NEWS

Slider

Hasil Sidang DKPP Dimapolda Sumsel Sekertaris KPUD Lahat Resmi Dipecat

Dutasumsel.com.LAHAT, --Lantaran dinilai tidak transparan dalam pencalonan istrinya, dan diduga melanggar UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang kode etik penyelenggaraan Pemilu.

Rabu (31/7/2019) akhirnya, Sekretaris (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lahat, Raswan Ansori.SE, secara resmi dipecat dari jabatannya. Berdasarkan sidang pleno DKPP di Mapolda Provinsi Sumsel sekitar pukul 13.45 WIB dengan Ketua Majelis Ahmad Bagja. Sedangkan, pemeriksa daerah yakni, Junaidi, Anisa, dan Amrah Muslimin.

Pemecatan Raswan Ansori dari jabatannya selaku Sekretaris KPUD Lahat tersebut, usai menjalankan pemeriksaan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pencalonan istrinya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Calon DPRD Kabupaten Lahat tahun 2019.

"Benar, Sekretaris KPUD Kabupaten Lahat sedang menjalankan sidang DKPP di Mapolda Sumsel, dan Hari ini sidang keputusannya diputuskan Raswan Ansori SE diberhentikan dari jabatannya selaku Sekjen KPUD Lahat," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lahat, Nana Priyana, Rabu (31/7/2019).

Persoalan tersebut, sambungnya, mencuat setelah menerima Laporan Pengaduan yang dilayangkan seorang Lawyer dan juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, H.Nico Fransisco SH.M.Hum.

"Dalam pernyataan tertulis Lawyer dan juga Anggota DPRD Kabupaten Lahat itu, bahwa Sekretaris KPUD Lahat yakni, Raswan Ansori tidak pernah menyatakan secara terbuka apabila memiliki hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon, peserta pemilu, dan atau tim kampanye," tuturnya lugas.

Ketika disinggung wartawan soal kekosongan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lahat, diakui Nana Priyana, untuk jabatan Sekjen KPUD Lahat nanti akan melalui proses Lelang Jabatan yang dilakukan oleh KPU Provinsi Sumsel.

"Termasuk, sebelum dilelang secara terbuka oleh KPU Provinsi Sumsel, penunjukan untuk Plt Sekretaris KPUD Lahat, juga langsung dilakukan KPU Provinsi Sumsel," pungkas Nana.

Sedangkan, dari pengakuan H.Nico Fransisco SH.M.Hum yang dilansir Media CNN.“Padahal teradu merupakan suami dari calon legislatif di Dapil Lahat 3 nomor urut 3 Partai Demokrat,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Niko juga menuding Raswan Ansori tidak bertindak Netral sebagai penyelenggara pemilu. Contohnya, Raswan mendatangi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk memenangkan istrinya.

Pengaduan Niko Fransisco juga diperkuat dengan keterangan mantan Ketua KPU Lahat Samsurizal yang bersaksi dalam persidangan. Dirinya mengatakan bahwa Raswan juga pernah menitipkan Alat Peraga Kampanye (APK) milik istrinya saat diselenggarakannya kegiatan KPU Lahat.

Hasil dari sidang pleno, Hakim memutuskan berdasarkan penilaian atas fakta, saksi dan bukti-bukti dokumen yang ada. Dan, dinyatakan bahwa Raswan Ansori terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman prilaku penyelenggara Pemilu dengan nomor perkara 111-PKE-DKPP/V/2019.

Dan, terakhir Hakim memutuskan:

1. Mengabulkan pengajuan pengadu untuk seluruhnya.

2. Menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada teradu Raswan Ansori selaku Sekeretaris KPU Kabupaten Lahat dan mengembalikan yang bersangkutan ke lembaga asal.
3. Memerintahkan Sekretaris Jendral KPU RI untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan
4. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum RI untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.

Pada saat itu, Raswan Ansori membantah dirinya meminta bantuan kepada KPPS dan PPK untuk memenangkan istrinya. Ia pun mempertanyakan keterangan Samsurizal sebagai saksi karena tidak disertai dengan informasi yang rinci.

Terkait alasan dirinya tidak mengumumkan secara terbuka mengenai pencalonan istrinya tersebut, Raswan berujar, dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan Peraturan DKPP nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik penyelenggara Pemilu.

"Terus terang, definisi keluarga dalam UU tersebut rancu. Berdasarkan KBBI, d.

Pewarta : Idham
www.dutasumsel.com010819

DR H. Hardiansyah.MSi Gantikan DR Budi Hartono SE.MM Jabat Direktur Pasca Sarjana STIE Serelo Lahat Periode 2019- 2023

Dutasumsel.com.LAHAT, -- DR Hardiansyah. MSi menggantikan DR Budi Hartono SE.MM periode 2019- 2023, Pelantikan   dan pengambilan sumpah program pasca  sarjana dilaksanakan pada Kamis 1 Agustus 2019 bertempat di Ruang Auditorium Pasca Sarjana STIE Serelo Lahat.

Ketua STIE Serelo Lahat Sukri SE.MSi melantik sekaligus membacakan SK keputusan, acara ini dihadiri Pembina Yayasan STIE Serelo Solihin Daud   Asisten 3 Iskandar MM. Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Kgs Fauzan SE,  Ketua STIE Lembah Dempo, Perwakilan Polres Lahat, Zulkipli Idrus pendiri STIE Serelo Lahat  Ketua STIE Serelo Syukri SE. MM, para Dosen STIE Serelo Lahat,  berserta undangan lainnya.

Semenjak berdirinya STIE Serelo pada tahun 1995. Dan tahun 2008 Pasca Sarjana Prof DR Tirta Jayadinigrat selaku direktur yang pertama, pengangkatan  DR Hardiansyah SE.MSi merupakan Direktur ke 4 , faktor yang perlu ditingkatan peningkatan Kurikulum, penelitian baik itu biaya sendiri maupun pemerintah dan Hibah. Untuk itulah Direktur harus terjun langsung untuk meningkatkan STIE Serelo Lahat. Alhamdulilah sudah  935 orang Alumni S2  yang tersebar diberapa perusahaan baik swasta maupun Negeri, untuk S2  223 orang saat ini yang masih belajar .

Sedangkan jumlah mahasiswa S1 menurun  saat ini berjumlah 556 orang yang aktif 140 orang  melaksanakan seminar Skripsi dan 93 orang akan belajar di STIE, untuk yang hendaknya kuliah di STIE hendaknya menggunakan ITE tidak sistem manual lagi , program S2 hendaknya MoU dengan Lembaga Bahasa. Juga harus berkreatif dan berpikir apabila sesuatu Inovasi yang baru mari kita programkan dan masih banyak lagi PR kurikulum pendidikan terbaru, belum ada muatan lokal melihat kondisi Lahat saat ini seperti Pertambangan, perkebunan dimasukan pada pelajaran muatan lokal, ucapan terima kasih kepada Bank Sumsel Babel yang telah berkerjasama selama ini." tegas Syukri

Sementara itu pembina STIE Serelo Lahat sekaligus Mantan Bupati Lahat di era 90an mengatakan " menucapkan  selamat datang dan bertugas kepada direktur yang baru saja dilantik, pertemuan kita kali ini merupakan Reuni, karena kira semua ikut andil pada kemajuan STIE Serelo, saya yakin dan percaya beliau memimpin dengan disiplin penuh dengan aturan, tidak boleh berkerja dengan semaunya. Untuk itulah harapan terbesar bertumpu kepada direktur baru " pungkas Solihin.

Bupati Lahat diwakili Asisten 3 drs H. Iskandar mengucapkan selamat kepada direktur yang baru dilantik dan selamat bertugas, semoga yayasan STIE Serelo Lahat tetap berjaya. Acara dilanjutkan dengan poto bersama dan ramah tamah.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com010819

SMP 1 Indralaya Utara Sambut 19 Yangchon Middle School Korea Selatan



Dutasumsel.com.INDRALAYA,--SMP Negeri 1 Indralaya Utara Mendunia
Sekolah Menengah Pertama Negri 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan baru saja menyambut tamu asing dari International Student Exchange Visit dari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan,
dan SMP Negeri 1 Indralaya Utara  adalah merupakan institusi pendidikan negeri yang membanggakan di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan yang di Nahkodai oleh Dra. Herlina sebagai  Kepala Sekolah dan juga menjadi bagian integral dari masyarakat setempat perlu dikembangkan sebagai pusat pembudayaan dan pemberdayaan yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, melakukan pembiasaan, dan mengembangkan kreativitas siswa melalui proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. 
Terkait dengan  Kunjungan Internasional dalam International Student Exchange Visitdari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan, tentu saja sekolah ini telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, mulai gladi tempat sampai teknis pelaksanaan, seperti simulasi pembelajaran IPS, Seni Budaya, dan Prakarya secara bilingual, penampilan sanggar seni tari lagu musik, kolaborasi atraksi OSIS, ekstrakurikuler Pramuka dan Olahraga, memperkenalkan kerajinan jumputan khas Sumsel, sopasti memperkenalkan makanan khas asli Ogan Ilir dan Indonesia. 
Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi dan energi positif bagi guru dan siswa SMP Negeri 1 Indralaya Utara untuk jadi yang terbaik di tingkat lokal dan nasional menuju internasional. Begitupun instansi pendidikan dan pemerintah daerah terkait mempersiapkan diri menghadapi Pendidikan Global Abad 21 dan Revolusi 4.0. Lets Join us with Saintra in action International Student Exchange Visit. “Namjjog-eun gamsahabnida”.

Hadir dalam kunjungang  Korean Students kepala sekolah / Principal Kang Chuan Sam, Vicc - Principal Lee Yeon Sook, Teacher Lee Eun Kyoung, dan 16 dan rombongan global Citizenship Education ( GCED) International Student Exchange Visit Incheon Yangchon Middle School South Korea, Delegrasi Pelajar Busan Korea Selatan Dalam kunjungannya 1 hari di sambut dengan berbagai atraksi antara lain, Pencak Silat, Tari  mapak Raje.

Kunjungan Internasional dalam International Student Exchange Visitdari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan Student Exchange  di sambut langsung oleh Kepala SMP Negri 1 Indralaya Utara Dra. Herlina, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir yang di wakili oleh Marsudi,S.Pd.M.Si, Indra Yudistira, Kapolres Ogan Ilir Yang di wakili KBU BinMas Polres OI Ipda Hartono, serta tamu undanggan lainnya.

Terkait dengan kunjungan pelajar Korea Selatan Kepala Sekolah SMP Negri 1 Indralaya Utara  sangat bahagia dan Suatu kebanggaan tersendiri buat Keluarga Besar SMP Negri 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir karena di kunjungi oleh Pelajar dari Korea Selatan untuk saling berbagi dan bertatap muka langsung, serta bertukar Ilmu buat anak- anak didik kita karena menambah wawasan yang tak nilai, dan SMP Negri 1 Indralaya Utara adalah sekolah yang menjadi kebangaan Kabupaten Ogan Ilir karena sudah Mendunia saat ini.

Dan ditambahkan oleh salah satu Guru terbaik SMP N 1 Indralaya Utara Dian Khairani Yang pernah menjadi salah satu peserta dari 9 Guru yang Pada 2017, program pertukaran guru Indonesia-Korea diikuti oleh 9 (sembilan) guru Korea dan 10 (sepuluh) guru Indonesia. diberangkatkan untuk menjadi salah satu Guru ke Korea pada tahun 2017 yang lalu, bahwa kunjungan pelajar kali ini merupakan kerjasama antar Indonesia dan Korea Selatan yang harus kita laksanakan untuk memperkokoh tali persaudaraan antara Anak didik kita dengan Anak didik dari Korea saling bertukar Ilmu Pengetahuan untuk saling mensyupot satu sama lainnya, ungkap nya.kepada dutasumsel.com Rabu 31/7/2019.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com31719

Dhea Nur Fadhiah Runner UP Masabaqah Hifdzil Qur'an.

Dutasumsel.com.LAHAT, - Patut diacungi jempol keberhasilan yang diukir pelajar MTsN 1 Lahat, setelah melalui beberapa rintangan akhirnya mengantarkan  Dhea Nur Fadhilah sebagai Runner Up pada  Musabaqah Hifdzil Qur'an tingkat Provinsi pada 31 Juli 2019 .

Acara yang  dilaksanakan di Rumah Tahfidz Ash-Shalihin binaan Kanwil Kakanmenag Provinsi Sumatera Selatan. Kontingen MTsN 1 Lahat pulang tidak membawa tangan hampa, seperti dikatakan Neliana SAg. MM awak  medianya ( 31/7) beliau mengatakan " Alhamdulillah siswi MTs N 1 Lahat atas nama Dhea Nur Fadhilah meraih juara ke 2 pd Musabaqah Hifdzil Qur'an, hal ini tentu sangat membawa nama baik sekolah.

Menurut beliau kompetisi ini sudah antar Kabupaten bukan antar madrasah lagi, sehingga saingan kita banyak, berkat doa dari rekan- rekan kita memperoleh terbaik kedua" . Pungkas Neliana bangga.

Pertemuan Pokja Dan Ketahanan Keluarga Berbasis Tribina Di Kampung KB Desa Keban

Dutasumsel.com.LAHAT,--Pertemuan pokja ( Kelompok Kerja Kampung KB dan Ketahan keluarga berbasis Tribina, BKB, BKR dan BKL Penyuluh Keluarga Berencana wilayah Desa Keban dari Dinas Pengendalian Kependudukan, Desa Keban terpilih sebagai Kampung KB Kecamatan Lahat.  Bertempat di Balai Desa Keban pada Rabu (31/7) pukul 09:00 wib, hadir pada pertemuan ini dihadiri Kades Desa Keban Abdul Somad SH. Ketua TPKK Kecamatan  Marsha Zubhan, Ketua TPKK Desa Keban Citra Sriana SPd, Yati Minarsih SE .PKB, pemberi materi dari KUA, Kader serta perangkat Desa Keban.

Camat Lahat Zubhan Awali S.STP membuka sekaligus memberikan sambutan" sehubungan dengan kegiatan Kampung KB yang telah memberikan materi kepada masyarakat, berikanlah  penyampaian yang terbaik kepada masyarakat,  ubah lah pola lama banyak anak banyak Rezeki menjadi sedikit anak lebih baik menunjang terbentuknya keluarga harmonis, ada rencana lomba Kampung KB tingkat Kabupaten, hendaknya persiapkan dengan matang, diharapkan menyambut HUT RI ke 74, bayarlah PBB sesuai dengan aturannya, tutur Camat. Selain itu beliau berpesan untuk tidak membakar lahan secara sembarangan dimusim kemarau dan berantas Narkoba.

Yati Minarsih SE PKB (pembina keluarga berencana)  pada arahannya mengatakan " Kegiatan inimerupakan   pelaksanakan kampung KB bukan semata  dibidang  Kontrasepsi saja, juga  Kesehatan masyarakat perlu diperhatikan  hal ini terbukti  2 bulan lalu kita resmikan Posyandu Remaja, selain itu pembinaan keluarga sehat, untuk mewujudkan Kampung KB perlu dukungan segala pihak" tandas yati

Sementara itu Kades Keban Abdul Somad SH menambahkan " Dengan adaya kegiatan ini, perlu adanya Kampung KB Tribina untuk merangkul segala usia, hal ini menyangkut urusan keluarga, anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, untuk itulah perlu kita tepis. Bahwa pembinaan Kampung KB perlu diperhatikan, mewakili Pemerintah Desa kami siap memfasilitasi " tegas Abdul Somad.

Pewarta :  Novita/ Idham
www.dutasumsel.com31719

AGUSTUS KALIMANTAN IBUKOTA NEGARA (BARU) INDONESIA

HUSNIL KIROM, M.Pd..jpg

Oleh : Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara)
“Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustuslah”. Dikutip dari Laman Setkab dalam sumber www.liputan6.com (Selasa, 29 Juli 2019).
 Usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya sebenarnya telah lama didiskusikan sejak masa Presiden Soekarno. Lebih jauh dari itu, selama masa kolonial Belanda pada awal Abad ke-20 ada upaya oleh Pemerintahan Hindia Belanda untuk mengubah lokasi ibu kota dari Batavia ke Bandung. Walaupun usaha ini gagal karena Depresi Besar dan Perang Dunia II. Selanjutnya, pada tahun 2010 perdebatan berlanjut tentang pembentukan ibu kota baru yang akan dipisah dari pusat ekonomi dan komersial negara. Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru, karena masalah lingkungan dan overpopulasi Jakarta (Dino Fanara, 2006). Sebagaimana pengalaman negara lain yang memindahkan ibu kota resminya ke tempat baru, sepertiBrasil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Lalu, Malaysia memindahkan pusat pemerintahan federal administratifnya ke Putrajaya. Sementara Jepang yang dulu berencana memindahkan ibukotanya, sampai saat ini Tokyo tetap menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi disana. Nah, sekarang bagaimana dengan rencana pemindahan ibukota negara (baru) Indonesia?
Urgensi Pemindahan Ibukota Negara
Wacana pemindahan ibukota negara ini jika memang pilihan pertama diloloskan, maka Indonesia akan membangun ibu kota baru jauh dari Jakarta, seperti di pulau Kalimantan dianggap sebagai lokasi paling tepat. Pulau ini jauh dari daerah batas konvergen tektonik yang berarti relatif aman dari ancaman gempa bumi dan letusan gunung berapi. Di Kalimantan, penempatan ibu kota baru diusulkan berlokasi di bagian selatan agak ke timur. Selain itu ada pula usulan untuk memindahkan ibu kota ke Kawasan Timur Indonesia. Dikutip dariwww.wikipedia.com tanggal 30 Juli 2019, ada beberapa calon ibukota negara (baru) Indonesia yang diusulkan, antara lain:
1.    Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Kalimantan Timur. Rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Bukit Soeharto tak lepas dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke bukit ini pada 7 Mei 2019.
2.    Kota Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Sejak ditetapkan sebagai ibu kota Kalimantan Tengah pada 1957, disebut-sebut bahwa presiden pertama Indonesia, Soekarno, merencanakan untuk mengembangkan dan membangun Palangkaraya sebagai ibu kota masa depan Indonesia.
3.    Kota Merdeka (Kalimantan Tengah). Kota ini adalah kota buatan baru yang terletak di sebelah utara Pangkalan BunKabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
4.    Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan). Tanah Bumbu dan Kotabaru. Banjarmasin terletak lebih ke tengah negara dan memiliki akses lebih baik ke pesisir Laut Jawa dan tidak jauh dari Selat Makassar serta memiliki infrastruktur yang lebih baik.
5.    Kota Pontianak (Kalimantan Barat). Pontianak terletak tepat di khatulistiwa dan berlokasi strategis di tepi Selat Karimata dan Laut Natuna Utara, serta dalam kawasan yang sama dengan ibu kota ASEAN lain seperti SingapuraKuala Lumpur, dan Bandar Seri Begawan.
6.    Kota Balikpapan atau KotaSamarinda (Kalimantan Timur). Lokasi diusulkan menjadi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur adalah kawasan di antara kota Balikpapan dan Samarinda.
7.    Kota Palembang (Sumatera Selatan). Kota bersejarah ibukota kerajaan Sriwijaya ini memiliki makna simbolis dan historis, yakni kembalinya kejayaan bahari masa nusantara. Keunggulannya adalah berlokasi di kawasan yang strategis dan dekat dengan ibu kota negara ASEAN lain.
8.    Kota Mamuju (Sulawesi Barat). Jusuf Kalla mengusulkan kota ini menjadi ibu kota karena letaknya berada di tengah tengah Indonesia, strategis di tengah-tengah Indonesia.
9.    Terakhir, Kota Lampung juga mengajukan diri untuk menjadi ibukota negara. Lokasi yang strategis diujung Sumatera menjadi alasan utama pengajuan Lampung sebagai pengganti DKI Jakarta. Sesuai hasil kajian ilmiah 34 narasumber pada FGD Emersia dan Itera.
Dalam www.wikipedia.comdisebutkan bahwa ada kajian lain jika Jakarta tetap dipertahankan sebagai ibukota negara Indonesia, sedangkan pusat administrasi dipindahkan ke lokasi lain yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, maka lokasi yang diusulkan, yaitu Kota Jonggol (Jawa Barat),Karawang (Jawa Barat), dan Pulau Reklamasi Teluk Jakarta (Jakarta Utara). Rencana ini sejalan wacana National Capital Integrated Coastal Development (Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara). Pusat pemerintahan akan ditempatkan di pulau reklamasi berbentuk burung Garuda.
Dilema Pemindahan Pemerintahan Baru ke Kalimantan
Presiden Joko Widodo menyatakan “saya kira kalau sudah rampung, sudah tuntas, detailnya sudah dipaparkan, untuk kajian kebencanaan seperti apa, kajian mengenai air, kajian mengenai keekonomian, kajian mengenai demografinya, masalah sosial politiknya, pertahanan keamanan, semuanya karena memang harus komplit”. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam masalah pemindahan ibu kota negara itu. Tetapi pemerintah ingin secapatnya diputuskan. Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, bahwa pemindahan ibukota negara dari Jakarta akan diumumkan oleh presiden. Menurut Bambang, lokasi pemindahan ibu kota ada di Pulau Kalimantan. Namun, ia masih enggan menyebutkan nama provinsinya. “Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul),” ujar Bambang. 
Selanjutnya, jumlah ASN yang berdinas pemerintah pusat saat ini, lanjutnya, mencapai sekitar satu juta orang. Ia mengatakan pemerintah akan mengakomodasi seluruh ASN tersebut untuk pindah ke Ibu Kota negara yang baru. "Iya, iya sudah, sudah kita, di Kementerian lembaga di pusat ini jumlah ASN yang berada di tingkat pusat itu 1 juta orang," kata dia. Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mengatakan pemerintah akan segera menyelesaikan kajian realisasi rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta. Mengenai lokasi, sudah disetujui. "Hal yang pasti di luar Pulau Jawa, kemungkinan besar di Pulau Kalimantan. Tapi spesifiknya di mana, itu yang akan difinalkan," ujar Bambang. Presiden Joko Widodo sendiri bahkan telah meninjau empat daerah di Kalimantan Tengah sebagai calon ibu kota negara yang baru. Empat daerah tersebut adalah Palangka Raya yang juga ibu kota Kalteng, Gunung Mas, Katingan, dan Pulang Pisau. Jika jadi dilaksanakan, pemindahan ibukota negara diprediksi membutuhkan biaya yang ekstra besar. Setidaknya membutuhkan sekitar Rp. 466 triliun. Anggaran tersebut bisa bersumber dari APBN, BUMN dan pihak swasta. Inilah salah satu yang menjadi dilema pemindahan ibukota negara baru dari Jakarta ke Kalimantan.
Dilema lainnya, selama ini Jakarta terlalu sesak menanggung beban sebagai ibukota negara, pusat birokrasi, pusat perputaran ekonomi, pusat perdagangan, pusat hiburan, dan pusat-pusat yang lainnya. Memang Jakarta kurang gesit mengejar infrastruktur, belum lagi sisi ekologis (lingkungan hidup), lalu potensi bencana alam yang tinggi karena terletak di sesar tubuh bumi yang mengalami pergerakan, belum lagi banjir yang setiap tahun pasti terjadi. Oleh karenanya memindahkan ibukota negara (baru) Indonesia ke Kalimantan atau ke daerah manapun diharapkan akan menjadi solusi yang baik, karena hal itu sedikit demi sedikit melepas sebagian beban di pundak Jakarta. Itulah mengapa kita hendaknya terus mendukung setiap rencana pemindahan ibukota negara ke luar pulau Jawa dengan harapan pemerintah memegang teguh komitmen untuk mempersiapkan segala hal. Sehingga ide pemindahan ibukota itu tak lagi cuma “anget-anget tahi ayam”. Kita berharap wacana pemindahan tersebut dapat terwujud karena beberapa negara lain sudah berhasil melakukannya.
Pada akhirnya, kita percaya bahwa sejatinya konsep memindahkan pusat kekuasaan ke luar Jawa itu “segendang sepenarian” dengan konsep pemerintahan Indonesia Sentris. Tetapi yang perlu diingat komitmen itu harus dimulai dengan perencanaan matang sebagai kunci pertama. Keteguhan untuk mengeksekusi rencana pemindahan ibukota negara (baru) tersebut dalam implementasi penganggaran dan pembangunan yang akuntabel. Hal yang urgensi lainnya harus dibuat peta jalan untuk rencana pemindahan ibukota itu dalam waktu 5 atau 10 tahun mendatang. Target yang tegas dengan tenggat waktu yang terukur mesti dijaga kepatuhannya. Semoga wacana pemindahan ibukota negara (baru) ini bukan hanya isu tetapi kenyataan, dimanapun pindahnya kita tunggu dan dukung untuk pemerataan dan kemajuan Indonesia tercinta.
www.dutasumsel.com31719

Bhabinkamatibmas Polsek Sungsang Sebar Maklumat Kapolda & Sosialisasi UU RI No 18 Tahun 2019 Pasal 48 Ayat 1

Dutasumsel.com. BANYUASIN, -- Untuk Antisipasi Karhutbunla di Desa Sungsang, Bhabinkamatibmas Polsek Sungsang Sebar Maklumat Kapolda &  Sosialisasi UU RI No 18 Tahun 2019 Pasal 48 Ayat 1

Pada hari Selasa Tanggal 30 Juli 2019  Bhabinkamatibmas Polsek Sungsang Bripka Offer Army Putra,SH Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi UU RI No 18 Tahun 2019 Pasal 48 Ayat 1 secara door to door dan sekaligus menyebarkan Maklumat Kapolda Tentang Dampak serta Sangsi Bagi Pelaku Sebabkan Karhutbunla di desa binaannya Desa Sungsang  Kecamatan Banyuasin 2  Banyuasin

Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat dan para petani maupun yang memiliki usaha perkebunan / pertanian yang berlokasi di desa Sungsang Kecamatan Banyuasin 2 Kab. Banyuasin.

Adapun tujuan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Sungsang  dan sekitarnya dari bahaya dan dampak dari Karhutbunla dan juga ancaman sanksi pidana  terhadap para pelaku  yang  dengan secara sengaja melakukan kegiatan pembakaran dan sebabkan terjadinya Karhutbunla di desa Sungsang

Selama kegiatan tersebut berlangsung situasi Kamtibmas dalam ke
adaan aman tertib dan kondusif.

Pewarta : Alam
www.dutasumsel.com30719

Sebanyak 112 Pejabat Eselon 3 dan 4 Di Lantik

Dutasumsel.com.LAHAT, - Sebanyak 150 Pejabat ASN Esslon 3- 4 upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan serta janji pada siang Selasa (30/7) bertempat di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat.

H.Haryanto SE. M BA, MSi selaku Wakil Bupati Lahat melantik dan memimpin sumpah jabatan tersebut. Hadir pada moment tersebut dihadiri H Januarsyah SH.MM Sekda Lahat, Kepala BKSDM, Asisten dan Staf Ahli.

Wakil Bupati Lahat H.Haryanto, SE.MM pada sambutannya  mengharapkan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik - baiknya  dan tingkatkan lagi kinerja supaya ada prestasi dan sudah seharusnya sebagai pegawai negeri sipil siap di tugaskan dimana saja. Dan kepada kepala opd kami berharap agar bawahannya untuk dibina maka dari itu marilah di jaga kepercayaan ini ".pungkas Haryanto.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com30719

Bajing Loncat Yang Terekam Di Salah Satu Akun Yautube Bikin Gusar

Dutasumsel.com.INDRALAYA, - Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH sangat Geram dengan adanya Aksi kawanan bajing loncat yang sangat meresahkan para sopir yang membawa muatan serperti Expedisi, karena sekarang kawanan penjahat tersebut mulai beraksi di jalan lintas daerah, seperti di Kawasan Antara Jalan Lurus ke Arah Palembang dan Indralaya.

Dan baru-baru ini,ada  ungahan video bajing loncat yang sedang beraksi pun viral di media sosial,salah satu akun Intagram di Yautube, yang mengunggah Vidio Bajing Loncat yang lagi beraksi di jalan, dekat Rumah Makan Adem Ayem Indralaya Utara.

Dan rekaman video tersebut menjadi piral di medsos,terlihat kawanan bajing loncat nekat menjarah beras dari sebuah mobil boks yang sedang melaju.


Para kawanan Bajing Loncat tersebut mengendarai motor berboncengan, lalu mendekati pintu belakang mobil box tersebut.

Setelah pintu berhasil dibuka, kawanan ini langsung menurunkan kardus, belum diketahui apa isinya, sedangkan Pada video sebenarnya terlihat beberapa pengendara motor lain di belakang mobil box tersebut, namun sangat disayangkan para pengendara sepeda motor lainnya tidak ada yang berani untuk memberitahukan kepada pengendara mobil box tersebut.

Kapolres sangat menyayangkan para pengendara motor yang mengetahui adanya Bajing Loncat tersebut tidak melapor kepada petugas terdekat,atau memberitahukan kepada sopir pembawa mobil box tersebut agar kita bisa menangkap para pelaku bajing loncat yang meresahkan masyarakat.
Dan sejauh ini Polres Ogan Ilir belum menerima adanya pengaduan dari Para Pengemudi, pemilik Barang yang sudah di rugikan belum ada yang melapor.

Kapolres Ogan Ilir akan menindak tegas pelaku Bajing loncat yang meresahkan dan akan memantau secara langsung tempat - tempat yang di sinyalir ada bajing loncat di wilayah hukum Polres Ogan Ilir, dan meningkatkan KKYD di wilayah Hukum Polres OI imbuh Kapolres, saat di hubungi  dutasumsel.comselasa 30 Juli 2019.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com30719

PWI Peduli Berikan Bantuan Kepada Keluarga Korban Penderita Kanker Tulang

Dutasumsel.com.INDRALAYA--Sebagai bentuk kepedulian terhadap seorang warga penderita kanker tulang, pengurus organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir (OI), memberikan bantuan kepada keluarga korban penderita kanker tulang. Penyerahan bantuan berlangsung Selasa (30/7) pukul 11.00 di kantor sekretariat PWI Kabupaten OI Pemda Lama Jalintim Km 35 Indralaya-Kayuagung. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat PWI Kabupaten OI H Usuluddin didampingi Wakil Ketua PWI serta bendahara kepada Harry selaku utusan keluarga korban penderita kanker tulang. Usai menyerahkan bantuan kepada keluarga korban penderita kanker tulang, H Usuluddin selaku Ketua Dewan Penasehat PWI Kabupaten OI mengatakan, semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban keluarga korban. "Semoga kedepannya anak kita ini yang bernama Annisa Atifah (6) sehat seperti sediakala dan bisa menjalankan aktifitas belajar," ujar Ketua Wanhat PWI OI H Usuluddin.
Dikatakan Usuluddin, dana bantuan senilai Rp 2.2 juta yang diberikan merupakan hasil dari bantuan para ASN yang bertugas di lingkungan perkantoran Pemda Lama, pengendara yang melintas hingga bantuan dari anggota PWI Kabupaten OI. Sementara itu, Harry selaku utusan keluarga korban yang merupakan keponakannya Annisa Atifah (60) menyampaikan terima kasih kepada pengurus PWI Kabupaten OI yang telah peduli menggalang bantuan dana. "Kami mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada PWI Kabupaten OI yang telah peduli memberikan bantuan dana kepada keluarga kami," kata Harry. Kini, ditambahkan Harry, keponakannya itu telah dirawat ke RSMH Palembang guna diberikan perawatan medis atas penyakit kanker tulang yang menderanya
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Annisa Atifah (6) warga Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten OI, bersama keluarganya mendadak dibawa ke RSUD Kabupaten OI akibat kondisi bagian lututnya terus-menerus membengkak. Ternyata setelah dilakukan uji Lab, Annisa Atifah terkena penyakit kanker tulang. Melihat situasi itu, Pemerintah Daerah Kabupaten OI langsung memberikan perhatian kepada korban. Mengingat keterbatasan medis yang dimiliki RSUD OI. Kini Annisa Atifah dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Palembang. Mengenai biaya pengobatan seluruhnya ditanggung oleh Pemda OI melalui BPJS.

Pewarta : RY
www.dutasumsel.com30719