NEWS

Slider

Kades Sungai Pinang II Bersama Ketua PKK Desa Ikut Meriahkan Joget Balon

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Desa Sungai Pinang 2 Kecamatan Sungai Pinang untuk memeriahkan HUT RI ke – 74. Kegiatan berlangsung dilingkungan Desa Sungai Pinang 2 di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir  Minggu (25/8/2019).
Kepala Desa Sungai Pinang 2 Herman Sawiran di dampinggi Ketua Karang Taruna Desa Sungai Pinang 2 Meri Triyanto, kepada media ini mengatakan kegiatan dan perlombaan yang dilaksanakan di Desa terdiri dari, Gerak Jalan Cepat Tepat Waktu dengan Pakaian Bebas, joget balon, dengan peserta lomba sebanyak 26 Pasang untuk lomba Joget Balon,dan 20 Pasang Anak- Anak dengan Busana unik.

“Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI setiap tahun rutin dilaksanakan di Desa Sungai Pinang 2 ini sudah ke empatkalinya,  Tetapi yang paling penting untuk ditanamkan pada dirikan kita, terutama pada generasi penerus bangsa adalah punya semangat dan solidaritas yang tinngi dengan tidak melupakan jasa para pendiri bangsa,” harap Herman.

Pantauan,dutasumsel.com di lokasi dalam lomba yang dilaksanakan, bukan hanya anak- anak saja, para orang tuapun ikut ambil bagian berlomba Joget Balon dengan menggunakan baju daster,
Kepala Desa bersama Ibu Pengerak PKK Desa ikut ambil bagian Joget Balon.

Pewarta : Sanditya

MENGKUDETA BUDI GUNAWAN LEWAT KISRUH PAPUA

Artikel, Pradipa Y, -- Muncul sebuah Framing di pelbagai sosial media yang menyatakan; "BIN Gagal dan Kecolongan, terkait Rusuh di Papua". Sepertinya framing tersebut sengaja di ciptakan oleh sekelompok orang yang secara sadar melakukan provokasi kepada publik agar ada pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya rusuh di papua.

Rusuh di papua beberapa waktu lalu sepertinya tidak berdiri sendiri, dan kisruh itu terjadi pasca Presiden Jokowi menyatakan dipelbagai media massa bahwa "Susunan Kabinet telah final", begitu kata yang mulia. Suasana politik dalam negeri pun kembali menghangat pasca terbentuknya dua poros politik baru, yakni Poros teuku umar vs Poros Gondangdia.

Terbentuknya poros politik teuku umar merupakan hasil kerja keras kepala BIN Jenderal. Pol. Budi Gunawan yang diawali dengan adanya pertemuan MRT antara presiden Jokowi dengan Mantan danjen Kopassus Letjen. Prabowo Subiyanto, yang kemudian berlanjut pada jamuan "Nasi Goreng", dikediaman mantan presiden ri megawati soekarno putri yang juga ketua umum pdip yang notabene pemenang pemilu legislatif 2019-2024.

Kondisi politik tanah air kembali memanas karena disaat yang sama empat ketua umum partai politik, secara "Mendadak", bertemu di gondangdia guna membahas kepemimipinan nasional 2024-2029. Sepertinya terjadi turbulensi politik yang mengakibatkan meningkatnya eskalasi politik di negeri ini pasca terjadinya dua pertemuan tersebut yang membahas "quo vadis bangsa dimasa mendatang".

Menarik sekali kondisi politik tanah air pasca pilpres dan pileg yang dilaksanakan secara serentak di negeri ini, begitu dinamis seperti sebuah irama musik yang di mainkan dengan orkestra. Tarik menarik politik terjadi begitu kentara, terlihat dari banyaknya parpol pendukung tuan presiden dan ormas pendukung tanpa malu meminta jatah menteri kabinet, karena sudah merasa berjuang dan berkeringat untuk pemenangan tuan presiden.

Situasi ini menjadi dilema bagi tuan presiden, karena banyak parpol yang menjadi pendukung utamanya meminta jatah menteri, tapi tidak punya kursi satu pun di parlemen. Selain itu sang ketua umum partai berlogo banteng bermoncong putih pun; membuat statement keras sebagai pemenang pemilu, maka partainya paling pantas mendapatkan kursi menteri terbanyak di kabinet Presiden Jokowi, dan itu dinyatakan dalam Konggres partai beberapa waktu yang lalu.

Pasca menghangatnya politik di lingkaran istana, tiba-tiba saja terjadi gejolak di tanah papua. Terjadi kerusuhan yang di picu oleh "isyu dugaan persekusi dan rasisme" di sejumlah daerah, seperti surabaya, malang dan semarang yang merupakan basis pemilih dan pemenangan presiden jokowi sendiri. Sempat viral di media sosial seolah ada sekelompok ormas dan masyarakat yang melakukan tindakan rasis di dua lokasi tersebut.

Entah siapa yang pertama kali mengupload video dugaan persekusi dan rasis tersebut sehingga menjadi pemicu terjadinya rusuh di papua?! Yang kemudian isyu "dugaan persekusi dan rasisme" tersebut di mainkan oleh organisasi papua merdeka sebagai alat untuk memisahkan diri dari negara kesatuan republik indonesia, dengan memobilisasi massa yang begitu masiv dan membuat kerusuhan di papua barat.

Seluruh media mainstream dan media sosial juga secara masiv dan gamblangnya memberitakan hal tersebut dan menyajikannya secara terus menerus kehadapan publik, bahkan ada seorang buzzer yang menjadi pendukung fanatik tuan presiden selama ini, dengan begitu provokatif langsung mentweet "Rusuh papua disebabkan oleh ormas radikal, yang mengusir mahasiswa papua"?!

Seolah kerusuhan papua terjadi secara spontanitas dan massa bergerak sporadis tanpa adanya aktor intelektual atau pun penggerak massa dari kejadian rusuh tersebut. Secara pribadi saya anggap hal tersebut sangatlah aneh dan janggal serta menjadi tanda tanya besar bagi publik?! Karena hal rasis yang terjadi di surabaya, malang dan semarang tersebut, pernah terjadi sebelumnya dengan menyerang kehormatan tokoh papua natalius pigai yang dilakukan oleh para ahoker dan pendukung tuan presiden sendiri pada medio juni 2017 silam.

Sekedar mengingatkan kembali memory publik pada medio juni 2017 pernah terjadi persekusi dan rasisme yang menjadi pembiaran oleh negara terhadap tokoh papua natalius pigai. Kejadian tersebut juga sempat menjadi viral di media sosial, tapi tidak menjadikan rakyat papua berbuat anarkis dan juga tidak dijadikan isyu oleh kelompok OPM untuk menyerang pemerintah jokowi saat itu.

Kisruh yang terjadi di papua saat ini pun hampir sama dengan kejadian yang menimpa sahabat natalius pigai,  yaitu adanya " dugaan persekusi dan rasisme". Yang berbeda dari dua kasus di atas adalah di mainkannya sentimen pro dan kontra nkri menjelang dilaksanakannya hari kemerdekaan 17 Agustus. Disini saya melihat adanya penumpang gelap yang ingin memanfaatkan kisruh papua tersebut sebagai *"bargaining position"* sekaligus alat tekan terhadap pemerintah karena isyu rasisme tersebut menjadi headline dan pembicaraan dunia.

Media mainstream dan sosmed beserta para buzzer memframing seolah papua tidak butuh pembangunan, karena ada yang salah dari pembangunan di papua? Padahal beberapa waktu yang lalu media mainstream dan pemerintah dengan begitu bangganya memviralkan pembangunan infrastruktur trans papua yang begitu masiv kepada publik. Tiba-tiba saja viral pernyataan gubernur papua barat Lukas Enembe yang menyatakan; "orang papua butuh kehidupan, bukan pembangunan.

Framing-framing ini jelas di mainkan oleh media mainstream yang dengan bebasnya mengulas persoalan papua secara terus menerus. Di era presiden jokowi Jarang sekali media sosial maupun media mainstream memberitakan sesuatu yang dapat mendeskreditkan pemerintah, namun tiba-tiba saja media mainstream banyak mengulas hal yang sangat menohok dan memojokan pemerintah pusat.

Isyu kesenjangan sosial maupun phobia papua, terus menerus di mainkan secara masiv melalui pelbagai media. Pecahnya kerusuhan yang terjadi di papua sepertinya bukan kejadian spontanitas, karena terjadi setelah finalnya komposisi kabinet. Kejadian di papua hampir mirip dengan tragedi 1974, dimana terjadi perebutan pengaruh orang di sekitar istana yang membuat jatuhnya jendral, Soemitro Pangkokamtib saat itu.

Sebagai sebuah analisa saya melihat dari kerusuhan papua tersebut, Jenderal. Budi Gunawan menjadi target untuk di kudeta karena; "BIN dianggap gagal dan kecolongan atas kisruh di papua". Kenapa harus BG yang di targetkan untuk dijatuhkan? Karena jenderal BG adalah orang paling kuat dan berpengaruh bagi Jokowi maupun ketua umum pdip, dan tragedi papua adalah ajang untuk mempermalukan BIN serta menurunkan posisi tawar BG di mata Presiden maupun publik.

Kemampuan Jenderal BG menyatukan dua kutub yang berbeda antara pemerintahan jokowi dan kekuatan oposisi prabowo subiyanto, serta ketua umum pdip megawati soekarno putri, menjadikan posisi sang jenderal sebagai orang paling berpengaruh di negeri ini. Jadi wajar adanya upaya untuk menyingkirkan sang jenderal dari tragedi kisruh diatas.

Terjadinya poros teuku umar juga berkat andil sang jenderal BG, kemampuan BG menyatukan tokoh-tokoh bangsa wajib diapresiasi dan di acungi jempol. Sebagai seorang kepala BIN sang jenderal cukup lincah masuk wilayah politik, yang kemudian langkahnya mengejutkan para politisi di sekeliling istana maupun di sekitar ketua umum pdip.

Tebentuknya poros teuku umar yang di inisiasi oleh BG, menjadi ancaman elit politik dan kekuasaan di sekitar istana. Karena poros teuku umar apabila  terbentuk maka komposisi pemerintahan hanya melibatkan paling banyak tiga partai politik pemenang pileg yakni Pdip, golkar dan Gerindra.

Poros teuku umar bukan sekedar wacana, niat menyatukan tokoh bangsa bisa menjadi pemicu kemarahan elit politik yang terus memainkan isyu panas seputar rusuh akibat tindakan rasisme segelintir orang. Untuk itu kompartemen didalam BIN maupun institusi intelijen dibawah Polri maupun TNI harus membuka analisa ke arah pemakzulan jenderal BG sebagai sebuah bahan kajian terkait kerusuhan berbau rasis yang merembet ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sebagai pesan penutup, bukan tidak mungkin kisruh papua akan menjadi pintu masuk untuk memakzulkan sang jenderal BG karena manuvernya yang mengganggu banyak politisi dan kepentingan politik lainnya. Untuk itu selayaknya rakyat jangan mau terprovokasi atas adanya framing yang menyatakan "BIN Gagal dan Kecolongan", karena itu merupakan upaya untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

Waallahul Muafiq illa Aqwa Mithoriq,
Wassallamuallaikum Wr, wb
Jakarta, 25 Agustus 2019
        🙏PYN🙏

Oleh: Pradipa Yoedhanegara
Redaksi.www.dutasumsel.com

PENGEDAR PIL EXSTASY ASAL TELUK GELAM OKI DI TANGKAP DI DESA PAFIT

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH melalui jajaran Sat Res Narkoba Iptu Fadjri Ambiya dan Angotanya berhasil membekuk seorang pengedar Pil Ectasy di lapak acara Orgen Tungal Golden Star di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara tersangka bernama Jainudin (26) alias Udin, warga Dusun VI Desa Benawo Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten OKI. Berhasil diciduk Aparat Satres Narkoba Polres OI saat sedang berada di acara Orgen Tunggal di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara.
Informasi yang dihimpun awalnya Jainudin tersangka tengah menjajakan dagangannya  di saat ada pesta Orgen Tunggal dan tersangka menjajakan dagangan minuman sejenis bir dan minuman lainnya sembari menawarkan pil exstasy secara terselubung.

Nasib naas tersangka jainudin Saat itu malah menawarkan kepada petugas yang melakukan penyamaran (undercover buy/UCB). Tanpa curiga tersangkapun menawarkan 1 butir pil exstasy jenis QP, dengan harga Rp260 ribu.

Tak menyangka saat tersangka menyerahkan sebutir pil, anggota satres narkoba langsung saja menangkap tersangka dan setelah dilakukan penggeledahan petugaspun menemukan 20 butir pil exstasy dan uang tunai sebesar Rp260 ribu.

Diduga tersangka Jainudin ini pengedar narkoba jenis pil ectasy dan saat ini kita tengah mengembangkan kasus ini untuk menangkap bandar yang lebih besar lagi."ucap Kasat Res Narkoba Iptu Fadjri Ambiya.

Akibat perbuatannya tersebut tersanga Jainudin terjerat UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 terancam dengan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2, ancaman hukuman 6 tahun sampai seumur hidup.

Selain tersangka Udin, Anggota Satres Narkoba Polres OI juga menciduk Alan (29) warga Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Tersangka Alan diciduk karena memiliki satu paket Sabu dengan berat 0,34 gram dengan seharga Rp300 ribu.

Alan diciduk anggota satres narkoba saat sedang berada di Desa Tanjung Baru Kabupaten Ogan Ilir, melihat gelagat mencurigakan dari tersangka Alan langsung saja dilakukan penggeledahan.

Saat diintrograsi anggota tersangka mengaku mau mengantarkan barang tersebut ke satu tempat demi mendapat upah sebesar Rp50 ribu.Tersangka Alan dan barang bukti diamankan di SatRes Narkoba Polres Ogan Ilir untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka kita dikenakan UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 2 dengan ancaman 5 -15 tahun penjara."ungap Fadjr Ambiya" ungkap nya kepada awak media dutasumsel.com saat di mintai keterangan via phon, dan di b

Pewarta : Sanditya

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam Panen Raya Di Lebak Rumai Sekaligus Melebung Ikan

Dutasumsel.com.INDRALAYA,-- Tradisi melebung ikan air rawa di saat akhir masa panen padi sampai saat ini masih dilestarikan masyarakat "caram seguguk" Kabupaten Ogan Ilir.
Pada saat itu, kondisi air lebak atau sawah mulai mengering sehingga yang tersisa adalah genangan air (kolam ikan di tengah sawah), Acara Panen Raya dan Melebung di Lebak Rumbai Desa Sungai Rotan yang di prakarsai oleh Camat Rantau Panjang Zaki Mubarak, dan di hadiri langsung oleh Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam,Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan Rahmad, kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Fahrudin SE, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan H Ernadar, Kepala Inspektorat Kabupaten OI M Ridhon, Babinsa Sungai Rotan Kopda Winarno, Kepala Desa Sungai Rotan Suhaibi, Ketua Kelompok Gapotan Karbi Kepala Desa sekecamatan Rantau Panjang,dan Masyarakat Desa Sungai Rotan.
Selanjutnya Bupati Ogan Ilir mengunting pita tanda di mulainya Panen Raya dengan jenis Parian IP100 di lebak rumai bersama kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan dan Camat Rantau Panjang, langsung Bupati memberikan aba- aba dimulainya melebung yang sudah dibersihkan lebih dahulu, maka ikan pun mulai dipanen oleh warga dengan cara menangkap langsung secara beramai - ramai ke Lebak Rumai.

Seperti yang dilakukan warga Desa Sungai Rotan Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten OI, Sabtu (24/8/2019) pukul 10.00, mereka tampak ceria mulai dari  anak-anak, hingga ibu-ibu dari pemilik lebung ikan.

Tak tanggung-tanggung, mereka rela membasahi hampir seluruh pakaian yang dikenakan saat berupaya mengambil ikan-ikan yang tersedia di dalam lebung, mulai dari ikan Gabus,sepat, Belut, lele dan jenis ikan air rawa lainnya dan Paling banyak ikan Gabus.

"Tentu, hasil ikan yang banyak menjadi harapan bagi semua pemilik lebung. Namun yang paling utama adalah kegembiraan, pada saat berlangsungnya melebung itu sendiri," kata Karbi pemilik Konsen di Lebung Sungai Rotan sekaligus ketua Gapotan kecamatan Rantau Panjang.

Selanjutnya, ikan yang dihasilkan dari melebung, diolah untuk dikonsumsi secara bersama-sama sesuai selera, ada dimasak pindang, panggang, lalu dicampur dengan sambal khas terasi dan nasi putih. 

Pewarta : Sanditya

Dipercaya Warga Noerman SPd Jabat Ketua RW 03

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Dari hasil kompetisi pilihan RW secara demokrasi yang diikuti 75 orang perwakilan di RW 03 pada Minggu pagi dimulai  dari pukul 8.00 Wib sampai dengan jam 12.00 wib bertempat di Kantor Lurah Pasar Lama Lahat. ( 24/4)

Akhirnya Noerman Spd berhasil mengalakan Versusnya  Khairuddin dan  Hendri perwakilan tiga  RT 07 RT 08 dan RT 09, pada pukul 12.00 wib dilakukan penghitungan suara, dari 75 pemilih masing- masing memperoleh  Hendri (21 suara) Norman (29 suara ) Khairudin ( 25 suara ) total 75 suara.
Herwinsyah SE ketua RT 07 ketika diwawancarai awak media mengatakan " saudara Noerman SPd memang layak menjadi ketua RW 03 terlihat jiwa kepemimpinannya, apalagi beliau basisnya seorang pendidik. Ini langkah yang baik memimpin warga di RW 03, kami selaku perwakilan RT 07 mengucapkan selamat atas terpilihnya beliau sebagai ketua RW semoga sinergitas akan terjalin dengan RT yang ada di RW 03 menuju Lahat senahtera dan bercahaya" pungkas Herwinsyah sumringah.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Berikan Rasa Aman Masyarakat Banyuasin Ibadah Sholat Jumat, Personil Sat Lantas Gelar Progam PASTI

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Pada hari Jumat 23/8/2019 sekira jam 11.30 Wib Jajaran Sat Lantas Polres Banyuasin Laksanakan giat Pengamanan Setiap Tempat Ibadah (PASTI) di Sejumlah Masjid Yang Ada di Jalur Lintas Timur dan Wilayah Hukum Polres Banyuasin diantaranya
1.Masjid Miftahul Sallam, Desa Mulya Sari, Kec. Tanjung Lago
2. Masjid Al Hijriyah, Kelurahan Kayu Ara Kuning, Kecamatan Banyuasin III
3. Masjid Al Yaqub, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa
4. Masjid Abu Sallam, Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa
5. Masjid Al Ikhlas, Musi Landas, Kecamatan Sembawa

Adapun Program PASTI ini bertujuan untuk memberikan rasa aman ,nyaman bagi masyarakat Banyuasin yang melaksanakan Ibadah Sholat Jumat ,  Wujud pelayanan kepada masyarakat berupa "Pengamanan Pengaturan Arus Lalu Lintas, Patroli Seputaran Masjid di Tempat Tempat Kantong Parkir Sebagai  Antisipasi Terjadinya 3C Serta Gangguan Kamtibmas Lainnya.

"Berikan Rasa Aman Masyarakat Banyuasin Ibadah Sholat Jumat, Personil Sat Lantas Gelar Progam PASTI "Selama kegiatan tersebut berlangsung situasi Kamtibmas dalam keadaan aman tertib dan kondusif.

Pewarta : Alam
Redaksi.www.dutasumsel.com

Lemabayung Indah Tak Seindah Hidup SA

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Nasib malang menimpa S A  pelajar kelas X   SMK N 4  mendapat seterika panas dari orang tua asuhnya, kejadian ini bermula SA pulang telat kerumah hampir magrib, sesampai dirumah tumpukan setrika sudah menunggu. Orang tua asuh Linda yang notaben uwaknya kakak dari ibunya.

Berdasarkan hasil Investigasi Sumateranews dilokasi kejadian berhasil menemui Uwaknya di Perumahan Lembayung Indah  Lahat pada Jumat (23/8) pukul 09:00 dengan gamblang menceritakan kronologi kejadian menurut Linda " bermula SA pulang telat sedangkan strikaan menumpuk, lalu uwaknya menyuruh dan SA mengerjakan sambil menggerutu. Tidak tahan gerutuan SA disirimkan dengan air tidak sampai itu uwaknya mengambil strika dan digosokan ke badan SA dan dia berlari ke salah seorang tetangganya bernama Ika, Uwaknya mengakui bahwa kehilapan telah membuat keponakannya yang telah diurusnya sejak SD hingga SMA, menurutnya dia sangat menyesali perbuatannya.
Berlawanan terbalik dengan keterangan Andre salah seorang guru SMKN 4 mengatakan bahwa anak didik kami yang bernama SA  sama seperti murid pada umumnya tidak ada kejanggalan, orangnya pendiam dan tidak pernah membuat ulah " tandas Andre.

Sementara itu, IKA tetangga korban, yang tempat SA mengadukan nasibnya, bahwa SA adalah sosok anak yang biasa saja dan tidak bandel, menurut Ika Kasus ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian ” Semalam sudah kita serahkan kepihak berwajib dengan di antar oleh bibinya sendiri” tandas Ika.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Pemerintah Pusat, telah menganggarkan Rp 3 Triliun untuk Melurahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Program dana kelurahan merupakan aspirasi dari berbagai pihak yang direspons positif oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, terdapat 8.479 kelurahan di Tanah Air. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 137/2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan Seluruh Indonesia.

Pemerintah Pusat, telah menganggarkan Rp 3 Triliun untuk Melurahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Zublan Awali S.STP MSi  Camat Lahat
ketika ditemui awak media di ruang kerjanya Jumat ( 23/4) mengataka  sebanyak 16 Kelurahan di Kecamatan Lahat sudah menerima dana Kelurahan pada bulan Agustus ini masing- masing 185 juta pada termin pertama.

Pada Bulan Februari berdasarkan hasil musyawarah Kelurahan sudah dirancang program apa yang akan dibangun, kebanyakan pembangunan jalan lingkar, Spal dan Posyandu" tandas Camat

Selain itu beliau menghimbau kepada 16 Lurah untuk menggunakan Dana Kelurahan sesuai dengan fungsinya dan tidak menyimpang.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Dipepet dari belakang dan sempat ditembak 3 kali,Ini penuturan Maryanto Korban begal diJalinsum.

Dutasumsel.com.INDRALAYA, - Naas nasib Mariyanto (35) warga Depok Rejo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung dirampok dijalan Lintas Timur Sumatera tepatnya didepan SMA Negeri 1 Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir,Jum'at (23/08/2019).

Kepada awak media Mariyanto menuturkan, Sebelum kejadian penodongan tersebut, pada saat dirinya dalam perjalanan pulang kelampung sempat Istirahat dan tidur sebentar dimasjid yang ada diKecamatan Tanjung Raja untuk membuang rasa kantuk," habis istirahat dimasjid tersebut saya kembali melanjutkan perjalanan, dan tanpa saya sadari ada 2 orang berboncengan mengikuti saya dan tepat depan sekolahan itu motor saya diterjang kemudian terjatuh,"katanya.

Ditambahkannya,"kemudian habis jatuh saya sempat duduk ,seketika itu juga salah satu dari mereka mengarahkan senjata api kebadan saya, 2 kali tidak meletus dan tembakan yang ke 3 baru meletus dan menembus paha saya,saat itu juga mereka ambil sepeda motor tapi motor tidak hidup cuma berhasil ambil dan bawa dompet saya,"ujarnya saat terbaring lemah di Puskesmas Tanjung Raja.

Terpisah Kapolsek Tanjung Raja AKP Arfanol Amri SH melalui Kepala Unit (Kanit) Reskrim Ipda Herman mengatakan Pelakunya masih dalam Penyelidikan ,"Kronologisnya Ketika korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo warna hitam No. Pol: BE 5075 ID, dari Arah Palembang Menuju ke Lampung, tepat di Jalan Lintas Timur depan SMA Negeri 1 Tanjung Raja  tiba tiba dua orang pelaku yang berboncengan, dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam langsung memepet korban dari sebelah kiri lalu mendorong korban sehingga korban terjatuh,"katanya.

Selanjutnya,"Pelaku mengambil dompet korban yang berisikan STNK Sepeda motor Honda Revo fit warna hitam No. Pol: 5075 ID, SIM C dan Uang sebesar Rp. 1.300.000, kemudian pelaku melarikan diri mengarah kota Kayu Agung,"terangnya.

Masih katanya, " untuk korban sudah di bawa ke Puskesmas Tg Raja oleh Anggota piket SPK bersama masyarakat,"jelasnya.

Pewarta : Darius
Redaksi.www.dutasumsel.com