NEWS

Slider

BL Pengedar Narkoba Tak Berkutik Saat Di Tangkap Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH melalui Jajaran Sat Resnarkoba Polres Ogan Ilir berhasil menangkap pelaku  Bl bin Es 33 Tahun yang beralamat di Kecamatan IlirBarat II Kota Palembang yang merupakan Pengedar sekaligus Kurir Narkotika jenis Shabu- Shabu ungkap kasus Narkotika oleh Sat Resnarkoba Polres Ogan Ilir Tempat Kejadian Perkara (T K P)
Di Pinggir jalan Desa Meranjat I kampung 11 Dusun IV Kec. Indralaya Selatan Kab Ogan Ilir.

Barang bukti yang berhasil diamankan
- 20 (Dua puluh) paket Narkotika jenis SHABU didalam Plastik Klip Bening Dibungkus dengan Kertas Koran dengan berat bruto 100 gram.

Kronologis penangkapan terhadap pelaku
Pada hari Kamis tanggal 05 Juli 2019 sekira pukul 12.30 WIB telah tertangkap seorang pelaku memiliki, menyimpan dan Menguasai Narkotika jenis SHABU. Pada saat ditangkap  pelaku baru hendak mengantarkan Narkotika Jenis Shabu tersebut kepada Sdr. A (DPO) di Kota Palembang. Yang mana pengakuan dari si Pelaku, pelaku mendapatkan Narkotika jenis Shabu tersebut dari Sdr. D (DPO) di desa TP Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI. Yang mana Barang bukti Narkotika Jenis SHABU tersebut di temukan Petugas Kepolisian didalam Kantong Jaket sebelah kiri Pelaku. Selanjutnya BB beserta pelaku diamankan ke Satres Narkoba Polres Ogan Ilir untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, jelas Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah kepada dutasumsel.com senin 8 juli 2019.

Pewarta : Lbs/ Iin
Redaksi www.dutasumsel.com8719

Asransyah Gantikan Hadiwijaya Lurah Pagar Agung.

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Roling jabatan suatu hal yang biasa di jajaran ASN ( aparatur sipil negara) seperti dikatakan Hadiwijaya pada pisah sambut berakhirnya jabatan Lurah di Kelurahan Pagar Agung menurut beliau sudah 3 tahun beliau menjabat.
Pisah sambut tersebut di gelar Aula Kelurahan Pagar Agung pada Senin 8/7 pukul 09:00 wib, dihadiri seluruh ketua RT dan RW, Nurul Hidayah SE Seklur, ketua LPMK, Staf Kelurahan.

Asransyah selaku Lurah Pagar Agung yang baru pada sambutannya mengatakan " bahwa memohon dukungan selama menjalankan tugas demi terlaksananya pemerintahan yang baik, sebentar lagi akan menjambut HUT Kemerdekaan untuk itu perlu persiapan. Terprioritas dari Instruksi Bupati Lahat Cik Ujang agar setiap RT dan RW masalah sampah untuk itulah bersama - sama mengawasi lingkungan sekitar " pungkas Asransyah.

Sementara itu Isyamto SPdi Ketua RW 02 menyambut baik apa yang telah disampaikan oleh Asransyah beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Hadiwijaya selama 3 tahun menjabat Lurah.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi www.dutasumsel.com8719

Tol Ngawi Kertosono Memakan Korban Laka Lantas

Dutasumsel.com.MADIUN, -- Kecelakaan bus vs truk terjadi di ruas tol Ngawi-Kertosono. Tepatnya di KM 615.800/B dari Nganjuk arah Madiun. Bus Restu bernopol N 7855 UG menabrak sebuah truk muat kayu bernopol N 8352 UB.

Kecelakaan yang terjadi Minggu (7/7/2019) dinihari itu mengakibatkan kenek bus tewas dan dua penumpang terluka.

"Betul telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 615.800/B jalan arah Tol Nganjuk - Madiun pagi seitar pukul 03.15 WIB. Satu orang meninggal kernet bus dan dua penumpang terluka," ujar Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo, dilansir detikcom.

Korban meninggal, kata Kasat PJR teridentifikasi atas nama Anang Septiawan (41), warga Kelurahan Kebonwaris II, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Anang merupakan kenek Bus Restu. Sedangkan korban luka penumpang bus atas nama Nila Dwi C (14) warga Karanglo Kidul - Ponorogo dan Sunu Giat (43), warga Pandan Slogohino-Wonogiri. Keduanya mengalami lecet di kepada dan tangan.

"Untuk korban meninggal dan luka sudah kita bawa ke RSUD Caruban. Kendaraan bus rusak bagian depan, serta kendaraan truk mengalami rusak pada bagian bak belakang kita evakuasi ke gerbang tol Madiun," katanya.

Dia mengungkapkan, kecelakaan bermula saat kendaraan Bus Restu yang dikemudikan Niko Kristanto (38) warga Desa Pucang Anom, Kecamatan Kebonsari, Madiun, melaju dari timur ke barat atau dari Nganjuk ke Madiun.

Tiba di lokasi, bus yang membawa 30 penumpang dari Surabaya jurusan Ponorogo itu melaju dengan kecepatan 90 km/jam di lajur kiri. Bus tersebut tiba-tiba oleng dan menabrak truk bermuatan kayu.

"Bus jurusan Surabaya Ponorogo berirmsi 30 penumpang ketika tiba di KM 615.800 jalur B, mendadak oleng dan menabrak truk muat kayu bernopol N 8352 UB yang berada di depannya," tandasnya.

Dari analisa petugas Jasa Marga dan PJR, jelas dia, kecelakaan diduga karena pengemudi Bus Restu kelelahan dan mengantuk. Bus menempuh perjalanan cukup jauh dari Surabaya tujuan Ponorogo. Hal ini diketahui dari kondisi di lokasi dengan cuaca saat kejadian cerah dan situasi lalu lintas landai. Kini kecelakaan ditangani Unit kecelakaan lalu lintas Polres Madiun.

Pewarta : Tim 
Redaksi www.dutasumsel.com7juli2019.

Untuk Kenyamanan Pelajar Dan Guru SMAN 1 Model Merapi Barat Bangun Kantin Sekolah

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Hore sekolah baru, seragam baju, teman baru, guru baru bahkan kantin juga baru dibangun. Seperti tampak terlihat di SMAN 1 Model Merapi Barat dihari libur panjang membangun Kantin Sekolah seperti dikatakan Repiandi MPd Waka Kesiswaan sekaligus ketua IGGI Kabupaten Lahat mewakili Kepala Sekolah drs Ali Tarmisi kepada Awak Media disela pembangunan kantin 8/7.

Kita masih punya lahan yang cukup dibelakang sekolah untuk dibangun Kantin, dibuat senyaman mungkin kita  bisa mengontrol kesehatan jajanan mereka. Disamping itu siswa- siswi pada jam istirahat tidak keluyuran diliuar, apalagi lingkungan sekolah dekat dengan rel kereta api.

Insyah Allah pembangunan kantin sekolah  dikerjakan tepat pada waktunya, dan material yang kita gunakan dari bahan baja, kita tidak memakai material kayu  sehingga awet bangunannya " tandas Repiandi MPd.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi  : www.Dutasumsel.com 8 Juli 2019

72 Personil Gabungan Polres Banyuasin dan Polsek Pangkalan Balai Amankan Giat Motocross.

Dutasumsel.com.BANYUASIN, - Berlangsung giat apel kesiapan Pengamanan Motorcross Adventure dan rangka Hari Bhayangkara ke 73 dan HUT Kabupaten Banyuasin ke-17, Pada hari ini Minggu  tanggal 7 Juli 2019 sekira pukul 08.00 wib bertempat di Lapangan Alun Alun Kota Pangkalan  Balai  Banyuasin.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkalan Balai AKP Indrowono, SH didampingi Kanit Intelkam & Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Balai
Pengamanan tersebut dilaksanakan dengan cara menempatkan personil dengan cara flotiing di sepanjang jalan jalur lintasan, pengaturan lalin seputaran area pembukaan Motorcross Adventure dan serta pengamanan  Kepada masyarakat Banyuasin  yang menyaksikan motor cross guna antisipasi gangguan Kamtibmas dan 3C yang melintasi jalur Kecamatan Banyuasin 3 , Kecamatan Suak Tapeh dan Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin.
Sekira hak 09.00 Wib giat Pembukaan motor cross adventue yang dikuti oleh 500 orang peseta dibuka langsung  oleh Wakil Bupati Banyuasin H.Slamet Soemosentono didampingi  , Sekda Banyuasin,  Para OPD dan Pejabat Utama Polres Banyuasin  juga dihadiri /disaksikan oleh ratusan.

masyarakat Banyuasin yang bertempat di lapangan alun alun kota Pangkan Balai.
Adapun pesan yang disampaikan oleh wakil bupati Banyuasin kepada para peserta untuk jaga sportivitas , jaga keselamatan dan hati hati dijalan .

Motor Adventure motorcross tersebut merebutkan hadiah 2 unit mobil Ayla dan 3 Unit Sepeda Motor Bebek.
Selama kegiatan tersebut berlangsung situasi Kamtibmas dalam keadaan aman tertib dan kondusif.

Pewarta : Alamsyah
Redaksi  : Dutasumsel.com.7 Juli 2019

Jembatan Penghubung Antar Kecamatan Di Desa Tanjung Harapan Sangat Memprihatinkan Kondisinya Padahal Jembatan Tersebut Baru Di Perbaiki Dengan Dana Milyaran Rupiah

Dutasumsel.com.INDRALAYA,-- Sunguh ironis sekali Jembatan penghubung antar Kecamatan Rantau Panjang yang terletak didesa Tanjung Harapan yang baru diperbaiki kini sudah rusak.

Jembatan penghubung Antar Kecamatan Rantau Panjang – Tanjung Raja – Sungai Pinang yang baru diperbaiki beberapa waktu lalu yang menelan dana hampir 2 (dua) milyar sudah rusak berat.

Terlihat dari lantai jembatan yang terbuat dari plat besi terlepas dari sambungan (yang dilas) sehingga pengendara harus ekstra hati – hati melintasi penghubung jembatan tersebut, Dan Warga Masyakat 
Sangat berharap agar pemkab Ogan Ilir bertindak cepat memperbaiki jembatan tersebut, biar tidak bertambah parah kerusakannya.

Menurut salah satu warga dari Kecamatan Rantau Panjang yang melintas hendak menuju Kecamatan Tanjung Raja mengatakan, sudah hampir 3 bulan lantai jembatan yang terbuat dari plat besi terlepas dari sambungan yang dilas tetapi sampai sekarang belum ada tanda- tanda untuk diperbaiki oleh pemkab Ogan Ilir.

“kami berharap kepada pemerintah kabupaten ogan ilir untuk bertindak cepat memperbaiki jembatan tersebut, biar kerusakan tidak bertambah parah ” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Edi Juni hingga berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi dan dihubungi via phon juga tidak aktif atas kerusakan lantai jembatan tersebut sepertinya pihak PUPR tutup mata.

Pewarta : Tim Red
Redaksi  : 7 Juli 2019,dutasumsel.com

SUNGGUH IRONIS UANG JOKI DAN KASUBAG HUMAS SEKWAN DPRD BANYUASIN RUPANYA FIKTIF

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -  Baru-baru ini ruang rubrik baik media cetak maupun Online penuh dengan suguhan pemberitan tentang tingkah-laku anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Sumsel ini menjadi konsumsi publik yang sangat tren. Dan Baru-baru ini dikenal istilah "joki" (penunggang kuda) DPRD Banyuasin diduga menggunakan jasa “joki”, didapat 2 orang "joki" menjoki kan 2 anggota dewan batal berangkat kunjungan kerja (Kunker) kedinasan anggota DPRD Banyuasin pada rabu (24/04/2019) bulan lalu.

Menggunakan pesawat garuda dengan Nomor penerbangan 119 jadwal keberangkatan Pukul 19.15 WIB sampai batal diberangkatkan pasalnya terkuak adanya "joki" mengisi kunker kedinasan beberapa Anggota DPRD Banyuasin tersebut yang penerbanggsannya tujuan Palembang ke Jakarta. Petugas garuda mengeluarkan 2 orang penumpang yang diketahui “joki” anggota dewan.

Informasi yang beredar, diduga Anggota Dewan nya berinisial FA dari partai Golkar di joki oleh Indira honorer Sekwan dan inisial JS dari partai Gerindra yang merupakan Ketua Komisi I DPRD Banyuasin yang tak lain merupakan anak wakil bupati Banyuasin di joki oleh Abu.

Perjalanan Kunker fiktif, tersebut yang menggunakan jasa joki itu lebih dari 2 dan telah berlangsung lama. Hanya saja, kali ini baru ketahuan petugas garuda. Bayang kan saja satu komisi itu 12 orang anggota yang ikut Kunker ke jakarta, namun hanya 2 orang anggota dewan saja yang berangkat. Kesepuluhnya diduga menggunakan jasa joki yang tak lain honorer DPRD Kabupaten Banyuasin itu sendiri.!!

Ilustrasi kasus demi kasus di tubuh DPRD Banyuasin mulai terkuak.
Info yang berkembang, yang benar-benar berangkat hanya no 1 dan no 5, yang lain diduga menggunakan jasa “joki”. dalam rangka Kunker DPRD Banyuasin Keluar Daerah kali ini ke Jakarta KPU RI.

Kerjasama para “Joki” dengan pendamping komisi diketahui bernama Nani dan Chandra selaku Kasubag Protokol Humas.

Tujuan mendapatkan honor tanpa ikut berangkat Kunker dengan uang SPJ (Surat Perintah Jalan) sebesar 27 juta per orang.

Dengan modus, para joki seolah-olah anggota DPRD yang bersangkutan. Ikut dalam kunker keluar maupun kedalam daerah dengan cara memakai identitas KTP palsu untuk mengelabui petugas.

Menanggapi hal ini, pihak Bandara yang enggan namanya ditulis ini mengatakan, bukan joki, bantah nya, dikonfirmasi belum lama ini. Itu penumpang rekan kerja sesama staf dan karyawan serta keluarganya yang kebetulan sama-sama mau berangkat ke Jakarta menitipkan boarding pass dan KTP dari yang punya tiket.

Dirinya keberatan info yang berkembang dikatakan joki. Dirinya mengaku hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini modus baru biar tidak hangus tiketnya. Boarding Pass dan KTP nya benar, namun orangnya yang beda.

Yang jelas, tugas kita memberikan kenyamanan dalam penerbangan. Bila tidak sesuai aturan tidak diberangkatkan dan pihak maskapai memblacklist yang bersangkutan yang diduga telah menyalahgunakan dan kita proses sesuai prosedur kami, tegasnya.

Menurutnya, mereka rombongan 7 orang bukan 12 orang, bantahnya. Check In melalui protokol. Mereka menggunakan bordingpas lain, bukan joki, bantahnya lagi. Ketika saya introgasi, murni pribadi. Pengakuan mereka hanya menggunakan bordingpas teman atau keluarganya dari pada hangus dan pemilik bordingpasnya datang malam itu usai diproses. Setelah diproses yang bersangkutan batal diberangkatkan.

Mengantisifasi hal ini, kita akan breefing agar memperketat pengecekan, nama, KTP atau SIM dan bordingpas serta wajah penumpangnya secara berlapis, melalui 3 kali pemeriksaan. Modus ini terjadi saat melonjaknya penumpang. Hal ini ketahuan lantaran wajah penumpang beda di KTP.
Dirinya berharap, agar hal serupa tidak akan terulang lagi..!!!!

Poto pimpinan DPRD Banyuasin di lobby hotel Santika Premiere, di Jalan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang Sumatera Selatan pada sabtu (29/6/19).

Disinggung, adanya dugaan para calon penumpang memberikan sejumlah uang ke pihak bandara. “Waduh”.. selorohnya, itu tidak ada. Kita murni memproses 4 orang ini melalui berita acara dan memberikan surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai serta pihak maskapai memblacklist yang bersangkutan yang disaksikan pihak bandara, maskapai dan keamanan bandara, jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Haryadi mengaku, Maaf, “saya tidak tahu, tanya ke sekwan saja”, pintanya.

Senada, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Banyuasin, Sofian mengaku, masalah tersebut “saya tidak tahu, nanti saya cari tahu tentang masalah tersebut”, elaknya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin Irian Setiawan belum dapat dikonfirmasi.

Pewarta : Alamsyah
Redaksi  : 6 Juli 2019,dutasumsel.com

MEGALIT MENGENDONG ANAK DI KEBUN KOPI

Dutasumsel.com.LAHAT, “Itu dio megalitnyo “ demikian kata Novi sambil menunjuk ke arah kanan dari dalam mobil ketika melihat seonggok batu di dalam semak belukar. Lalu mobil yang aku kendarai dalam kecepatan lambat berhenti karena kami memang sedang mencari arca megalitik di daerah ini. Mobil aku arahkan mundur sekitar 5 meter dan parkir di tengah jalan karena tidak ada lagi lokasi untuk parkir dan juga tidak ada kendaraan lain atau orang yang lewat. Kemudian kami berjalan ke arah batu sejauh sekitar 20 meter tetapi dari jarak ini belum begitu jelas bagaimana bentuk dari batu ini.
Awalnya kami tim Panoramic of Lahat sebuah lembaga kebudayaan dan pariwisata yang terdiri Mario, Bayu, Fachri, Deri dan Novi berkunjung dan ingin bertemu dengan tim dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang sedang melakukan penelitian di kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat. Kami berlima bertemu dengan tim di lokasi penelitian di kebun kopi desa Pajar Bulan kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat.

 Tim ini terdiri dari  Kristantina, Armadi, Nike, Amrun dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Mubarak dari BPCB Jambi, Qois dosen Udayana dan Ronald dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam. Penelitian di kebun kopi ini ditemukan dolmen dan beberapa monolith. Kami ngobrol dan sambil melihat tim bekerja mendata tinggalan megalitik yang ada. Sekitar dua jam di lokasi ini kami pamit untuk melanjutkan melihat megalitik yang baru saja diceritakan oleh Kristantina dan Ronald tentang baru ditemukannya arca megalitik di desa Talang Padang Tinggi kecamatan Pajar Bulan.


Setelah makan siang di Kota Pagar Alam kami melanjutkan perjalanan ke arca megalitik seperti yang telah diceritakan oleh Kristantina dan Arnold. Kami berlima belum pernah ke lokasi yang diceritakan tetapi kami tahu kemana arahnya. Dari Kota Pagar Alam ke simpang Bacang belok ke kiri dan terus menelusuri jalan ini. Sekitar perjalanan 5 km kami menemukan gapura di sebelah kiri jalan dengan tulisan selamat datang di desa Talang Padang Tinggi berwarna merah dan putih yang terlihat belum lama dibuat. Kami masuk jalan aspal ini dan sekitar perjalanan 500 meter kami melihat sebuah talang dengan beberapa pondok dan hamparan kopi berwarna kecoklatan yang di jemur di bawah terik matahari. Di talang ini kami bertanya kemana arah Tebat Serut dan kami diarahkan, ketika kami bertanya apakah tahu ada megalitik atau batu jeme maka 2 warga yang kami tanya menjawab tidak tahu.


Setelah melewati talang ini di kanan dan kiri jalan semua tanaman kopi dan jalan aspal telah berganti menjadi jalan tanah berbatu. Lalu setelah menempuh perjalanan 4 km dari simpang gapura desa kami memasuki Talang Gelung Sakti, talang ini lebih ramai di banding dengan talang sebelumnya bahkan di sini sudah ada bangunan sekolah SD. Di depan setiap pondok terdapat hamparan kopi yang sedang di jemur dan terlihat juga warga mendorong kopi yang sedang dijemur dengan menggunakan pendorong dari kayu. Cara ini untuk memastikan semua biji kopi terkena sinar matahari dan kulit kopi menjadi kering. Di sini kami bertanya dengan seorang warna tentang keberadaan arca megalitik. Kami mendapat informasi lokasi arca megalitik berada di Talang Mugio sebelum Talang Sekendal.


Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju arah sesuai dengan informasi yang kami dapat. Dalam perjalanan dari Talang Gelung Sakti kami tidak menemukan pondok dan warga yang beraktifitas bahkan kami tidak bertemu dengan kendaraan apapun hingga kami memasuki Talang Tampaan. Warga di Talang Tampaan lebih sedikit di banding dengan warga di Talang Gelung Sakti. Di talang ini kamipun bertanya lagi untuk memastikan perjalanan kami menuju arca tidak salah.
Atas petunjuk warga nanti ada pertigaan kami di minta ke jalan sebelah arah kiri.  Dan kami ikuti jalan yang kami yakini seperti yang di sebut warga Talang Tampaan tadi. Dan kami terus menerusuri jalan tanah dengan rumput yang tumbuh di tengah jalan yang membuat bagian mobilku berbunyi terkena ranting-ranting. Di sebelah kanan dan kiri jalan dipenuhi pepohonan kopi dan sejauh mata memandang semua pohon kopi. Di jalan inipun kami tidak menemukan pondok atau kendaraan atau warga yang beraktifitas. Terus kami ikuti jalan tanah ini dan akhirnya kami bertemu dengan sebuah talang dan di sini kami bertanya lagi dengan seorang warga. Talang ini bernama Talang Sekendal dengan jumlah pondok lebih sedikit dari Talang Tampaan. Dari keterangan warga ternyata kami salah jalan. Kami di minta untuk putar balik dan nanti ada pertigaan jalan masuk kea rah kanan. Kemudian kami putar balik dan mencari tahu arah yang ditunjukan, kali ini kami lebih hati-hati untuk menentukan kemana kami harus pergi jangan sampai salah arah karena tidak ada seorangpun yang dapat kami tanyai.


Dengan keyakinan kami masuk ke arah kanan jalan yang lebih sempit dari jalan sebelumnya, jalan hanya pas dileawti satu mobil dengan pepohonan kopi di kanan dan kiri jalan. Setelah melaju sekitar 1 km kami melihat beberapa batu di kanan dan kiri jalan. Kami berlima turun dari mobil dan melihat semua batu yang ada, ternyata hanya batu monolith saja dan kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari arca megalitik.
Dan baru sekitar 100 meter mobil melaju terdengar Novi dengan sedikit berteriak menyebut “Itu dio megalitnyo “. Akhirnya kami menemukan arca megalitik yang ciri-cirinya disebutkan oleh Kristantina dan Arnold.


Arca megalitik ini berada di perkebunan kopi berjarak sekitar 20 meter dari jalan. Arca menggambarkan seorang ibu dalam posisi duduk sedang mengendong seorang anak disebelah kanan, terlihat dengan jelas tangan kanan si ibu memegang bagian dada samping si anak dan kepala si anak menempel di pundak si ibu sedang jari kanan dan kiri si ibu memegang lutut. Si ibu memakai gelang tangan dan berbaju seperti jubah berlengan pendek.
Selain 1 arca di sekitar sini hanya ada 3 batu datar. Komplek situs ini berada tak jauh dari tebat atau danau yang di sebut dengan Tebat Serut. Akan tetapi tebat ini tidak dapat kami lihat dengan jelas karena tertutup semak belukar. Situs ini berada di Tebat Serut Talang Mugio desa Talang Padang Tinggi kecamatan Pajar Bulan kabupaten Lahat.  Dari Kota Lahat berjarak sekitar 50 km atau dari Kota Pagar Alam sekitar 20 km.


Dengan penemuan arca megalitik ini maka menambah jumlah artefak dan situs megalitik yang ada di kabupaten Lahat dan Sumatera Selatan. Dan semakin mengukuhkan Lahat sebagai pemilik situs megalitik terbanyak se Indonesia yang pernah disematkan oleh MURI pada tahun 2012. Juga semakin wajar bila kabupaten Lahat berjuluk Bumi Seribu Megalitik. Akan tetapi dari torehan nama baik tersebut belum diimbangi dengan upaya pelestarian yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat, misalnya dengan mengangkat juru pelihara situs oleh Pemda Kabupaten Lahat karena masih cukup banyak situs-situs yang belum memiliki juru pelihara, pembebasan lahan situs agar menjadi destinasi wisata dan mengangkat minimal 1 orang arkeolog untuk ditugaskan di Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kabupaten Lahat sehingga upaya pelestarian dari dan untuk Kabupaten Lahat lebih maksimal apalagi peninggalan arkeologi di Kabupaten Lahat sangat melimpah bukan saja megalitik tetapi juga ada banyak rumah adat bahkan terbanyak se Sumatera Selatan, bangunan heritage dan seni budaya daerah. Jadi kebutuhan minimal seorang arkeolog di Kabupaten Lahat sangat mendesak.


Semoga keberadaan situs megalitik di kabupaten Lahat akan memberikan manfaat dan sumbangsih yang besar untuk masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lahat. (Mario,  Pajar Bulan, 29 juni 2019)

 Artekel  : Novitha
Redaksi  : 6 Juli 2019, dutasumsel.com

SIDANG PERTAMA 5 KOMISIIONER KPU

Dutasumsel.com.PALEMBANG, -- Lima komisioner KPU Menjalani sidang Pertama hari ini di Pengadilan Negeri kota palembang  kelas 1A khusus,  05,juli,2019 Kasus tindak Pidana Pemilu lima komisioner KPU ini di pimpin oleh Majelis hakim ERMA SUHARTI  dihadiri langsung oleh lima komisioner KPU tersebut

Nama Lima komisioner KPU.
 1. Eftiyani Ketua KPU
2. Alexbarzili Divisi Tehknis
3. Syafarudin Adam Divisi Perencanaan data
4. Abdul Maliq Divisi Hukum
5. Yetti Oktarina Divisi Sosialisasi

"Mengatakan sidang Bakal di gelar secara Marathon selama Tujuh hari mekanisme sidang telah diatur Undang Undang No7 tahun 2017 serta peraturan Mahkamah Agung No 1 tahun 2018 tentang Tatacara tindak pidana pemilu.

 Sedangkan Di luar Pengadilan Negeri aksi Mahasiswa yang Meng atas namakan
DEMA UIN melakukan Orasi salah satunya Menuntut dan Mendesak DKPP Untuk Mencopot Semua jabatan dan fasilitas 5 komisioner KpU kota palembang.yang telah di tetapkan sebagai terdakwah tersebut sesuai dengan Pasal 554 dan 510 tahun 2017 Pasal 55 Ayat 1 KUHP  kasus penghilangan Hak suara Rakyat dan telah mencederai Demokrasi ujar ketua Dema UIN Rudianto Widodo.

Diawali  Tuntutan  jaksa penuntut umum Yang dibacakan langsung oleh  KASI PIDUM YULI, hingga Pukul 11.20wib sidang  Di Tunda Hingga pukul 13.50wib dan sidang akan dilanjutkan Kembali mendengar Eksepsi  dari Penasehat  KPU Yang dibacakan langsung oleh RUSLI BASTARI DKk.dan Malam nanti pembacaan Putusan Dakwaan tegasnya.

Pewarta : Doni
Redaksi  : 5 Juli 2019,dutasums.com

Peserta Trooper Gatering Se Indonesia Mulai Berdatangan

Dutasumsel.com.Pagar Alam, -- Peserta trooper Indonesia ghatring ( TIG) 2019 dari berbagai provinsi di Indonesia mulai berdatangan di Villa exs.  MTQ Gunung Gare,  Gunung Dempo,  Sumateta Selatan, Jumat,  5/7/19.
Menurut Arwadi,  humas komunitas trooper Indonesia ( KTI) chapter Sriwijaya, di lokasih TIG villa Gunung Gare,  Jumat sore,  sudah banyak berdatangan para pecinta mobil trooper dari berbagai provinsi,  seperti dari Pekan Baru,  Sumbar, Lampung, DKI,  Jambi tak ketinggalan tentunya  provinsi tuan rumah Sumsel dan beberapah provinsi lain yg msh dalam perjalanan.

Andi Wijaya,  ketua KTI Sriwijaya, menjelaskan TIG 2019 ini, akan diikuti oleh pecinta mobil trooper dari sebagian besar provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi, tukar menukar informasi pengalaman tentang mobil troper,  dan meningkatkan keakraban sesama keluarga besar pecinta mobil trooper seluruh Indonesia.

Untuk mencapai tujuan dimaksud,  Andi menambahkan,  berbagai macam kegiatan akan diadakan seperti Games,  out bond antar keluarga pecinta trooper,  bhakti sosial,  hiburan,  dan lain-lain, acara ini sendiri akan berlangsung,  5-7 Juli 2019, terang Andi.

Pewarta : Tim dutasumsel.com
Redaksi  : 5 Juli 2019