NEWS

Slider

Perkenalan Mahasiswa KKN UNSRI Dengan Perangkat Desa Ulak Pandan

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Mahasiswa Unsri yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata ( KKN) di Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat, disenja yang ceria berkumpul ramah tamah bersama Perangkat Desa setempat 26/6 pukul 16:30 wib. Bertempat di Wisata Plancu dipimpin Susiawan Rama Kades Ulak Pandan.

Agenda mereka berkumpul selain perkenalan, satu persatu Mahasiswa memperkenalkan tujuan KKN dan tupoksi dirinya masing-masing. Seperti Dila 19 tahun mahasiswa jurusan Kedokteran gigi yang nantinya akan berkerjasama dengan sekolah Paud, TK, SD, SMP/ Madrasah Tsanawiyah bahkan SMA untuk mensosialisasikan masalah pentingnya merawat gigi dan masih banyak program yang ditawarkan mahasiswa UNSRI.

Menurut Agung ketua kelompok selama 40 hari kedepan  mereka  KKN akan membaur bersama masyarakat desa  Ulak Pandan dan bersumbangsi.

Susiawan rama  antusias menyambut kedatangan mereka dan menurut beliau selama Mahasiswa UNSRI KKN selama 40 hari akan diprioritaskan.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi  : 26/06/2019, dutasumsel.com

Center Informasi Bukit Besak Tahap Pembangunan.

Dutasumsel.com.LAHAT,  - Destinasi Wisata di Kabupaten Lahat semakin menggeliat, hal ini terbukti dibangunnya wisata disana sini  disetiap Desa, siang di Desa  Tanjung beringin kecamatan Merapi selatan bangun Center Informasi Wisata Bukit Besak.

Wisata Alam Bukit Besak merupakan Ikon desa tanjung beringin yang tersohor yang berdekatan langsung dekat bukit Serelo, untuk itulah menurut Camat Merapi Selatan A. Hasdi di bangun  Center Informasi untuk mengetahui keberadaan para pendaki yang berwisata ke Bukit Besak.

Ahmad juga menuturkan  selain di bangun gedung Center Informasi juga akan di bangun tempat parkir kendaraan, WC, Gasebo, dan Mushola.Pembangunan Center Informasi di bangun secara swakelola oleh perangkat desa dan masyarakat setempat juga bekerja sama dengan Dinas PU Kabupaten Lahat, dengan demikian diharapkan kelak dapat menambah Income PAD desa setempat". cetus Hasdi

Pewarta : Novita/1dham
Redakai  : 26/06/2019, dutasumsel.com

Sebanyak 178 Siswa SMAN 1 Model Merapi Barat Ikuti MPLS

Dutasumsel.com.LAHAT, - Sebanyak 178 siswa baru kelas IX SMAN 1 Model mengikuti MPLS ( masa pengenalan lingkungan sekolah ) selama 3 ( tiga )  Hari  kedepan tanggal 26, 27, 28 Juni 2019, seperti dikatakan Repiandi MPd Waka Kesiswaan  ketika ditemui awak media di sela kegiatan MPLS mewakili Kepala Sekolah drs Ali Tarmisi.Pantuan awak Media usai upacara pembukaan yang dibuka Kepala Sekolah.

Tahapan pertama siswa Pengenalan Kurikulum Sekolah,Program dan Cara Belajar,Penghangatan Suasana / Ice Breaking Tata Krama Pergaulan, Wawasan Wiyatamandala
Pengenalan Kegiatan dilanjutkan ISHOMA
dan Olahraga Gembira dilanjukan diskusi Kesadaran berbangsa dan bernegara,
wawasan kebangsaan " ujar Repiandi

Tambah beliau " Kegiatan MPLS ini dibimbing Guru Sekolah dan dibantu OSIS SMAN 1 Model Merapi Selatan, sehingga pada  15 Juli 2019 adalah tahun ajaran 2019/ 2020 mereka sudah benar siap untuk belajar seperti biasanya" pungkas Waka Kesiswaan.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi  : 26/06/2019, dutasumsel.com

REKONSILIASI DENGAN BAGI-BAGI KURSI ADALAH PENGKHIANATAN DEMOKRASI

Dutasumsel.com.JAKARTA, -- Hasil keputusan hakim MK atas sengketa Pilpres 2019 kabarnya akan dibacakan pada Kamis, 27 Juni 2019 sehari lebih cepat dari rencana semula. Hasilnya sepertinya sudah bisa kita lihat dari jalannya persidangan MK dimana pembuktian dan kesaksian dari pemohon yaitu BPN Prabowo - Sandiaga yang amburadul bin kedodoran. Tidak ada bukti sahih dan nihil kesaksian yang bisa mereka sajikan atas dugaan kecurangan secara TSM baik yang dilakukan oleh KPU dan Petahana.

Seperti dugaan yang pernah saya sampaikan pada tulisan saya terdahulu yang berjudul : _"Mahalnya Harga Sebuah Keserakahan dan Ketidaklegowoan"_, bahwa persidangan sengketa Pilpres di MK ini terbukti hanya dijadikan panggung oleh kubu Paslon 02 untuk membual dengan narasi yang bernuansa Post Truth dengan tujuan memilintir kebenaran dan mendistorsi informasi kepada publik.

Dugaan saya yang lain, kencangnya kubu Paslon 02 meneriakkan kecurangan pada sengketa Pilpres di MK bisa jadi hanya strategi untuk mendapatkan perhatian dan menaikkan posisi tawar mereka kepada pemerintah. Dugaan saya sepertinya terkonfirmasi dengan adanya beberapa pernyataan dari elite kedua kubu yang mendorong terjadinya rekonsilasi.

Saya TIDAK ANTI rekonsiliasi. Tapi rekonsiliasi seperti apa yang akan dilakukan ? Apakah dengan cara menyediakan kursi kabinet kerja jilid II Jokowi untuk orang-orang dari kubu Prabowo atau bahkan memberikan jabatan Wantimpres kepada Prabowo ? Kalau model rekonsiliasi pragmatis seperti itu, SAYA AKAN MENENTANG KERAS. Karena rekonsiliasi model seperti itu sangat mencederai demokrasi dan mengkhianati suara rakyat.

Di sisi lain rekonsiliasi yang hanya bagi-bagi kursi akan menjadi preseden buruk bagi jalannya proses demokrasi di Indonesia. Pihak kalah dalam kontestasi Pilpres nantinya tidak akan pernah legowo. Mereka hanya perlu membuat narasi-narasi tuduhan kecurangan dan mengerahkan massa untuk melakukan kerusuhan secara destruktif, lalu mereka akan dapat kue kekuasaan. Enak betul mereka.

Disamping itu rekonsiliasi yang hanya bagi- bagi kekuasaan merupakan cara yang tidak elegan yang mengangkangi proses hukum yang "katanya" menjadi panglima di negeri ini. Kelompok-kelompok haus kekuasaan seenaknya sendiri kasak-kusuk menciptakan kesepakatan di luar pengadilan. Lalu apa artinya pengorbanan dan usaha keras 9 hakim MK yang telah maraton dan bersusah-payah melakukan persidangan sengketa Pilpres yang terbuka dan adil selama ini ?

Apalagi rekonsiliasi model seperti itu biasanya akan diikuti dengan penutupan kasus terkait yang sedang berjalan. Indikasi ke arah sana jelas terlihat nyata. Soenarko, Eggy Sudjana, Lieus, Mustafa Nahra tanpa mempedulikan suara rakyat ditangguhkan penahanannya. Tidak menutup kemungkinan sebentar lagi atas desakan para purnawirawan jenderal TNI Kivlan Zein juga akan dibebaskan. Lalu seperti kasus terdahulu, kasus percobaan makar ini akan menguap atau sengaja "dipeti-eskan" tanpa kejelasan. Lalu apa artinya kerja keras aparat kepolisian yang mengusut kejadian ini ? Betapa mengenaskan kalau proses hukum dilemahkan oleh kesepakatan atas nama rekonsiliasi.

Harapan saya sederhana, kita ikuti saja hasil putusan MK. Pihak yang kalah harus dipaksa menerima kenyataan atas kekalahan yang dideritanya. Hal itu adalah konsekuensi logis dari sebuah proses demokrasi. Pihak yang melanggar hukum siapapun dia harus diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang ada. Jangan diberikan kemanjaan bagi orang yang tidak legowo. Jangan diberikan ampunan bagi siapapun yang telah menciptakan kerusuhan yang telah memakan korban. Karena mereka akan ngelunjak dan tidak mau melakukan evaluasi diri atas kekalahan yang dialami.

Rakyat juga harus diberikan sebuah pendidikan politik bahwa dalam proses demokrasi selalu akan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang. Itu keniscayaan saat kita memilih melakukan proses demokrasi. Rakyat jangan diberikan tontonan yang merusak proses demokrasi dimana semua kontestasi politik akan diselesaikan secara pragmatis dengan cara bagi-bagi kekuasaan. Skema rekonsiliasi model begini ibaratnya hanya menutupi luka dengan perban tanpa diobati atau menutupi kotoran dengan karpet. Terlihat aman sesaat tapi tidak menyelesaikan masalah dan tidak mendidik. Dan ini akan menimbulkan preseden buruk ke depannya.

Saya sangat berharap Presiden Jokowi TIDAK melakukan rekonsiliasi model seperti di atas. Jokowi harus tegas dan tegar menghadapi para mafia kekuasaan oportunis yang mengajukan rancangan skema rekonsiliasi pragmatis seperti itu. Jokowi juga harus kuat dan liat menghadapi "pressure" dari kelompok manapun termasuk mungkin datangnya dari sekelompok purnawirawan jenderal TNI POLRI yang sok merasa masih punya gigi dan nyali.

Jokowi harus percaya diri melakukan langkah rekonsiliasi TANPA harus bagi-bagi kursi dan menisbikan tindakan sekelompok orang yang telah melanggar hukum. Jokowi harus percaya diri bahwa beliau didukung mayoritas rakyat Indonesia.

Kalau Jokowi melemah dan mengikuti skenario para mafia kekuasaan yang mengkhianati proses demokrasi, bukan tidak mungkin beliau akan kehilangan dukungan dan kepercayaan dari kelompok masyarakat yang selama ini gigih mendukungnya. Dimulai dari SAYA !!!

*Salam SATU Indonesia*
Pewarta : Rudi S Kamri
Redaksi   : 26/06/2019, dutasjmsel.com

*#SaveDemokrasiIndonesia*
*#SaveMK*
*#SavePolri*

Forum GenRe Kabupaten OI Di Kukuhkan Oleh Asisten III

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam, SE,SH,MM melalui Asisten III Drs.Rukmansyah M.Pdi
Di dampingi Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Selasa 25/6/2019, menggukuhkan Forum GenRe Kabupaten Ogan Ilir di SMA Negri 1 Indralaya, hadir dalam acara Asisten III Pemda OI, Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Penyuluh KB Kecamatan sekabupaten OI, Camat Sekabupaten OI, BNNK OI, Kajari OI, Kapolres yang Diwakilkan Kasat Binmas OI, Kepala SMA/ K, SMP/ Mtsn, sekabupaten OI, Salah satu upaya untuk mengeliminir berbagai persoalan remaja di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan selain menjadi wadah bagi remaja untuk saling menyampaikan informasi, salah satu upayanya menyediakan wadah aktifitas para remaja yang bergabung dalam forum GenRe Ogan Ilir yang dilakukan oleh DPPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumsel

Melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang merupakan kumpulan dari ratusan pelajar mahasiswa serta remaja yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir melakukan berbagai kegiatan antara lain pusat informasi kesehatan remaja, bimbingan konseling, sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan mahasiswa baik disekolah, kampus, pesantren dan komunitas remaja lainnya.

Menurutnya maraknya kasus kenakalan remaja, hubungan seks pra nikah maupun kasus remaja yang melahirkan di Ogan Ilir, membuat prihatin berbagai kalangan. Berbagai kasus tersebut berdampak pada ancaman hilangnya masa depan remaja itu sendiri.

"Beranjak dari berbagai permasalahan itulah, survei menunjukkan mayoritas remaja menyampaikan keluhan permasalahannya kepada teman sebayanya. Maka peran Forum GenRe memberikan solusi dan jalan keluar bagi remaja yang mengalami masalah, sekaligus mensosialisasikan program GenRe di masyarakat Ogan Ilir," paparnya.

Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami SKM,menjelaskan  hingga saat ini selalu terus menerus memberikan pembekalan berbagai materi seperti program GenRe, Pendewasaan Usia Perkawinan dini, kesehatan reproduksi remaja, 8 fungsi keluarga dan teknik-teknik konseling, dengan harapan akan dapat membantu remaja dalam mengatasi permasalahannya.

"Melalui Forum GenRe ini Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir dapat memberikan pengetahuan mengenai GenRe, PIK Remaja maupun program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Dibawah kepemimpian , remaja mengalami banyak kemajuan," jelasnya.

Ditambahkan Kepala SMA Negri 1 Indralaya Dra. Rasnianah MM,mengharapkan Semoga ananda Harits sebagai ketua Forum GenRe Kabupaten Ogan Ilir masa bhakti 2019- 2020 dapat mempromosikan GenRe Ogan Ilir menjadi contoh nyata menjadi seorang Duta yang tidak hanya berselempang tetapi juga berkontribusi nyata dan menjadi Inspirasi remaja tidak saja di Ogan Ilir tetapi juga di Indonesia.

Pewarta : Sanditya
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com

DPRD Cirebon Jawa Barat Kunjungi DPRD Kabupaten Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menerima kunjungan rombongan anggota DPRD Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/06/19).

Rombongan diterima langsung oleh anggota DPRD Kab.Ogan Ilir H.Sopian Ali, HM.Ali Suharmawinata, Afrizal, Rizal Mustopa, Muhammad Ali, Kabag Humas, Saudi Aryanto, staf Humas Protokol Hendra Kurniawan dan Dewan Pakar Medi Irawan, diruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Ogan Ilir.

Adapun jumlah Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang merupakan Anggota Pansus I dan Pansus III beserta Eksekutif berjumlah 32 orang. Untuk Pansus I diketuai H.Sunandar Pryodarmo dan Pansus III diketua oleh  Hj.Yuningsih.

Kunjungan Pansus I dan Pansus III DPRD Kab.Cirebon bermaksud melaksanakan kunjungan kerja untuk memperoleh Informasi dan bahan-bahan masukan dalam rangka penyempurnaan Bidang Garapan Pansus I dan Pansus III, yaitu,
1. Raperda tentang Ketahanan Pangan,
2. Raperda tentang Perubahan atas Perda Kab.Cirebon Nomor 13 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Turut hadir juga dalam pertemuan tersebut Dinas Ketahahanan Pangan, Dinas Pendidikan dan Bagian Hukum Kabupaten Ogan Ilir.
Acara diakhiri dengan saling bertukar cindra mata.

Pewarta : Darius
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com

Jalin Sinergitas Pihak Managemen Citimall Santap Siang Bersama Pewarta Di KFC

Dutasumsel.com.LAHAT, Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan  sinergitas yang terjalin antara pewarta dengan Citimall terlihat keakrabannya di Selasa siang di Gerai KFC Citimall Lahat 25/6 pukul 13: 00 Wib.

Tampak terlihat keakraban diantara keduanya, kegiatan ini merupakan agenda rutin Citimall dengan Pewarta  ini merupakan bentuk sinergitas yang telah berlangsung sejak berdirinya Citimall, sebab media juga berperan dalam hal pemberitaan demi kemajuan " ujar Creative Marketing Citimall Ahmad Holpani.

Menurut beliau, sesekali pewarta kita ajak santap siang di KFC atau gerai Moka, atau gerai makanan lainnya di sini selain mereka meliput kegiatan yang berhubungan dengan Citimall, sehingga tiada kekakuan diantara keduanya dan terjalin harmonis.Usai santap siang  dilanjutkan dengan berpoto bersama dan ramah tamah.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com

Jelang Kenaikan Kelas Dewan Guru MTsN 1 Lahat Gelar Rapat.

Dutasumsel.com.LAHAT, --Rapat kenaikan kelas merupakan agenda rutin tahun yang selalu dilaksanakan  setiap sekolah dan madrasah tanpa terkecuali di Madrasah di bawah naungan Kementerian  Agama.

 Menjelang  kenaikan kelas VIII dan kelas IX MTsN 1 Lahat dewan guru mengadakan rapat internal, rapat tersebut dipimpin Kepala Sekolah Neliana SAg dan dihadiiri dewan guru MTsN  bertempat di Mushola At -ta'lim 25/6, rapat ini membahas kriteria murid yang akan naik kelas dan rencana pembagian raport pada hari Sabtu 29 Juni mendatang.

Neliana SAg menjelaskan bahwa dalam penentuan kenaikan kelas harus sesuai dengan kriteria kelulusan dan yang utama kejujuran dan keadilan itu yang diprioritaskan " ujar beliau kepada awak media usai rapat.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com

Sambut HUT Bhayangkara ke 73 Polres Lahat Adakan Donor Darah.


Dutasumsel.com.LAHAT, -- Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73 tahun jajaran Polres Lahat melaksanakan Bakti sosial Donor Darah. Kegiatan ini dibuka kapolres lahat AKBP Feryy Harahap SIK. Msi di dampingi  Waka Polres Lahat Kompol Budi Santoso Ssos. Bertempat di Aula Mapolres Lahat pada Selasa 25/6 pukul 09:00 wib

Dalam sambutanya kapolres mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh anggota yang telah bersedia mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan' semoga mendapat pahala dari allah SWT'" ujar Kapolres .

Kegiatan donor darah diawali oleh kapolres lahat dan  Waka Polres Lahat dan diikuti oleh seluruh pejabat polres lahat' anggota dan ibu   hayangkari

Hadir dalam giat tersebut kepala Urdokkes Polres Lahat dr. Saragih dan anggota urkes lainnya, hasil dari donor darah anggota Polres Lahat nantinya akan diberikan ke rumah sakit umum lahat melalui Palang merah indonesia ( PMI ) cabang lahat.

Pewarta :  Novita/ Idham
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com

GENRE TO SCHOOL DAN GENRE TO PESANTREN KABUPATEN OGAN ILIR DI KUKUHKAN ASISTEN III DAN HADIRI DUTA GENRE SUMSEL

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Forum Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Ogan Ilir dibawah naungan Kepala Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga (K3) Dewi Yuniarti, dan Forum Anak dibawah naungan Kepala Bidang PPPA, Sri Wahyuni, diharapkan dapat membantu program-program pemerintah,  khususnya di bidang Keluarga Berencana (KB). Forum Genre juga diharapkan dapat menjadi penggerak remaja terkait program genre ditengah-tengah masyarakat, Genre To School dan Genre To Pesantren jelas Sekertaris DPPKB P3AD Husnidayati,S.sos,M.Si.
    


Demikian ditekankan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perlindungan Perampuan dan Anak Daerah (DPPKB P3AD) Kabupaten Ogan Ilir, Bustami SKM pada  pelantikan Forum Genre Kabupaten Ogan Ilir, di SMA Negri 1Indralaya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Acara pelantikan di hadiri, Asisten III  Kabupaten OI Drs.Rukmansyah M.Pdi, Kepala Dinas PPKBP3AD Bustami SKM, Kasi Bina Remaja BKKBN Provinsi Sumsel Iskandar, Kapolres Ogan Ilir Oleh Kasat Binmas AKP.RD Shutanty, Kajari Ogan Ilir, Kepala Sekolah SMA Negri 1 Indralaya Dra. Rasnianah MM, Kepala KUA Kecamatan Indralaya Drs. Maksan,Kasi Brantas BNNK Ogan Ilir Kompol. Jhon Le, Ketua 1 TP- PKK Ogan Ilir Hj. Amdiyah Dewi S.Pd, Duta Genre Provinsi Sumsel 2017 dan Duta Genre Sumsel 2019,Camat Se Kabupaten OI, Kepala Balai Penyuluh KB Se Kabupaten OI, Serta Tamu Undangan dan 400 Peserta Genre To School dan Genre To Pesantren sekabupaten Ogan Ilir.
Ketua Forum Genre Ogan Ilir untuk masa bhakti 2019-2020 yang dilantik,Harits
Ia dibantu sejumlah pengurus lainnya. Seusai pelantikan di Halaman SMA Negri 1 Indralaya,sekaligus menggukuhkan Forum Anak Arya Mulya Kusuma Dari SMA Negri 1 Indralaya sebagai Ketua Forum Anak Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Diberi door prize kepada para peserta.
  
Salah seorang anggota Forum Genre Ogan Ilir Harits mengatakan,  setelah dilantik pihaknya akan segera membuat program kerja yang dapat membantu program kerja dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan program DPPKB P3AD Ogan Ilir.
"Dengan terbentuknya Forum Genre ini, kami akan terus memotivasi para remaja di Ogan Ilir,  agar tidak terjerumus pada pernikahan dini, seks bebas dan narkoba," ujar Harits kepada dutasumsel.com 
,yang akan menjadi wakil Kabupaten Ogan Ilir pada jambore Genre Sumsel 2020. Di Palembang.

Pewarta : Sanditya
Redaksi  : 25/06/2019, dutasumsel.com