NEWS

Slider

TIM PENILAI LOMBA KELURAHAN KUNJUNGI KELURAHAN KOTA NEGARA

Dutasumsel.com.LAHAT, - Lomba Kelurahan yang diadakan Kecamatan Lahat kepada 16 Kelurahan yang ada di Bumi Seganti Setungguan merupakan evaluasi Lurah untuk menghetahui kinerja Lurah yang akan datang baik atau tidak, selama 4 hari penilaian Kelurahan dilaksanakan.
Kelurahan Saribunga Mas yang pertama, Kelurahan Kota Negara merupakan Kelurahan terakhir yang didatangi tim penilai dari Kecamatan, menurut ketua Tim Marjohan ZA.SE.MM  mengatakan " sebanyak 16 Kelurahan yang didatangi, di Kelurahan Kota Negara yang paling berkesan dilihat dari penyambutan tamunya, tim Bola Koneg FC ( salah satu program unggulan Gubernur dan Bupati dengan Sepak Bola ) turut serta dalam penyambutan,  suasana keakraban terlihat begitu nya, dari sistem administra baik tingkat RT maupun Kelurahan sesuai dengan SOP ( standar pelayanan publik) yang ada dikelurahan,  umbul- umbul bendera sudah dipasang walau masih lama dari waktu yang ditentukan pada tanggal 1- 30 Agustus, selain itu pegawai Kelurahan pada waktu istirahat makan siang bersama" tutur ketua Tim. Ketika ditanya pewarta apakah Kelurahan ini yang bakal meraih peringkat pertama seperti yang sudah 2 kali bertahan, beliau hanya tersenyum renyah.

Sementara itu Rohim SE. MM Lurah Kota Negara ketika dibincangi Awak media mengatakan " ucapan terima kasih kepada tim penilai Lomba Kelurahan yang telah menilai pada Kelurahan Kota Negara, harapan kami semoga tetap bertahan ditahun ke 3 meraih gelar juara bertahan" pungkas Rohim penuh harap.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com30719

Sodikin Labri Gantikan Jamil menjadi PJS Kepala Desa Lorok

Dutasumsel.com. INDRALAYA, -- Berakhirnya jabatan kades di Desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara  untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka ditunjuklah PJS (pejabat sementara).

Bertempat di Aula Kecamatan Indralaya Utara pada Selasa (30/7) pukul 09:00 wib dilantiklah Sodikin Labri,S.Pd menggantikan Jamil,S.sos  PJS Kepala Desa Lorok 

Zaidan Sukarno,S.sos,M.Si,selaku Camat Indralaya Utara  Kabupaten Ogan Ilir mengucapkan Selamat kepada PJS Desa yang baru saja usai dilantik, ia berharap PJS sekarang ini dapat melanjutkan roda pemerintahan desanya sampai dilantiknya Kepala Desa Devinitif dari hasil pilkades serentak pada Oktober 2019 mendatang.

Beliau  juga mengucapkan terima kasih kepada Pjs Kades Lorok  yang telah mengabdikan dirinya terhadap masyarakat desa yang ia pimpin selama ini.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com30719

Bravo untuk orang terdidik dan cerdas. Jelas sekali bahwa beliau ini selain cendekiawan, muslim, juga ORANG INDONESIA!

Saya tidak menduga Prof Mahfud menguasai konsep Trinitas sedemikian dalam. Bravo untuk orang terdidik dan cerdas.
Jelas sekali bahwa  beliau ini selain cendekiawan, muslim, juga ORANG INDONESIA!


Eggi Sudjana, Ormas, dan Konsep Trinitas

Oleh: Mahfud MD

Saya tidak mendedikasikan tulisan ini kepada Eggi Sudjana secara khusus tetapi juga kepada semuanya saja, yang sekedar ingin tahu mengenai konsep Trinitas dalam kristen. Benarkah Umat Kristen menyembah Tiga Tuhan. Dan benarkah hal itu bertentangan dengan Pancasila Sila Pertama.

Saya tahu Eggi Sudjana sedang sangat sibuk. Sibuk mengklarifikasi. Tetapi semoga saja beliau mau meluangkan waktunya barang sebentar, mungkin sebelum tidur untuk membaca tulisan ini. Ini penting agar Eggi Sudjana menjadi tahu.

Tulisan ini adalah bentuk uji intelektual atas pengetahuan ES yang mungkin terbatas itu atas konsep Ketuhanan Yang Maha Esa. (Untuk selanjutnya penulisan nama Eggi Sudjana akan saya singkat menjadi ES. Singkat dan bikin adem).

Ormas vs Agama resmi di Indonesia

Setelah membaca dengan agak komprehensif Perppu 2/2017, saya tidak menemukan hal-hal yang membatasi ruang gerak Ormas. Intinya, asalkan Ormas itu tidak menggangu ketertiban umum dalam hal apapun dan tidak bertentangan dengan ideologi negara, tak ada yang perlu dirisaukan. Berdakwah menyebarkan agama dipersilahkan oleh negara asal sesuai dengan ketentuan. Tapi kalau mau mengotak-atik sistem negara dengan dakwah dan paham yang bertentangan dengan ideologi negara, negara melarang.

Lalu ES mengkaitkan Perppu 2/2017 ini dengan sila pertama dalam Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa. Bagi ES sila pertama itu berarti Tuhan yang SATU. Bahwa ajaran selain Islam bertentangan dengan Pancasila. Karena menyembah banyak Tuhan. Tidak satu Tuhan seperti Islam. “Kristen itu Tritunggal, Hindu Trimurti, dan Budha..bla bla bla... Nah, konsekuensi hukum dari Perppu Ormas itu menurut ES, jika Perppu itu diterima, maka ajaran selain Islam harus dibubarkan,” demikian kurang lebih kata ES.

Pengetahuan ES itu keliru. Alasannya sangat sederhana. Pertama: Perppu 2/2017 ini sebenarnya diperuntukan untuk Ormas-Ormas yang paham dan ajarannya oleh pemerintah dianggap berbahaya bagi NKRI. Mengancam Bhineka Tunggal Ika. Ingin mengganti ideologi bangsa. Dalam hal ini adalah Ormas HTI. Ormas HTI ini jelas melandaskan diri pada salah satu ajaran Islam. Terbukti ide tentang khilafah itu dan HTI sendiri ditolak oleh MUI. Apakah karena FPI yang katanya berlandaskan Islam, jika berbuat anarkis lalu Islam yang dibubarkan? Tidakkan.

HTI ini Ormas yang ingin menegakkan salah satu ajaran Islam mengenai Khilafah. Tetapi sekaligus pula bahwa di Indonesia tafsir mengenai ide Khilafah itu tidak lagi cocok. Kenapa? Karena Indonesia bukan negara Islam. Jadi apalagi yang mau dibela soal HTI ini, sementara begitu banyak negara Islam di Timur Tengah yang menolak HTI. Itu yang pertama.

Yang kedua: Agama-agama yang disebut ES di Indonesia: Kristen, Hindu, dan Budha, dan Islam sendiri, diakui oleh negara. Ini berarti bahwa agama-agama yang disebut ES itu tidak membahayakan ideologi bangsa. Tidak berpotensi menghancurkan keutuhan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, negara menjamin hak-hak beragama bagi semua pemeluk agama yang sah itu, agama yang diakui oleh negara. Jadi sangat keliru kalau ES mengatakan bahwa ajaran selain Islam harus dibubarkan bila Perppu 2/2017 diterima. Dua hal ini tidak singkron. Tidak nyambung.

Ajaran atau paham itu sumbernya dari Agama. Bukan Agama yang bersumber dari ajaran. Agama itu induk yang melahirkan ajaran-ajaran. Ajaran itu juga harus ditafsirkan sesuai jaman. Ajaran boleh dihapus jika tidak sesuai dengan kontak jaman. Misal, dalam Islam, hokum berjinah adalah rajam sampai mati. Nah, apakah hokum rajam itu sesuai dengan kontek masa kini dan di Indonesia? Jawabannya tentu saja tidak lagi relevan. Oleh sebab itu, bentuk hukum itu tidak dipakai di Indonesia. Sampai di sini paham ya, ES.

Ketiga, HTI itu adalah Ormas dengan paham radikal. Kenapa saya sebut radikal? Karena ingin mengubah dasar negara kita. Yang tujuannya jelas mengancam kedaulatan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. HTI dengan sangat gamblang dan vulgar menolak demokrasi, mengatakan demokrasi itu haram. Menolak negara bangsa. Pemimpin tidak dipilih oleh demokrasi dan DPR tetapi oleh alim Ulama. "Itu sudah clear: Gerakan mereka memasukkan ideologi Khilafah mengganti Pancasila," kata Prof. Mahfud.
http://www.viva.co.id/berita/nasional/918922-mahfud-md-hti-memang-ingin-mengganti-Pancasila.
http://nasional.kompas.com/read/2017/07/21/05100001/menurut-mui-ideologi-dan-aktivitas-hti-bertentangan-dengan-Pancasila.

Oke, jika sistem Khilafah itu merupakan ajaran Islam. Tetapi para pendiri bangsa ini sudah sepakat bahwa Indonesia adalah negara bangsa. Dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai ideologinya. Tidak bisa ideologi itu diganggu gugat. Dengan kata lain tak ada ruang bagi Khilafah di Indonesia.

Sistem Khilafah itukan hanya salah satu dari sekian ajaran Islam, yang ternyata tidak cocok di Indonesia. Masih banyak ajaran-ajaran Islam lainnya yang baik, yang bisa selaras dengan ideologi bangsa. NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam yang telah membuktikan keselarasan Islam dengan ideologi bangsa ini.

Jadi kesimpulan sementara adalah: ES tolong bedakan antara ajaran dengan Agama. Dalam agama ada banyak sekali ajaran-ajarannya, paham-pahamnya. Tidak boleh satu ajaran agama keliru lalu agamanya dibubarkan. Apalagi dasar pembubaran hanya karena konsep ke-Esa-an Tuhan.

Dan yang pasti dalam Sila Pertama negara tidak pernah mempersoalkan konsep keTuhan dalam setiap agama yang dianut oleh warga negara. Yang ditekankan oleh negara adalah berTuhan dalam konsep masing-masing agama. Mau Tuhanya tiga kek, lima kek, bukan urusan negara sejauh tidak bertentangan dengan ideologi bangsa. Yang dipersoalkan negara melalui Perppu 2/17 inikan soal Ormas yang berpaham radikal, ajaran Khilafah HTI yang ingin mengganti ideologi bangsa, mengancam NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Itu pointnya.

Tidak hanya paham dan ajaran HTI kan yang dilarang. "ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila' antara lain ajaran ateisme, komunisme/marxisme-leninisme, atau paham lain yang bertujuan mengganti/mengubah
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jelaskan pak ES!!
https://news.detik.com/berita/d-3557287/larangan-untuk-Ormas-di-Perppu-217-jadi-lebih-luas-ini-isinya
Konsep Tritunggal dalam Kekristenan: Allah yang satu dan Esa

Nah, ini yang penting. Point inilah yang menjadi dasar ucapan ES bahwa ajaran selain Islam harus dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa. Bahwa Tuhan dalam agama kristen itu ada tiga maka bertentangan dengan Pancasila yang didefinisikan ES sebagai Tuhan yang tunggal dengan kata ESA.

“Ketuhanan yang Maha Esa” ini tidak lantas berarti Tuhan yang satu. Bahwa setiap orang harus ber-satu Tuhan dalam agama yang harus agama monoteis. Dalam bahasa sangsekerta satu bukanlah ESA melainkan EKA. Karena Frasa Tuhan yang Maha dan Esa jika diartikan Tuhan Yang Maha Satu, kan kurang cocok, kalau mengikuti pikiran ES. Harusnyakan Tuhan yang Maha Eka, bukan Maha ESA. Ini juga hendak menegaskan bahwa seharusnya jika titik berat pada sila pertama ini adalah Tuhan yang satu. Seharusnya sila pertama ini berbunyi “Tuhan Yang Maha Esa (EKA)”. Karena awalan ke dan akhiran an pada kata ‘Ketuhanan” memberi makna baru pada kata itu. kata “Maha” (sansekerta) berarti mulia dan besar. Besar ini bukan dalam satuan ukuran. Melainkan merujuk pada sesuatu yang lebih dari besaran dalam satuan ukuran. Pahamkan kalau saya sebut Tuhan Maha pengasih? Artinya adalah kasih dari Tuhan itu tak terbatas.

ESA/Etad (sansekerta) kata itu lebih menitikberatkan pada arti keberadaan Tuhan itu sendiri. Sedangkan kata Ketuhanan: diberi awalan ke- dan akhiran an. Ini otomatis memberi makna yang baru pada kata itu yakni: mengalami hal dan atau merujuk pada sifat-sifat yang berhubungan dengan Tuhan. Jadi Ke-tuhan-an yang Maha Esa kurang lebih dapat diartikan bahwa kita harus beriman pada Tuhan yang memiliki sifat adil, baik, mulia, bijaksana. Sifat Tuhan yang Maha Mulia, maha Agung, Maha segalanya. Percaya bahwa Tuhan itu ada. Dengan percaya kepada Tuhan penganutnya diharapkan memiliki rasa adil dan rasa kemanusiaan yang tinggi terhadap sesamanya.                     
Jadi pak ES, Ketuhanan Yang Maha Esa ini tidak bisa merujuk pada jumlah Tuhan hanya karena kata “Esa”. Bahwa Tuhan yang disembah harus satu. Tetapi kepada beriman kepada Tuhan. Tidak ateis!
https://oktavianipratama.wordpress.com/matakuliah-umum/kewarganegaraan/arti-dan-makna-sila-ketuhanan-yang-maha-esa/

Sekarang kita ke persoalan Trinitas. Ini agak berat pak ES. Jadi simak baik-baik.

Sebenarnya konsep Trinitas ini tidak mudah dipahami. Juga oleh penganut agama katolik itu sendiri. Mereka kadang kesulitan memahami, mencerna dan bagaimana menjelaskan Trinitas ini. Satu Tuhan dalam tiga pribadi. Nah, apalagi orang yang bukan Katolik.

Inti paling mendasar dalam beragama katolik itu adalah iman. Ketebukaan hati dan kemauan untuk mengakui keterbatasan akal manusia sangat penting untuk dapat memahami sedikit misteri Allah. Namun bukan berarti bahwa iman itu tidak logis atau tidak dapat diterima akal budi pikiran manusia. Demikian pula konsep Trinitas. Bukan berarti konsep itu tidak masuk akal. Ia dapat dijelaskan. Namun butuh peran serta iman dalam menjelaskan-Nya. Karena Tuhan itu Maha. Tak sanggup akal manusia menjelaskan misteri Tuhan.

Analogi matahari mungkin bisa menjelaskan sedikit tentang konsep Trinitas ini. lihatlah Matahari. Matahari hanya SATU. Tetapi terdiri dari cahaya dan panasnya. Cahaya dan panas matahari memiliki peran (pribadi) yang berbeda. Tetapi Matahari itu tetaplah Matahari yang SATU. Bisakah kita memisahkan cahaya dari Matahari? Atau memisahkan panas matahari dari Matahari itu?
Kita berterima kasih kepada cahaya matahari: “terima kasih cahaya, berkat kamu saya bisa melihat keindahan sekeliling saya dan dunia ini”. Nah, apakah dengan berterima kasih kepada cahaya itu kita lalu menafikan, mengesampingkan Matahari itu sendiri? Tidakkan? Berterima kasih kepada cahaya secara otomatis pula berterima kasih kepada Matahari, yang telah memberikan cahayanya ke dunia ini. Ingat ini adalah analogi yang sangat sederhana dan terbatas untuk menjelaskan ke-Maha-an Allah Tritunggal.
Ajaran atau konsep Trinitas ini tidak asal muncul begitu saja. Melainkan memiliki dasar yang kokoh dalam Kitab Suci dan Ajaran Gereja: Dogma.

Untuk menjelaskan mengenai konsep Trinitas ini, saya akan mengutip cukup banyak dari ttp://www.katolisitas.org/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi/. dengan tidak merubah atau menambah kata. Silahkan mempir ke situs tersebut untuk mempelajari hal ini dengan lebih komprehensif.
““Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9).  Yesus juga menyatakan keberadaan Diri-Nya yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sebelum penciptaan dunia (lih. Yoh 17:5). Kristus adalah sang Sabda/ Firman, yang ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan (Yoh 1:1-3). Tidak mungkin Yesus menjadikan segala sesuatu, jika Ia bukan Allah sendiri.
“Selain menyatakan kesatuan-Nya dengan Allah Bapa, Yesus juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikan-Nya kepada para murid-Nya dan disebutNya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, (lih. Yoh 15:26). Roh ini juga adalah Roh Yesus sendiri, sebab Ia adalah Kebenaran (lih. Yoh 14:6).”
“Selanjutnya, kita melihat pengajaran dari para Rasul yang menyatakan kembali pengajaran Yesus ini, contohnya, Rasul Yohanes yang mengajarkan bahwa Bapa, Firman (yang adalah Yesus Kristus), dan Roh Kudus adalah satu (lih 1 Yoh 5:7); demikian juga pengajaran Petrus (lih. 1 Pet:1-2; 2 Pet 1:2); dan Paulus (lih.  1Kor 1:2-10; 1Kor 8:6; Ef 1:3-14). Rasul Paulus”

Juga dari sejarah gereja: Dogma Tentang Tritunggal Maha Kudus “Konsili Nicea (325): Credo Nicea: “…Kristus itu sehakekat dengan Allah Bapa, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar …”)),
Berikut ini adalah Dogma tentang Tritunggal Maha Kudus menurut Katekismus Gereja Katolik, yang telah berakar dari jaman jemaat awal:

1. Tritunggal adalah Allah yang satu. ((Lihat KGK 253)) Pribadi ini tidak membagi-bagi ke-Allahan seolah masing-masing menjadi sepertiga, namun mereka adalah ‘sepenuhnya dan seluruhnya’. Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa; dan Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah dengan kodrat yang sama. Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada di dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada di dalam Bapa, dan seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus ada seluruhnya di dalam Bapa, dan seluruhnya di dalam Putera.

2. Ketiga Pribadi ini berbeda secara real satu sama lain, yaitu di dalam hal hubungan asalnya: yaitu Allah Bapa yang ‘melahirkan’, Allah Putera yang dilahirkan, Roh Kudus yang dihembuskan. ((Lihat KGK 254))

3. Ketiga Pribadi ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Perbedaan dalam hal asal tersebut tidak membagi kesatuan ilahi, namun malah menunjukkan hubungan timbal balik antar Pribadi Allah tersebut. Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya. Hakekat mereka adalah satu, yaitu Allah. ((Lihat KGK 255))

Selain dari Kitab Suci dan Dogma gereja sebagai dasar konsep Trinitas ini, yang sekaligus pula menjelaskannya, Filsafat yang sangat erat kaitannya dengan akal budi juga bisa dipakai untuk menjelaskan hal ini : Arti ‘substansi/ hakekat’ dan ‘pribadi’:

Mari kita lihat pada diri kita sendiri. ‘Substansi’ (kadang diterjemahkan sebagai hakekat/ kodrat) dari diri kita adalah ‘manusia’. Kodrat sebagai manusia ini adalah sama untuk semua orang. Tetapi jika kita menyebut ‘pribadi’ maka kita tidak dapat menyamakan orang yang satu dengan yang lain, karena setiap pribadi itu adalah unik. Dalam bahasa sehari-hari, pribadikita masing-masing diwakili oleh kata ‘aku’ (atau ‘I’ dalam bahasa Inggris), di mana ‘aku’ yang satu berbeda dengan ‘aku’ yang lain. Sedangkan, substansi/ hakekat kita diwakili dengan kata ‘manusia’ (atau ‘human’).

Analogi yang paling mirip (walaupun tentu tak sepenuhnya menjelaskan misteri Allah ini) adalah kesatuan antara jiwa dan tubuh dalam diri kita. Tanpa jiwa, kita bukan manusia, tanpa tubuh, kita juga bukan manusia. Kesatuan antara jiwa dan tubuh kita membentuk hakekat kita sebagai manusia, dan dengan sifat-sifat tertentu membentuk kita sebagai pribadi.

Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya. ((Lihat KGK 252.))

Memang pada akhirnya, Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman, karena ini adalah suatu misteri ((KGK 237.)), meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia. Namun demikian, kita dapat mulai memahaminya dengan mempelajari dan merenungkan Sabda Allah dalam Kitab Suci, pengajaran para Bapa Gereja dan Tradisi Suci yang ditetapkan oleh Magisterium (seperti hasil Konsili), juga dengan bantuan filosofi dan analogi seperti diuraikan di atas. Selanjutnya, pemahaman kita akan kehidupan Trinitas akan bertambah jika kita mengambil bagian di dalam kasih Trinitas itu, seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.”

Masih cukup panjang sebenarnya penjelasan mengenai konsep Trinitas ini. Butuh waktu khusus agar ES bisa mengerti. Tapi baiklah, dari tulisan singkat ini seharusnya ES menjadi dan pembaca sekalian menjadi tahu bahwa kristen tidak menyembah tiga Tuhan. Umat Kristen menyembah SATU TUHAN dalam TIGA PRIBADI. Agama Kristen itu adalah Agama Monoteis. Menyembah SATU Tuhan, satu Allah. Ajarannya mengenai Trinitas adalah misteri iman, iman kami.

Konsekwensi dari Kristen agama yang monoteis adalah agama kristen TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA, seperti yang ES tuduhkan.
Saya menyadari bahwa kesalahpahaman ini lebih kepada ketidaktahuan dan ketidakmengertian ES pada konsep Trinitas. Tidak apa-apa. Umat kristen itu sudah “matang”. Tak mudah marah. Hal-hal begini, kesalahpahaman seperti ini sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu. Hanya sangat disayangkan hal ini terjadi mengingat bahwa ES adalah pengecara. Sebuah profesi yang menuntut keluasan wawasan yang berbasis fakta dan data. Dan Semoga ES paham.

Sekian.Tim Batara Indonesia
Redaksi.www.dutasumsel.com 30719

Camat Lahat Lantik Anggota BPD Desa Kota Raya

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Bertempat di ruang Operasional Kecamatan Lahat pelantikan anggota dan ketua BPD ( Badan Pemusyawaratan Desa ). Desa Kota Raya Kecamaran Lahat periode tahun 2019 - 20 24 ini digelar pada Selasa ( 30/7)
Mewakili Bupati Lahat Cik Ujang Zubhan Awali S.STP. MSi melantik ketua dan anggota BPD tersebut,  adapun yang dilantik  Ruli Irawan  sebagai ketua , Riswanda wakil ketua,  Rio Rifaldi Seketaris dan  Heri Purnomo, Noviansyah selaku anggota BPD.

Hadir pada pelantikan BPD dihadiri Kades Kota Raya Erlansyah, Sekdes Kota Raya Heriadi  Kasi Pemerintahan Kecamatan Suharto  Staf dan anggota BPD Lahat

Usai melantik ketua dan anggota Zubhan Awali S.STP. MSi pada sambutannya mengatakan " Alhamdulilah, pelantikan ketua dan wakil telah dilaksanakan, selamat bertugas kepada BPD yang baru, ini merupakan amanah menampung Aspirasi masyarakat hendaknya dijaga kerjasama dengan Kades, kepada anggota yang baru walaupun jabatan kalian selama enam tahun namun bisa diganti apabila yang bersangkutan meninggal dunia, tidak sesuai dengan kinerjanya. Saya berharap hal demikian tidak terjadi.

Musdes 2020  Desa diharapkan sinergitas antara Kades dan BPD, bertugas lah berikan yang terbaik sehingga menuju Lahat Bercahaya" pungkas Camat berpesan.

Sementara itu Kades Kota Raya berpesan kepada Anggota BPD dan ketua  " seluruh anggota BPD untuk meningkatan SDM untuk bersama sama membangun desa Kota Raya, untuk kedepannya dapat bersi ergi dengan Aparat Desa " tutur Kades.

Pewarta : Novita
www.dutasumsel.com

Wanita Bernama Tuti Tertangkap Tangan Saat Membawa Shabu - Shabu

Dutasumsel.com. INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH melalui Jajaran Sat Resnarkoba Polres Ogan Ilir berhasil mengagalkan Perempuan bernama Tutu Yani Binti Nangcik 42 Tahun yang beralamat di Lubuk Keliat Kampung Puyang Pasar Kecamatan Lubuk Keliat Ogan Ilir di duga pengedar Narkotika jenis Shabu- Shabu pada hari Jumat tangal 26 Juli 2019 sekira pukul 15.30 wib, di depan Mushola Tepatnya di Dusun 8 Desa Pangtapa Kecamatan Tanjung Batu  Ogan Ilir.
Adapun Barang bukti yang berhasil di amankan adalah 1 (Satu) paket yang diduga Narkotika jenis Shabu dibungkus klip bening dengan berat bruto 9,62 gram.

Dengan Kronologisnya saat Jajaran Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir melakukan penangkapan terhadap perempuan bernama Tuti 42 Tahun Pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 sekira pukul 15.30 WIB telah tertangkap seorang pelaku memiliki, menyimpan dan Menguasai Narkotika jenis SHABU. Pada saat ditangkap pelaku sedang duduk didepan Mushola didusun 8 Desa Pangtapa Kec. Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir, setelah pelaku diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian ditemukanlah barang bukti yang diduga Narkotika Jenis Shabu dibungkus dengan plastik klip bening didalam Saku kanan celana milik Pelaku. Ditanyakan kepada Pelaku dan diakui Pelaku bahwa Barang bukti yang diduga Narkotika Jenis Shabu tersebut adalah milik Sdra. D  (DPO) yang hendak diantarkan ke Sdra. D (DPO) yang beralamat didesa Kemambang Kec.Rambang Kuang Kab. Ogan Ilir. Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sumber Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP.Zainalsyah.

Pewarta : Tim dutasumsel.com29719

Hebat,bangun kantor Kepala Desa menggunakan Pendapatan Asli Desa (PAD),Ini Desa dan sumber Dananya

Dutasumsel,INDRALAYA,  - Kepala desa Seri Dalam kabupaten Ogan Ilir Alokasikan Pendapatan Asli Desa ( PAD ), Untuk membangun Kantor Desa Seri Dalam Yang bertujuan untuk meningkatkan Mutu kinerja Staf Desa, Supaya pelayanan lebih maksimal dan memudahkan fasilitas kegiatan masyarakat.
Kepala Desa Seri Dalam Sari Puspita Am.keb melalui Sekretaris Desa Zulkarnain Berlian mengatakan, pembangunan kantor Desa memakai dana silpa ADD 2018 ditambah anggaran PAD Dari pendapatan asli Desa Tahun 2018 yang bersumber dari hasil iuran penambang pasir tradisional.

Ditambahkannya, bahwa dengan membangun kantor desa dapat meningkatkan Mutu kinerja para staf kantor desa, serta dapat meningkatkan pelayanan publik.

" Dana Pendapatan asli desa kami gunakan untuk membangun kantor desa agar bisa meningkatkan mutu kinerja Staf desa untuk pelayanan lebih maksimal" Ungkap Zulkarnain.

Menurutnya pekerjaan membangun kantor Desa Seri Dalam, dilakukan sejak dari bulan april kemarin.

"  pembangunan kantor kepala desa Seri Dalam dilakukan secara bertahap, sementara ini baru sampai tahap  reng balok dan Insya Allah Kedepan akan kami tingkatkan menjadi Lebih Higienis Dan Rapi,"paparnya

Selanjutnya ia berharap kepada seluruh pihak, baik pemerintah kabupaten Ogan Ilir maupun masyarakat setempat untuk terus mendukung berbagai program yang dilaksanakan pemerintah desa untuk menjadi desa yang sejahtera dan mandiri.

Pewarta : Darius
www.dutasumsel.com29719

Manjakan Pengunjung Citimall terus BerInovasi

Dutasumsel.com.LAHAT, --Demi  meningkatkan semangat service excellence, Citimall Lahat  terus berinovasi dalam peningkatan mutu pelayanan kepada pengunjung setianya.

Hal ini terbukti hadir Tenant terbaru seperti tenan Lolipop dimulai harga 10 ribu rupiah, selain itu juga Jumbo Sale, Passer Belanja Idul Adha dari tgl 15 Juli- 12 Agustus Passer Belanja Kemerdekaan 17  Agustusan 13- 18 menampilkan tenant Bazar murah , Sepatu, Fashion,  Event tgl 24- 25 Kejuaraan citimaall Karakte.

18 Agustus Band Akustik  di kulina khicken, pasar belanja dimall harga kaki lima. Sale  harga kaki lima . Seperti dikatakan  Creatif Marketing  Ahmad Holfani kepada Awak media disela- sela Lunch bareng media ( 29/7)

Masih kata Ahmad Holpani " pada tanggal 17 Agustus peringatan HUT RI ke 74 tahu akan digelar upacara bendera dihalaman Citimall, pesertanya seluruh staf, pramuniaga, tenant yang ada disini, setelah itu diadakan perlombaan- perlombaan untuk memeriahkan HUT RI tersebut " pungkas Ahmad Holpani, usai makan siang bareng beliau memberikan kado kepada salah seorang Pewarta yang bernama Ferry Jurnalis Online yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Pewarta :  Novita/ Idham
www.dutasumsel.com29719

Camat Lahat Lantik 3 PJS Kades

Dutasumsel.com. LAHAT, -- Berakhirnya jabatan kades di tiga Desa di Kecamatan Lahat yakni Desa Senabing, Desa Selawi dan Desa Giri Mulia, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka ditunjuklah PJS ( pejabat sementara).

Bertempat di Opration Room Kecamatan pada Senin (29/7) pukul 09:00 wib dilantiklah tiga PJS Dedi Yuliansyah SE pjs Desa Selawi menggantikan Jemi Marcos  Marya Lely Fetriana Am Keb pjs Desa Senabing menggantikan Rudi Hadri dan Iskandarsyah Amd.Kep menggantikan Paino Desa Giri Mulia. Hadir pada pelantikan dihadiri Kanit Binmas Joni Arpan, tamu undangan lainnya.

Zubhan Awali  S.STP .MSi selaku Camat Lahat Kabupaten Lahat mengucapkan Selamat kepada PJS di tiga desa yang baru saja usai dilantik, ia berharap para PJS ini dapat melanjutkan roda pemerintahan desanya masing - masing sampai dilantiknya Kepala Desa Devinitif dari hasil pilkades serentak pada Oktober 2019 mendatang.

Beliau  juga mengucapkan terima kasih kepada Kades - kades yang telah mengabdikan dirinya terhadap masyarakat desa yang ia pimpin selama ini.

Pewarta :  Novita/ Idham
www.dutasumsel.com 29719

Lomba Kelurahan Evaluasi Lurah

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Lomba Kelurahan yang diadakan Kecamatan Lahat kepada 16 Kelurahan yang ada di Bumi Seganti Setungguan merupakan evaluasi Lurah untuk menghetahui knerja Lurah yang akan datang baik atau tidak seperti dikatan Marjohan ZA. SE ketua Tim Penilaian Kecamatan Lahat mewakili Camat Lahat Zubhan Awali S.STP. MSi, disela penilaian Lomba Kelurahan pada Senin (29/7)
Menurut ketua TIm, lomba Kelurahan ini yang dinilai beberapa kategori yakni " kinerja Lurah, pelayanan terhadap masyarakat, PBB, Posyandu dan keamanan. Hari ini merupakan hari ketiga dan sudah berjalan 12 Kelurahan yang dinilai, pengumuman pemenang lomba akan dibacakan usai upacara 17 Agustus mendatang " pungkas Ketua Tim.

Tim Penilai terdiri dari. Kasi Ekobag. TPKK kecamatan, Kesehatan yang membawahi Kelurahan ,  Kasi Tibum, Pajak Kecamatan.

Pewarta :  Novita/ Idham
www.dutasumsel.com29719

KANTOR KEMENTRIAN AGAMA SELENGGARAKAN MUSABAQAH BAHSIL KUTUB TINGKAT KABUPATEN OGAN ILIR 2019

Dutasumsel.com. INDRALAYA, Dalam rangka meningkatkan SDM dan Literasi Kepala KUA atau Penghulu untuk menerjemahkan kitab dalam  mewujudkan Pelayanan Perkawinan yang berkualitas,Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir melalui seksi Bimas Islam mengadakan Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) bagi para Ka.KUA atau Penghulu,Calon Penghulu PNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama  se-Kabupaten Ogan Ilir.
Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir H.M. Kholil Azmi, S.Ag,dengan mengambil tempat di  Aula Kantor Kementrian Agama Ogan Ilir yang diikuti oleh Kepala KUA Kecamatan  se-Kabupaten Ogan Ilir, Penghulu, dan Calon Pengulu PNS di Lingkungan Kantor Kementrian Agama OI hari ini Senin (29/7/2019).

Turut hadir dalam pembukan tersebut Ka.Subag TU,Kasi Bimas Islam,Kasi PHU,Kasi Penyelenggara Syariah dan para peserta yang terdiri dari Ka,KUA se-Kabupaten Pegawai Kementrian Agama Ogan Ilir.
Dengan mengangkat tema “ Kita kembangkangkan Khasanah Ke Ilmuan dan Kecintaan para Kepala KUA,Penghulu, Calon Penghulu dan Pegawai Kementrian Agama dalam Membaca Literatur Berbahasa Arab”, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir H.M. Kholil Azmi, S.Ag dalam arahannya mengatakan bahwa  Musabaqah Bahsil Kutub ini kiranya kedepan dapat menjadi program utama yang diagendakan dalam forum Pokjahulu untuk meningkatkan kualitas para Penghulu yang ada.

“Kegiatan Bahsil Kutub ini merupakan Rencana Kerja Pemerintah ( RKP ) Pusat,jadi di setiap Kota Kabupaten wajib untuk melaksanakannya,dikarenkan Bahsil Kutub ini sangat penting bagi para Ka.KUA atau Penghulu”jelas Kholil Azmi.

Kasi Bimas Islam juga menjelaskan, bahwa Kitab-kitab klasik itu didalam sudah komplit dan menjadi sebagai rujukan bagi para ulama –ulama kita terdahulu khususnya memberikan pelayanan kepada masyrakat seperti kitab, Kifayah Al- Ahyar, Fath Al- Mu'in, Fiqh As- Sunnah, Al- Fiqh Ala Mazahib Al- Arba' ah,dan lain sebagainya,jadi kepada para Ka.KUA dan Penghulu mampu menggali atau memahami kitab-kitab klasik agar bisa menjadikan rujukan bagi pelayan kepada masyarakat. Jelas Kasi Bimas Islam Imam menambahkan, kepada dutasumsel.com Senin 29/7/19 di Ruanggannya.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com29719