NEWS

Slider

Wahyudi ST Meraih Suara Terbanyak Dari 40 Angota Dewan Terpilih Paska Penetapan KPUD Ogan Ilir 22 Juli 2019

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir Tiga periode yang menjadi caleg petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Wahyudi ST, memperoleh suara terbanyak atau 4022 suara untuk DPRD Kabupaten Ogan Ilir dalam Pemilihan Legislatif 2019.

"Terima kasih kepada Masyrakat Indralaya,Indralaya Selatan dan Indralaya Utara yang telah memberikan kepercayaan kembali kepada saya menjadi anggota dewan," kata Wahyudi,ST kepada dutasumsel.com di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Lintas Timur KM,36 Indralaya.

Adapun caleg peraih suara terbanyak dari 40 Angota Dewan Terpilih pada 2019, Wahyudi,ST yang mendapat 4.022 suara di dapil 1 yang meliputi 3 Kecamatan, yang mana 40 Angota dewan terpilih saat di sahkan oleh KPUD Ogan Ilir Senin 22 Juli 2019 Menyatakan bahwa Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) meraih suara terbanyak, dan dinyatakan 7 Kursi berhasil diraihnya untuk menduduki Parlemen di DPRD Ogan Ilir.

Sedangkan perolehan suara caleg terbesar lainnya di luar PDIP adalah Partai Golkar, disusul Partai PPP.

Politikus PDI Perjuangan ini juga berterima kasih kepada wartawan yang memberikan ide dan gagasan informasi terkait dengan kesulitan warga baik yang ada di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan infrastruktusr dan lainnya.

"Kalau selama ini masih ada yang kurang, maka di periode yang akan datang diperbaiki bersama-sama," kata Ketua II DPRD Ogan Ilir ini.

Menurut Wahyudi, biasanya yang menjadi Ketua DPRD Ogan Ilir, adalah Caleg yang masuk dalam struktur inti kepengurusan partai Kabupaten Ogan Ilir, Sedangkan Wahyudi sendiri di partai sebagai Ketua DPC PDIP Ogan Ilir 2 Priode.

Diketahui, Wahyudi merupakan Anggota DPRD Ogan Ilir terlama sejak periode, 2009-2014 dan 2019-2024. sempat menjadi Wakil Ketua II DPRD Ogan Ilir pada periode 2014-2019, sebagai catatan sejarah bahwa di Kabupaten Ogan Ilir Angota DPRD termuda pernah di sandangnya pada priode 2009 - 2014 Ungkapnya kepada Dutasumsel.com Selasa 23/7/2019.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com23719

Jelang Tujuh Belasan Camat Lahat Rakor Bersama Lurah

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Jelang tujubelasan Zubhan Awali S.STP.M SI selaku Camat Lahat rapat  koordinasi bersama 16 Lurah yang ada di Kecamatan Lahat,  bertempat di ruang Kerja kerja Camat ( 23/7) pukul 14:00 wib

Pada rapat koordinasi ini, menurut Camat ada Tiga poin penting yang dibahas yaitu - terkait  Rekor Muri  memasak  Ayam Nanas dan Sambal Tempoyak, satu Kelurahan atau Desa masing- masing   5 ekor ayam kampung. Poin kedua mulai tanggal 24- ( 4 hari) penilaian Kelurahan. Adapun Kelurahan yang dinilai

1. Sari bungamas
 2. Pagar Agung
3. Talang Jawa utara
4. Talang Jawa Selatan.
Tim yang menilai dari TPkk Kecamatan, Puskesmas yang menaungi Kelurahan.
Polsekta dan Sekretariat Kecamatan.

Pada poin ke tiga membahas Dana Kelurahan. Menurut Camat hendaknya disosialisasi dan penyuluhan dari Inspektorat, Kejaksaan dan Kepolisian sebelum pencairan.

Zubhan Awali. S.STP. MSi. Mengharapkan kepada seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Lahat untuk berpartisipasi dengan kegiatan ini sesuai dengan Instruksi dari Bupati Lahat " tandas Camat ( Novita/ Idham)

Mahasiswa KKN Unsri Bersama Masyarakat Kecamatan Lahat Selatan Bersihkan Sampah

Dutasumsel.com.LAHAT, - Seiring dengan terang sinar matahari pagi Tim Kebersihan Kecamatan Lahat Selatan. Para Perangkat Desa dan Masyarakat serta Mahasiswa KKN Universitas Sriwijaya bahu membahu bergotong Royong membersihkan timbunan sampah di tanah kosong sudut Tanjung Tebat Lahat Selatan. Camat Lahat Selatan H. Budi Utama. S.IP didampingi Kepala Desa Tanjung Tebat Sangkudin mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai.

Pemerintah Desa telah menyiapkan Petugas Kebersihan dan 1 unit bentor yg secara berkala dalam satu Minggu tiga kali mengangkut sampah dari rumah rumah masyarakat dikumpulkan dipilah dan dibuang ke Mobil angkutan stand by sampah di Pasar Kangkungan.

Kedepan diharapkan dapat terbentuk Bank Sampah suatu pola pengurangan sampah dengan mengedepankan peran serta aktif masyarakat dimana sampah sudah terpilah dari rumah tangga masing masing. Sampah organik mereka kumpulkan dibuat pupuk kompos organik dan digunakan untuk tanaman toga dan tanaman bumbu dapur ibu ibu yg dapat mengurangi ongkos  belanja dapur kata pak camat

Masyarakat diminta tidak lagi membuang sampah dilokasi pembuangan sampah ilegal tersebut. Kepala desa telah.menyiapkan karung karung di depan rumah warga untuk tempat sampah. Petugas kebersihan akan mengambilnya dengan bentor.

Pewarta : Novita
www.dutasumsel.com23719

TP- PKK KECAMATAN INDRALAYA GELAR ARISAN BULANAN UNTUK MEMPERERAT TALI SILATURAHMI ANTAR TIM PKK DESA

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Hari ini Selasa 23/07/2019 Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Indralaya mengadakan arisan bulanan yang dilakukan bergilir di setiap desa di balai Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (23/07).

Ketua PKK Kecamatan Indralaya Pitdiyah Pirdaus dalam sambutannya pada kegiatan rutin PKK Kecamatan Indralaya di Balai Kecamatan mengungkapkan, kegiatan ini untuk memeriahkan dan menghidupkan semangat keanggotaan PKK untuk selalu menjalankan tugasnya.

“Dengan dilakukannya kegiatan ini bisa memajukan program PKK Kecamatan Indralaya dan diharapkan kepada seluruh keanggotaan yang termasuk dalam PKK bisa selalu mendukung dengan terus menyempatkan hadir di setiap kegiatan,” tegas Pitdiyah Pirdaus.

Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat menjalin keakraban dan silaturahmi antara sesama anggota dan bisa membina kesejahteraan keluarga yang lebih baik.

Selain mengadakan arisan, acara ini juga diisi dengan Demo dari Prodak Avione Cosmetik yang juga sebagai anggota PKK Pokja 1 di Kecamatan Indralaya. Acara yang berlangsung lancar ini juga dihadiri Camat Indralaya Rahmini S.S, M.Si.Kepala Balai Penyuluh KB Kecamatan Indralaya.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com23719

TKPSDA Gelar Diskusi Daya Rusak Air

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi TKPSDA WS MSBL sesuai dengan SK Menteri PUPR No707/KPTS/M/2018, Komisi Pengendalian Daya Rusak Air TKPSDA WS MSBL melaksanakan kegiatan Kunjungan Lapangan ke Sungai Lematang Kabupaten Lahat. Mengadakan koordinasi penjaringan isu Sub DAS ( daerah aliran sungai ) wilayah  Hulu ( Pagar Alam) dan Wilayah Hilir  Sungai Lematang  diselenggarakan pada Pada Selasa ( 23/7) bertempat di Lesehan The Lia Cafe & Restoran Lahat.

Diskusi ini bertujuan mengakomodir Isu- isu yang dihadapi warga di aliran sungai serta Penjaringan Isu pada Sungai Lematang Kabupaten Lahat Dengan Narasumber Kasi  Pelaksanaan Operasional Pemeliharaan PUPR Sumsel Crairul Huda, Deni Arian M  Komisi Pengendalian Daya Rusak Air TKPSDA WS ÀMSBL, Anggota Pengendalian WALHI Jepri Barbara SH,

Dihadiri. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat, Kepala Dinas PUPR Kota Pagaralam, Kepala Dinas Lingkungan Hldup Kabupaten Lahat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagaralam,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat,  Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lahat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pagaralam.

Menurut Chairul Huda, kondisi sungai Lematang saat ini belum terlalu parah pencemaran limbah masih bisa terselamatkan, untuk itulah selamatkan Sungai Lematang dari Limbah.

Sementara itu Kabid Pengendalian  Pencemaran Lingkungan dan Kerusakan Lingkungan DLH Rosevelt Herwin  mengemukakan bahwa sub Sungai Lematang seperti Ayik Apul, Ayik Lim dan Ayik Larangan saat ini lagi dipantau terutama Ayik apul dan Ayik Larangan yang tercemar dengan tumpukan sampah, untuk itulah dalam dua bulan kedepan ada hasil dari Lab DLH.

Dengan adanya kunjungan lapangan komisi pengendalian daya rusak air, membuka mata kita semua  bagaimana mengelola sungai Lematang dengan baik sehingga ekosistem sungai terjaga,  pemanfaatan Limbah menjadi rupiah,  menjadikan Wisata Alam yang nyaman. Dari hasil diskusi nantinya akan langsung dibawa ke Kementrian untuk ditindak lanjuti.

Pewarta : Novita/ Idham

FULL DAY SHCOOL DI SEKOLAH AKAN DITERAPKAN PADA AJARAN 2019 - 2020

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, melalui Kabid Pembinaan SD Muhamad Romli, Kabid Kebudayaan Zulkarnain, Korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Indralaya Hapizo, Camat Indralaya Rahmini,SS,M.Si, gelar sosialisasi kebijakan pemerintah yang menetapkan lima hari sekolah dalam seminggu mulai tahun ajaran baru 2019/2020.

Hal itu disampaikannya, menyikapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy yang memastikan kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu akan diterapkan mulai tahun ajaran 2019-2020.

Kebijakan tersebut, merupakan bagian dari penerapan program penguatan pendidikan Karakter (P3K), sehingga akan ada perubahan-perubahan pengorganisasian pembelajaran.

Perubahan pengorganisasian pembelajaran yang dimaksud salah satunya, guru wajib berada di sekolah selama delapan jam, tidak boleh kurang,Fuul day dak diwajibkan tetapi tetap mengacu kepada permendikbud nomor 15 tahun 2018, Jelas Romli kepada dutasumsel.com.Selasa 23/7/19.

Terkait dengan itu, saat ini Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir mulai menyosialisasikan kebijakan tersebut agar semua sekolah bisa mempersiapkan diri terkait dengan sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung, serta perubahan terhadap silabus. 

Harapannya, pada jam siang sekolah bisa menyusun pelajaran yang memiliki unsur bermain sambil belajar agar peserta didik tidak cepat jenuh. Sebab, biasanya jam siang, anak-anak beristirahat.

Dengan demikian, lanjutnya, begitu masuk tahun ajaran baru, baik siswa maupun pihak sekolah sudah siap dengan program dan kegiatan yang disesuaikan pada jam pelajaran siang.

"Siswa akan belajar mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB, sama halnya dengan jam kerja aparatur sipil negara (ASN), dengan delapan jam mata pelajaran," kata dia. 

Menurut dia, penerapan kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Ogan Ilir tidak terlalu berat. Sebab, saat ini sudah banyak sekolah yang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, apalagi sekolah swasta.

Sambut Hari Anak Nasional Citimall Donasi Buku Ke 5 PAUD

Dutasumsel.com.LAHAT,--  Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 23 Juli Citimall Lahat mengunjungi TK dan PAUD di Kabupaten Lahat untuk memberikan donasi berupa perpustakaan mini yang dilengkapi 300 buah buku bacaan dan poster peraga pendidikan.

“Di Hari anak ini, kami sangat bahagia bisa berbagi dengan anak-anak di Lahat. Kami merasa pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan hal penting yang harus didapatkan anak. Untuk itu, kami mendonasikan buku bacaan lengkap dengan perpustakaan mini-nya serta poster peraga pendidikan, agar dapat membantu proses belajar mengajar, serta meningkatkan minat baca anak- anak,” jelas Teges Prita Soraya, Head of Operating Properties NWP Retail, perusahaan induk Pengelola Citimall Lahat.

Dalam kegiatan ini, Citimall Lahat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat untuk melakukan pendataan serta pemilihan terhadap TK dan PAUD yang akan diberikan donasi. 5 TK dan PAUD yang dipilih antara lain TK Khofifah, PAUD Terpadu Izzatin, PAUD Az-Zahra, PAUD Lima Putri, dan PAUD Muslimin. Kunjungan ke TK dan PAUD ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 23 dan 24 Juli 2019.

Kegiatan ini merupakan donasi buku kedua yang dilakukan oleh Citimall Lahat setelah sukses dilaksanakan tahun lalu. Citimall Lahat berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai program reguler tahunan, dengan target TK dan PAUD yang berbeda di setiap tahunnya.
“ Pemberian sumbangan buku dan perpustakaan mini ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian kami terhadap masyarakat Lahat, terutama anak-anak. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan kedepannya, akan semakin banyak anak-anak berprestasi dan berbakat di berbagai bidang lahir dari Kabupaten Lahat,”tambah Teges.

Pewarta : Novita
www.dutasumsel.com23719

Bank Sampah Daerah Lahat Mulai Terapkan

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Sampah rumah tangga merupakan persoalan yang tiada habisnya, satu orang manusia menyumbang 0,8 kg/ hari, coba bayangkan dan kita kalikan jumlahnya bila berpenduduk 1000 orang per Desa. Alangkah sayangnya kalau sampah hanya dibuang sia- sia belaka. Seperti dikatakan Rosevelt Herwin Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas DLH Lahat ketika disambangi Awak Media di ruang kerjanya pada Selasa ( 23/7).

Menurut beliau untuk menanggulangi permasalahan sampah tersebut maka disarankan pemerintah Desa membentuk  Bank Sampah, yg organik dibuat kompos yang Anorganik di giling  dan sampah Organik bila sudah menjadi pupuk mempunyai nilai Ekonomis,  pupuk Kompos Anorganik Rp 2500- 3000 untuk di jual ke PT Batu Bara

Binaan kita pertama sdr Dodi Humas Polres DP Pathner Bank Sampah Induk Lahat, saat ini Desa maupun Kelurahan yang ada Bank Sampah di Kelurahan Sari Bungamas sekarang tahap pembangunan. Masyarakat Lahat hendaknya memanfaatkan limbah rumah tangga yang  bisa menghasilkan rupiah serta menjadikan Lahat sejahtera dan Bercahaya" pungkas beliau.

Pewarta : Novita/ Idham
www.dutasumsel.com23719

MENAKAR MPLS LEBIH MANUSIAWI BAGI GENERASI Z DAN ALPHA

Oleh : Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Pengajar PPKn/Pegiat PPK)
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2019 telah usai. Barang pasti setiap sekolah mempunyai cara tersendiri dalam mengisi MPLS ini. Dasar dilaksanakannya kegiatan tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik Baru. Saat ini tentunya sekolah-sekolah telah siap dengan laporan beragam kegiatannya masing-masing yang .”

Tulisan ini sebagai bentuk keprihatinan penulis terhadap musibah yang menimpa dunia pendidikan di Sumatera Selatan. Lebih lanjut, beberapa tujuan dilaksanakannya kegiatan MPLS ini adalah memperkenalkan lingkungan sekolah secara nyata, mulai dari bangunan fisik seperti kelas, perpustakaan, laboratorium, tempat ibadah, lapangan olahraga, mengajarkan wawasan wiyata mandala, kesadaran berbangsa dan bernegara, cara belajar efektif, penanaman pendidikan karakter, pembelajaran kurikulum 2013, pembinaan mental spritual yang baik dan benar, teknik kepramukaan dan latihan baris berbaris, mempraktikkan tata tertib dan tata krama yang berlaku di sekolah, melaksanakan kerja bakti sebagai bentuk kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z dan Alpha
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma agama, hukum, tata krama, dan budaya. Konfigurasi karakter ini dikelompokkan dalam olah hati, olah rasa, olah karsa, olah pikir, dan olah raga.
Penanaman atau pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik yang memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlaq mulia. Sebagaimana menurut Ki Hadjar Dewantara dalam Kemdikbud (2016:4) bahwa “Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan bathin, karakter), pikiran (intelec) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita”. Hal ini sejalan dengan kutipan pendapat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, tumbuh dan berkembang dari pendidikan menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehiduan berbangsa dan bernegara. Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh. Kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab tantangan abad 21. Artinya kegiatan pembelajaran saat ini difokuskan pada penguatan karakter dan pencapaian kompetensi dipersyaratkan dalam kurikulum 2013 agar bersaing dengan bangsa lain.
Penanaman karakter sejak dini sangat penting untuk membiasakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik, terutama di dunia pendidikan. Kebijakan pendidikan ini dirumuskan dalam bentuk Penguatan Pendidikan Karakter. PPK lahir karena kesadaran tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, sekaligus melihat harapan bagi masa depan bangsa. PPK menjadi semakin penting dilaksanakan karena berbagai persoalan yang mengancam kebhinekaan dan keutuhan NKRI. Sementara di lingkungan pendidikan PPK dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, sampai pada perilaku kekerasan di sekolah, seperti saat MPLS. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai ini ditanamkan dan dipraktikkan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan dan budaya di sekolah, serta partisipasi masyarakat misalnya komite sekolah.
PPK berbasis kelas diupayakan melalui proses pembelajaran yang melibatkan mata pelajaran diintegrasikan dengan pengembangan karakter, memilih metode dan media pembelajaran sebagai pengembangan karakter, dan pengelolaan kelas untuk mengembangkan karakter anak. PPK berbasis budaya sekolah diupayakan melalui pembiasaan, tata kelola sekolah, pengembangan peraturan dan regulasi. Proses pembudayaan penting dalam PPK karena dapat memberikan dan membangun nilai-nilai luhur generasi muda, terutama peserta didik. Budaya sekolah yang baik diharapkan dapat mengubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik. PPK berbasis masyarakat diupayakan dalam bentuk kemitraan yang sinergis antara pelaku pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat yang didasari semangat gotong royong dan kepedulian. Peningkatan peran komite sekolah dan keluarga dalam pendidikan karakter sangat diperlukan. Bahkan komite sekolah mempunyai peran besar dalam kemitraan dan upaya penguatan karakter untuk menyiapkan generasi emas 2045.
Hemat penulis sasaran dari PPK ini adalah para generasi Z dan generasi Alpha. Generasi ini dikenal dengan anak milenial. Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010, rata-rata berusia 19-24 tahun. Adapun ciri atau hal yang menandai generasi ini adalah adanya peralihan dari generasi Y, teknologi sedang berkembang, pola pikir cenderung instan, usia beranjak remaja, kehidupan bergantung pada teknologi, dan mementingkan popularitas dari media sosial yang digunakan. Sedangkan Generasi Alpha adalah generasi yang lahir tahun 2010 sampai sekarang, rata-rata berusia sekolah antara 12-19 tahun sebagai lanjutan generasi sebelumnya, ditandai dengan semakin pesat dan canggihnya teknologi seperti gadget dansmartphone, lahir dari keluarga dengan masa Y, pola pikir mereka yang terbuka, transformatif, dan inovatif (Tantra, 2019).
Menakar MPLS Lebih Ramah dan Manusiawi
MPLS menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, memahami materi, melatih kedisiplinan dan mental, serta mempererat persaudaraan sesama peserta didik baru. MPLS dari tahun ke tahun selalu menuai pro kontra di tengah masyarakat. Ada masyarakat yang menilai kegiatan ini tidaklah perlu dan tidak penting apalagi ada unsur senioritas dan perpeloncoan. Anggapan masyarakat ini bukan tanpa dasar, sebab sudah beberapa kali diberitakan kegiatan ini menelan korban meninggal dunia. Bahkan saat ini masih hangat pemberitaan tentang meninggalnya peserta MPLS di salah satu lingkungan pendidikan. Hal ini menimbulkan kesedihan dan duka mendalam bagi semua pihak.
MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan lagi Masa Perpeloncoan Lanjut Siksaan. Kegiatan ini memiliki dasar hukum Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dan Surat Edaran Nomor 6197/D/D4/PD/2019 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun 2019. Di dalam permendikbud tersebut tidak boleh lagi diadakan kegiatan perpeloncoan atau bullying yang merugikan peserta didik baru. Kegiatan ini dibawah kewenangan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai jenjang dan lingkup sekolah. Dalam pelaksanaannya PLS didahului dengan menghadirkan orang tua/wali peserta didik baru di sekolah, dilanjutkan dengan penjelasan profil sekolah dan penyerahan secara simbolis peserta didik baru kepada pihak sekolah. Waktu pelaksanaanpun diatur menyesuaikan dengan jam belajar di sekolah. Bahkan apabila dalam pelaksanaan PLS terjadi pelanggaran, maka dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya masing-masing berhak dan wajib menghentikan kegiatan PLS itu.
 Sebenarnya aturan MPLS tahun ini menurut penulis sudah jelas kegiatan dan atribut apasaja yang boleh dan dilarang. Atribut yang tidak boleh lagi ada dalam kegiatan MPLS, seperti tas karung, tas plastik, kaos kaki warna-warni, aksesoris tidak wajar, alas kaki aneh, papan nama rumit dibuat, juga atribut lain yang tidak bermanfaat. Sementara kegiatan yang dilarang dalam MPLS, antara lain: (1) memberikan tugas berat dan tidak masuk akal, (2) membawa produk merk tertentu, (3) menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat, (4) memakan dan meminum sisa makanan peserta lain, (5) memberikan hukuman fisik yang tidak mendidik, (6) menyiramkan air kotor dan lain-lain. Jika aturan di atas dilaksanakan dengan baik terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sejatinya MPLS adalah masa ceria, bersahabat, informatif, dan edukatif bagi peserta didik baru untuk menjalani proses pembelajaran di sekolah baru yang dilakukan dengan lebih ramah dan manusiawi. Takarannya, ketika seluruh warga sekolah, masyarakat, dan pihak terkait terlibat aktif mengawasi pelaksanaan MPLS ini, maka kejadian berulang yang menimbulkan korban dapat diantisipasi. Sehingga tujuan utama MPLS untuk menanamkan pendidikan karakter dapat tercapai. Semoga!

Redaksi.www.dutasumsel.com23719

Medi Pemilik Ganja Tertangkap di Warungnya Saat Mau Tutup

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Jajaran Polres Ogan Ilir melalui satuan Resnarkoba pada hari sabtu 20/7 berhasil mengungkap kasus kepemilikan Narkotika jenis Ganja dengan berat 7,60 Gram,dikelurahan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir.

Penangkapan tersangka dilakukan
Di Warung miliknya yaitu di Lingkungan I RT 01 Kel. Tanjung Raja Barat Kecamatan Tanjung Raja Kab Ogan Ilir.
Tersangkah ditangkap atas nama Medi Triansyah Bin  Firdaus(37) yang berkerja sebagai wiraswasta

Sat resnarkoba berhasil menyita barang bukti berupa
-  1 (Satu) paket Narkotika jenis Ganja yang di bungkus dengan kertas Koran seberat   7,60 gram seharga Rp.100.000 (Seratus ribu rupiah).
Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Ogan ilir, Akp.Zainalsyah
Pada hari Sabtu tanggal 20 Juli 2019 sekira pukul 22.00 WIB ,sat Res Narkoba polres kabupaten ogan ilir telah menangkap seorang pelaku memiliki, menyimpan dan Menguasai Narkotika jenis GANJA.
Pada saat ditangkap tersangka sedang berada dirumah, yang mana baru hendak menutup Warung miliknya.

Pada saat tersangka diamankan Jajaran Sat Resnarkoba melakukan pemeriksaan ditemukanlah Barang bukti yang diduga Narkotika Jenis Ganja sebanyak 1 (paket) yang dibungkus dengan kertas koran yang terletak diatas tumpukan Sabun yang berada dalam warung tersangka berjualan.

Saat ditanyakan kepada tersangka mengakui bahwa Barang bukti yang diduga Narkotika Jenis Ganja tersebut miliknya sendiri yang didapat dari  AA' (DPO).

Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, jelas Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP.Zainalsyah.

Pewarta : Red
www.dutasumsel.com22719