NEWS

Slider

SEKWAN KABUPATEN OI HARI INI GLADI RESIK BESOK AKAN ADA PELANTIKAN ANGGOTA DEWAN TERPILIH

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir mempersiapkan acara pelantikan anggota DPRD Ogan Ilir terpilih periode 2019 – 2024 yang akan dilaksanakan di Gedung DPRD OI Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Indralaya, Rabu 18 September 2019 nanti.

Menurut Sekwan melaui Yubhar, Kabag Legislasi DPRD OI, “40 anggota legislator akan dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, sesuai jadwal diperkirakan jam 13.30, Rabu mendatang, karena paginya ada jadwal pelantikan anggota DPRD Kabupaten OKI,” terangnya.

Disebutkan, pada pelantikan nanti, untuk anggotaa DPRD laki – laki diwajibkan memakai PSL, “Untuk laki – laki memakai setelan jas dan peci warna hitam, sedangkan untuk yang wanita memakai Busana Nasional,” terangnya.

Dia berarap seluruh rangkaian pelantikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan, sukses, aman, tertib dan lancar.

Pewarta : Darius

Saat Meliput Aksi Damai 6 Warga Kecamatan, Wartawan Tak Diizinkan Meliput

Dutasumsel.com.MUBA, - Guna meminta solusi dan berharap maklumat Bersama dicabut, ribuan warga pemilik dan pengelola sumur bor dan Penyulingan minyak tradisional menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 17/09/19.
Ditengah-tengah aksi tersebut Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex, Kapolres dan Dandim 0401/Muba langsung mendatangi pendemo hingga akhirnya berujung pada duduk bersama di ruang rapat Serasan Sekate kantor Pemda Muba.

"Maklumat tersebut sampai sekarang masih kita berlakukan, Namun kita Carikan solusi tapi dengan hatinya yang tenang dan tindakan yang sesuai dengan undang undang. Dan saya minta perwakilan agar duduk bersama dan berunding," Ungkap Bupati Muba.

Kemudian, ketika beberapa perwakilan dari enam kecamatan menggelar rapat bersama Pemkab Muba namun sangat disayangkan seluruh awak media tidak di dikenankan untuk meliput dengan alasan rapat tertutup.

"Tolong ya pak untuk awak media tunggu di luar dulu karena ini rapat tertutup," Ujar salah satu satpol PP.

Sementara itu, menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya yang ikut dalam aksi damai tersebut mengatakan bahwasanya akan di gelarnya kembali rapat susulan.

"Katanya dalam waktu dekat ini akan di gelar rapat kembali, namun rapat tersebut hanya untuk perwakilan massa perkecamatan," Ungkapnya pada awak media seusai rapat dan aksi damai.

Pewarta : Riyansya
Redaksi.www.dutasumsel.com

Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd siap menyulap Desa Burai Kecamatan Tanjungbatu

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd siap menyulap Desa Burai Kecamatan Tanjungbatu Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi kota minapolitan, bahkan Pemilik Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd Mr Wen Ching Liu dan Mr Kuo Chuan Ma langsung mendatangi Bumi Caram Seguguk PT Bersama Sukses Sentosa Sejahtera (BS3) yang merupakan mitra Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd adalah sebagai perusahaan yg menjadi pintu gerbang yang menawarkan peluang transfer teknologi, investasi dan bisnis, untuk membangun Ogan Ilir (OI).

Direktur Utama BS3 Asnaini Khamsin Selasa (17/9) mengatakan pihaknya sudah diterima baik oleh Bupati OI H M.Ilyas Panji Alam untuk berinvestasi di Bumi Caram Seguguk. Saat ini pihaknya tengah meninjau lokasi apa yang dibutuhkan untuk membangun Desa Burai sebagai kota minapolitan menjadi salah satu icon OI.”ya apa yang dibutuhkan oleh masyarakat OI kita siap membantu. Misalnya pembangunan rumah sakit berstandar internasional, pengolahan sampah yang baik untuk menghasilkan listrik 6 megawat/300ton sampah per hari, Jadi kita siap menyulap Desa Burai menjadi kota minapolitan,. Yang jelas kita ingin OI maju , “ujar Asnaini yang merupakan anak dari Husni Tamrin bin H Muhammad Nur yang asli Talang Balai iniMenurutnya kerjasama tersebut sudah dilakukan di beberapa kabupaten Provinsi Lombok, dan dinyatakan berhasil dan menunggu realisasinya.Sementara Ketua Tim Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd DR Arya Adi SH MH MBA mengatakan pihaknya berminat melakukan investasi di OI dikarenakan OI sebagai daerah strategis di Sumsel, memiliki sumber daya alam berlimpah yang perlu pengelolaan optimal

“Kita berharap dalam melakukan investasi ini tidak ada halangan apapun, baik soal perizinan, lahan dan sebagainya selain itu kita juga ingin meningkatkan pad, menambah penghasilan masyarakat. Yang jelas apa yang menjadi skala prioritas pertanian, perikanan, Insya Allah akan dilaksanakan, “jelasnya

Disinggung soal berapa jumlah dana yang akan digelontorkan untuk investasi tersebut, DR Arya Adi menegaskan saat ini pihaknya belum bisa memberikan rincian besaran nilai investasi dan para konsultan untuk melakukan pengecekan, karena diperlukan perhitungan matang untuk berinvestasi

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten OI Fachrudin SE didampingi Kabid Perikanan Tangkap DR Hasan Heri mengatakan dengan kedatangan utusan perusahaan dari Taiwan tersebut, ia berharap di Caram Seguguk makin ramai pengusaha berinvestasi dan makin banyak membuka lowongan pekerjaan bagi warga, disamping itu fasilitas kebersihan untuk rakyat makin baik.

Pewarta : HM.Afriyadi.Lc
Redaksi.www.dutasumsel.com

Melalui Rekor Muri Pemda Lahat Gelar Masakan Ayam Nanas

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Untuk Perkenalkan masakan khas Kabupaten Lahat Pemerintah Daerah kerahkan 24 kecamatan 17 kelurahan dan 360 desa sebagai peserta untuk dapat memecahkan Rekor Muri .

Untuk itu tentunya memerlukan persiapan yang sangat matang dalam meperkenalkan masakan Ayam Nanas salah satu ciri khas  koliner dibumiseganti setungguan.

Sekertaris daerah Kabupaten Lahat H.Januarsyah,SH ketila diwawancarai awak media mengatakan bahwa persiapan acara pemecahan Rekor Murri ” Ayam Nanas ” sudah 90 persen selsai.

Ketika dibincangi di Lapangan MTQ Lahat ditengah tengah cek persiapan, Januarsyah menilai semua persiapan sudah rampung, dapat dikatakan 90 persen selsai, katanya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan jenis kuliner khas Kabupaten Lahat dalam hal ini ” SAYUR AYAM NANAS ” ,katanya.

Selanjutnya ketua panitia pelaksana RAMSI,SIP membenarkan jika persiapan sudah matang, posisi 90 persenlah, insyaallah berhasil, katanya.

Lebih lanjut Wakil ketua PKK Kabupaten Lahat Ny.Sumyati mengatakan sangat mengapresiasi atas kinerja panitia ini,semoga semua bisa berjalan lancar, katanya.

Harapan kita apa yang menjadi program ini tercapai sehingga tujuan akhir untuk memperkenalkan maskan khas Kabupaten dapat dikenal dunia luar, ujar Sumyati.

Pewarta :Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

BPD Desa Perangai Di Lantik

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Heri Yulianto Ssos Camat Merapi Selatan, melantik ketua dan anggota BPD ( badan permusyawaratan desa) periode 2019- 2024 . Bertempat di Aula Kecamatan pada Selasa 17/9 pukul 09:00 wib.
Hadir pada pelantikan dihadiri Kades Perangai, Kasi Pemerintahan, serta undangan lainnya. Pelantikan ini dilaksanakan secara khidmat. Heri Yulianto S.sos pada sambutannya mengatakan " selamat kepa ketua dan anggota BPD Desa Perangai yang dilantik.

Diharapkan  bersinergi dengan  Kades setempat  serta  menampung aspirasi dari  masyarakat, BPD bukanlah musuh Kades tetapi mitra" tandas Camat.

Adapun Ketua dan anggota BPD yang dilantik, Wanupi SE, Herius, Yuhida Wati Spd, Sulana Alamza, Alaihim, Candra Heriyanto, Sapuan.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pendekar Tanjung Aur DiBekuk Tim Walet Polres Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT, - Tim Walet  Polres Lahat kembali membekuk Pendekar dari Kikim Tanjung Aur yang berisial R karena sepak terjang bergelut sebagai pengedar Narkotika.

AKBP Ferry Harahap SH.Sik MSi Kapolres Lahat didampingi, Kompol  Budi  Santoso S.Sos Wakapolres, Boby Eltarik SH Kasat Narkoba, AKP Rio Artha Kasat Narkoba pagi ini bertempat diMapolres Lahat menggelar Press Confrence (17/9)

Menurut Ferry Harahap SIK.MSi kepada Awak Media mengatakan " Berdasarkan Informasi yang didapat, pendekar aliasJ ketika digeledah dibadan tersangka didapat 2,6 gram Narkotika jenis Sabu dan berdasarkan pengembangan pengeledaan  dirumahnya didapat dua butir Ekstasi di Desa Tanjung Aur Kikim  dan uang sejumlah 49 Juta.

Dan dikembangkan dirumah orang tuanya tersangka ditemukan  20 paket sabu 54,42 gram, Tim Walet juga  mengamakan kakak pertamanya berinisial IR. Untuk sementara kita kenakan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 no 35 tahun 2009 dan  pengedaran Narkoba paling lama kurungan penjara paling lama  20 Tahun penjara" ungkap Kapolres.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

TUAH BACK TO PMPKn

Artikel.dutasumsel.com.Tulisan ini sengaja membahas tentang wacana penyempurnaan substansi kurikulum atau mata pelajaran PPKn dengan tujuan membumikan kembali pendidikan moral dan nilai Pancasila di bumi pertiwi. Berdasarkan informasi yang dirilis Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui lamanwww.kemdikbud.go.id dalam Siaran Pers Nomor: 294/Sipres/A5.3/IX/2019 tanggal 14 September 2019 yang lalu tentang Simposium Nasional Penanaman Nilai Pancasila oleh Kemdikbud di Kota Malang Provinsi Jawa Timur telah menghasilkan empat rumusan rekomendasi untuk memperkuat kembali mata pelajaran PPKn di persekolahan. Adapun empat rekomendasi yang telah dihasilkan, yakni: (1) Intensitas penanaman dan pemantapan nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak bangsa perlu dilakukan di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan; (2) Implementasi penanaman dan pemantapan nilai Pancasila dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman, penghayatan, penciptaan suasana, pembiasaan, apresiasi dan keteladanan; (3) Pemantapan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dilakukan melalui penguatan pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek nilai, sikap, dan perilaku; serta (4) Pendidikan dan pelatihan guru lebih menekankan pada pengembangan kiat-kiat dan praktik baik internalisasi nilai Pancasila pada semua mata pelajaran.
Sebagaimana disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Muhadjir Effendy saat menutup Simposium Nasional secara resmi di Kota Malang Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu tanggal 14 September 2019 bahwa “Penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak atau karakter bangsa adalah penting. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab moral dalam penanaman nilai Pancasila sedini mungkin”. Masih menurut Mendikbud, Mata pelajaran PPKn belum memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa. Hal ini disebabkan belum adanya implementasi penanaman nilai-nilai Pancasila secara konkret di sekolah, melainkan hanya sebatas pengetahuan semata. Beliau berpendapat “Oleh karena itu, dibutuhkan mata pelajaran yang memiliki posisi sebagai pemandu terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang ada di satuan pendidikan, termasuk pembelajaran yang ada di masyarakat maupun keluarga”. Strategi pembelajaran Pancasila tersebut akan diarahkan untuk lebih banyak memberikan contoh mengenai penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dari informasi yang disampaikan Mendikbud pada acara tersebut bahwa “Kemdikbud telah melatih sebanyak 1.028 guru pendidikan dasar dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Saya harap guru-guru itu bisa, metode pengajarannya dari sebelumnya berorientasi pada pengetahuan pada jenjang pendidikan dasar menjadi penerapan nilai Pancasila,” ujar Mendikbud. Lebih lanjut Mendikbud mengatakan bahwa akan melakukan pengkajian mendalam mengenai kemungkinan terjadinya pemisahan mata pelajaran Pancasila dengan Kewarganegaraan. “Judul mata pelajaran kita sekarang itu PPKn dan ada di dalam Peraturan Pemerintah. Setelah kita evaluasi ketika materi Pancasila itu dijadikan satu dengan Kewarganegaraan, maka kemudian pembobotan Pancasila itu lebih kepada pengetahuan. Padahal maksud dari mata pelajaran atau tema Pancasila bukan pengetahuan melainkan penanaman nilai. Ini sedang kita kaji lebih dalam lagi”, terang Mendikbud. Pada kesempatan ini, Mendikbud juga menitipkan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan tersebut untuk memperhatikan penggunaan alat komunikasi untuk mengakses dunia maya. “Guru juga harus berperan sebagai penjaga gawang, sebagai penyaring informasi mana yang harus dia pakai dan mana yang harus dijauhi. Jadi intinya di era digital ini, guru dituntut untuk terampil menggunakan teknologi informasi sebagai wahana pembelajaran, tetapi juga harus pandai betul memilih dan memilah konten-konten yang ada di dalam berbagai macam sumber informasi terutama yang berasal dari dunia maya”, demikian pesan Mendikbud.
Masih dalam kegiatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bapak Supriano menambahkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud sudah menyiapkan 1.200 guru yang sudah diberikan Training of Trainers (ToT) yang diintegrasikan dengan kebijakan Kemendikbud di mana pelatihan ini akan berbasis zona. “Nanti ini akan dimasukkan ke dalam penguatan kompetensi pembelajaran di semua bidang termasuk di sana ada Pancasila. Ke depannya akan kita atur bahwa semua mata pelajaran harus ada muatan Pancasila. Mulai dari yang sederhana saja dulu,misalnya gotong royong. Jadi langsung dipraktikkan bukan hanya pengetahuan”, jelasnya. Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Malang, Bapak Ibrahim Bafadal secara langsung menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Kemdikbud ini. Hal tersebut penting dilakukan, karena menurutnya pada hakikat pendidikan adalah untuk menumbuhkembangkan watak, intelektualitas dan jasmani sehingga tidak ada pendidikan tanpa pembentukan watak di dalamnya. Menurutnya “saat ini terjadi pertengkaran antarsuku, perundungan antarsiswa, geng motor pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu dengan karakter anak-anak kita. Padahal karakter anak kita akan menentukan watak bangsa yang akan datang dan watak bangsa ini adalah kehidupan. Kalau anak-anak muda kita ini wataknya baik, secara proyektif maka masa depan bangsa kita akan baik. Tetap sebaliknya, apabila karakter anak-anak kita tidak bagus maka ke depan watak bangsa kita juga tidak baik sehingga ada kata-kata karakter adalah sebuah kehidupan”, pungkas Ibrahim. Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Bapak, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, jajaran pejabat Kemdikbud, guru-guru PPKn peserta simposium.
Bongkar Pasang Kurikulum PPKn
Perkembangan mata pelajaran PPKn sejak diberlakukannya Kurikulum 1946 sampai denganKurikulum 2013 saat ini telah mengalami pasang surut dalam hal penekanan Pendidikan Moral dan Nilai Pancasila. Dalam Winataputra (2006) disebutkan bahwa “perkembangan dari awal mata pelajaran ini diberlakukan dalam pembelajaran wajib di persekolahan, yakni pada tahun 1946 mapel dikenal dengan nama Pengetahuan Umum (Kewargaan Negara dan IPS), lalu tahun 1957 berubah nama menjadi Kewarganegaraan, di tahun 1961 lebih dikenal dengan nama Civic dengan ciri khusus orde lama dan tahun 1966 dengan nama sama Civickondisi orde baru. Pada tahun 1970 mapel bernama Kewarganegaraan, lalu di tahun 1975 dikenal dengan Pendidikan Moral Pancasila berdasarkan TAP MPR No.4/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4). Barulah tahun 1984 mapel ini dinamakan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dengan substansi Pancasila sebagai isi pokoknya. Berikutnya diberlakukannya Kurikulum 1994 dengan Suplemen GBPP 1999 mapel lebih dikenal dengan nama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Kemudian pada tahun 2004 saat Kurikulum Berbasis Kompetensi diberlakukan nama mata pelajaran ini pun berganti menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Saat KBK disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 mata pelajaran ini ikut disempurnakan dengan nama yang sama Pendidikan Kewarganegaraan namun ditambahkan Paradigma Baru berdasarkan KTSP). Sepuluh tahun kemudian tepatnya di tahun 2013 mata pelajaran ini kembali ke nama sebelumnya, yakni PPKn sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan ciri Saintifik. Sempat diisukan akan berganti menjadi Kurikulum Nasional di tahun 2016, namun sampai dengan saat ini nama mata pelajaran belum berganti dalam kurikulum masih dinamakan PPKn berbasis karakter”. Sedemikian panjang sejarah perjalanan mapel ini dari awal kemerdekaan sampai dengan sekarang. Bahkan bisa dikatakan substansi dan nama mapel PPKn selalu identik dengan masa pemerintahan yang sedang berkuasa. Akan tetapi tujuan akhir mapel ini masih sama untuk mewujudkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dan cerdas “good and smart citizenship” dengan menguasai kompetensi utama civic knowledgecivic skillcivic responsibility, dan civic dispositions. Secara praktis apapun, siapapun, dimanapun, kapanpun PMPKn diberlakukan kembali sebagai pendidik kami selalu siap asalkan membawa perubahan watak bangsa dan kebaikan untuk Indonesia tercinta.
Pengarusutamaan Moral dan Nilai Pancasila Melalui PMPKn
Hasil penelitian dipaparkan dalam Simposium diperoleh data perilaku kekerasan terhadap pelajar, yaitu siswa mengalami kekerasan di sekolah (84%), siswa mengakui pernah melakukan kekerasan di sekolah (75%), siswa laki-laki menyebutkan guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan (45%), siswa perempuan  menyebutkan bahwa guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan (22%), dan siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami kekerasan fisik oleh teman (40%). Hal tersebut mengindikasikan terjadinya degradasi moral bangsa.
Menuruthttp://kbbi.web.id/karakter bahwa“karakter atau watak adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, ahlak, budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Karakter terbentuk sebagai hasil dari olah hati, olah pikir, olah rasa/karsa, dan olah raga. Karakter menjadi  faktor terpenting dalam keberhassilan hidup seseorang. Dari hasil penelitian di Harvard University menyimpulkan “kesuksesan seseorang itu disumbang 20% oleh hard skill  berupa pengetahuan dan kemampuan teknis, sedangkan 80% adalah soft skillberupa kepribadian, watak, tabiat, ahlak, sikap, perilaku” (Ibrahim Akbar dalam Atok, 2019). Pada hakekatnya pendidikan itu adalah untuk membentuk karakter. Tujuan pendidikan nasional kita sebagaimana tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Pasal 3 adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak (Ki Hajar Dewantara). Karakter tidak hanya melakukan transfer of valuetetapi  harus menanamkan kebiasaan yang baik sampai menjadi karakter individu yang akan turut membentuk identitas pribadiNilai Karakter tidak diajarkan tapi dikembangkan. Dengan kata lain value is neither cought nor taught, it is learned. Membangun karakter membutuhkan proses yang panjang dan tidak mengenal kata akhir atau never ending process.Membanggun karakter ibarat melukis di atas batu bukan melukis di atas air.
Menanamkan pendidikan moral dan nilai Pancasila adalah sebuah upaya membangun karakter bangsa Indonesia. Sebagaimana menanam sesuatu, maka langkah pertama adalah memilih benih yang baik untuk ditanam. Nilai-nilai utama Pancasila yang mau ditanamkan kepada siswa haruslah dielaborasi terlebih dahulu untuk kemudian dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Nilai-nilai Pancasila apa saja yang mau ditanamkan, semisal beragama secara beradab, menegakkan HAM pada konteks lokal, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, bedemokrasi secara hikmat dan bijaksana, menjunjung tinggi keadilan dengan tetap bertumpu pada kesejahteraan bersama, dan sebagainya. Ibarat menanam sesuatu, harus dilakukan pembersihan terhadap rumput-rumput liar yang mengganggu dan hama yang mengancam.
Beberapa kesalah fahaman terhadap Pancasila yang perlu dihindari juga perlu dijadikan muatan materi. Cukup banyak kesalahfahaman terhadap Pancasila yang perlu disamakan persepsi sebelum Pancasila itu ditanamkan kepada siswa. Dengan demikian yang tumbuh dan berbuah betul-betul pohon Pancasila yang sebenarnya. Disamping pembersihan terhadap rumput dan hama, perlu juga dilakukan pemupukan melalui pendekatan dam pembelajaran yang tepat, pembelajaran yang dapat mengajak siswa menggali dan kemudian menanam kembali “biji” Pancasila itu dalam sanubari. Pancasila adalah kepribadian bangsa yang nilai-nilainya sejatinya telah melekat dan menyatu secara instrinsik dalam pribadi-pribadi dan menjadi karakter dari setiap warga bangsa. Sebagai kepribadian, nilai-nilai Pancasila akan selalu teraktualisasikan secara otomatis dalam kehidupan nyata sehari-hari sehingga tahu atau tidak tahu tentang Pancasila mereka sejatinya telah bersikap dan berperilaku Pancasilais, tentu dengan kadar yang tidak mesti sama. Meski demkian, upaya untuk lebih menanamkan nilai
Pancasila sebagai karakter dan kepribadian bangsa Indonesia harus terus dilakukan. Rendahnya pemahaman terhadap Pancasila di kalangan siswa perlu mendapatkan penanganan serius. Sebab meskipun telah  melekat dalam kepribadian, nilai-nilai karakter bangsa yang telah diformulasikan dalam Pancasila perlu dikalukan reinternalisasi dan reaktulasisasi secara terus menerus agar terus menjadi energi kehidupan yang larut dalam keyakinan, watak, dan kepribadian bangsa. Penanaman nilai Pancasila yang kuat pada kalangan siswa harus dapat menghindari terjadinya “salah paham” terhadap Pancasila. Kesalahpahaman terhadap Pancasila bisa berakibat kesalahan aktualisasi, bahkan berakibat resistensi atau penolakan.Upaya memperkuat penanaman nilai Pancasila haruslah diarahkan untuk menghilangkan berbagai kesalahpahaman di atas. Adanya pemahaman yang benar terhadap Pancasila akan memperkuat komitmen generasi muda terhadap Pancasila. Jika kesalahpahaman terhadap Pancasila masih menghantui generasi muda bisa jadi akan berujung melunturnya komitmen, atau bahkan resistensi dan penolakan secara masif di kalangan generasi muda terhadap Pancasila. Jalur pendidikan adalah jalur utama yang strategis untuk memperkuat penanaman nilai Pancasila kepada para siswa. Karena itu Pendidikan Pancasila menjadi matapelajaran wajib bagi seluruh jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Keberadaan Pendidikan Pancasila dalam sistem pendidikan nasional memang mengalami dinamika dengan nama dan muatan materi yang dinamis dari kurikulum ke kurikulum sesuai dengan perkembangan dan perubahan kehidupan masyarakat dan negara. Masih terdapat kesan yang  kuat bahwa nilai dan moral Pancasila sudah tidak lagi diajarkan di sekolah.
Upaya penanaman nilai-nilai Pancasila melalui jalur pendidikan sampai dengan sebelum lahirnya Kurikulum 2013 memang lebih cenderung menggunakan pendekatan kognitif-normatif sehingga pemahaman siswa/mahasiswa tentang nilai-nilai Pancasila lebih bersifat verbal. Dalam Kurikulum 2013 yang kemudian disempurnakan tahun 2016 Kurikulum PPKn lebih menekankan pada sikap-sikap personal-individual, moral dan perilaku sosial sebagai disposisi dan nilai-nilai bersama dari warga negara dalam kehidupan bersama yang menghargai hak-hak asasi manusia dan demokrasi. Hal ini bisa dilihat dari rumusan  kompetensi dasar yang menjadi dasar pengembangan materinya. Dari segi pendekatan dan metode pembelajaran, dengan digunakannya  pendekatan  ilmiah(scientific approach) mendorong siswa untuk berpikir induktif sehingga aktif serta kritis dalam melakukan analisis. Apalagi dalam pembelajaran PPKn tidak lagi berangkat dari konsep atau norma melainkan berangkat dari fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan.
Penanaman nilai-nilai Pancasila menuntut adanya pendekatan dengan melakukan penggalian dan elaborasi terhadap praktek-praktek kehidupan dalam masyarakat yang merupakan aktualisasi dari nilai-nilai Pancasila. Sehingga Pancasila tidak lagi diajarkan sebagai konsep dan norma, melainkan sebagai perilaku nyata sehari-hari. Pancasila in action. Dalam hal ini guru dituntut untuk membimbing para siswa melakukan penggalian ulang nilai-nilai Pancasila yang hidup dan berkembang dalam praktek kehidupan nyata sehari-hari. Hasil penggalian ulang itu selanjutnya diinfuskan kembali sehingga menjadi energi positif yang larut dan mengalir dalam darah kehidupan siswa sehari-hari. Penggalian ulang itu tentu dilakukan secara konstekstual terhadap perilaku-perilaku positif yang betul-betul menggambarkan aktulaisasi nilai-nilai Pancasila. Pancasila in action dengan pendekatan kontekstual positif tersebut akan mampu memperkuat pemahaman Pancasila bagi siswa. Model penanaman nilai-nilai Pancasila demikian itu amat tepat digunakan dalam berbagai program pendidikan dan latihan bertujuan untuk memperkuat pemahaman Pancasila di luar persekolahan, seperti Proyek Kewarganegaraan, Jambore Kebangsaan, dan sebagainya.
Upaya untuk memperkuat pemehaman Pancasila generasi muda tidak cukup hanya dilakukan melalui jalur pendidikan. Upaya itu harus dilakukan secara simultan melalui berbagai jalur. Upaya memperkuat pemahaman Pancasila generasi muda harus menjadi program dari semua instansi atau lembaga pemerintah yang terkait. Sebab de-Pancasilaisasi itu lebih banyak terjadi diluar dunia pendidikan. Untuk itu perlu ada kebijakan dengan regulasi yang kuat dan mengikat yang mendukung diadakannya program “penguatan pemahaman Pancasila dan karakter kebangsaan” bagi generasi muda pada umumnya. Upaya pembangunan karakter bangsa melalui  penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan secara simultan melalui berbagai jalur selain jalur pendidikan, sebab fenomena sosial yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila itu sebagian besar terjadi di luar lingkungan sekolah. Jika di luar sekolah tidak dilakukan pembenahan secara serius, maka ibarat menebar benih yang unggul di ladang yang tandus, meskipun disertai pupuk yang baik dan obat hama yang mujarab tentu tidak banyak yang bisa diharapkan. Pengarusutamaan pendidikan moral dan nilai Pancasila lintas generasi melalui wacana pemberlakuan mapel baru PMPKn dengan memisahkan substansi Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan dapat membongkar mental block dan membangun watak generasi penerus bangsa Indonesia lebih baik.

Penulis Artikel Husnil Kirom, M.Pd
Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara
Redaksi.www.dutasumsel.com

Mengantisipasi terjadinya kemacetan dan juga minimalisir terjadi laka lantas yang fatal , Jajaran Sat Lantas Menggelar Strong Poin


Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Polres Banyuasin hari Senin 16 September 2019 sekira pukul 06.30 Wib melalui Jajaran Sat Lantas Polres Banyuasin Yang dipimpin langsung oleh KBO Sat Lantas Polres Banyuasin Ipda Damidjan, SH melaksanakan penggelaran strong poin di simpang dan area yang dianggap rawan macet maupun laka lantas pada jalur lintas timur Banyusin.

Adapun titik titik yang dianggap rawan macet dan laka lantas , kemudian di lakukan strong poin oleh personil yaitu
Depan gerbang Batas kota KM. 12,SimpnagY Sukajadi,SPBU Sukajadi, Simpang Pasir Putih,Simpang Semuntul dan Simpang sungai Rengit

Kegiatan strong poin ini dilaksanakan secara rutin oleh jajaran Personil Polres Banyuasin baik pagi hari maupun sore hari sebagai salah satu tugas Polri sebagai pelayan masyarakat dan kegiatan yang dilakukan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan juga minimalisir terjadi laka lantas yang fatal
Selama kegiatan penggelaran Strong Poin berlangsung, Sitkamseltibcar Lantas di wilkum Polres Banyuasin dalam keadaan ramai, lancar dan kondusif.

Pewarta : Alam
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kecelakaan Maut di Tol Kapal Betung 1 Meninggal Dunia, Padahal Belum Diresmikan

Dutasumsel.com.Kayu Agung, - Telah Terjadi kecelakaan Maut didjalan Tol Kapal Betung sekira pukul 12.00 siang di jalan tol Palembang- Lampung tepatnya di Kilometer 325 yang berlokasi di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Padahal sampai saat ini tol tersebut belum diresmikan.,sudah terjadi beberapa kali kejadian kecelakaan yang mengakibatkan adanya korban jiwa sebelum kejadian ini.

Kanit laka Polres OKI mengatakan kecelakaan melibatkan 2 mobil yang sedang melaju kencang di jalan tol KM 325.

"Kendaraan Kijang innova Nopol Profit (BG 1212 XO) datang dari arah lampung menuju arah Palembang setiba di TKP km 325 tol palembang Lampung. Saat itu, jalur tol ditutup dan berpindah jalur ke sebelah kiri secara bersamaan dari arah berlawanan datang Kendaraan Toyota Avanza BG 1829 AF sehingga terjadi laka lantas," ucapnya saat dikonfirmasi perihal kecelakaan tersebut, Senin (16/9/2019).

Dalam kecelakaan tersebut terdapat korban jiwa yaitu dari kedua pengendara mobil tersebut.

"Mengakibatkan korban luka dan satu orang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara," jelasnya.

Pewarta: Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bidik Empat Kecamatan Jadi Kawasan Industri Hijau

Dutasumsel.com.MUBA, - Industri minyak dan gas (migas) serta perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diyakini Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin akan memberikan feedback positif untuk kepentingan seluruh warga masyarakat Muba.

Bupati Muba yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia, Dodi Reza menargetkan industri migas di Muba nantinya akan dikonsep dengan pembangunan Pusat  Unggulan Komoditi Berkelanjutan.

"Ada empat Kecamatan nantinya yang dibidik akan menjadi Pusat  Unggulan Komoditi Berkelanjutan dengan konsep Kawasan Industri Hijau Terpadu," ungkap Bupati Muba Dodi Reza di sela Rapat Pembangunan Pusat  Unggulan Komoditi Berkelanjutan, Senin (16/9/2019).

Dikatakan, adapun empat Kecamatan yang dibidik untuk menjadi Kawasan Industri Hijau Terpadu yakni diantaranya Bayung Lencir, Lalan, Tungkal Jaya, dan Sungai Lilin.

"Upaya Pembangunan Pusat  Unggulan Komoditi Berkelanjutan Empat Kecamatan ini pula yang nantinya sebagai upaya menekan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutlah)," bebernya.

Selain itu, lanjut Dodi upaya pembentukan Kawasan Industri Hijau Terpadu sebagai salah satu langkah konkrit menekan angka kemiskinan.

"Kita akan kejar supaya realisasi Kawasan Industri Hijau Terpadu di Muba ini segera terealisasi," jelasnya.

Dodi juga akan  mendukung rencana festival LanMerLinDang (Lalan Merang Sungai Lilin dangku) pada november 2019 dalam upaya Kemitraan pada kegiatan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) ataupun CSR perusahan untuk antisipasi cegah kathultlah, pemberdayaan masyarakat dan sekolah lapangan untuk penggerak  pembangunan pedesaan dan memvisualisasikan jejak era pra sriwijaya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat LTKL Gita Syahrani menuturkan ini akan menjadi program pertama atau pilot project di Indonesia.

"Konsep ini sangat pas di implementasikan di Muba, selain memang Muba memang kawasan industri migas dan perkebunan. diperkuat pula dengan komitmen pak Bupati Muba Dodi Reza dalam mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan," terangnya.

Staf Khusus Bupati Muba Bidang KALDPH, Dr Najib Asmani menyebutkan penunjukan untuk implementasi Pusat Unggulan Komoditi Berkelanjutan dengan konsep Kawasan Industri Hijau Terpadu di empat Kecamatan tersebut diperkuat dengan indikator masing-masing.

"Selain memang empat Kecamatan tersebut memang merupakan lokasi industri migas dan perkebunan, di empat Kecamatan tersebut juga mempunyai keunggulan masing-masing," tuturnya.

Najib menambahkan, selain memberikan kontribusi positif untuk warga Muba, implementasi Pusat Unggulan Komoditi Berkelanjutan dengan konsep Kawasan Industri Hijau Terpadu di Muba ini akan menjadi percontohan di Indonesia.

"Komitmen pak Dodi ini tentu akan kita support dengan maksimal karena banyak feedback positif nanti yang akan dirasakan," pungkasnya.

Pada Rapat Pembangunan Pusat  Unggulan Komoditi Berkelanjutan tersebut turut dihadiri beberapa pegiat lingkungan diantaranya LTKL, IDH, Mogabay dan ZSL.

Pewarta: Riyansya
Redaksi.www.dutasumsel.com