NEWS

Slider

RAKOR PANITIA HUT KEMERDEKAAN RI 2019 KECAMATAN INDRALAYA

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -' Dalam rangka menyambut 17 Agustus 2019 Pemerintah Kecamatan Indralaya melaksanakan rapat persiapan Pesta Rakyat HUT RI ke-74 di Aula Kecamatan. Rapat yang diselenggarakan pada Senin 15/7/2019 ini merupakan rapat koordinasi yang membahas mengenai Panitia Pesta Rakyat HUT RI Tahun 2019 dan penyampaian program kerja masing-masing seksi. Rapat ini dipimpin langsung oleh Camat Rahmini,SS,M.Si, Kapolsek Indralaya, Danramil 402/07 Indralaya, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Indralaya, KUA Indralaya, Penyuluh Kelautan dan Perikanan, KUPTD Kesehatan KUPTD KB, Kepala Sekolah SD,SMP dan panitia yang terdiri atas unsur Pemerintah Kecamatan, Dinas dan Instansi, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Karang Taruna.

Panitia Pesta Rakyat dalam rangka HUT RI Ke 74 ini ditetapkan sebagai Ketua Umum adalah Hapizo,S.sos Wakil Ketua Sekcam Indralaya Abdul Latif, Sekertaris Kegiatan Puskesmas Talang Aur, Bendahara kegiatan Ariza ZA,Seksi Keamanan dari Polsek Indralaya dan Koramil 402/07 Indralaya, seksi Ke Agamaan KUA Indralaya, Seksi Pendidikan Unsyur Kepala Sekolah dan guru,dalam pemaparannya menyampaikan gambaran umum kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masing–masing seksi, dimana tiap seksi dipimpin oleh seorang koordinator seksi. Selain itu, ketua panitia juga menginginkan untuk kegiatan malam resepsi 21 Agustus 2019,dapat dilaksanakan dengan lebih banyak  melibatkan peserta dengan merangkul sekolah yang ada sebagai partisipasi.

Sementara, dalam rapat tersebut juga dibahas menyangkut persiapan malam pesta Rakyat untuk 21 Agustus 2019, Pembagian Hadiah Berbagai Perlombaan untuk anak- anak Putra- Putri dan untuk peserta Dewasa dari Laki - Laki dan Perempuan.

Pewarta : Sanditya

54 Desa Di 16 Kecamatan Kabupaten Ogan Ilir Akan Segera Pemilihan Serentak Kepala Desa

Dutasumsel.com.INDRALAYA,-- Sebanyak 54 Desa di 16 kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan akan segera mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada akhir 2019 mendatang. Saat ini, puluhan desa tersebut sedang menjaring keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang nantinya bertugas mempersiapkan pilkades serentak di Desa yang akan menyelengarakan Pilkades pada tahun 2019 ini.

Ungkap Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) OI Trisnopilhaq, ST mengakui, bila saat ini jabatan kepala desa di Bumi Caram Seguguk ini banyak yang sudah berakhir. Sehingga untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, pemerintah daerah menunjuk penjabat sementara (pjs)  kades.

“Agar roda pemerintahan desa tetap berjalan, maka bagi kades yang masa jabatannya sudah berakhir, maka pemerintah menunjuk pjs kades, bisa dari staf kecamatan atau menunjuk PNS yang ada di desa masing-masing. Diperkirakan jumlah kades yang masa jabatannya sudah berakhir hingga tahun 2019 capai 54 kades,” jelas Trisnopilhaq,ST. Kepada dutasumsel.com diruanggannya 15/7.

Menurut mantan Kepala Dinas Distranmigrasi Kabupaten Ogan Ilir ini, tentang rencana pelaksanaan Pilkades serentak ini sebelumnya sudah dilaporkan ke bupati untuk mempersiapkan anggarannya.

“Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam sudah menyetujui untuk dilaksanakan pilkades serentak pada akhir 2019 mendatang, bisa di bulan Oktober atau Nopember, yang pasti di tahun ini juga,”ujarnya.

Trisno belum menyebutkan secara rinci tentang desa-desa mana saja yang bakal ikut pilkades serentak. Namun dalam hitungannya, dari 16 kecamatan di OI sudah tercatat 54 desa yang dipimpin pjs kades, sehingga ke depan diharapkan seluruh desa yang di OI tidak lagi terdapat kekosongan jabatan kades.

Pewarta : Tim Red
Redaksi.www.dutasumsel.com 15719

Pidato Presiden Terpilih “Visi Indonesia”

Dutasumsel.com.BOGOR, -- Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi.  Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019
CALON PRESIDEN TERPILIH,
JOKO WIDODO.
Redaksi.www.dutasumsel.com

KSOP TANJUNG EMAS PASTIKAN PELAYANAN OPERASIONAL PELABUHAN BERJALAN NORMAL PASCA INSIDEN KAPAL MV. SOUL OF LUCK 14/07/2019

Dutasumsel.com.SEMARANG,- Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semarang, Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan PT. Pelindo III untuk memastikan kelancaran pelayanan kapal di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pasca insiden kapal MV. Soul of Luck yang menyenggol crane hari ini (14/7) pukul 17.10 WIB di Semarang.
Akibat kejadian tersebut, 1 unit Container Crane no. 3 roboh dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kapal MV. Soul of Luck yang diageni oleh PT. Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS sehingga 1 unit Container Crane 3 ambruk. Korban jiwa tidak ada, hanya ada korban luka ringan 1 orang yaitu operator head truk yang langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum," ujar Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid.

Kapal kontainer berbendera Panama dengan registrasi IMO 9148647 tersebut berlayar dari  Pelabuhan Port Klang Malaysia pada tanggal 11 Juli  2019 dan tiba di Pelabuhan Semarang 14 Juli 2019 pukul 17.10 WIB.

Menurut Wahid, insiden tersebut melibatkan kapal  KT Jayanegara 304, KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, anak usaha PT Pelindo 3 sebagai induk usaha jasa pelayanan kapal (pandu tunda) dan kapal berbendera Panama, kapal MV Soul of Luck sehingga kapal kargo berbobot GT 16.915 dengan panjang 168.05 meter serta lebar 27 meter ini menyenggol struktur crane di dermaga yang mengakibat 1 unit crane roboh.

Wahid mengaku pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PT. Pelindo 3 sebagai induk usaha perusahaan jasa pandu tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi laut untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan pelayaran, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang berisiko,” tutur Wahid.

Wahid memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan seperti biasanya meski lokasi kejadian sudah disterilkan.

"Saat ini lokasi kejadian telah disterilkan namin layanan kepelabuhanan terus berjalan seperti biasanya. Kami akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut," tutup Wahid.

Sebagai informasi, TPKS melayani pelayaran domestik dan internasional atau ekspor dan impor. Tetapi, aktivitas ekspor dan impornya masih mendominasi dibandingkan dengan aktivitas domestik.

Adapun komoditas-komoditas ekspor Jawa Tengah (Jateng) yang paling tinggi adalah garmen, furnitur, dan kayu.

Sementara itu, komoditas-komoditas impor Jateng tertinggi melalui TPKS antara lain tekstil dan bahan tekstil. Selain itu, impor komoditas seperti makanan dan bibit-bibit tumbuhan juga ada yang melalui terminal ini.
Sumber berita humas laut semarang.
Redaksi.www.dutasumsel.com14719

Lengser Dari Jabatan Direktur Kroni kroni Dr.Laila Cholik Masih Bercokol dalam Jabatan Penting di RSUD

Dutasumsel.com.Lahat,  -- Diduga akibat adanya permasalahan diruang lingkup RSUD Lahat hingga terindikasi terjadi kerugian uang negara yang dilakukan secara terkodinir dan sistematis oleh Dr.Laila Cholik bersama kroni kroninya

Namun yang dilaksanakan pemerintah kabupaten lahat hanya melaksanakan peralihan tugas bagi Dr.Laila Cholik Direktur RSUD Lahat sendiri dan tidak melibatkan kroni kroninya secara menyeluruh

Sedangkan dalam dugaan pelaksanaan Kolusi,Korupsi dan Nepotisme Dr.Laila Cholik tidak melakukan sendiri melainkan ada kroni kroninya sebagai orang kepercayaanya

Belum Adanya Tindakan Pemerintah Daerah terhadap Kroni Kroni Dr. Laila Cholik Masih Bercokol dalam Jabatan penting di ruang lingkup RSUD nenjadikan tanda besar kalangan masyarakat menegah keatas dan menengah kebawah yang mengetahui secara umum melalui media massa maupun media online yang telah meyebar secara nasional di NKRI.


Kepala BKSDM lahat Pepen yang membidangi permasalahan mutasi bagi ASN ketika dikonfirmasi 14/7 via wa tidak ada jawaban

Hal yang sama juga dilakukan H.Januarsyah Sekda lahat sebagai pejabat tertinggi dijajaran ASN ketika diminta tangapan via Wanya  10/7 hingga detik  ini 14/7  ditunggu belum membalas dan tidak ada jawaban .

Pewarta : Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com14719

Herwin Syah SE Terpilih Jadii Ketua RT 07 RW 03 pasar lama Lahat.

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Setelah berkompetisi pada pemilihan ketua  RT 07  RW 03 Kelurahan Pasar Lama  melalui pemilihan secara terbuka dipilih oleh warga di RT 07 akhirnya Herwinsyah SE unggul dari Rohawan alias ujang dan  Drs Fahman Lubis pada Minggu 14/7.

Pemilihan RT dilakukan secara demokrasi dimulai  aman damai dan tertib seperti dikatakan Effendi selaku Lurah Kelurahan Pasar Lama Lahat, terpilihnya Herwinsyah alias Erwin merupakan pilihan warga.  Selisih sekitar 43 suara dibanding Rohawan, semoga amanah menjalankan tugasya sebagai ketua RT dalam mengurusi warganya " tutur Effendi.

Sementara itu Herwinsyah SE mengucapkan terimah kasih kepada warga RT 07 RW 03 yang telah percaya menjadadikanya sebagai ketua RT dan akan menjalankan tugasnya secara amanah.

Herwinsyah memperoleh  111 suara sedangkan Rohawan alias ujang memperoleh 68 suara dan drs Fahman Lubis memperoleh suara 43 suara.

Pewarta :  Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com14719

JURUS JITU 5IN 3ON PENDIDIKAN ZAMAN ZONASI ABAD 21

Penulis Artikel: Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Dutasumsel.com.“Setelah hingar bingar dengan PPDB Berbasis Zonasi yang menimbulkan beragam catatan, kembali pemerintah melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi. PKP merupakan program untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru. Hal ini dilakukan untuk mendukung Program PKB yang fokus pada upaya mencerdaskan siswa dengan pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking), berafeksi tingkat tinggi (higher order feeling), dan berkonasi tingkat tinggi (higher order acting).”

Selamat mengawali tahun ajaran baru 2019/2020 bagi seluruh pendidik dan peserta didik. Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional, dan global. Tentu ini sesuai dengan amanat UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 41 ayat (3) bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Sebagaimana diketahui kenyataan di lapangan bahwa mutu guru sampai saat ini masih menjadi kendala bagi pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo bahwa salah satu program prioritas pemerintah ke depan adalah mendukung kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang handal, terutama peserta didik. Senada dengan pernyataan tersebut menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bapak Dr. Sapriano, M.Ed. selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud dalam kata sambutannya di sela-sela pembukaan acara Seminar Nasional Guru Pendidikan Dasar Berprestasi Tahun 2019 di Ballroom Hotel Atria Gading Serpong Tangerang bahwa “untuk mengoptimalkan peran guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, maka akan dilakukan kegiatan pembekalan guru, berupa Pelatihan Guru Inti Program PKP Berbasis Zonasi menggunakan metode 5IN 3ON”. Masih menurut Dirjen GTK Kemdikbud untuk skema pelatihan berbasis zonasi ini akan dimulai dari guru-guru SMP dengan sebaran sekitar 4.580 zona untuk semua mata pelajaran yang ada. Skema ini melibatkan peran serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan organisasi sejenisnya dengan zona yang ada di daerah masing-masing. Lalu, bagaimanakah kesiapan forum MGMP di daerah menyambut Pelatihan Guru Inti PKP Berbasis Zonasi? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu terlebih dahulu dikembalikan kepada pihak yang berwenang, semisal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota yang ada di provinsi Sumatera Selatan.

Perekrutan dan Pelatihan Guru Inti Melalui MGMP
Upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah pada abad 21 semuanya bermuara pada peningkatan kualitas belajar siswa, salah satunya dengan menyelenggarakan Program PKP. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan dan pelatihan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada berpikir tingkat tinggi (higher order thingking), berafeksi tingkat tinggi (higher order feeling), berkonasi tingkat tinggi (higher order acting). Melalui pelatihan guru dituntut dapat menyesuaikan gaya pembelajaran milenial saat ini, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikasi efektif.
Guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP memang perlu mempertimbangkan pendekatan kewilayahan atau zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru untuk guru TK/PAUD, Kelompok Kerja Guru untuk guru SD/MI, Musyawarah Guru Mata Pelajaran untuk guru SMP/SMA/SMK/MA, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling untuk guru BK/BP yang selama ini oleh dilakukan Gugus atau Rayon dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru yang ada di daerah.
Zonasi perlu memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UN dan USBN sekolah, dan pertimbangan mutu pembelajaran lainnya. Komunitas guru memegang peranan penting dalam keberhasilan program tersebut, seperti melakukan pendataan anggota, mengkoordinasikan, dan melaksanakan Program PKP di kelompok kerja, dan melakukan evaluasi internal. Pentingnya peran komunitas guru pada Program PKP Berbasis Zonasi menuntut seluruh guru harus terdaftar dan terlibat aktif di komunitas sesuai jenjang pendidikan. Komunitas merupakan ujung tombak organisasi untuk berbagi dan mencari solusi mengenai masalah pembelajaran dan pendidikan umumnya yang dihadapi guru di daerah masing-masing. Program PKP Berbasis Zonasi ini diharapkan dapat menghidupkan dan menggairahkan kembali kegiatan komunitas lebih bersemangat melalui PKG/KKG/MGMP/MGBK sehingga pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat segera tercapai.
Kembali kepada khittahnya, MGMP merupakan suatu forum atau wadah profesional guru mata pelajaran yang berada di wilayah kabupaten/kota/kecamatan/sanggar/gugus sekolah. Ruang lingkupnya meliputi guru mata pelajaran jenjang SMP/MTs, SMA/SMK/MA negeri dan swasta, berstatus PNS atau honorer. Prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan dari, oleh, dan untuk guru dari semua sekolah. Beberapa peranan MGMP diantaranya sebagai Reformatorperubahan kelas terutama dalam reorientasi pembelajaran efektif;Mediator dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi guru terutama dalam pengembangan kurikulum dan sistem pengujian; Supporting Agencydalam inovasi manajemen kelas dan manajemen sekolah; Collaboratorterhadap unit terkait dan organisasi profesi yang relevan; Evaluator danDeveloper School Reform dalam konteks MPMBS; Clinical dan Academic Supervisor dengan pendekatan penilaian appraisal. Sementara fungsi yang diemban MGMP banyak sekali, seperti menyusun program tahunan, meningkatkan profesionalisme guru, membuat pemetaan dan kebutuhan guru, dan meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, perekrutan Guru Inti Berbasis Zonasi ini harus mengutamakan guru yang aktif dalam MGMP atau sejenisnya plusmemiliki pengalaman dan segudang prestasi, juga mengacu data yang ada pada SimPKB. Sehingga MGMP ke depan diharapkan dapat berdaya juga memenuhi harapan semua pihak, terutama guru dan siswa yang ada di daerah.

Jurus Jitu 5IN 3ON Pendidikan Zaman Zonasi Abad 21
Pelatihan dengan metode baru ini perlu dilakukan untuk merespon hasil Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang diberikan sampai level analisis capaian butir soal. Dilaksanakannya pelatihan ini bermanfaat untuk mendiagnosa kelemahan pembelajaran di suatu zona (daerah) tertentu, misalnya zonasi guru di kabupaten/kota A. Mengacu pada pernyataan Dirjen GTK Kemdikbud bahwa pada bulan Juli tahun 2019 akan dimulai siklus pelatihan dengan mengubah metode lama dengan metode 5IN 3ON durasi 82 jam pelajaran. Sasarannya adalah melatih guru se-Indonesia yang dipilih sesuai dengan syarat dan kriteria, seperti hasil Ujian Kompetensi Guru, keaktifan dalam MGMP, pengalaman menjadi instruktur, memiliki prestasi sesuai mata pelajaran, serta ketentuan lainnya.
Program Pelatihan PKP Berbasis Zonasi Tahun 2019 saat ini sudah berjalan untuk beberapa kelompok daerah. Adapun tahapan pelatihan metode 5IN 3ON sebagai jurus baru Kemdikbud, yaitu:
1.    Pola IN-1 adalah guru melaksanakan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan, baik antar guru mata pelajaran di sekolah maupun kesesuaian Kompetensi Inti dengan Kompetensi Dasar.
2.    Pola IN-2 adalah guru merancang atau membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru sendiri sesuai mata pelajaran masing-masing yang harus berbeda satu dengan lain.
3.    Pola ON-1 adalah guru melaksanakan pembelajaran di kelas oleh guru dengan cara yang menyenangkan berdasarkan RPP yang telah dibuat sebelumnya hasil kerja sendiri.
4.    Pola IN-3 adalah guru melakukan perbaikan jika ada permasalahan dalam pembelajaran di kelas melalui kegiatan forum MGMP secara rutin yang telah dijadwalkan sebelumnya.
5.    Pola ON-2 adalah guru melaksanakan pembelajaran kembali di kelas sebenarnya, lalu berdiskusi meminta masukan dan saran dengan guru lain dalam kegiatan MGMP berikutnya.
6.    Pola IN-4 adalah guru melaksanakan hasil perbaikan dari refleksi pembelajaran masukan dari teman sejawat, jika masih ada kendala dan keterbatasan bermusyawarah kembali di MGMP.
7.    Pola ON-3 adalah guru mempraktikkan kembali hasil dari perbaikan di forum MGMP sebelumnya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan sesuai indikatornya.
8.    Pola IN-5 adalah guru melaksanakan penyempurnaan pembelajaran terakhir dengan membuat rumusan hasil pembelajaran sebagai best practiceyang telah dilakukan dengan benar.
Selain itu, guru harus melakukan evaluasi pembelajaran sebagai tahap terakhir Pelatihan Guru Berbasis Zonasi Metode 5IN 3ON. Metode ini diharapkan menjadi jurus jitu pemerintah dalam mengoptimalkan peran guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah pada abad 21. Semoga dapat terwujud!    

Redaksi.www.dutasumsel.com13719

Ahmad Ahmad Suryanto : "Terimah Kasih Satgas V TMMD Ke 105, Atas Bantuan Pembuatan Jembatan"

Dutasumsel.com.MUBA, - Dibantu Satgas V TMMD Ke 105 dari satuan Yonif 141/AYJP, Sabtu (13/7/2019). Ahmad Suryanto (57) kini bisa mengakses jalur tempat dia bekerja dengan cepat. Jembatan yang dulunya sudah Rapuh dan di Khawatirkan akan ambruk kini telah bisa di lewati dengan aman.

Bahu - membahu Satgas V TMMD Ke 105 dari satuan Prajurit Yonif 141/AYJP bekerjasama membangun Jembatan milik Ahmad Suryanto (57) Warga Desa SP3 Bukit Sejahtera Kecamatan Batang Hari Leko, terpantau media ketika dilapangan terlihat Jiwa Kemanunggalan sangat terpancar dari Prajurit Yonif 141/AYJP, memikul satu demi satu Papan jembatan hingga Jembatan bisa dilalui dengan baik dan aman.

Ahmad Suryanto ketika dibincangi awak media mengatakan, "Saya pribadi sangat berterimah kasih atas bantuan Bapak - bapak TNI yang masih muda - muda ini, dengan dibantu mereka saya bisa membuat jembatan penyebrangan yang biasanya saya lalui saat akan bekerja, "dikatakan Ahmad Suryanto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, "Mereka adalah Anggota - anggota TNI yang kuat dan Tangguh, semoga saja kelak mereka akan selalu bisa mengamankan NKRI, kami selaku Rakyat NKRI bangga bisa memiliki Satgas Pengamanan yang sangat berjiwa Patriotisme dan Nasionalisme, saya kira hal ini lah yang harus dimiliki tidak hanya TNI tapi juga Elemen Masyarakat yang ada, "Pungkasnya. : "Terimah Kasih Satgas V TMMD Ke 105, Atas Bantuan Pembuatan Jembatan"

Dutasumsel.com.MUBA, - Dibantu Satgas V TMMD Ke 105 dari satuan Yonif 141/AYJP, Sabtu (13/7/2019). Ahmad Suryanto (57) kini bisa mengakses jalur tempat dia bekerja dengan cepat. Jembatan yang dulunya sudah Rapuh dan di Khawatirkan akan ambruk kini telah bisa di lewati dengan aman.

Bahu - membahu Satgas V TMMD Ke 105 dari satuan Prajurit Yonif 141/AYJP bekerjasama membangun Jembatan milik Ahmad Suryanto (57) Warga Desa SP3 Bukit Sejahtera Kecamatan Batang Hari Leko, terpantau media ketika dilapangan terlihat Jiwa Kemanunggalan sangat terpancar dari Prajurit Yonif 141/AYJP, memikul satu demi satu Papan jembatan hingga Jembatan bisa dilalui dengan baik dan aman.

Ahmad Suryanto ketika dibincangi awak media mengatakan, "Saya pribadi sangat berterimah kasih atas bantuan Bapak - bapak TNI yang masih muda - muda ini, dengan dibantu mereka saya bisa membuat jembatan penyebrangan yang biasanya saya lalui saat akan bekerja, "dikatakan Ahmad Suryanto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, "Mereka adalah Anggota - anggota TNI yang kuat dan Tangguh, semoga saja kelak mereka akan selalu bisa mengamankan NKRI, kami selaku Rakyat NKRI bangga bisa memiliki Satgas Pengamanan yang sangat berjiwa Patriotisme dan Nasionalisme, saya kira hal ini lah yang harus dimiliki tidak hanya TNI tapi juga Elemen Masyarakat yang ada, "Pungkasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com13719

Babinsa Koramil 401-02/Babat Toman Bantu Warg Desa SP3 Bukit Sejahtera Pembibitan Sawit

Dutasumsel.com.MUBA,  - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 401-02/Babat Toman. Wujudkan Bhakti untuk Rakyat dengan bantu Pembibitan Sawit Warga Desa SP3 Bukit Sejahtera Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (13/7/2019).

Pelda Waluyo Sugito Babi6nsa Koramil 401-02/Babat Toman antusias Bantu Warga dalam Pembibitan Sawit, hal tersebut terpantau awak media, demi meringankan beban Warga Pelda Waluyo Sugito turun tangan langsung dalam Pembibitan tersebut.

Dalam sela - sela kesibukannya Pelda Waluyo Sugito saat dibincangi awak media mengatakan, "Pembibitan sawit adalah bentuk salah satu kecintaan Warga terhadap alam yang diciptakan yang Maha Kuasa, kami TNI sangat bangga bisa membantu Warga untuk Pembibitan Sawit ini, "Dikatakan Pelda Waluyo.

Lebih lanjut Pelda Waluyo Sugito menjelaskan, "Operasi Bhakti TMMD Ke 105 tidak hanya melalui Fisik tapi juga Non Fisik, hal ini sudah menjadi Konsep Program Sasaran TMMD yaitu Infrastruktur, Perekonomian, dan Pendidikan, nah Pembibitan Sawit kali ini adalah Bhakti yang termasuk dalam Perekonomian,"

"Kita semua tau bahwa saat ini Program Pemerintah juga adalah Peremajaan Sawit, maka dari itu kita akan semaksimal Mungkin membantu Warga dalam Pembibitan Sawit, semoga saja Bhakti kami kali ini dapat bermanfaat untuk Warga SP3 Bukit Sejahtera, "Pungkasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com13719

Pratu Wiwin Sugianto, Satgas V TMMD Ke 105 "Cinta NKRI Brarti Cinta Rakyat"

Dutasumsel.com.MUBA, - Cinta terhadap NKRI adalah Wujud Jati diri seorang Prajurit TNI. Mencintai NKRI berarti Cinta Rakyat, melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Pratu Wiwin Sugianto menyerahkan diri demi Bhakti dan Tugas yang telah diberikan, berbauh bahu - membahu demi semangat Nasionalisme.

Dalam tugasnya Pratu Wiwin Sugianto dari satuan Yonif 141/AYJP giat membantu Warga Masyarakat Desa SP3 bukit Sejahtera bergotong - royong bersama membuat jembatan penyebrangan milik Warga Masyarakat Desa untuk Akses bekerja sehari -  hari.

Pratu Wiwin Sugianto pada saat dibincangi awak media dutasumsel.com menjelaskan, "Tergerak hati saya untuk membantu Warga Masyarakat disini bukan hanya sebagai tugas ketika dilapangan, tapi ini adalah wujud kesadaran diri saya. Ketika melihat mereka bersusah payah untuk bekerja dan memikul beban berat, saya teringat akan Kedua Orang tua saya yang mungkin pada masa terdahulu seperti bapak - bapak dan ibu - ibu disini, "dikatakan Pratu Wiwin Sugianto, Sabtu (13/7/2019).

Ia menambahkan, "Ini lah kenapa ketika saya bangga jika ditugaskan dilapangan, apalagi dalam Rangka Operasi Bhakti TMMD Ke 105 ini, banyak cerita suka dan duka yang saya tangkap dan bisa diambil hal Positifnya,"

"Karena pada dasarnya harta maupun jabatan bukanlah hal yang mengharuskan diri seorang Prajurit Bahagia. Tapi pesan moral yang ditangkap dan dilakukan adalah nilai yanh sangat berarti, mungkin apa yang saya bantu hari ini bukan lah berarti apa - apa tapi setidaknya hal ini mengajarkan saya, jika "Mencintai NKRI berarti kita Mencintai Rakyat", "Pungkasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasu.sel.com13719