NEWS

Slider

MENGENAL PENDIDIKAN GLOBAL ABAD 21 MELALUI PROGRAM GCEd


HUSNIL KIROM.jpg


Oleh : Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Pengajar PPKn di SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

“Tulisan ini sebagai bentuk kebanggaan menyambut Kunjungan Internasional kegiatanInternational Student Exchange Visit dari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan ke SMP Negeri 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir tanggal 31 Juli 2019 mendatang”.

Siapakah Warga Negara Global atau Global Citizenship itu? Pertanyaan ini penting diajukan terkait pemahaman tentang suasana globalisasi yang saat ini sangat terasa dalam kehidupan kita. Ini juga bagian dari kesiapan menyambut tamu dari sekolah jenjang SMP Korea SelatanIncheon Yangchon Middle School nanti. Program ini terlaksana sebagai kunjungan balasan pertukaran guru Indonesia yang mengajar di Korea Selatan Tahun 2016 atas nama Dian Khairani, M.Pd. (guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Indralaya Utara). Bedanya, kali ini Incheon Yangchon Middle School yang berkunjung membawa serta kepala sekolah, wakil kurikulum, beberapa guru dan siswa untuk mempelajari pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Indonesia.Warga Negara Global adalah warga negara yang bertanggungjawab untuk memenuhi persyaratan institusional dan kultural demi kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat (Korten, 1993). Sifat khas seorang warga negara bertanggung jawab terlihat dari komitmennya terhadap nilai-nilai integratif dan penerapan aktif kesadaran kritisnya, berupa kemampuan untuk berpikir mandiri, kritis dan konstruktif, kemampuan untuk melihat masalah dalam konteks jangka panjang, dan untuk membuat penilaian berdasarkan suatu komitmen kepada kepentingan masyarakat jangka panjang. Istilah warga negara global yang dikemukakan Korten ini merupakan istilah yang menunjuk kepada tingkatan kewarganegaraan. 
Warga Negara Global merupakan tingkatan lebih lanjut dari tingkatan warga negara komunal, dan warga negara nasional. Lebih lanjut dikatakan Cogan (2001) karakteristik warga negara yang dikaitkan dengan kecenderungan global yang terjadi saat ini, meliputi mendekati masalah dari sudut pandang masyarakat global, bekerja bersama dengan orang lain, bertanggung jawab terhadap peran dan tanggung jawab masyarakat, berpikir secara kritis dan sistematis, penyelesaikan konflik dengan tanpa kekerasan, mengadopsi cara hidup yang melindungi lingkungan, menghormati dan mempertahankan hak asasi, dan berpartisipasi dalam masalah publik pada semua tingkat pembelajaran civics, serta memanfaatkan teknologi berbasis informasi. Hal ini berarti pendidikan di Indonesia harus mengintegrasikan isu-isu dan praktek global dalam konteks substansi pembelajaran di sekolah supaya siswa melek dunia internasional, termasuk di SMP Negeri 1 Indralaya Utara.  Dari uraian inidiperlukan keterlibatan warga negara dunia untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan terutama pendidikan, tanpa memandang perbedaan atau diskriminasi apapun dari masing-masing bangsa tersebutdengan sejumlah kemampuan atau kompetensi yang mendukung ke arah sikap, tindakan, dan perbuatan yang merefleksikan ciri-ciri warga negara global. Dalam konteks, inilahpendidikan global atau GlobalEducation sangat berperan untuk membekali warga negara dengan kompetensi yang relavan dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan global saat ini.
Realisasi Pendidikan Global Melalui Program GCEd

Menurut Jan L. Tucker dalamSumaatmadja (1995)pendidikan global adalah pendidikan yang diarahkan pada pengembangan wawasan global yang mempersiapkan anak didik generasi muda menjadi manusiawi, rasional, sebagai warga negara yang mampu berpartisipasi dalam kehidupan dunia yang semakin menunjukkan saling ketergantungan.Pandangan Barbara dan Kenneth (1992) pendidikan global adalah pendidikan yang mencakup kajian tentang masalah-masalah dan isu-isu yang melintasi batas-batas nasional, saling keterhubungan budaya, lingkungan, ekonomi, politik, dan sistem teknologi. Perspektif global itu sangat penting untuk semua tingkatan usia, anak-anak maupun orang dewasa. Kesimpulannya pendidikan global adalah pendidikan untuk membantu siswa memahami konsep dan isu-isu global, seperti masalah politik, ekonomi, budaya, lingkungan, hak asasi manusia, demokrasi dan sebagainya. Sehingga pada akhirnya siswa mampu menentukan sudut pandang global dalam kedudukannya sebagai warga negara yang baik dan cerdas.

Selanjutnya,mengenallebih dekatGCEd dalam kegiatan International Student Exchange Visit dari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan ke SMPNegeri1Indralaya Utara.Konsep Global Citizenship Education(GCEd) dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai Pendidikan Kewarganegaraan Globaladalahjenisilmu kewarganegaraan yang melibatkan partisipasi aktif pelajar dalam proyek-proyek terkait isu sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan global (Wikipedia, 2019). Dua elemen utamaGCEd adalah kesadaran global dan kompetensi global. Kesadaran Globalmerupakan aspek moral dan etis dari isu global, sedangkan Kompetensi Global sebagai keterampilan yang memungkinkan pelajar (siswa) bersaing di bursa kerja global.
GCEd adalah gagasan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk menghadapi munculnya lembaga supranasionalblok ekonomi kawasan, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Semua faktor tersebut mendorong pendekatan pendidikan yang lebih berorientasi global dan kolaboratif. Kewarganegaraan global terdiri atas praktik-praktik sukarela yang berorientasi pada hak asasi manusia, keadilan sosial, dan lingkungan di tingkat lokal, regional, dan global (Myers, 2006). Tak seperti kewarganegaraan nasional, maka kewarganegaraan global tidak menunjukkan status resmi atau kesetiaan apapun terhadap pemerintah. Kemunculan blok-blok ekonomi kawasan, lembaga politik supranasional seperti Uni Eropa dan kemajuan TIK mendorong banyak negara mempersiapkan daya saing rakyatnya di bursa kerja global. Menurut Dill (2013) bahwa “program GCEd mulai diperkenalkan di tingkat primer, sekunder, dan tersier, serta lembaga swadaya masyarakat independen, organisasi akar rumput, dan organisasi pendidikan berskala besar lainnya seperti International Baccalaureate Organization dan UNESCO..

Fitur terpenting GCEd adalah tindakan sukarela yang dapat dilakukan mulai dari masyarakat setempat sampai masyarakat internasional, praktik empati budaya, dan pengutamaan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan politik di tingkat lokal dan global. Dikutip dari pendapat Davies dalam Wikipedia (2008) pada akhir tahun 1990-an, OXFAM UK merancang kurikulumGCEd dengan penekanan terhadap peran aktif' warga global. Menurut pendekatan ini, individu dan kelompok di dalam dan luar sektor pendidikan dapat mengambil tindakan terkait permasalahan hak asasi manusia, perdagangan, kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan. Dengan kata lain bahwa this is sometimes called the global consciousness aspect of GCEdatau aspek kesadaran global dalam program GCEd. Selain itu, organisasi dunia seperti UNESCO mulai mengutamakan kompetensi global dengan memasukkan sains dan teknologi ke kurikulum GCEd dengan tujuan memperkuat hubungan antara pendidikan dan pembangunan ekonomi di era globalisasi abad 21.
Menanti SMP Negeri 1 Indralaya Utara Mendunia.

Bagaimana kesiapan SMP Negeri 1 Indralaya Utara menyambut tamu asing? SMP Negeri 1 Indralaya Utara merupakan institusi pendidikan negeri yang membanggakan di Kabupaten Ogan Ilir yang dinahkodai oleh Ibu Dra. Herlina selaku Kepala Sekolah, juga menjadi bagian integral dari masyarakat setempat perlu dikembangkan sebagai pusat pembudayaan dan pemberdayaan yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, melakukan pembiasaan, dan mengembangkan kreativitas siswa melalui proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Terkait Kunjungan Internasional dalamInternational Student Exchange Visitdari Incheon Yangchon Middle School Korea Selatan, tentu sekolah telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, mulai gladi tempat sampai teknis pelaksanaan, seperti simulasi pembelajaran IPS, Seni Budaya, dan Prakarya secara bilingual, penampilan sanggar seni tari lagu musik, kolaborasi atraksi OSIS, ekstrakurikuler Pramuka dan Olahraga, memperkenalkan kerajinan jumputan khas Sumsel, sopasti memperkenalkan makanan asli Ogan Ilir dan Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi dan energi positif bagi guru dan siswa SMP Negeri 1 Indralaya Utara untuk jadi terbaik di tingkat lokal dan nasional menuju internasional. Begitupun instansi pendidikan dan pemerintah daerah terkait mempersiapkan diri menghadapi Pendidikan Global Abad 21 dan Revolusi 4.0. Lets Join us with Saintra in action International Student Exchange Visit. “Namjjog-eun gamsahabnida”. Thank you alls.

Redaksi.www.dutasumsel.com 29719

Sasaran Non Fisik, Satgas V TMMD Ke 105 Kodim 0401/Muba Gelar Penyuluhan Radikalisme

Dutasumsel.com.MUBA, - Guna menerapkan Paham Radikalisme kepada Warga Masyarakat. Dan Satgas V TMMD Ke 105 Kodim 0401/Muba Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani,S.sos melalui Anggota Satgas V TMMD Kapendim 0401/Muba Letda Inf Decky Gelar giat Penyuluhan Radikalisme. bertempat di Balai Desa SP3 Bukit Sejahtera, Minggu (28/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut Dan Satgas V TMMD Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani,S.sos melalui Kapendim 0401/Muba Letda Inf Decky memaparkan diharapkan kepada Warga Masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin terkhususnya Warga Masyarakat Desa SP3 Bukit Sejahtera memahami Waspada terhadap bahaya komunis yang telah berkembang dinegara kita, hal tersebut akan berdampak kepada Radikalisme maupun Keamanan Negara.

Maka dari itu kita selaku Warga Masyarakat yang ada didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia harus sama - sama saling memberikan rasa aman dan damai kepada sesama. Yang mana agar terciptanya NKRI yang Zero Konflik dan Kondusif.

Saat dikonfirmasi Komandan Satuan Tugas (Satgas) V TMMD Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani,S.sos melalui Anggota Satgas V TMMD Ke 105 Kapendim 0401/Muba Letda Inf Decky mengatakan, "Hari ini kita Penyuluhan Bahaya Radikalisme kepada Warga Masyarakat Desa SP3 Bukit Sejahtera untuk memahami pentingnya menjaga Area Teritorial Wilayah bersama - sama, "Dikatakan Dan satgas V TMMD Kodim 0401/Muba melalui Kapendim 0401/Muba Letda Decky.

Lebih lanjut Letda Inf Decky menambahkan, "Pencegahan Bahaya Radikalisme berawal dari Sinergitas Aparat Penegak Hukum bersama Warga Masyarakat, penyuluhan ini pun dilakukan karena TNI adalah salah satu Aparat Penegak Hukum yang membentengi NKRI guna Kondusif dari Bahaya Terorisme,"

"Harapan kami selaku Aparat Penegak Hukum agar Warga Masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman melalui diri mereka sendiri, hal ini juga sebagian bentuk Sasaran Non Fisik TMMD untuk membekali Warga Masyarakat agar paham dan mengerti arti bernegara dan berbahasa, "Tukasnya.

Pewarta : Riyan
www.dutasumsel.com28719

WISATA TERPENDAM DI DESA KEBAN LAHAT

Dutasumsel.com.Lahat, -- Keindahan panorama alam di Bumi Seganti Setungguan Kabupaten Lahat kian terbuka, dimana selain cuhup Buluh, Megalitikum, Bukit besak, Plancj dan masih banyak Destinasi wisata lainnya

Kali ini Minggu (27/7)  pukul 11: 30 wib pewarta mengunjungi Desa Keban yang banyak mempunyai wisata terpendam yang belum terangkat seperti Danau biru, Cuhup Kandis dan Playing Pox. Desa Keban terletak di sebelah utara kota Lahat dengan jarak tempuh hanya 10 menit dari Lahat. Kami diantar oleh pak Heri Kasi Pembangunan dan pak Anton ketua BPD Desa Keban menuju Cuhup Kandis dari Balai Desa hanya 3 menit memakai motor.
Sampai dilokasi Cuhup Kandis untuk   ketitik sentral ditemukan sensasi luar biasa dimana kita harus turun dengan memegang akar kayu, dan harus benar teliti dan menahan keseimbangan, kalu tidak hati- hati maut menanti. Dengan susah payah akhirnya kami turun dengan selamat.

Ketika sampai dibawah, tercengang akan keindahan terpendam didekat cuhup ada gua kecil yang tidak dirawat, menurut Pak Heri " pernah plt Bupati Lahat H.Marwan Mansyur SH. MM mengunjungi tempat ini,   nantinya wisata ini akan dikembangkan lagi dan dipercantik dan sekarang ini lagi dibangun akses jalan menuju Cuhup ini dan pengunjung merasa puas " pungkas Pak Heri.

Sementara itu pak anton berharap kepada Kades yang memimpin nanti, sebab saat ini dijabat Pjs Kades Abdul Somad SH namun walau beliau Pjs tetapi jiwa kepemimpinannya dan pemikiran dan ide- ide  begitu cemerlang, harapan pak Anton seluruh wisata yang ada di Desa Keban dikembangkan untuk menarik minat pengunjung untuk datang kedesa ini ".

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com28719

Siapa nih yang tahu hubungannya Bunga Tabebuya dengan kualitas udara bagus dan pariwisata?

Dutasumsel.com. Surabaya, – “Bunga kalau kondisi udara jelek tidak mau berbunga” -Tri Rismaharini-Pagi tadi Bu Risma meninjau taman di kawasan Ngagel. Rencananya, taman dan jogging track di taman ini tembus hingga ke kawasan Kayoon.

Selain itu, akan juga dibangun jembatan penghubung dengan perkampungan warga di seberang taman.


“Untuk menghubungkan pejalan kaki, biar kalau warga seberang taman buka warung, pengunjung taman bisa menyebrang,” kata Bu Risma.

Nah.. Terkait Bunga Tabebuya sedang bermekaran, Bu Risma juga menyampaikan bahwa kualitas udara bagus jadi penentu agar bunga bisa mekar.

Bu Risma mencontohkan di Jalan Ahmad Yani. Dulu sebelum ada frontage, kadar polusinya tinggi sehingga tidak mau berbunga.


Sekarang dengan adanya frontage, ruang terbuka hijau bertambah. Sehingga bunga tabebuya bisa bermekaran.

“Sekota surabaya akan jadi taman supaya kualitas udara surabaya bagus” -Tri Rismaharini-

Dengan ramainya bunga tabebuya yang sedang bermekaran, kata Bu Risma, membuat kunjungan wisatawan semakin tinggi.

Bu Risma juga ingin membuat perbedaan dengan sakura yang ada di Jepang. Surabaya, kata Bu Risma, akan dibuat warna warni. Tidak sekadar warna pink saja.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung juga jadi tantangan tersendiri ketika perbaikan lingkungan juga sedang berjalan.

Bu Risma mengakui bahwa ini berat, mengingat jumlah kendaraan terus bertambah. Terlebih ketika akhir minggu banyak kendaraan luar kota berkunjung ke Surabaya.

“Tantangan kita. Konsep perbaikan ekonomi bisa sejalan dengan perbaikan lingkungan” -Tri Rismaharini-

Untuk itu, kata Bu Risma, lahan sekecil apapun akan dimanfaatkan untuk proses perbaikan lingkungan.

Pewarta : Aditya
www.dutaaumsel.com28719

Rapat Perdana DPC PDI Perjungan Di RM Sederhana Bahas Kongres V Bali

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Ilir menggelar rapat perdana pasca perubahan pengurus baru hasil konfercab sepekan lalu.  Rapat dipimpin langsung oleh Wahyudi,ST Ketua DPC PDIP Ogan Ilir yang terpilih kembali untuk periode 2019-2024.
Dalam rapat perdana yang langsung dipimpin Wahyudi hadir seluruh jajaran pengurus baru. Menurut Wahyudi, acara yang digelar di RM Sederhana ini untuk menyamakan tujuan partai kedepan.

“Kami menyamakan semua tujuan partai, satu komando, satu bahasa dan satu juru bicara melalui pimpinan partai dengan maksud untuk lebih mensolidkan partai serta memenuhi target target partai kedepan,” ujar Wahyudi Ahad 28/7/2019.

Selain itu, rapat perdana DPC PDI Perjuangan Ogan Ilir juga membahas agenda penting, seperti terkait utusan Kongres V di Bali Agustus 2019.

Dalam Kongres V, lanjut Yudi, jajarannya tetap minta kepada Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan periode lima tahun mendatang. Sedangkan terkait target partai yang ada di daerah seperti pemilu kepala daerah.

“Siapapun nantinya calon yang akan  diberangkatkan dari PDI Perjuangan harus melakukan kontrak politik yang jelas. Karena sebagai petugas partai nantinya harus membawa marwah partai yang jelas pula dan itu pasti akan kita lakukan serta terus menambah kursi di legislstif sesuai target partai,” tegasnya.

Sementara itu Sekertaris DPC PDIP Ogan Ilir M Rizal menambahkan dalam rapat perdana DPC juga akan lebih giat lagi mengaktifkan organisasi-organisasi sayap partai, Badan - Badan Partai serta Perombakan PAC di 16 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ogan Ilir yang selama ini sudah berjalan dan sudah ada.

“Sehingga ke depan PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Ilir akan lebih lebih solid dan bisa memenangkan event  event partai seperti yang selama ini sudah kita capai ” kata Sekretaris DPC ini, kepada dutasumsel.com Ahad 28/72019.

Di tambah kan lagi oleh Wahyudi bahwa  peserta yang akan berangkat ke Kongres V Bali selain Pengurus PAC  4 Orang untuk 16 Kecamatan, Pengurus DPC PDIP, Kabupaten serta Angota Dewan Terpilih Tahun 2019, 7 Orang serta angota Praksi dari PDI P, dan Insyaallah Di Tahun 2020 ini DPC PDIP Ogan Ilir sudah memiliki Kantor Baru, dan baru pertama kali nya DPC PDI P memiliki  Kantor  sendiri untuk Ogan Ilir di bawah kepemimpinan Wahyudi,ST dan Bupatinya HM. Ilyas Panji Alam Insya Allah kedepan di Kecamatan juga akan memiliki kantor Partai, imbuh Wahyudi.ST Ahad 28/7/19, serta Persiapan Pilkada 2020 kedepan mengusung kembali HM. Ilyas Panji Alam memimpin Ogan Ilir melaju menjadi Bupati Kembali, ungkap Sekertaris DPC PDIP OI M Rizal menambahkan.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com28719

Pelaku Pembunuh Nurdin Di Tangkap Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjung Batu

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP.Gazali Ahmad ,SIK,MH melalui Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjung Batu pada hari Sabtu 27 Juli 2019 telah melaksanakan ungkap kasus tindak pidana pembunuhan terhadap korban bernama Nurdianyas Alias Mardian Bin Anwar( Alm), dimana kejadian pada saat itu di Dusun 1 Desa Tanjung Pinang 1 Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir.
Dan Identitas Korban yang bernama Nurdiansyah Alias Mardian Bin Anwar dengan usia 35 Tahun, beralamat di Desa Limbang Jaya II Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjung Batu pada hari Sabtu 27 Juli 2019 telah menangkap Tersangka M. Ari Irawan als Wawan Bin Mat Yani (alm) 21 tahun Wiraswasta yang beralamat di  Desa Tanjung Pinang I Kecamatan Tanjung Batu  Kabupaten  Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Dengan Kronologis kejadian 
Pada  hari Sabtu tgl 15 September 2018 sekira pukul 01.20 Wib, pelaku sedang duduk  di pondokan di desa tanjung Pinang I,tak lama kemudian korban datang menemui pelaku yg sebelumnya memang sudah ada dendam kepada pelaku,karena korban mencuri motor pelaku,kemudian antara pelaku dan korban ribut mulut dan pelaku berkata kepada korban "kau maling motor aku" ,,lalu dijawab korban "Nah kau kubunuh" sambil korban menunjukkan pisau yg diselipkan di pinggangnya,lalu pelaku pun menunjukan tombak sehingga korban berlari,,lalu pelaku mengejar korbam sambil menikam tubuh belakang korban sehingga korban terjatuh,pada saat korban terjatuh,pelaku langsung mwnikam korban secara berkali kali di bagian tubuh korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Jajaran Unit Res Krim Polsek Tanjung Batu Pada hari Sabtu  tanggal 27 Juli 2019 sekira jam  11.00 wib dibawa pimpinan Kapolsek Tanjung Raja AKP MASRI SH didampingi oleh Kanit Reskrim IPDA Avif Pinarcoyo. SE dan anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Tanjung Batu melakukan Penangkapan terhadap Pelaku Pembunuhan an M. ARI IRAWAN Als WAWAN Bin MAT YANI,,dan pada saat dilakukan penangkapan,pelaku tidak melakukan perlawanan,kemudian pelaku di abawa Ke Polsek Tanjung Batu Guna Proses hukum lebih lanjut.

Adapun motif Pelaku Dendam karena diduga  sebelumnya korban telah melakukan pencurian sepeda motor milik pelaku,  Dan Barang Bukti yang di amankan pihak Polsek Tanjung Batu adalah,- 1 buah Pisau dengan gagang kayu warna cokelat- 1 buah Tombak dengan gagang besibdi balut karet hitam
- 1 buah celana panjang jeans warna hitam- 1 buah jaket warna hitam
- 1 buah baju kaos warna hitam
- 1 buah topi warna merah hitam merk DCSHOECO, ungkap Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah Ahad 28/7/19.

Pewarta:  Tim
www.dutasumsel.com.28719

Sambut 17 Agustus Kades Keban Adakan Gotong Royong.

Dutasumsel.com.LAHAT, - Pjs Kepala Desa Keban ajak warga membersihkan lingkungan disekitar Desanya, pada Minggu pagi ini (27/7). Tampak terlihat membersihkan Kantor Desa, membersihkan pekarangan, rumput yang telah mengganggu sekelilingnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan hampir tiap Minggu,

Menurut Abdul Somad SH kepada dutasumsel disela kerja bakti " apalagi sebentar lagi akan menyambut Idul Adha dan hari Kemerdekaan RI ke 74 tahun selain tempat harus bersih, kita akan mengadakan perlombaan, umbul- umbul, mulai kita pasang " ujar Kades.

Selain Pjs Kades tampak terlihat ketua BPD, ketua Karang Taruna, beserta perangkat Desa lainnya. Abdul Somad berpesan kepada warganya untuk tetap menjaga kebersihan juga keindahan lingkungan bersama, demi tercapainya kesehatan dan kenyamanan hidup bermasyarakat.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com28719

Tarmidi S.sos Camat Gumay Ulu Letakan Batu Pertama Gapura Akses Menuju Cuhup Buluh

Dutasumsel.com.LAHAT, --  Tarmidi S.sos MM Camat Kecamatan  Gumay Ulu Kabupaten Lahag melakukan peletakan Batu pertama pembangunan Gapura Wisata Cuhup Buluh yang terkenal keindahannya di Bumi Seganti Setungguan.
Pembangunan Gapura Wisata pada jalur masuk –  menuju Kawasan Wisata Cuhup Buluh  di Desa Lubuk Selo Kecamatan Gumay Ulu, menggunakan dana Coorperation Social  dilaksanakan pada Sabtu (27/7) pukul 09:00 wib

Hadir pada peletakan batu pertama Manager PLN  Lahat  Zamzami MM dan rombongn perwakilan PLN  Palembang, turut hadir Kades Desa Lubuk Selo Pok Darwis Cuhup Buluh Yaumal dan rekan- rekan.

Menurut Tarmidi S.sos mengatakan" bantuan CSR PLN Lahat gapura yang diharapkn selesai tepat pada waktunya, ucapan terima kasih kepada CSD PLN yang telah berpartisipasi mudah- mudahan kedepannya akan ada pembangunan Mushola dan WC" tandas Tarmidi.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com27719

Jajaran Posek Betung Berhasil Amankan Pelaku Begal HP Di Conter Global

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Jajaran Polres Banyuasin melalui Sat Res Polsek Betung berhasil ungkap kasus CURAS yang Berdasarkan LP/B-25/VII/2019/BA/BTG. Tanggal 26 Juli 2019, atas nama Korban Fransiska Redi 35 Tahun Pedagang yang beralamat di Jalan Palembang - Betung tepatnya Conter HP Global Kelurahan Behung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Adapun kronologis kejadian, Pada hari senin tanggal 22 Juli 2019 sekira pukul 20:00 wib Di Jl. Palembang Betung tepatnya didalam Conter HP Global Kel Betung, Kec. Betung, Kab Banyuasin, telah terjadi Tindak Pidana pencurian dengan kekerasan yg dilakukan oleh Tiga (3) Orang pelaku yg belum diketahui identitasnya dengan cara Pelaku berpura - pura ingin membeli HP di Conter milik pelapor kemudian pelaku mengambil HP merek OPPO F9 milik pelapor secara paksa yg sedang dipakai anak pelapor An. REHANWINATA (8 Th) untuk bermain games namun anak pelapor mempertahankannya sehingga terjadilah tarik menarik HP tersebut antara pelaku dgn anak  pelapor kemudian pelaku menerjang anak pelapor sehingga HP tersebut terlepas dari tangang anak pelapor dan anak Pelapor terjatuh lalu pelaku berhasil menguasi HP tersebut kemudian melarikan diri dgn menggunakan Spd. Motor kearah Kab. Muba. Kemudian pelapor melakukan pengejaran namun tidak berhasil mengejar pelaku kemudian pelapor melacak HP miliknya yg dibawa kabur oleh pelaku dgn menggunakan aplikasi Playstor *Pengelola Perangkat* dengan menemukan titik terahir GPS HP tersebut menyala di daerah pilips 11 Kec. Lais Kab. Muba, lalu selama kurang lebih Empat (4) hari pelapor melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan pelaku maupun keberadaan HP miliknya tersebut dan ahirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Betung.

Para pelaku yang berhasil diamankan dan di tangkap jajaran Sat Res Polsek Betung adalah : 1. Tio Pangkisan Dewa Bin Usman 16 Tahun warga Desa Tanjung Agung Utara Kecamatan Lais Kabupaten Muba,2, Andri Saputra Bin Aswadi 15 Tahun warga Dusun II Desa Tanjung Agung Utara,3. Indra ( DPO) Alamat Desa Tanjung Agung Utara Kecamatan Lais Muba.

Tempat Kejadian Perkara di Jalan Palembang - Begung Conter HP Global Kelurahan Betung Kabupaten Banyuasin bermula di hari Senin pada tanggal 22 Juli 2019 sekira 20.00 Wib, Modus optrandi pelaku berpura - pura ingin membeli HP di Conter milik pelapor kemudian langsung mengambil HP milik Pelapor secara paksa yg sedang dipakai anak Pelapor untuk bermain games.

Barang Bukti (BB) yang berhasil di amankan Satu (1) Unit HP dan Kotak HP Merek OPPO F9, warna Wiiight Blue dengan No IMEI :
IMEI 1: 862404041197675.
IMEI 2: 862404041197667.

Setelah menerima Laporan Polisi melakukan Pemeriksaan Korban dan saksi - saksi Kemudian Jajaran Unit Satreskrim Polsek Betung dengan sigap melakukan lidik terhadap pelaku dan barang bukti setelah mendapatkan informasih tentang identitas pelaku kemudian Unit Reskrim polsek betung memancing pelaku melalui informan untuk berpura - pura mau membeli HP jenis apa saja yang penting harganya murah kemudian pelaku tanpa menaruh rasa curiga menanggapinya dengan positif maka terjadilah kesepakatan untuk transaksi jual beli HP antara informan degan pelaku di suatu tempat yang telah ditentukan oleh pelaku kemudian Unit Reskrim Polsek Betung melakukan penyanggongan dijalan yg akan dilalui oleh pelaku untuk menuju kelokasi transaksi yg telah ditentukan oleh pelaku, setelah beberapa jam menunggu / mengintai pelaku kemudian pelaku melintas dijalan tetsebut lalu unit reskrim Polsek Betung langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut sehingga 2 (dua) orang pelaku berhasil di amankan sedangkan 1 (satu) orang lagi teman pelaku belum berhasil di tangkap (DPO) karna tidak ada ditempat.

Pewarta : Alam
www.dutasumsel.com27719

Komite MTsN 1 Lahat Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran 2019/2020

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Komite MTsN 1 Lahat, pada sabtu pagi  (27/7) pukul 09:00 wib menggelar rapat awal tahun 2019. Bertempat di Mushola At- Taklim Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lahat.

Rapat ini bertujuan untuk melaporkan laporan  keuangan  hasil  test wawancara
pemantapan besarnya sumbangan berdasarkan hasil test wawancara siswa baru tahun 2019- 2020 serta program komite dan pembuatan RKB ( rencana kegiatan belajar).

H.Ibrahim AB. BA ketua komite sekaligus membuka rapat, turut hadir Sekretaris komite Marno, S.Pd.I,MM, drs Siribudin SAg, Novita, Nata biro biri, Faizal Amin S P dI.MM, Amperawansyah S.Sos, Elpi Yulianti SAg, dan wali murid kelas VII .

Ketua Komite MTsN 1 Lahat berharap dengan adanya rapat ini semoga antara wali murid dengan komite terjalin komunikasi yang harmonis tanpa adanya saling curiga satu sama lainnya, selain itu H.Ibrahim AB.BA berpesan kepada wali murid untuk selalu memperhatikan keadaan anaknya diluar sekolah.

Sementara itu Marno SPdI MM Seketaris Komite menambahkan " hasil dana sukarela dari wali murid digunakan untuk prasarana kegiatan murid itu sendiri, seperti perehaban Mushola, membayar guru Iqro, Tahfis sebanyak 52 Ustad/ Ustazah dari luar sekolah " tandas Marno.

Pewarta : Novita
www.dutasumsel.com27719