NEWS

Slider

Merapi Bercahaya Debu, BPD dan Karang Taruna Se Merapi Barat Bertindak.

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Setelah melayangkan surat melalui aksi damai beberapa hari yang lalu (10/9/2019) ke PT. Muara Alam Sejahtera sebagi tindak lanjut Stop Polusi Debu Batubara di Merapi Barat,  terlihat hari ini Forum Rembuk Merapi Barat  yang merupakan gabungan Forum Badan permusyawaratan Desa Sekecamatan Merapi Barat dan Forum Karang Taruna Sekecamatan Merapi Barat memasang spanduk di setiap titik yang rawan debu, spanduk sebagai Edukasi untuk semua masyarakat apa yang menjadi Hak masyarakat dan kewajiban perusahaan.
Hari ini Jum'at(13/9/2019) dan Lusa kami akan melayangkan surat teguran keseluruh perusahaan Batubara yang ada di Merapi Barat agar mereka memperhatikan kewajibannya seperti yang dituangkan dalam surat Gubernur Sumatera Selatan nomor : 540/7359/DESDM/2018. Prihal Angkutan Batubara,  Surat Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 540/1419/DESDM/IV-2/2018 Prihal Angkutan Batubara,  Surat Edaran Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat Nomor : 551.11/732/HUB/2019
Tentang Himbauan kepada seluruh perusahaan batubara untuk terwujudnya  keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan ujar Ahmad Tarmisi Arsal selaku Ketua Forum BPD Semerapi Barat menyampaikan kepada dutasumsel.com Jumat 13/09/19.
Akan kami berikan waktu selama 3 hari,  apabila dalam waktu 3 hari teguran itu tidak dilaksanakan akan kami adakan pengecekan secara langsung ke lapangan untuk melaksanakan fungsi kontrol kami, akan kita pastikan perusahaan sudah melaksanakan kewajibannya Ujar Ketua BPD Desa Ulak Pandan ini menambahkan.

Senada yang disampaikan Indra BPD Desa Telatang dan Edi Saputra Karang Taruna Desa Muara Maung Kami sudah resah,  dampak debu batu bara sudah sangat merugikan masyarakat,  Lihat lah sendiri kalau kalian melintas ke merapi barat,  sepanjang jalan, rumah - rumah dipinggir jalan sudah kotor,  belum lagi tempat ibadah. Yang lebih para lagi tempat-tempat fasilitas pendidikan,  disitu ada generasi penerus kita,  mereka punya hak untuk sehat, belum lagi tidak tertibnya Armada angkutan Batubara yang terkesan sangat tidak beretika, belum jam 18.00wib mereka sudah turun kejalan sehingga membuat kemacetan dan jelas merugikan pengguna jalan.

Sementara Evan Yusup selaku perwakilan Pemuda menyampaikan Kami juga akan mendorong semua pihak terutama Forum Kepala Desa Sekecamatan Merapi Barat,  Forum Badan Permusyawaratan Desa Sekecamatan Merapi Barat serta Forum Karang Taruna Sekecamatan Merapi Barat untuk membuat kesepakatan bersama untuk mencegah polusi debu batubara dan memintah keseluruh perusahaan agar memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya sesuai surat edaran pemerintah dan kami akan layangkan juga surat ke DPRD khususnya DPRD Dapil 2  dan Dishub Kab. Lahat sebagai wujud penyampaian aspirasi dan menuntut tidak berjalannya Fungsi dan kinerja dewan dan dishub Kabupaten Lahat.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

PTPN VII Buka Bukti Otentik Lahan Cinta Manis

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Rapat fasilitasi sengketa lahan PTPN VII Cinta Manis dengan masyarakat Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir berlangsung di Ruang Bina Praja, Pemprov Sumsel, di Palembang, Rabu (11/9/19).",Kali ini, kedua belah pihak yang diminta menunjukkan bukti otentik penguasaan lahan yang disengketakan memenuhi komitmennya.


Dalam rapat yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemprov Sumsel Edwar Chandra dan dihadiri beberapa pihak terkait, kedua belah pihak mengeluarkan dokumen. Pihak PTPN VII yang diwakili Ari Askari, General Manager Distrik Cinta Manis membeber sejumlah data arsip tahun 1982 dan 1983 saat lahan Hak Guna Usaha (HGU) itu didapatkan.

didampingi Abdul Hamid, Asisten Kepala SDM dan Umum PG Cinta Manis. Sedangkan dari pihak masyarakat Betung, diwakili oleh Aswin, Dedi Krisna, dan Ganda yang mengatas namakan Gerakan Tani Sumatera Selatan.

“Kami membawa arsip lengkap. Ada daftar ganti rugi lahan yang ditanda tangani penerima, plus foto saat orangnya menerima. Ada rincian siapa saja yang mendapat ganti rugi. Ada bukti pembebasan Tanah Marga yang divalidasi pejabat terkait atau tim 9, yang juga diketahui dan ditanda tangani Bupati OKI saat itu Pak Yusuf Halim (saat itu Kabupaten OI belum dimekarkan dari OKI),” katanya Ari Askari.

Kepemilikan lahan HGU ini disengketakan oleh masyarakat empat desa di sekitar perusahaan. Yakni, masyarakat Desa Betung I, Desa Lubuk Keliat, Desa Rengas, dan Desa Sunur. Mereka, sebagaimana yang ditunjukkan oleh tiga perwakilannya, mengklaim lahan tersebut atas dasar surat pernyataan dari Abidi Syarifudin, seorang mantan kerio (kepala dusun zaman dulu) dan empat orang tokoh setempat.

Rapat yang berlangsung sampai malam itu disudahi dengan kesimpulan sementara. Yakni, kedua belah pihak menunggu hasil penentuan peta koordinat yang sedang dikerjakan oleh Pemkab Ogan Ilir hingga tangga 25 september 2019.

“Awalnya, pimpinan rapat dan pihak masyarakat mendesak agar selama menunggu sampai hasil penentuan peta kordinat itu selesai, kami (PTPN VII) tidak boleh beraktifitas di lahan itu. Tetapi, tentu saja kami keberatan. Sebab, secara de facto dan de jure, lahan itu memang dalam penguasaan kami,” kata Ari Askari.

Tentang bukti-bukti yang dibawa, Ari Askari menyatakan tidak ada rekayasa dari yang dibawa pada rapat itu. Ia menunjukkan bukti-bukti otentik, lengkap dengan nama-nama yang dibubuhi tanda tangan para pejabat Pemkab OKI dan para Pesirah yang saat itu menjabat.

Lanjutnya, Ari menyebutkan, pihak-pihak yang menanda tangani adalah R. Zulkifli Kadir (Kabag Pemerintahan OKI), Harun Arrasyid, SH. (Kabag Hukum OKI), Suhaimi R (Kepala IPEDA OKI), Mardan Agustjik BIC (Kadis PU). Lalu, Ir. Slamet Wirawan (Wakil dari PTP XXI-XXII, saat itu belum berubah menjadi PTPN VII), Camat Tanjung Batu A. Zainal Abidin, BA, dan Sulaini Manaf.
Selain itu, beberapa Pesirah (kepala marga zaman dulu) juga ikut hadir dan menanda tangani. Antara lain Kirom, Pesirah Meranjat; Mansyur Wahid, Pesirah Tanjung Batu; Sehan Akuan, Pesirah Lubuk Keliat; A. Rifai, Pesirah Rambang, dan beberapa tokoh formal maupun informal lain.

Meskipun bukti-bukti hukum otentik dimiliki PTPN VII, Ari Askari menghormati pihak Pemprov Sumsel dan Pemkab Ogan Ilir yang mengakomodasi permintaan warganya dalam masalah ini. Namun demikian, ia yakin pemerintah tidak akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan hukum formal.

“Sebagai bapak bagi masyarakat, Pemprov Sumsel dan Pemkab OI sudah benar. Yakni, mendengarkan suara rakyatnya. Tetapi, keputusannya kan harus berdasarkan kebenaran formal. Jadi, kami percaya,” kata dia.

Tentang langkahnya ke depan, Ari menyatakan bahwa PTPN VII sebagai BUMN, atau perusahaan milik negara, berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Kami, kata dia, akan lebih intensif bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk meraih kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemprov Sumsel Edwar Chandra mengapresiasi kedua belah pihak yang bersedia duduk satu meja untuk menjelaskan persoalan. Ia menekankan semua pihak untuk tidak membuat langkah di luar yang disepakati dalam rapat.

Ia juga mengapresiasi komitmen PTPN VII yang menyatakan ke depan akan lebih memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar. Keberadaan BUMN di lokasi Cinta Manis saat ini, kata dia, adalah aset negara dalam rangka memajukan wilayah terisolasi.

“Kalau nggak ada PTP (PTPN VII) masuk sana, mungkin sekarang masih hutan belukar dan jauh dari kemajuan. Tetapi, hendaknya masyarakat juga ikut menikmati, lah,”tutupnya HUMAS PTPN7.

Pewarta : Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com

Bimtek PUG dan PUHA bagi Forum Puspa provinsi/kabupaten/kota

Dutasumsel.com.SUMSEL, -- Forum Puspa merupakan singkatan dari Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak. Forum ini sendiri merupakan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, baik dari dinas pemberdayaan perempuan dan anak, dunia pendidikan, dunia usaha, media, tokoh agama dan lain sebagainya. Dan sebagai wujud sinergitas inilah muncul program three ends, yaitu akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki.

Kegiatan berlangsung tanggal 11-13 September 2019. Acara pembukaan diisi dengan sambutan dari kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Hj. Susna Sudarti, SE M.Si. Beliau mengajak dan memotivasi semua elemen masyarakat untuk tetlibat aktif dalam kegiatan forum puspa ini.

Di provinsi Sumatera Selatan sejauh ini baru terbentuk 10 forum puspa di kabupaten/kota. Diharapkan setelah kegiatan ini akan menyusul di tujuh kabupaten/kota lainnya. Hal ini disampaikan oleh ketua forum puspa Sriwijaya, Hj Nelly Rosdiana, M.Si. Karena bagaimanapun kerja-kerja seperti ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu elemen saja. Karena permasalahan yang begitu kompleks dan jangkauan daerah yang luas, tentu memerlukan sinergitas yang kuat antar elemen masyarakat. Demikian ditambahkan oleh bapak Drs. Dodi Mohamad Hidayat M.Kom I, selaku kabid partisipasi organisasi keagamaan dari kementerian PPPA RI.

Pelatihan ini juga diharapkan bisa membekali para pengurus forum puspa dalam kaitannya terhadap PUG (Pengarusutamaan Gender) dan PUHA (Pemenuhan Hak Anak). Mengingat semakin kompleksitasnya permasalahan perempuan dan anak yang dihadapi sekarang, tentu memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang cukup. Sehingga bisa dilakukan pencegahan serta penanganan yang tepat pada setiap permasalahan yang dihadapi.

Pada sesi terakhir, juga ditampilkan presentasi dari beberapa inspirator daerah. Dengan ini diharapkan semakin memperluas wawasan dan bisa memberikan penguatan kepada peserta untuk berbuat yang lebih nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas terutama bagi kaum perempuan dan anak.

Pewarta : Umi Iin
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pengajian BKMT Bulanan Di Gelar Masjid Al Ikhlas Desa Mekartitama

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Pengajian bulanan  BKMT ( badan kontak majelis Taklim) di Lima  daerah eks Transmigrasi di Wilayah Kecamatan Lahat meliputi Desa  Makartitama,  Desa uUakmas,  Desa Giri Mulya,  Desa Powosari, dan Desa  Karang Rejo pada bulan ini diadakan di Masjid Al Ikhlas Desa Mekartitama. (13/9) dimulai pukul 14:00 wib

Kades Mekartitama Marjohan SE.MM sekaligus pembina Desa  pada sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pengajian bulanan yang rutin dilaksanakan di Lima Desa eks Transmigrasi dilaksanakan secara bergantian, dari sinilah kita wujudkan tali persaudaran antar sesama muslim serta meningkatkan Ukhuwah Islamiah" pungkas Kades.

Selain itu juga beliau mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga tali silahturahmi, jangan tinggalkan sholat walaupun sesibuknya kita luangkan waktu sejenak hanya lima menit saja.

Selain pengajian yang diikuti orang dewasa anak- anak turut serta pada pengajian tersebut.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kecamatan Gumay Talang Ada 3 Desa Yang Akan Gelar Pilde

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Kecamatan Gumay Talang turut menggelar pemilihan Kepala Desa serentak pada 31 Oktober mendatang menurut Henri Agus Firmansyah SE Sekcam mewakili Camat Gumay Talang Sumarno SE.MSi, ada tiga Desa.

Setiap Desa sudah ada panitia Pilkades mulai tahap  pemberkasan dan mempunyai aturan serta penutupan, adapun ketiga yang ikut serta yaitu  Desa Mandi Angin, Desa Sugiwaras dan desa Muara Tandi.

Untuk Desa Sugiwaras ada 6 Bakal Calon yang sudah dikantor Camat, Desa Muara Tandi ada 2 Bakal Calon yang sudah menandatangani berkas sedangkan Mandi Angin 3  Bakal Calon yang sudah ditandatangani berkasnya.

Ikuti aturan yang ada berpedoman dg UU no 6 tahun 2014 dan perda no 4 tahun 2015 dan perbup 39 tahun 2015 dan perubahan atas perbup 39 tahun 2015 perbup 45 tahun 2015 yang sudah disempurnakan tentang syarat dan tata cara  pemilihan  Kepala Desa."

Pewarta :  Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kadishub " Alhamdulilah Perpakiran Pasar Lematang Sudah Kondusif" Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT, --  Banyaknya kendala masalah perpakiran menjadikan suatu pemikiran bagi Kadishub Lahat agar masalah ini cepat terselesaikan. Alhamdulilah terkait kendala perparkiran baik kendaraan roda dua maupun roda tiga ( becak) merupakan hal vital pada suatu pasar dimanapun berada.

Namun di Kabupaten Lahat dilokadi Pasar Lematang saat sekarang Kondisi perpakiran sudah terlihat rapi dan diatur oleh seorang  juru parkir hal ini, disampaikan Kadishub Lahat Indarmansyah diruang kerjanya kepada Awak Media  pada Jumat ( 13/9).

Menurut beliau, kalaupun masih  ada permasalahan yang menggangu ojek dan becak yang tidak mau diatur padahal sudah diatur tempatnya, solusinya kita beri tempat mangkal agar supaya tidak berbenturan dan kami bersinergi dengan Lantas.

Untuk sementara Tim penertiban parkir dari Dishub untuk memantau perparkiran dari pukul 07:00 - 12:00, saat ini sudah terlihat tidak lagi semeraut lagi untuk Angkot dan Angdes markir sementara nantiya dialih fungsikan ke terminal tipe C Desa Muara Siban,  rencananya baru diusul kan tahun 2020 keanggaran Pusat semoga terealisasi". tandas Kadishub.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kabut Asap Tebal di Pagi Hari , Urkes Polres Banyuasin Bagi Masker.

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Jajaran Polres Banyuasin Pada hari Jum'at Tanggal 13 September 2019 Sekitar Jam 07.15 Wib Paurkes Polres Banyuasin Dr Nia bersama Personil Bagian Urkes membagikan masker kepada seluruh personil Polres Banyuasin yang akan melaksanakan kegiatan rutin apel pagi di lapangan Mapolres Banyuasin.
Pembagian masker ini dalam rangka mengantisipasi dan mencegah terjadinya gangguan pernafasan yang dikenal ISPA , hal ini juga dilakukan diketahui bahwa 1 ( satu ) minggu terakhir kondisi udara di wilayah kabupaten Banyuasin khususnya di Pangkalan Balai terlihat kabut asap yang kian hari makin menebal akibat famaoaj musim kemarau dan karhutbunla.

Personil Polres Banyuasin saat ini menggunakan masker bila melaksanakan apel pagi , dan ini demi kesehatan dan antisipasi gangguan pernafasan , ungkap Dr.Nia Paurkes Polres Banyuasin.

Urkes Polres Banyuasin ini juga membagikan masker kepada masyarakat , hal ini disambut baik oleh masyarakat Banyuasin karena peduli dengan kesehatan kami dan agar terhindar dari penyakit gangguan pernafasan ( ISPA).

Selama kegiatan tersebut berlangsung situasi Kamtibmas dalam keadaan aman tertib dan kondusif.

Pewarta : Alam
Redaksi.www.dutasumsel.com

ADAB sebelum ILMU

Dutasumsel.com. KISAH SAYTID AL QUTBU ASY-SYAHIR ABU HASAN ASY-SADILI DAN GURUNYA SAYID AL-KABIR ABDUS SALAM BIN MASISY TENTANG PELAJARAN ADAB SEBELUM ILMU.. ( pembelajaran keilmuan wushulul fadilah ) bagi yg punya beruntunglah karena sannad ilmu ini sampai kpd beliau..

PELAJARI ADAB SEBELUM ILMU

suatu hari sayyid abdus salam bin masisy sedang duduk bersama murid" nya, ada satu santri yg bernama sayyid abu hasan asy-sadili yg sedang duduk di samping dan memijat kaki sang guru itu.

Sayyid abdul salam terdiam dan tak lama berkata kpd semua muridnya " kita kedatangan tamu istimewa, nabi khidir AS, skrng beliau sudah ada di gerbang dpn". Mendengar dawuh sang guru, para murid berhamburan menuju gerbang dpn menyambut kehadiran nabi khidir AS, kecuali abu hasan asy-sadili.

Lalu sayyid abdusalam bertanya kdp abu hasan asy-sadili?  Yaa hasan, knpa engkau tdk menyambut nabi khidir AS bersama teman"mu yg lain..??
Sayyid hasan asy-sadili menjawab " wahai guru, nabi khidir AS dtng sengaja menemuimu, untuk apa aku lepaskan tanganku dari kakimu karena kedudukanmu ( yaitu sebagai guru ) di mataku ( sebagai murid ) jauh lbh mulia dibandingkan nabi khidir AS.

Mendengar jwban dari muridnya seperti itu, lalu berucaplah sayyid abdusalam " tidak akan aku terima hadiah Al fatihah dari siapapun untukku kecuali di sertai dgn nama sayyid abu hasan asy-sadili. Ini bukti keridhoanku kepadanya".
Dgn keridhoan guru, sayyid hasan asy-sadili yg berguru puluhan tahun dgn berkhidmat dan mengabdi di kemudian hari bisa menjadi waliyullah agung yg bnyak memberi manfaat kpd umat.

Seorang murid harus paham betul bahwa tindak tanduknya di pandang oleh orang lain sebagai hasil didikan dari orang tuanya ( orang tua kandung dan guru ), bahkan ada yg memandangnya sebagai tamtsil ( murid adalah perumpamaan sang guru ), makanya banyak nama guru yg harum karena seorang murid, dan tdk sedikit murid yg merusak nama baik seorang guru dari prilaku dan perbuatannya.

Ilmu tanpa adab jadi hilang ilmunya tanpa bekas ( atsar ) dan tdk bermanfaat, bahkan bukan lg tdk bermanfaat, namun bisa jd madharat yg bisa menimbulkan sombong, maghrur dan lain sebagainya, maghrur itu tertipu menganggap dirinya paling benar dan mulia,

Imam malik RA pernah berkata " belajarlah adab ( tatakrama dan etika ) sebelum belajar ilmu.

Imam ibnu almubarol berkata " kami belajar adab, etika selama 30 tahun, dan baru belajar ilmu lainnya 20 tahun".

Imam sufyan Ats-Tsauri berkata " mereka tdk menyuruh / mengirimkan anak" mereka untuk menuntut ilmu, hingga mereka mempelajari adab dan beribadah 20 thn.

Kemuliaan guru seperti orang tua kita, namun rahasia dunia ada pd kedua orang tua, sedang rahasia akhirat ada pd tangan guru " Law laa Murobbi Ma Arpftu Robbi " jika bukan karena pendidik / guruku, maka aku tdk akan mengenal tuhanku". Subhanallah sekali sannad keilmuan ini semoga menunjukan kita jln yg lurus.

Artikel: HM.Afriyadi.Lc
Redaksi.www.dutasumsel.com

SEMINAR SEHARI BERSAMA KAJARI OGAN ILIR DENGAN PWI

Dutasumsel.com.INDRALAYA, – Untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang hukum dalam penyebaran informasi, Publik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ogan Ilir bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir mengelar kegiatan seminar sehari. Acara ini digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Ogan Ilir Jalan Lintas Tengah (Palembang-Prabumulih Km 35), Kamis (12/9/2019).

Dalam sambutannya Ketua PWI Ogan Ilir M Gusti Ali menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara awak media dengan Intansi Pemerintah.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini terutama Kepada pihak Kajari kabupaten OI yang telah mendukung penuh suksesnya acara ini.”Ujarnya dihadapan peserta seminar.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir Adi Tyogunawan SH, MH menyampaikan jika pihaknya sangat apresiasi kepada PWI Ogan Ilir yang sudah bersama-sama menggelar kegiatan ini

“Seperti diketahui dalam keseharian wartawan adalah sebagai patner kerja Kejaksaan. Semoga kedepan kita dapat selalu bersinergi dalam memberikan informasi kepada masyarakat,”ucapnya.

Sementara salah satu Pembicara Kepala Dinas Kominfo Ogan Ilir Drs Yohanas M.Pd mengatakan Pemkab Ogan Ilir terus melakukan inovasi dalam penyebarluasan informasi program kerja Pemkab OI dan sejak dua tahun lalu pihaknya sudah mengaktifkan berbagai media sosial seperti Instagram, facebook dan websaite.

“Dalam penyebarluasan informasi intansi Pemkab OI telah melakukan berbagai inovasi baik melalui Kominfo ataupun Humas Setda. Selain itu juga Kominfo sudah menjalin kerjasama dengan puluhan media online dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),”Pungkas Kadin Kominfo OI.

Pewarta : Tim

LURAH TALANG JAWA MEMBANTAH ADANYA PEMOTONGGAN DANA INSENTIF

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Terkait pemberitaan di Medsos yang mengatas namakan Lurah Talang Jawa selatan  mengatakan bahwa telah memotong dana Insentif ketua RT dan Ketua RT, awak Media mencoba menghubungi A. Hadi Wijaya selaku Lurah Talang Jawa Selatan pada Kamis (12/9) pukul 10:00 wib.

Secara kebetulan ketua RW dan ketua RT sedang rapat rutin bulanan, dan diterima Lurah Talang Jawa Selatan diruang kerjanya ada  ketua RT 09 Heru Setiawan dan Ketua RW 03 Huzaini,  menurut ketua RT dan RW bahwa tidak ada pemotongan dari Lurah " yang benarnya adalah kami seluruh ketua RT dan ketua RT sepakat membantu untuk kesejahteraan TKS itupun bersifat sukarela dan telah berlangsung selama tiga periode Lurah.

Mulai dari Lurah Zulkipli, Lurah Edi Sahrun, Lurah Samsul Hakim dan kami teruskan sampai sekarang selama ini tidak ada masalah, bagi ketua RT ataupun RW tidak mau tidak dipaksakan bersifar sukarela dan tidak dipatok berapa uangnya" pungkas Huzaini.

Pewarta : Novitha
Redaksi.www.dutasumsel.com