NEWS

Slider

Wabup Lahat hadiri Pembukaan Rapat Paripurna XII Masa Persidangan Ketiga Tahun 2019.

Dutasumsel.com.LAHAT,- Bupati Lahat Cik Ujang.SH dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Lahat H. Haryanto.SE MM MBA menghadiri Pembukaan Rapat Paripurna XII Masa Persidangan Ketiga Tahun
Sidang 2019 dalan rangka membahas rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kabupaten Lahat Tahun  Anggaran 2019 yang di buka langsung oleh Pimpinan Sidang Samarudin.SH didampingi oleh Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lahat, Senin 8/7. Pagi, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kab.Lahat

Hadir pada Pembukaan Rapat Paripurna XII Masa Sidang Ketiga Tahun 2019,Unsur Forkompimda, para Anggota Dewan  Kab.Lahat, Assisten, Staf Ahli, Subden Pom, Wakil Ketua TP PKK Sumiati Haryanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan beserta Anggota, Ketua Persatuan Istri Anggota Dewan,  Persit Chandra Kartika, Bhayangkari, BUMN, Pimpinan Bank Sum- Sel Babel,Derektur PDAM, Derektur Hotel Bukit Serelo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Jajaran OPD, Kabag, Camat dan Lurah se- Kabupaten Lahat.

Wakil Bupati Lahat H. Haryanto.SE MM MBA membacakan sambutan Bupati Lahat Cik Ujang.SH mengatakan,  Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 daerah Sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2013 tentang perubahan kedua atas peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2009 tentang pengelolaan keuangan daerah bahwa APBD dilaksanakan apabila terjadi status perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, dua keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit kegiatan dan antar jenis belanja keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih.

Tahun Anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan keadaan luar biasa sebabkan perkembangan yang tidak sesuai dengan kebijakan umum APBD dapat berupa terjadinya kelompok atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah belanja daerah dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam kebijakan umum APBD selanjutnya.

Diformulasikan dalam rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan prioritas plafon anggaran sementara perubahan APBD tahun 2009 memuat kebijakan bidang pendapatan belanja pendayaan dengan tujuan untuk memberikan arah kebijakan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah rancangan dan plafon anggaran sementara perubahan APBD merupakan program prioritas dan plafon batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran perubahan.

Pewarta : Novita
Redaksi www.dutasumsel.com 8719

Desa Keban Di Kunjungi Sutra Imansyah SE

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Desa Keban Kecamatan Lahat siang ini mendapat kunjungan dari DPRD Provinsi Sumsel, rombongan ini dipimpin Sutra Imansyah SE. Dengan agenda menindak lanjuti hasil reses beberapa waktu lalu. 8/7.

Kedatangan anggota DPRD ini disambut Abdul Somad SH dan Sekdes di kediaman pjs Kades, menurut rencananya  menindak lanjuti hasil reset maka akan dibangun pengerasan jalan  akses menuju Cuhup Kandis.

Abdul Somad SH merespon positif bila akses tersebut segera dibangun dalam dua bulan kedepan. Menurut Pjs Kades " nantinya Cuhup Kandis kita kembangkan sebagai destinasi Wisata sebagai Icon Desa Keban.

Untuk itulah diharapkan nantinya dengan adanya pembangunan jalan tersebut akan menambah daya tarik Desa Keban untuk mengunjungi Cuhup Kandis" tutur Abdul Somad SH.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi www.dutasumsel.com8719

Operasi Patuh Musi 2019 Bakal Digelar Usai Agustus

Dutasumsel.com.LAHAT,-- Menurut jadwal operasi patuh musi 2019 dilaksanakan pada Senin (8 - 18 - 2019). Namun, dikarenakan adanya sidang MK selain itu memperingati 1 Juli. dan juga bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-73 Tahun 2019.

Operasi tersebut, biasanya dilaksanakan selama 10 hari kedepan. Akan tetapi, banyaknya rangkaian dalam HUT Bhayangkara jadi semuanya harus ditunda.

"Penundaan dikarenakan, kemarin dalam menghadapi sidang MK. Sehingga, kegiatan difokuskan kesidang tersebut. Selain itu, rangkaian HUT Bhayangkara yang ke-73 Tahun 2019," ungkap Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK.M.Si melalui Kasatlantas Polres Lahat AKP Rio Artha Luwih.SIK.SH.MSI, Senin (8/7/2019).

Menurut Rio, penundaan operasi patuh musi 2019 tahun ini, disebabkan banyak faktur yang dihadapi sehingga, seharusnya sejak Senin tanggal 8 Juli 2019, terpaksa akan digelar operasi usai Kabupaten Lahat melaksanakam HUT RI pada Bulan Agustus.

"Akibat ditundanya operasi patuh musi 2019, maka akan kita laksanakan operasi tersebut, setelah Lahat memperingati HUT RI pada Bulan Agustus 2019 nanti," tukasnya.

Bukan hanya, dikarenakan Sidang MK saja sambung Rio, tertundanya operasi ini, lantaran memperingati hari 1 Juli dan seluruh jajaran Polres Lahat mengikuti rangkaian hari ulang tahun (HUT) Bhayangka yang ke-73 tahun 2019.

"Insya Allah, kalau tidak ada ara melintang usai HUT RI Bulan Agustus 2019 ini, operasi patuh musi 2019 bakal kita laksanakan disejumlah titik didalam Kota Lahat," pungkas Kasat Lantas Lahat.

Tujuan operasi patuh musi 2019 ini, untuk mencegah dan meminalisir pelanggaran dan kecelakaan dalam berlalu lintas. Juga meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap petugas lalulintas Polres Lahat.

"Selain meminalisir angka kecelakaan dan pelanggaran, operasi patuh musi ini uga dapat menekan tindak kriminalitas yang ada dijalan raya," imbuh Rio, seraya menambahkan, dihimbau bagi semua masyarakat Lahat saat berkendaraan agar dapat melengkapi semua surat surat kendaraannya baik R2 maupun R4.

Pewarta : Idham
Redaksi

H - 2 Upacara Pembukaan TMMD Ke-105 dan HUT Bhayangkara, Proses Pengerasan Jalan Semakin Dikebut


Dutsumsel.com.MUBA - Semakin dekat dengan H-2 Upacara Pembukaan TMMD Ke - 105, yang mana akan dilaksanakan serentak dengan Upacara HUT Bhayangkara Ke - 73. Pengerasan Jalan menuju Lapangan Upacara semakin dikebut agar bisa cepat dilalui pada 10 Juli 2019 nanti.

Terpantau dilapangan, Pengerasan jalan menuju Lokasi Upacara Pembukaan TMMD tersebut telah dalam Proses Pentaaan Kiri dan Kanan serta pemadatan Krokos, dibantu oleh Warga Masyarakat Desa Bukit Sejahtera, anggota TNI yang diterjunkan Bahu - membahu mengumpulkan Krokos menggunakan Cangkul dan menggesernya ketengah Jalan agar dapat dipadatkan menggunakan Alat Berat.

Selain itu juga ditempat terpisah. Perbaikan Jembatan sudah mulai dipercepat oleh Pekerja yang mana dibantu juga oleh anggota TNI serta Warga Masyarakat yang melakukan Pengawasan pada titik Perbaikan Jembatan tersebut.

Salah satu Anggota Babinsa Koramil 401-02/Babat Toman yang bertugas dalam pengawasan Serka Rosyidin mengatakan, "Kita lakukan pengawasan guna mempercepat Proses Pengerjaan jalan dalam menyambut Upacara HUT Bhayangkara Ke - 73 dan Upacara TMMD Ke - 105, "Dikatakan Serka Rosyidin.

Selain itu ia menambahkan, "dengan 1 hari aktif tersisa menyambut Upacara tersebut kita coba untuk Gotong - royong dan Bahu - membahu agar proses pengerjaan jalan dapat maksimal, "Tukasnya.

Entaskan Keterisoliran, TMMD Ke - 105 Kodim 0401/Muba Siap Sulap Wajah Desa Bukit Sejahtera

Dutasumsel.com.MUBA - Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) adalah Operasi Bhakti TNI yang telah sejak lama dilaksanakan, yang mana sasaran Program TMMD adalah membangun Desa Terisolir dengan Infrastruktur pembangunan, Perekonomian serta dalam bidang Kependidikan.

TMMD sendiri adalah bentuk Perubahan yang mana pada Tahun 1980-an adalah bernama AMD (ABRI Masuk Desa) Seiring dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI melalui upacara pemisahan pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Perubahan sebutan dari ABRI Masuk Desa menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional.

Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program-program manunggal lainnya seperti TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera, TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI.

Saat ini TMMD sudah memasuki masa Ke - 105 yang mana saat ini TMMD mengemban tema "Bersama TMMD Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat " salah satu Satuan yang saat ini mendapatkan amanah untuk membawa dan mengentaskan desa miskin dan terisolir adalah Komando Ditrik Militer 0401/Muba yang dimana dipimpin Dansatgas Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani,Ssos bersama Jajaran Satuan lainnya.

Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzaamani,Ssos sendiri pada kesempatannya menjelaskan, "Sebagai wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat tentu tidak secara serta Merta dapat diwujudkan hanya pada saat situasi perang saja. Lebih dari itu semenjak lahirnya TNI pada tahun 1945 selalu bersama sama dengan rakyat membela serta mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,"

"Dalam mengisi kemerdekaan pun TNI telah menunjukkan kebersamaanya bersama rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berusaha untuk senantiasa menjadi contoh dan mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Dalam aplikasinya bila kita lihat di masyarakat saat ini dapat kita temui dalam Bhakti TNI berupa TMMD (Operasi Bhakti) maupun Karya Bhakti di Wilayah - wilayah yang dirasa sangat membutuhkan, "Tambahnya.

Terakhir Dandim berharap, "Harapan saya selaku Dandim 0401/Muba bagi Prajurit TNI kepada rakyat agar kebersamaan dan kemanunggalan TNI - Rakyat yang selama ini sudah terjalin agar ditingkatkan terus. Ingat bahwa rakyat adalah ibu kandung kita. Seperti slogan yang sedang populer saat musim kemarau seperti ini " jaga alam maka alam akan menjagamu, demikian pula dalam pergaulan sehari hari TNI dengan rakyat maka "Belalah Rakyatmu Maka Rakyat akan Membelamu", "Pungkanya.

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com8719

Polsek Babat Toman Berhasil Amankan Dua Tersangka, Pembawa Senpira dan Sajam Dalam Giat KKYD

Dutasumsel.com.MUBA, – Bawa Senpira dan Sajam, Dua Orang diamankan Polisi Sektor Babat Toman saat Razia Rutin yang ditingkatkan (KKYD) di jalan Mangun jaya - Bintialo Pal 1 Desa Beruge Kec Babat Toman, Minggu (7/7/2019) malam jam 23.00 wib.

Pasalnya, penggendara sepeda motor tertangkap tangan menyimpan senjata api rakitan Jenis Revolver warna hitam dan senjata tajam jenis pisau penikam dengan bergagang coklat yang di sembunyikan dalam motor box sepeda motor dan dibungkus dengan menggunakan baju kemeja lengan panjang bermotif kotak - kotak warna biru, putih, hitam.

Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin,SH.MH beserta anggotanya berhasil mengamankan tersangka Yakin (25) yang merupakan warga Dusun 4 Desa Sako Sunan Kec Batang Jari Leko Kab Muba dan tersangka AS (14) warga Kec BHL.

Kapolres Muba melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin,SH,MH mengatakan, ‘’hasil razia malam ini, sebelumnya kita amankan 3(tiga) pengendara saat razia dan ditemukan barang bukti tersebut. Dan dari hasil intrograsi dua orang kita tetapkan sebagai tersangka dari hasil pengakuan mereka dan saat ini barang buktiya berupa senjata api rakitan Jenis Revolver warna hitam dan senjata tajam jenis pisau penikam dengan bergagang coklat dan tersangka sendiri telah mengakui barang tersebut miliknya. Kita juga sudah koordinasi dengan Polsek Plakat tinggi’’’Ujar Kapolres Musi Banyuasin melalui Kapolsek Babat Toman.

Sementara itu, "dari pengakuan kedua tersangka sendiri mengaku telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) kendaraan motor honda Revo Fit pada akhir bulan Juni 2019 di SP 3 Kec Plakat tinggi secara bersama dengan menggunakan senjata api rakitan, dan hasil barang curian dijualnya seharga Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah), untuk senjata api Ilegal tersebut ia beli seharga Rp. 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) saat ini kedua pelaku tersebut berada di Mapolsek Babat Toman untuk kita dalami dari mana pelaku mendapatkan senpira tersebut, ”Pungkas Kapolres Musi Banyuasin melalui Kapolsek Babat Toman. (Humas Polres)

Pewarta : Riyan
Redaksi.www.dutasumsel.com8719

Selain Pembenahan Menejemen RSUD juga perlu adanya Koperasi,Musola dan Kantin

Dutasumsel.com.Lahat, -- Dr.Erlinda M.Kes Setelah dilantik akhir bulan lalu sebagai Direktur baru di RSUD Lahat saat sekarang ia secara terus menerus melakukan pembenahan dengan mengumpulkan data data  mengenai RSUD agar kedepan dibawah pimpinanya RSUD lahat benar benar menjadi rumah sakit umum yang bersih, terpercaya dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat

Untuk itu berbagai arah kebaikan disegala lini sektor RSUD lahat selain bersifat menampung, melayani masyarakat yang tertimpa musibah sakit,kecelakaan maupun musibah lainnya juga perlu adanya Koperasi kesejateraan bagi para pegawai RSUD  lahat

Begitu juga terhadap para masyarakat beragama islam yang berkunjung dan meginap d iRSUD lahat perlu adanya Musola dan adanya kantin sehat yang letaknya dilokasi kantor RSUD agar masyarakat yang meginap tidak perlu membeli bahan makanan di pingir jalan raya yang ada di depan RSUD lahat.

Hal ini dikatakan dewi ASN di RSUD 8/7 guna untuk kesejateraan pegawai sangat perlu adanya koperasi pegawai dan Stap di RSUD, selain dapat menambah penghasilan mereka juga bisa meminjam dan membeli keperluan Rumah Tanggal, soalnya bukan rahasia umum lagi kalau gaji PNS rata rata banyak dipotong oleh Bank.

Lain hal yang di katakan Saman 50 tahun yang keluarganya diofname di RSUD lahat ia sangat kesusahan bila mendengar azan magrib maupun isya dimana ia akan melakukan solat karna tidak adanya musola umum di ruang lingkup RSUD

Saman juga menambahkan selain perlu dibuatkan Musola RSUD lahat juga harus memiliki Kantin sendiri jadi masyarakat yang berkunjung maupun meginap tidak perlu berbelanja makanan kepingir jalan raya yang letaknya di luar pagar RSUD lahat pungkasnya.

Pewarta : Idham/novita
Redaksi.www.dutasumsel.com,8719.

BL Pengedar Narkoba Tak Berkutik Saat Di Tangkap Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH melalui Jajaran Sat Resnarkoba Polres Ogan Ilir berhasil menangkap pelaku  Bl bin Es 33 Tahun yang beralamat di Kecamatan IlirBarat II Kota Palembang yang merupakan Pengedar sekaligus Kurir Narkotika jenis Shabu- Shabu ungkap kasus Narkotika oleh Sat Resnarkoba Polres Ogan Ilir Tempat Kejadian Perkara (T K P)
Di Pinggir jalan Desa Meranjat I kampung 11 Dusun IV Kec. Indralaya Selatan Kab Ogan Ilir.

Barang bukti yang berhasil diamankan
- 20 (Dua puluh) paket Narkotika jenis SHABU didalam Plastik Klip Bening Dibungkus dengan Kertas Koran dengan berat bruto 100 gram.

Kronologis penangkapan terhadap pelaku
Pada hari Kamis tanggal 05 Juli 2019 sekira pukul 12.30 WIB telah tertangkap seorang pelaku memiliki, menyimpan dan Menguasai Narkotika jenis SHABU. Pada saat ditangkap  pelaku baru hendak mengantarkan Narkotika Jenis Shabu tersebut kepada Sdr. A (DPO) di Kota Palembang. Yang mana pengakuan dari si Pelaku, pelaku mendapatkan Narkotika jenis Shabu tersebut dari Sdr. D (DPO) di desa TP Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI. Yang mana Barang bukti Narkotika Jenis SHABU tersebut di temukan Petugas Kepolisian didalam Kantong Jaket sebelah kiri Pelaku. Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, jelas Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah kepada dutasumsel.com senin 8 juli 2019.

Pewarta : Lbs/ Iin
Redaksi www.dutasumsel.com8719

Asransyah Gantikan Hadiwijaya Lurah Pagar Agung.

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Roling jabatan suatu hal yang biasa di jajaran ASN ( aparatur sipil negara) seperti dikatakan Hadiwijaya pada pisah sambut berakhirnya jabatan Lurah di Kelurahan Pagar Agung menurut beliau sudah 3 tahun beliau menjabat.
Pisah sambut tersebut di gelar Aula Kelurahan Pagar Agung pada Senin 8/7 pukul 09:00 wib, dihadiri seluruh ketua RT dan RW, Nurul Hidayah SE Seklur, ketua LPMK, Staf Kelurahan.

Asransyah selaku Lurah Pagar Agung yang baru pada sambutannya mengatakan " bahwa memohon dukungan selama menjalankan tugas demi terlaksananya pemerintahan yang baik, sebentar lagi akan menjambut HUT Kemerdekaan untuk itu perlu persiapan. Terprioritas dari Instruksi Bupati Lahat Cik Ujang agar setiap RT dan RW masalah sampah untuk itulah bersama - sama mengawasi lingkungan sekitar " pungkas Asransyah.

Sementara itu Isyamto SPdi Ketua RW 02 menyambut baik apa yang telah disampaikan oleh Asransyah beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Hadiwijaya selama 3 tahun menjabat Lurah.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi www.dutasumsel.com8719

Tol Ngawi Kertosono Memakan Korban Laka Lantas

Dutasumsel.com.MADIUN, -- Kecelakaan bus vs truk terjadi di ruas tol Ngawi-Kertosono. Tepatnya di KM 615.800/B dari Nganjuk arah Madiun. Bus Restu bernopol N 7855 UG menabrak sebuah truk muat kayu bernopol N 8352 UB.

Kecelakaan yang terjadi Minggu (7/7/2019) dinihari itu mengakibatkan kenek bus tewas dan dua penumpang terluka.

"Betul telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 615.800/B jalan arah Tol Nganjuk - Madiun pagi seitar pukul 03.15 WIB. Satu orang meninggal kernet bus dan dua penumpang terluka," ujar Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo, dilansir detikcom.

Korban meninggal, kata Kasat PJR teridentifikasi atas nama Anang Septiawan (41), warga Kelurahan Kebonwaris II, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Anang merupakan kenek Bus Restu. Sedangkan korban luka penumpang bus atas nama Nila Dwi C (14) warga Karanglo Kidul - Ponorogo dan Sunu Giat (43), warga Pandan Slogohino-Wonogiri. Keduanya mengalami lecet di kepada dan tangan.

"Untuk korban meninggal dan luka sudah kita bawa ke RSUD Caruban. Kendaraan bus rusak bagian depan, serta kendaraan truk mengalami rusak pada bagian bak belakang kita evakuasi ke gerbang tol Madiun," katanya.

Dia mengungkapkan, kecelakaan bermula saat kendaraan Bus Restu yang dikemudikan Niko Kristanto (38) warga Desa Pucang Anom, Kecamatan Kebonsari, Madiun, melaju dari timur ke barat atau dari Nganjuk ke Madiun.

Tiba di lokasi, bus yang membawa 30 penumpang dari Surabaya jurusan Ponorogo itu melaju dengan kecepatan 90 km/jam di lajur kiri. Bus tersebut tiba-tiba oleng dan menabrak truk bermuatan kayu.

"Bus jurusan Surabaya Ponorogo berirmsi 30 penumpang ketika tiba di KM 615.800 jalur B, mendadak oleng dan menabrak truk muat kayu bernopol N 8352 UB yang berada di depannya," tandasnya.

Dari analisa petugas Jasa Marga dan PJR, jelas dia, kecelakaan diduga karena pengemudi Bus Restu kelelahan dan mengantuk. Bus menempuh perjalanan cukup jauh dari Surabaya tujuan Ponorogo. Hal ini diketahui dari kondisi di lokasi dengan cuaca saat kejadian cerah dan situasi lalu lintas landai. Kini kecelakaan ditangani Unit kecelakaan lalu lintas Polres Madiun.

Pewarta : Tim 
Redaksi www.dutasumsel.com7juli2019.