendukung mahasiswa demo besar-besaran menekan DPR.

Jokowi pun setuju dan menyerukan DPR menunda mensahkan RUU. DPR sepertinya mengalah dan mau tidak mau akan menunda RUU yang buatnya males2an gitu.

Tetapi untuk revisi UU KPK, saya termasuk mendukung. Karena dengan adanya penguatan dalam KPK, maka lembaga ini tidak bisa lagi disetir oleh sekelompok orang dengan agenda politik, bukan agenda pemberantasan korupsi.

Jadi di dalam demo ada kelompok mahasiswa yg mendukung revisi UU KPK tapi menolak RKUHP dan ada yang menolak dua-duanya. Semua oke saja, karena aspirasi harus disampaikan meski memblokir jalan dan merusak pagar, tetap bukan sikap yang benar.

Nah, agenda jadi rancu ketika ada kelompok mahasiswa yang menuntut Jokowi mundur.

Ini apalagi ?? Ternyata ada penumpang gelap dengan agenda Pilpres yang masih belum move on sampai sekarang.

Tuntutan acakadut ini berbaur jadi satu dan semua memakai jaket almamater. Sudah bingung mahasiswa mana menuntut apa dan bagaimana.

Malah saking bingungnya, seorang mahasiswi akhirnya merasa mending jualan saja. Dia pasanglah iklan di punggungnya, "Menerima pengetikan skripsi". Mungkin dia sangat tahu, yang demo ini kebanyakan mahasiswa kurang prestasi dan butuh bantuan untuk kerjakan tugas yang belum selesai.

Demo tambah kacau karena emak-emak pun ikut masuk dalam barisan.

Bukan. Ini bukan emak dari mahasiswa yang demo. Mereka punya agenda sendiri yaitu "Pulangkan Rizieq Shihab !"

Loh, kok malah pulangkan Rizieq ?? Apa hubungannya ma tolak semua RUU itu ?

Ga ada. Pokoknya ada iklan yang dititipkan dari Saudi yang sudah rindu kampung halaman untuk makan soto betawi. Dan mumpung ada yang demo, doi titip pesan, "Ingat daku, ya. Tolong jangan lupakan. Siapa tau mahasiswa itu mau mengerti, kalau disini kontrakan mahal sekali.."

Pesan itu diakhiri dengan emoticon 😭😭

Jadi bayangkan, demo yang berlangsung tadi bisa dibilang demo terbingung. Ada yang mahasiswa beneran, ada SJW yang dulu golput, ada FPI dan HTI, dan ada emak-emak.

Bahkan ada yang gak tahu ini demo apa, wong mereka datang dibayar 35 rebu rupiah. Sampe ditempat demo, mereka cengar cengir dengan wajah lugu tanpa akhir

Bahkan ada bapak tua kepala botak dengan jenggot seperti semak ikutan demo dengan jaket almamater warna kuning seperti jaket UI.

Pas ditanya, "Bapak sudah tua. Hebat masih demo. Dari Universitas apa, pak ?"

"Dari UNB, nak.. "
"Universitas Nusa Bangsa, pak ??"
"Bukan, nak. Universitas Nasi Bungkus. Pokoknya dimana ada demo, disitu saya pasti giat belajar.."

Penulis : Denny Siregar
Redaksi.www.dutasumsel.com

Camat Lahat Lantik Pejabat Strukturan Dan PJS Kades Di Lingkup Kecamatan Lahat.

Dutasumsel.com.LAHAT, --  Zubhan Awali, S.STP., M.Si. Camat Lahat pada Selasa siang (24/9) pukul 14:00  mengangkatan pejabat di lingkungan Kecamatan Lahat. Bertempat di Operation Room Kantor Kecamatan Lahat pada Selasa (24/4) pukul 14:00 wib, hadir pada pelantikan tersebut dihadiri  Danramil Kav Dwi Satriyo, Kepala KUA Lahat Khairul Saleh Alwi. SAg, M.M, para Lurah se- Kecamatan Lahat, serta undangan lainnya.

Camat Lahat mengucapkan terimah kasih kepada pejabat yang lama atas baktinya, kepada Lurah baru semoga amanah, jangan marah mendapat kritik dari masyarakat demi kerja yang baik, amanah yang kita emban mari sama- sama kita kerjakan selalu koordinasi dalam menghadapi pekerjaan. Beliau juga menghimbau kepada Kades,  Lurah gunakan dana Desa dan dana Kelurahan untuk digunakan sebaik mungkin, jangan lupa membayar pajak.

Adapun pejabat Eselon  yang dilantik diantaranya PJS Kades Mekartitama Jon Darmansyah SE, Lurah Gunung Gajah Nur Aprilia SPDI, M.M, Kasi Ekobang Kecamatan Lahat Darhanudin SE dan Kasi Kesos Kecamatan Lahat Azharudin SE.

Pewarta : Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Mahasiswa sudah Menang, Demo tak perlu diperpanjang

Dutasumsel.com.JAKARTA,--  5 tuntutan dari Aliansi Rakyat Bergerak, maka sebenarnya sudah tidak relevan karena beberapa tuntutan kepada DPR dan Presiden sudah dikabulkan. Sehingga, *demo tidak perlu lagi dilanjutkan, kecuali* memang ingin membuat kegaduhan yang rawan menjadi tunggangan penumpang gelap yang menginginkan destabilisasi.

*Tuntutan pertama*, yaitu penundaan pengesahan RUU KUHP. _Crystal Clear_, sudah terlaksana ketika Presiden pada Hari Jum’at (20/9/2019) mengumumkan penundaan pengesahan RUU tsb. Hal ini disambut positif oleh partai-partai koalisi dan bahkan Gerindra juga mendukung. Alasan penundaan adalah merespon permintaan masyarakat luas atas pasal-pasal yang kontroversial.

*Tuntutan kedua* perbaikian UU KPK, hal ini sudah diluar kontrol DPR dan Pemerintah karena sudah disahkan pada tanggal 17/9/2019. Satu-satunya peluang adalah bila mahasiswa meminta pembatalan ke MK. Permintaan untuk Perppu tidak mungkin dilaksanakan mengingat tidak ada alasan darurat. Jadi saat ini *bola justru di tangan mahasiswa sendiri, bukan DPR dan Presiden*.

*Tuntutan ketiga*, berupa penangkapan terhadap pelaku kerusakan alam di bebrapa daerah. Tuntutan ini kurang spesifik, tapi jika yang dimaksud adalah kebakaran hutan maka saat ini penegakkan hukum sedang berjalan. Sudah ratusan pelaku perorangan dan kelompok pembakaran hutan ditangkap (ada yang sudah P21) dan puluhan perusahaan dalam dan luar negeri dibekukan ijin usahanya. Jadi sebaiknya para mahasiswa mengawasi penegak hukum dalam bekerja, bukan justru demo di DPR maupun di tempat yang tidak terkait.

Terhadap tuntutan keempat, terkait UU Ketenagakerjaan ini membingungkan karena DPR saat ini tidak ada bahasan UU tersebut. Tampaknya ada salah paham di kalangan mahasiswa soal isu ketenagakerjaan dan sasaran demo.

*Tuntutan keempat* yang paling masuk akal yaitu yang terkait desakan Pengesahan RUU PKS (Penghapusan Kejahatan Seksual). Pembahasan mandeg, akibat pimpinan panja dan beberapa parpol tidak mengagendakan pembahasan RUU ini meski sudah 3 tahun di Prolegnas. Para penolak RUU ini pebih percaya kepada hoax2 (RUU Pro Sex Bebas, Pro LGBT dan adopsi dari Perancis, ideologi Individualisme Liberal dll) daripada membela korban KS. Dalih yang diajukan pimpinan adalah tidak cukup waktu, sementara panja RUU Siber yang baru masuk minggu lalu sedang kerja keras membahas DIM2nya di minggu ini.

Jadi untuk mendukung pengesahan RUU PKS ini, *demo mahasiswa seharusnya ditujukan ke MUI, FPI, Alila beserta ormas2 Islam lain yang tidak membaca DIM2 di RUU PKS yang disusun Komnas Perempuan untuk melindungi dan memberikan keadilan kepada perempuan dan anak-anak korban kejahatan/kekerasan seksual.*

*Tuntutan kelima*, memajukan demokratisasi dan stop menangkap aktivis. Ini kurang jelas obyeknya tapi seharusnya sasaran juga ke penegak hukum yang bekerja independen dan imparsial. Sebaiknya jika meminta perhatian dan pengawasan Komisi 3 DPR harus membawa data yang spesifik misalnya kasus apa dan di mana sehingga bisa ditindaklanjuti oleh DPR.

Berdasar hal di atas, saya menghimbau kepada para mahasiswa untuk tidak melanjutkan demo, apalagi menduduki Gedung MPR karena tuntutan telah dipenuhi DPR dan Pemerintah, atau bahkan ada yang salah info dan sasaran. Meminta mahasiswa untuk kembali ke peran sejarah sebagai pembawa perubahan ke arah kemajuan bangsa berbakal daya kritis (berbasis data dan fakta) serta sikap yang militan membela kebenaran. Waspada potensi diperalat untuk tujuan politik mencari kekuasaan secara inkonstitusional.


*Jakarta, 24/9/2019*

*Eva Sundari - angg Baleg FPDIP DPR*
*Ketua Kaukus Pancasila.

Kapolresbanyuasin.gelar release.kasus.narkoba dan curanmor

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Dutas Kegiatan Press Release polres Banyuasin Berhasil mengungkap kasus 6 kejahatan Besar di Wilayah Banyuasin,
Yaitu antarnya, BBM Ilegal, Karhutla, Perjudian, Curanmor, Narkoba jenis ganja dan peredaran daging babi yang dijual kerumah makan. Langsung di pimpin Koplres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, yang bertempat di depan kantor Polres Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Selasa (24/09/2019).
Menurut Kapolres Danny Sianipar bahwa BBM Ilegal berasal dari Musi Banyuasin dengan 13 orang pelaku yang diangkut 7 truk terjaring di jalan Lintas Timur Palembang Betung KM.42.

Selanjutnya, dalam sepekan yang lalu, 4 pelaku yakni Maulana, Sugianto, M Karta dan Mansur ditangkap polisi lantaran membakar hutan dan lahan di wilayah Banyuasin.

Didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransya Putra, Sik dan Kasatnarkoba Liswan Nurhafis, ia juga ungkap kasus perjudian jenis erek-erek didapati tiga tersangka yang diamankan adalah Kosim, Ruslan dan Doni Adrian di Desa Sri Kecamatan Muara Telang.

Selain itu menangkap 5 pelaku curanmor yakni Hb, AN, AR, OC dan ZR dengan barang bukti 5 unit motor. “Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP diancam 12 tahun penjara,”terang Kapolres.

kasus yang sempat viral dimasyarakat beredar daging babi yang dijual tempat usaha wilayah Pangakalan Balai dan Betung dalam beberapa hari ini, Ternyata dua pelaku yakni D Alias L dan F yang melakukan penipuan menyatakan jual daging rusa diketahui daging babi seberat 24 Kg. Ungkapnya

Seperti diketahui pelaku jual daging babi kepada E. Kemudian E jual daging haram itu ke sejumlah tempat rumah makan. Saat itu, E pesan kembali 40 Kg lalu ketangkap di Kelurahan Pangkalan Balai. Katanya.

Ditambahkan Kasatnarkoba AKP Liswan Nurhafis, pihaknya juga menangkap tersangka kurir narkoba yakni Heru Susanto yang mengantar pesanan dari Agus Santoso di Lapas Kelas 1 Surabaya. Barang bukti berhasil disita 13 kg ganja dijalan Palembang-Jambi tepatnya rumah makan Musi Indah.jelasnya.

“Tersangka Heru Santoso dijerat Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,”pungkasnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

Instruksi Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir Agar Anak Didik TK/ SD dan SMP Di Liburkan Sementara Karena Darurat Asap

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Akibat kondisi asap akhir-akhir ini semakin tebal dan pekat yang berakibat buruk bagi kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Ilir (OI) meliburkan peserta didik sekolah. 

Hal itu sesuai surat edaran no 420/1909/SMP/D.Dik-Kab OI/2019 perihal Libur Sekolah Karena Kabut Asap, yang ditanda tangani oleh Kadisdikbud OI, Arianto yang ditembuskan kepada Bupati dan Ketua DPRD OI. 

Dalam surat edaran tersebut diintruksikan kepada seluruh TK, SD, SMP negeri maupun swasta se- OI, yang diliburkan mulai Senin 23 September hingga 30 September 2019.

Selain itu, isinya sekolah agar mengintruksikan kepada siswa/i  supaya tidak bermain di luar rumah. Sementara kepada kepala sekolah,  guru dan staf TU agar bertugas seperti biasa sesuai dengan beban kerja bagi ASN. 

Di lain pihak, libur sepertinya memang dinanti-nantikan oleh siswa, seperti Arya (8) siswa kelas II SDN 17 Tanjung Batu, setelah mengetahui pengumuman dari Disdiibud yang menyatakan libur hingga 30 September 2019, ia sangat senang seperti siswa-siswi lainnya.

Dari pantauan, kabut asap akhir-akhir ini sangat berpengaruh buruk pada kesehatan. Tidak hanya pada usia anak anak, namun orang tuapun ikut merasakan akibatnya, misalnya batuk-batuk, sesak nafas, mata berair dan bersin bersin.  Keadaan demikian bukan tidak mungkin terjadi pada peradangan bagian tenggorokan. 

Seperti yang dirasakan Jati (43) seorang ibu rumah tangga warga Tanjung Batu ini mengaku sudah beberapa hari terakhir ini mengalami gangguan kesehatan,  seperti batuk batuk, mata berair,  bersin bersin,  sakit kepala, bahkan kalau malam hari dada terasa sesak.

"Turunnya hujan hari ini, Selasa (24/9/2019), saya berharap akan mengurangi asap dan kesehatan bisa pulih kembali. Walaupun tidak begitu deras, mudah-mudahan cuaca kembali bersih dan asap menghilang," katanya.

Pewarta : HM. Afriyadi.Lc
Redaksi www.dutasumsel.com

Sosialisasi Penyalahan Narkoba Di MTsN 1 Lahat.

Dutasumsel.com.LAHAT,--Penyalah Pengunaan Narkotika saat ini semakin merajalela, tak perduli itu kaum tua maupun kaum muda seperti jamur yang tumbuh disembarang tempat begitu cepat.

Untuk memerangi bahaya peredaran dan penyalagunaan Narkoba, maka  Polres Lahat dipimpin Bripka Endang Hermanto SH Satbinmas bersama rekan, hari ini mengadakan penyuluhan dan sosialisai bahaya Narkotika.

Bertempat di Musola At- Taqlim MTsN 1 Lahat bersama Kahumas MTsN Heri Spd dan Jakiok SPd di hadiri ratusan siswa dari kelas VII hingga kelas IX tampak antusias. ( 24/9)

Neliana SAg. M,M selaku Kepala Sekolah MTsN 1 Lahat menyambut positif penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba kepada Awak Media  beliau menggatakan " dengan adanya kegiatan ini kami sangat berterima kasih kepada Polres Lahat yang telah memberikan pencerahan terhadap anak didik kami,  terutama dampak atas penyalah gunahan Narkoba. " tandas Kepala Sekolah MTs N 1 Lahat Meliana,S.Ag,MM kepada dutasumsel.com Selasa,24/9/19.

Pewarta : Novita

Sosialisasi Pusat Kegiatan Guru ( Dapodik) Versi 3.5.0 Semester Ganjil Tahun 2019 di Pusat Gugus Tulip


Dutasumsel.com.LAHAT, - Sebanyak 30  guru PAUD mengikuti Sosialisasi Dapodik pada pendidikan usia dini se- Kecamatan Merapi Barat pada Selasa 24/9. Bertempat di SDN 4 Merapi Barat. Menghadirkan Narasumber Kasi Sapras Diknas PDK Lahat Rusganda MPd, Korwil Merapi Barat Sukmawati SPd.

Kegiatan ini diawali laporan ketua pelaksana Yuliana Erwita  SPd mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengases data siswa PAUD ssecara akurat,  Harus ada data yang penting harus riel/ nyata dan memberikan ilmu tentang Dapodik kita lebih memahami, bila ada kendala di Sekolah hendaknya bertanya" ujar ketua pelaksana.

 Sementara itu Kepala Sekolah SD 4 Mahila SPd diwakili  Rahmawati SPd Merapi Barat pada sambutan mengatakan " sebagai tuan rumah, kami telah berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan baik. apa yang disampaikan diterapkan di TK masing- masing"

Sementara itu Kadis Pendidikan diwakili Kabid ? Rusganda MPd segaligus membuka sosialisasi Dapodik menegas
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 20 bahwa PAUD merupakan induk pendidikan usia dini yang membawahi tiga bidang yakni TK berumur 5- 6 tahun , Kelompok bermain 3- 4 tahun  dan penitipan anak 0- 3 tahun, antara TK, Paud  dan Kelompok bermain harus terakreditasi. Guru harus punya karakter, untuk mendapatkan bantuan harus ada Dapodik yang benar dan memenuhi syarat serta murid berjumlah lebih dari 12 sampai   40 orang anak. Bila kurang dari 12 anak mendapat bantuan Bobda.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pemerintah Desa Sukaraja Baru mengsosilisikan Pembuat Pupuk Kompos ke Warga Desa

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Pemerintah desa Sukaraja Baru Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Melakasanakan Sosialisasi pembuatan Pupuk Kompos, yang bertempat di Kontar Desa Sukaraja baru Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Kepala Desa Sukaraja Baru, Hasruledi mengajak masyarakat untuk hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pembuatan dan Penyuluhan Pupuk Kompos Organik, adapun sampah rumah tangga sehari - hari bisa di manfaatkan untuk di jadikan Pupuk organik dapat mengumpulkan daun dan Ranting, katanya.

Dinas pertanian, Susilohadi Mengatakan bawah dalam pembuatan Pupuk Kompos Organik berbahan Pegetasi dan memanfaatkan sisa sampah dalam pembuatan pupuk kompos ini, dari hasil kita membuat pupuk kompos Organik sangat muda dan menguntungkan bagi petani di desa Sukaraja Baru. Katanya

kepada Masyarakat Sukaraja Baru jika di gunakan dengan baik sampah akan menjadi bermanfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari- sehari dalam rumah tangga itu banyak sekali sampah yang bisa di gunakan untuk pembuatan pupuk Organik, bahan juga bisa di ambil dari kotoran hewan dan sisa- sisa  sayuran yang tidak di gunakan. Tegasnya.

Hasruledi kepala desa Sukaraja baru, mengharapkan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga dan sangat menguntungkan bagi masyarakat dan linkungan masyarakat yang bisa di gunakan untuk pertanian dan bercocok tanam bagi masyarakat petani yang berdada di desa Sukaraja Baru. Ungkapnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

JANGAN BIARKAN JOKOWI SENDIRI, HTI TUNGGANGI DEMO, HINDARI MARTIR

Dutasumsel.com.JAKARTA, -- Yang saya tuliskan selama sepekan ini terbukti. Mereka akan terus membuat kisruh. Tak akan berhenti selama 5 tahun. Upaya mendirikan negara khilafah, jika tidak ditindak tegas, maka akan semakin marak. Hukum tentang menindak penyebar ajaran khilafah tidak ada. Setiap ada kesempatan kisruh  mereka akan memanfaatkannya. Bahaya laten khilafah. Maka jangan biarkan Jokowi sendirian.

Akibat Rekonsiliasi Politik Rusak Penegakan Hukum

Rancangan kerusuhan 22-25 Mei 2019 yang gagal total. Bravo Polri/TNI yang sigap dan taktis. Polri berhasil mengendus sampai ke aktor intelektualnya. Namun, sayangnya atas nama rekonsiliasi politik, para perusuh, para begundal, para pembunuh secara sengaja, kelompok khilafah yang akan menjerumuskan adu domba polisi membunuh demonstran, mereka tidak dihukum.

Komjen Polisi  M. Iqbal pun gagal mengumumkan aktor intelektual kerusuhan yang nyaris membuat perang saudara itu. Bahkan para perusuh anarkis pun sampai kini tidak jelas – bahkan mungkin telah dibebaskan. Atas nama rekonsiliasi politik. Maka mereka tidak kapok. Tidak jera.

Tak pelak. Eks Kampret alias Kadal gurun dan Taliban  turun di jalanan. Tujuan mereka jelas untuk menjatuhkan Jokowi. Sahih. Mahasiswa yang bergerak sangat berbahaya karena berpotensi ditunggangi oleh Khilafah, HTI, Ikhwanul Muslimin, dan kaum Monaslimin, koruptor, dan para pengkhianat bangsa.

Saya sore tadi datang. Melihat. Indikasi ditunggangi semakin besar. Bukan hanya di depan gedung DPR/MPR. Dari sekitaran tampak Gedung DPR/MPR, logistik disediakan oleh gerakan Khilafah. Mereka tak segan memaksakan diri masuk, walau harus menggeser barikade beton. Dengan atas nama agama, mereka mengintimidasi Polisi dan TNI. Untung mereka sabar. Dari tampilan cingkrang, jidat hitam, plus jenggot, dan omongan bergaya agamis, mereka adalah confirmed khilafah.

Salah Antisipasi

Gerakan membakar hutan benar terjadi. Inisiasi pembakaran sudah sejak Februari 2019. Sayangnya antisipasi kurang. Ini harus disadari sepenuhnya. Memang di dalam tubuh pemerintahan, entah itu gubernur, bupati, camat, lurah, disinyalir banyak sekali  eks Kampret, kadal gurun, dan Taliban. Tentu mereka akan ogah-ogahan bekerja. Jangankan memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Mendukung kinerja Jokowi pun mereka oposan. Enggan.

Begitu kekeringan maksimal, ditambah kekalahan kontestasi politik, maka kebakaran hutan dan lahan adalah kesalahan Jokowi. Itu yang disebut oleh Kampret.  Juga Fadli Zon. Akibat teriakan Zon, maka para eks Kampret pun selfie dan foto-foto di lahan kebakaran. Senang. Tujuannya mendiskreditkan Jokowi.

Secara sistematis revisi UU KPK dan revisi KUHP dijadikan polemik. Terlepas dari kesalahan akibat tidak ada sosialisasi. Mana pasal yang direvisi. Mana yang tidak. Apa tujuannya.Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gagal berperan menjadi PR Pemerintahan Jokowi-JK. Gagal. Yang lumayan berhasil bidang informatika – jaringan internet. Akibatnya? Pelintiran informasi lebih dominan.

Kondisi ini ditambah lagi bebalnya DPR untuk memaksakan revisi. Bahkan pengesahan revisi KUHP secara serampangan dan tergesa-gesa. Lagi-lagi sembrono. Ini terbukti dari 11 pasal yang sangat Jokowi sudah ingatkan untuk ditunda. DPR tetap tidak  sensitif. Maka demo makin membesar.

Pendukung Jokowi Terpecah

Untuk kali pertama Netizen waras pendukung Jokowi terpecah. Bahkan dalam satu ruangan relawan yang sama. Tentu karena ada kepentingan. Entah apa. Yang jelas, di tengah rancangan menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2019, gerakan untuk tidak melantik Jokowi bergema. Itu bergema di Yogyakarta.

Para mahasiswa itu tak sadar telah dimanfaatkan oleh gerombolan kadal gurun, Taliban, Monalismin, yang mirip dengan ketika KAMI – saya ikut terlibat penggulingan eyang saya Presiden Soeharto di 1998 – ditunggangi oleh Amien Rais. Tak disangka dia adalah wujud provokator. Kadal gurun. Rakyat paham.

Hindari Korban Tewas

Maka menghadapi provokasi demo-demo di depan DPR – dengan selebaran dan ajakan viral melalui media sosial – dibutuhkan martir. Ada yang tewas. Setelah pembunuhan di 22 Mei 2019 gagal total. Kini mereka akan melakukan pola yang sama.

Perlu diwaspadai upaya membuat martir dari pendemo. Satu nyawa saja melayang maka akan dikapitalisasi menjadi isu seperti Mei 1998. Jokowi jadi target.

Polisi dan TNI pasti akan menahan diri menghadapi mahasiswa di DPR. Yang penting adalah Polri dan TNI menjaga gedung DPR dan obyek vital dari gerakan mahasiswa yang sudah disusupi khilafah tersebut.

Oleh sebab itu maka, tak ada jalan lain. Para relawan Jokowi dan pendukung Jokowi. Pencinta demokrasi. Pembela NKRI harus siap-siap bergerak melakukan perlawanan terhadap gerakan khilafah yang menunggangi mahasiswa tersebut.

Sekali lagi. Yang harus dihindari adalah jatuhnya korban. Persis seperti kasus 22 Mei 2019 lalu. Polri dan TNI bertindak taktis. Tanpa peluru tajam. Hingga rancangan membuat kerusuhan menggagalkan pelantikan Jokowi-Amin 20 Oktober 2019 dapat ditekuk.

Penulis: Ninoy N Karundeng
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengerjaan Proyek Jalan Milik Provinsi Terancam Gagal

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Pembagunan proyek jalan milik PU BM Tingkat I Provinsi Sumsel yang selama pengerjaan tidak memasang Papan Merk Proyek, Senin (23/9/2019) distop masyarakat Lahat Tengah Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Proyek yang dipercayakan kepada PT Rotari ini, terpaksa harus dihentikan oleh warga dan RT Kelurahan Lahat Tengah, karena, sangat berdebu dan berpasir sehingga, mengancam bagi pengendara Roda Dua (R2) dan Roda Empat (R4), serta rawan Lakalantas.

Aksi blokkade Jalinsum yang dilakukan warga Lateng tersebut sebagai bentuk protes masyarakat Kelurahan Lahat Tengah dalam pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalimsum yang dinilai warga sangat menganggu aktifitas sehari hari.

"Kami juga tidak mengerti pengerjaan proyek apa bukan. Yang kami tau cuma ada Pengaspalan Jalinsum karena dilokasi pengerjaan tidak dipasang Papan Merk Proyek dari awal pembangunan," ungkap Endik (42) warga Kelurahan Lahat Tengah, Kecamatan Lahat Senin (23/9/2019).

Aksi protes RT dan warga Lateng ini, menurutnya, secara spontan saja, lantaran kesal oleh Pengerjaan Pengaspalan Jalinsum yang berdebu dan berpasir dapat mencelakakan orang pengguna Jalan terutama pengendara.

"Akibat pengerjaan proyek tersebut, sudah ada warga yang mengalami kecelakaan tebalik saat mengendarai speda motor (SPM) disebabkan licinnya dan berdebunya dilokasi pengerjaan," ujarnya, dengan nada kesal.

Bukan hanya pengendara R2 dan R4 saja dibuat rugi dari Proyek Pengaspalan tersebut, katanya, termasuk para pemilik warung Nasi, Mie Ayam, Pedagang Bakso, Masjid Lateng dan seluruh warga Lahat Tengah Kecamatan Lahat.

"Aksi yang digelar RT dan warga Kelurahan Lahat Tengah ini, spontan saja. Karena mengeluhkan debu yang berterbangan dilokasi membuat seluruh pemilik warung harus tutup, akibat pengerjaan proyek tersebut," pungkas Endik.

Aksi spontan yang dilakukan warga Kelurahan Lahat Tengah Kecamatan Lahat ini, membuat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lahat turun kejalan guna mengatur arus lalu lintas. Rombongan Kasat Shabara, anggota Intelkam Polres Lahat, Kapolsekta, Kanit Reskrim Polsekta, dan anggota Polsekta Lahat.

Aksi tersebut, baru berhenti setelah 3 unit mobil Damkar milik Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, dan Anggota Pol PP Pemkab Lahat,  diterjunkan kelokasi guna membersihkan Debu dan Pasir Proyek Pengaspalan yang sejak awal tidak memakai Papan Merk Proyek.

"Penutupan Jalinsum yang dilakukan warga di Kelurahan Lahat Tengah ini, bentuk protes warga terhadap pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalinsum," ungkap Kapolsekta Lahat AKP Andriansyah SH didamping Kanit Reskrim Polsekta IPDA Hamdani SH, Senin (23/9/2019).

Yang jelas, kata Kapolsekta, Anggota Gabungan yang terjun kelokasi guna untuk mengatur lajunya Lalu Lintas agar Jalinsum tidak mengalami kemacetan.

"Intinya, saya dan anggota yang ada akan terus stand-bay di TKP guna memantau arus Lalulintas dan mengantisipasi warga Kelurahan Lahat Tengah melakukan aksi aksi yang tidak diinginkan dan terulang lagi," pesan Ardiansyah secara lantang.

Tidak banyak keinginan warga Kelurahan Lahat Tengah, dijelaskan Ardiansyah, hanya kepada kontraktor dapat membersihkan serta menyiram dengan air supaya tidak berdebu dan dapat mengantisifasi terjadinya Lakalantas.

"Penyiraman dilakukan oleh tiga unit mobil Damkar milik Pemkab Lahat, setelah Jalinsum telah disemprot warga baru membubarkan diri dan Lalulintas di Jalinsum telah normal kembali wargapun langsung membubarkan diri," pungkas Kapolsekta Lahat.

Terpisah, kepala dinas (Kadis) PU BM Kabupaten Lahat, Ir Mirza ST dikonfirmasi melalui Via Telp yang mengangkat istrinya.

"Maaf, dengan siapa ini, pak mirza sakit uda beberapa hari, jadi sekarang sedang istirahat total untuk memulihkan awak," kata istrinya.

Sedangkan, Pemborong atau pihak Dinas PU BM Provinsi Sumsel hendak dikonfirmasi selalu tidak berada ditempat lokasi pengerjaan. Hingga, berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak ketiga.

Pewarta : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com